[EXOFFI FREELANCE] Be With You (Chapter 1)

Be With You (Chapter 1)

Author: Sháo Xī

Length: Chaptered

Genre: Age manipulation, love, school life, drama

Rating: PG-15

Main Cast: Oh Sehun [EXO], Seo Nari [OC], Zhang Yixing [EXO]

Additional Cast: Byun Baekhyun [EXO], Im Yoona [SNSD]

Summary:

Rasanya sungguh menyakitkan saat ia tak ada bersamaku. Apa aku terlalu berlebihan kalau aku mengatakan aku membutuhkannya dan berharap ia tak pergi? Apakah terlihat aneh kalau kukatakan bahwa aku membutuhkannya untuk menjalani hidup?

Disclaimer:

Cerita ini hanya fiksi belaka. Ide murni milik Tuhan Yang Maha Esa dan penulis. Genre bisa berubah seiring berjalannya waktu. Penambahan tokoh bisa berubah di setiap chapter. Don’t be plagiat dan hargai karya penulis. Jangan lupa untuk meninggalkan komentar demi membangun karya yang lebih baik di kemudian hari.

☺☺ Happy Reading! ☺☺

.

.

.

Laki-laki yang baik. Ia sungguh ramah dan sopan.

.

.

.

Jam sekolah sudah berakhir sejak dua jam yang lalu, tapi tampaknya Nari masih setia menunggu busnya. Ya, ia mesti terlambat karena tugas kelompok tambahan yang dikerjakannya tadi. Nari tak masalah jika harus pulang lebih terlambat. Toh, hari ini tidak ada jadwal bimbingan belajar. Selain itu, ia suka sekali melihat kehidupan Seoul dari balik jendela bus, tentunya selain gedung tinggi.

Ponsel Nari yang sedari tadi ia genggam bergetar. Tulisan Oh Sehun terpampang di layar ponselnya, membuat ia tersenyum sesaat sebelum menjawab.

“Ada apa?”

Kau sudah pulang?

“Em. Aku sudah turun dari bus. Tak lama lagi sampai rumah, kok. Ada apa memangnya?”

Yah… padahal aku baru saja mau menjemputmu.

“Kenapa? Kau mau tebar pesona pada kawan-kawanku?”

Hahaha… kau ini. Cemburuan sekali. Aku hanya mau menjemputmu, tahu! Kami mau pergi makan di restoran dekat rumahmu. Kan, sekalian bisa aku antar kamunya.”

“Tak perlu mengantarku. Sudah mau sampai rumah soalnya. Lain kali lebih cepat, dong. Masa Om busnya lebih dulu? Katanya namamu Oh Sehun.”

Ah, gadis ini. Kau membuat harga diriku jatuh. Sudahlah, nanti aku telepon lagi, ya! Hati-hati di jalan. Langsung pulang dan jangan mampir ke mana-mana.

“Astaga, kau terdengar seperti ibuku. Baiklah, baiklah. Aku akan langsung pulang.”

Itu baru gadisku,” jeda sesaat, “Aku mencintaimu.

Nari tersenyum, “Aku juga. Dah!”

Nari tersenyum dan menatap puas teleponnya. Sebenarnya ia merasa bersalah pada Sehun karena sudah membohonginya. Tapi lagi-lagi, ia tak mau merepotkan kekasihnya itu. Nari tahu betapa sibuknya Sehun belakangan ini. Ia salah satu artis terkenal agensi besar Korea. Belum lagi ia bergabung dalam boy group bersama Chanyeol dan Kai, boy group yang akhir-akhir ini namanya melambung tinggi sejak hits pertama mereka. Mereka baru merilis repackage album kedua, membuat mereka lebih sibuk dari biasanya. Sebenarnya Nari ingin pulang bersamanya, tapi ia sungguh tak ingin Sehun terbebani dengannya.

Ah, mungkin ia belum cerita bagaimana bisa ia menjadi kekasih Oh Sehun.Tapi sudahlah, lupakan saja itu. Ia sampai sekarang masih belum bisa mengerti mengapa Sehun menjadikannya kekasih. Padahal, di agensinya, banyak tersebar gadis cantik yang berasal dari kalangan yang sama dengan Sehun. Mana mereka berdua beda lima tahun, lagi. Ah…. tapi kalau ini masalah cinta, semua penghalang akan dihadapi. Hal-hal seperti itu tak akan menjadi masalah yang berarti.

Nari menoleh ke kiri dan mendapati bus hijau yang sedari tadi ia tunggu sudah datang. Ia tersenyum senang, seolah-olah bus itu adalah hal yang paling penting dan sudah lama tak dilihatnya. Saat pintu bus terbuka, Nari langsung mengeluarkan kartunya. Setelah bunyi ‘bip’, Nari langsung mengambil bangku sendiri. Ia tak ingin ada orang lain di sampingnya saat ia sedang menatap kota dari bus.

.

.

