[EXOFFI FREELANCE] Cold is My Life,warm? It’s Hidden Inside – (Chapter 5-END)

cover2.jpg

Cold is my life,warm? It’s hidden inside(Last Chapter)

Title: Cold is my life,warm? It’s hidden inside

Author: Audry Prastika

Length: Chapter

Genre: Sad,Conflict,Dissapointed

Rating: PG-17

Main Cast&Additional Cast

Main Cast: Oh sehun(EXO),Ban Han Na(OC)

Supporting cast: Park Hee Jin& Florist

 

Summary: izinkan lah aku mencintaimu meskipun aku tau kau takkan pernah menjadi milikku

 

Disclaimer: Cerita ini asli buatan aku ^^ dan hanya fiktif belaka karena sesungguhnya kehidupan asli main cast hanya milik tuhan,milik mereka dan milik orang di sekitarnya,oh ya jika kalian pernah liat fanfiction ini di tempat lain itu aku juga kok yang post ^^ kalian bisa baca fanfiction ku di dreamers radio fanfiction (http://fanfiction.dreamers.id/story/1497/cold-is-my-lifewarm-it%E2%80%99s-hidden-inside)

Enjoy and i am sorry if there are so many wrong words or bored condition J

 

Author’s note: This fanfiction inspired by an epik high’s song feat Lee Ha Yi-It’s Cold

 

-Jika aku bisa mengetahui takdir itu

Aku ingin memutar waktuku kembali

Memperbaiki semuanya

Dan berhenti membohongi perasaanku-

Hari ini aku,eomma dan appa akan bersiap-siap ke pulau jeju untuk liburan dan tentu saja kali ini aku mengajak Han Na karena aku sudah janji padanya tentu saja eomma dan appa sudah tahu tentang Han Na namun aku tidak ingin memberitahukan mereka tentang perasaan ku padanya karena aku tahu kalau aku mencintai orang yang takkan pernah mencintaiku.

“anneyeonghaseyo”ucap seseorang

 

Dan ternyata ia adalah Han Na ya ampun ia sangat cantik dengan pakaian cerah seperti itu namun berbeda dengan karakteristiknya yang sangat gelap dan suram aku berusaha untuk bertingkah seperti teman biasa tidak terlalu peduli padanya namun setelah liburan ini selesai aku juga akan berjanji untuk menjauhi nya.

“omo… kau yang bernama Han Na?”tanya eommaku

“Ne imo”

“aigo cantiknya”ucap eomma ku

“imo bisa saja imo juga sangat cantik”

 

Aku memilih untuk meninggalkan Han Na yang masih berbincang-bincang dengan eomma ku aku tidak ingin keinginan ku untuk memeluknya semakin besar.

 

Di Pulau Jeju

 

“Han Na kau tidur disini ya anggap saja seperti dirumah mu sendiri”

“Ne imo gamsahamnida”

 

Kemudian eomma nya sehun pun meninggalkan ku dan aku pun membereskan pakaian ku dan seseorang mengetuk pintu ku.

“sehun”

 

Sehun bersandar di pintu kamar ku wajahnya sangat berbeda dari rumahnya hingga sampai disini aku heran apa yang terjadi padanya meskipun wajahnya sangat jelek dengan ekspresi begitu tetapi ia tetap baik padaku.

“perlu bantuan untuk membereskan pakaian? Eomma menyuruhku membantu mu”

“ani… aku bisa membereskan pakaian ku sendiri”

“yasudah kalau begitu”

“oh ya sehun kau ingin berjalan-jalan menikmati keindahan pulau ini?”

“kau mau berjalan-jalan?”

 

Aku pun mengangguk

“baiklah”

 

Aku pun langsung menyusul sehun yang sudah dahulu meninggalkan ku aish.. kenapa dengan namja satu ini? Apakah ia marah padaku? Ataukah ia sedang marah pada orang lain lalu melampiaskannya padaku? Lihat saja hingga kesabaran ku habis akan ku recoki dia.

 

Aku pun berjalan disampingnya sambil memandangi pohon-pohon yang daunnya mulai berguguran dan itu semakin membuatku jatuh cinta dengan pulau jeju ini ya ampun indah sekali.

“sungguh mahakarya yang luar biasa”

“maksud mu?”

