[EXOFFI FREELANCE] Crazy With You – (Chapter 9)

CRAZY WITH YOU.jpg

Tittle : Crazy With You [Chapter 9: Choice]

Author: Babyjae96

Length: Chapter

Genre: Romance, Comedy & Drama.

Rating: PG-17

Main Cast :

Park Yena [OC]

Do Kyungsoo [EXO]

Disclaimer : Fanfic ini hasil karya otak ku sendiri dan kemudian tersalurkan kedalam Fanfic ini, jika ada kesamaan dengan ff lain hanya kebetulan semata.

“Sekarang, kau pilih Omma atau Yena?”

.

.

Kyungsoo terus melihat jam di dinding ruang tengah itu, ini sudah jam 8 malam lebih dan Yena belum juga pulang, dia tak biasanya pulang malam dan sekarang ini sudah jam 8 tapi dia belum pulang.. tentu saja Kyungsoo khawatir mengingat kejadian dua bulan lalu saat Yena menghilang, bagaimana jika sekarang juga ? Oh, Tidak.. dan juga Yena sejak tadi tak mengangkat panggilannya membuatnya semakin khawatir.

“Makanlah, Ibu sudah menyiapkan makan malam” Ibu Kyungsoo berucap saat menghidangkan makanan untuk mereka diatas meja makan. Tak ada jawaban dari putranya itu, dia masih mencoba menelpon Yena “Dia pasti akan pulang, kau tak usah khawatir”

Kyungsoo mendesah kesal karna Yena tak menjawab panggilannya juga padahal ponselnya aktif, sial.. Kemanakah dia? Kyungsoo berniat akan keluar tapi sang Ibu menghentikannya “Kau mau kemana,huh?”

“Aku akan mencari Yena dulu”

“Anak itu pasti sedang bersenang-senang dengan temannya, bukankah dia biasa pulang malam sebelumnya.. kau tidak ingat?” Ibu Kyungsoo mengingat bagaimana Yena yang dulu slalu pulang larut dengan masih memakai seragam, dia benar-benar gadis nakal saat itu. Tentu saja tak aneh mengetahui Yena belum pulang saat ini, dia pergi saat siang tadi tanpa pamit sama sekali dan Minji juga tidak mengetahui kemana Yena pergi.

Kyungsoo melepaskan lembut pegangan sang Ibu dilengannya, ia tak bisa marah pada Ibunya walaupun beliau mengatai Yena yang sama saja menyakitinya “Omma, dia sudah berubah.. dia tak pernah pulang malam lagi setelah tinggal disini dan apalagi sekarang dia sedang hamil, aku khawatir padanya”

“Kyungsoo-yaa.. Omma ingin kau tidak terhasut olehnya lagi, wanita itu….”

Krekkk…

Pintu apartement terbuka, mereka melihat Yena disana pulang dengan wajah yang sedikit pucat. Kyungsoo langsung menghampiri Yena menanyainya dengan banyak pertanyaan “ kau dari kemana?”

Yena tersenyum tipis, ia tau Kyungsoo mengkhawatirkannya dan menyesal karna itu hanya saja tadi ia butuh waktu sendiri dengan berjalan-jalan kecil di dekat sungai Han “Maaf, aku tadi bersama Eunsoo dan aku tak sadar jika kau menghubungiku” Bohongnya, ia tak mau berbohong sebenarnya karna Kyungsoo slalu jujur padannya tapi bagaimana lagi keadaanlah yang memaksanya berbohong jika ia mengatakan yang sebenarnya.. bagaimana reaksi Kyungsoo, Tidak.. ia hanya mencoba untuk tidak menambah masalahnya lagi.

“Bagus sekali, seorang wanita hamil pulang malam.. kau benar-benar tidak bisa menghilangkan kebiasaanmu” Ujar Sang Ibu yang berada didepan mereka. Yena langsung meminta maaf, ia tak akan mengulanginya lagi.

“Kenapa kau minta maaf? aku hanya tidak ingin melihat putraku melewatkan makan malamnya hanya karna mengkhawatirkanmu!”

“Omma!” Sahut Kyungsoo pada Ibunya itu, tak bisakah Ibunya berbicara baik pada Yena yang terlihat lemah ini. Sang Ibu kemudian kembali ke dapur sambil berdecak melihat bagaimana Kyungsoo sudah membela Yena sekarang. “Sudahlah, cepat makan sekarang dia akan sudah kembali” Kata sang Ibu.

