[EXOFFI FREELANCE] YOU ARE (Chapter 4)

you-are

 

Tiffany Blesse

-Present-

Starring

Oh Sehun a.k.a Steven Wilson(Sehun Wilson) ||Annastasia Kim||Kim Jongin ||Park Chanyol a.k.a Charlos  Parker(Chanyeol Parker)

Setting

South Korea – England

17+ [for Harsh words and Hard scene]

Multi-Chapter

Romance||Friendship||Drama||Hurt

Blog Pribadi [http://tiffanyblesse.blogspot.co.id/ ]

PERHATIAN !

Cerita ini hanya fiktif belaka, jadi saya minta maaf apabila ada kesamaan tempat, alur cerita, isi cerita dan lain – lain itu bukan merupakan suatu kesengajaan. Semua isi cerita ini  adalah milik saya dan tolong jangan mengcopynya tanpa seizin saya meskipun saya mengizinkan anda-readers menikmati hasil tulisan saya. Dan saya akan sangat senang dan mengapresiasi apabila anda-readers meninggalkan jejak anda dengan mengkomentari hasil tulisan saya meskipun itu adalah kritikan. Karena dengan itu saya akan semakin semangat lagi untuk menulis dan memperbaiki tulisan saya, cerita ini juga akan di publish di blog lain.  Yang terakhir, I hope you  like this chapter and happy reading. Thank You ^_^

.

 

Annastasia Kim – 23 y.o

Annastasia Kim

 Oh Sehun a.k.a Steven Wilson(Sehun Wilson) – 22 y.o

large

Kim Jongin – 24 y.o

 tumblr_oi4ju0qbcv1vzp4zxo1_500

Park Chanyeol a.k.a Charlos Parker(Chanyeol Parker) – 25 y.o

tumblr_nx83z2rt4w1riav2to1_500

Ellena Lee 23 y.o

Ellena Lee.jpg

Message

(Fourth)

*

*

*

Summary

 Maafkan aku, Chanyeol

            “Aku mencintaimu Ellena” ucap Chanyeol sebelum benar- benar meninggalkan Ellena yang masih berdiri mematung di hadapannya, sedangkan tatapan Ellena kini beralih pada pria Park itu yang masih senantiasa menyunggingkan senyum terbaiknya.

            “Aku juga mencintaimu, Chanyeol” frasa itu akhirnya terbalas meski dalam alunan yang melambat. Hatinya seakan teriris menghadapi kenyataan dimana ia tengah benar – benar menyakiti Chanyeol dengan kebohongannya, tapi apalah daya jika memang hati Ellena hanya untuk Sehun, mungkin dimata semua orang mereka adalah pasangan paling serasi dengan embel-embel pasangan yang selalu penuh akan cinta dalam keluarga kecil mereka, tapi semua itu hanya omong kosong bagi Ellena, status nyonya Park sungguh membuat batinnya tersiksa, sedangkan  berbanding terbalik  dengan Chanyeol,  dia sungguh sangat mencintai istrinya asal kau tahu.

            “Malam ini aku harus lembur, kau tidak perlu menungguku pulang, lebih baik tidurlah dulu dikamar, aku tidak ingin badanmu sakit karena tertidur di sofa seperti kemarin” seloroh Chanyeol lagi.

            See? betapa Chanyeol sangat mencintai istrinya dan itu sungguh membuat Ellena sangat merasa bersalah karena ia  telah menghianati suaminya dengan cara yang paling kejam, bukankah kata kejam patut disandang ketika seseorang  mencintaimu dan menjadikan dirimu sebagai prioritasnya tapi kau sama sekali tidak pernah mencintainya? Dan lebih kurang ajarnya lagi kau tetap mengharapkan lelaki lain untuk bersamamu meskipun lelaki itu telah memiliki istri?. Apa yang sebenarnya kau lakukan Ellena Park?!

