[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Shackled

 


Main Cast :
Byun Baekhyun & Park Yeri.
Other Cast : Members of EXO.
Genre : School life, Sad, Comedy, Angst.
Rating : PG-17
Duration : One Shoot.


at Hansung Science High School.
06.00 PM KST.
Seorang lelaki yang masih berada di sekolahnya sekitar pukul enam sore sedang berjalan melewati koridor. Ketika melangkah melewati satu ruang kelas, ia melihat seorang gadis yang berada di dalam kelas seorang diri sedang membaca buku. Lelaki itu bernama Byun Baekhyun, ia sedang berjalan masuk ke kelas untuk menyapa gadis itu.
“Park Yeri, apakah kau ketinggalan bus sekolah?” Baekhyun berjalan masuk ke kelas.
“…tidak.” wajah Yeri terlihat sedikit malu.
“Hah? Kenapa wajahmu memerah?” Baekhyun duduk, dan melihat buku latihan soal Matematika di atas meja Yeri.
“Aku tinggal di sekolah untuk belajar. Kau tidak ingat? ujian akhir sekolah akan segera tiba. Lagipula belajar di sekolah pada malam hari lebih tenang, sehingga aku bisa berkonsentrasi lebih baik.” Yeri terlihat agak sungkan.
“Wah, ternyata kau rajin sekali.” Baekhyun terkejut.
“Kau sendiri? Kau baru pulang berkencan dengan Bae Irene?”
“Tidak usah dibahas lagi, sudah selesai. Itu membuatku sangat terluka sampai ingin meninju tembok.” Baekhyun bersandar di dinding sambil mengangkat kakinya.
“Sudahlah, lebih baik kau selesaikan PR terlebih dahulu. Itu hal yang lebih penting.”
Sambil bersandar di dinding, Baekhyun melihat Yeri yang berjarak kurang lebih satu meter darinya. Ada perasaan hangat yang muncul di hatinya. Sekarang mereka tidak sekelas. Tidak disangka masih ada kesempatan untuk bisa melakukan suatu hal bersama di satu ruang kelas, mengobrol bersama seperti ini.
“Ah, coba kau bantu aku untuk memecahkan soal ini. Aku sudah mencari cara penyelesaiannya, tetapi tidak bisa menemukannya.” Yeri memberikan buku latihan Matematika yang sedang dibacanya kepada Baekhyun.
Baekhyun tau, ini soal limit fungsi trigonometri. Sial! Ia takut kalau tidak bisa menyelesaikannya.
After 30 minutes.
Setelah berkutat begitu lama akhirnya Baekhyun menemukan penyelesaian soalnya. Ia menghela nafas.
“Ternyata, maksudnya seperti ini.” Yeri menganggukan kepalanya terus menerus.
“Hm, mungkin sepertinya memang begitu.” Baekhyun berkeringat, masih merasa terkejut sanggup menyelesaikan soal itu.
“Kalau begitu, nanti kalau ada bagian yang tidak ku mengerti kau bantu aku, ya. Sebelumnya aku yang mengajarimu. Mulai sekarang kau harus mengajariku!” Yeri menatap Baekhyun.
“Aigo, kau menakutkan sekali.” ucap Baekhyun.
[ Flashback on ]
at Class 1-A.
Setiap Baekhyun ingin melontarkan sebuah lelucon, gadis yang duduk di belakangnya selalu menendang kursi Baekhyun. Karena itu, Baekhyun merasa lebih baik diam dan menundukkan kepala. Baekhyun menolehkan kepalanya hanya untuk mendapati mata gadis yang duduk di belakangnya.
“Hei, tenanglah kalau aku terus membuat keributan di kelas, Cho Saem pasti akan memindahkanku lagi sehingga kau tak perlu mengawasiku lagi.” Baekhyun cemberut.
“Byun Baekhyun, sebenarnya kau pintar. Kalau belajar dengan rajin, nilaimu pasti akan meningkat.” bisik Yeri.
“Apa pedulimu? Meskipun aku sangat pintar, tapi aku takut menghadapi kepintaranku.” jawab Baekhyun.
“Kalau begitu pergunakan kepintaranmu dengan sungguh-sungguh.” ucap Yeri.
[ Flashback end ]
Setelah mengobrol dengan Yeri, Baekhyun tersenyum. Baekhyun berjanji pada dirinya sendiri mulai sekarang ia akan menjaga gadis rajin yang selalu tinggal di sekolah pada malam hari untuk belajar.
¤
09.12 AM KST.
Saat di jam pergantian pelajaran, Baekhyun akan berjalan ke kelas Yeri untuk memberikan sebuah jawaban yang sudah susah payah ia kerjakan. Sekarang Baekhyun sudah berada di depan kelas. Ia melihat Yeri yang sedang membaca buku.
Drrtt..
Sebuah pesan masuk ke ponsel Yeri.
“Apa kau lupa dengan jawaban soalmu, huh? Aku akan menunggumu di kantin.”
Yeri segera mengetikkan pesan balasan untuk Baekhyun dan beranjak dari tempatnya menuju kantin.
“Ne, aku tidak akan melupakannya, Baekhyun-ssi.”

