[EXOFFI FREELANCE] THE PERFECT WIFE (Chapter 13)

the perfect wife

.

THE PERFECT WIFE

.

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan.

Sumarry :

     Kim Eun Ji adalah gadis berusia 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar. Namun ia tidak menyangka akan menjadi seorang ibu bagi empat pria.

Chapter 13th

Setelah itu pergilah mereka menuju rumah, sesampainya disana Eun ji langsung beristirahat sedangkan suaminya lebih memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Saat asyik berbaring ditempat tidur tiba – tiba saja ponsel Eun ji berdering, tidak disangka Min ho yang telah menghubunginya. Lalu segeralah Eun ji mengangkat telpon itu.

“Ada apa kau menghubungiku ?” tanya Eun ji

“Apakah kau bisa menemuiku malam ini” sahut Min ho

“Iya aku bisa, tapi dimana ?”

“Dicafe Bubble tea, kita juga bisa sekalian minum disana”

“Baiklah aku akan datang kesana”

Eun ji terlihat sangat senang ketika Min ho mengajaknya bertemu, namun disisi lain ia tidak tau jika Chanyeol mendengar pembicaraanya dengan pria asing itu ditelepon tadi. Akhirnya pria itu memutuskan untuk mengikuti Eun ji nanti malam, sekaligus mencari tau apa  hunbungan diantara istrinya dan Min ho.

_

Malampun tiba lalu segeralah Eun ji pergi menuju Cafe Bubble Tea untuk bertemu dengan Min ho. Disaat itu juga Chanyeol memulai rencananya, namun pria itu merasa tidak nyaman jika hanya sendirian saja mengikuti Eun ji. Beruntungnya ketika pria itu hendak membuka pintu Junior tiba – tiba  mengahampirinya, rupanya pria itu ingin mengajak hyungnya makan diluar. Mengetahui hal itu tanpa pikir panjang Chanyeol langsung menyetujuinya, namun bukan makan diRestoran melainkan bermain mata – mata diCafe Bubble Tea.

Setibanya disana Chanyeol dan Junior langsung berjalan masuk kedalam Cafe itu, namun lucunya Junior terlihat kebingungan.

“Hyung, kenapa kita pergi keCafe Bubble Tea, akukan ingin makan diRestoran” ucap Junior sambil berjalan masuk ketempat itu.

“Sudahlah kita minum Bubble tea saja, setelah itu baru kita Restoran” balas Chanyeol.

“Baiklah, tapi kau harus meneraktirku”

“Nde, aku pasti akan meneraktirmu, tapi sebelumnya kau harus memakai topi dan kacamata ini” pria itu langsung memberikan adiknya benda – benda itu. Seketika Junior bingung melihat sikap hyungnya, namun karena tidak peduli ia akhirnya memakai topi dan kacamata itu.

Lalu duduklah mereka disalah satu meja ditempat itu, namun anehnya Eun ji dan Min ho tidak ada didalam Cafe itu. Sepintas terpikirkan oleh Chanyeol jika istrinya dan Min ho tidak jadi bertemu diCafe itu, namun ia tetap yakin jika Eun ji pasti akan datang. Akhirnya harapan itu terjadi, tidak lama kemudian datanglah Eun ji dan Min ho. Melihat kehadiran mereka Chanyeol langsung memakai topi dan kacamata yang sudah ia siapkan.

Beruntungnya Eun ji dan Min ho duduk tidak jauh dari meja mereka, sehingga Chanyeol lebih mudah untuk memata – matai kedua orang itu. Terdengar beberapa kata – kata romantis yang keluar dari mulut Min ho, seketika Chanyeol langsung merasa kesal.

“Kenapa pria itu harus bertemu dengan istriku” ucap Chanyeol

“Kau bicara apa hyung, memangnya disini ada noona ?” tanya Junior sambil menoleh kearah kanan dan kiri. Seketika ia langsung terkejut saat melihat Eun ji yang tengah bersama dengan pria lain. “Hyung, siapa pria yang bersama noona itu ?”.

“Aku tidak tau”

“Ini sangat berbahaya, atau jangan – jangan noona selingkuh”

“Kau jangan bicara sembarangan, aku yakin pria itu cuma teman istriku saja”

“Pokoknya kita harus segera bertindak, aku tidak mau noona sampai tergoda oleh pria itu” Junior langsung berdiri dari tenpat duduknya dan segera mengahampiri noonanya.

“Noona ayo kita pulang !” ucap Junior yang langsung menarik tangan Eun ji

“Junior –ah, kau sedang apa disini ?” tanya Eun ji yang terlihat kebingungan

“Kau tidak perlu tau, yang penting sekarang kau harus segera pulang”

Tanpa pikir panjang Junior langsung mengajak noonanya pulang, namun hal itu harus terhenti karena Min ho tiba – tiba saja menarik tangan Eun ji.

