When I Must be Married (Chapter 2A)

Poster I Must To Be Married Chapter 2.png

 

Title     : When I Must be Married (Chapter 2A)

Author : El Byun

Lenght : Chaptered

Genre  :

Romance, Comedy, Married Life, Mature

Rating : PG-17

Main Cast:

Baekhyun EXO | Song Hyohwa (OC)

Adittional Cast:

EXO member and etc

Summary:

Nasib kehidupan pernikahan kami selalu ditentukan oleh orang lain. Tapi perasaan yang kami miliki tidak bisa ditentukan oleh orang lain.

Disclaimer:

FF ini asli dari jerih payah pikiran author. Semua pemain EXO hanya milik orang yang bersangkutan. Disini mereka hanya dipinjam untuk berperan di dalam cerita. No plagiat! Lanjutan fanfic ini belum pernah dipost sebelumnya.

Annyeonghasseyo readers and silent readers!!

Maaf mengganggu kenyamanan Anda untuk membaca.

Sebelumnya, terima kasih untuk partisipasi kalian dalam fanfic debut saya menjadi author freelance di wordpress ini. Respon kalian sangat luar biasa, good readers.

Maaf author baru memperkenalkan diri setelah 2 postingan yang lalu. Untuk alur ceritanya suka nggak suka itu tergantung selera sih.

Btw, saya juga readers disini. Udah lama tertarik untuk mengirim fanfic, tapi terhambat karena kesibukan kegiatan perkuliahan. Dan maret lalu saya sudah fix pengangguran. Oke fine!! Haha..

Walaupun fanfic ini sudah jadi tapi masih perlu revisi ulang karena waktu itu memang masih belajar nulis ala-ala fanfic. Waktu revisi terbatas karena juga harus ngerjain laporan mamah.

Udah, daripada tambah bertele-tele. Kita lanjut saja ceritanya. Lets read!!

 “Scandal Of Jeju Island”

Author POV

Setelah program 3 hari selesai, para orang tua memutuskan untuk menambah waktu  honeymoon mereka menjadi 1 minggu. Dalam hal ini melibatkan seluruh anggota keluarga tak terkecuali member EXO lainnya dalam naungan SM Entertainment.

Mereka masih berkumpul di lobby apartemen untuk mempersiapkan keberangkatan mereka. Hyohwa dan Baekhyun yang merasa dipermainkan oleh orang tua mereka mengajukan protes.

“Mwo? Pulau jeju! Abojhi, bagaimana dengan jadwal manggung EXO dan kuliah hyo?” tanya Baekhyun resah. Dengan tangan dilipat Tuan Song menjawab dengan PD-nya, “Kau tenang saja, semua sudah diatur.”

Hyo yang dari tadi berdiri di sebelah Baekhyun mulai angkat bicara, “nde, appa! Kenapa appa memutuskan untuk pergi ke pulau jeju bersama? Bukannya appa tidak suka berekreasi? Aku tahu dari dulu itu appa paling sibuk, liburan keluarga saja tidak pernah.”

“Emmh.. (menggeram) Hyo! Memangnya appa salah kalau ingin mengajak kalian pergi, ini momen bagus karena anak pertama appa sudah dewasa dan menikah sekarang.” Jawab appa bangga.

Dari jauh datang seorang gadis dari arah belakang mereka berdiri, “eomma, appa, unni, oh.. oppa juga. Annyeong!” Sapa gadis itu.

“Ya Shimin akhirnya datang juga.” Sapa Tuan Song. Ternyata gadis itu adalah adik dari Hyohwa. Dia datang dengan wajah yang ceria dan penuh semangat.

Sedikit info, Shimin ini adalah adik yang tomboy dari keturunan keluarga Song. Pasalnya dia masih bersekolah di sekolah menengah atas di Busan dan harus menginap di asrama. Tapi mulai semester ini dia kembali ke rumah.

“Eoh, ada EXO Oppa lainnya juga? Annyeong hasimika!” sapa Shimin sambil menundukkan kepala 45 derajat. “Annyeong!” sapa balik member EXO bersamaan.

Shimin berlalu dan mendekati kakaknya, ia mencolek dan menabrakkan pundaknya untuk menggoda kakaknya “Unnie, apa PDKT-mu terasa bahagia?” tanya shimin yang membuat hyohwa gelagaban.

