Job’s Goal : Finding Love [Chapter 7] -anneandreas

- JGFL COVER (2)

JOB’S GOAL : FINDING LOVE

.

a chaptered fiction with Romance feel in Family and Works life rated by T

staring by

EXO’s Byun Baekhyun, Kim Minseok, Kim Jongdae and Do Kyungsoo
INFINITE’s Lee Howon and Nam Woohyun
OC’s Do Kyungrin and Do Ahrin

.

Poster @ littlejungg
I own the plot
all cast except OC belong to their real life

.

⇓⇓ PREVIOUS CHAPTER ⇓⇓

Teaser – Chapter 1 – Chapter 2 – Chapter 3 – Chapter 4 – Chapter 5 – Chapter 6

.

-7-

UNDANGAN SOSIALISASI (1)

©anneandreas2k17

Reen menggeliat di atas ranjangnya ketika alarm di handphone Arin berbunyi, lantas ia membuka mata demi mematikan alarm di handphone dan membangunkan saudari kembarnya yang tampak masih terlelap itu. Entah kenapa sejak Baekhyun datang dan mengajak Arin pergi beberapa hari yang lalu, Reen merasa sebagian jiwa saudari kembarnya itu masuk ke dalam dunianya sendiri. Ia terkadang melamun sendiri. Namun, ketimbang berpikir negatif tentang saudari kembarnya itu, Reen memilih berpikir positif, mungkin saja Arin sedang pusing dengan banyaknya pekerjaan di rumah sakit misalnya, atau ia sedang mengalami pertengkaran kecil dengan Jongdae. Ah, tunggu. Jika saja memang benar Arin sedang bertengkar dengan Jongdae, apakah salah satu penyebabnya adalah si Baekhyun, anak CEO sialan itu?

Reen menggelengkan kepalanya lalu menepuk-nepuk dahinya, ia terkadang suka berimajinasi berlebihan di pagi hari seperti ini. Ketimbang memikirkan kehidupan Arin, Reen berpikir lebih baik jika ia fokus pada audit internal menyebalkan yang belum selesai itu. Sekali lagi Reen menggoyang tubuh Arin yang masih menutupi diri dengan selimut sebatas leher, lalu berjalan keluar dari kamar setelah sebelumnya berucap, “Aku tidak peduli jika kau telat ke rumah sakit.”

.

.

.

Seperti biasa Kyungsoo selalu sedang berada di dapur jika Reen keluar dari kamarnya setiap pagi. Ia lantas berjalan menghampiri adik lelaki kesayangannya itu lalu tangannya meraih selembar roti tawar yang ada di meja.

“Apa kau kelaparan, noona?” tanya Kyungsoo.

“Tidak, kenapa?” jawab Reen lalu duduk di kursi meja makan apartemen mereka.

Kyungsoo hanya menggeleng, lalu ia mengambil sehelai roti tawar lagi kemudian mengolesinya dengan selai strawberry. “Omong-omong, apa kau merasa Arin noona akhir-akhir ini agak aneh?” Kyungsoo mengucap lagi.

“Hmm.” jawab Reen disela-sela kegiatan mengunyahnya. “Kupikir hanya aku yang merasa seperti itu. Tepatnya sih setelah si Baekhyun menyebalkan itu memaksa ke sini dan mengajak Arin bertemu. Menurutmu apa Arin jadi uring-uringan seperti itu karena si anak CEO sialan itu?” lanjut Reen.

“Gara-gara Baekhyun hyung? Managermu itu? Kupikir malah ia uring-uringan karena Jongdae hyung sedang terlalu sibuk dengan penelitiannya hingga mereka tak sempat berkencan.” sahut Kyungsoo.

“Bisa jadi, sih.” Reen menimpali, kemudian sebelah tangannya menggapai roti tawar yang lain.

“Masih pagi, tolong jangan gosipkan aku!” Sebuah suara bernada tinggi keluar dari dalam kamar, membuat Kyungsoo dan Reen saling melotot satu sama lain, kemudian keduanya saling melempar omelan tanpa suara, seolah tak mau disalahkan sebagai pelaku.

Eung, Arin noona. Mau sandwich dengan selai apa?” Kyungsoo berusaha mengalihkan perhatian.

