[EXOFFI FREELANCE] Everything has Changed (Chapter 2)

everything-has-changed

 

Title |Everything has Changed

Author|RHYK

Cast|               Oh Sehun

Xi Luhan

Kim Jisoo ‘BlackPink’ as Arial Ahn

Additional Cast| Hye Ri ‘Girls Day’

                                 DK ‘SVT’

                                 Yuju ‘G-Friend’

                                June ‘Ikon’

                                Jun ‘SVT’

Length|Chapter

Genre| AU – Romance –Sad –School life –Fluff –Friendship

Disclaimer| Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks! Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

POSTER| ARIN YESSY @ INDO FANFICTION ARTS –thanks for beautiful poster!

Autor Note’s| Sebagai pembaca yang baik tolong tinggalkan jejak atau like dari kalian yaa.. karena bagiku itu adalah motivasi dan feedback paling menyenangkan thank you^^ Hope you will like it!

Quotes| Karena.. semuanya telah berubah dan tak sama lagi.

Summary this Chapter| Ketika semuanya sudah menyangkut perasaan antara Lu Han dan Arial, itu semua menyebalkan

Previous Chapter| Unique Girl >>  Suck Feeling (now)

.

~2:Feeling Sucks~

Sehun mengernyit melihat Arial dan Lu Han yang sedang bersama,memang Arial selalu bersama dengan dirinya. Namun, melihat Arial ditatap dengan cara berbeda oleh Lu Han membuat Sehun merasa tak nyaman sama sekali walau ia adalah Hyung nya sekalipun.

‘Jangan Arial..’ Sehun berkata dalam hati, sementara Lu Han masih mendekatkan wajahnya ke wajah gadis yang paling menyebalkan di dunia menurut Sehun tentu setelah Hui Jin anak dari bibi Han, pembantu dirumah besar Sehun.

Sehun seakan terpaku dengan apa yang ia lihat, tak ada yang ia dapat Sehun lakukan selain berdehem keras-keras yang cukup memekakan kedua telinga insan itu, dan menyadari kehadiran seorang Oh Sehun yang seperti sedang menonton ‘Operet Sabun’ yang monoton.

“Ekhem!Ekhem!”

Sehun kembali berjalan setelah didetik sebelumnya ia merasakan kakinya membeku seperti dipaku, mungkin hantu sekolah yang melakukannya.Ia berjalan menaiki anak tangga, hingga ia sekarang berdiri satu tangga dibawah Arial dan Lu Han.

“Untuk apa kau keliaran disini?Ini sudah masuk jam kedua  belajar tambahan, jika alasanmu disini hanya untuk melihat sesosok mahluk ‘berhargaku’, aku tidak akan memaafkanmu.-“

“..tapi, aku-‘

‘…kau dihukum oleh Kang -saem?dan diminta untuk keluar dari jam mengajarnya?Itu juga aku tak maafkan, sekarang kau ikut aku kembali kekelas, dan Hyung bawa saja pulang mobilnya. Aku akan pulang dengan bus nanti..-‘

Lu Han hanya menatap adiknya heran, tak biasanya ia seperti ini, ia banyak berubah sejak terakhir kali mereka berjumpa, Apa tingkat tiga yang memuakkan bisa berpengaruh pada kepribadian seseorang?Sepertinya, tidak.

“…bersama Arial.” lanjut Sehun lagi seraya menarik gadis itu mendekat padanya, yang langsung ditolak oleh gadis bernama unik itu. “..kau pikir, aku akan membantumu karena kau sudah tingkat akhir?Tidak akan, dan jangan harap.Ayo, kembali kekelas!”

Sehun mengabaikan Lu Han, sebetulnya ia enggan untuk melakukan itu. Mengapa? pertama Lu Han adalah kakanya, kedua Lu Han adalah orang yang amat ia sayang dan hormati,ketiga mungkin saja Lu Han menyukai Arial, dan setidaknya ia harus membuat Arial menjadi gadis yang pantas untuk kakanya nanti ‘kan?.

Tapi, hal yang ketiga Sehun tak menyukainya, entah mengapa.Ketika semuanya sudah menyangkut perasaan antara Lu Han dan Arial, itu semua menyebalkan menurut Sehun.

Mereka berdua kembali kekelas, masih ada Kang -saem disana. Arial menahan langkahnya namun Sehun terus menariknya akhirnya mereka berdua masuk dengan sedikit dorongan, dan itu karena Arial yang terus saja menolak untuk kembali kekelas.

Sehun membungkukkan badannya dan melepaskan pegangan tangannya dengan Arial. “Maafkan aku karena terlambat masuk kekelasmu.” Kang-saem malah terkekeh dan menepuk pundak Sehun, sementara ia mendelik dan memutar matanya ketika ia melihat Arial dikelas, tepatnya dibelakang Sehun.

“Wali kelasmu sudah bilang padaku tadi, kau boleh duduk. Tapi, kau Arial, untuk apa kau kembali lagi?” tanya Kang -saem dengan nada menekan. Sehun belum kembali ketempat duduknya, ia masih berdiri dibelakang Kang -saem yang sedang berhadapan dengan Arial.

