[EXOFFI FREELANCE] When I Must Be Married – (Chapter 2B)

Poster I Must To Be Married Chapter 2.png

Title    : When I Must be Married (Chapter 2B)

Author            : El Byun

Lenght : Chaptered

Genre  :

Romance, Comedy, Married Life, Mature

Rating  : PG-17

Main Cast:

Baekhyun EXO | Song Hyo Hwa (OC)

Adittional Cast:

Sehun EXO | Song Shimin (OC)

EXO member and etc

Summary:

Nasib kehidupan pernikahan kami selalu ditentukan oleh orang lain. Tapi perasaan yang kami miliki tidak bisa ditentukan oleh orang lain.

Disclaimer:

FF ini asli dari jerih payah pikiran author. Semua pemain EXO hanya milik orang yang bersangkutan. Disini mereka hanya dipinjam untuk berperan di dalam cerita. No plagiat! Lanjutan fanfic ini belum pernah dipost sebelumnya.

Lets to Reading..!

“Scandal Of Jeju Island-part 2”

Author POV

_jam 23.00 kst_

Disaat semua telah terlelap dalam mimpi, mungkin tidak dengan baekhyun yang masih terusik karena tidak ketenangan hatinya. Tiba-tiba seseorang datang dan mengetuk pintu keras-keras.

TOK.. TOK.. TOK.. Kamar EXO digedor oleh seseorang dan baekhyun segera bangun membukakan pintu dengan terbirit-birit sedangkan member lainnya ikut terbangun karena suara bisingnya.

“Eomma?” tanya baekhyun kaget.

“Kau harus pergi ke klinik sekarang, Hyo sakit. Tamatlah riwayatmu anak bandel!! Cepat pergi sana.” Suruh eomma baekhyun.

“Jinja? Geurae!” jawab baekhyun kemudian pergi melewati eommanya dan meninggalkan member lain tanpa pamit.

Sementara baekhyun dan keluarganya menuju klinik, sehun yang menyembunyikan rahasia penting baekhyun hyungnya langsung bercerita panjang lebar pada member EXO lainnya.

“Oh.. JINJA! Baekhyun seperti itu? Dasar bacon!” teriak kai menggelegar.

“Aku pikir juga begitu, aku kira hanya aku yang melihatnya?” ujar D.O dan sontak membuat member lain kaget.

“Melihat apa?” tanya suho ikut penasaran.

“Aku lupa? Hehe.. Maaf hyung!” kata D.O dengan bodohnya sambil mengusap tengkuknya dan meringis malu.

“D.O.!!!!!” teriak semua member.

-di klinik-

Dengan terburu-buru baekhyun membuka pintu kamar klinik, disana terbaring Hyohwa yang dikelilingi oleh kedua orangtuanya.

“aish.. sshh.. sakit Eomma..!” rintih Hyo sambil memegangi perutnya dan sontak membuat hati baekhyun mencelos.

“Apa yang terjadi? Kau kenapa Hyo?” tanya Baekhyun sambil menghampiri istrinya. Semua tampak diam dan hanya dokter yang mengajak baekhyun bicara.

“Kau suaminya?” tanya dokter itu. “Nde..” jawab baekhyun singkat. “Mari kita bicara di ruangan saya!” ajak dokter dan membuat baekhyun semakin penasaran apa penyakit Hyohwa.

“Apa kau sudah mengetahui kesehatan istrimu sejak awal?” suara dokter itu terdengar merdu, baekhyun yang tidak tahu apa-apa bingung. Bagaimana dia bisa tahu jika tidak ada seseorang pun yang memberi tahu.

“Aku tak tahu kalau Hyo sakit, kami mengalami pertemuan yang benar-benar singkat.” Jawab baekhyun dengan polosnya.

“Begini, sakit istrimu hanya datang saat datang bulan. Dan rasanya begitu nyeri di hari pertama atau di awal. Sebenarnya ini tidak apa-apa tapi bagi wanita ini adalah penderitaan, kau bisa tebak apa yang dideritanya?” jelas dokter panjang lebar.

~PIP~

Sampai disini readers cewek pasti banyak yang ngalamin “DESMINORE”

Lalu baekhyun hanya menggeleng tidak tahu. “Apa ini bisa disembuhkan dok?” tanya baekhyun cemas.

“Kau ini obatnya tuan!” jawab dokter tersebut agak menekan kata-katanya. “NAEGA? WAE?” tanya baekhyun kaget hingga mata sipitnya harus dipaksakan bulat. Bagaimana mungkin manusia dijadikan obat? Tanyanya dalam hati baekhyun.