“Terserah!” Sahut suara dari dalam kamar lagi, kali ini dengan nada lebih tinggi, membuat Kyungsoo menaikkan bahunya dan Reen melompat dari kursi meja makan mereka sembari berkata, “Aku harus segera mandi dan berangkat ke kantor.”

“Dasar, kau Kyungrin!” umpat Kyungsoo.

Reen hanya menoleh sesaat ke arah adiknya itu sambil tertawa lalu melesat masuk ke dalam kamar mandi.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

“Bagaimana Beijing?” sapa Reen sesaat setelah dirinya masuk ke dalam mobil Woohyun, yang disapa hanya melempar senyum hangat, “Selamat pagi, Reen.”

“Pagi, Woohyun oppa. Bagaimana Beijing? Nyaris seminggu kau tidak mengantarku ke kantor sehingga aku harus terluntang-lantung naik bis. Kau pulang karena masalah perusahaan appa di Beijing sudah selesai ‘kan?” jawab Reen.

“Sudah, nona bawel. Kalau kau begitu perhatian pada perusahaan ayahmu, mengapa kau tidak kerja di sana saja? Sepertinya salah seorang manager accounting di perusahaan Beijing resign.” Woohyun menggoda.

“Ah, sudahlah. Kau ‘kan tahu sejarahnya. Aku harus belajar bekerja dulu di perusahaan Byun ahjussi. Aku siap saja kok seandainya appa tiba-tiba memanggilku untuk menggantikan posisi manager accounting di perusahaan appa yang di Beijing.” jawab Reen terdengar serius.

“Sungguh? Walaupun berarti kau harus meninggalkan Seoul dan kembali tinggal bersama orang tuamu di sana?” tanya Woohyun lagi.

Reen mengangguk, “Kalau bukan aku, lalu siapa lagi yang akan membantu ayah? Arin dan Kyungsoo tidak punya basic bisnis, Nam Woohyun-ssi.” jawabnya dengan penekanan pada kalimat terakhirnya.

Woohyun tertawa sambil mengangguk-angguk. “Tentu saja, putri kebanggaan Do Company!”

Reen membalasnya dengan tersenyum sambil bertepuk tangan.

.

.

.

“Sampai.”

Woohyun kembali mengucap setelah menghentikan mobilnya di depan kantor Reen, Byun Electrics. Reen tersenyum lantas membuka pintu mobil Woohyun setelah sebelumnya berkata, “Terima kasih untuk abudemennya, manager marketing Do Company.”

“Ini hanya salah satu bentuk penyuapan supaya karirku di Do Company lancar, dengan mengantar-jemput putri penerus perusahaan misalnya.” jawab Woohyun sambil tertawa, membuat Reen ikut tertawa, “Annyeong, oppa!” katanya kemudian sebelum keluar dari mobil.

Segera setelah sampai di ruangannya, Reen membuka ms. excel dan mulai hendak mengerjakan data yang diminta oleh tim audit internal.  Hari ini ia hanya sendirian berada di ruangan karena Jongin sedang bertugas ke luar kota, sementara Baekhyun dan Howon entah dimana keberadaannya. Tidak lama kemudian, suara langkah memasuki ruangan kerjanya, Reen menoleh dan mendapati Baekhyun membawa selembar surat lantas duduk di kursinya.

“Besok pagi ada sosialisasi e-faktur di Busan, kita dapat dua undangan dan satu undangannya berlaku untuk dua orang. Kau bisa berangkat ‘kan, Kyungrin?” ucap Baekhyun, matanya menatap Reen dari kursinya.

“Aku sedang mengerjakan audit internal.” jawab Reen sekenanya.

“Tidak apa. Besok pagi juga ada rapat dengan tim audit internal, biar aku yang hadapi mereka dan kau pergi ke Busan.” jawab Baekhyun lagi.

“Semisalnya pun aku pergi, undangan itu ‘kan untuk empat orang. Lalu siapa saja yang akan ikut?” Reen memutar matanya jengah, ia jelas-jelas curiga Baekhyun hanya malas menghadiri sosialisasi itu, namun sedikit banyak hatinya lega bisa melewatkan rapat bersama tim audit internal yang pastinya akan menggerogoti jiwa dan raganya.