Kyungsoo melihat Yena yang memasang wajah datar, pasti ada sesuatu tapi ia belum mau bertanya dulu “Kau baik-baik saja? Kau tampak pucat, apa kau sudah makan?”

“Aku hanya lelah dan aku sudah makan bersama Eunsoo tadi, aku ingin beristirahat saja sekarang..Kau makanlah!”

Kyungsoo mengelus anak rambut di kening Yena dan mengangguk, ya..mungkin dia sedang lelah sekarang “Baiklah, kau istirahatlah dan jangan lupa besok kita akan pergi ke dokter”

Yena mengangguk sambil tersenyum lalu Kyungsoo mengelus ujung kepalanya sebelum ia masuk kedalam kamar, Tidak.. ia belum makan, terakhir ia makan saat tadi siang itupun tak banyak karna ia benar-benar kehilangan selera makannya sangat sulit baginya untuk memasukan makanan kedalam mulutnya semuanya terasa pahit dan jika tidak mengingat akan bayinya, ia pasti tak akan makan seharian ini.

Yena langsung menjatuhkan tubuhnya itu keatas tempat tidur menenggelamkan wajahnya pada bantal disana “Omma..” Gumamnya pelan mengingat apa yang diliatnya beberapa jam yang lalu, ia sangat yakin wanita itu adalah Ibunya, tentu saja mana mungkin ia tak bisa mengingat wajah Ibunya sendiri..sekarang, Ibunya pasti sudah menikah lagi dan hidup bahagia bersama keluarga barunya setelah meninggalkannya sendiri seperti ini tanpa mengetahui dimana Ayahnya sekarang. Kenapa hidupnya begitu keras seperti ini? Tak bisakah ia berbahagia hanya bersama Kyungsoo, kenapa semuanya begitu menyulitkan? Didalam sana, Yena diam-diam menangis merasa perih dihatinya akan nasib hidupnya yang menyakitkan.

.

.

Pagi ini, mereka bertiga sarapan bersama di meja makan ini yang sejak tadi hening.. tak ada pembicaraan. Yena sebenarnya tidak berniat makan bersama mereka tapi Kyungsoo memaksanya dan ia memang harus makan walaupun mulutnya masih terasa pahit untuk menelan makanan.

Kyungsoo melihat Yena didepannya sejak tadi, dia nampak pucat sejak semalam padahal badannya tak panas, ia berpikir ini pasti karna Ibunya lagi. Yena menjadi seperti ini karna tekanan dari Ibunya apalagi kemarin ia dengan Ibunya membawa Minji kesini.

“Makan yang banyak” Kyungsoo menaruh sepotong telur gulung diatas mangkuk nasi Yena melihat bagaimana Yena sejak tadi hanya memakan nasi saja dan sup. Yena mengangguk dan kemudian memakan telur itu.

Ibu Kyungsoo sejak tadi melihat keduanya dengan pandangan tak suka, sudah dua hari dia disini dan mereka berdua benar-benar tak bisa di pisahkan, lusa ia harus kembali untuk berkerja setelah meminta cuti dan bagaimana ini? Jika dia meninggalkan mereka berdua, Kyungsoo benar-benar akan terpengaruh oleh Yena. Ia tak ingin putranya hancur oleh wanita itu dan apakah dia tidak tau jika beasiswa yang Kyungsoo terima hampir saja dicopot karna nilainya yang semakin turun, Minji lah yang memberitahui ini dan Kyungsoo tak membatahnya maka dari itu ia berangkat pagi-pagi setiap hari untuk masuk kelas tambahan atau membantu sunbaenya.

“Kau tidak akan pergi kan siang nanti?” Tanya sang Ibu pada Kyungsoo yang duduk disebelahnya itu. Kyungsoo menoleh “Aku akan menemani Yena kedokter kandungan siang nanti”

“Bisakah kau tidak pergi, hari ini Minji akan datang lagi dan kita akan makan siang bersama”

“Minji? Kenapa dia datang lagi”

“Karna Ibunya ingin bertemu denganmu, Ibunya adalah seorang dokter dan kami juga sering menelpon, tak ada salahnya kan kalian bertemu lagipula kau pasti membutuhkan sebuah koneksi nantinya”

“Tapi Omma aku tidak membutuhkannya, aku tidak bisa”

“Bisakah kau tidak melawanku, kali ini saja.. ikuti Ibumu ini dan Yena-ya.. Kau bisa pergi ke rumah sakit sendirikan atau kau bisa mengajak temanmu untuk menemanimu,kan?”