Lalu appa Hyo ikut berdiskusi di ruang dokter yang begitu sempit itu. “Hey anak nakal! Hampir sepekan kalian menikah, kau membiarkan Hyo-ku perawan eoh?” kata appa lugas. “MWO!” teriak baekhyun tak kalah hebohnya.

“Bagaimana Abojhi tahu?” tanya baekhyun terbelalak. Seakan dijatuhi meteor, ia tengah ketahuan sedang mengingkari janjinya saat itu.

“Tanpa periksa dokter pun kalau Hyo masih seperti itu sakitnya berarti dia tidak jauh berbeda saat dia belum menikah. Arra?” kata appa.

Baekhyun menelan ludahnya sendiri mengingat bahwa ia adalah obat satu-satunya yang tersedia hanyalah dirinya.

“Aku pikir malam itu kalian melakukannya. Sebenarnya apa yang sedang kalian lakukan eoh? Aku jadi menyesal tak mengawasi kalian sampai akhir.” Kata appa Hyo kesal.

“Joseohamnida, abojhi. Aku tak mau mengecewakanmu. Beri aku kesempatan lagi!” rengek Baekhyun. “Tentu saja kau masih ada kesempatan, tapi membutuhkan waktu cukup lama. Mungkin seminggu-an.” Tn song harus membuang nafasnya membuang kekecewaannya.

“Wae? Kenapa begitu? Katanya aku yang harus menyembuhkannya dan Hyo sedang sakit jadi harus segera diobati bukan?” tanya Baekhyun menggebu-gebu hingga bangkit dari tempat duduknya.

“Aish, tuan Byun tak boleh melakukannya saat seperti ini. Beberapa hari setelah merahnya selesai dan bersih, itu baru boleh. Jadi, bersabarlah ne?” jawab dokter itu sabar.

“NE? SELAMA ITU?” teriak Baekhyun tidak percaya. Semua hanya mengangguk. Dan Baekhyun akhirnya menghempaskan pantatnya lagi pada kursinya jengah.

-Kamar member EXO-

Baekhyun kembali ke kamar member EXO. Setelah membuka pintu para member tertangkap basah sedang tertawa dan topik yang dibicarakan adalah mengenai BAEKHYUN.

“Aku tidak menyangka baekhyun seperti itu.. hahaha.. ups!” tawa chanyeol lalu terdiam setelah melihat kehadiran baekhyun.

“YA!!” teriak baekhyun memecah suasana. Semua terdiam dan shimin yang muncul dari gerombolan itu mengakui dan memberikan rekamannya.

“Igo oppa, aku tahu ini harus diberikan. Mianhae oppa!!” kata shimin pelan. Baekhyun hanya melongo saat melihat video dirinya sendiri yang dari tadi dilihat oleh para member EXO dan yeodongsaengnya.

“Baekhyun ngompol di bajunya Hyohwa, sudah aku bilang kalau dia itu butuh teori sebelum praktek. Jadinya seperti ini, hahaha..” ujar Kai menggelegar membuat semua orang yang ada di kamar itu tertawa lepas tanpa takut dimarahi baekhyun, toh itu semua benar adanya.

“SHIMIN-AH!!! AWAS KAU MENYEBARKAN AIB LAGI KE ORANG LAIN! AKU BISA DIBUNUH KAKAKMU TAHU!” Ancam baekhyun.

“Itu derita oppa weekk!” ejek shimin sambil menjulurkan lidahnya lalu berlari menghindar. Dan aksi kejar-kejaran itu berlangsung ricuh.

Capek mengejar shimin, Baekhyun pergi meninggalkan tempat itu dan menemani Hyo di klinik. Baekhyun melangkah lemas menuju tempat hyo berbaring tidur, ia lalu duduk di kursi sebelah ranjang hyo. Baekhyun mulai mengambil tangan hyo yang tengah tertidur dan mengusapnya lembut, “Mianhae, aku begitu bodoh di matamu.” Ucap baekhyun dengan lirih.

Lalu Hyo merintih kesakitan lagi dan membuat baekhyun kelabakan. “Tunggu hyo, aku akan panggilkan dokter.” Kata baekhyun tapi sebelum ia beranjak hyohwa menarik kembali tangan baekhyun. Dipandangnya gadis yang kesakitan itu dengan iba, “Dokter tak bisa lakukan apapun, kau harus disini eoh!” pinta hyohwa lirih.

“Ne?” tanya baekhyun heran lalu.

“Maukah kau mengusapnya? Aku hanya ingin kau. Jebal!” pinta hyo dan membuat baekhyun luluh dengan sendirinya. Ia kembali duduk, dan tangannya mulai mengusap perut hyo yang hangat itu dengan pelan.