“Kau siapa, kenapa kau berani menarik tangan gadis ini ?” tanya Min ho yang terlihat kesal

“Ini bukan urusanmu, kau jangan pernah mengganggu noonaku” balas Junior

Karena benar – benar merasa kesal, tidak disangka Min ho langsung memukul wajah Junior. Eun ji terkejut melihat hal itu, lalu segeralah ia menghentikan pertengkaran itu.

“Min ho-ah, kenapa kau memukulnya ?” tanya Eun ji

“Maafkan aku, sebenarnya aku tidak berniat memukulnya”

Melihat kejadian itu Chanyeol jadi merasa kesal, tiba – tiba saja ia bangun dari tempat duduknya dan langsung memukul wajah Min ho.

“Kau seharusnya jangan pernah memukul wajah adikku, atau kau akan berhadapan denganku” ucap Chanyeol

“Oppa, apa yang kau lakukan ?” tanya Eun ji kesal

“Kau tidak lihat, pria itu memukul adikku Eun ji-ya” sahut Chanyeol

“Tapi seharusnya kau juga jangan memukul temanku, lagipula sedang apa kau dan Junior –ah disini ?”

“Seharusnya aku yang bertanya padamu, sedang apa kau disini bersama dengan pria asing itu”

“Dia bukanlah pria asing bagiku, jadi jangan pernah sebut temanku seperti itu”

Karena merasa marah dengan tingkah laku Chanyeol, Eun ji memutuskan pergi dari tempat itu bersama dengan Min ho. Melihat istrinya pergi pria itu hanya bisa memanggil – manggil nama Eun ji, dan berharap gadis itu berbalik padanya. Namun harapan itu hanya angan – angan saja, begitu gadis itu masuk mobil ia langsung pergi.

Chanyeol merasa sangat terpukul dengan apa yang sudah terjadi, ia tidak menyangka Eun ji tega meninggalkannya dan lebih memimilih pria asing itu dibanding dirinya. Melihat keadaan hyungnya, Junior hanya bisa memeluk pria itu dan berusaha untuk menenangkannya. Lalu segeralah kedua pria itu pulang kerumah.

Sesampainya dirumah Chanyeol langsung pergi menuju kamarnya. Sepanjang malam ia terus saja memandang kalung mutiara itu, bahkan sesekali pria itu tersenyum kecil. Chanyeol terus saja memikirkan moment lucu yang pernah ia alami bersama Eun ji, namun dibalik itu semua ia merasa sangat sedih. Karena terus saja memikirkan istrinya, tanpa disadari akhirnya pria itu tertidur.

_*_

Sejak pagi Eun ji terus saja tertidur, bahkan hingga siang menjelang ia belum kunjung terbangun. Sesekali Yeri mengetuk pintu kamar eonnienya, namun nihil gadis itu tidak meresponnya. Setelah beberapa menit kemudian akhirnya Eun ji keluar dari kamarnya, wajahnya terlihat pucat bahkan kantung matanya membesar. Melihat keadaan eonnienya membuat Yeri menjadi risau.

“Eonnie, kau baik – baik saja ?” tanya Yeri

“Nde, tapi aku merasa sedikit lapar” sahut Eun ji

“Baiklah aku akan membuatkanmu makanan, tapi aku mau kau membantuku memasak”

“Tentu saja”

Lalu pergilah kedua gadis itu menuju dapur, namun saat tengah asyik memasak tiba – tiba saja bel Apartemen berbunyi. Segerlah Yeri berjalan menuju pintu Apartemennya, ketika pintu itu terbuka gadis itu langsung terkejut karena melihat Chanyeol tengah berdiri dihadapannya. Tanpa pikir panjang Yeri langsung mempersilahkan pria itu untuk masuk kedalam Apartemennya.

Chanyeol berjalan perlahan – lahan masuk kedalam tempat itu, rasa gugup mulai menyelimuti perasaan pria itu. apalagi waktu Yeri bilang jika eonnienya tengah berada didapur, Chanyeol merasa sangat takut untuk bertemu dengan istrinya. Namun ia harus melakukan hal itu, jika tidak maka pria itu tidak akan pernah berhubungan lagi dengan Eun ji.

Dengan penuh ketenangan Chanyeol mencoba memanggil nama Eun ji.

“Eun ji-ya” ucap pria itu sambil menepuk bahu istrinya

Gadis itu langsung menoleh ketika mendengar namanya dipanggil. Ia terkejut ketika melihat Chanyeol tengah berdiri dihadapannya, pria itu tersenyum pada Eun ji. Namun seyuman itu dibalas dengan pandangan sinis dari gadis itu.