“pulau jeju merupakan pahatan tangan tuhan yang sangat indah aku sampai tak pernah bosan memandangi nya”

“kau benar tetapi aku sudah sering sekali kesini dan bagiku pemandangan seperti ini biasa-biasa”

“kau sungguh beruntung bisa sering kesini apalagi keluarga mu mempunyai villa pribadi disini namun sungguh sangat disayangkan kau menganggapnya biasa saja kalau aku jadi kau aku akan bahagia sekali jika ingin kesini dan melihat pemandangan seperti ini”

“kau ingin tinggal disini?”

“kelak jika dengan suami ku aku ingin tinggal disini”

“ohya omong-omong apakah ada orang yang kau sukai?”

 

Aku pun menatapnya heran mengapa ia tiba-tiba sekali bertanya tentang hal itu.

“ada”

“siapa?”

“mengapa kau ingin tahu?”

“kalau tidak ingin kau beritahu juga tidak apa-apa”

“oh… yang jelas aku sudah mencintainya sejak lama dan aku ingin ia menjadi yang pertama dan terakhir bagiku”

“aku ingin kembali ke villa jika kau ingin terus berada disini maaf aku tidak bisa menemani mu karena tiba-tiba perut ku sakit sekali”ucap sehun

 

Dia pun langsung meninggalkan ku sendirian disini mengapa ia berbeda sekali padaku? Apakah hatinya juga mulai membeku seperti ku? Ya ampun aku takut ia berubah seperti ku aku tidak ingin ia dingin padaku dan akhirnya aku hanya berjalan sendirian di pulau ini sambil memandangi pemandangan indah ini dengan hati yang pilu.

 

Hari ke hari sudah ku lewati dan kini saat nya bagiku,sehun serta orang tuanya meninggalkan pulau jeju ini huuh… sungguh liburan yang menyenangkan namun memilukan.

“gamsahamnida”ucapku sambil membungkuk dari luar mobil

“Ne Han Na-sshi kapan-kapan mainlah kerumah kami lagi jangan sungkan”ucap appa nya sehun

“Ne aboenim”

“sehun gomawo atas ajakan mu”ucap ku pada sehun

“uh”

 

Dia tetap tak berubah ia masih saja dingin padaku ketika kutanya apa aku ada salah dengannya ia memilih untuk tidak menjawabnya ya aku bisa menerima nya jika ia ingin menjauhi ku dasar pria manja! Kemudian mobil yang dibawa oleh keluarga sehun pun pergi dari rumah ku dan aku pun segera masuk ke rumah karena aku sudah rindu sekali pada eomma ku.

 

1 tahun kemudian

 

Kini aku sudah melanjutkan kuliah ku di Seoul university sungguh tak ku duga aku bisa masuk universitas bergengsi ini dengan nilai-nilai akademik ku yang kata mereka sangat cemerlang dan sekarang aku sedang duduk ditaman universitas ku sambil membaca novel yang baru saja ku beli kemarin.

 

Bagaimana dengan sehun? aku sudah tidak bertemu dengannya lagi semenjak liburan di pulau jeju tahun lalu dan kini aku benar-benar sudah lost contact dengannya nomornya sudah di ganti oleh nya ketika aku kerumah nya ternyata mereka sudah pindah ke amerika seperti yang dikatakan pembantu nya keluarga sehun sungguh kejam sekali dirinya pergi tanpa memberitahukan apapun padaku sebegitu bencinya ia padaku.

 

Aku pun menyingkirkan novel yang menutupi wajah ku dan melihat ke sekeliling namun mata ku menangkap suatu sosok yang amat kurindukan kehadirannya aku pun terus menatapnya dari kejauhan dan bahkan mengucek mataku agar tidak salah jika yang kulihat adalah sehun.

 

Ternyata benar itu adalah sehun aku pun bangkit dan ingin berlari menghampirinya namun belum juga aku berlari ternyata sudah ada yeoja yang berlari menghampirinya bahkan yeoja itu memeluknya erat dan sehun pun mencium pipi sang yeoja.

“aigo… oppa mengapa kau sangat lama sekali?”

 

Apa?! oppa? Tidak mungkin jika yeoja itu adik nya sehun sedangkan sehun hanya anak satu-satunya di keluarga nya dan tidak mungkin saja seorang kakak mencium pipi sang adik dengan sangat mesra apakah ia yeoja chingu nya sehun.

