[EXOFFI FREELANCE] Regret

IMG_7681

Tittle/judul fanfic                    : Regret

Author                                     : Park Rin

Length                                     : Finclet

Genre                                      : Romance, Angst

Rating                                     : PG-13

Main Cast&Additional Cast   : Kyungsoo

Hyunbi (OC)

Jong In

Ect.

Summary                                 : Kau layaknya kopi hitam pagi ini. Pahit, tapi sulit untukku lepaskan.

Disclaimer       : FF ini murni buatan author sendiri. Ada beberapa cerita yang mengisnpirasi author dalam membuat karakter disini. Namun, jalan cerita dan alur cerita murni buatan author sendiri. FF ini juga bisa kalian temukan di akun wattpad milik author. Id author @ParkRin98. Baca juga di blog milik author https://parkrin98.wordpress.com/

Asap kopi hangat itu masih terlihat samar saat pelayan menghidangkannya di hadapan lelaki bernama Do Kyungsoo itu. Lelaki itu kemudian menundukan kepalanya sambil berkata terima kasih saat pelayan selesai menghidangkan kopinya. Tangannya tergerak untuk segera menyeruput kopi hangat itu, sebelumnya Kyungsoo menghirup pelan aroma kopi itu sebelum membiarkan kopi itu mengaliri tenggorokannya yang kering.

“Hari ini sudah berapa cangkir?” Seorang wanita menganggetkan Kyungsoo yang sedang sibuk menikmati kopi hangat favoritnya itu.

“Ini cangkir pertamaku hari ini.” Kata Kyungsoo tersenyum.

“Tumben.” Kata wanita itu, lalu duduk di depan Kyungsoo.

“Kau tidak pesan minum, noona?” Tanya Kyungsoo saat wanita itu malah menatapnya sambil menopangkan kedua tangannya

“Tidak aku sedang buru-buru. Hm… jadi ada apa tiba-tiba menangajakku bertemu?” Jawab wanita itu.

“Ada yang harus aku bicarakan denganmu.” Kata Kyungsoo sambil melirik cangkir kopi yang sudah hilang isinya sedikit.

“Membicarkan apa? Apakah itu sangat penting sampai kau memaksaku begitu? Ya Do Kyungsoo kau tahu kan aku sedang sibuk mempersiapkan banyak hal?” Jawab Wanita itu, nadanya terdengar seperti orang bercanda.

“Aku tahu noona sedang mepersiapkah banyak hal, tapi ini sangat penting noona. Aku mungkin akan menyesal seumur hidupku jika tidak mengatakannya sama sekali.” Kyungsoo masih menatap cangkir kopi itu, ia masih enggan menatap lawan bicaranya.

“Sebegitu pentingnya kah? Hm… mari kita dengarkan?” Wanita itu mulai menopang dagunya dengan tangan kanannya, ia terlihat seperti seorang ibu yang ingin mendengar cerita anaknya.

Kyungsoo menatap jengkel wanita itu, “Noona, aku seirus. Bisakah sebentar saja noona berhenti bercanda?”

“Hahaha… baiklah aku akan serius. Kenapa kau begitu imut sih jika sedang jengkel seperti ini?” Wanita itu tertawa, ia kemudian mengelus kepala Kyungsoo pelan.

Noona…” Kyungsoo bertambah jengkel saat wanita itu mengelus kepalanya. Ia benar-benar terlihat seperti anak kecil sekarang.

“Hahaha… baiklah-baiklah.” Wanita itu kemudian berusaha untuk menahan tawanya. Ia berusaha serius sekarang.

Noona, sebenarnya aku sudah ingin mengatakan ini saat aku lulus SMA dulu.” Kyungsoo menatap wanita itu serius. Dibawah meja Kyungsoo mulai mengeluarkan kotak merah yang tersimpan di saku jaketnya.

“Apa? Kau memanipulasi nilaimu sehingga bisa masuk universitas “S”?” Tanya wanita itu bercanda.