“Sedang apa kau disini ?” tanya Eun ji sambil menatap wajah pria itu

“Aku ingin mengajakmu pulang, adik – adikku terus saja menanyakan keberadaanmu sejak tadi tadi pagi” sahut Chanyeol

“Baiklah aku akan pulang, tapi setelah aku makan siang”

“Kumawo”

“Terima kasih untuk apa ?, lagipula memang sudah kewajibanku untuk selalu berada dirumah bersama denganmu dan ketiga adik iparku”

“Kim eun ji, apakah kau marah padaku ?”

“Tidak, hanya saja kau terlihat sangat berbeda, tidak biasanya kau bersikap kasar seperti itu”

“Aku melakukan hal itu, karena aku takut jika pria itu melakukan hal aneh padamu”

“Kau tidak perlu takut, Min ho-ah hanyalah temanku”

“Aku tau, tapi seharusnya kau bilang padaku jika kau ingin bertemu dengan temanmu itu”

“Baiklah, lain kali aku akan izin padamu sebelum aku pergi”

Setelah itu Eun ji kembali lanjut memasak, melihat istrinya yang mulai pandai dalam hal memasak membuat Chanyeol menjadi senang. Bahkan sesekali pria itu menggoda istrinya, namun Eun ji menghiraukannya. Setelah masakannya sudah siap, Eun ji dengan segera melahap makan itu. Chanyeol hanya bisa memandang istrinya, ia tidak berani mengajak Eun ji mengobrol.

Namun saat tengah asyik makan tiba – tiba saja ponsel gadis itu berdering, tidak disangka bibinya yang telah menghubunginya. Dengan segera Eun ji mengakatkan telpon itu.

“Ada bibi menghubungiku ?” tanya Eun ji dengan mulut penuh makanan

“Aku ingin bertemu denganmu siang ini, jadi datanglah kerumahku” sahut Bibi

“Tentu saja, aku akan segera datang kesana” lalu segeralah Eun ji menutup telponnya. Ia merasa sangat senang karena akan bertemu dengan bibinya. Setelah selesai makan gadis itu meminta Chanyeol untuk menemaninya kerumah bibi, mendengar permintaan istrinya, pria itu dengan senang hati mau menemaninya. Lalu segeralah mereka pergi menuju rumah bibi.

Sesampainya disana Eun ji terlihat sangat bersemangat, bahkan ia langsung memencet bel rumah bibinya. Ketika pintu itu terbuka, Eun ji segera memeluk bibinya yang tengah berdiri dihadapannya. Chanyeol hanya terseyum kecil melihat sikap istrinya, bahkan perlahan – lahan kesedihan dihatinya mulai menghilang. Lalu segeralah bibi mempersilahkan kedua pasangan itu untuk masuk kedalam rumahnya.

Terlihat banyak sekali kue – kue yang lezat tersaji diatas meja, seketika perut Eun ji kembali merasa lapar. Tanpa pikir panjang ia langsung melahap habis kue – kue itu, Chanyeol seperti biasa hanya bisa tersenyum melihat sikap istrinya. Begitu juga dengan Bibi, wanita setengah baya itu juga ikut tersenyum.

“Sudahlah Kim eun ji, kau jangan terlalu banyak makan nanti kau bisa gemuk” ucap Bibi

“Aku tidak peduli, yang penting aku kenyang” sahut Eun ji sambil makan

“Dia memang seperti itu Bibi, jadi aku mohon dimaklumkan saja” balas Chanyeol

“Tentu saja, tapi bukannya kau tuan Park ?” tanya Bibi yang terus saja memandang Chanyeol

“Nde, dan aku juga pacarnya Kim eun ji, senang bertemu denganmu” pria itu langsung mengulurkan tanganya pada bibi, dan dengan senang hati Bibi menjabat tanganya.

“Aku juga senang bertemu dengamu, namun aku sangat terkejut ketika mengetahui jika kau adalah pacar dari nona Kim” ucap Bibi

“Tentu saja, tapi maukah bibi memceritakan padaku bagaiman kebiasaan – kebiasaan Eun ji-ya” ujar Chanyeol

“Dengan senang hati, tapi aku rasa nona Kim harus berhenti makan terlebih dahulu” sindir Bibi sambil melirik kearah Eun ji

“Maafkan aku, soalnya kuemu ini sangat lezat bibi, sehingga aku tidak bisa berhenti memakannya” balas Eun ji yang masih saja makan

“Tapi kau harus menjaga sikapmu didepan calon suamimu nona Kim” ketika bibi mengatakan hal itu, Eun ji tiba – tiba saja tersedak. Lalu segeralah Chanyeol memberikannya segelas air minum. Setelah merasa baikan Eun ji malah menunjukan ekspresi terkejutnya pada bibi.

