[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Permen Rasa Kacang by ShanShoo

rBVaEFfEM_CABnkBAALCSWdlcyQ928

 

 

 

Permen Rasa Kacang

Dedicated for Baekhyun’s birthday

Baekhyun . Reyna . Bobby

childhood, comedy, friendship // ficlet // general

-o-

WordPress : ShanShoo || wattpad : @Ikhsaniaty

-o-

 

Di suatu sore, Baekhyun hendak pergi membeli jajanan di warung bibi Kim. Dia baru saja membuka pagar rumah, dan matanya mendapati adik perempuannya dan teman sebayanya sedang asyik bermain sepeda. Kadang, kedua bocah itu saling bertukar sepeda, lalu balapan, yang kalah harus membonceng yang menang; itu yang Baekhyun ketahui saat ia melihat Bobby membonceng Reyna dua kali putaran.

Sepeda yang Bobby kendarai kini berhenti tepat di depan Baekhyun. Dua bocah itu lantas tersenyum lebar.

“Kakak mau ke mana?” tanya Reyna sambil turun dari penyangga kaki di bagian belakang sepeda Bobby.

“Mau beli jajanan,” jawab Baekhyun santai.

“Mau ikut!” Reyna pasti akan ikut kalau tahu kakaknya akan pergi ke warung.

“Uangnya nggak cukup, Rey,” jawab Baekhyun lagi.

Reyna merengut sebal. “Tunggu! Reyna mau minta uangnya dulu ke mama.” Anak perempuan itu pun berlari kecil memasuki pekarangan rumahnya, beberapa detik setelahnya ia kembali dengan lembaran uang di genggamannya.

“Ayo, Kak!” ajak Reyna bersemangat.

“Eh, Rey, aku juga mau minta―”

“Nggak usah! Mama udah ngasih uang lebih buat kita berdua.” Reyna menyengir lebar, disusul cengiran yang sama di bibir Bobby, serta dengusan pelan dari Baekhyun.

Ketiga bocah itu mulai menyusuri jalan menuju warung bibi Kim yang tak jauh dari kediaman keluarga Byun. Tidak, sebenarnya, Reyna dan Bobby pergi ke sana menggunakan sepedanya, sementara Baekhyun hanya berjalan santai sambil berpikir kiranya makanan apa yang akan ia beli setibanya di sana.

Dan, ia sudah tahu akan membeli apa.

Reyna dan Bobby sampai lebih dulu. Mereka lalu memanggil bibi Kim agar sang pemilik warung datang untuk ‘melayani’ mereka. Tak lama, Baekhyun datang menyusul.

“Bibi, aku mau permen rasa kacang.” Baekhyun menunjuk stoples berbahan plastik yang ada di atas sebuah etalase kaca. Baekhyun tidak bisa menjangkaunya, jadilah bibi Kim yang mengambilkan sembari bertanya berapa permen yang Baekhyun inginkan. “Sepuluh,” jawab Baekhyun kemudian.

Selagi bibi Kim menghitung permennya, Baekhyun bertanya pada sang adik, “Rey, mau beli apa?”

Reyna memajukan bibir bawahnya, sementara matanya sibuk menjelajahi beragam macam mainan dan makanan yang dijual di sana. Bobby pun melakukan hal yang sama.

“Nggak tahu, Kak. Bingung.” Anak kecil itu menggaruk puncak kepalanya yang terasa gatal.

“Bobby?”

“Sama,” jawab Bobby enteng.

Baekhyun mendengus geli. “Nggak biasanya,” ucapnya keheranan.

Baekhyun telah mendapat permen rasa kacang di dalam plastik yang disodorkan bibi Kim. Begitu Baekhyun membayar, barulah Reyna dan Bobby menyuarakan keinginannya membeli dua bungkus keripik kentang rasa keju. Omong-omong, mereka berdua selalu membeli makanan yang sama, seperti tidak ada lagi pilihan makanan yang lain.

Reyna dan Bobby mengayuh sepedanya bersisian dengan langkah Baekhyun yang santai, sementara sebelah tangan mereka menggenggam kemasan keripik berukuran sedang.

“Kak Baek, permennya enak?” Reyna bertanya saat Baekhyun membuka bungkus pertama permen yang dibelinya.

Menoleh, Baekhyun mengangguk sambil menyesap permen di mulutnya. “Banget.”

“Reyna boleh minta?”

“Nggak.”

“Bobby juga mau!”

“Nggak!”

“Kak Baekhyun pelit!”

“Biarin!”

“Bilangin Mama, lho!”

“Eh?” Baekhyun berhenti melangkah, begitu juga dengan kedua bocah di sisi kanan-kirinya. “Nggak adil! Mainannya adu-aduin aja!”

“Biarin!” Reyna menengadahkan telapak tangan kanannya yang bebas. “Kalau nggak mau dibilangin, Reyna minta dua!”

“Aku juga!” Bobby ikut-ikutan menengadahkan tangannya.

Duh, Bobby kenapa sih, hari ini? pikir Baekhyun keheranan.

Mau tak mau, meski Baekhyun sebenarnya tak rela permen kesukaannya diminta oleh sang adik dan temannya, Baekhyun memberikannya kepada mereka masing-masing dua. Hingga tersisa lima permen lagi di kantung plastiknya.

Reyna membuka bungkus permennya, memasukkannya ke mulut lalu melebarkan pandangannya.