Noona!” Kyungsoo sedikit meninggikan nada suaranya, Kyungsoo kemudian cemberut tidak berniat melanjutkan kata-katanya.

“Astaga, mengapa kau begitu imut?” Wanita itu menjewer pipi Kyungsoo gemas.

Kyungsoo yang menerima perlakuan seperti itu langsung kaget, jantungnya yang awalnya sudah berdetak tidak karuan bertambah kacau. Ia hampir menjatuhkan kotak merah yang digenggamnya.

“Jika kau terus bermain-main, maka aku tidak akan melanjutkannya.” Kata Kyungsoo setelah berhasil membetulkan detak jantungnya.

“Baiklah, aku tidak akan bermain-main lagi.” Wanita itu kemudian mengangkat tangannya rendah.

“Sebenarnya…” Wanita itu menatap lekat Kyungsoo yang sedang bicara. Kyungsoo mulai mempersiapkan tangannya yang memegang kotak merah itu keluar untuk segera di perlihatkan isinya pada wanita dihadapannya. “Noona, aku mencitaimu….”

Drrtt

Tepat saat Kyungsoo mengatakan itu kyungsoo mengeluarkan kotak merah tersebut, ponsel wanita itu berdering. Otomatis wanita itu segera mengambil ponselnya, entah ia mendengar atau tidak kata-kata Kyungsoo.

“Oke aku akan kesana.” Itulah percakapan terakhir wanita itu. Kyungsoo segera mengatur debaran jantungnya yang dari tadi berdetak tidak karuan. Tangannya gemetar memengang kotak merah tadi yang kini sudah berada di atas meja.

“Maaf Kyungsoo-ya, tunanganku sudah menjemputku. Aku harus pergi sekarang.” Wanita itu segera berkemas, ia sama sekali tidak perduli dengan kotak merah yang kini sudah berpindah tempat ke atas meja.

“B-b-baiklah.” Kata Kyungsoo terbata. Tangannya memasukkan kembali kotak merah itu kesakunya.

“Aku pergi dahulu. Selamat ulang tahun Do Kyungsoo, kuharap kau bisa datang.” Kata wanita itu sebelum dia pergi. Wanita itu mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna hitam dari tasnya bersama amplop putih yang Kyungsoo sudah tahu isinya. Wanita itu kemudian segera pergi tanpa menunggu jawaban Kyungsoo.

Kyungsoo menatap kotak dan amplop itu nanar, matanya yang besar itu mulai memerah “Aku sudah dewasa, aku tidak boleh menangis.” Kata Kyungsoo berusaha menahan air matanya yang sudah siap menetes. Tangan Kyungsoo segera mengambil gelas kopinya tadi, ia meminum kembali kopi itu dengan cepat, secepat airmatanya yang turun saat ia bibirnya mulai mincium gelas kopi itu. Kyungsoo benar-benar menyesali semuanya, ia menyesali mengapa ia begitu pengecut dengan perasaannya.

Tanpa Kyungsoo sadari wanita itu menatapnya dari kejauhan, ia menatap Kyungsoo sedih. Wanita itu segera membalikan badannya saat Kyungsoo tiba-tiba menatap kearahnya. Wanita itu kemudian berjalan menjauh, ia tidak sanggup melihat laki-laki itu lebih lama lagi.

“Kau sudah yakin dengan keputusanmu?” Suara laki-laki itu menyambut Hyunbi setelah ia memasuki mobil hitam yang terpakir tidak jauh dari café tadi.

“Aku yakin, ini yang terbaik untukku dan Kyungsoo.” Mata Hyunbi berkaca-kaca, semenit kemudian dia mulai menangis.

Laki-laki itu memeluk Hyunbi erat, membiarkan Hyunbi menangis di pundakknya. Jongin mengetahui dengan pasti, calon istrinya sedang benar-benar terluka sekarang.

END

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s