“Pria itu hanyalah pacarku bibi” sembur Eun ji

“Baiklah terserah padamu saja, tapi aku sangat setuju jika kau menikah dengan tuan Park, dengan begitu kau bisa berubah” sembur balik bibi

“Bibi bicara apa ?, aku ini masih ingin menjadi seorang gadis bukan seorang istri” ucap Eun ji. Karena merasa geram dengan sikap Eun ji, bibi tiba – tiba saja memukul kepala gadis itu.

Tak …

“Kau tidak boleh bicara seperti itu, bukan begitu tuan Park” bibi langsung terseyum kepada Chanyeol. Namun berbeda dengan Eun ji, gadis itu terus saja mengelus – ekus kepalanya akibat pukulan dari bibi. Melihat hal itu Chanyeol hanya bisa terseyum kepada istrinya, begitu juga dengan Eun ji. Ia dengan senang hati membalas seyuman suaminya.

Tidak disangka tiba – tiba saja jantung Eun ji kembali berdetak dengan kencang, namun kali ini detakannya berbeda dengan yang biasanya. Dan hal yang tidak terduga terjadi, disaat bibi meninggalkan mereka berdua diruang tengah. Chanyeol terus saja memandangi wajah istrinya, bahkan sesekali pria itu tersenyum kecil. Melihat hal itu tiba – tiba saja Eun ji menjadi cegukan, namun hal itu malah membuat Chanyeol tertawa.

“Hahaha … kau kenapa nona Kim ?” tanya Chanyeol

“Hik … hik … aku juga tidak hik … tau” sahut Eun ji yang masih saja cegukan

“Sudahlah mungkin saja kau cegukan karena terlalu banyak makan, lebih baik sekarang kau minum air saja” pria itu langsung mengambilkan istrinya segelas air dan segera memberikannya. Namun Eun ji menolaknya, ia tau jika cegukan itu bukanlah cegukan biasa.

“Aku rasa hik …, aku akan segera baikan setelah beberapa jam kemudian”

“Baiklah terserah padamu saja”

Tidak lama kemudian bibi datang menghampiri mereka, rupanya wanita itu membawa sekotak kue untuk diberikan kepada Eun ji dan Chanyeol. Dengan senang hati kedua pasangan itu menerima kue pemberian bibi. Setelah itu bibi mengajak kedua orang itu untuk minum teh bersama sembari bercerita, ketika air teh itu tertuang dicangkir Eun ji. Ia langsung meminumnya, walaupun rasa panas menyelimuti lidahnya. Eun ji tetap terlihat sangat menikmati teh itu, namun berbeda dengan suaminya. Pria itu sangat santai sekali, dengan meniup – niupkan teh itu terlebih dahulu, rasa panas tidak menghampirinya melainkan rasa hangat yang nikmat.

Saat tengah asyik menikmati hangatnya secangkir teh hijau, tiba – tiba saja bibi berkata hal aneh.

“Kira – kira nanti kalian ingin punya anak berapa ?” tanya bibi

Mendengar ucapan bibinya, Eun ji yang tengah minum tiba – tiba menyeburkan teh itu dari dalam mulutnya. Ia benar – benar terkejut dengan apa yang telah bibinya katakan, namun berbeda dengan Chanyeol. Pria itu lebih memilih menjawab pertanyaan bibinya.

“Mungkin dua atau tiga anak, tapi aku juga tidak tau itu semua terserah pada Eun ji-ya saja” balas Chanyeol

“Kau benar, tapi terlebih dahulu kalian harus segera menikah” ujar bibi

“Bibi dengan oppa bicara apa sih ?, sudahlah kita jangan pikirkan hal itu” ucap Eun ji ang terlihat marah

“Kim eun ji, kau sudah dewasa dan lebih baik jika kau cepat menikah” balas bibi

“Bibi tenang saja, aku dan Eun ji-ya pasti akan segera menikah” sahut Chanyeol. Medengar perkataan pria itu, Eun ji menjadi semakin kesal. Bahkan ia ingin memukul wajah suaminya, namun Eun ji harus bisa mengontrol amarahnya didepan bibinya. Setelah mereka berbincang – bincang, Chanyeol dan Eun ji langsung berpamitan pada bibinya dan segera pulang kerumah.

