[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] You and Me? — LHR25

[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] You and Me?— LHR25
Baekhyun & IU || Drama || T

AUTHOR P.O.V

Matahari bersinar bersahabat, cuaca yang pas untuk pergi ketaman hiburan bukan? Seperti namja manis itu, Byun Baekhyun, namja ber eye-liner itu, mulai menggerak-gerakan kakinya untuk menghilangkan bosan yang merasuki dirinya karena menunggu seorang yeoja yang hari ini mengajaknya pergi ketaman hiburan.

“Oppa!” Panggil seorang yeoja yang berdiri beberapa meter dihadapannya. Baekhyun mengangkat kepalanya dan tersenyum melihat yeoja yang sekarang melambai-lambaikan tangan kearahnya. Baekhyun menghampiri yeoja itu yang sedang merentangkan tangannya meminta sebuah pelukan hangat dari dirinya. Tentu Baekhyun memberinya sebuah pelukan,karena dia mencintai yeoja itu.

“Ji, kau lama sekali datangnya~”

“Mianhae oppa~ ada sesuatu,kau paham maksudkukan?” Baekhyun tersenyum kecut, dia tahu betul, apa itu.

“Wae?apa kau kesal karena aku terlambat,oppa?”

“Aniyo~ kajja kita main permainan itu” Jawabnya seraya menunjuk kearah roller coaster yang berada dihadapan mereka.

“Kau yakin?” Tanya Jieun ragu, Baekhyun tersenyum licik lalu menarik tangan Jieun yang pasrah.

Baekhyun P.O.V

“Ya! Ji, kenapa dengan wajahmu?kau takut naik wahana ini?” Tanyaku takkala mendapati wajahnya yang sekarang berubah pucat pasi.

“Aniyo~”

“Bilang saja kau takut” Godaku membuatnya memandangku malas.

“Iya,aku takut,wae?!” Aku tertawa kencang, menertawainya yang akhirnya mengakui bahwa dia takut naik wahana seperti ini.

“Sekarang giliran kita! Kau ingin naik atau terus berdiri disitu menertawaiku eoh?” Tanya Jieun kesal, saat melihat aku masih menertawainya yang sudah duduk manis di kursi roller coaster itu.

“Hahaha…maaf”
~

“Huekk…Huekk…Huekk…”

“Neo gwenchana oppa?” Tanya Jieun seraya terus mengurut tengkukku, membantuku mengeluarkan isi perutku.

‘Selamat tinggal sarapanku😭’

“Ini minumlah” ucapnya lalu menyodorkan sebotol air dihadapanku, aku menerimanya dan meminumnya sampai habis. Tidak, aku tidak haus. Aku hanya sedang menutupi rasa maluku, tentu aku malu. Aku yang memaksanya naik wahana sialan itu dan menertawainya karena takut tapi sekarang malah aku yang muntah-muntah, memalukan.

“Apa sudah baikan,oppa?” Aku mengangguk kecil seraya menghidari tatapannya, ini terlalu memalukan.

“Kenapa kau menghindari tatapanku?kau malu,oppa?” Tanyanya yang takku jawab.

“Tidak usah malu oppa,itu wajar” Ucapnya lembut membuatku menatap kearahnya dan tersenyum membalas senyumnya.

“Kajja kita naik wahana lain” Ucapku dan meraih tangannya pelan.

“Ne oppa~” Jawabnya senang lalu berjalan mengikuti langkahku. Aku menghentikan langkahku takkala mataku melihat bunga yang cantik, aku menunduk lalu memetiknya.

“Kenapa berhenti op—” tanyanya terpotong karena aku mendekatkan tubuhku padanya dan menyelipkan bunga cantik itu di antara telinganya​.

“Cantik” Ucapku singkat lalu menatapnya.

Degh

Aku segera menjauhkan diriku darinya seraya memulihkan jantungku yang berdegup kencang karena aku baru sadar jika jarakku dengannya sangat dekat.

“Mianhae” Ucapku lalu memandang kearahnya yang terlihat gugup juga.

“Gwenchana oppa~” Ujarnya yang kemudian tersenyum.