“Yang pertama kau sebagai perwakilan dari Seoul dan Junmyeon hyung sebagai perwakilan dari pabrik Busan. Lalu Howon hyung menggantikanku ikut. Dan terakhir Minseok hyung akan ikut, karena e-faktur ini berhubungan dengan program jadi ia akan membantu katanya. Sudah empat ‘kan? Jadi, aku tidak perlu ikut.” balas Baekhyun sambil mengangkat bahunya enggan.

“Minseok oppa akan ikut?” Reen menaikkan nada suaranya sedikit.

Baekhyun mengangguk, “Tampaknya kau bahagia sekali, Kyungrin-ssi.”

“Tidak.” Reen berusaha menahan rona merah yang mulai menyebar di wajahnya.

“Nanti malam aku ada keperluan. Apa tidak masalah jika aku menyusul ke Busan besok pagi?” Sebuah suara yang baru saja memasuki ruangan menginterupsi, Baekhyun dan Reen menoleh ke sumber suara dan mendapati Howon tampak tergesa berjalan ke kursinya sambil memegang setumpuk berkas.

“Tidak masalah, hyung. Apa ada masalah dengan pabrik Gimpo?” balas Baekhyun.

“Sedikit, jadi sekarang aku akan ke Gimpo dan menyusul ke Busan besok pagi.” jawab Howon, Baekhyun mengangguk.

“Sampai jumpa besok pagi, Reen. Jangan macam-macam saat aku tidak ada ya.” Howon menyempatkan diri mengusap kepala Reen seraya mengambil langkah keluar ruangan.

Baekhyun menatap Reen setelah Howon meninggalkan ruangan, dan Reen tampak bisa menangkap banyak pertanyaan yang tersirat dari sorot mata Baekhyun, akhirnya karena merasa risih Reen bertanya, “Kenapa?”

Baekhyun segera menggeleng, “Bukankah kalian terlalu akrab sebagai mantan pacar?”

Reen melotot ke arah Baekhyun, “Bagaimana kau tahu?”

“Jongin.” jawab Baekhyun singkat, Reen mendengus seraya mengumpati Jongin di dalam hati kemudian ia menjawab, “Entahlah. Tapi sepertinya tidak ada yang salah dengan menjadi akrab dengan mantan pacar ‘kan? Oh, ya. Jadi kalau Howon oppa akan menyusul besok pagi, jadi dengan siapa aku pergi ke Busan?”

“Dengan Minseok hyung tentu saja.” jawab Baekhyun kemudian ia tersenyum tipis, “Heol, pipimu memerah lagi ketika aku menyebut nama Minseok hyung. Apa kau sudah berfantasi melakukan perjalanan yang indah berdua dengan dia? Ingatlah Kyungrin-ssi, ini dinas kantor bukan kencan.”

“Memangnya siapa yang berpikir macam-macam!” Reen nyaris saja menjerit, namun Baekhyun malah tertawa.

“Kalau tidak berpikir macam-macam, mukanya biasa saja, dong.” jawab Baekhyun di sela tawanya, sementara Reen menunduk malu, namun sedikit banyak ia senang ketimbang managernya ini selalu memberengutinya.

“Omong-omong. Arin apa kabar?” tanya Baekhyun lagi.

Reen mengangkat kepalanya, sejenak terbesit raut penasaran namun Reen segera menghilangkannya, “Dia baik-baik saja. Kenapa kalian kemarin perginya cepat sekali?”

Baekhyun mengangkat bahunya sambil tersenyum tipis, “Begitu mobil melaju, dia minta diantar pulang.”

“Dan kau menurutinya? Heol. Harusnya semua karyawan di sini tau kalau kau takluk pada kembaranku.” Reen keceplosan, kemudian ia menutup mulutnya dan bersiap mendapat makian dari Baekhyun, namun ternyata Baekhyun hanya mengangkat bahunya lagi, seolah menyetujui apa yang baru saja Reen ungkapkan.

Daebbak.” Reen menggumam.

“Aku tidak ingin dia sedih, jadi aku menurutinya.” jawab Baekhyun, kali ini sambil memainkan bolpoin di atas mejanya.

“Kalau kau sebaik ini dengannya. Kenapa kalian dulu putus? Kupikir kalian putus karena kau selalu memaki-makinya seperti memakiku dulu.” Reen berkomentar polos.

