[EXOFFI FREELANCE] THE PERFECT WIFE (Chapter 12)

the perfect wife

 

THE PERFECT WIFE

.

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan.

Sumarry :

     Kim Eun Ji adalah gadis berusia 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar. Namun ia tidak menyangka akan menjadi seorang ibu bagi empat pria.

Chapter 12th

_*_

 

Ketika dimalam hari Eun ji terlihat sangat sibuk mengerjakan tugasnya ditempat meja kerja suaminya, rupanya ia tengah berlatih berbicara layaknya seorang gadis sombong untuk menjalankan rencananya. Saat tengah berlatih tiba – tiba saja Chanyeol keluar dari dalam kamar mandi, pria itu bingung melihat perilaku Eun ji yang aneh. Lalu segeralah ia mengahampiri istrinya.

“Kau sedang apa ?” tanya Chanyeol tiba – tiba

Melihat kehadiran suaminya Eun ji langsung menutup bukunya, ia kembali bersikap normal agar Chanyeol tidak curiga padanya.

“Aku sedang membaca buku, tapi sekarang aku jadi ngantuk” sahut Eun ji sambil berjalan menuju tempat tidur.

“Kau mau tidak ikut denganku besok ?” pria itu langsung berjalan perlahan menuju Eun ji yang tengah berbaring ditempat tidur.

“Kita mau kemana oppa ?”

“Aku ingin mengajakmu pergi kemakan eommaku”

“Untuk apa kita pergi kesana ?”

“Aku ingin memperkenalkanmu padanya, aku sudah berjanji pada diriku ketika aku sudah menikah, aku ingin membawa istriku pergi kemakam eommaku”

“Tapi apa kau yakin, aku rasa aku tidak pantas pergi kemakam eommamu”

“Kau jangan berfikir seperti itu, aku sudah menganggapmu sebagai istriku”

“Tapi aku belum siap melakukan semua ini”

“Kau jangan berlebihan, kita hanya pergi mengunjungi makan eommaku, setelah itu kita langsung pulang”

“Baiklah”

“Tenanglah, eommaku pasti akan merasa senang melihatmu”

“Aku juga”

Sepanjang malam Eun ji tidak bisa memejamkan kedua matanya, pikirannya terus terganggu dengan perkataan Min ho kemarin siang. Pria itu ingin Eun ji bertunangan dengannya, namun hal itu tidak mungkin terjadi. Walaupun dua tahun yang lalu Eun ji pernah memiliki hubungan yang khusus dengan Min ho, hal itu tetap membuatnya merasa tidak nyaman.

Beban dipikirannya semakin bertambah, apalagi ia belum menepati janjinya pada Sehun. Sebenarnya ia tidak ingin menjalin kerja sama dengan pria itu, namun Eun ji berfikir jika Sehun bisa membantunya untuk menjalani tugasnya. Terlihat dari sikap Sehun yang lebih tau mengenai masalah itu daripada dirinya, walaupun ia tau tindakannnya ini pasti akan membuat suaminya marah.

_

Dipagi harinya mereka langsung pergi menuju tempat makam eomma. Ditengah perjalanan tiba – tiba muncul pesan diponsel Eun ji, tidak disangka Min ho yang telah mengirim pesan itu.

“Maafkan aku karena berbicara seperti itu padamu, aku ingin bertemu denganmu siang ini diKedai coffee” tulis Min ho dipesan tersebut.

Ketika membaca pesan itu Eun ji merasa lebih tenang, gadis itu langsung membalas pesan dari Min ho.

“Baiklah, aku akan datang menemuimu” balas Eun ji

Namun disisi lain Chanyeol merasa curiga dengan sikap Eun ji, ia mencoba menarik perhatian istrinya namun dihiraukan. Eun ji terus saja memusatkan perhatiannya pada ponsel yang tengah ia pegang, bahkan gadis itu terseyum kecil ketika membalas pesan dari Min ho. Sehingga hal itu membuat Chanyeol menjadi cemburu, namun ia tidak bisa berbuat apa – apa.

Setibanya disana mereka langsung memberikan salam hormat kepada makam eomma, Eun ji merasa nyaman ketika berada didekat makam itu. Perasaannya tenang dan pikirannya mulai fresh kembali, melihat sikap istrinya membuat Chanyeol juga ikut merasa tenang.