“Keluar sekarang!” Kang -saem ingin melemparkan penggaris kayunya kearah Arial,gadis itu sudah menutupi wajahnya dengan lengannya. Namun, Sehun segera menahannya. “Akan kupastikan kau bertanggung jawab atas ketidak lulusannya Arial nanti, dan akan ku laporkan hal ini pada pihak menteri pendidikan karena kau melakukan kekerasan selama jam mengajar berlangsung.” ujar Sehun dan kembali ketempat duduknya yang berada satu meja didepan Arial dan berada dibaris yang sama.

Wajah Kang -saem tampak ketakutan setelah ancaman Sehun, beberapa murid langsung berbisik tak jelas, sedangkan yang mejadi pusat perhatian hanya tertunduk lemas dan sorot matanya dengan ragu melihat Sehun yang masih sibuk menulis materi yang ada dipapan tulis. “Lihat apa?Aku maafkan kau kali ini, Arial. Kau boleh duduk.” kata Kang -saem dengan nada malas. Arial kembali berjalan menuju mejanya, melewati meja Sehun ia meletakkan sesuatu ditepi mejanya dan tak tahu apa Sehun menyadarinya atau tidak.

*

Everything

Has

Changed

*

Bel pulang berbunyi, pelajaran tambahan hari ini sudah berakhir diwaktu yang tepat menunjukkan pukul 20:30 malam. Arial membereskan bukunya, ia terdiam sejenak tampak berpikir tanpa sadar orang yang didepannya diam -diam tampak memerhatikannya walau hanya sesekali.

“Hey, Yoon Mi -ah.. hari apa sekarang?” tanya Arial pada teman sebangkunya itu. Belum sempat menjawab, sang ketua kelas menyahut. “Ahn Arial, Baek Min Soo, Hwang Moon Bin dan juga Kang Min Hyuk kalian jadwal piket hari ini. Jangan coba -coba kabur, atau kalian terkena denda bulanan nanti.”

“Tapi, Seok Min -ah  hari ini Min Hyuk tak masuk karena sakit bukan?”

“Aah, kau benar Yoon Mi aku melupakan itu. Ya sudah kalau begitu, sisanya saja yang piket.” kata Seok Min lagi dan ia berjalan kearah Arial  yang masih sibuk menepuk dahinya karena terus lupa dengan jadwal piketnya, dan pasti ia akan memiliki tagihan yang besar karena denda diakhir bulan nanti, pikirnya.

Sehun keluar dari kelas,meninggalkan Arial yang masih sibuk dikelas. “Arial, akan aku maafkan karena kau terus lupa pada kewajibanmu dikelas tapi hanya untuk kali ini. Kau tidak perlu bayar denda, biar aku yang membicarakannya pada Yoo Jung nanti.”

Arial melotot kaget mendengar perkataan Seok Min pasalnya ketua kelasnya ini sangat ketat mengenai masalah kelas dan juga pelanggaran, intinya Seok Min adalah lelaki yang terlalu normatif.

“Benarkah?Tapi, apa kau berlaku begitu padaku karena ada hal lain?Maksudku, menyangkut perasaan misal saja.” kata Arial sedikit ragu. Seok Min hanya menyengir lebar dan menaikkan bahunya. “Entahlah.Sampai jumpa besok.” ujar Seok Min dan menepuk bahu Arial pelan dan berjalan keluar kelas.

*

Everything

Has

Changed

*

“Hey, Moon Bin -ah.. bisakah aku bertanya sesuatu?” Arial bersuara, sejujurnya Arial tidaklah dekat dengan semua orang dikelas terkecuali Oh Sehun, lagi -lagi hanya lelaki itu yang selalu ada disampingnya entah sejak kapan, ia pun sudah lupa. Tapi, Sehun juga tidak terlalu akrab dengan dirinya, hanya saja selalu lelaki itu yang berada disisinya dalam keadaan apapun.

Eoh, katakan saja. Tapi, ku fikir kau hanya berbicara pada Sehun, atau apa.. lelaki itu yang melarangmu untuk bersosialisasi dengan orang lain?” sindir Moon Bin yang sedang mengangkat bangku dan meletakkannya diatas meja.

“Setiap orang pasti selalu sensitif jika masalah uang ‘kan?” tanya Arial dan masih melanjutkan mengepelnya. “Tentu saja, kau sudah tingkat akhir mengapa jadi bodoh sekali?Atau, tambah bodoh?” ledek Moon Bin yang kemudian diikuti tawanya yang meledak.  “Aku pintar saat sekolah dasar dulu,jangan sembarangan bicara ya.”

“Tentu -tentu aku mengerti, lagipula kau tidak bodoh hanya saja kau malas. Ada apa kau bertanya seperti itu?” baru saja ingin menjawab seseorang masuk kekelas dan membuat Moon Bin dan Arial terkejut. “Aah, kau Min Soo. Mengangetkan kami saja.” kata Moon Bin lalu mengambil tasnya.