“Mianhae chagi-ya aku telat kajja kita makan dulu ya”ucap sehun tersenyum

 

JLEB! Ternyata ia adalah yeojachingu nya sehun hampir saja tadi aku berlari menghampirinya dan memelukknya dan tadi hampir saja aku mempermalukan diriku sendiri di depan sehun dan yeoja chingu nya dan kulihat sehun pun menggenggam erat tangan yeojachingu nya dan pergi meninggalkan universitas.

 

Dan tak sadar airmata ku juga ikut menetes melihat kepergiannya,ya ampun mengapa aku menangis? Untuk apa aku menangisinya? Tidak penting juga! Namun aku tidak bisa membohongi perasaan ku ya aku masih mencintainya meskipun sudah setahun aku tidak bertemu dengannya dan sekarang melihat pemandangan menyakitkan tadi itu sungguh menyakitkan hatiku! Kau memang brengsek oh sehun!

 

Oh sehun P.O.V

 

“oppa bisakah kau menjemputku?”

“kau sedang ada dimana?”

“di kampusku”

“baiklah”

 

Aku pun menutup telepon dari yeoja chingu ya aku sudah mempunyai yeoja chingu 3 bulan yang lalu dan sebenarnya aku tidak pindah ke amerika aku masih tetap di korea namun aku pindah ke wilayah yang lain dan aku memesankan pada asisten rumah tangga ku untuk berkata kepada Han Na bahwa aku sudah pindah ke amerika ya aku tidak ingin ia mencariku dan aku tidak ingin ia berada di kehidupanku lagi dan sekarang aku sudah pindah kembali kerumah lama ku karena urusan appa disana sudah selesai namun aku berkuliah di universitas lain aku tidak ingin satu universitas dengan Han Na meskipun nilai-nilai ku mampu membawa ku kesana.

 

Dan sekarang aku ragu untuk menjemput yeoja chingu ku aku tidak ingin bertemu dengan Han Na dan menemuinya kemudian memeluknya erat karena aku sungguh sangat merindukannya biarpun begitu aku masih mencintainya ya mencintainya seperti saat aku bertemu dengannya dulu dan perasaan itu tidak akan pernah berubah.

 

Bagaimana aku dengan yeoja chingu ku yang ini? Sebenarnya aku tidak menyukai nya ya aku hanya ingin bisa melupakan Han Na dan bisa mencintai yeoja chinguku dengan sepenuh hati namun ternyata tetap tak bisa ya aku masih mencintai Han Na,wanita dingin berhati es ya dia masih menjadi my coldest princess ku.

 

Dan aku sudah sampai di seoul university dan benar aku melihat Han Na sedang duduk di taman universitas ini sambil membaca sebuah buku ya ampun ia semakin cantik namun aku harus bisa mengalahkan hatiku yang berkata “lari dan peluklah dia”

 

Dan aku melihat yeoja chingu ku kemudian aku melambaikan tanganku pada nya dan aku yakin Han Na melihat ku dan melihat yeoja chingu ku memelukku dan aku mencium pipinya maafkan aku Han Na sejujurnya aku tidak ingin menganggu mu dengan namja yang kau sukai itu sejujurnya aku masih mencintai mu.

 

Setelah itu aku pun pergi dari universitas ini dan dari kejauhan aku memandang kembali wajah Han Na yang tertunduk apakah ia sakit hati? Ataukah ragu untuk menemui ku? Maafkan aku Ban Han Na,my coldest princess.

 

Setelah di dalam mobil aku pun berbicara dengan yeojachingu ku jika aku tidak ingin makan karena tiba-tiba aku tidak berselera untuk makan dan juga aku tidak enak badan namun alasan sebenarnya adalah aku membenci diriku karena sudah bertingkah seperti itu di hadapan Han Na dan aku ingin menyendiri.

 

Setelah ku antarkan ia ke rumahnya aku pun bergegas pulang tanpa menghiraukan nya ya aku rasa aku sudah cukup muak dengan permainan ini aku tidak ingin menyakiti hati siapa-siapa lagi cukup bagiku melihat Han Na yang sepertinya ragu bertemu dengan ku.

 

Hari demi hari bulan demi bulan pun lewat dan kini aku sedang menuju kerumah nya Han Na aku ingin menebus kesalahan ku karena sudah menjauhinya tanpa ia tahu alasannya dan soal yeoja chingu ku aku sudah memutuskannya ya meskipun aku sedikit egois aku tidak ingin menyakiti nya terlalu dalam lagi dan aku sudah mengakhiri permainan memuakkan itu.

“Hi!”