“Kau terlihat sangat bahagia” ucap Chanyeol sambil memandang gadis itu

“Aku suka berada ditempat ini, banyak bunga – bunga yang cantik disini, dan suasananya sangat tenang” balas Eun ji

“Kita bisa kesini setiap hari, jika kau mau”

“Aku dengan senang hati, tapi bolehkan aku datang ketempat ini ketika aku merasa sedih”

“Tentu saja, eommaku pasti senang bisa selalu melihatmu”

“Pasti kau sangat menyayangi eommamu”

“Nde, wanita itu bagaikan surga bagiku, dia selalu mangajarkan banyak hal padaku. Dan juga selalu menyayangiku, namun sayang sebelum aku berterima kasih padanya, ia sudah lebih dulu pergi”

“Semua eomma pasti mengaharapkan yang terbaik bagi anaknya, jika kau tidak bisa berterima kasih padanya, kau harus bisa melakukan suatu hal yang membuatnya bangga”

“Eommaku ingin jika aku selalu menjaga ketiga adikku, sejak aku kecil eomma selalu bilang saudara adalah segala – segalanya bagimu. Jaga mereka selagi kau bisa bersama mereka”

“Kau beruntung masih bisa merasakan kasih sayang eommamu, tidak sepertia aku setelah eommaku melahirkan adikku, tuhan telah megambil nyawanya. Aku sangat iri padamu”

“Justru aku yang iri padamu, kau saja bisa menjaga adikmu dengan baik, sedangkan aku tidak bisa melakukan hal itu”

“Makanya kau harus selalu bersyukur, jika nanti kau sudah bisa berhubungan baik dengan adikmu, jaga mereka”

“Nde nyoya Park”

“Lagi – lagi kau bicara seperti itu, baiklah ayo kita pulang aku lapar sekali. Eomma aku pulang dulu, senang bertemu denganmu”

“Baiklah eomma, aku dan istriku ingin pulang kami berjanji akan sering berkunjung kesini”

Lalu segeralah mereka pergi, ditengah perjalan Chanyeol terus saja tersenyum kepada istrinya. Bahkan sesekali pria itu tertawa sehingga membuat Eun ji menjadi bingung, namun ketika melewati halte bus Eun ji tiba – tiba saja meminta suaminya untuk menurunkannya ditempat itu. Kini pria itu yang berbalik menjadi bingung, ia tidak mengerti mengapa istrinya ingin turun dihalte bus.

“Memangnya kau mau kemana ?” tanya Chanyeol yang langsung mengehentikan laju kendaraannya.

“Aku ada janji dengan temanku, jadi kau tidak perlu khawatir. Baiklah aku pergi dulu, jaga dirimu baik – baik” gadis itu langsung keluar dari mobil. Lalu pergilah Chanyeol, tidak lama kemudian sebuah bus datang, dan segerlah Eun ji menaiki bus tersebut.

Ditengah perjalanan Eun ji merasa sangat gugup, ia tidak tau kapan terakhir kali bertemu dengan Min ho. Jantungnya berdetak sangat kencang, bahkan pikirannya terus tertuju pada pria itu. Sesampainya diKedai coffee, Eun ji langsung berjalan masuk kedalam tempat itu. Terlihat Min ho yang sedang duduk disalah satu meja disana sambil memainkan ponselnya, namun ketika pria itu melihat kehadiran Eun ji disana, ia langsung tersenyum.

“Kau baru saja datang ?” tanya Min ho

“Nde” sahut singkat Eun ji sambil duduk dikursi Kedai itu

“Aku sudah memesankanmu Capuchino”

“Gomawo, lalu kenapa kau mengajakku untuk bertemu ?”

“Sebenarnya aku hanya ingin melihatmu saja, sudah lama sekali aku mendambakan momen seperti ini”

“Iya, mungkin terakhir kali waktu kita lulus SMA”

“Kau sangat berbeda sekali, dan wajahmu juga terlihat lebih cantik”

“Kau tidak perlu berlebihan, lalu kenapa kau datang ke Korea ?”

“Aku hanya ingin bertemu denganmu, tapi ternyata kau sudah punya pacar”

“Iya, memangnya kau tidak punya pacar ?”

“Sebenarnya aku masih mengharapkanmu, tapi aku akan berusaha untuk terus menunggumu”

“Kenapa kau ingin menungguku ?”

“Karena aku yakin kau masih menyukaiku”

Mendengar perkataan Min ho, perasaan gadis itu menjadi berubah. Tidak tau kenapa hati Eun ji menjadi tidak nyaman.

