[TAO BIRTHDAY PROJECT] WHO AM I? – WhitePingu95

[TAO BIRTHDAY PROJECT] WHO AM I? – WhitePingu95

Huang Zi Tao & Anneliese Zhang (OC) || Slice of Life || G

Pintu terbuka. Derap langkah yang baru saja menggema kemudian, mengambil alih kesenyapan sebuah rumah untuk beberapa saat. Jangan lupakan manik kelam Zi Tao yang kini tengah mengikuti mobilitas dari sosok pemilik langkah tersebut.

“Lembur di kampus lagi ya?” tanya pemuda jangkung yang telah menggulirkan netranya pada sang penunjuk waktu di dinding ruang tengah beberapa waktu lalu. Seseorang yang dimaksud pun mengangguk lemah, membuat iris Zi Tao tiba- tiba berubah menghangat, meluruhkan emosi yang sempat mengendap dalam hati. “Ya sudah … cepatlah mandi, makan, kemudian tidur. Aku tidak ingin kau jatuh sakit.”

Anggukan kecil darinya sudah cukup untuk menjawab atas titah lembut yang dilayangkan oleh Zi Tao. Namun, di langkahnya yang ke- tiga, pemuda itu berusaha menghentikannya. “Ah ya, Anneliese!”

“Apa lagi, Huang? Ya Tuhan … tak bisakah kau mengunci mulutmu itu barang sebentar saja? Aku pusing jika kau ingin tahu.”

Bibir si pria Huang sontak terkatup sangat rapat, urung memuntahkan rentetan kalimat yang telah tertahan. Kini pupilnya yang bekerja, mengekori setiap langkah Anneliese seolah ia tak ingin melepaskan wanita yang telah berbaik hati padanya.

Mengapa kau selalu memikul tanggung jawab yang besar dan memendam banyak kesakitan hati? batinnya yang menangkap aura biru mengelilingi Anneliese.

###

Selepas bergelut dengan air selama tiga menit, Anneliese tak mengindahkan titah Zi Tao untuk mengisi perutnya. Perempuan kesepian itu malah duduk di samping Zi Tao, ikut menonton tayangan televisi kesukaan Zi Tao.

“Ada apa? Ada masalah? Dengan kekasihmu?” tanya Zi Tao begitu mendapati mimik muka yang tak biasa dari seorang Anneliese Zhang nan pandangannya pun tampak mengawang. “Kenapa kau terus diam dan menangis tanpa kuketahui?”

“Aku diam karena aku tahu, sebagian perkataanku tanpa tersadar akan melukai orang lain.” Anneliese menjawabnya dengan bibir yang bergetar dan kelopak matanya terus berkedip membuat bendungan kecil yang menjadi anak sungai pada pipi tembamnya.

Zi Tao mengembuskan napasnya berat. “Apa kau lelah?” Menginjak detik keempat ia kembali membuka mulutnya. “Lelah dengan semua yang telah menjadi rutinitasmu?”

Tangis tertahan si gadis Zhang cukup memperjelas semakin besar goresan tak kasat mata itu. “Terkadang, aku ingin lenyap hanya sekadar untuk menghindar.”

“Tapi itu semua sudah kewajibanmu, Anneliese,” yakin Zi Tao sedikit memperingatkan.

“Tolong … aku ini ingin bebas,” pintanya memohon dengan menggenggam erat pergelangan tangan milik Zi Tao. Lelaki berkulit cokelat itu tergelak, baru kali ini Anneliese sebegini terlukanya, mengingat ia selalu ceria nan bersemangat dalam menjalani kesibukan beberapa organisasi, kampus dan kekasihnya tentunya.

“Di sini—” Telunjuk Anneliese menuding tegas kepalanya. “Dan di sini—” kemudian turun tepat di depan dadanya. “Tak ada yang ingin mengalah. Hingga aku gila sendiri meladeni mereka.”

“Akankah merasa bahagia jika hidup tanpa otak dan hati?” lanjutnya yang mendapat seberkas keheningan dari Zi Tao. “Lihat … kau pun diam begitu mendengar semua keluh kesahku. Pasti kau berpikir, jika tidak ada jalan keluar dan kau akan menyarankanku untuk membuang otak dan hatiku, kan?”

Zi Tao kembali bertanya, “Bagaimana dengan sahabatmu?”

“Sahabat?” cicit Anneliese diiringi tawa yang penuh kesakitan. “Kurasa tak ada yang namanya sahabat di dunia ini. Terlebih teman.”

Kening pria bermata bagai panda itu mengernyit, tanda heran. “Mengapa?”

“Meski kau bersedih, meski kau kesusahan, meski kau bosan, hanya ada dirimu yang harus mengatasi semua itu. Sen- di- ri- an,” jawab Anneliese dengan tandas, seakan mengungkap sebuah kenyataan hidup yang benar- benar besar dan serius.

“Lalu … lalu aku ini siapa, Anneliese?” Lagi- lagi Zi Tao bertanya, namun kini dengan nada yang terdengar menyedihkan.

“Kau hanyalah bayangan dari imajinasi yang sengaja kubuat nyata, Huang.”

END

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s