“omo… sehun”

 

Aku pun memberikan bunga yang ku pegang padanya namun ia tidak menerima nya ia malah memandangi ku dengan wajah nya yang amat sangat dingin.

“untuk apa kau kesini?”

“aku ingin mengunjungimu”

“untuk apa? bukankah kau membenci ku?”

“aku tidak membenci mu”

“bohong! Untuk apa kau pindah dan mengganti nomor mu? Apakah kau sengaja menghindari ku? Semenjak liburan di pulau jeju kau berubah! Kau sangat ketus padaku tanpa ku tahu apa salahku padamu!”

“itu…”

“sudahlah! Lebih baik kau tidak usah muncul lagi dihadapanku pergilah seperti kemarin sungguh aneh rasanya bagiku melihat mu datang tiba-tiba dihadapanku!”

“Han Na dengarkan dulu penjelasanku”

“tidak ada yang perlu dijelaskan lagi sehun dan bunga ini maaf aku tidak bisa menerima nya lebih baik kau berikan saja pada yeoja chingu mu yang kemarin kau peluk,genggam dan cium pipinya aku tidak ingin ia salah paham atas tindakan mu padaku”

“aku sudah memutuskannya demi kau Han Na”

“maksudmu?”

“karena aku… aku… aku….”

“sudahlah kau tidak perlu bersandiwara lagi! Aku muak pada mu sehun! pergilah!”

 

Han Na sudah menutup pintu rumahnya lagi ya ampun ternyata aku sudah terlalu menyakiti perasaannya dan ku akui aku sangat menyesali perbuatan ku itu dan kehadiran ku disini ingin meminta maaf padanya.

“Han Na buka pintunya aku ingin menjelaskan sesuatu padamu”

“pergilah!”

 

Namun hasilnya tetap nihil! Han Na tidak membuka kan pintu rumahnya untuk ku dan aku pun pulang kerumah ku dengan perasaan kecewa dan menyesal hari demi hari aku pun berusaha menemui Han Na di kampusnya namun ia selalu menghindari ku dan ternyata bongkahan es di hatinya sudah kembali membeku dan aku yakin ia seperti itu karena suatu alasan.

 

Musim dingin sudah tiba kembali dan ini lah cara terakhirku meminta maaf padanya sekaligus mengungkapkan perasaan ku yang sudah lama sekali aku pendam padanya dan aku menemuinya meskipun ia bersikeras menolak untuk menemui ku aku tetap berusaha.

“baiklah dimana tempatnya?”

“di cafe ***** jam 07.00”

“Baiklah aku akan kesana jika kau telat maka aku takkan segan-segan meninggalkan mu”

 

Han Na pun pergi dari hadapanku ya mungkin inilah cara terakhirku meminta maaf pada nya setelah itu aku akan menyerah jika ia masih marah pada kuya ini lah cara terakhirku akhirnya malam pun tiba masih ada setengah jam lagi untuk bertemu dengan Han Na namun aku sudah keluar dari rumah lebih awal setengah jam.

 

Namun kali ini aku lebih memilih untuk berjalan kaki dan naik kendaraan umum entah kenapa aku ingin mengulang kejadian setahun yang lalu dimana aku dan Han Na menghabiskan waktu liburan musim dingin hanya dengan berjalan kaki dan naik kendaraan umum jujur saja itu lebih mengasyikkan daripada aku harus naik mobil pribadi ku.

“Hi!”sapa ku pada tukang bunga

“Hi…”balas nya

 

Ya dia adalah tukang bunga yang menyemangati ku ketika aku ingin menyatakan perasaan ku pada Han Na dan tentu saja sekarang kami lebih akrab aku tidak tahu mengapa mungkin karena dia orangnya juga ramah dan hangat atau pun memang kami seumuran aku tidak tahu tetapi yang jelas ia sudah mengetahui perasaan ku pada Han Na dan tentu saja aku sudah memberitahukannya wajah Han Na padanya.

“aku ingin memesan mawar putih seperti tahun lalu ya”ucapku

“siap apakah kau ingin berkencan dengannya?”

“uh… dan mungkin ini terakhir kalinya aku bertemu dengannya”

“maksud mu? Apakah kau ingin pindah lagi?”

