[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Destiny (Takdir) – Xiuza Park

[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Destiny (Takdir)

Author : Xiuza Park
Genre : Fantasy, Drama
Rating : T
Cast : Byun Baekhyun, Park Eunhee (OC)

.

.

Bel sekolah baru saja berbunyi. Layaknya lonceng dari surga, para murid berteriak senang lalu kemudian memasukkan barang barang bawaan kedalam tas. Taka da satupun suara manusia yang terdengar setelah semuanya keluar dari kelas yang mereka anggap sebagai neraka dunia.

Byun Baekhyun mengenakan ranselnya dalam diam lalu berjalan pelan keluar dari kelas. Baekhyun selalu seperti ini, keluar dari sekolah yang paling terakhir di saat sang pusat kehidupan dunia sudah tak terlihat.

Baekhyun menghembuskan nafas kasar. Sesekali menegakkan telinga saat mendengar suara jangkrik bersahutan dari jauh. Mulutnya membuang nafas kasar, telinganya terasa sakit saat mendengar hal tidak penting yang masuk ke dalam telinganya. Terlebih suara itu berjarak lebih satu kilo meter dari tempatnya berdiri.

Setelah menggaruk telinganya yang terasa berdengung, Baekhyun tiba tiba dikejutkan dengan seorang gadis yang berdiri di depannya.

Baekhyun sama sekali tidak menjawa apapun. Namun matanya sesekali melirik kearah plastik yang dibawa oleh sang gadis, indra penciumannya membau sesuatu yang tidak asing.

Sang gadis yang menaydari tatapan Baekhyun langsung tersenyum. Mengulurkan plastik di tangannya kearah Baekhyun seraya berucap, “Namaku Park Eunhee, teman kelasmu. Aku tadi melihatmu berjalan sendirian kelas. Jadi aku memberimu Jus tomat untuk kau minum di perjalanan pulang.”

Sebenarnya Eunhee tidak ingin untuk memperkenalkan dirinya karena mereka adalah teman sekelas. Namun dia sangat tahu kalau Baekhyun adalah orang yang sagat cuek dengan keadaan sekitar, bahkan dia tidak perlu repot repot untuk menghafal nama dan wajah teman sekelasnya. Karena menurut Baekhyun, untuk apa berteman dengan orang yang bersikap manis di depan namun menghunuskan pedang di belakang?

Tanpa mengucapkan satu kata pun, Baekhyun meraih plastik yang dulurkan Eunhee kepadanya. Mengucapkan kata terima kasih dengan suara yang pelan, nyaris tak terdengar. Namun Eunhee tersenyum. Melambaikan tangannya kemudian berlalu meninggalkan Baekhyun yang menatapnya dengan pandangan aneh.

.

.

Tidak ada yang ingin menatap Baekhyun. Tidak ada yang berani menatap mata Baekhyun dan tidak ada yang berani berbicara bahkan jika hanya satu kata pun padanya. Sebenarnya tidak ada alasan khusus. Wajah Baekhyun itu terkesan imut diabandingan anak laki laki yang seumurannya. Bagaimana bisa siswa yang akan tamat SMA beberapa bulan lagi memiliki wajah serupa dengan anak yang baru masuk ke sekolah dasar?

Namun wajah itu tertutupi dengan tatapan tajam Baekhyun yang akan membuat siapapun bergidik ketakutan. Ditambah lagi, Baekhyun adalah salah satu orang yang tak bisa mengatur emosinya. Pernah sekali Baekhyun marah hanya karena seorang perempuan yang menjatuhkan buku tepat di depannya.

Namun berbeda dengan Park Eunhee. Semenjak Baekhyun menerima jus tomatnya, gadis itu semakin gencar mendekati Baekhyun. Baik di sekolah ataupun bukan. Baekhyun merasa itu tidak apa apa. Sejujurnya, dia sangat suka dengan jus tomat yang diberikan Eunhee. Itu seperti minuman yang sering diminum dirumah bersama keluarganya.

.

“Baekhyun, kenapa kau suka meminumnya?” tanya Eunhee sambil menunjuk jus tomat yang diminum Baekhyun. Baekhyun meliriknya sekilas, mengangkat kedua bahu pelan lalu kemudian kembali menyesap minuman berwarna merah itu.

“Ini seperti minuman kesukaanku. Ngomong-ngomong, darimana kau mendapatkannya? Manusia atau hewan?” Eunhee terdiam. Dia menggaruk tengkuknya sambil menyengir kemudian menjawab. “Jadi kau sudah tau ya kalau itu bukan jus tomat? Heh. Aku mendapatkannya dari hewan. Aku mengambilnya dari empat ekor kucing tetanggaku.”

“huh, kukira kau mengambilnya dari manusia.” Kekeh Baekhyun sambil menatap teman sekelasnya.

“Aku tidak sekejam itu omong omong.” Jawab Eunhee seadanya.

Baekhyun tersenyum sambil menyesap minumannya. “Sejak kapan kau?”

“Tentu saja kau tau. Karena kita sama.—

–sama sama ‘ditakdirkan’ untuk menjadi vampire.”

.

Entah itu masuk ke kategori drama atau enggak :v Ini agak menakutkan buat sebagian orang sih, tapi twist ending nya keren kan? Hehehe/ mungkin lebih bagus kalau ditambahin genre Horror/supranatural deh :’v

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s