            Ellena hanya mengangguk dan menyunggingkan sebuah senyum terbaik miliknya “ Hati – hati di jalan sayang “ ucapnya sembari menyerahkan tas kantor itu pada Chanyeol yang kemudian hanya di tanggapi oleh sang empu dengan anggukan ringan, segera Chanyeol beranjak ke kantor karena ia memang sudah di tunggu sekertarisnya diluar.

            Disisi lain, Ellena hanya mampu  menatap  nanar punggung tegap  yang kini perlahan mulai menjauh dan hilang di balik pintu kuda besinya, punggung yang selalu menjadi benteng pertama kala ia tersakiti dan menjadi penghangat jiwanya  disaat bersamaan.

            “Maafkan aku, Chanyeol”

***

            Suasana sarapan pertama mereka sebagai sepasang suami istri hanya terdengar percakapan antara Sehun dan tuan Kim, sedangkan Anna hanya terdiam dan tak berniat sedikitpun untuk menyantap makanannya, bahkan aroma daging panggang yang meliuk liuk mencoba menggoda  indra penciumannya tampaknya juga tak membuahkan hasil: nyatanya sang empu hanya mengaduk-aduk sepiring nasi yang kini hampir sepuluh menit menunggu untuk tandas.

            “Besok ayah akan kembali ke Korea” ucap tuan Kim sembari meraih secangkir teh hangat yang berada di samping kanannya dengan tenang, tapi berbanding terbalik dengan  reaksi Anna saat ini, ia sepenuhnya mengalihkan atensinya kearah ayahnya dengan tatapan tajam. Bukankah dia terlalu kurang ajar menatap ayahnya seperti itu?

            “Kenapa ayah terburu-terburu sekali untuk kembali ke Korea?” kali ini Sehun menanggapi dengan wajah serius, tapi jawaban dari ayahnya itu sungguh membuat Anna kesal setengah mati,  ia berharap andai saja ada alat penghenti waktu maka dia akan dengan  senang hati membeli alat itu. Ugh …menyebalkan!

            “Ayah ingin segera punya cucu, jadi aku tidak akan mengganggu kalian untuk segera membuatnya” ucap Tuan Kim tenang sembari menaruh atensinya kerah Anna yang kini tengah membulatkan matanya dengan sempurna, sedangkan Sehun hanya menunduk malu:terlihat dari rona magenta yang merekah di paras putihnya, dan lagi kedua sudut bibirnya pun tak henti – hentinya mengulas senyum.

            “Aku rasa satu perempuan dan satu laki – laki itu cukup meramaikan hari tuaku” ucap Tuan Kim dengan senyum lebar di akhir frasanya, sedangkankan wajah Anna kini semakin merona, entahlah ia merasa malu dan risih disaat bersamaan “ Ayah ini bicara apa?” ucap Anna akhirnya setelah bermenit – menit membisu dalam perputaran waktu yang seakan melambat hingga menjebaknya dalam situasi seperti ini.

            “Kenapa? Bukankah itu permintaan yang wajar?, ayah ingin bermain kuda kudaan bersama mereka sebelum ayah terkena sakit punggung” ucap Tuan Kim lagi.

            Diam, kini Anna benar – benar di buat bungkam, ia tak menyangka bahwa ayahnya akan mengatakan keinginannya dengan sefulgar  itu. “ For God sake dad!” ucap Anna frustasi, ia benar benar merasa terpojok sekarang dan ia harus segera pergi dari suasana mengerikan  ini. “ Aku sudah selesai, permisi “ ucap Anna sembari memundurkan kursinya lalu beranjak pergi meninggalkan Tuan Kim dan Sehun yang kini tengah mengulas senyum tipis. Tuan Kim tak menyangka jika mengerjai anaknya adalah hal yang seru, dan mungkin akan menjadi rutinitasnya jikalau mereka tinggal bersamanya di Korea.