Baekhyun mendengus, “Memangnya dia tidak cerita padamu?”

“Cerita sih, tapi aku tidak tahu kalau si Baekhyun yang ia pacari dulu selama kuliah di Jepang adalah si Baekhyun yang jadi managerku di sini. Kalian juga dulu tidak sadar ya kalau ayah kalian itu bersahabat? Jadi gaya kalian berpacaran seperti apa sih? Seperti anak SMP?” omel Reen.

Tidak disangka Baekhyun melempar gumpalan kertas ke dahi Reen, membuat gadis itu tertawa. “Kalau kutahu Arin anak dari sahabat ayahku, aku akan merengek pada ayahku untuk bertunangan dulu sebelum Arin pergi volunteer ke Osaka.”

Reen membulatkan mulutnya, tidak menyangka si manager yang seringkali ia umpati sebagai anak CEO menyebalkan ternyata sesuka itu pada kembarnya. “Jadi putusnya benar-benar karena Arin pergi volunteer ke Osaka? Lagipula Tokyo – Osaka tidak sejauh itu ‘kan. Aku sempat tak percaya sih, rasanya kekanakan sekali ‘kan putus karena akan LDR.” tanya Reen lagi.

Baekhyun mengangguk, “Dia bilang dia tidak sanggup untuk LDR, apalagi kami baru pacaran satu tahun. Dia bilang putus saja. Kuiyakan karena kupikir aku bisa berpacaran lagi dengannya setelah ia menuntaskan masa volunteernya, namun ternyata ia malah berpacaran dengan salah seorang lelaki yang ikut volunteer juga. Kim Jong siapalah itu namanya.”

“Kim Jongdae. Dan ya mereka masih berpacaran sampai sekarang.” jawab Reen, kini atensinya sudah penuh menatap Baekhyun, tidak peduli lagi pada tumpukan data audit internal sialan yang berserakan di atas mejanya.

Baekhyun mengangguk lagi, “Oh, masih berpacaran. Laki-laki itu, si Kim Jongdae itu, apa dia baik?”

Reen terdiam sebentar, bingung mau memilih respon yang tepat. Akhirnya ia mengangguk, “Ya tentu. Kalau ia jahat pada saudari kembarku, tentu aku akan menampar kepalanya dengan gagang sapu.”

Baekhyun tertawa, “Omong-omong maafkan aku. Dulu sempat marah-marah padamu tanpa alasan jelas. Karena wajahmu selalu membuatku memikirkan Arin lalu aku jadi kesal sendiri.”

Reen mendengus, “Biar kuluruskan, bukan sempat marah-marah padaku tapi kau nyaris selalu marah-marah padaku. Untung saja aku ini baik, setelah sering dimaki-maki olehmu, sekarang aku malah duduk di sini mendengarkanmu mencurahkan isi hatimu tentang kembaranku.” ia menutup kalimatnya sambil bersedekap, seolah meminta pembenaran dari Baekhyun.

“Ya. Ya. Maafkan aku saudari kembarnya Arin.” Baekhyun tertawa.

Reen mengangguk, “Berhubung aku baik, aku maafkan.”

“Berhubung kau baik, boleh aku minta tolong sekali lagi?” Baekhyun angkat suara lagi.

“Apa?” jawab Reen.

“Bolehkah aku meminta nomor handphone Arin?”

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Sisa waktu berlalu dengan lambat. Tidak lama setelah obrolan bersama Baekhyun, laki-laki itu pergi keluar dari kantor entah ada urusan apa. Hanya tersisa Reen seorang diri di dalam ruangan, memakai headset di kedua sisi sambil mengerjakan data untuk tim audit internal. Reen baru merasakan ruangannya begitu sunyi ketika ditinggal ketiga orang yang biasanya ada di sini. Sesekali Reen menengok ke ruangan Minseok, berharap laki-laki itu ada di sana dan bisa berbincang dengannya sesaat. Namun sejak pagi Reen belum melihat batang hidungnya.

Bahkan Reen sampai melewatkan jam makan siangnya, ia hanya pergi ke kantin dan membeli roti kemudian berbincang sebentar dengan Myungsoo di pantry saat membuat capucino untuk diminum di ruangan. Reen terus fokus mengerjakan laporannya hingga akhirnya beberapa menit sebelum jam pulang tiba ada suara langkah kaki memasuki ruangannya.