“Enak!” seru Reyna kegirangan.

“Kok, Bobby baru tahu, ya, ada permen seenak ini di warungnya bibi Kim?” tanya Bobby kemudian.

Baekhyun merengut kesal. “Udah! Jangan minta lagi!” katanya, ia hanya takut mereka meminta lagi―

“Kak Baekhyun, minta satu lagi, boleh?”

“Nggak!” teriak Baekhyun sambil berlari meninggalkan kedua bocah menyebalkan itu.

“Kak Baeeeek!” teriak Bobby heboh.

“Kaaaak! Aku bilangin mama kalau Kakak peliiiiit!” Reyna turut berteriak. Dua detik kemudian, mereka kembali mengayuh sepedanya untuk mengejar Baekhyun yang semakin menjauh.

Sesampainya di rumah ….

“Baek, jangan pelit sama adik sendiri. Ayo, kasih permennya!”

“Tapi, Ma―”

“Kamu kan, bisa beli lagi? Apa susahnya, coba?”

“….”

“Kak Baeeeek … Reyna minta dua, ya? Yang satu lagi buat Bobby.”

“….”

“Yeeee! Makasih, Kak Baek!”

 

 

 

-end

 

/pukpukin kakak baekhyun/ :’’

 

Huhuhu nggak kerasa ya mz, kamu makin dewasa aja, walau kadang-kadang mukamu mengkhianati umurmu :””

Selamat ulang tahun kesayangannya Isan :*

Cepet lamar aku, Baek. Bentar lagi aku wisuda, lho /ehe/

Oke, makasih buat kalian yang udah baca ff ini sampe akhir x)

 

Btw, ada yang punya adik macem Reyna juga? xD

Iklan

8 pemikiran pada “[BAEKHYUN BIRTHDAY PROJECT] Permen Rasa Kacang by ShanShoo

  1. Ping balik: [Ficlet] Permen Rasa Kacang (Bagian 2) by ShanShoo | EXO FanFiction Indonesia

  2. IH… DEMI APAAN… ISAAANN INI MANYIS-MANYIS FANFIKSINYAH… KUCULUCUK LOH. *ga nyante 😆😍

    Dari judulnya udah ketahuan manis sih ya. Permen Rasa Kacang. Eh wait!! Kok akunya agak dejavu ya? Keinget permen T1N6T1N6, yang diproduksi sama G@RUD4? Yang sekarang mungkin udah gak produksi atau udah gak beredar? Kamu sempet ngerasain nggak ya? *tanda kalo udah berumur :v
    DAN ITU ENAK!! 😂

    Tokoh si Baek ini menurutku baik hati banget. Kek kurang jahil gitu. Soalnya kan banyak seorang kakak itu jahilnya naudzubillah. Jadi mungkin pikirnya mereka, sekali dimarahin, kenapa ngga dibuat kacau sekalian? Misal bercanda sama si adik-adiknya sampe dua kucil itu nangis? Kalo di fiksi ini mungkin sepeda si adik-adiknya bisa dikempesin bannya, atau sepedanya di sangkutin di pohon? Kan tambah lucuk. *ketahuan korban aniaya seorang kakak :v
    Jadi di sini yang nguasain rumah udah jelas si dua kucil itu. :v

    Tapi … bagus kok udahan. Bagus bagus. Tulisanmu rapih, buat si pembaca pengen baca terus sampe akhir. Pemilihan katanya beragam kupikir, dan itu kata yang familiar, jadi dibacanya enak, ngalir gituh. Terus tingkatkan menulismu ya Isan. 😉

    Salam kasih,
    WhitePingu95 ❤

    • WAAAAAAA ADA KAK PINGU LAGI DI SINIIII >.<
      DUUUUH ANTARA MALU SAMA SENENG KALO LIAT KAKAK MUNCUL DI FF ISAN X)
      Wkwkwk Baekhyun itu tipikal kakak yang baik(?) xD jarang kali ya ada kakak yang pasrah(?) dijahilin sama adiknya kek gitu, biasanya kan suka sebaliknya xD
      waaah waaah boleh juga tuh kak idenya, sekali-sekali Baekhyun yang ngejahilin Reyna sama Bobby karna udah gak tahan sama kelakuan duo unyu-unyu itu :"D
      syukurlah kak kalo tulisanku sedikit mengalami peningkatan :") ini semua juga berkat kakak yang udah kasih kritik dan sarannya :"""""")
      makasih banyak kak Pingu ❤ :*

  3. Kakak. Aty rasa, aty juga pernah gitu deh 😀 , maklum, anak kecil. Aty rindu deh, masa2 saat aty kecil yang diabisin sama kakak dan yang lain. Tapi, untuk beberapa minggu lagi, cuma aty abisin sama rasa rindu buat kakak. Dan entah kenapa aty selalu nangis kalau mikirin kakak 😥 mungkin itu efek dari; kakak yang selalu bisa bikin aty ketawa, yang kemudian kakak pergi dengan jarak yang jauh dan waktu yang lama. I miss you 😥

    • kamu mah dulu emang gitu ty, sering banget bikin kakak kesel sekaligus ketawa xD untung sayang /tjieeee/
      huhu jangan nangis lagi yaaa, sekarang kan kakak udah pulang praktik, jadi bisa ketemu lagi xD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s