[EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 4)

cymera_20160723_094653

 

Title | Let Me In  [Sequel Hold Me Tight]

Author | RahayK

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

                         Yoon So hee  x Baek Eun Ha

                          Irene Bae  x   Park Ae Ri

                        Song Yun Hyeong  x  Yun Hyeong

                        Kim Jong In  x   Kai Kim

Support Cast | Kim Dahyun  x   Dahyun

                                Wang Jackson  x  Jackson

Length |Chapter -Sequel

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life  x Revenge

Disclaimer | Seluruh bagian dalam fiksi ini adalah milik penulis. Jika ada kesamaan dalam garis cerita, kejadian dan setting itu hanyalah kebetulan dan bukan bentuk PLAGIAT. Jika ada yang menemukan fiksi ini bukan di blog yang aku cantumkan dibawah tolong segera lapor ke penulis! Seluruh fiksi ini dilindungi oleh Hak Cipta @1005iyu.Aku mengijinkan baca tapi tidak untuk di co-paste apalagi dijadikan dokumen private. Thanks!

Keseluruhan cast hanya sebagai visualisasi, mohon untuk tidak men-judge secara negatif para pemain yang ada di fiksi penulis! Cast milik TUHAN YME, dan Ortu serta agensi masing-masing.

“Menuangkan pikiran dalam tulisan tidak semudah men-judge karya orang!So, jadilah bijak kawan.. makasih!” _RHYK, 2017

Poster | RahayK Poster

Summary  this  Chapter |

..Ae Ri dan Aku hanya dua orang asing yang sudah lupa bagaimana mereka berdua bahagia dimasa lalu...

[Chapter 4]

Stranger (Us)

[Let Me In]

Buk!Buk!Buk!

Da Hyun mengerjapkan matanya, begitu yang ia lihat jam menunjukkan pukul 00.30 am, ia berdecak dan menggerutu sendiri. “Astaga!Siapa yang bertamu dini hari begini?”

“…Wang? –apa itu kau?”

Dahyun turun dari ranjangnya begitu yang masuk ketelinganya hanya suara dengkuran yang sudah pasti Jackson. Ia menyingkap rambutnya kebelakang dan membuka pintu kamarnya, dan benar ada Jackson yang tertidur disofa yang tertutupi selimut, tapi Da Hyun heran mengapa dengkurannya masih saja terdengar keras.

Ia berjalan menuju saklar lampu lalu meraih hoddie yang tergantung dibalik pintu kamarnya. Sementara itu yang diluar masih terus mengetuk pintu tanpa henti.

“Siapa?–‘ tanya Da Hyun takut -takut namun tak ada jawaban dari luar. Akhirnya, dengan penuh ketidakyakinan ia membuka pintunya dan ia begitu kaget ketika melihat Baekhyun berdiri menundukkan kepala didepan pintu rumahnya.

“Ya Tuhan! Aah —Oppa, ternyata kau.” Dahyun menghela nafas lega begitu yang datang Baekhyun.

“Izinkan aku masuk, diluar sangat dingin.” ujar Baekhyun dengan badan yang bergetar karena menggigil.

Dahyun gelagapan, sementara Jackson segera bangun dan membuka selimutnya begitu mendengar suara Baekhyun.

Oh, Oh baiklah. Tapi, aromamu begitu buruk.Kau minum sangat banyak pasti.” ujar Dahyun lalu menutup pintu lagi setelah Baekhyun menjajakkan kakinya kedalam rumah.

“Maaf mengganggumu tidur, Da Hyun.” ujar Baekhyun seraya menyengir kecil.

Hyung —kenapa kau datang dini hari begini?Tadinya kami berencana untuk pesta BBQ.” Jackson tiba-tiba saja bersuara. Membuat Dahyun dan Baekhyun sama-sama menoleh dengan pandangan mengernyit.

“Maaf juga menganggu tidur kalian.”

“Apa kau sudah pindah dari Apartemen itu?Oppa.”