at Canteen.
“Sudah di jawab semua? Benar-benar jawaban yang efisien.”
“Untuk soal selanjutnya, beri aku soal yang lebih sulit. Menjawab soal yang terlalu mudah bisa membuatku bodoh.” ujar Baekhyun menyombongkan diri.
“Ya! maksudmu aku ini bodoh? Kau lupa yang dulu mengajarimu Matematika juga aku.” protes Yeri.
“Apa kau akan mengikuti ujian masuk universitas?” Baekhyun melihat brosur sambil menopang dagu.
“Tidak tahu, aku masih melihat-lihat brosurnya. Kau?” Yeri juga mengambil brosur.
“Aku juga masih melihat-lihat, tapi belum terpikirkan.” Baekhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Aku tertarik dengan jurusan sains di University Of Chicago.” ucap Yeri menunjuk satu halaman brosur.
“University Of Chicago, ya?” Baekhyun mengingatnya di dalam hati.
¤
Ujian akhir sekolah telah selesai dan upacara kelulusan segera tiba. Semua cerita di sekolah ini telah berakhir. Canda, senyum, cinta, kebahagiaan, dan semua momen akan menjadi akhir yang menyedihkan. Semua orang sibuk menandatangani seragam, berfoto, dan menyatakan perasaannya.
“Ini hadiahmu. Jangan bilang kalau aku tidak mengingatnya.” Yeri memberikan sebuah kotak berukuran sedang.
“Gomawo. Ini untukmu.” Baekhyun memakaikan kalung berbentuk matahari kepada Yeri.
“Mwo, ini sangat berlebihan, Baekhyun!” Yeri terkejut.
“Aku membelinya spesial untukmu. Sebelum kau berangkat ke Amerika.” bisik Baekhyun.
“…” Yeri terdiam.
“Aku menyukaimu. Kau kira kenapa aku sangat serius dalam belajar?, kau adalah kenangan terindahku selama SMA, aku akan menikahimu.” semuanya keluar dari pikiran Baekhyun.
Park Yeri menarik napas.
“Apakah kau ingin mendengar jawabannya saat ini juga?” suara Yeri sangat datar.
“Aku tidak mau. Tolong jangan memberitahuku sekarang. Biarkan aku terus menyukaimu dan tunggu aku sampai mendapatkanmu.” Baekhyun merasa ketakutan mendengar jawaban Yeri.
“Kau pasti akan menyesal nanti.” ucap Yeri.
Begitulah, Baekhyun tidak pernah tahu apa jawaban Yeri.
¤
Musim gugur telah berlalu, tetapi cuaca dingin saat ini masih belum berubah menjadi musim dingin. Sama halnya dengan perasaan seorang pria yang sedang menunggu kabar dari gadisnya. Tidak ada kabar dari gadisnya membuat pria itu hampir gila memikirkannya. Sampai pada saat malam yang kelabu, pria itu tidak akan menyangka kalau pada akhirnya ia akan terbelenggu seumur hidupnya.
“Untuk apa kau meneleponku. Bukankah kau sudah melupakanku.” ucap Baekhyun.
“Hei, ada apa denganmu aku tidak mengerti.” jawab Yeri.
“Apa kau tidak menyadarinya kemana saja kau selama satu tahun ini. Tidak bisakah kau sebentar saja mengangkat telepon dariku. Kau pasti dikelilingi dengan banyak pria sehingga kau melupakanku, Park Yeri!” mata Baekhyun memerah.
“Byun Baekhyun kau ini kenapa? Memangnya kenapa kalau aku dikelilingi dengan banyak pria. Kau dan aku tidak memiliki hubungan yang lebih dari teman. Jadi kau tidak berhak untuk melarangku. Saat hari kelulusan kau itu seperti pengecut! Kau pengecut, Baekhyun!” teriak Yeri sambil menangis.