Umm, Arial  sepertinya Sehun menunggumu dari tadi. Karena, ia masih berada dipintu keluar dan hanya sendirian disana. Apa Sehun tak memberi tahumu?”

Arial dan Moon Bin saling tukar pandang, ia segera merapihkan aktivitas mengepelnya, bahkan airnya belum sempat ia buang dan hanya meletakkannya di sudut kelas. Ia mengambil tasnya, dan segera pulang.

“Aku duluan, Oh ya kalian juga pulang seharusnya,gerbang sekolah akan segera dikunci. Dan, Moon Bin tolong bilang pada Seok Min aku akan bayar dendanya berapapun itu, aku tak mau gratisan.”

“Apa.. Seok Min menyukai Arial?” tanya Min Soo yang juga mengambil tasnya. “Itu urusan Seok Min bukan urusanku.”

*

Everything

Has

Changed

*

Arial berjalan menuju pintu keluar sekolah mereka, Sehun tampak masih berdiri disana persis seperti yang dibilang oleh Min Soo.

“Mengapa tak bilang kalau kau menungguku?” tanya Arial, sementara Sehun mulai berjalan meninggalkan Arial dibelakang, meski begitu Arial tetap mengejarnya dan mensejajarkan langkahnya dengan lelaki jangkung itu.

“Jangan salah paham, Lu Han Hyung yang meminta begitu.”

Arial hanya tersenyum kecut, Sehun melihat dari ekor matanya hanya terkekeh dalam hati ia pun merasa bahwa ekspresi Arial seperti itu sangat imut untuknya.

#Everything Has Changed#

“Selamat malam semua, maaf kami terlambat.” ujar Arial pada semua orang yang berada dikediaman keluarga Oh. Sehun hanya membungkukkan badannya sementara Arial langsung duduk dimeja makan tepat dihadapan Lu Han yang hanya tersenyum saat melihatnya.

“Dimana Sehun?Suruh dia untuk turun.–” pintanya pada seorang pelayan.

“..Dan, Arial bagaimana kabarmu?”tanya seorang lelaki paruh baya yang merupakan pemimpin dari Ohesang Company dan juga kepala keluarga dari dua keluarga kecilnya. Tapi, sejak Sehun berumur 10 tahun hanya ada seorang ibu yang ada dimeja makan itu. Tentu, ia tak hadir setiap waktu. Karena, kediaman pribadinya sendiri berada di China.

Wanita itu bernama

Shen Shiao Wen.

Ibu dari Luhan.

Istri kedua dari Tuan Oh Se Hwang.

Arial menyengir lebar, lalu mengangguk antusias. “Nde, baik sekali. Sebenarnya, setelah melihat Lu Han Oppa hari ini. Bahkan, ia rela untuk kesekolah hanya untuk melihatku–” pembicaraan Arial terhenti, ketika terdengar derap langkah seseorang menuruni tangga.

Itu Sehun.

Ia kemudian mengambil bangku disebelah Lu Han, dan duduk dengan tenang.

“Maaf, membuat kalian menunggu lama.” Sehun bersuara kemudian menundukkan kepala hormat pada tetua dihadapannya. Karena, Sehun dan Arial –lah yang paling muda diruangan ini diluar garis pelayan kediaman Oh.

Cha, mari kita mulai makan malamnya. Dan, aku ucapkan selamat atas kadatanganmu ke Korea, sayang.” mendengar ucapan Tuan Oh, nyonya Shiao hanya tersipu malu. Sementara, ketiga anak-anak itu hanya terdiam, tentu Arial berkespresi lebih heboh dari Lu Han dan Sehun.

“Kalian benar-benar manis–” ujarnya dalam bahasa Cina. Membuat Tuan Oh dan ibunya Lu Han hanya tertawa. Sementara kedua lelaki yang duduk dihadapan Arial memberikan ekspresi yang berbeda. Lu Han mengacungkan jari jempolnya, sementara Sehun hanya memasang muka datar dan memulai makannya.

“Silahkan nikmati makan malamnya.”

#Everything Has Changed#

Arial melihat siluet seseorang yang sedang berdiri dibalkon kediaman Tuan Oh. Tentu, Ia tahu tinggi itu mencirikan siapa.Ia Pun menghampiri sosok itu.

Sehun hanya menghela nafasnya panjang, kejadian disekolah tadi tak jua terhapus begitu mudahnya dari benak seorang Oh Sehun.

Itu sungguh mengganggunya.

“Sedang apa disini, Sehun -ah?” suara Arial memecah keheningan diluar malam yang akan panjang menurut Sehun. Ia hanya menoleh dan kembali melihat apa yang sebelumnya masuk kenetranya. Tepat, sebelum gadis pemecah suasana hatinya itu bersuara.

Arial

Bersambung..

 

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Everything has Changed (Chapter 2)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Everything Has Changed (Chapter 5) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] EVERYTHING HAS CHANGED: 4 (VALUE) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: Slice #7 – Everything has Changed; The end of Us – Ssstt!! This Fiction!

  4. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Everything has Changed (Chapter 3) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s