“Apa sudah baikan? Ini hangat sekali” tanya baekhyun khawatir walaupun canggung ketika menyentuhnya.

“Nde, sudah tidak terlalu sakit.” Jawab hyo sambil tersenyum simpul membuat baekhyun sedikit lega.

“Bolehkah aku…?” baekhyun meminta sesuatu dengan bahasa isyarat yang artinya kisseu. “Ya, oppa! Tentu saja boleh.” Jawab Hyohwa dengan senyum malu.

(Yang dibawah umur tutup mata aja!! Haha)

Baekhyun mengangkat tubuhnya mendekat wajah istrinya dan bibirnya mulai mengecup pelan bibir hyo hingga timbul lah decakan-decakan kecil hingga beberapa waktu.

Appa dan eomma Hyo datang ingin menemani anaknya, karena mereka tahu sepasang suami istri itu sedang tidak baik. Namun betapa kagetnya, dugaan yang mereka pikirkan selama ini salah. Hyo dan Baekhyun yang biasanya seperti kucing dan anjing ini tak pernah lama bertengkar. Baru saja terdengar konflik yang tidak menyenangkan, tak lama kemudian mereka baikan lagi dengan cepatnya.

“OMO!! Aku tak menyangka mereka bisa romantis kembali setelah pemberitaan barusan.” Ujar eomma berbisik pada appa.

“Nde, mungkin ini yang dinamakan jodoh yang memang ditakdirkan oleh Tuhan.” Ujar appa bijaksana.

“Aku pikir mereka mungkin akan bertengkar lagi.” Tiba-tiba muncul sosok Shimin di belakang tempat berdiri orangtuanya.

“YA, SHIMIN! Kau jangan berkata yang tidak-tidak. Dia kakakmu tahu?” kata eomma marah-marah namun berbisik.

-keesokan harinya-

Berita mengenai liburan EXO di pulau Jeju tersebar di internet, televisi, koran, maupun majalah, bahkan radio lokal setempat. Hal ini membuat manajer kualahan menghadapi fans yang ingin berjumpa dengan idolanya. Semua penerbangan dan pelayaran menuju pulau Jeju ditutup total gara-gara tiket habis diserbu penggemar. Di setiap sudut lingkungan hotel dipenuhi lautan manusia dan seruan nama EXO. “EXO-K… EXO-K.. EXO-K…!!!!”.

“Tuan, bagaimana ini? Kalau permintaan mereka ditolak, EXO akan kehilangan pengemar dan beberapa jadwal panggungnya.” Ujar manajer pada appa Hyohwa. Semua terdiam dan berpikir mencari penyelesaian masalahnya.

“Kita buat konser mini saja di halaman hotel. Ini akan membuat mereka pergi setelah penampilan EXO yang mereka inginkan.” Kata Tuan Song.

“Nde!!” jawab Exo serentak.

“semuanya! Tolong persiapkan. Dan kalian Exo-K, gantilah kostum kalian yang terbaik!” tutur Tuan Song dan sekejap semua orang bergerak sesuai tugas dan peran masing-masing. Tak lama, panggung mini konser sudah berdiri rapi beserta penataan panggung lengkap dengan sound system terbaik.

“Doakan kami chagi!” ucap Baekhyun pada istrinya yang ikut berkumpul dengan keluarga lain untuk menyaksikan.

“Hwaiting!!” jawab Hyo sambil mengepalkan tangannya memberi semangat. Baekhyun pun memberikan kecupan kecil di kening Hyo sebagai jimat keberuntungannya. lalu ia pergi berbaur dengan kru acara dan member yang lain.

“ANNYEONG HASEYEO! URINEUN EXO-K IMNIDA, AKAN MENGHIBUR KALIAN KHUSUS DI PULAU JEJU!!” teriak sang leader Suho memecah kebisingan. Semua Exotic berteriak histeris ketika alunan musik dimulai. (Sekali lagi waktu itu belum kenal dengan EXO-L)
~Song: THE STAR~

Semua ikut bernyanyi dan bergoyang seirama musik, penonton merasa puas dengan penampilan EXO-K kali ini walaupun tanpa EXO-M.

Selesai perform, semua penonton berhamburan pergi pulang ke daerah masing-masing. Tapi tidak dengan fans HyoHwa, mereka malah menerobos masuk ke lobby untuk menemui idola mereka.

“Hyohwa, kami mendukungmu!! Kyyaaaaa….!!!” teriak para fans histeris. Sebagian dari Fans Hyohwa nekat untuk naik ke atas hanya untuk menyapa.

“Wah, fanatik sekali! Ini melebihi batas anarkis. Mereka main otot hanya karena mereka laki-laki. Ckckck..” ujar manajemen EXO tak percaya.