“Geurae, aku tahu pasti kau bahagia. Hehe..” lanjut shimin sambil seringai seperti menyembunyikan sesuatu.

“Ya, apa maksud tatapan dan senyummu itu?” hyohwa mulai curiga. Matanya redup memicing ke arah saudaranya.

“Aniyo, hanya lucu saja mengingat unnie me… oh ani..” shimin tidak melanjutkan kata-katanya.

‘huh, hampir saja keceplosan.’ Kata hati shimin.

“Ya.. aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu. Ayo mengaku!” tanya hyohwa paksa.

“Aniyo, kau selalu menuduhku.” Jawab shimin acuh.

“Sudah, jangan bertengkar. Ayo berangkat, nanti pesawatnya menunggu lama.” ajak Nyonya Song.

Mendengar hal itu, membuat para member EXO bingung. “nde? Bagaimana bisa? Bukankah biasanya kita yang di tinggal pesawat kalau menunggu lama?” tanya Suho sang leader heran.

“Kami kan menyewa pesawat pribadi. Tak mungkin grup EXO naik pesawat reguler, nanti akan  banyak fans yang mengganggu dan ricuh.” terang Tuan Byun menimpali.

Mereka, sebut saja member EXO-K (maaf untuk penggemar EXO-M, author hanya tidak ingin membuat cerita menjadi bertambah ruwet karena kebanyakan karakter) bersama seluruh keluarga Tn. Song termasuk shimin dan orang tua Baekhyun menaiki pesawat Songsong Force menuju pulau Jeju. Baekhyun berkumpul dengan anggota EXO lain, sedangkan Hyo sedang berbincang dengan kedua eommanya, sang appa asik mengobrol tentang hobi mereka, lain lagi dengan shimin yang sendirian memainkan laptop di ujung bangku belakang tapi terlihat nyengir-nyengir sendiri.

“Ya, menantuku. Bagaimana sikap baekhyun selama ini? Aku minta maaf kalau dia menyusahkanmu.” Kata Nyonya Byun dengan tampang memelas.

“Gwaenchana eomma, Baekhyun sangat baik. Bahkan sampai aku tak tahu sebegitu baiknya dia. Aku berterima kasih, karena kau benar-benar merestui pernikahan kami. Gomawo!” kata hyo ramah tapi juga menyimpan ekspresi tersembunyi. Yah mana mungkin pernikahan mereka baik jika masih banyak pertengkaran kekanak-kanakkan.

“Tapi… semalam dia benar-benar tidak merepotkanmu kan?” tanya Ny. Byun berbisik.

“NE?” teriak hyo kaget.

Seketika semua orang memandangi hyo dengan heran. “haha.. gwaenchana..” hyohwa mencairkan ketegangan yang terjadi akibat ulahnya.

Dengan setengah berbisik, hyohwa melampiaskan kegiatan kegalauan yang sedari tadi dia sembunyikan kepada eommanya. “jadi kalian semua melihatnya?? AARGGHH… pabo.. pabo.. dia tidak bilang kalau di ruang tengah juga dipasangi CCTV eomma! Eotteokhe?” tanya hyo sambil mengacak rambutnya kesal.

“Gwaenchana, kami mematikannya waktu itu. Jadi kami tak melihatnya keseluruhan.” Jawab Nyonya Song mengelus lengan anaknya.

“Eoh..” hyohwa mengendus lega. ‘awas nanti kau bacon, akan ku balas!’ kata hati hyohwa sambil mengepalkan tangannya.

Sesampainya di pulau Jeju, mereka berhamburan keluar menuju hotel dengan pemandangan pantai nan indah disana. Di hotel tepatnya di kamar Baek-Hyo tampak tegang kembali. Hyohwa melempar tasnya di kasur dengan kasar, sementara Baekhyun selesai meletakkan koper di samping lemari.

“Ya! Bacon jelek, aku ingin beri perhitungan padamu tentang semalam.” Kata Hyohwa dingin.

“Ya, apa kau masih belum puas eoh?” baekhyun malah menggoda istrinya dengan tersenyum lebar menampakkan eye smile andalannya lalu menaik turunkan alisnya.

