[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] I’m Yours, You Not Mine-ElNano

[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] I’m Yours, You Not Mine-ElNano

|Baekhyun & Serena||Romance, Psychology, Dark||Ficlet||PG. 17|

.

.

.

.

.

Mereka saling mencintai namun juga saling menyakiti.

Napas saling menari. Berlomba menjadi paling tercepat. Saling bersahutan.

Kepercayaan yang dimiliki, bukanlah hal penting untuk dipedomi.

Kecewa adalah hal biasa. Begitu pula dengan sakit yang mendera.

Sesekali ingin mengakhiri, saat itu pula uluran menghampiri.

Tertipu untuk kesekian kalinya, tidak membuat surut tekadnya.

Tangis dan tawa menjadi kesenangannya, ketika dinginnya besi menyentuh kulitnya. Sama halnya dengan manik kelam yang menyorotnya sendu.

Perahu menjadi taruhan, tapi ego tidak akan mengalah. Meski lautan berubah mencekam, dia memilih berlayar dengan taruhan perahu tenggelam.

Tinta pekat bercorak mawar terlukis di tubuhnya. Seperti ombak yang menyerang perahu, mengikisnya perlahan hingga hancur.

Dua titik pada garis simetris di bibir naik ke atas, menjadi kenangan terakhir sebelum perahu ditelan samudra.

Pemuda itu, terdiam dengan manik membola. Tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.

Jatuh bersimpuh memandang miliknya, menatap kosong pada jasad yang tergeletak tidak berdaya.

Matahariku. Begitulah ia memanggilnya. Namun yang dipanggil selalu menolak jijik.

“Serena, bangun.” Jemari si pemuda menyentuh wajah pasi, “kau sudah berjanji untuk memukulku sampai mati. Ayo pukul.”

Baekhyun, si pemuda, bergetar meraih tangan mungil untuk dipukulkan ke wajahnya sendiri. Sungguh menyedihkan.

Sia-sia. Yang dilakukan Baekhyun tiada guna. Apa yang pergi, tidak akan kembali lagi. Jika Baekhyun menginginkannya kembali, maka dia yang harus pergi.

“Mengapa kau terus senyum? Bibirmu memangnya tidak pegal, ya?”

Terus berbicara asal, berharap gadis miliknya bangun dan menjawab. Sayang, pil pahit harus ia telan.

Aku milikmu, kau milikmu sendiri.

Baekhyun tersenyum kecut teringat perkataan terakhir gadisnya. Jadi maksud si gadis, Baekhyun bukan milik Serena? Hanya miliknya sendiri? Lalu apa sekarang? Bukankah terbalik? Baekhyun milik Serena, sementara Serena miliknya sendiri. Dia egois meninggalkan Baekhyun, seakan Baekhyun tidak akan terpengaruh atas ketiadaannya.

Dasar wanita! Tidak pernah mengerti pada apa yang tidak tertera. Selalu harus digambarkan secara gamblang. Isi hati Baekhyun semakin meradang tidak karuan. Menyalahkan gadisnya yang tidak bersalah.

Tidak pernah menyesal. Baekhyun selalu puas setelah bermain lukis. Tanpa terkecuali pada gadisnya.

Tawa keras menggema ke seluruh ruangan. Merayakan keberaniannya yang kini kembali. Baekhyun muak dengan hatinya. Ia benci hatinya yang selalu lemah terhadap Serena.

Sekarang Baekhyun tidak perlu cemas, kelemahannya telah lenyap. Tidak ada yang akan mengaturnya lagi, tidak ada yang akan menceramahinya dengan ini itu menyebalkan. Tidak akan ada yang bisa mengalahkan dirinya.

Demikian, tubuh kaku Serena Baekhyun pindahkan ke ranjangnya. Menyelimutinya agar tidak kedinginan, meski pada kenyataannya Serena tidak akan merasakan suhu lagi.

“Jika saja kau penurut, aku tidak akan melakukan ini.”

Baekhyun iri hati. Kondisi dimana hati tidak senang dengan kebahagian orang lain. Sering menyalahkan hingga tanpa sadar telah menyakiti. Padahal, apa yang dilakukannya hanyalah bentuk manifestasi dari hati yang tidak dapat menerima fakta.

“Dia hanya ingin kau sadar, Baek.”

Tersenyum tipis pada Serena yang berdiri di sampingnya, Baekhyun tidak menanggapi dan hanya mengelus surai pirang Serena yang lain.

“Kau dengar aku, Baek?”

“Ya, aku mendengar.” Baekhyun menghela napas lalu menoleh pada Serena yang tersenyum manis. Serenanya … tidak pernah seperti itu. Ia melanjutkan, “jika kau tidak meninggalkanku seperti dia.”

“Aku tidak akan meninggalkanmu, kecuali kau berhenti memikirkanku.”

Serena tidak akan patuh seperti ini. Lantas senyum seringai terbit di bibir Baekhyun. Senyum yang menyembunyikan duka dan lara. Sebuah pertahanan dari hati yang membeku, retak, lalu pecah dan hancur lebur. Menyisakan serpihan-serpihan tajam yang enggan disentuh.

Sekilas menutup matanya pelan. Baekhyun merangkai kata dari kejadian yang menimpa.

Aku milikmu, kau bukan milikku.

Aku mencintaimu, kau tidak mencintaiku.

Aku memelukmu namun kau menghindar.

Aku peduli, kau tak acuh.

Aku sakit, kau yang mati.

Adalah … puisi Baekhyun untuk Serena.

Fin

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s