“Hari ini pulang bersamaku saja.”

Reen mengangkat kepalanya dan melihat Minseok berdiri di depan ruangan sambil memegang sebuah laptop. Ia tersenyum kemudian mengangguk.

Minseok berjalan masuk ke ruangan Reen kemudian duduk di kursi Howon, di samping Reen.

“Kau belum packing juga, kan? Nanti kau bisa packing dan mandi dulu. Jika sudah, kau bisa menelponku kemudian aku akan menjemput ke depan pintu apartemenmu.” lanjut Minseok.

Reen mengangguk lagi.

“Undangannya sudah kau pegang?” tanya Minseok.

“Sudah.” jawab Reen semangat sambil menyodorkan dua lembar undangan yang tadi ia terima dari Baekhyun.

“Baiklah, aku membereskan barang-barangku di ruangan dan menyiapkan laptop untuk dipakai di acara sosialisasi besok lalu kembali ke sini, oke?” kata Minseok kemudian meninggalkan Reen sendirian lagi di dalam ruangannya.

Reen baru mulai merapihkan tumpukan kertas audit internal yang untungnya tidak akan ia temui sampai dua hari ke depan, lalu memasukkan barang-barangnya ke dalam tas ketika handphonenya menampilkan panggilan masuk dari Woohyun.

“Mau dijemput, putri penerus Do Company?” sapa Woohyun dari ujung telepon sana.

Bibir Reen segera melebar namun ia menjawab, “Tidak perlu, oppa. Aku akan pulang bersama dengan Minseok oppa. Lalu kami akan pergi ke Busan lagi.”

“Lagi?” potong Woohyun cepat.

“Iya. Ada sosialisasi e-faktur.” jawab Reen.

“Oh, aku tahu. Ada beberapa orang juga dari perusahaan ayahmu yang ke sana. Apa aku juga harus mencalonkan diri supaya kita bisa bertemu di sana?” tanya Woohyun lagi membuat Reen tertawa.

“Ada urusan apa seorang manager marketing pergi sosialisasi e-faktur?” Reen berkomentar.

“Ya sudah. Yang penting jangan lupa makan malam. Kalau bosan telepon aku, oke?” kata Woohyun lagi.

“Hmm, araso oppa. Annyeong.”

Reen baru mematikan sambungan teleponnya dan melanjutkan kegiatannya memasukkan barang-berang ke dalam tasnya ketika Minseok sudah masuk ke dalam ruangannya lagi dan menghampirinya dengan ransel yang tersampir di sebelah bahunya.

“Sudah siap?” sapanya.

“Sudah.” jawab Reen sambil menyunggingkan senyumnya lantas mengikuti Minseok ke basement.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Noona mau ke Busan lagi?” tanya Kyungsoo yang sedang duduk di ruang tengah sesaat setelah Reen masuk ke dalam apartemen mereka.

Eoh. Arin mana?” jawab Reen sekenanya, kemudian masuk ke dalam kamar untuk menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa ke Busan.

“Arin noona masih di rumah sakit. Tadi terakhir telepon katanya ia akan lembur sebentar karena ada pasien yang tidak bisa ditinggal.” tutur Kyungsoo, matanya tetap mengarah pada saluran televisi yang sedang ia tonton.

“Oh, oke. Nanti bilang saja padanya kalau aku pergi ke Busan. Kau sudah makan Kyung?” tanya Reen dari dalam kamar.

“Sudah, tadi makan di kampus bersama Sungjong. Noona?”

“Belum, aku belum makan. Mungkin nanti akan makan di jalan bersama Minseok oppa.” jawa Reen masih dari dalam kamar.

“Oh, kau kali ini ke Busan bersama Minseok? Yang tetangga kita itu ‘kan? Howon hyung?”

“Howon oppa besok pagi menyusul.”

Araso. Nikmati waktumu bersama si Minseok itu sebelum Howon hyung datang besok pagi.”