“YAA, kau sudah gila eoh? Pertama, kau menjebakku. Kedua, kenapa kau tak bilang ada kamera disana? Eoh? Apa kau mau memanfaatkanku?” bentak Hyohwa tapi malah direspon lucu oleh Baekhyun.

“Ya, kau ini lucu sekali eoh?” ujar baekhyun sambil mencubit pipi Hyo gemas. Entah dari mana sekarang di tangan hyo sudah membawa pusaka andalannya yaitu BANTAL.

Brukk.. Brukk.. “YA.. YA.. hentikan!” ringis Baekhyun yang dipukuli Hyohwa membabi buta.

“Ya, jangan pergi! Awas kau ya!” teriak hyohwa karena baekhyun mencoba menghindar.

Baekhyun memilih pintu keluar untuk menghindar, bantal pun melayang di tubuhnya. Seketika ia melihat sekeliling banyak orang sedang memperhatikan eomma, appa, member EXO, bahkan turis asing ikut menyaksikan.

“Josseohamnida, kami mengganggu ketenangan Anda semua.” Ucap baekhyun sambil menunduk hormat dan malu.

“Ck, ini saja baru awal. Bagaimana dengan selanjutnya? Bisa perang korea lagi..” gumam appa Hyohwa.

“Wah, apa ini yang dinamakan pemanasan tapi bukannya malah capek sendiri ya lari-lari seperti itu? Pasangan yang aneh.” Gumam D.O polos. Yang lainnya hanya geleng-geleng kepala.

“YA!” baekhyun mendobrak pintu kamarnya yang tak dikunci.

“Kenapa balik lagi?” tanya Hyohwa geram.

“Hei, apa kau tidak tahu? Di luar banyak sekali yang memperhatikan. Apa kau tidak malu eoh?” bisik Baekhyun.

“Molla! (terserah)” jawab Hyohwa tak peduli.

Di pantai, mereka menghabiskan sore hari bermain air. Tampak Shimin mengenakan pakaian renang dan Hyohwa memakai bikini tapi masih dibalut kain pantai. Para ibu menyesuaikan dengan usia mereka dan para lelaki hanya memakai celana pendek untuk berjemur dan beberapa lainnya berselancar.

“Hyo, kenapa kau malah disini dan tidak bersama dengan suamimu eoh? Apa gunanya ibu bawakan kau bikini hanya untuk bersembunyi di belakang ibu?” tanya eomma Hyo prihatin.

“Aniyo, aku hanya merasa kurang PD.” Jawab Hyo malu dan risih dengan pakaian yang dikenakannya.

“Tidak eomma, unnie takut kissmarknya ketahuan!” teriak Shimin keras tidak jauh dari tempat mereka berjemur.

“YA!  Bagaimana kau bisa bicara begitu eoh?” tanya Hyo kesal, heran, dan mungkin curiga.

“Mwoya? Coba aku lihat!” paksa eomma baekhyun.

Dilihatnya dengan seduktif merinci seluruh tubuh Hyohwa untuk membuktikan tuduhan Shimin. Dan memang benar ada satu yang masih biru di perut atas Hyo, itu membuat eomma baekhyun merasa anaknya terlalu kasar pada Hyo.

“Awas saja anak itu. Huh!” gerutu eomma Baekhyun dengan wajah yang membara.

Hyohwa POV

Ah, bagaimana anak itu tahu tentang seperti itu. Dasar gadis mesum. Sudah lama aku tidak marah-marah padanya semenjak dia pindah ke asrama. Dan kali ini akan menjadi akhir dari hidupnya.

“Ya, shimin! Kau mengintip ya? Sini kau!!” aku mengejar anak tengik itu kesal meninggalkan kedua eommaku.

Aku mengejarnya di sepanjang pasir pantai putih ini. Angin yang kencang tidak menghalangiku untuk menyerah. Aku berlari sekuat tenaga, mungkin agak jauh dari keluargaku. Shimin berari begitu kencang karena dia juara lari di SMAnya. Merasa nafasku akan habis aku memutuskan untuk berhenti sejenak melepas lelahku dan mengatur nafasku kembali.

Aku menyerah, shimin sangat ahli menghilang padahal pantai ini begitu terbuka tapi sosoknya tidak muncul dihadapanku. “SHIMIN!! EODISEOYO??” teriakku memanggilnya tapi dia tak muncul juga.