Geram dengan sikap fans Hyo yang terlalu berlebihan, baekhyun menghampiri istrinya dan merangkulnya. “Chagi, kau mau makan denganku?” ujarnya manja.

“Nde? Tapi, bagaimana dengan mereka?” tanya Hyo cemas.

“Tak apa, mereka kan hanya fans abal-abal. Mereka tak peduli setidak pedulinya kau pada mereka, mereka tetap akan menjadi fansmu tenang saja. Yang penting kan kita bisa bersama-sama.” Kata baekhyun bijak.

Para fans Hyohwa kecewa karena idolanya pergi membiarkannya menunggu diluar. “aigoo, tega sekali baekhyun itu memisahkan kami dari Hyohwa Noona.”Gerutu sang leader fandom.

“Kita harus balas dendam!” ujar salah satu fans yang lain.

Semuanya berakhir bahagia di liburan ke pulau jeju kali ini, apalagi banyak kejadian-kejadian bermakna yang mendewasakan hubungan suami istri antara Byun Baekhyun dengan Byun Hyohwa. Walaupun pernikahan mereka belum menuju pada puncak keharmonisan dan keromantisan, mereka tetap berusaha untuk tidak terlalu lebay atau bertengkar terlalu lama. Karena, pada dasarnya mereka bertengkar karena ingin menjaga dan saling peduli terhadap satu dengan yang lain.

-Di pesawat-

“Mianhanda, liburan ke pulau Jeju berantakan. Tapi menyenangkan bukan?” kata Tuan Song mengevaluasi.

“NDE!!!” teriak semua orang.

“Tapi tenang saja, mungkin setelah ini akan ada program Baby Project, benarkan menantu?” tanya Tuan Song berbisik pada Hyo putrinya dan Baekhyun.

“MWO!!!??!! APPA…!!!!” teriak mereka bersamaan. Semua orang tertawa lepas tanpa beban. Sementara itu di kursi paling depan Shimin sedang berduaan dengan Sehun.

“Ya, oppa? Kau tak cadel lagi.” Tanya Shimin heran.

“Nde, mungkin ini kekuatan cinta. Aku….” sehun tak melanjutkan kata-katanya. Lalu Shimin meraih wajah sehun dan mengecup bibirnya paksa.

“Mmuachh..!!!!” kata Shimin puas.

“Ya, apa yang kau lakukan?” tanya sehun agak malu.

“Itu obat cadelmu oppa! Saranghae..” jawab Shimin tersipu malu.

Ternyata ada dua pasang yang saling mencintai disini, Baekhyun-HyoHwa dan Sehun-Shimin. Liburan berakhir dari pulau Jeju, mereka kembali ke Seoul.

TBC..

Hosh.. hosh… author sampe pegel ngedit typo disana-sini. Kalian tahu, alasan author mengangkat tema desminore karena ortu sering mengatakan sakitnya akan sembuh kalau sudah menikah nanti. Namun orang lain mengatakan masih sakit? Hal ini yang buat author jadi bingung dan takut. Sudah-sudah, nanti panjang lebar ceritanya. Oke, untuk chapter berikutnya kalian sudah tahu kan clue nya apa??? Nantikan kelanjutan chapternya ya.. please like and comment ya? Annyeong!!

Catatan tambahan:

(Source: alodokter.com)

Nyeri yang dirasakan di masa menstruasi dapat menjadi indikator adanya penyakit atau kondisi tertentu. Nyeri haid umumnya dirasakan sebagian wanita pada awal masa menstruasi. Pada beberapa wanita rasa sakit di bagian bawah perut ini tidak begitu terasa hingga mereka tetap dapat beraktivitas seperti biasa. Namun sebagian lain merasakan nyeri yang tidak tertahankan hingga tidak mampu melakukan apapun.

Kontraksi Penyebab Nyeri

Sepanjang waktu, terjadi kontraksi halus pada otot dinding rahim yang umumnya tidak terasa. Namun di masa menstruasi, kontraksi ini menjadi semakin kencang sebagai bagian dari peluruhan dinding rahim saat haid. Kontraksi tersebut menekan pembuluh darah yang mengelilingi rahim, sehingga memutuskan suplai darah dan oksigen ke rahim. Ketiadaan oksigen inilah yang menyebabkan jaringan rahim melepaskan bahan kimia yang menciptakan rasa nyeri.

Untuk lebih lengkapnya kalian bisa klik disini.

Iklan

11 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] When I Must Be Married – (Chapter 2B)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Unforgettable Family (Chapter 4) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Unforgettable Family (Prologue) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] When I Must to be Married (Pre-Chapter 3) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s