[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] HANAMI – Akinari Mitsukuri

[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] HANAMI – Akinari Mitsukuri
Baekhyun, Yoo Eun, Chen || Romance | PG-17 ||

Gunung Tateyama terbentang membelah Omachi disertai dengan tiga danau nan indah yang mengapitnya. Para fotografer ramai berdatangan menyapu daerah Danau Nakatsuna, tempat dimana sepanjang danaunya terdapat pohon sakura yang hendak mekar di bulan ini. Mereka ingin melihat mekarnya bunga sakura dan mengabadikannya.
“Baekhyun, cepat! Kita harus dapat tempat yang bagus buat foto” perintah Chen menarik Baekhyun untuk berlari ke daerah ujung Danau Nakatsuna.
“Iya Chen… Pelan-pelan aja, berat nih tasku” jawab Baekhyun sedikit kesal sambil menggendong tas ransel berisi peralatan fotografi.
Baekhyun dan Chen menuju ujung barat Danau. Tempat yang bagus untuk mengambil foto mekarnya bunga sakura ditambah latar belakang Gunung Tateyama yang menjulang.
“Ini tempat yang bagus Baek. Kita taruh barang disini. Aku pergi beli makanan dan minuman dekat resort sana” jelas Chen menunjuk resort yang letaknya tak jauh.
“Iya, aku tunggu disini sambil siapin peralatannya. Setengah jam lagi bunganya mekar” sahut Baekhyun .
“Oke. Aku pergi dulu Baek” kata Chen berjalan menjauh.
Baekhyun mengeluarkan kamera dan alat-alat pelengkap untuk mengambil foto. Ia terdiam dan melihat ke ujung pohon sakura dekat tepi danau. Sesosok perempuan tengah duduk sambil memegang sebuah lukisan. Baekhyun mendatangi perempuan yang tampak tak asing baginya.
“Permisi.. maaf ganggu” sapa Baekhyun mendekati.
“Iya, ada apa” jawab perempuan itu perlahan menengok kearah suara yang memanggilnya.
“Yoo Eun?” kata Baekhyun kaget.
“Iya? Kamu siapa ya?” sahut perempuan berambut pendek sepundak itu.
“Apa kamu nggak ingat aku?” tanya Baekhyun menunjuk wajahnya.
“Maaf, saya tidak bisa melihat” jawab Yoo Eun.
“Yoo Eun, ini aku Baekhyun” jelas Baekhyun memegang tangan Yoo Eun.
“Baekhyun?” rintih Yoo Eun mengeluarkan air mata.
“Maafkan aku karena aku pergi dan menghilang tanpa memberitahukanmu. Aku sangat rindu sama kamu, Baek” ucapnya meletakkan lukisannya dan meraba wajah Baekhyun.
“Setelah kecelakaan itu, aku kehilangan penglihatan tapi untungnya ada orang baik yang mendonorkan kornea matanya untukku. Tapi.. kenapa kamu tidak bisa melihat. Jangan-jangan…” tanya Baekhyun terpotong.
“Baekhyun! Yoo Eun!” panggil Chen kaget melihat keduanya.
“Chen, aku berhasil menemukan Yoo Eun” kata Baekhyun.
“Syukurlah. Gimana kabarmu, Yoo Eun?” tanya Chen.
“Baik-baik saja” jawab Yoo Eun singkat.
“Kalau begitu aku tinggal kalian berdua, takut ganggu. Silahkan lanjutkan ngobrolnya” kata Chen menjauh.
“Yoo Eun.. Apa kamu yang mendonorkan kornea matamu buatku?” tanya Baekhyun.
Yoo Eun hanya menangis mendengar pertanyaan dari Baekhyun. Mulut dan tangannya bergetar.
“I..ii..iya Baek. Aku ingin kamu bisa melanjutkan keinginanmu menjadi seorang fotografer. Mendengar kabar kecelakaan itu, aku sedih. Jadi aku donorkan kornea mataku” jelas Yoo Eun.
“Kenapa kamu melakukan itu Yoo Eun? Bahkan kamu merahasiakan identitasmu sebagai pendonorku. Tolong, jangan mementingkan aku dan kau tidak peduli dengan dirimu sendiri. Sekarang, kamu jadi tidak bisa melihat” sahut Baekhyun mengeluarkan air matanya.
“Nggak apa-apa Baek. Aku ingin kamu sukses dan bahagia. Lagipula, aku sedang sakit kardiomiopati” jawab Yoo Eun.
“Maafkan aku telah membuatmu begini” ucap Baekhyun merasa bersalah.
“Nggak Baek, enggak. Ini bukan salahmu. Ini memang sudah takdirku. Terima kasih atas pertemuan kita ini” sambung Yoo Eun.
“Teruslah ada disisiku” pinta Baekhyun.
Baekhyun memeluk erat Yoo Eun. Mereka berdua saling berpelukan dialiri dengan tangisan yang bercampur aduk. Tak lama, Baekhyun melepaskan pelukan dan mencium Yoo Eun. Ternyata Chen memfoto moment indah ini dari kejauhan. Seiring dengan mereka berciuman, bunga sakura bermekaran. Tapi, badan Yoo Eun tiba-tiba melemas dan tak sadarkan diri.
“Yoo Eun!!!” teriak Bakhyun menggerak-gerakkan badan Yoo Eun.
Chen berlari menuju Baekhyun dan Yoo Eun. Ia memeriksa denyut nadi Yoo Eun.
“Baek, Yoo Eun sudah pergi” jelas Chen.
“Apa Chen!! Kamu jangan main-main” bentak Baekhyun marah.
“Aku serius Baek. Sadarlah, dia sudah pergi meninggalkanmu” sambung Chen.
“YOO EUN!!! TIDAKKK!!!” teriak Baekhyun menangis melihat Yoo Eun.

Tak lama kemudian,

“Baek bangun!!!” teriak Chen membangunkan Baekhyun.
Baekhyun tersentak bangun dari tidurnya.
“Chen aku memimpikan Yoo Eun” ucap Baekhyun mengeluarkan perlahan air matanya.
“Hari ini kan setahun sudah Yoo Eun meninggal. Katanya kamu mau ke makamnya” tanya Chen.
“Iya. Aku baru saja memimpikan Yoo Eun, pertemuan terakhirku sebelum ia meninggal” jelas Baekhyun.
“Akan kuingat ketika kita berpisah diantara bunga sakura yang bermekaran” gumam Baekhyun

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s