“Sudahlah kita jangan berbicara tentang hal itu”

“Kau tidak perlu gugup, kita akan memulai semuanya dari awal” Min ho langsung memegang tangan gadis itu. Namun sialnya tiba – tiba saja ponsel Eun ji berdering, sehingga gadis itu harus menarik kembali tangannya dari genggaman Min ho. Tidak disangka adikiparnyalah yang telah menghubungi Eun ji, tanpa pikir panjang gadis itu langsung mengangkat telpon dari Sehun.

“Ada apa kau menghubungiku ?” tanya Eun ji

“Nonna, kau dimana sekarang ?” sahut Sehun yang tengah menyetir mobil

“Aku sedang minum bersama temanku diKedai coffee, memangnya ada apa ?”

“Aku akan menjemputmu, kau tunggu aku disana”

“Kau tidak perlu menjem …” sebelum gadis itu melanjutkan perkataannya Sehun tiba – tiba saja mematikan ponselnya, sehingga tidak ada pilihan untuk Eun ji selain menunggu adik iparnya datang. Namun disisi lain Min ho terlihat kebingungan melihat sikap Eun ji yang aneh, gadis itu terus saja menatap datar kearah ponselnya yang tergeletak diatas meja.

Tidak lama kemudian datanglah Sehun, pria itu langsung mengahampiri Eun ji yang tengah duduk. Namun ketika ingin menyapa noonanya, ia terkejut melihat seorang pria asing tengah bersama dengan Eun ji.

“Dia siapa noona ?” tanya Sehun

“Dia temanku Choi min ho” sahut Eun ji

“Senang bertemu denganmu” ucap Min ho sambil tersenyum kepada Sehun

“Aku juga, baiklah noona kita harus pergi sekarang” pria itu langsung menarik tangan Eun ji, namun tiba – tiba saja Min ho memanggil nama gadis itu.

“Kau mau kemana Eun ji –ya ?” tanya Min ho sambil berjalan mendekat kearah Eun ji.

“Maaf tapi aku dan noonaku ada urusan” sahut Sehun

“Aku juga ada urusan dengannya” balas Min ho

“Baiklah aku minta maaf jika telah mengganggumu, tapi aku rasa uruanku dengan noona jauh lebih penting” ucap Sehun

“Sudahlah kalian jangan sampai bertengkar, maaf Min ho-ah aku ada urusan dengannya, mungkin lain waktu kita bisa bertemu lagi” ucap Eun ji

 “Baiklah” Min ho langsung tersenyum ketika mendengar perkataan Eun ji. Lalu segeralah Eun ji dan Sehun pergi dari tempat itu. Ditengah perjalanan gadis terlihat kebingungan, bahkan sesekali ia mencoba untuk bertanya pada Sehun namun dihiraukan. Karena kesal Eun ji langsung memukul kepala pria itu.

Tak …

“Aigoo … kenapa kau memukulku noona ?” tanya Sehun yang terlihat kesakitan.

“Seharusnya aku memukulmu dengan rotan, sejak tadi aku bertanya padamu namun kau diam saja” sahut Eun ji

“Baiklah maafkan aku, sebenarnya ada hal yang harus aku beritaukan padamu”

“Ada apa memangnya ?”

“Kau tau gadis yang aku bilang sangat menyukaiku itu”

“Ada apa dengannya ?”

“Gadis itu ingin bunuh diri jika aku tidak segera punya pacar”

“Maksudmu apa ?, aku benar – benar tidak mengerti”

“Gadis itu akan segera menikah, namun dia ingin bertemu dengan pacarku”

“Hahaha .. lelucon apa itu, memangnya kau punya pacar ?”

“Kau lupa dengan kerja sama kita” pria itu melirik sinis kearah Eun ji

“Baiklah aku hanya bercanda, kapan pernikahannya ?”

“Besok, jadi hari ini kita harus bertemu dengannya”

“Okay”

Tidak lama kemudian mereka Akhirnya sampai disebuah gedung Apartemen, lalu segeralah mereka masuk kedalam tempat itu. Gedung nomor 124 adalah Apartemen tujuan mereka, ketika tiba disana Sehun langsung mengetuk pintu Apartemen itu.