Yena yang sejak tadi diam lalu memangguk “Ah, ne.. aku bisa mengajak Eunsoo, dia masih di Seoul dan kami juga berencana bertemu lagi nanti. Tak apa Kyungsoo, aku bisa bersama Eunsoo” Ucapnya menatap Kyungsoo dan tersenyum dibalik rasa sakitnya ketika telinganya mendengar nama Minji lagibahkan Ibu Minji akan menemui Kyungsoo, entah kenapa ini membuatnya iri..jika Ibunya tidak meninggalkannya bagaimana nasibnya sekarang?

.

Kyungsoo menyusul Yena kedalam kamar, ia tak bisa pergi bersama Ibunya ia lebih memilih pergi ke rumah sakit bersama Yena daripada datang ke acara makan siang itu. “Kenapa kau tak menolaknya? Kenapa kau tidak bilang kau tidak bisa pergi tanpaku?”

Yena berbalik melihat bagaimana wajah kesal Kyungsoo padannya, ia juga ingin berkata seperti itu, ia tak mau pergi ke rumah sakit sendiri dan ia berbohong juga mengenai Eunsoo, Eunsoo sudah pergi dari Seoul semalam “Aku baik-baik saja, aku ingin kau menuruti Ibumu kali ini..kau sudah banyak melawannya”

“Yena-ya.. Aku tidak bisa. Ibuku..aku tidak tau apa yang Ibuku rencanakan padaku dengan Minji jadi aku tidak akan pergi”

Tentu saja Yena tau, ia bisa menebak jika Ibu Kyungsoo pasti memiliki rencana lain dengan membawa Minji ke apartement ini tadi siang dan bahkan mereka berencana makan siang besok bersama Ibu Minji juga, bukankah ini terlalu jelas jika mereka mungkin saja akan membicarakan perjodohan.Oh tidak. Apa ia terlalu berlebihan memikirkan ini karna terlalu sering menonton drama? Tapi tidak juga, ini kenyataan.

Yena berjalan mendekati Kyungsoo sampai mereka berhadapan dan saling memandang “Lalu bagaimana? Semakin kau melawan Ibumu, Ibumu akan semakin membenciku..Aku pikir jika kau mengikuti apa kata Ibumu, beliau akan luluh nantinya. Lagipula aku yakin kau tak akan melihat wanita lain selainku” Ucap Yena diakhiri dengan senyumannya, ya ia yakin walaupun akhirnya perjodohan itu terjadi Kyungsoo akan tetap memilihnya. Lupakan tentang wanita baik hanya untuk pria baik karna sekarang ia juga sedang mencoba menjadi wanita baik.

Kyungsoo merasakan hangat ketika Yena memeluknya, wanita ini benar-benar berhasil meluluhkan hatinya, tangannya pun sengera membalas pelukan Yena lalu tangan kanannya naik mengelus kepala Yena penuh sayang “Maaf, untuk hari ini aku tidak bisa menemanimu”

.

.

Yena duduk di bangku dalam sebuah bus yang akan mengantarkannya entah kemana, ini masih belum waktunya ia kedokter dan saat pamit pun ia beralasan akan kerumah Eunsoo dulu. Tentu saja ini kebohongan dan sekarang ia tak mau harus kemana, mungkin ia akan berdiam di cafe depan rumah sakit saja nanti.. Oh, tapi kenapa kepalanya terasa sedikit pening sekarang. Yena sudah mencoba tak memikirkan masalahnya entah dengan Ibu Kyungsoo ataupun dengan Ibu Kandungnya dan tentang Ayahnya juga.

Kakinya melangkah turun dari bus tersebut dan berjalan pelan menuju sebuah cafee yang berada di depan rumah sakit, dan tanpa sengaja ia melihat seseorang yang dikenalnya berada didalam cafe itu sendirian, dia sedang sibuk dengan laptonya.

.

.

Minji terus saja mengobrol bersama Ibu Kyungsoo didepannya dan itu membuat Kyungsoo ingin cepat keluar dari restaurant ini, lebih baik ia pergi bersama Yena daripada datang hanya untuk acara makan siang yang tak penting ini. Mereka sedang menunggu Ibu Minji yang akan tiba setelah jam makan siang,mungkin sekitar 10 menit lagi. Ibu Kyungsoo meninggalkan mereka berdua dulu untuk ke toilet padahal ini hanya akal-akalannya saja agar keduanya bisa mengobrol.