Sesampainya dirumah mereka dikejutkan dengan kehadiran Min ho disana, melihat hal itu membuat Chanyeol menjadi kesal. Namun ia tidak bisa bertindak kasar lagi, karena pria itu sudah berjanji pada istrinya untuk tidak pernah melakukan hal itu. Eun ji hanya terseyum kecil melihat temannya, perlahan gadis itu mendekat kearah Min ho yang tengah berdiri didepan rumahnya.

“Ada apa kau kesini ?” tanya Eun ji

“Seharusnya aku yang bertanya padamu, sedang apa kau dirumah pria itu ?” sahut Min ho

“Aku hanya ingin berkunjung kerumah pacarku saja, tapi apa ada hal yang penting sehingga kau datang kesini ?”

“Tidak ada, hanya saja aku khawatir padamu, sejak tadi malam aku tidak bisa tidur karena terus memikirkanmu”

“Sudahlah kau jangan memikirkanku terus, aku baik – baik saja”

“Baiklah, tapi kau seharusnya menghubungiku tadi pagi”

“Maaf aku tidak ingat”

“tidak apa”

Melihat Eun ji yang tengah asyik mengobrol dengan Min ho, membuat Chanyeol menjadi jenuh. Pria itu penasaran apa yang tengah mereka bicarakan saat ini, perlahan pria itu mendekat kearah Eun ji dan Min ho. Namun saat ia berada tepat disamping istrinya, Min ho langsung menatap sinis kearahnya. Chanyeol hanya terseyum kecil saja untuk membalas tatapan itu, karena sudah merasa tidak nyaman dengan keberadaan Min ho, tanpa pikir panjang Chanyeol langsung menuyuruh pria itu untuk pergi dari rumahnya.

Eun ji hanya diam saja ketika suaminya bertindak seperti itu, gadis itu tidak tau apa yang harus ia lakukan, karena begitu Chanyeol menyuruh Min ho pergi persaaannya menjadi sangat senang. Lalu pergilah Min ho dari rumah itu, seketika Chanyeol langsung tersenyum pada istrinya. Ia terlihat sangat bahagia, karena ketika Min ho pergi istrinya sama sekali tidak berkutik apapun.

Tidak disangka tiba – tiba saja Chanyeol merangkul bahu istrinya, karena merasa tidak nyaman Eun ji langsung berlari masuk kedalam rumahnya sehingga ia bisa terbebas dari rangkulan suaminya. Chanyeol hanya terseyum kecil melihat hal itu, tidak tau kenapa perasaannya sangat senang sekali.

_*_

Ketika matahari terbenam dan langit mulai gelap, terlihat seorang gadis tengah berjalan dipinggir trotoar. Ia terlihat sangat sibuk memainkan ponselnya bahkan karena terlalu memusatkan perhatiannya pada ponsel itu, Yeri sampai tidak memperhatikan orang – orang disekitarnya. Karena hal itu juga menyebabkan ia harus bertabrakan dengan seorang pria.

Ponselnya langsung terjatuh ketanah ketika insiden itu terjadi, lalu segeralah Yeri mengambil benda itu. Saat ia menegakka tubuhnya, gadis itu langsung terkejut melihat Sehun yang tengah berada dihadapannya. Ia sama sekali tidak bisa berkata apapun, namun Sehun tiba – tiba saja mengucapkan sebuah kata – kata yang buruk.

“Kau seharusnya jangan terlalu sibuk dengan ponselmu, perhatikanlah orang – orang disekitarmu” ucap Sehun

“Maafkan aku, tadi aku sedang bermain game” balas Yeri sambil memandang Sehun.

“Aku tidak peduli dengan hal itu, sebaiknya kau cepat pergi dari hadapanku”

“Kenapa kau bersikap kasar padaku, akukan tidak sengaja melakukan hal itu padamu”

“Jika kau tidak pergi dari hadapanku, lebih baik aku yang pergi” pria itu langsung berjalan menjauh dari Yeri, namun tiba – tiba saja gadis itu menangis sambil memanggil – manggil nama pria itu.

“Hiks … hiks oppa jangan pergi, memangnya apa salahku padamu sehingga kau sangat membenciku ?” teriak Yeri

Mendengar perkataan itu, Sehun langsung berbalik menuju Yeri. Seketika semua orang memperhatikan mereka, namun hal itu tidak membuat Yeri berhenti menangis.

“Sudahlah kau jangan menangis, kau tidak lihat semua orang memperhatikan kita” ucap Sehun sambil mencoba menenangkan Yeri.

“Kenapa kau sangat bersikap kasar padaku, padahal aku hanya ingin dekat denganmu”

“Kita tidak saling kenal, jadi jangan berharap kau dan aku bisa dekat, dan jangan pernah memanggilku dengan sebutan oppa”

“Kau memang pria aneh, kau tidak punya perasaan”

“Baiklah sekarang apa maumu ?”