Begitu mendengar pertanyaan Dahyun, Baekhyun tiba-tiba saja menjetikkan jarinya. “Bisakah —kalian membantuku?”

Da Hyun dan Jackson sama-sama melempar pandang. Haruskah ia mendengarkan perkataan orang mabuk sekarang?

Eo, Oppa. Katakan saja.”

Baekhyun tersenyum ia menggumam sebentar, lalu barulah ia berkata. “Ng, bisakah kalian mengemas baju -bajuku yang ada di Apartement?”

“Kau akan pindah sungguhan, Hyung?” tanya Jackson membuka lebar matanya. “Tidak.Tapi, aku akan pergi sementara waktu keluar negeri.—dan, aku ingin selama aku pergi —Apartement itu tetap dibiarkan saja atas nama sewaku.”

Da Hyun tertawa pelan, jujur saja, ia masih tak mengerti apa maksud Baekhyun.

“Maksudmu bagaimana sih, Oppa?Apa yang kau lakukan diluar negeri?”

“Benar, Hyung. Ceritakan dari awal kenapa kau harus keluar negeri?Dan, pesawat keberangkatan kapan?”

“Pagi ini jam 8. Penerbangan ke Amerika.—aah, seharusnya aku kesini lebih cepat dan membicarakan ini dengan kalian –tapi, karena gadis itu aku jadi terlambat.” ujar Baekhyun seraya memegang kepalanya yang tak berhenti berdenyut.

“Gadis apa?Ae Ri?” tanya Dahyun dengan mata yang melotot.

“Bukan. Apa kalian bisa pergi sekarang?—-jika aku yang pulang, aku tidak akan jadi pergi.” ujar Baekhyun seraya memejamkan matanya.

“Baiklah, Oppa. Aku akan bersiap-siap.” ujar Dahyun yang menyenggol lengan Jackson, ia lalu masuk kedalam kamarnya dan meninggalkan dua lelaki itu diruang tengah.

Hyung, apa yang sebenarnya terjadi?Kenapa kau pergi mendadak begini?Eoh?” bisik Jackson, bagaimanapun ia harus mengklarifikasi mengapa Baekhyun melakukan hal demikian.

“Aku akan berkerja dengan temanku yang baru saja mendirikan sebuah perusahaan farmasi. —dan, mungkin ini adalah hal yang tepat untuk melupakan semuanya dan meninggalkan apa yang ada dibelakang.” ujar Baekhyun lalu merebahkan badannya disofa dan mentutupi wajahnya dengan lengan kanannya.

“Tetap saja, seharusnya kau bilang dari awal kalau kau ingin pergi, Hyung.” ujar Jackson frustasi.

“Aku seperti orang yang kekurangan waktu —sampai-sampai membicarakan hal ini aku tak bisa.” ujar Baekhyun seraya tertawa. Jackson kemudian mengambil sebuah benda persegi panjang dan menyerahkannya pada Baekhyun.

Baekhyun segera membuka matanya lagi dan kembali duduk. Ia memandang Jackson lama setelah melihat nama yang tertulis diundangan  itu.

“Itu undangan pernikahan Noona.Pernikahannya akan dilaksanakan akhir minggu ini.” terang Jackson ragu, ia bahkan menjelaskan sepelan mungkin agar Dahyun tak tahu.

“Begitu cepat. Sampaikan ucapan selamat untuknya kalau begitu.”

Mendengar ucapan Baekhyun, membuat Jackson tak enak hati. Tidak. Maksudnya, ia tak habis pikir bagaimana bisa seorang mantan suami, yang begitu mencintai istrinya,bersama-sama begitu lama, bisa mengucapkan kata ‘selamat’ begitu mudah pada pernikahan istrinya yang kedua.

Jackson saja masih ragu apakah ia harus datang, apalagi dengan kata ‘selamat’ untuk Ae Ri walau ia sudah menganggap Ae Ri Noonanya sendiri.