Tiba-tiba ada seseorang dibelakang seperti sedang berbisik, aku ragu untuk membalikkan badan dan mereka berbicara.

“Hey, ada gadis tersesat disini. Benar bukan hyung?” tanyanya pada pria di sebelahnya yang lebih besar.

Sepertinya aku dalam masalah serius. Ini bukan liburan yang menyenangkan bila mereka disini.

“Siapa kau? Kenapa berani sendirian disini?” tanya pria yang bertubuh lebih besar.

“Naega? Aniyo.. ehm, maksudku.. aku sedang mencari yeodongsaengku.” Jawabku gelagaban. Daripada aku semakin bermasalah, aku berusaha untuk lari, hampir selangkah aku menapakkan kaki kedua namja itu memegang tanganku erat.

“Mau kemana?? Urusan kita belum selesai.” Tanyanya dengan tawa mengancam.

“Naega? Eh.. Sebaiknya aku kembali. Orang tuaku pasti mencariku.” Jawabku was-was. Tetapi orang-orang itu semakin menyeretku. Aku berusaha menahan langkahku dan memberontak tapi sepertinya usahaku sia-sia.

“UNNIE!!” aku mendengar suara adikku. Aku melengos ke sumber suara yang ku dengar. Tepat di balik gazebo pantai itu ia berdiri. Ia tak berani mendekat karena sendirian. Aku melihatnya dan mengkodekan bahwa nyawaku sedang dalam bahaya.

“Help me, please!” bisikku berteriak.

Aku lihat ekspresi wajah adikku sama kacaunya denganku. Mungkin dia menyesal telah membuatku bermain terlalu jauh sendirian.

“EOMMA.. APPA… BAEKHYUN OPPA… TOOOLLOOONNGG!!!” teriakku  sekencang-kencangnya. Karena teriakanku kedua orang itu merasa akan ketahuan, bukannya melarikan diri sendiri malah ikut membawaku pergi. Tubuhku terkoyak dan mengikuti arah mereka berlari.

“Ya, lepaskan aku dasar namja br**g**k!” aku memukul-mukul tangannya yang mencengkeram kuat di kedua pergelangan tanganku.

“Andwae! Kau harus ikut kami. Ada yang ingin bertemu denganmu.” Katanya dengan nafas lari. Ini membuatku semakin bingung, “memangnya siapa yang mau bertemu denganku eoh?” tanyaku penasaran.

Kami pun sampai pada suatu ruangan yang gelap. Seperti sebuah gudang penyimpanan. Aku berharap ini bukan adegan penculikan, perkosaan atau bahkan pembunuhan. Ya Tuhan. Kemana orang-orang itu. Oppa! Kenapa di saat seperti ini aku hanya memikirkan Baekhyun oppa? Padahal aku sedang kesal padanya.

“SURPRISE!!” Teriakan terkejut itu bersamaan dengan lampu yang menyala.

“Noona, selamat datang di Hyohwa fansclub. Fandom kami baru berdiri saat upacara pernikahanmu dengan Baekhyun. Selamat datang di keluarga EXO!” sapa leader mereka yang anggotanya kebanyakan laki-laki.

“Mwo, kenapa wanitanya sedikit sekali eoh?” tanyaku heran.

“Nde, ini karena fans EXO kebanyakan wanita. Sekarang fans hyohwa noona laki-laki. Adil bukan??” jawab  salah satu dari mereka.

“Neee? Aku kan sudah menikah dan aku juga bukan artis terkenal seperti EXO.” Jawabku ragu.

“Aniyo, noona juga salah satu artis papan atas seperti EXO. Buktinya, setelah upacara pernikahanmu banyak sekali produser yang ingin mengajakmu bermain drama bahkan ada juga yang menawarkan solo album. Kau tak tahu?” tanya sang leader.

“JINJA, aku tidak pernah mendengar berita itu.”aku bertanya karena tak tahu.

“Yah, noona. Kau kan selama menikah dengan baekhee diisolir dari dunia luar, aku dengar kalian belum kenal satu sama lain sebelum memutuskan menikah. Benar kan?” tuduh sang leader sok tahu.