Tok … tok …

Berulang – ulang kali Sehun mengetuk pintu itu, namun nihil tidak ada respon dari sang gadis. Karena merasa khawatir Sehun langsung mendobrak pintu itu, ketika berhasil terbuka mereka langsung masuk kedalam tempat itu. Keadaan Apartemen itu sangat berantakan bahkan satu pun lampu tidak ada yang menyala, namun tiba – tiba saja terdengar suara rintihan seorang gadis dari dalam kamar. Lalu segeralah mereka pergi menuju sumber suara itu, ketika membuka pintu kamar itu terlihat seorang gadis tengah berdiri didepan kaca sambil memegang sebuah pisau ditanganya. Melihat hal itu segeralah Eun ji menghampiri gadis bersurai coklat itu.

“Apa yang akan kau lakukan dengan pisau itu ?” tanya Eun ji yang terlihat panik

“Kau siapa ?, kenapa kau ada didalam Apartemenku ?” sahut gadis itu

“Aku Kim eun ji, tolong kau lepaskan pisau yang ada ditanganmu” ucap Eun ji

“Aku tidak mau, pokoknya aku mau bunuh diri saja” gadis itu langsung mengarahkan pisau itu menuju pembulu darah ditangannya.

“Hentikan Shin hye -ah !” teriak Sehun sambil berjalan mendekat kearah gadis itu

“Oppa, sedang apa kau disini ?” tanya Shin hye

“Kau jangan melakukan hal itu, aku sekarang sudah punya pacar jadi kau tidak perlu khawatir” sahut Sehun

“Apakah gadis ini adalah pacarmu ?” tanya Shin hye kembali sambil menunjuk Eun ji.

“Nde, aku pacarnya Sehun –ah” sahut Eun ji

Mendengar perkataan itu Shin hye menjadi bungkam, bahkan ia tiba – tiba saja langsung menangis.

“Hiks .. hiks … aku menyukaimu oppa, tapi kau tidak menyukaiku” ucap Shin hye sambil menangis.

“Sudahlah kau tidak perlu menangis, jangan pernah berfikir seperti itu, kau akan segera menikah jadi pikirkan saja perikahanmu” balas Eun ji sambil melangkah perlahan mendekat kearah gadis itu. Ketika berada tepat dihadapan Shin hye, Eun ji langsung merampas pisau itu dari tangan Shin hye dan segera melempar jauh benda tajam tersebut.

“Dengarkan aku, tidak ada wanita yang ingin menikah tanpa didasari cinta. Semua wanita menginkan hal itu, jadi kau harus belajar mencintai pria itu” ucap Eun ji lalu segera memeluk gadis itu.

“Tapi aku takut mencoba hal itu” balas Shin hye yang masih menangis

“Kau jangan takut, jika orang lain bisa melakukan hal itu kau juga harus bisa. Memang tidak mudah ,namun kau harus berusaha” ucap Eun ji

“Baiklah aku akan mencobanya” sahut Shin hye

“Kau harus berusaha, aku yakin jika kau bisa mencintai Sehun –ah, kau juga pasti bisa mencintai calon suamimu” ucap Eun ji

“Kau gadis yang baik, aku mohon jaga oppa untukku” setelah mengatakan hal itu, tiba – tiba saja Shin hye pingsan. Lalu segeralah Sehun dan Eun ji membawa gadis itu kerumah sakit. Setibanya disana Shin hye langsung dibawa menuju ruang perawatan, Eun ji dan Sehun hanya bisa menunggu diluar selagi dokter memeriksa keadaan gadis itu.

Raut wajah Eun ji terlihat sangat pucat, bahkan tangannya terus saja bergetar. Melihat hal itu Sehun langsung menghampiri kakak iparnya yang tengah duduk dibangku.

“Kau baik – baik saja ?” tanya Sehun sambil duduk disamping Eun ji

“Aku belum pernah mengalami hal ini sebelumnya, bahkan sampai menghadapi gadis yang ingin bunuh diri” sahut Eun ji

“Tapi kau hebat, kalau bukan karena kau pasti temanku sudah bunuh diri”

“Kau membawaku kedalam masalah yang rumit, bahkan tanganku tidak bisa berhenti bergetar”

“Baiklah maafkan aku, tapi jujur aku sangat terkesan padamu”

“Kenapa memangnya ?”

“Aku juga tidak tau, tapi dari mana kau bisa mengatakan semua hal itu ?”

