[TAO BIRTHDAY PROJECT] Failed? – ©LeeIndah7

[TAO BIRTHDAY PROJECT] Failed?-©LeeIndah7

Huang Zitao, Choi Eunha ||Love|| G

‘Kau di mana?’

Send
Entah pesan keberapa yang telah dikirimkan pria dengan tubuh ramping dan menjulang tinggi itu. Huang Zitao…

Ia berjalan mondar-mandir seraya menggigit ponselnya. Menahan perasaan gelisah yang menyebar di sekujur tubuhnya.

Ting!

Sebuah pesan masuk membuatnya terperanjat dan membuka pesannya dengan tergesa-gesa.

‘Paket internet bulanan anda kurang dari 1000 Mb. Berlaku hingga 10/05/2017…’

“Sial!”

Tao melemparkan ponselnya ke atas ranjang dengan kesal. Ia mengacak rambutnya dan menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.

“Ke mana sih dia pergi?” Tanyanya frustasi begitu menyadari jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam dan gadisnya tak kunjung pulang atau sekedar mengabari.

Ia mulai menggulingkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri. Berharap bisa mengurangi kegelisahannya. Namun, nyatanya ia malah semakin gelisah memikirkan apa yang mungkin terjadi pada gadisnya, Choi Eunha.

Eunha bukan tipe orang yang suka pulang larut malam. Dia juga selalu menyelesaikan tugas tepat waktu dan tak suka bermain. Tak ada alasan untuknya pulang selarut ini.

“Lihat saja! Aku akan marah begitu kau pulang!”

Tao yang kembali sibuk bergelut dengan pikirannya, perlahan-lahan terdiam dan mulai terpejam.

.
.
.
.

Di sebuah tanah yang begitu gersang disertai beberapa tanaman yang mengering dan juga sebuah pohon gundul di sisi danau, Tao melangkahkan kakinya. Danau itu tidak kering seperti yang terjadi pada sekitarnya. Membuat Tao penasaran dan ingin mendekat.

Puk!

Seseorang menepuk bahunya sebelum ia sampai di sisi danau. Begitu berbalik, ia mendapati gadisnya tengah tersenyum dengan manis.

“Kau-”

“Sttt…” Eunha menaruh telunjuknya pada bibir Tao sebelum ia sempat menanyakan keadaan gadisnya.

“Aku baik-baik saja. Jangan khawatirkan aku. Dan jangan pernah lagi.”

Tao yang tadinya diam kini mengernyit dengan beribu pertanyaan dalam benaknya.

“Aku akan pergi dengan seseorang yang kucintai. Jangan pernah mengusik hidupku lagi karena aku sudah tidak mencintaimu. Bye!”

Senyuman Eunha yang manis berubah menjadi sinis begitu dia melambaikan tangan dan pergi. Pergi meninggalkan Tao dan menghampiri seorang pria yang berdiri di ujung sana.

“Eunha-ya! Andwae!!!”

.
.
.
.

Tao langsung terduduk begitu terbangun dari mimpi buruknya.

“Aish! Jinjja…!” Ia mengacak rambutnya frustasi dengan mata masih terpejam begitu memori tentang mimpi yang baru saja dialaminya terputar di otaknya.

Srek…

Tao seketika diam. Ia membuka matanya perlahan dan melihat kamarnya tidak sama lagi seperti sebelumnya. Banyak pernah-pernik terhias pada dinding kamarnya dan juga… rangkaian foto palaroid yang disusun menjadi sebuah kalimat ‘Happy Birthday and Anniversarry!’

Tao mengernyit dan mengedarkan pandangannya. Ia melihat seorang gadis berambut hitam pendek berlutut di depan meja kecil di tengah kamarnya sedang berusaha menyalakan lilin pada kue tart di atas meja.

Gadis itu dan juga Tao diam mematung dengan wajah polosnya dan sama-sama mengedipkan matanya berkali-kali. Masih mencerna apa yang sebenarnya terjadi.

“Hahaha…”

Tawa Tao seketika pecah begitu menyadari apa yang berusaha dilakukan oleh gadisnya itu. Saking tak kuatnya menahan tawa, ia sampai lupa bahwa dirinya berniat marah pada gadisnya.

“Hya… Choi Eunha… Gagal memberi surprise huh?” Tanya Tao kemudian kembali tertawa.

Eunha yang masih terkejut, kini malah melongo melihat prianya begitu senang mengetahui dirinya gagal.

Ting Ting Ting

Bunyi alarm pada ponselnya membuat gadis itu tesadar dan melihat layar ponselnya yang menyala dengan tulisan “Tao’s Birthday and Our Anniversarry!!!”

Eunha menatap Tao yang masih berusaha menahan tawanya dengan tajam dan mulai menyalakan lilinnya. Ia membawa kue tart tersebut dan duduk di sisi ranjang.

“Chukhae…” Ujar Eunha singkat dengan wajah yang masih ditekuk dan bibir mengerucut.

“Hya… Kau mau menyambut ulang tahunku dan anniversarry kita dengan wajah cemberut itu?” Tanya Tao yang lagi-lagi tertawa.

Eunha yang benar-benar jengkel hanya memutar bola matanya dan menyodorkan tartnya pada Tao.

“Tiup saja lilinnya!” Ujarnya ketus.

Tao menangkup kedua pipi Eunha dan membuat Eunha menatapnya.

“Bersama… Ingat? Ini bukan hanya ulang tahunku. Ini anniversarry kita.”

Eunha hanya mengangguk kemudian memejamkan matanya untuk mengucapkan wish. Tao tersenyum kemudian mengikuti Eunha.

‘Apapun yang akan terjadi… Kuharap hanya akan ada senyuman yang tergurat di wajah cantiknya. Biarkan aku menjadi alasan di balik semua senyuman manisnya.’

‘Tuhan… biarkan kami selalu berdampingan tanpa ada yang bisa memisahkan kami selain maut. Aku mencintainya… Zitao…’

Keduanya kembali membuka mata dan meniup lilinnya bersamaan. Tao tersenyum tetapi gadisnya masih terlihat jengkel.

Tao mengambil kue tart dari tangan Eunha dan menaruhnya di nakas. Setelah itu, dia mendekat dan memeluk tubuh Eunha yang masih bersedekap.

“Jangan marah… Ini hari bahagia kita. Kau tahu? Kau tidak gagal. Kau berhasil membuatku kesal dan khawatir setengah mati karena kau tidak mengabariku. Dan lagi…, kau berhasil membuatku gagal memarahimu.”

Eunha sedikit mendongak masih dengan wajah ketusnya. “Benarkah?”

Tao mengangguk kemudian menyandarkan kepala Eunha pada dadanya.

“Kau tahu? Aku melakukan ini karena aku mencintaimu. Maaf karena aku membuatmu khawatir sebelumnya.”

“Gwaenchanha… Yang penting, sekarang aku tahu apa alasanmu. Terimakasih… dan juga… aku mencintaimu. Jangan pernah meninggalkanku.”

“Tidak akan.”

Tao tersenyum senang kemudian mengecup puncak kepala Eunha. Eunha memejamkan matanya dan tersenyum. Mencoba menikmati kehangatan dan juga cinta yang mengalir lewat kecupan hangat itu.

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s