            “Dia anak yang rapuh dan manja, meskipun ia selalu berusaha tersenyum dan  bersikap baik-baik saja” ucap Tuan Kim sembari menatap serius ke arah Sehun. “ dia sangat rewel saat sakit, jadi kau harus  memeluk dan mengusap punggungnya agar tidurnya pulas, dia sangat suka dipeluk asal kau tahu “ ucap Tuan Kim lagi yang kini di iringi dengan kekehan, terdengar seperti melantur  memang, tapi sejatinya  memorinya seakan memutar masa-masa putrinya itu tumbuh dengan sangat ceria. Sedangkan Sehun hanya  menanggapi dengan mengulas senyum tipis.

            “Berjanjilah, apapun yang terjadi jangan pernah  menyakiti dan meninggalkannya, karena sesungguhnya ia sangat trauma akan hal itu, kehilangan orang yang sangat ia sayang adalah kelemahan terbesarnya” ucap Tuan Kim serius, bahkan pancaran obsidian coklat itu seolah berkata bahwa ia tak main main.

            “Iya ayah, aku berjanji” ucap Sehun tak kalah serius, ayolah…Anna bagai nafas untuk Sehun, lalu bagaimana mungkin ia akan mampu menyakitinya, lebih baik ia memotong urat nadinya sendiri. Tapi Sehun lupa akan satu hal, dia lupa jika apa yang telah ia lakukan pada Anna  saat ini telah menyakiti Anna  sangat dalam, bukankah janji Sehun hanya bualan sampah mulut manisnya? Oh shit!

            “Untuk keberangkatan ayah besok, aku akan mempersiapkan semuanya, jadi ayah tidak perlu repot – repot memesan tiket untuk pulang” ucap Sehun lagi, berusaha mengalihkan pembicaraan: ia hanya tak mau ayah Anna merasa sangat sedih dan bersalah terus menerus akan segala hal yang telah terjadi.

            “Sering-seringlah datang ke Korea, karena aku pasti akan sangat merindukan kalian,  sekarang rumah akan sangat sepi tanpa Annastasia ” ucap Tuan Kim lagi.

            “Kami akan sering – sering mengunjungi ayah jika jadwal pekerjaanku memungkinkan ayah” ucap Sehun dengan senyum di akhir frasanya.

            Sudah hampir sepuluh menit Anna berjalan kesana kemari hanya untuk menemukan kamarnya, dan lihatlah sekarang, ia bagai anak anjing yang kehilangan induknya: berjalan tanpa arah hingga tersesat, ayolah… ia tak menyangka jika rumah Sehun begitu besar hingga ia benar benar tak tahu sekarang ada dimana, ia juga tak habis fikir benarkah Sehun yang membangun ini semua? meskipun semua ruang yang ia lewati tampak mewah dan mahal tapi ia tak tertarik sama sekali, ia hanya ingin pergi ke kamarnya dan menenggelamkan tubuhnya dalam gulungan selimut hangat.

            “Tersesat Mrs. Wilson?” ucap Sehun ketika mendapati Anna tengah duduk di kursi merah di ruang billiardnya, wajah cantiknya tampak lelah dan di tekuk:terlihat bahwa bibirnya sedikit maju

            “Bagaimana kau tahu aku ada disini?” ucap Anna dengan tatapan tak percaya dan terkejut, bagaimana mungkin Sehun dengan cepat menemukannya? Padahal dia saja mencari  satu kamar butuh waktu bermenit – menit, dan hanya berakhir terdampar di ruang ini, ia sangat lelah berputar – putar hanya untuk mencari kamar hingga ia memutuskan untuk duduk di kursi ini.

            Sehun hanya terkekeh ketika melihat wajah Anna yang terlihat frustasi  “ Kau tidak lihat di rumah ini banyak cctv ? jadi untuk menemukanmu bukanlah hal yang sulit” ucap Sehun sembari mati- matian menahan tawanya, sedangkan Anna hanya menghembuskan nafas berat nya ke udara.