“Tadi saat dalam perjalanan kesini aku tidak sengaja melihat Yena”

Kyungsoo yang tadinya melihat keluar jendela restaurant yang berada di lantai dua hotel itupun langsung melihat pada Minji yang sejak tadi tak pernah ia lihat tapi ketika ia mendengar nama Yena ia langsung melihat Minji “Yena..”

“Iya, aku melihatnya berada di sebuah cafe tadi tapi dia sedang bersama Sehun”

“Kau yakin? Di cafee mana?”

“Aku yakin dia bersama Sehun, mereka di Cafee dekat rumah sakit Seoul” Jawab Minji mengingat apa yang dilihatnya tadi, ini sungguh kebetulan ia melihat Yena bersama Sehun tadi “Ternyata keduanya masih dekat, apa Yena mengandung anak Sehun?”

Kyungsoo benar-benar marah dan kesal ketika Minji mengatakan Yena mengandung anak Sehun. Tentu saja ia tak suka anaknya disebut sebagai anak Sehun, tanpa pikir panjang ia langsung berdiri dari kursinya dan meninggalkan meja itu tak peduli nanti Ibunya akan memarahinya.

Minji berteriak memanggil nama Kyungsoo berkali-kali, ia tak tau jika menceritakan apa yang dilihatnya akan membuat Kyungsoo pergi, sehatusnya ia salah memberitahui ini. Kyungsoo benar-benar cemburu pada Sehun, itu terlihat jelas dan semakin membuatnya yakin jika antara Kyungsoo dan Yena memang memiliki hubungan lalu bayi yang dikandung Yena akan Kyungsoo, walaupun Ibu Kyungsoo tak pernah membahasnya dan hanya berkata Yena menumpang saja tentu saja ia tak percaya dengan itu.

.

.

Sehun dan Yena mengobrol kecil selama beberapa menit ini, ia pikir Sehun sudah pergi ke Amerika lagi. Sehun membenarkan, ia memang dikirim ke Amerika lagi tapi ia kabur lagi dan datang kesini sebulan lalu.

“Jadi kau kembali ke Seoul tanpa memberitahuku?”

“Maaf, aku hanya tidak mau menganggumu dan asal kau tau..aku masih mencoba menghilangkan perasaanku untukmu”

“Apa… Kau berlebihan Sehun” Cibir Yena kemudian menyedot jus strawberry yang dipesannya tadi. Sehun tersenyum melihat Yena didepannya, ia juga tak menyangka akan bertemu Yena di Cafee favoritnya ini “Jadi, kau mau kerumah sakit itu bersama Kyungsoo?”

Yena menggeleng melepaskan mulutnya dari sedotan “Kyungsoo sibuk, aku akan pergi sendiri”

“Ada apa dengan pria itu? Sesibuknya dia, dia tetap harus mengantarmu juga.. Apa dia memberlakukanmu dengan baik?” Sehun terdengar kesal saat mengucapkan itu, tentu saja ia kesal karena ia sudah meminta baik-baik Kyungsoo menjaga Yena dan menyerahkan Yena pada Kyungsoo karna percaya Kyungsoo akan memperlakukan Yena baik-baik tapi apa ini..

Takkkk…

Yena sedikit berdiri untuk menjitak dahi Sehun, ia tak suka Kyungsoo dibicarakan seperti itu, Yena duduk kembali “Dia sibuk, kau yang tidak kuliah tidak tau bagaimana sibuknya kuliah.. Aishh, lebih baik kau fokus saja dengan pendidikanmu di Amerika.. ”

“Tapi kau juga tidak kuliah, bagaimana kau tau dia sibuk bahkan Eunsoo saja yang kuliah tidak sibuk ”

“Eunsoo berbeda, dia kuliah karna keinginan keluarganya, ia membutuhkan gelar dan mencari pacar.. anak itu tak pernah serius belajar, Sedangkan Kyungsoo.. dia belajar semalaman dan slalu berangkat pagi untuk keperpustakaan”

“Wah, kau sedang memuji calon suamimu didepanku”

“Iya, kenapa?”