“aku juga tidak tau, tiba – tiba saja kata – kata itu keluar dengan sendirinya”

“Yang terpenting dia tidak jadi bunuh diri”

“Kau benar”

Tidak lama kemudian Dokter akhirnya keluar dari dalam ruangan itu, ternyata Shin hye hanya mengalami depresi saja sehingga tubuhnya menjadi melemah. Setelah beberapa jam kemudian akhirnya gadis itu tersadar, ia sedikit terkejut melihat kehadiran Eun ji dihadapannya.

“Dimana oppa ?” tanya Shin hye pelan

“Dia sedang menghubungi orang tuamu, kau jangan khawatir sebentar lagi pasti dia akan datang” sahut Eun ji

“Terima kasih karena kau sudah membantuku, sebenarnya aku tidak ingin melakukan hal itu namun oppa yang membuatku harus melakukannya”

“Sejak kapan kau menyukai Sehun -ah ?”

“Sejak SMA, kami dulunya bersahabat namun persahabatan kami kandas karena aku menyukainya”

“Lalu kenapa kau ingin bunuh diri ?”

“Eomma ingin aku menikah dengan pria pilihannya, namun aku tidak bisa karena aku menyukai oppa. Dan aku tidak tega meninggalkan oppa sendirian walaupun dia tidak menyukaiku, jadi aku memintanya untuk segera mempunyai pacar agar dia tidak sendirian lagi”

“Tapi sekarang dia sudah punya pacarkan, jadi kau tidak perlu memikirkan hal itu”

“Kumawo, aku berharap kau datang kepernikahanku besok dengan oppa”

“Tentu saja”

_

Dimalam harinya Eun ji terus saja memikirkan peristiwa yang baru saja ia alami, gadis itu tidak menyangka akan berhadapan dengan sebuah masalah yang rumit. Namun disisi lain terpikirkan dipikiran Eun ji mengenai hubungannya dengan Min ho, ia tidak mengerti bagaimana cara mengatakan perasaannya pada pria itu. Sebenarnya Eun ji masih menyukai Min ho, namun ia tidak tega dengan suaminya. Gadis itu tau jika Chanyeol selama ini mencintainya namun ia tidak memiliki perasaan apapun pada pria itu. Akhirnya Eun ji memutuskan untuk memulai semuanya dari awal dengan Min ho, walaupun harus menyakiti perasaan suaminya.

Ketika sedang asyik memikirkan Min ho tiba – tiba saja Chanyeol datang, pria itu menyembunyikan kedua tanganya dibelakang tubuhnya. Ia berjalan perlahan menuju Eun ji yang tengah duduk santai dimeja kerjanya, tanpa pikir panjang Chanyeol langsung memberikan gadis itu sebuah kalung yang berliontinkan mutiara putih. Eun ji terkejut ketika melihat benda itu dihadapannya, ia sama sekali tidak bisa mengedipkan kedua matanya.

“Ini apa oppa ?” tanya Eun ji yang terlihat kebingungan

“Ini kalung untukmu” sahut Chanyeol sambil menunjukan benda itu kepada istrinya.

“Kenapa kau memberikan aku kalung ?”

“Anggap saja ini hadiah dariku, boleh aku memakaikan kalung ini dilehermu ?”

“Jangan oppa, kebetulan aku alergi dengan kalung, kalau aku memakainya pasti leherku langsung merah – merah”

“Tapi aku hanya ingin melihatmu memakainya saja, setelah itu kau boleh melepasnya” Chanyeol langsung memakaikan kalung itu dileher istrinya, namun Eun ji tiba – tiba saja berdiri dari tempat duduknya.

“Aku tidak suka dengan kalung itu, jadi kau simpan saja”

“Kenapa tiba – tiba kau tidak mau, aku hanya ingin memberikan kalung ini padamu, jadi kalau kau tidak mau memakainya kau bisa menyimpan benda ini”

“Hahhhh … aku mengantuk sekali, baiklah aku ingin tidur saja, selamat malam” gadis itu langsung berjalan menuju tempat tidurnya.

Chanyeol tidak bisa berbuat apapun, ia terus saja menatap Eun ji yang tengah tertidur. Pria itu merasakan sebuah kesedihan dihatinya, bahkan ia menggenggam erat kalung itu ditangannya. Sepanjang malam Chanyeol duduk disamping istrinya, bahkan sesekali ia tersenyum melihat ekspresi wajah Eun ji yang tengah tertidur. Gadis itu tidak tau jika Chanyeol sangat menyukainya, namun pria itu akan berusaha membuat Eun ji jatuh cinta padanya.

