[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Bad Boy Good Boy

Bad Boy Good Boy – xiao_lsbs
Baekhyun & OC || School life, Fluff || T


Baekhyun berjalan masuk ke sekolah dengan santai. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana seragamnya dan jas almameternya ia letakkan di bahu kanannya, persis seperti model yang melakukan catwalk. Tidak ada ekspresi yang terpajang di wajahnya, bahkan sepercik rasa panik pun tidak tergambar dari wajahnya padahal ia tahu jika ia terlambat.

“Byun Baekhyun!”

Baekhyun tersenyum tipis, lalu membalikkan badannya. Menatap Soora—perempuan yang memanggilnya—dengan tatapan datar.

Soora berjalan dengan tegas mendekat ke Baekhyun. “Kau terlambat lagi. Sekarang, ikut aku berbaris di lapangan seperti yang lain,” titah Soora.

Baekhyun tersenyum kecut. “Kau tahu? Aku “langganan” datang terlambat ke sekolah. Kau tak mau memberi tempat yang spesial untukku?”

Soora, ketua kedisiplinan di sekolah, mengetuk kening Baekhyun dengan pulpen birunya beberapa kali. “Kau ingin perlakuan istimewa, eh? Baiklah, aku akan memberikannya untukmu.” Soora menghentikan aksi memukulnya. “Ikut aku ke ruanganku.”

Soora berbalik badan dan berjalan duluan. Meninggalkan Baekhyun yang tengah tersenyum tipis menatapnya dari belakang. Sedetik kemudian, ia mengikuti Soora berjalan menuju ruang kedisiplinan.

Namun, baru beberapa langkah ia berjalan tiba-tiba sebuah ranting menghalangi jalannya.

Bruk!

“Ah… Sial!” umpat Baekhyun seraya memegang keningnya yang sekarang berdenyut nyeri. Ia menurunkan tangannya saat ia merasa sebuah cairan kental membasahi jarinya. “Ck! Berdarah!”

“Kau baik-baik saja?” tanya Soora yang entah bagaimana sekarang sudah berada di depan Baekhyun. Sangat dekat. Sampai-sampai Baekhyun menahan napasnya, karena jarak mereka saat ini.

“A-ah, aku baik-baik saja,” jawab Baekhyun sedikit gugup. “Awas! Kau menghalangi jalanku!” Baekhyun menggeser tubuh Soora. Berjaga-jaga agar Soora tidak menyadari perubahan pada dirinya.

Soora yang di belakang berlari kecil, ingin menyamai langkah kakinya dengan Baekhyun. “Ayo, ke ruang kesehatan.”

“Aku tidak apa-apa. Kau tidak mengerti juga, ya?” Baekhyun sedikit meninggikan suaranya.

Tapi, Soora tak merasa takut ataupun terkejut. “Keningmu berdarah. Cepat ikut aku atau hukumanmu kutambah!” perintahnya, tetap bersisih kukuh untuk merawat luka Baekhyun.

Baekhyun berdecak, “Baiklah.”

Akhirnya mereka pergi ke ruang kesehatan.

“Cepatlah sedikit. Darah di keningmu mengingatkanku pada berita-berita tentang korban tabrak lari,” omel Soora yang beberapa langkah di depan Baekhyun.

Baekhyun menyunggingkan bibirnya sedikit, “Kau khawatir padaku?”

Soora membola, tapi secepat mungkin ia membiasakan mimiknya kembali. “Iya…-”

Baekhyun menahan senyumannya.

“-sebagai teman sekelas.”

Saat itu juga, Baekhyun kembali memasang wajah datarnya dan berjalan lebih cepat dibanding Soora. Rasa kesalnya terhadap Soora menyelimuti dirinya.

Tak lama, akhirnya mereka tiba di ruang kesehatan. Di dalam sana tidak ada seorang pun. Mau tak mau, Soora harus merawat Baekhyun seorang diri.

Soora menghela napas panjang. “Duduklah.”

“Eh? Oke.” Baekhyun duduk di salah satu kasur yang tersedia disana.

Soora mengambil kotak P3K, lalu mengambil sebuah kursi yang kemudian ia duduki dan berhadapan dengan Baekhyun.

“Menunduklah sedikit,” pintamu. Tanganmu mengambil kapas dan bersiap membersihkan darah yang sudah mengering di kening Baekhyun.

Baekhyun menurut. Dengan perlahan, Soora membersihkan darah yang mengering di kening Baekhyun. Setelah dirasa bersih, ia mengambil kapas yang lain, kemudian meneteskan betadine di atasnya.

Baekhyun sedari tadi hanya diam menatap setiap inchi wajah Soora. Menatapnya dengan tatapan terpesona.

“Bae Soora,” panggilnya saat Soora baru ingin menekan pelan kapas yang sudah terkena betadine di goresan luka miliknya.

“Ada apa?” Soora tiba-tiba menghentikan kegiatannya. Mata mereka bertemu. Saling beradu tanpa ada yang berniat untuk menghentikannya. Saat itulah Soora tahu bahwa Baekhyun memiliki mata yang indah dibalik sifat nakalnya itu.

“Kau ingin aku menjadi murid yang tertib, bukan? Aku akan melakukannya asal kau menjadi kekasihku,” ucap Baekhyun sambil tersenyum. Senyum yang jarang atau mungkin tidak pernah ia tunjukkan ke siapapun.

Soora tersadar. Ia langsung memutuskan kontak dengan Baekhyun. Mendadak pipinya merona hebat. “Ka-kau bilang apa, huh?”

Baekhyun semakin mendekatkan wajahnya ke Soora. “Aku menyukaimu, Bae Soora, si Ketua Kedisipilinan. Aku juga akan berubah jika kau menjadi kekasihku.”

Soora memberanikan diri untuk menatap Baekhyun. Ini salah. Ia menatap tajam ke arah Baekhyun. “Aku tidak mau,” tolaknya tegas.

Raut wajah Baekhyun berubah. Tercetak sedikit kecewa di wajahnya kala mendengar penolakan langsung dari Soora. “Kenapa?”

“Aku tidak mau jika kau menjadi baik saat kau menjadi kekasihku saja. Apa-apaan!”

“Jadi?”

“Jadilah orang baik sebelum menjadi kekasihku. Dengan begitu, mungkin aku akan memikirkan lagi soal ajakanmu itu.”

Baekhyun menaikkan salah satu alisnya, “Maksudmu?”

“Berubahlah menjadi baik sebelum kita menjalin hubungan. Aku ingin kau terbiasa menjadi orang baik, baik itu saat kita menjadi teman, kekasih, atau mungkin putus-”

“Tidak! Kita tidak akan putus!” potong Baekhyun cepat.

Pipi Soora merona lagi. “Dengarkan dulu.” Soora menarik napas dalam, berusaha menetralkan degupan jantungnya. “Intinya aku ingin kau menjadi orang baik. Jangan semata-mata saat kau menjadi kekasihku saja kau baru menjadi orang baik.”

Baekhyun memangku wajahnya dengan lengan kanan yang ia lipat, lalu ditumpu di atas pahanya. Menatap Soora dengan senyuman yang begitu tulus. Membuat Soora lagi-lagi kesulitan bernapas, karena rasa gugupnya lebih mendominasinya saat ini. “Baiklah, aku akan melakukannya, Bae Soora… Sayang?”

Wajah Soora memerah hebat sampai ke telinga. Soora benar-benar malu. Tanpa sadar, ia memukul lengan Baekhyun sedikit keras. “Kita masih berteman, Byun Baekhyun bodoh.”

Iklan

Satu pemikiran pada “[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Bad Boy Good Boy

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s