“NE?” aku bingung setengah mati. Begini jadinya kalau terlalu dekat dengan orang yang sering muncul di televisi, yang sebenarnya rahasia menjadi tidak rahasia karena ke-KEPOan para fans fanatik. Buset dah! Kalau tahu gini kenapa ngebet banget pengen nikah sama orang kayak begitu yak?

Author POV

Tak lama kemudian terdengar gedoran pintu yang amat keras dan meneriaki nama Hyohwa.

DAR.. DAR.. DAAR.. “HYO.. HYOHWA!! KAU DISANA? TOLONG JANGAN SAKITI HYO..!”

Itu adalah teriakan Baekhyun. Kelihatannya dia sangat mengkhawatirkannya tapi sebenarnya dia cukup takut untuk menghadapi penjahat yang tidak ia ketahui bahwa penjahat itu adalah fans dari istrinya.

“Hyung, tolong bantu aku. Jeball..!!” rengek Baekhyun pada lengan Suho sang leader EXO.

“Aish.. kau ini. Istri sendiri tidak diselamatkan malah minta bantuan orang lain. Kau mau istrimu jadi istriku, Eoh? Sebenarnya boleh-boleh saja sih!” kata Suho menggoda baekhyun.

“Kau ini benar-benar keterlaluan hyung!” sanggah Baekhyun kesal.

Di sisi lain tampak para orang tua sedang asyik menikmati masing-masing gelas minuman kopi hangat sembari menunggu anaknya diselamatkan. *tega bener nih orang tua!*

Sedangkan Sehun tak sengaja menemukan file video di laptop shimin yang begitu membuatnya penasaran.

PLAY!

“wah.. ini benal-benal ketelaluant. Hyung thidhak mentnepathi djandjinya! Ini mastalah.! (baca: wah.. Ini benar-benar keterlaluan. Hyung tidak menepati janjinya! Ini masalah!) Gumam sehun dan seketika bolam lampu menyala, TING!

Sementara itu Suho dan Baekhyun telah mendapatkan Hyohwa kembali karena fans sudah selesai dengan urusannya. Dengan berakhirnya adegan culik-menculik tibalah penderitaan Baekhyun dengan segala omelan khas dari istrinya.

“OPPA! Kenapa kau tak menyelamatkanku eoh? Pokoknya aku minta kita tak usah bersama-sama lagi. Aku kesal!” kata Hyohwa sambil berjalan meninggalkan Baekhyun. “Hey..hey.. nanti kalau dimarahi appa bagaimana? Aku tak mau tanggungjawab ah!” balas Baekhyun santai. “Geurae??” teriak hyo nyolot dan mengiyakan pernyataannya dan pergi meninggalkan suaminya.

-malam hari-

Malam menjelang tidur, kamar EXO dikagetkan dengan kehadirian baekhyun yang datang membawa bantal dan selimutnya serta wajah yang kurang enak. “Mwo! Apa yang sedang kau lakukan disini? Kau diusir dari kamarmu sendiri?” tanya Kai penasaran. Baekhyun hanya mengangguk lemas.

“Ya, kau mau tidur dimana? Jangan denganku lagi, nanti aku kena efek pelampiasanmu!” tanya chanyeol sambil membekap mulutnya. “Yak, aku mau tidur di lantai saja merenungi  nasibku.” Jawab baekhyun lemas. Para member lainnya menjadi iba padanya, tapi tidak dengan sehun yang setengah kesal pada baekhyun.

_jam 23.00 kst_

Disaat semua telah terlelap dalam mimpi, mungkin tidak dengan baekhyun yang masih terusik karena tidak ketenangan hatinya. Tiba-tiba seseorang datang dan mengetuk pintu keras-keras.

TOK.. TOK.. TOK.. Kamar EXO digedor oleh seseorang dan baekhyun segera bangun membukakan pintu dengan terbirit-birit sedangkan member lainnya ikut terbangun karena suara bisingnya.

“Eomma?” tanya baekhyun kaget.

TBC…

Sudah tersenyum kah kalian readers?? Jika iya, jangan lupa like dan comment nya yah!! Terimakasih sudah berkunjung!!! Annyeonghaseyo…

 

 

 

 

Iklan

8 pemikiran pada “When I Must be Married (Chapter 2A)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Unforgettable Family (Chapter 4) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Unforgettable Family (Prologue) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] When I Must to be Married (Pre-Chapter 3) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s