[EXOFFI FREELANCE] When My Loneliness Calls You (Chapter 2)

18216495_1971535986412624_719548388391396293_o.jpg

– When My Loneliness Calls You –

AUTHOR BigBoss

CAST Jo Hayeon | Park Chanyeol | Kim Jongin ( Kai ) | Nam Hani | Kim Daehee

GENRE Romance | Friendship | AU | Drama | Angst | Hurt

RATING PG – 20

LENGTH Chaptered

SUMMARY Jo Hayeon – orang yang selalu merasa kesepian dan bertanya tanya tentang apa itu cinta, bagaimana itu cinta, bagaimanakah perasaan seseorang yang saling mencintai? apa cinta itu seperti melihat pria tampan ? ataukah cinta hanya sebatas rasa yang tidak bisa digambarkan secara nyata? tapi yang gadis itu tahu cinta hanyalah sebuah kata untuk sekedar berciuman dan tidur bersama. apa kau sendiri tahu apa itu cinta?

DISCLAIMER cerita ini hanyalah sebuah fiksi yang mendadak muncul dalam pemikiran oe. Untuk hiburan diwaktu senggang, and I hope you like this story guys.

 

 

 

EP.2

Pagi-pagi sekali Hayeon sudah bersiap untuk pergi bekerja di Sebuah departemen store sebagai sales make up. Setiap harinya ia harus tersenyum pada pelanggan saat menawarkan produk make up nya agar pelanggan itu tertarik untuk membeli “ jika ini dioleskan pada bibir maka warnanya bisa bertahan selama 24 jam “

 

“ Benarkah “ salah seorang pelanggan yang datang mencoba lipstik yang ditawarkan oleh Hayeon “ warnanya bagus, aku ambil ini “

 

Hayeon berjalan untuk mengambil lipstik yang baru untuk pelanggan itu, tapi pelanggan itu malah memintanya berhenti dan berbalik “Maaf apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya si pelanggan membuat Hayeon bingung.

 

█ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣  █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌

 

“ wah! jadi kau benar-benar Hayeon! senang sekali aku bisa bertemu denganmu disini” berkali – kali pelanggan yang tadi memeluknya – yang baru Hayeon ingat kalau pelanggan itu, dulu adalah teman Hayeon saat di Sekolah Menengah – Kim Dae Hee – Wanita itu melepas pelukannya, sesaat Hayeon menangkap mata Daehee yang menatapnya dengan tatapan meremehkan. Hayeon ingat betul Bagaimana sikap Daehee, Hayeon pikir wanita itu sudah berubah saat dewasa, tapi ternyata tidak.

 

“ Kau masih begini saja “

 

“ Maaf?”

 

“ kau tahu kan, dulu aku tidak punya apa-apa, tapi setelah menikah dengan Cho Taewoo “

 

Cho Tae Woo pria kaya raya yang hampir memasuki umur 50 tahun yang baru satu bulan lalu menikah dengan Daehee yang baru berumur 25 tahun. “ aku menjadi sangat kaya, Kenapa kau tidak mengikuti jejakku saja? dengan begitu Kau tidak perlu repot-repot bekerja seperti ini “ lanjut Daehee.

 

Siapa wanita di dunia ini yang tidak ingin menikah, hanya saja ini bukan waktu yang tepat bagi Hayeon untuk melakukannya. Ia tidak mungkin menjual dirinya sendiri, seperti apa yang dilakukan Daehee. Hanya demi setumpuk emas yang saat mati pun kau tidak akan bisa membawanya. Tapi yang paling penting, bagimana bisa Hayeon menikahi seseorang yang tidak dicintainya hanya demi selembar uang.

 

“ aku tidak mungkin melakukannya, Meskipun aku sangat menyukai uang aku tidak mungkin menjual tubuhku sepertimu, terutama menikahi seseorang yang tidak kusukai hanya demi selembar uang “

 

“ membosankan “ keluh Daehee mulai tak menyukai arah pembicaraan ini. “ Baiklah aku pergi, lain kali aku akan mendatang mengunjungimu “ Hayan hanya mengangguk sambil Melambai pada Daehee yang berjalan pergi dengan dikawal beberapa orang yang berjalan lebih dulu di depan. Bukankah hidupnya sangat mudah, Hayeon sendiri juga ingin seperti itu. tapi nuraninya selalu melarangnya.

 

Ketika gadis itu memalingkan wajahnya tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan seseorang yang diam – diam tengah menguping pembicaraanya dengan Daehee tadi. Merasa ketahuan orang itu cepat-cepat berpaling dan pergi.