            “Kau benar” ucap Anna dengan alunan lambat, segera Sehun berjalan kearah Anna dan mengaitkan jemarinya dengan jemari Anna hingga mampu membuat sang empu mengalihkan pretensinya ke arah Sehun “ Aku akan mengajakmu berkeliling rumah, karena akan sangat lucu sekali jika kau tersesat untuk kedua kalinya di rumahmu sendiri “ ucap Sehun sembari menarik lembut  tangan Anna berniat untuk beranjak keluar dari ruang billiardnya.

            “Ini rumahmu bukan rumahku” kelakar Anna ketus, meskipun begitu ia tak mengelak ajakan Sehun dengan tetap berjalan di belakang Sehun sesuai arahan lelaki itu, sejenak Sehun berhenti  kala mendengar protes yang keluar dari bibir ranum istrinya lalu beralih menatap tepat di manik coklat wanitanya.

            “Ini rumah kita sayang” ucap Sehun dengan seulas senyum manis di akhir frasanya

            Bermenit – menit Sehun terus saja menuntun Anna mengelilingi rumah mewahnya dan yeah…semakin Sehun menjelaskan semakin pening pula kepalanya:ia hanya tak habis fikir berapa banyak uang yang Sehun keluarkan hanya untuk membangun sebuah rumah?, well…kalau hanya dipikir -pikir maka tak akan menuai sebuah jawaban, ia hanya akan berakhir dengan rasa penasaran, dan sebaiknya ia bertanya, tapi saat frasa itu telah di ujung lidah, tubuhnya malah berhenti kala ia mendapati 3 ekor pesawat terparkir di halaman belakang rumah: matanya mengerjap beberapa kali berharap apa yang ia lihat itu hanya ilusi, tapi semakin ia mengerjapkan matanya cepat maka semakin nyata pula ekor tiga pesawat itu. Oh God …Sehun benar – benar mengerikan.

            “Airbus 319 itu akan membawa ayah kembali ke Korea besok, aku juga berencana memberikan pesawat itu kepada ayah agar beliau tidak perlu repot – repot memesan tiket jika ada perjalanan bisnis” ucap Sehun seolah mengerti apa yang sedang istrinya itu pikirkan, sedangkan Anna hanya membulatkan matanya: ia tak mampu berkata apa – apa. Sungguh…ini gila, dan baru saja ia akan mengeluarkan protes tapi kalimat Sehun selanjutnya benar-benar membuat ia membeku.

            “Dan Gulfstream G-550 itu” Sehun menunjuk salah satu pesawat lagi yang  berada bersebrangan dengan Airbus 319 yang otomatis membuat Anna mengalihkan atensinya pada pesawat itu. “ Lusa kita akan terbang ke Prancis untuk bulan madu, bagiamana kau suka sayang?” ucap Sehun sembari mengulas senyum simpul di kedua sudut bibirnya.

            “Apa?…siapa yang akan bulan madu?” ucap Anna polos, bagaimana tidak? Ia terlampau terkejut atas apa yang terjadi: di culik oleh sahabatnya sendiri lalu menikah dengannya, dan apalagi sekarang? bulan madu? What the fuck! lebih baik Tuhan mencabut nyawanya sekarang karena ia tak akan sudi memberikan tubuhnya pada Sehun meski lelaki itu telah berstatus sebagai suaminya, hey…itu adalah kewajibannya sebagai istri untuk melayani suami dan itu sah secara hukum, tapi tidak untuk Anna, bagi Anna Sehun hanya pria brengsek yang menghancurkan hidupnya dengan embel – embel sahabat cih…!!!. Sedangkan Sehun kini tanpa teding aling-aling menyematkan kecupan ringan di keningnya: terlampau gemas akan expresi terkejut Anna saat ini.