“Aku tidak terima kau berkata seperti itu.” Baekhyun mulai meneteskan air mata, tidak sanggup marah lagi. Bahkan ia tidak mampu mengenali rasa sakit di hatinya.
“…” Yeri terdiam.
“Sepertinya, aku tidak bisa menemukan cara untuk memahamimu lagi. Park Yeri sepertinya aku tidak bisa terus mengejarmu lagi. Hatiku sulit untuk menerimanya, sangat sulit.” ucap Baekhyun.
“Kalau begitu, jangan mengejarku lagi!” bentak Yeri.
Empat tahun sudah Baekhyun menyukai Park Yeri. Tiga tahun di SMA dan satu tahun selama kuliah. Rasa sukanya pada gadis itulah yang membuat Baekhyun menjalani hidup setiap hari dengan penuh semangat. Setiap kali bangun dari mimpinya, ia tahu arti keberadaan hari ini. Gadis itu membuatnya sangat senang. Juga membuatnya menangis tanpa suara malam ini.
¤
Teman-teman sekolah dulu datang menghadiri resepsi pernikahan hari ini. Pesta ini bisa dikatakan reunian besar-besaran. Nampak, seorang pria hanya bisa menatap dari kejauhan “gadis”nya yang sudah menjadi istri orang lain.
《》
Beberapa bulan sebelumnya.
“Sutradara Baek, bagaimana kabarmu?”
“Menyedihkan, ada apa? Apa kau mau ku kejar lagi?” ujar Baekhyun dengan malas.
“Kali ini tidak bisa.”
“Hahaha. Kalau begitu?” tanya Baekhyun.
“Bulan Desember, aku akan menikah.”
Baekhyun tersenyum.
“Calon suamimu pasti orang yang pemberani iya, kan?” ucap Baekhyun.
“Maksudmu?”
“Ku pikir, kau tidak mau mendapatkan pria yang pengecut lagi. Hahaha.” tawa Baekhyun.
Yeri pun ikut tertawa.
《》
“Baek, aku kira kau yang akan menikah dengan Park Yeri melihat kalian yang begitu akrab.” tanya Kyungso menyadarkan Baekhyun dari lamunannya.
“Sebenarnya Yeri sudah mengakui perasaannya kepadaku. Tapi hanya begitu saja. Hahaha!” tawa Baekhyun.
“Ayolah itu hanya omong kosongmu! Kau bahkan belum pernah berkencan dengannya.” Kris membalas.
“Waktu lampu dimatikan nanti, saat mempelai pria masuk ruangan, Chen, kau diam-diam menyekap mempelai pria, ya!” Kai menepuk bahu Chen.
“Shireo, lebih baik ketika berfoto bersama nanti, diam-diam injak kaki prianya saja.” ujar Chen.
“Saat perwakilan teman diminta, aku akan maju lalu memegang mikrofon kemudian berkata : Cinta yang bertepuk sebelah tangan tidak akan bahagia. Hahaha!” ujar Chanyeol. Mereka semua tertawa terbahak-bahak.

Akhirnya, resepsi pun dimulai. Lampu diredupkan. Lagu pengiring pun mulai terdengar.
Park Yeri memakai gaun putih elegan. Di bawah lampu sorot, ia berjalan perlahan melewati Baekhyun, tersenyum simpul sambil melambaikan tangannya.
Park Yeri yang tersipu malu berjalan menuju pelaminan sambil menundukkan kepalanya. Kemudian, ayahnya memberikan tangan Yeri kepada mempelai pria ketika tiba di pelaminan. Semua orang yang hadir bertepuk tangan.
Setelah diputuskan, ketika Baekhyun melihat momen kedua mempelai berciuman, ia memejamkan matanya.
“Aku berharap, aku tetap menjadi teman yang spesial di hati Park Yeri selamanya.” ucap Baekhyun di dalam hati.
END

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s