“Katakan siapa namamu, dimana kau tinggal, dan berikan aku nomor ponselmu”

“Haruskah aku memberitau semua itu ?”

Pria itu tidak bisa berbuat apapun, karena begitu ia berkata seperti itu. Yeri kembali menangis lagi, karena tidak ada pilihan Sehun harus memberitau tentang identitasnya. Yeri langsung terseyum ketika Sehun mengabulkan keinginannya, namun tidak dengan pria itu. Karena merasa kesal dengan sikap Yeri yang tidak sopan, Sehun lebih memilih untuk segera pergi menjauh dari gadis muda itu.

Sepanjang perjalanan Yeri terus saja tertawa riah, bahkan sesekali ia bernyanyi untuk melampiaskan rasa bahagianya. Ketika sampai diApartemen, ia dikejutkan dengan kehadiran Junior disana. Pria itu langsung menoleh kearah Yeri ketika gadis itu menyebut namanya. Perlahan ia berjalan mendekat menuju Yeri yang tengah berdiri dibelakangnya.

Tiba – tiba saja Junior tersenyum pada gadis itu ketika tepat berada dihadapannya, namun Yeri terlihat tidak senang dengan kehadiran Junior didalam Apartemenya.

“Apa yang kalu lakukan disini ?” tanya Yeri sinis

“Aku hanya ingin bertemu denganmu, lagipula malam ini aku akan tinggal disini” sahut junior yang terus saja memandang Yeri.

“Kau jangan bodoh, sudah kubilang ini Apartemenku, jadi sebaiknya kau pergi dari sini atau aku akan segera menghubungi petugas keamanan”

“Hubungi saja, lagipula aku juga tidak takut pada mereka. Jadi kau jangan pernah mengatakan hal itu lagi padaku, baiklah aku sangat mengantuk jadi biarkan kamarmu aku pakai untuk tidur” Junior langsung berjalan menuju kamar gadis itu. Karena kesal Yeri langsung menarik tangan pria itu. Tidak disangka begitu tangannya ditarik, Junior malah menarik kembali tangan Yeri sehingga gadis itu jatuh kedalam pelukannya.

Mereka terus saja saling bertatapan satu sama lain, bahkan Junior terseyum kecil ketika Yeri memandangnya.

“Kau ternyata begitu cantik” ucap Junior

“Cepat lepaskan aku, kalau tidak aku akan memukulmu” balas Yeri. Mendengar perkataan gadis itu, Junior dengan senang hati langsung melepaskannya. Gadis itu terlihat sangat canggung, bahkan tubuhnya mulai berkeringat dingin. Karena takut hal itu akan terjadi lagi, Yeri memutuskan untuk mengizinkan Junior menginap diApartemennya. Namun sebelum hal itu terjadi, ternyata Yeri memberikan beberapa syarat yang harus dipatuhi oleh Junior. Salah satu diantaranya adalah jangan pernah menyentuh barang – barang yang ada didalam tempat itu. Junior merasa sedikit heran dengan syarat – syarat yang diberikan oleh gadis itu, padahal semua barang – barang yang ada didalam Apartemen itu adalah milik hyungnya. Namun tidak ada yang  bisa ia perbuat selain mematuhi perintah Yeri.

Karena Junior telah menempati kamarnya, tidak ada pilihan lagi bagi Yeri selain harus menggunakan kamar milik eonnienya. Suasana sejuk meliputi ruangan itu, sehingga Yeri bisa merasa nyaman menempatinya. Saat tengah berbaring ditempat tidur, tiba – tiba Junior mengetuk pintu kamar gadis itu. Seketika Yeri merasa malas untuk bangun dari tempat tidurnya, namun karena ketukan itu semakin lama semakin keras, Yeri terpaksa harus bangun dari tidurnya.

Ketika pintu itu terbuka terlihat Junior yang tengah berdiri dihadapannya sambil membawa sebuah piring ditangannya. Yeri sedikit bingung ketika melihat hal itu, namun tiba – tiba saja gadis itu tertawa terbahak – bahak.

“Hahaha … ada apa kau kesini ?” tanya Yeri

“Apakah kau bisa memasak ?” sahut Junior

“Iya aku bisa, memangnya kenapa ?”

Tiba – tiba saja Junior memberikan piring itu kepada Yeri

“Aku ingin kau membuatkanku sebuah makanan yang lezat, sejak tadi aku belum makan”

“Kau kira aku pembantumu, buat saja sendiri” Yeri langsung mengembalikan piring itu kepada Junior. Namun karena pria itu memiliki seribu cara untuk membujuk Yeri, akhirnya gadis itu bersedia untuk membuatkan makanan baginya. Terlihat diraut wajah Yeri yang sedikit jengkel, ia sebenarnya tidak ingin melakukan hal itu namun keadaan yang memaksanya. Jika Junior bukanlah adik dari kekasih eonnienya, Yeri tidak akan pernah mau melayani permintaan pria itu.