Bus kembali berhenti di halte selanjutnya. Halte ini terletak di depan sebuah universitas swasta terkenal. Seorang pemuda dengan sweter biru dan celana jeans hitam masuk, disusul seorang wanita paruh baya. Di leher pemuda itu tergantung headphone putih. Kursi penumpang sudah penuh. Pemuda itu dengan segera memberi jalan pada wanita di belakangnya agar berjalan mendahului dirinya. Ia tersenyum sehingga lesung pipinya muncul, mempersilakan wanita tadi agar duduk. Wanita itu balas tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Nari melihat semua itu. Ia tersenyum dalam hati, merasa bersyukur bahwa masih ada pemuda dengan karakter seperti tadi. Pemuda tadi menaikkan headphone-nya sehingga menutup telinga dengan sempurna. Ia menatap jalanan dengan penuh minat, sama seperti yang Nari lakukan.

Nari melongokkan kepalanya sedikit ke depan. Halte tujuan sudah terlihat. Ia bermaksud menekan tombol berhenti, saat terdengar suara dari sebelah kirinya. Ah, pemuda tadi. Sepertinya mereka turun di tempat yang sama. Bus berhenti dan Nari beranjak dari duduknya. Pemuda tadi sudah duluan, setelah ia mengucapkan terima kasih kepada sang supir. Supir bus tersenyum dan balas mengatakan hati-hati pada pemuda tadi. Nari mengerutkan keningnya. Sepertinya pemuda tadi sudah mengenal baik sang supir. Nari langsung turun sebelum pintu bus tertutup atau supir bus yang marah karena ia lambat turun.

Senandung kecil keluar dari mulut Nari. Ia sedikit melompat sepanjang perjalanan pulang. Pemuda tadi sudah tak terlihat lagi. Mungkin jalur pulang mereka berbeda.

Suara pintu yang terbuka membuat Nari menoleh. Seseorang keluar dari minimarket dengan kantung belanjaan yang lumayan besar. Tidak, bukan itu yang membuat Nari berhenti. Tapi orang yang keluar itu yang membuatnya menghentikan langkah sejenak. Pemuda tadi.

Pemuda itu sepertinya tak menyadari kehadiran Nari karena ia langsung berjalan sambil sedikit bersenandung dengan headphone yang masih setia di telinganya. Nari mengedikkan bahunya. Merasa heran mengapa ia berhenti demi melihat pemuda tadi.

Pemuda itu berbelok ke kanan, tepatnya ke sebuah kedai buah. Nari mengerutkan keningnya. Ia kenal kedai buah ini. Ibunya suka menyuruhnya membeli buah di sini. Nari tak pernah tahu kalau Nyonya Han punya seorang anak laki-laki. Tapi…. bisa saja pemuda tadi hanya mampir membeli buah.

Nyonya Han keluar dari kedainya dan langsung tersenyum lebar saat melihat pemuda itu. Ia menepuk pundak pemuda itu akrab dan mereka mengobrol sedikit. Hal ini membuat Nari semakin yakin kalau pemuda tadi anak Nyonya Han. Tapi, bukannya wanita itu hanya memiliki anak perempuan? Belum lagi anak perempuannya tinggal jauh darinya.

Tunggu dulu. Kenapa sekarang malah ia yang bingung?

Merasa sudah menyia-nyiakan waktunya untuk berpikir yang tidak-tidak, Nari langsung mengambil langkah lebar. Belum lagi satu langkah, Nyonya Han memanggilnya.

“Nari-a! Kebetulan kau ada di sini!”

Nyonya Han berjalan mendekatinya sambil membawa bungkusan putih. Diserahkannya bungkusan itu pada Nari. Isinya buah kesemek.

“Ibumu tadi pesan ini. Katanya akan diambil setelah ia pulang kerja. Tapi ternyata kau pulang lebih dulu. Jadi kutitip padamu saja, ya!”

Nari mengangguk mengerti lalu tersenyum. “Tentu saja, Nyonya Han. Kau bisa menitipkannya padaku.”

Nyonya Han tersenyum senang lalu menepuk lengan Nari. “Ah, kau anak baik. Nah, ambillah. Kau kan, baru pulang sekolah, pasti sedikit lelah. Secuil buah persik bisa membuatmu segar kembali.”

“Ah, tidak perlu, Nyonya Han. Aku hanya mengantarkan ini pada ibuku sendiri. Kau tidak perlu memberikan apapun padaku.”

“Tak perlu sungkan! Ambil sajalah,” kata Nyonya Han sambil terkekeh. “Aku harus kembali ke dalam. Yixing pasti sedang membuat sesuatu.”

Setelah mengatakannya, Nyonya Han langsung masuk dan meninggalkan Nari yang kelihatan bingung. Siapa katanya tadi?

Merasa tak menemukan jawabannya, Nari langsung melanjutkan jalannya sambil kembali mengulang instuisinya. Pemuda tadi pasti anak Nyonya Han. Nari saja yang tidak tahu akan hal itu.

“Tapi ia lumayan ganteng,” kata Nari pelan sambil tersenyum kecil. Ia kemudian sadar sesuatu. “Astaga! Apa yang barusan kukatakan? Sadarlah, Seo Nari! Hanya Oh Sehun yang ganteng. Hanya Oh Sehun!”

Nari langsung berlari sambil berharap agar Sehun tak punya radar tentang hal yang barusan Nari katakan. Ah, semoga saja.

.

.

To be continue

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Be With You (Chapter 1)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s