“kkk~~ iya dan setelah itu aku akan sangat jauh dengan kekasih hati ku”

“dia pasti yeoja yang kuat dan sangat setia pada mu”

“uh…”ucap ku sambil tersenyum

 

Kemudian dia dengan sigap mengatur bunga mawar putih dengan sangat indah dan aku yakin Han Na pasti akan suka mengapa aku membelikannya mawar putih? Karena ia pernah berkata ia sangat suka mawar dan juga mawar melambangkan seorang wanita yang kuat dan mengapa aku memilih warna putih itu karena putih sangat identik dengan salju dan salju itu ikon yang sangat cocok dengan karakteristiknya,dingin.

“gomawo”ucapku sambil tersenyum

“ku yakini ia akan semakin jatuh cinta dengan mu”

“gomawo oh ya jangan rindukan aku ya jika aku pindah nanti”

“huuh…. Asalkan kau sering kesini aku pasti tidak akan merindukan mu kkk~~ fighting”

“Ne… jaga diri mu baik-baik dan terimakasih atas rangkaiannya aku berjanji tidak akan meninggalkannya dan akan selalu mencintainya dan dengan bantuan mu aku yakin ia pasti semakin tergila-gila”

“kkk~~ kau membuat ku malu sehun”ucap nya

“baiklah aku pergi dulu ya”

“Ne”

 

Kemudian aku pun pergi meninggalkan tukang bunga tersebut lalu berjalan menuju cafe tempat dimana kami akan janji bertemu yang tak jauh dari toko bunga tersebut namun ketika aku ingin menyebrang aku tidak melihat jalan karena terlalu rindu dan ingin sekali memeluk Han Na aku tidak mengindahkan lampu merah dari arah kiri terdapat sebuah mobil yang melaju dengan kencang dan aku sadar setelah orang-orang berteriak pada ku aku pun menoleh ke arah kiri dan tepat sekali mobil tersebut berhasil membuat ku terlempar keras

“Han Na..”ucapku

 

 

 

 

 

 

Ban Han Na P.O.V

 

Dia berada dimana? ini sudah pukul 07.10 dan ia belum memunculkan wajahnya di hadapanku namun hatiku merasa tidak enak aku merasa sesuatu terjadi pada sehun namun aku menepiskan perasaan itu dan menunggu nya kemudian bel pintu cafe berbunyi dan aku menoleh ke arah pintu ternyata itu bukan sehun aku pun menghembuskan nafas dan tak sengaja aku mendengar perbincangan orang lain.

“ada kecelakaan seorang anak muda tertabrak oleh mobil aigo… kasihan sekali dia mawar putih yang ia bawa hancur entah kemana-mana dan ku dengar ia memanggil-manggil nama seseorang”

 

Deg! Kecelakaan? Mawar putih? Memanggil nama seseorang? Mengapa aku yakin itu sehun tetapi aku tetap menepiskan rasa itu tapi rasa gelisah dan khawatir ku lebih besar alhasil aku segera berlari meninggalkan cafe dan mencari tempat kecelakaan tersebut.

 

Ternyata tempat nya tak jauh dari cafe tempat janjian aku dengan sehun aku segera menerobros kerumunan orang-orang untuk melihat orang yang ditabrak dan aku sangat terkejut melihat ternyata sehun sudah terkapar dengan lumuran darah di kepalanya.

“SEHUN!”Teriak ku

 

Aku langsung memeluk sehun dan menepuk pipi nya yang sangat pucat itu sambil terus memanggil-manggil namanya aku tidak peduli akan darahnya yang mengotori gaun ku aku tidak peduli akan rasa dingin yang kurasakan aku mengkhawatirkan sehun yang saat ini sudah terkapar.

“agasshi ambulance akan tiba beberapa menit lagi mohon bersabar”ucap seseorang

 

Aku pun menangis memandang wajah sehun yang pucat dan berlumuran darah di kepalanya aku terus memanggil nama nya agar ia sadar dan akhirnya ia pun sadar.

“Han Na”

“sehun bersabarlah dan tahan rasa sakit mu ambulance akan datang beberapa menit lagi”

“maaf…kan ak..u kk…arena tte….lat Han Na tta…di aa…kk…u memb….eli m…awar dulu”ucapnya terbata

“kau tidak perlu membeli mawar sehun kau perlu bertahan sampai ambulance datang”

“maaf….kan akk…u jj….ika aa….ku menyakiti mu aku menjauhi mu karena aku takut mengganggu mu dengan namja yya….ng kk..au su..kkai..”