Setelah masakannya sudah siap, gadis itu langsung menyajikannya pada Junior. Dengan segera pria itu memakan makanan itu, namun disisi lain terlihat Yeri yang terus saja memandang sinis kearah pria itu. Bahkan ia tidak segan untuk mengucapkan beberapa kata – kata yang cukup menyakitkan bila dirasakan.

“Kau seperti seorang pengemis, jika bukan karena aku kasihan padamu, aku tidak akan membiarkan kau menyentuh makanan itu” ucap Yeri. Namun Junior hanya terseyum ketika ia mengatakan hal itu. karena merasa sedikit kesal, Yeri kembali mengeluarkan kata – kata yang pedas.

“Seharusnya kau sadar siapa dirimu sebenarnya, ohh .. atau jangan – jangan kau selalu bersikap seperti ini kepada hyungmu. Sungguh disayangkan jika oppa memiliki adik sepertimu, karena kau tidaklah berguna baginya”

Mendengar perkataan itu Junior hanya bisa membalasnya dengan seyuman saja, namun semakin lama ucapan Yeri semakin keterlaluan. Sehingga menyebabkan Junior harus menanggapi perkataan itu.

“Aku rasa kau harus bertanya pada eonniemu bagaimana sudut pandangnya padamu, jangan biarkan gadis itu berfikir jika kau tidaklah penting baginya”

“Bagi eonnieku, aku adalah separuh jiwanya. Bahkan dia pernah bilang padaku jika dia  tidak bisa hidup tanpaku, jadi kau jangan asal berbicara”

“Benarkah ?, wahhh … sangat mengagumkan” pria itu hanya berkata singkat, lalu pergilah ia meninggalkan Yeri yang terlihat kebingungan.

Sepanjang malam Junior terus saja memandang kearah foto Yeri yang tepat terletak diatas meja. Bahkan sesekali ia terseyum kecil melihat ekspresi gadis itu didalam foto, namun pria itu tidak tau kenapa ia bisa terseyum tiba – tiba. Muncul perasaan aneh didalam hatinya, bahkan pikirannya terus saja tertuju pada Yeri. Meski ia tau jika gadis itu sangat membencinya, Junior tetap tidak akan pernah mempunya rasa benci pada Yeri. Karena ia merasa jika gadis itu yang akan merubah dirinya.

Namun berbeda dengan Yeri, jika Junior terus saja memikirkannya. Gadis itu lebih memilih membayangka Sehun didalam pikirannya, bahkan ia terus saja berharap bisa bermimpi bertemu dengan pria tampan itu. walaupun ia tau jika Sehun sangat membencinya.

_

Dipagi harinya Yeri langsung bersiap – siap untuk pergi kesekolah, namun ketika ia hendak memakai sepatu diruang tengah, tiba – tiba saja bel apartemennya berbunyi. Lalu segeralah ia berjalan menuju pintu Apartemennya, ketika pintu itu terbuka, terlihat seorang pria tengah berdiri dihadapannya sambil membawa bunga.

Tidak disangka pria itu adalah Min ho, Yeri sedikit terkejut melihat kehadiran teman lamanya. Namun perasaanya sedikit senang ketika ia melihat jika Min ho membawa sebuah bungah ditangannya.

“Apakah bunga itu untukku ?” tanya Yeri yang terus saja memandang bunga itu

“Nde, tapi bukan untukmu melainkan untuk Eun ji-ya” sahut Min ho

“Eonnie tidak ada dirumah, mungkin dia ada dirumah temannya” Yeri berkata sedikit sinis kepada pria itu.

“Dirumah temannya yang mana ?, kau jangan bohong padaku”

“Aku tidak bohong, kalau kau tidak percaya silahkan kau lihat sendiri”

“Tidak perlu, aku tidak ingin berada lama – lama didekatmu”

“Wae, atau karena kau sebenarnya ingin membuatku cemburu”

“Terserah kau saja, yang penting aku tidak pernah berharap pagi ini aku bisa bertemu denganmu”

“Kau memang jahat, bertahun – tahun aku menunggumu datang Kekorea, namun inikah yang aku dapat dari usahaku”

“Kau tidak perlu menungguku, karena hatiku untuk eonniemu saja”

Yeri terlihat marah ketika Min ho mengatakan hal itu, semakin lama pertengkaran itu semakin memanas. Tidak disangka saat hal itu terjadi, Junior tengah mengambil air minum. Karena mendengar keributan dari arah luar, ia segera pergi menuju sumber keributan itu. Junior langsung terkejut melihat Yeri tengah bertengkar dengan seorang pria asing, namun yang lebih membuatnya terkejut adalah ketika ia baru menyadari bahwa pria asing itu adalah pria yang pernah memukuli wajahnya. Tanpa pikir panjang Junior langsung menghampiri mereka.