 

█ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣  █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌

 

Kai membuka dua buah kancing atas kemejanya karena merasa gerah setelah setengah bekerja. Ia mengambil sebuah buku di dalam lokernya, buku itu sebagai pengganti kipas untuk menghilangkan rasa gerahnya, kai kembali menutup loker tersebut. Tapi betapa terkejutnya ia saat melihat Hayeon sudah berdiri tepat disamping loker miliknya. Pria itu sudah menyebut segala jenis makhluk hidup di bumi saat itu.

 

“ kau orang itukan?” Hayeon langsung bertanya tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.

 

“ mwo?” Kai masih terkejut dengan kejadian yang baru saja terjadi, ia memperhatikan wanita itu dari atas ke bawah. Dan untuk sesaat ia hanya bisa terdiam memikirkan sesuatu, bagaimana wanita itu bisa masuk ke ruang ganti pria tanpa rasa takut sedikitpun.

 

Kai benar benar dibuat heran olehnya. “ yak! bagaimana kau bisa masuk kesini, apa kau tidak takut dengaku? Ha!” sentak Kai, sesaat sebelum ia teringat dengan kemejanya yang sedikit terbuka – terpapang jelas dadanya yang bidang dari balik kemeja yang dikenakannya itu. cepat-cepat kai menutupi miliknya yang berharga dengan menyilangkan kedua tangannya.

 

“ yak! kau kira aku akan melihat punyamu”jujur saja Hayeon merasa tersinggung dengan reaksi Kai. “ yak dengar aku baik baik, apa kau tadi menguping pembicaraanku?”

 

Kai tak bergeming, malahan ia menatap seluruh tubuh Hayeon dari ujung kaki sampai ujung rambutnya dan pria itu pikir tubuh Hayeon cukup lumayan untuk ukuran seorang wanita dengan wajah pas pasan, tapi itu menurut pendapat Kai.

 

“ jujur saja aku tidak menyukai sikapmu itu, aku paling benci dengan orang yang diam diam menguping pembicaraanku terutama tentang hal pribadi “ sambung Hayeon yang tak didengar sedikitpun oleh Kai, pria itu terlalu sibuk dengan pikiran kotornya.

 

“ ngomong ngomong soal pribadi, bukankah ini terlalu melanggar pribadi seseorang?”

 

“ mwo?”

 

“ apa kau tidak punya rasa takut masuk kesini? Atau kau sengaja datang untuk menggiodaku?” perlahan lahan kai mendekatkan langkahnya pada Haeyeon. “ berhubung hanya ada kita berdua disini bagaimana kalau-“

 

“ yak!” sentak Hayeon saat wajah Kai sudah begitu dekat dengannya.  “ bukankah kau terlalu percaya diri untuk masuk kesini dengan alasan-“ Kai memotong ucapannya, perlahan lahan ia mendekatkan dirinya pada telinga gadis itu.  “ kalau aku sudah sudah melanggar privasimu” Kai tersenyum pada Hayeon yang memerah wajahnya.

 

Wanita itu tak bergeming sama sekali, ia merasa jantungnya berdetak lebih cepat dan… “ apa kau terlalu gugup untuk menjawabnya nona?” sambung Kai, semakin mendekatkan wajahnya membuat Hayeon perlahan lahan mundur seiring Kai yang semakin mendekat kearahnya.

 

“ goguma “

 

“ mwo?” Kai langsung membatu setelah Hayeon mengatainya dengan sebutan ubi. Bukankah itu tidak sopan mengatai seseorang dipertemuan pertama mereka, pikir Kai. Baru Kai ingin membela diri, Hayeon sudah lari dari sana. “ go..goguma?”

 

Apa maksudnya gadis itu, kai benar benar tidak mengerti. Masuk ke ruang ganti pria tanpa rasa takut, mencari masalah dengan pria yang hampir telanjang dada, dan yang paling fatal wanita itu berhasil membuat Kai penasaran dengannya.

 

█ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣  █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌

 

Hayeon mencari tempat duduk kosong setelah kembali dari mengambil makan siangnya. Dari kejauhan ia melihat pria itu lagi dengan wanita-wanita yang mengelilinginya. Kini Hayeon tahu bagaimana sifat pria itu, playboy cap kakap pikir Hayeon. Terlihat dari cara pria itu tersenyum dan memberikan perhatian pada wanita-wanita disekelilingnya.

 

Hayeon meletakkan piringnya di meja sebelum ia menata cara ia duduk – yang sedikit kesulitan karena rok pendeknya. “ hai! kita bertemu lagi nona “ seru Kai yang tiba tiba muncul dan langsung duduk didepan Hayeon. Pria itu juga membawa piringnya untuk makan bersama Hayeon – gadis yang berhasil membuatnya tertarik dengan sikap dinginya.