“Tak apa. Tapi.. kapan kalian menikah? Bukankah lebih baik sebelum perutmu membesar dan sampai sekarang aku belum mendapat undanganmu, perutmu malah sudah membesar..kau tidak malu memakai gaun pengantin dengan perut besar itu..kau akan terlihat seperti beruang”

Yena sedikit kesal juga disebut beruang oleh Sehun bahkan sudah berniat akan menjitaknya lagi tapi ia harus sabar, Sehun memang seperti ini, “Kita akan menikah setelah bayi ini lahir” Balas Yena walaupun dalam hatinya ia mulai ragu apakah ia akan menikah dengan Kyungsoo atau tidak, mengingat bagaimana Ibu Kyungsoo benar-benar tidak menyukainya, sekarang ia berkata dengan percaya diri seperti ini pada Sehun agar dia benar-benar bisa melupakannya.

“Ah, aku harus pergi sekarang..” Sehun membereskan barang-barangnya kedalam tas dengan cepat. Yena menatapnya heran, sejak kapan Sehun menjadi sibuk seperti ini “Kau mau kemana? Kencan?”

“Kencan apa? Ini bisnis…” Sehun meneguk habis minumannya dan berdiri sambil mengaitkan tas di bahunya “Aku sedang kabur dari rumah, jadi aku berkerja..”

“Wah.. Seorang Oh Sehun berkerja? Ini keajaiban”

“Aku harus tetap makan jadi aku berkerja, Oh ya.. jika aku kehabisan uang.. Aku akan pergi ke apartement mu dan tinggal bersama kalian. Oke..”

“Ya!!!”

“Aku tau. Aku pergi dulu” Sehun mengelus ujung kepala Yena sebelum berlari keluar, Yena menggeru kesal karna Sehun membuat rambutnya berantakan, ia menaikan kepalanya kembali dan didepannya sudah berdiri seseorang yang menatapnya dengan tatapan..

Kyungsoo. Dia langsung duduk di tempat Sehun tadi. Yena terkejut, bukankah ia pergi bersama Ibunya kenapa bisa disini sekarang? Dan bagaimana ia bisa mengetahui dirinya disini? Ini pasti bukan kebetulan semata “Bukankah kau harus makan siang bersama Ibumu?”

“Lalu membiarkanmu bersama laki-laki lain disini?”

“Apa maksudmu? Aku tidak sengaja bertemu dengan Sehun disini, aku juga terkejut bisa bertemu dengannya.. sejak kapan kau disini? Aku tidak melihatmu, Sehun juga tidak melihatmu”

Kyungsoo menghela nafasnya “Sejak dia bilang jika dia ingin tinggal di apartement ku setelah kehabisan uang” Balas Kyungsoo terdengar tegas. Yena mengangguk dan juga malu, “Kenapa kau tidak menghampiri kami saja?”

“Aku akan menghampiri kalian, tapi pria itu tiba-tiba berdiri dan mengelus kepalamu”

Yena tersenyum, ia meletakan tangannya di atas meja sedikit mencodongkan kepalanya “Jadi.. kau cemburu?”

“Tidak, siapa bilang” Kyungsoo benar-benar tidak baik berbohong, dia memang cemburu. Yena tertawa kecil mendengarnya, Kyungsoo cemburu pada Sehun “Kenapa kau harus cemburu padannya, aku saja tidak cemburu dengan Minji?”

“Minji? Kenapa kau tidak cemburu dengannya?”

Yena menyandarkan punggungnya dan menaikan sedikit bahunya lalu mengangguk “Aku tidak cemburu dengannya karna dia wanita yang baik dan cerdas, jadi aku tidak cemburu dengannya tapi jika kau bersama wanita lain yang lebih nakal dan bodoh dariku, aku baru cemburu..”

Kyungsoo mendengus, ia tak percaya apa yang baru Yena katakan..bagaimana bisa Yena lebih cemburu pada wanita yang lebih nakal padannya “Apa alasannya, bukankah seharusnya kau lebih cemburu pada wanita baik-baik”

“Alasannya jelas karna jika kau lebih memilih bersama wanita pintar dan baik itu bagus, kau memilih wanita yang lebih baik dariku tapi jika kau memilih wanita yang lebih buruk dariku… Kau keterlaluan!”

Kyungsoo tertawa dan juga kesal dengan ucapan Yena, ini benar-benar tidak dipercaya. Yena merasa tak ada yang salah dengan ucapannya, itu benar jika Kyungsoo lebih wanita yang lebih darinya seperti Minji, ia merasa tidak apa-apa.. Keduanya masih saling menatap dan kemudian tertawa bersama.