“Kajja”

~~~~~~~~~~

“Ini”

“WOW GOMAWO OPPA!” Teriaknya senang takkala aku menyodorkan sebuah es krim dihadapannya.

“Makanlah” Ucapku lalu duduk disampingnya.

“Kau hanya beli satu oppa?” Tanyanya seraya menatapku yang sedang memandang kedepan dan mengangguk kecil.

“MWO?! wae?” Serunya kesal membuatku berbalik memandangnya.

“Disini es krim sangat mahal”

“Benarkah?Ini makanlah jika mau”

“Tidak,makan saja sendiri,aku tidak mau makan es krim yang sama denganmu”

“BAIKLAH!JANGAN MAKAN ES KRIMKU!” Serunya kesal membuatku terkekeh dan membuat ide jailku timbul. Aku akan membuatnya kesal,tapi…

Chu~

“Ah…Mian” Ucapnya setelah menjauhkan dirinya dariku yang masih terpaku, ayolah itu benar-benar membuatku terkejut.

“Ya oppa! Pipimu memerah eoh?Apa kau kesal karena kejadian tadi?maafkan aku aku tidak tahu bahwa kau akan memakan es krim itu. Itu tidak disengaja,sungguh” Jelasnya membuatku tersadar.

“Ck, bilang saja kau ingin menciumku” Jawabku mencoba mencairkan suasana.

“Kau sangat percaya diri Tuan Byun” Balasnya membuat kami tertawa.

“Ayo main yang lain” Ajakku yang dijawab anggukan darinya.

‘Ayolah Baekhyun, lupakan kejadian tadi, akan terasa cangguh kalo kau masih mengingat kejadian itu.’

“Emm…oppa kajja kita main itu” Ujarnya seraya menunjuk Bianglala yang terlihat cantik.

“Oke,ayo kesana!” Ajakku lalu menarik tangannya menghampiri Bianglala itu.

“Ayo naik” Serunya semangat lalu naik, aku yang terkekeh kecil melihat tingkahnya.

“Kau senang?”

“Sangat,apapun yang terjadi hari ini,aku tidak akan pernah melupakannya” Jawabnya membuat senyumku mengembang.Aku merogoh kantung celanaku dan mengambil ponselku.

“Ayo kita berfoto Jieun” Ajakku lalu mengarahkan kameraku dihadapanku dan dia.

“1…2…3…Klik”

~~~~~~~~~~

“Wah…lihat ini Ji!foto yang ini lucu sekali” Seruku seraya terkekeh kecil melihat foto aku dan Jieun yang menujukan ugly-face,sangat lucu.

“Hahaha…kau terlihat jelek,oppa!”

“MWO?!”

“Hahaha,aku hanya bercanda,oppa. Lihat yang ini,kau sangat tampan disini” Ucapnya membuat kumalu.

“Kau bisa saja Ji” Ucapku malu seraya mengalihkan wajahku yang mulai memerah.

“Kau memang tampan oppa~”

“Jieun!” Aku mengalihkan pandanganku dan mendapati seorang namja yang tak asing lagi olehku sedang berjalan menghampiri kami,mungkin lebih tepatnya Jieun yang sedang merentangkan tangan sama seperti yang ia lakukan padaku pagi tadi.

Hug

“Kau sudah sampai oppa~” Ucap Jieun pada namja itu,Park Chanyeol sahabatku sekaligus namjachingu Jieun.

“Tentu,aku sudah tak sabar ingin bertemu denganmu” Balas Chanyeol membuat pipi Jieun merona.

“Bagaimana hari ini kau senang?mana si Bacon itu?” Tanya Chanyeol yang ternyata belum sadar bahwa aku dibelakang Jieun.

“Dia dibelakangku,oppa” Ucap Jieun membuat Chanyeol melihat kearahku dan segera menghampiriku dan memelukku.

“Baek, mianhae aku tidak melihatmu. Kau terlalu pendek” Ucapnya membuatku segera melepaskan pelukannya dan menjitak kepalanya.

TAKK!

“Kau ini,namja setampan diriku apa tidak terlihat dimatamu?apa kau terlalu terpesona dengan Jieun, eoh?”

“Iya” Jawabnya singkat tapi sukses membuatku ingin menjitaknya sekali lagi.

“Sudahlah jangan bertengkar” Aku tertawa walau rasa sakit menyeruak dihatiku saat melihat Jieun merengek pada Chanyeol.

“Baiklah. Mari kita makan malam bersama”

“Ne kajja,aku memang sedang lapar oppa” Jawab Jieun seraya memegang perutnya. Chanyeol terkekeh dan mengacak rambut Jieun.

“Ahh…Kalian pergilah,aku masih ingin berada disini sebentar” Ucapku. Tidak,bukannya aku tidak lapar hanya saja aku tidak mau lebih lama melihat mereka bermesraan,itu membuat hatiku sakit.

“Oppa pergilah bersama kami,tidak akan ramai jika kau tidak ikut~”

“Lain kali saja oke?bye~” Ucapku seraya mendorong-dorong tubuh mereka untuk pergi meninggalkanku,walau mereka melawan tapi akhirnya aku bisa juga mengusir mereka.Aku mendudukan diriku disebuah kursi.

“Seperti cerita kita hari ini aku harap kau akan membuat cerita manis bersama dengannya setiap saat” Gumamku seraya melihat fotoku dan Jieun, foto terbaik, yaitu ketika dia mencium pipiku.

END

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s