“pabo….. kau tidak perlu begitu justru namja yang kusukai itu adalah kau!”ucap ku yang semakin menangis

“jinjja? Ah… aku ingin mem….utar wakktu kkembali jj….ikka kau menyukkaiku”ucapnya sambil menghapus airmataku

“maka dari itu bertahanlah maka kita harus memulai dari nol lagi”ucap ku yang semakin menangis dan memeluk erat kepalanya

“boleh…kah akk…u men..cium..mu?”

“untuk apa? kau bisa menciumku setelah kau sembuh”

“jebal”

“baiklah”

 

Aku pun mendekatkan bibirku ke bibir sehun dan sehun langsung menarik kepala ku langsung untuk segera mencium ku ya ini adalah ciuman pertama ku dengan sehun dan ku harap ciuman ini akan menjadi awal kebahagiaan ku dengannya namun kali ini aku berharap agar tuhan tidak terlalu cepat mengambil nyawanya.

“gomawo Han Na”ucapnya sambil tersenyum

 

Aku semakin menangis karenanya aku tidak ingin ia pergi saat ini ku mohon izinkanlah aku menjaga nya aku bahkan belum memulai jalan cerita ku dengannya.

“selamat tinggal Han Na waktu ku sudah habis di dunia ini dan ku mohon setelah aku pergi kau carilah namja lain carilah pengganti ku katakan kepada namja itu kalau kau mencintainya karena aku tidak pantas kau cintai aku bahkan sudah menyakiti mu”

 

Aku semakin menangis bahkan aku berteriak kepadanya karena ia berkata seperti itu aku tidak ingin ia pergi saat ini ya tuhan ku mohon berilah ia kesempatan hidup sekali lagi ku mohon berilah ia kesempatan dan berikan aku kesempatan untuk menjaganya dan tangan sehun pun terjatuh dari yang tadinya memegang pipiku dan aku menepuk pipi nya sambil memanggil nama nya keras bahkan aku terus-terusan menangis aku bahkan belum mendengarkan balasan cinta nya setelah aku menyatakan perasaan ku duluan.

“Oh sehun! bangunlah! Bukankah kau bilang kau akan janjian dengan ku! Bukankah kau ingin berjalan-jalan dengan ku dan aku sudah memaafkanmu sehun! bangunlah!”ucapku menangis keras

 

Namun hasilnya nihil sehun sudah tiada untuk selamanya ya ia meninggalkan ku lagi bukan untuk sementara tetapi selamanya seketika perasaan menyesal karena sudah memarahi nya,mengusirnya pun timbul aku semakin menangisi kebodohan ku dan keras hati ku

 

Jika aku tahu takdir ini aku ingin memutar waktu dan memperbaiki diriku aku ingin memutar waktuku kembali dan memperbaiki semuanya kemudian berhenti membohongi perasaanku aku merasa menyesal karena berkata kalau aku tidak menyukainya aku tahu alasan mengapa ia menjauhi ku karena ia mendengar semua yang ku katakan.

 

Malam ini di saat musim dingin dimana musim yang paling ku tunggu dan ku sukai adalah musim sangat berduka untukku karena malam ini dibawah langit dan turunnya salju yang menutupi jalanan dan juga wajah tampan sehun aku kehilangan dirinya untuk selamanya darah yang terus-terusan keluar dari kepalanya seolah-olah tidak berpikir kalau sehun membutuhkan itu namun darah sehun sudah menyatu dengan butiran-butiran salju yang jatuh di musim dingin kali ini wajah,tangan,bibir,hidung dan kepalanya semua menjadi dingin ya sedingin es dan akhirnya ia menjadi dingin untuk selamanya.

 

*END*

 

How was my fanfiction from the first chapter until last?

Bagus gak? Or anything else?

I hope you enjoy it ^^

Thank you for the honorible readers for your time(bersyukur :D) kenapa aku bilang beruntung karena bisa di post dan di baca(meskipun hanya title nya doang :D) thank you for the honorible admin di blog ini yang sudah mempercayakan blog nya untuk memposting fanfiction ku yang…. gimana ya bilangnya haha gatau deh persepsi masing-masing ^^

Oh ya akan ada sequel dari cold is my life,warm? It’s hidden inside yang akan membahas sesuatu yang di sembunyikan oleh sehun. Are you curious? Just wait till the next week ^^

 

XOXO

Audry prastika ^^

 

Iklan

3 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Cold is My Life,warm? It’s Hidden Inside – (Chapter 5-END)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s