Tiba-tiba kepala Kyungsoo tersentak ke depan akibat pukulan ringan dari Reen, ternyata kakak kembarnya itu sudah keluar dari kamar kemudian meletakkan tasnya semabrang di atas karpet lalu mendudukkan dirinya di samping Kyungsoo. “Minseok hyung! Kau ini tidak sopan sekali, anak kecil. Lagipula aku ini dinas kerja bukan kencan.”

“Kalau dinas kerja maka mukamu seharusnya tak sumringah seperti itu.” komentar Kyungsoo sambil menutupi kepalanya lagi dengan tangan.

“Memang sekentara itu, ya? Tadi pagi si Baekhyun itu juga bilang hal yang mirip dengan yang kau katakan.” tanya Reen serius, Kyungsoo hanya mengangguk membuat pipi Reen semakin memerah.

“Aku jadi terlihat murahan, ya?” Reen menunduk.

“Tidak. Siapa yang berani menghina kau murahan? Aku akan berkelahi dengannya.”

“Wooo. Adikku sudah dewasa, bisa membela noona.” seru Reen bahagia sambil merangkul Kyungsoo.

“Sudah sana pergi, nanti kemalaman.” Kyungsoo salah tingkah.

Araso.” jawab Reen singkat lalu mengambil handphonenya dan melakukan panggilan telepon untuk Minseok.

Tidak berapa lama kemudian bel apartemen Reen berbunyi, Reen segera keluar dan menghampiri Minseok yang sudah tersenyum ramah di depan pintu apartemen mereka.

“Reen noona hati-hati di jalan.” Kyungsoo mengikuti hingga ke depan pintu, Reen yang kaget lantas memutar badannya, sementara Minseok pun ikut menoleh ke arah Kyungsoo.

“Aku titip noona, hyung.” lanjut Kyungsoo, dengan penekanan pada kata ‘noona’ yang baru saja dia ucapkan.

Minseok mengangguk, lantas menyodorkan tangannya ke arah Kyungsoo. “Pasti. Omong-omong lebih baik kita berkenalan dulu, Kim Minseok.” jawab Minseok.

“Do Kyungsoo.” Kyungsoo menyambut jabatan tangan Minseok.

“Aku pergi dulu, Kyung. Salam untuk Arin.” kata Reen menutup pembicaraan kemudian berjalan bersama Minseok ke arah lift.

.

.

.

Tidak lama setelah Minseok dan Reen meninggalkan apartemen mereka, ketika bulan mulai meninggi sebuah mobil memasuki pekarangan apartemen. Namun hingga mobil tersebut parkir, seseorang yang duduk di kursi kemudi dalam mobil itu urung keluar dari sana. Ia malah seperti terserap ke dalam layar handphone yang sejak tadi dipandanginya. Layar handphone yang menampilkan sederet nomor telepon seorang penghuni di dalam apartemen ini.

“Haruskah aku meneleponnya?”

Baekhyun yang masih duduk di kursi kemudi berbicara sendiri, baru saja ia hendak mengetuk tanda panggilan di handphonenya, sebuah taxi memasuki pekarangan apartemen itu lalu seorang gadis keluar dari sana. Arin baru saja keluar dari dalam taxi.

Tanpa berpikir panjang, Baekhyun membuka pintu mobilnya lalu memanggil nama gadis yang ia rindukan itu, “Arin!”

Arin yang terkejut namanya dipanggil sontak menoleh dan mendapati Baekhyun berdiri di samping mobilnya. Arin bingung dan tak tahu harus merespon apa, bahkan ia masih diam saja ketika Baekhyun melangkah nyaris berlari ke arahnya.

.

.

.

to be continued.

AnNotes:

Chapter 7 yeay!
Yang chapter ini juga gak ada ‘Belajar Akuntansi’ nya
karena emang gak ada yang dipelajarin
/plak

Doakan chapter selanjutnya lancar jaya tanpa hambatan!
Semua yang sudah baca dan komen, gomawo!
Satu komen kalian selalu berharga untukku.
/eak

Sampe temu di chapter berikutnya, ya.
*bow*

Iklan

19 pemikiran pada “Job’s Goal : Finding Love [Chapter 7] -anneandreas

  1. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [EPILOG + AfterWord] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 12END] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 11] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 10] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 9] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 9] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 8] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  8. Beda banget kalo baca setiap moment baekreen dibanding yg lainnya padahal ini cm tokoh fiksi yah tapi ngefeel gitu ihh yaa walaupun kya ga kelihatan bgt si baek sm reen ini ada rasa atau ga msh ngarep aja kedepannya adaaaaaa aja ntar yg bikin mereka ngrasain dugeun dugeun hehe ditunggu chapter kedepannya 😉