_

Dipagi harinya Eun ji langsung bersiap untuk pergi kekampus, sudah lebih dari satu minggu ia tidak masuk kelas. Namun sebelum berangkat kekampus gadis itu menyempatkan diri untuk membuatkan sarapan bagi ketiga adik iparnya dan suaminya, setelah itu barulah ia berangkat kuliah. Sesampainya disana ia terkejut ketika melihat Min ho yang tengah duduk dibangkunya, gadis itu berjalan perlahan masuk kedalam kelasnya.

Ketika tepat berdiri dihadapan pria itu, Eun ji langsung memarahinya.

“Kau sedang apa disini ?” tanya Eun ji lantang

“Aku mahasiswa dikelas ini, seharusnya aku yang bertanya padamu sedang apa kau disini ?” sahut Min ho sambil memandang Eun ji

“Aku juga mahasisiwi dikelas ini, lalu kenapa kau duduk dibangkuku ?”

“Maaf, aku tidak tau jika ini bangkumu” Min ho langsung berdiri dari bangku itu, Namun saat hendak ingin pergi mencari tempat duduk yang lain, tiba – tiba saja seseorang memanggil namanya.

“Min ho-ah !” teriak Joy. Mendengar namanya disebut pria itu langsung menoleh, ia terkejut ketika melihat kehadiran Joy ditempat itu.

“Kau Joy –ah ? tanya Min ho

“Nde, kapan kau datang keKorea ?” sahut Joy yang langsung menghampiri pria itu.

“Sudah lama” ucap Min ho sambil tersenyum

“Aku sangat terkejut melihatmu disini, lalu kau kenapa ada didalam kelasku ?” tanya Joy kembali

“Aku berkuliah disini sekarang, tapi aku tidak punya bangku karena temanmu telah mengusirku” pria itu melirik sinis keraha Eun ji yang tengah duduk.

“Apakah Kim eun ji yang telah berbuat hal itu padamu ?” Joy juga ikut melirik sinis gadis itu.

“Nde, jadi kau harus membantuku untuk bisa merebut bangku itu” ucap Min ho sambil berjalan mendekat kearah Eun ji.

“Oh my god Kim eun ji, kau jahat sekali terhadap murid baru dikelas kita” sindir Joy

“Kau bicara denganku ?” tanya Eun ji sambil menatap temannya

“Tentu saja, memang siapa lagi disini yang namanya Kim eun ji selain kau” sahut Joy. “Sudahlah sekarang kau biarkan teman baru kita duduk dibangkumu”.

“Aku tidak mau, lagipula masih banyak bangku yang kosong” balas Eun ji

“Baiklah oppa, karena teman kita ini sangat pelit, kau duduk saja dibangkuku yang berada tepat disamping gadis pelit itu. Nanti aku akan cari bangku yang lain saja” ucap Joy.

“Gomawo” Min ho langsung duduk dibangku milik Joy. Namun tiba – tiba saja Eun ji tertawa terbahak – bahak, tidak disangka gadis itu hanya ingin mengerjai Min ho dan Joy.

“Hahaha .. kalian sangat lucu sekali, aku sampai tidak tahan melihat sikap kalian” ucap Eun ji sambil tertawa.

“Kau pasti sudah gila Kim eun ji, segeralah pergi dokter” balas Joy

“Aku tidak gila, hanya saja aku sedikit tidak normal” sahut Eun ji

“Sudahlah Eun ji -ah, kau jangan membuat temanmu menjadi kesal” balas Min ho

“Baiklah maafkan aku” ucap Eun ji sambil menatap Joy yang terlihat marah

“Aku maafkan, tapi sebagai gantinya kau harus mau makan siang bersamaku dan oppa” balas Joy

“Kayaknya gak bisa, soalnya aku ada acara nanti siang dengan temanku” ucap Eun ji

“Dengan siapa ?” tanya Min ho sambil menatap Eun ji

“Pokoknya dengan temanku, mungkin lain waktu kita bisa makan bersama” sahut Eun ji

“Baiklah” balas Joy singkat

_

Ketika hendak ingin berjalan menuju lapangan parkir, tiba – tiba saja seseorang memanggil namanya. Eun ji langsung menoleh kearah belakang saat namanya disebut, tidak disangka Sehun yang telah memanggilnya.

“Noona, kau kemana saja aku dari tadi mencarimu” ucap Sehun

“Aku baru saja keluar dari kelas” balas Eun ji

“Kita harus segera pergi kepernikahan itu”

“Aku sudah tau, baiklah ayo kita pergi” gadis itu langsung berjalan perlahan menuju mobil milik Sehun. Namun tiba – tiba pria itu memanggilnya.