Yena tidak tau bagaimana Kyungsoo mengetahuinya disini, pria itu tak menjawabnya dan ya.. dia memilih untuk menemaninya kerumah sakit. Keduanya sudah keluar dari ruangan dokter itu, Kyungsoo masih membaca isi kertas yang diberikan dokter tadi.

“Jadi, tidak apa-apa kau menemaniku kesini?”

Kyungsoo hanya mengangguk “Dokter bilang kau stress, apa terjadi sesuatu pada perutmu?”

“Aku sedikit stress tapi aku baik-baik saja, dan aku juga terkadang merasa sedikit kram..bukankah itu biasa terjadi seperti kata dokter tadi”

“Tapi tetap saja kau harus berhati-hati, jangan memikirkan apapun.. ” Kyungsoo melipat kertas itu “Jangan juga memikirkan Ibuku, biar aku yang menyelesaikannya”

“Aku tau, tapi tetap saja aku tidak berhenti memikirkannya”

“Ya.. aku bilang…”

“Aku tau, jadi.. kita akan pulang sekarang”

“Tidak, ayo kita kencan”

Yena langsung berhenti, dia menatap Kyungsoo yang juga ikut berhenti “Benarkah? Ini pertama kalinya kau mengucapkan kata kencan”

Kyungsoo memasang wajah datar “Benarkah, aku rasa aku pernah mengucapkannya” ia melangkah mendahului Yena. Yena tersenyum senang dan langsung merangkul lengan Kyungsoo “Jika dipikir, setelah dua bulan ini kau banyak bicara”

“Apa begitu, Tapi aku juga merasa gila sejak bersamamu.. banyak berubah dari ku”

“Tapi itu semua baik kan?”

Kyungsoo menganggu “Aku juga berpikir jika kau menjadi lembut..kau tak pernah berbicara keras lagi, kau sering bersikap manis, kau juga sedikit sensitif dan…” Kyungsoo mengantung ucapannya membuat Yena semakin penasaran “Dan apa…”

“Kau bertambah gendut”

“Ya!!!!! Aku seperti ini karna aku sedang hamil anakmu, Ahh.. menyebalkan” Yena melepas kaitan lengannya dan melangkah cepat didepan Kyungsoo, benar.. ia memang lebih sensitif dari sebelumnya.

Kyungsoo langsung merasa bersalah, ia hanya bercanda saja tadi dan tak menyangka Yena akan marah “Ya.. Maaf, tapi kau masih tetap cantik” ia menyusul Yena dan langsung merangkulnya tapi Yena menolaknya “Baiklah, kau mau makan apa.. Aku akan membelikanmu apa saja, Tteobeokii?”

“Aku ingin Bingsu” Ucap yena didepannya dengan nada kesal

“Bingsu, apa tidak dingin dicuaca sekarang?”

“Baiklah, aku tidak mau apa-apa”

“Apa maksudmu, Ayo kita beli Bingsu!”

Didepan sana, Yena tersenyum.. ia memang menginginkan bingsu sejak di cafee tadi. Sebenarnya ia masih sedikit kesal dengan ucapan Kyungsoo tadi, gendut? Ia tau ia menjadi gendut sekarang tapi bagaimana lagi.. Dan, untuk hari ini.. hanya untuk hari ini sebelum badai menerpa mereka kembali biarkan ia bersama Kyungsoo. Tentu saja Yena tau, Kyungsoo meninggalkan acara makan siang itu dan pasti akan berdampak dengan marahnya Sang Ibu apalagi jika beliau akhirnya Kyungsoo menemaninya.

.

.

Mereka berdua akhirnya pulang ke apartement dan sudah bisa ditebak apa yang terjadi saat mereka pulang. Ibu Kyungsoo marah besar karna Kyungsoo yang meninggalkan acara makan siang tadi, dia tak habis pikir bagaimana bisa putranya itu menjadi anak seperti ini.. “Kau tidak tau, Ibu melakukan ini semua karnamu!”

“Omma.. Aku bisa melakukannya sendiri, ini hidupku.. Bisakah Ibu tidak ikut campur!” Balas Kyungsoo tak kalah keras. Ini pertama kalinya Ibu-anak itu berada mulut sampai sekeras ini. Yena benar-benar merasa bersalah, seharusnya ia membuat Kyungsoo kembali saja tadi, ia hanya bisa berdiri mendengar perdebatan itu dengan tubuh gemetarnya.