“Hyung —”

Wae?” tanya Baekhyun dengan nada berayun, ia seakan sudah lelah dengan semuanya.

“Apa kau tak marah pada Noona?” tanya Jackson ragu.

“Untuk apa aku marah ketika seseorang harus bahagia, Justru, aku harus ucapkan selamat secara tulus padanya.” ungkap Baekhyun seakan -akan ia hanya berkata hal itu pada orang asing. Ia tersenyum miring lalu menghembuskan nafasnya begitu berat.

Seakan -akan ia tak kenal pada Ae Ri sama sekali.

Tapi, sorot netranya sama sekali tak menunjukkan demikian.

Dan, Jackson tahu bahwa Baekhyun sedang berbohong.

“Kau berbohong, Hyung.”

Baekhyun memejamkan matanya sebentar, ia menghela nafasnya kasar, mungkin ia marah sekarang. Ia memandang Jackson intens, lalu menaruh kasar undangan itu.

“Bahkan aku tidak punya hak untuk marah padanya sekarang. Ae Ri dan Aku hanya dua orang asing yang sudah lupa bagaimana mereka berdua bahagia dimasa lalu. –Sekarangpun, baik Ae Ri dan diriku sama -sama bahagia.”

“Mungkin Noona bahagia, tapi kau sama sekali tidak, Hyung.Kau seperti orang mati.”

“Kau tahu?—aku merasakan hal itu setiap kali aku terbangun dipagi hari. Aku berpikir ‘Bagaimana bisa Tuhan tak juga mengakhiri hidupku?‘, otak ku bekerja, aku tetap harus beraktivitas tidak perduli aku selelah apapun, aku tetap merasa seperti orang mati. Hatiku mati. Apa kau tahu bagaimana lelahnya menjalani hidup seperti ini, Jackson?”

Hyung —bagaimanapun kau juga harus bahagia, seperti yang kau bilang barusan.Masih ada aku dan Dahyun.”

“Aku berterimakasih pada Tuhan, karena memberikanku kesempatan untuk merasakan bagaimana sakit hati itu.Ternyata seperti ini rasanya.”

Jackson ingin bicara namun dengan cepat Baekhyun memotong.

“Aku harap dia merasa bahagia sekarang, tapi, aku ingin, suatu hari Tuhan memberikan rasa sakit hati  yang sama pada Ae Ri. Agar ia merasakan bagaimana perasaanku sekarang.” ujar Baekhyun seraya mengusap wajahnya. Lalu kembali berbaring.

Taklama, Dahyun keluar dari kamarnya. Buru -buru Jackson meraih mantelnya dan juga sarung tangan. Kemudian meraih kunci mobil dan skarf yang tergantung di gantungan baju.

“Wang, Oppa —apa yang kalian bicarakan?” tanya Dahyun.

“Pergilah. sementara kalian pergi, aku akan istirahat. Passwordnya 0612.” ujar Baekhyun dengan suara pelan.

“Ayo, Wang —tunggu apa lagi?” tanya Dahyun menaikkan kedua alisnya.

Hng –-aku minta tolong juga pada kalian untuk mengganti passwordnya sebelum pergi.Dan, jangan beritahu siapapun tentang kepergianku.”

“Baiklah, Hyung. Kami pergi dulu.”

Baekhyun tak menjawab lagi, ia hanya berbaring dan kembali menutupi wajahnya dengan lengan. Sementara, Dahyun dan Jackson sudah sama -sama pergi.

‘Aku tak bisa mati sekarang hanya karena aku sudah berjanji pada gadis itu. Untuk tetap hidup, apapun yang terjadi.’

[Let]   [Me]   [In]

Jackson melirik Da hyun dari pantulan kaca yang ia condongkan kearah bangku sebelahnya dimana gadis itu duduk dalam kebisuan. “Mau mendengarkan lagu?” tanya Jackson yang akhirnya buka suara setelah ia bertahan dalam keheningan yang membuat ia pusing, karena Da Hyun hanya diam saja, respon yang diberikan pun hanya gelengan pelan, dan ia merapatkan mantelnya.