 

Hayeon tak mengubrisnya, gadis itu terlalu sibuk dengan makan siangnya – yang menurutnya lebih berharga dari pria itu. Meski Kai terus saja berbicara panjang lebar walaupun ia tahu Hayeon sejak tadi tak mendengarnya sedikitpun, tapi pria itu terus saja bicara seolah olah itu tidak masalah untuknya. Sampai satu ucapan Kai yang membuat Hayeon merasa tak tahan dengannya. “ lihat cara makanmu seperti babi “

 

Hayeon meletakkan sendoknya dengan keras, tatapan tajam sudah ia lontarkan pada pria itu. sepertinya pria itu benar benar ingin mencari masalah dengan Hayeon.

 

 

“ wae?” Tanya pria itu lugu.

 

“ kau, pergi dari sini “

 

Kai mengerjabkan matanya berkali-kali. Memang apa kesalahannya sampai gadis itu terlihat begitu marah padanya saat ini, pikir Kai dengan polosnya. “ ka!!!” sentak Hayeon, tapi bukannya Kai tapi malah gadis itu yang pindah tempat duduk. Karena merasa sudah tak tahan lagi. kepala terasa ingin meledak karena marah, tidak bisakah pria itu membiarkan dirinya hidup tenang untuk saat ini, pikir Hayeon berkali kali melontarkan tatapan tajamnya pada pria itu.

Kai benar benar tidak mengerti “ apa aku salah bicara tadi?”

 

“ oppa waeyo? ” Tanya salah seorang wanita – yang juga bekerja di department store – duduk menghampiri Kai. Pria itu mengelaknya, katanya itu bukan masalah yang harus ia debatkan dengan wanita cantik. Wanita itu langsung tersipu malu dengan pujian Kai. “ cepat makan “

 

“ nde!”

 

█ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣  █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌♠♣│▌♠♣ █ ▌

 

“ ceritakan padaku lagi “

 

Meggi tertawa dengan cerita Hayeon yang terdengar konyol. Meggi pikir kalau akhirnya Hayeon yang terjebak lalu kenapa wanita itu melakukannya, Hayeon memang terbiasa bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu.

 

“ yak! aku tidak tahu kalau jadinya seperti itu “ sahut Hayeon membela diri. Saat ini ia berada di sebuah café milik Meggi, Hayeon memang biasa disana saat ia pulang kerja lebih awal untuk membantu wanita paruh baya itu. karena Hayeon jugalah satu satunya orang yang selalu Meggi percaya.

 

“ coba bayangkan apa yang terjadi kalau pria itu sampai menerkammu” sambung Meggi. Dengan sengaja Hayeon melemparkan daun bayam – yang tengah ia pisahkan dari tangkainya – pada Meggi karena ucapannya yang terdengar menakutkan. “ kau bilang kau mengatainya apa?”

 

“ goguma wae? Salah sendiri, kenapa dia hitam seperti ubi bakar “

 

“ yak! tapi dia tampankan? Kau menyukainyakan?”

 

“ mwo?!”

Meggi tak henti hentinya menggoda Hayeon yang begitu frustasi hari ini. “ kau mau kue ?” Tanya Meggi yang sudah beranjak dari duduknya, hendak pergi kedapur untuk menyimpan semua bahan makanan ke kulkas.

 

“ aniya “ sahut wanita itu hendak pergi ke dapur juga. Namun detik kemudian pintu café terbuka dan seorang pelanggan masuk ke dalam. “ Meggi –ah apa kau baik baik saja?” Tanya Hayeon saat melihat perubahan wajah Meggi saat melihat siapa pelanggan yang datang.

 

Jin Jiyoung – mantan suami Meggi, pria itu datang bersama seorang wanita – yang terlihat lebih muda dari pria itu. sesaat Hayeon berinisiatif untuk menggantikan Meggi, agar wanita itu bisa menyendiri sejenak menenangkan dirinya.

 

Hayeon tahu benar rasa sakit yang dirasakan wanita itu, rasa rindu yang wanita itu pendam sekarang mungkin sudah berada dipuncaknya. Namun ia tak bisa berbuat apa pun, mungkin ia ingin memeluk pria itu, meluapkan seluruh emosinya dalam dekapan pria itu. Tapi ia tidak bisa, karena perpisah itu membuat ia tak berdaya. Hanya satu hal yang bisa Meggi lakukan, memendam perasaanya dan perlahan lahan melupakan pria itu.

 

To be continued….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] When My Loneliness Calls You (Chapter 2)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s