“Kau berani membentak Ibumu ini,huh?”

“Omma..Hentikan! Kumohon” Kyungsoo benar-benar memohon pada Ibunya, ia tau tak seharusnya ia membalas kasar Ibunya ini terjadi begitu saja apalagi ketika Ibunya mengatai Yena sebelumnya.

Sang Ibu menarik nafas sebelum pandangannya teralih pada Yena di dekat dapur itu “Apa yang kau lakukan dengan putraku,huh? Kau benar-benar merubah putraku.. Tak sadarkah karnamu sekarang dia kehilangan akan kehilangan beasiswanya.. Dia tak memiliki waktu belajar karna mencari uang untukmu.. ” Teriak Ibu kyungsoo pada Yena dengan amarah “Walaupun benar kau mengandung bayinya bisakah kau sadar dengan keadaan kami, kenapa kau tidak tinggal bersama Ibumu atau Ayahmu saja dan hidup bersama mereka.. kau pikir kita mempunyai uang untukmu dan bayimu.. Kau juga tau sendiri kan Yena, Aku berkerja keras untuk membiayainya dan juga hidup kakeknya.. Aku tidak punya uang, kau pergi saja dari sini dan menghancurkan Kyungsoo!”

Yena tak menyangka apa yang baru saja Ibu Kyungsoo katakan, Kyungsoo akan kehilangan beasiswa? Karnanya? Oh tidak.. kenapa ia tak menyadarinya, ia tau Kyungsoo berkerja paruh waktu disela-sela kuliahnya, ia berpikir Kyungsoo baik-baik saja karna dia masih bisa belajar tapi.. ia salah, ya.. orang bodoh sepertinya pasti tak akan mengerti. Yena menggengam erat ujung rok yang dikenakannya, ia merasa air matanya sudah jatuh tapi ia masih berusaha menahannya “Maaf..Aku tidak tau”

“Apa? Maaf.. Kau..”

“Omma, Hentikan! Omma sudah keterlaluan.. Ini bukan karna Yena, ini karnaku karna tidak bisa membagi waktu..” Kyungsoo menyela dengan cepat, dia menghentikan sang Ibu yang akan mendekati Yena disana “Omma.. ”

“Sekarang, kau pilih Omma atau Yena!”

“Apa maksud Omma, bagaimana bisa aku memilih diantara kalian” Kyungsoo tak percaya yang Ibunya katakan, tentu saja ia tak bisa memilih Ibu yang sudah membesarkannya dan Yena yang mendampingi hidupnya.

Yena sama terkejutnya, ia tak tau apa yang Kyungsoo jawab.. dia pasti akan memilih Ibunya. Ia memang ingin egois berharap Kyungsoo akan memilihnya tapi ini berbeda, dia diminta memilih antara dirinya yang menyebabkan hidupnya berubah atau sang Ibu yang melahirkannya. Kyungsoo harus memilih Ibunya.

“Kenapa kau tak menjawab? Jadi kau memilih dia! Baiklah, Omma akan pergi ”

Kyungsoo mengerang frustasi, ia langsung menahan lengan Ibunya “Kumohon, jangan mengajukan pertanyaan seperti itu”

“Lalu Omma harus bagaimana, kau tinggal saja dengan wanita jalang itu!”

“Omma!!!”

“Aku akan pergi…” Ucap Yena tiba-tiba membuat Ibu-anak itu melihat padannya, tubuhnya masih gemetar.. ia tak bisa membiarkan Ibu Kyungsoo pergi, lebih baik ia saja toh ia yang menumpang disini tanpa menunggu jawaban mereka Yena langsung masuk ke kamar Kyungsoo berniat merapihkan barang-barangnya.

Yena langsung mengambil tas besar miliknya dan memasukan semua pakaiannya yang tak terlalu banyak itu kedalam tas tersebut dengan buru-buru. Kyungsoo mengikuti Yena dan langsung menghentikannya, menarik lengan Yena membuat wanita itu berdiri kembali “Apa yang sedang kau lakukan”

“Aku akan pergi”

“Kau bodoh, Bagaimana bisa kau pergi tanpa ijinku.. Tetaplah disini! Sudah kubilang jangan khawatirkan apapun dan percayalah padaku!”