***

London, At 23:00 pm

            “ Aku pulang…” ucap Chanyeol dengan nada lelahnya, maklum saja ia harus menghadiri  rapat didua tempat yang berbeda dan ia harus menyelesaikan tugas-tugas lainnya dikantor,  pakaian yang kusut serta rambut yang sudah sedikit acak – acakan telah mampu menggambarkan betapa lelah dirinya saat ini, perlahan ia  melepas jas dan menarik dasi yang telah seharian serasa mencekiknya lalu beranjak sejenak ke ruang kerja untuk menaruh tas kantornya. Hembusan nafas berat telah ia suapkan ke udara meski tak kasat mata, lalu disusul dengan jemari yang ia tekan pada kedua sudut pelipisnya: berusaha menekan rasa pening yang begitu mendera karena begitu banyak berkas yang harus ia baca dan tanda tangani, bahkan berkas itu bertambah dua kali lipat karena ia ditunjuk Sehun sebagai pelaksana tugas untuk menggantikan Sehun selama ia cuti. Huft…benar-benar hari yang melelahkan.

            Segera ia beranjak dari ruang kerjanya menuju kamar utama meraka berniat untuk mandi dan melemparkan tubuh lelahnya di hangatnya ranjang, ia berusaha membuka pintu coklat itu dengan begitu pelan agar ia tak mengganggu tidur sang istri. Perlahan tapi pasti ia menggerakkan tungkainya menuju sisi ranjang lalu menyematkan kecupan seringan bulu di kening sang istri, dan tersenyum sesaat kala mendapati sang istri tetap tertidur pulas.

            “Kau mimpi apa sayang? Hingga tidurmu benar-benar pulas hemm?” tanya Chanyeol dengan suara lirih bahkan hampir terdengar berbisik,  baru saja ia akan beranjak kekamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya, getaran telepon dari arah nakas berhasil mencuri atensinya. Ia  hanya tak habis fikir siapa gerangan yang mengirim pesan istrinya malam – malam begini, apakah ada sesuatu hal yang penting atau ada sesuatu hal buruk yang terjadi?  Segera ia meraih ponsel itu berniat membaca pesan yang tertera di dalamnya, sejenak keningnya berkerut bahkan kedua alisnya hampir menyatu kala sang pengirim tak memunculkan identitasnya, hanya  nomor saja?. Rasa penasaran yang kini tengah menyelimuti hatinya telah memuncak, apakah benar – benar telah terjadi sesuatu?, tanpa pikir panjang lagi  Chanyeol membuka pesan itu  dan membacanya

 

From: 0876437343648

Nyonya, lusa Tuan Steven dan Nona Annastasia akan melakukan perjalanan bulan madu ke Prancis.

 

To Be Continue……

 

Hai guys ….welcome back yeah , I’m so happy to see you again…aku tahu kalian pasti bakal komen “kenapa ini pendek lagi eonni?”  sekali lagi aku benar – benar minta maaf, sungguh gak ada ide di otakku huhuhu jadi akau bingung mau aku bawa kemana ini ff, ini aja aku bikin beberapa hari karena kehambat aktivitas lain  juga yang ugh…bejibun, aku harap kalian tetep mau nunggu part yaang selanjutnya, dan disini aku minta maaf juga karena belum bisa bawain kalian lanjutan ff Perfect Flaws karena itu file di laptop satunya, sedangkan laptop itu lagi rusak, yeah…berharap aja itu ff yang udah beberapa chapter gak hilang. Dan terimakasih banyak untuk para readers yang udah mau baca dan komen ni ff, terimakasih tetep berada disampingku, have fun ya, see you in the next chapter bye ^_^ [Tiffany Blesse]

 

Iklan

3 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] YOU ARE (Chapter 4)

  1. knpaa ellena keliatan secintaaaa itu sm sehun..??? sbnernya gmna sih kk masalalu mereka..?? apa mereka pernah menjalin hubungan..?? atau Cinta bertepuk sebelah tangan..?? kasian chanyeol dong
    trs sii Anna tuhh..sinis bgt sm sehun, dikasih suami superr hot kek begono..kok sensi mulu, sini” buang aja ke aku.. kekeke

    • Hai makasih ya buat kalian yang selalu nunggu ffku trs baca apalagi yang komen, aku sangat mengapresiasi itu, kalau kalian masih penasaran teruslah bersamaku dan tunggu lanjutannya ya teman….

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s