  9. Dah bc td pg tp blm ksh review. Ga kbagian isi absen diurutan tratas 😅
    Chptr 7 ni paket komplit dr pembagian scene para casts’ny. Bnrn 첸 cm dimention doang 😄
    Spele bgt ya pnyebab putus’ny 백-arin, no wonder 백 msh pnasaran/pny bnyk rasa u/ arin. Cinta Lama Baekhyun Kembali pliss.. Arin dilemma 😄 klo msh syng nglepas 첸, jln’in 22ny ja 😋 gpp jd player skali2. Moga umin & reen cpt da progress ya 😊
    Seneng liat 백-reen mule akrab. Poster’ny bgs cm image kantoran’ny 백-umin blm dpt. Kai absen ya? Bnyk-in moment 백-arin & umin-reen ya.. Moga 세훈 cpt nongol sbg cameo /bnyk mao’ny!

    • Iya si chenchen teh sebenernya perannya penting tapi kenapa gak nongol nongol. /plak /malah nanya /plak lagi
      Iyaaah sepele bener, cuma karena gamo ldr aja buakakkaka. sama aja ding yg satunya juga cuma gegara mau ujian buakakakka.
      waaah kaknindy ngajarin gabaik nih arin diajarin selingkuh wkwkwkwk..
      iyaah kemaren pas rikues aku lupa bilang kalo latarnya kantor, jadi tetep kupake deeh, nti di chap 9 aku uda rikues lagi sama iriseu kali ini buakakakak.
      chap 8 udah up kak, ada sehunnya loh jadi cameo wkwkwkwk..

  10. yang aku pengen tahu itu,sih reen dia itu sukanya sama siapa sih…?
    kalo woohyun,kayaknya dia cuman nganggap oppa aja….
    kalo sama baek,dia belum punya perasaan dari yang kubaca (aku ngarep dia sukanya sama baek,please banyakin lagi momentnya mereka berdua),baeknya aja masih gila sama sih arin,cepat ubah perasaanmu baek..
    sama sih umin sedikit ketahuan,,,,,
    sama sih howon,aku belum bisa mastiin,tapi aku berharap dia gak balikan sama howon atau pacaran sama umin atau sama woohyun,aku ngarepnya dia sama baek kumohon….
    next kakak,moga moment baekreen lebih banyak lagi,kalo bisa satu chapter itu full momentnya mereka berdua….

    • reen emang gak pekaan gitu orangnya, tapi sesungguhnya kalo diperatiin keliatan kok reen ngarah ke siapa /plak wkwkwk
      iyah, abis si baek mantan kembarannya sih :3
      kenapa gak balikan sama howon ajaa? *malah manas manasin *author macam apa kamu
      wkwkwk..
      sesungguhnya sih plot sampe tamatnya udah ada cuma belum sempet kutulis semua, jadi endingnya sih udah fix, tapi kali aja nti aku ada ide kubikin chapter yang nyempil momen reenbaek agak banyakan yaa wkwkwk..
      tengkyu for komen and sorry late respon yaaa.. >.<

  11. Ecieee Reen ama Baekhyun uda gencatan senjata yaa XD
    uh sesuka itukah Baekhyun sma Arin :3
    klo Reen itu dkejar” ama 4 org yaa omg, Howon sang mantan, Junmyeon yg d busan(tp g kntara sih), Minseok si programmer, ama Woohyun sang oppa kesayangan hihii jgn” Myungsoo jg ikutan XD
    sneng yaa tugas luar kota gtu, dkelilingi cowok” ganteng ahem..
    Dtnggu next chapt nyaa Sae n Yuuki, tgl 23 yaa :3 fighting!!! :* :*

    • Iyaaah, Reen biasa jadi boduguard buat Arin soalnya wkwkwwk..
      Gak sebanyak itukok yg suka sama Reen, cuma friend kok buahahha..
      Next nya sudah up, sorry for late reply yaaah.. >.<

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s