“Tunggu !, kau tidak mungkinkan pergi mengenakan pakaian itu” pria itu berjalan mendekat menuju Eun ji.

“Memangnya kenapa, lagipula kita hanya ingin mengucapkan selamat saja pada temanmu”

“Tapi sebaiknya kau harus mengganti pakaianmu, kita akan pergi sebentar untuk membeli pakaian”

“Baiklah, tapi kau yang beli pakaiannya”

“Nde”

Lalu segeralah mereka pergi menuju Mall untuk membeli pakaian. Sesampainya disana Sehun langsung memilihkan dress yang bagus untuk kakak iparnya. Tidak lama kemudian keluarlah Eun ji dari dalam ruang ganti, Dress Mini hitam sangat cocok ditubuh gadis itu. Melihat penampilan Eun ji yang sangat cantik membuat pria putih itu tidak bisa berhenti memandang kakak iparnya. Bahkan sesekali Sehun menggoda Eun ji.

“Sekarang aku tau kenapa hyung menikahimu, hal itu karena kau sangat cantik noona” gurau Sehun

“Kau tidak perlu berlebihan, sudahlah ayo kita pergi” balas Eun ji. Lalu pergilah mereka menuju ketempat pernikahan Shin hye. Namun saat ditengah perjalanan Eun ji terlihat sangat gelisah, rupanya gadis itu ingin menghubungi suaminya namun ia lupa membawa ponsel. Karena terus memikirkan Chanyeol, akhirnya gadis itu memutuskan untuk meminjam ponsel adik iparnya. Namun sialnya ponsel Sehun lobet, sehingga ia tidak bisa menghubungi Chanyeol.

Melihat sikap noonanya yang terus saja gelisah, Sehun mencoba untuk menenangkan gadis itu. Tidak lama kemudian sampailah mereka digereja, terlihat banyak sekali orang yang menghadiri pernikahan tersebut. Rasa gugup mulai menyelimuti hati Eun ji, bahkan untuk berjalan saja gadis itu perlu dibantu oleh adik iparnya.

Karena merasa kasihan pada kakak iparnya, Sehun memutuskan untuk menggandeng tangan gadis itu. Eun ji terkejut ketika telapak tangannya bersetentuhan dengan telapak tangan Sehun, jantungnya tiba – tiba saja betdetak sangat kencang. Bahkan mata Eun ji terus saja menatap pria itu, namun hal itu sudah biasa terjadi padanya sehingga gadis itu bisa mengontrol dirinya.

Perlahan – lahan mereka berjalan masuk kedalam tempat itu. Melihat kehadiran Eun ji dan Sehun, dengan segera Shin hye menyapa mereka.

“Oppa, Kim eun ji kemarilah” teriak Shin hye yang tengah berdiri diatas altar bersama dengan suaminya. Lalu segeralah Sehun dan Eun ji menghampiri sepasang pengantin itu.

“Selamat atas pernikahanmu” ucap Eun ji sambil memeluk Shin hye

“Gomawo, aku senang sekali kau dan oppa datang kesini” balas Shin hye

“Yang terpenting kau bisa bahagia” ucap Eun ji

“Kau sangat cantik mengenakan dress hitam itu, ahh .. aku tau pasti oppa yang memilih pakaian itu untukmu” tebak Shin hye sambil tersenyum.

“Itu benar, sebenarnya sangat sulit sekali memilihkan gadis itu pakaian yang cocok, karena tubuhnya sedikit gemuk” gurau Sehun

“Berat badanku hanya lima puluh delapan kg, jadi kau jangan seenaknya berkata jika aku gemuk” balas Eun ji datar

“Baiklah maafkan aku” ucap Sehun

Disaat mereka tengah asyik berbincang – bincang, tidak disangka Chanyeol, Bam bam, dan Junior hadir diacara pernikahan itu. Eun ji dan Sehun masih belum menyadari kehadiran mereka, namun ketika ketiga pria itu mengahampiri Shin hye barulah mereka menyadarinya. Eun ji langsung tegang ketika melihat Chanyeol, bahkan gadis itu sama sekali tidak berani menatap wajah suaminya.