“Iya, aku memang bodoh karna mempercayaimu.. Kau slalu bilang semuanya akan baik-baik saja dan memintaku jangan khawatir jadi aku melakukan itu semua, karna itu aku tidak tau jika kau menderita, kau akan kehilangan beasiswamu..nilaimu pasti turun karna kau terus berkerja dan itu semua karna ku.. Tak seharusnya aku menerimamu waktu itu, lebih baik aku pergi saja dari sini dan kau akan hidup dengan tenang” Tegas Yena diakhir dengan mata memerahnya, emosinya sudah meluap sekarang.. ia marah karna Kyungsoo tidak memberitahui ini membuatnya seperti orang bodoh dan dengan tenangnya ia meminta ini itu pada Kyungsoo tanpa tau bagaimana susahnya pria itu mencari uang.

“YA!!!!!PARK YENA!!!!” Bentak Kyungsoo, ini pertama kalinya dia membentak Yena sekeras ini sebelumnya ia tak pernah merasa semarah ini walaupun saat mereka masih saling tak menyukai dulu dia tak pernah berteriak sekeras ini pada Yena.

“Kau membentakku? Kau marah padaku? Harusnya aku yang marah dan membentak padamu karna membodohiku?!! Hah, sial.. lebih baik waktu itu aku pergi saja darimu dan hidup sendiri”

“Apa? Apa ini situasi yang tidak membuatku marah?” Wajah Kyungsoo memarah karna emosinya sekarang, belum satu jam sebelumnya padahal keduanya masih baik-baiks saja dan saling tertawa satu sama lain “Oh,jadi kau menyesal karna tidak pergi dariku huh?”

“Ya, aku menyesal..sangat” Tegasnya menatap tajam Kyungsoo didepannya.

“Baiklah, kau pergi saja sekarang..pergi dan tinggal saja dengan Sehun.. Bukankah itu keinginanmu, kau ingin menikah dengan pria kaya huh? Ahh.. bagaimana bisa aku menyukaimu, Ini gila”

Yena tak berharap Kyungsoo akan menyebut nama orang lain disaat seperti ini, Sehun.. kenapa dia membawa Sehun dan memintanya untuk tinggal bersama Sehun “Baiklah.. Aku akan pergi, jangan mencariku karna aku akan hidup dengan Sehun.. setidaknya dia tak akan membentakku dan menyesal karna menyukaiku”

Yena berbalik akan mengambil tas besar itu tapi tiba-tiba ia merasa perutnya sakit.. ini seperti kram yang biasa alami tapi ini jauh lebih sakit, sangat.. “Akkkhh” Rintihya membuat Kyungsoo langsung sadar dari emosinya suara kesakitan Yena didepannya “Ada apa?”

“Sakitt…” Yena memegangi perutnya, tubuhnya melemas dan jatuh untungnya Kyungsoo langsung menahannya hingga kepala Yena tidak menyentuh lantai “Akkhhh… Sakit…” ia meringis kesakitan merasa sakit luar biasa diperutnya, ia melihat Kyungsoo dengan panik memanggil namanya menggengam erat tangannya tapi setelah itu pandangannya memburam dan ia kehilangan kesadarannya.

“Yena-ya.. Bangun.. Park Yena!”

.

.

To Be Continue….

 

Komentar :

Sorry kalo kepanjangan, ini hampir 4000 kata lohh.. bukan apa-apa Cuma pengen cepet selesai aja ga mau terlalu panjang. Untuk tema di chap ini adalah pilihan, Kyungsoo memilih Ibunya atau Yena, memilih pergi ke acara makan siang atau menemani Yena kerumah sakit, memilih Ibunya tetap tinggal atau Yena yang akan tinggal, Cuma ngejelasin aja sih hehe..

Apakah endingnya ada di chap 10? Niat awalnya sih gitu, tapi kita liat aja aku bener-bener belum buat untuk chap selanjutnya dan kalo aku nulis kepanjangan pasti lebih dari 10 haha..

 

 

 

 

 

 

Iklan

6 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Crazy With You – (Chapter 9)

  1. Huaaa ini part baper berjamaah…. Kasian Yena, ibunya Kyungsoo jahat banget😭
    Pokonya ff ini keren di setiap chapternya
    Next nya di tunggu Kak😘

    *Btw chap 8 nya kok ga ada ya kak?

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s