“Ada apa ini ?” tanya Junior tiba – tiba

“Bukan apa – apa, hanya urusan diantara teman lama” sahut Yeri sambil melirik Min ho

“Lalu kenapa kau ada disini ?” tanya Junior pada Min ho

“Bukan urusanmu, seharusnya aku yang bertanya padamu sedang apa kau disini ?” sahut Min ho sinis

“Aku rasa kau tidak perlu tau hal itu, dan lebih baik kau cepat pergi dari hadapanku” erang Junior

“Aku juga sebenarnya ingin pergi sejak dari tadi, hanya saja gadis ini terus saja menghalangiku” pria itu langsung menatap Yeri dengan sangat sinis. Namun ternyata hal itu membuat Junior marah.

“Kau jangan asal bicara, dan jika kau tidak ingin mendapat luka diwajahmu cepatlah pergi” ucap Junior yang langsung mendorong pria itu. Melihat tindakan Junior, Yeri langsung memarahinya.

“Apa yang telah kau lakukan, seharusnya kau tidak perlu mendorongnya” balas Yeri

“Sudahlah Yeri –ya, kau tidak perlu membelaku, seharusnya kau pikirkan bagaimana reaksi eonniemu jika dia tau bahwa adiknya telah tinggal bersama dengan seorang pria asing” pria itu segera pergi meninggalkan Yeri. karena merasa sangat sedih dengan ucapan Min ho, gadis itu langsung berlari masuk kedalam kamarnya.

Terdengar suara rintihan dari dalam kamar Yeri yang membuat seorang pria menjadi penasaran. Junior mencoba untuk mengetuk pintu kamar gadis itu, namun tidak ada respon apapun dari Yeri. Segala cara sudah ia coba untuk membujuk gadis itu, tapi tetap saja Yeri menolak untuk membuka pintu kamarnya. Akhirnya Junior memutuskan untuk pergi meninggalkan gadis itu.

_*_

Ketika pulang dari Kampus, Eun ji dan Joy berniat untuk makan siang bersama diRestoran Mie Ramen. Setibanya disana mereka segera duduk disala satu meja yang kosong ditempat itu, sambil menunggu pesanannya datang, Eun ji dan Joy saling bercerita satu sama lain.

“Kim eun ji, kau tau tidak jika Bam bam –ah sekarang bekerja diRestoran” ucap Joy

“Benarkah, aku tidak tau tentang hal itu, memangnya kau tau darimana ?” tanya Eun ji

“Waktu itu aku melihatnya sedang membuang sampah, setelah itu dia masuk kedalam Restoran”

“Aku rasa oppa juga tidak tau tentang hal ini, baiklah aku mohon padamu untuk mengawasi adik iparku”

“Bagaimana caranya, lagipula aku tidak begitu mengenalnya”

“Kau haru bekerja diRetoran itu juga, bukannya kau bisa memasak ?”

“Itu memang benar, tapi untuk apa aku bekerja disana ?”

“Kau hanya perlu mengawasinya, aku mohon padamu tolong bantu aku”

Muncul diperasaan Joy untuk tidak menolak permintaan temannya, namun ia tega ketika melihat Eun ji sedih.

“Baiklah aku akan bekerja disana, tapi kau juga harus membantuku”

“Tentu saja” Eun ji langsung tersenyum kepada Joy

Setelah menunggu lama akhirnya Ramen itu datang juga, Eun ji langsung melahap habis makanan itu, sedanganka Joy terlihat santai saat memamakannya. Gadis itu terus saja memikirkan tentang permintaan Eun ji, padahal sebenarnya Joy sangat takut jika harus setiap hari bertemu dengan Bam bam. Karena ia tau jika pria itu sangat membenci dirinya, begitu juga dengannya.

Ketika sudah merasa kenyang, Eun ji dan Joy memilih untuk berjalan – jalan sebentar. Disaat mereka melewati sebuah toko buku, segerlah Eun ji mengajak temannya untuk masuk kedalam tempat itu. Rupanya gadis itu ingin membeli buku komik baru, Eun ji sengaja membelinya. Karena terkadang ia merasa bosan ketika berada dirumah, setelah membeli komik itu Eun ji langsung pulang kerumah.

_

Bersambung …

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s