“Selamat atas pernikahanmu” ucap Chanyeol

“Gomawo oppa” balas Shin hye

“Kami sangat senang melihatmu sudah menikah” ucap Bam bam

“Aku berharap kau dan suamimu bisa bahagia selama – lamanya” guman Junior sambil tersenyum kepada Shin hye. Namun ketika Junior menoleh kearah Eun ji dan Sehun yang tepat berada disamping Shin hye, pria itu langsung terkejut.

“Hyung, noona kalian sedang apa disini ?” tanya Junior

“Kami diundang oleh Shin hye noona keacara pernikahan ini” sahut Sehun

“Kalau kau mungkin saja diundang, tapi noona bagaiman kau bisa datang kesini ?” tanya Junior kembali

“Aku datang bersama Sehun –ah kesini” sahut Eun ji

“Itu benar, aku yang mengajak noona datang kesini” balas Sehun

“Baiklah aku mengerti, Eun ji -ah ayo kita pulang” ucap Chanyeol sambil menarik tangan istrinya. Melihat hal itu Sehun hanya bisa berdiam diri, karena tidak mungkin jika ia melarang Eun ji pergi.

Ditengah perjalanan terjadi keheningan didalam mobil Chanyeol, bahkan Eun ji terlihat sibuk merapihkan rambutnya. Berbeda dengan suaminya, pria itu sebenarnya ingin bertanya pada Eun ji namun ia tidak berani menanyakan hal itu pada istrinya. namun semakin lama ia menjadi sangat penasaran, tanpa pikir panjang Chanyeol langsung bertanya pada Eun ji.

“Kenapa kau tidak memberitauku jika kau akan pergi bersama adikku ?” Tanya Chanyeol

“Maaf, aku tadi tidak membawa ponsel jadi aku tidak bisa menghubungimu” sahut Eun ji yang terus saja menatap Chanyeol.

“Lain kali kau harus memberitauku, aku sangat cemas sekali padamu”

“Sekali lagi aku minta maaf”

“Baiklah aku maafkan”

“Tapi, bagaiman kalo kita makan siang dulu soalnya aku sangat lapar sekali”

“Baiklah, kita akan makan diCafeku saja”

Lalu segerlah mereka pergi menuju Cafe, sesampainya disana Eun ji langsung disambut oleh banyak sekali makanan yang lezat. Tanpa pikir panjang gadis itu langsung melahap habis semua makanan yang tersaji diatas meja. Chanyeol hanya bisa tersenyum kecil melihat sikap istrinya, bahkan  pria itu mengambilkan istrinya air minum ketika gadis itu tersedak.

Setelah merasa sangat kenyang, Eun ji langsung bersandar pada bangkunya sambil menarik nafasnya. Namun tiba – tiba saja Chanyeol kembali mengeluarkan kalung itu dihadapn Eun ji, rupanya pria itu berniat untuk mencoba lagi memberikan benda itu pada istrinya.

“Park eun ji, aku mohon terimalah kalung ini” ucap Chanyeol sambil memberikan kalung itu kepada Eun ji.

“Untuk apa kau memberikanku sebuah kalung, padahal aku tidak pernah memintanya padamu” balas Eun ji

“Aku hanya ingin memberikan kalung ini padamu, kau bisa anggap ini hanya hadiah kecil dariku”

“Aku tidak bisa, cincin pemberianmu saja tidak pernah aku pakai apalagi kalung, mungkin bisa saja benda itu akan hilang jika kau memberikannya padaku”

“Tidak apa, yang terpenting aku sudah memberikannya padamu”

“Kau simpan saja kalung itu, mungkin suatu hari akan ada gadis yang meminta kalung itu padamu”

“Kau serius tidak ingin menerima kalung ini ?”

“Nde, aku rasa benda tidak pantas untukku” Eun ji langsung memberikan kembali kalung itu kepada Chanyeol.

“Baiklah aku bisa mengerti, mungkin kau belum siap untuk meneriman semua ini”

“Maafkan aku”

“Tidak apa”

Bersambung …

Nantikan Chap selanjutnya minggu depan yah Chingu, dan jangan bosan untuk komen. Happy reading Chingu JJJ …

Iklan

5 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] THE PERFECT WIFE (Chapter 12)

    • Haduuhh kalo soal itu masih aku rahasiakan chingu, kita liat aja gimana nanti kelanjutan hubungan Chanyeol dan Eun ji. Ditunggu aja yah Chap selanjutnya.
      Dan mohon maaf, aku baru sempet bales coment nya, sekali lagi maaf yah.
      Gomawo Chingu 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s