“Bagaimana dengan TVXQ?”

“Tidak Wang, hentikan saja mobilnya sebentar.”

Da Hyun hanya melihat kearah luar, meski begitu salju turun dengan ringan membuat Jackson enggan untuk menepikan mobilnya. Gadis itu turun dari mobil, dan berjongkok dibelakang body mobil.

Begitu Jackson keluar dari mobil, Da hyun sudah menangis, membuat Jackson panik seketika. Ini sedang hujan salju, dan sekarang itu jam 3.40 dini hari, bagaimana  Da Hyun disaat ia dilanda kantuk seperti ini? Meski begitu, ia segera menghampiri gadisnya dan bersuara.

“Apa yang kau tangisi, eoh? –bukankah kau senang karena Baekhyun hyung akan melupakan semuanya?kau harusnya mensyukuri itu.”

Jackson kira, reaksi pertama Da Hyun membenarkan perkataannya dan memukul kepalanya pelan seperti yang biasa ia lakukan setiap kali ia menyinggung Baekhyun. Tapi kali ini tidak, ia malah makin menangis dengan keras dan menutupi kedua wajahnya dengan tangannya yang sudah memerah karena hawa dingin.

“Mengapa ia harus mempunyai hidup yang begitu menyedihkan? –bagaimana bisa Tuhan memberikan penderitaan padanya begitu banyak?” Da Hyun berkata sambil berisak. Jackson hanya diam tak menjawab, ia memilih menenangkan gadis itu lewat dekapan yang ia lakukan dan mengelus punggung gadis itu pelan, mengaliri rasa lega, ia harap itu saja cukup untuk saat ini.

“Semuanya akan baik –baik saja. Percayalah padaku, Kim Da Hyun.”

||LET ME IN||

“Terimakasih sudah datang.” Yun Hyeong memberikan salam hormat kepada setiap tamu yang datang.Lelaki itu mengukir senyum yang tak pernah Ji Eun lihat sebelumnya. Lamunannya buyar begitu Myung soo menyikut lengannya dan tersenyum padanya. “Biarkan saja, sudah keputusannya. Itu adalah hidupnya terserah ia mau bagaimana.” Ujar Myung soo seraya menyalami para tamu untuk segera masuk kedalam ballroom dimana pesta pernikahan akan dilaksanakan. Mendengar itu, Ji Eun bukan bungkam tapi ia malah semakin geram dengan sang adik dan menarik Myung soo dari pintu masuk penyambutan menuju tempat yang agak sepi.

“Ia mendapatkannya dengan cara yang salah, Myung soo. Kau bahkan tahu lebih dulu dariku, disini aku seperti orang bodoh.” Ji Eun berkata menekan. “Kita jalani saja, dan saksikan bagaimana setelah hari ini berlalu.Ng?” kata Myung soo berujar meyakinkan  Ji Eun lalu memeluk gadis itu.

-=Para hadirin, diminta untuk segera memasuki ballroom karena upacara pernikahan akan segera dilaksanakan.=-

“Hari yang indah untukmu, Noona.” Ujar seseorang yang baru saja masuk kedalam ruang pengantin wanita, begitu melihat seseorang yang menyapanya wanita itu mengukir sebuah senyum lebar yang begitu kesan wah dibalut dengan gaun pernikahan yang memperlihatkan bahunya namun terkesan tampak elegan.

Jackson ah~~ Gadis itu segera berdiri dan memeluk Jackson sudah seperti adiknya sendiri.Entah mengapa, dulu pelukan itu terasa hangat dan nyaman untuk Jackson, namun sekarang hanya terasa asing dan canggung. Jackson bahkan berpikir bahwa  Ae ri yang ada dihadapannya bukanlah seseorang yang pernah merasakan bagaimana kerasnya kehidupan. Ia lebih terlihat seperti orang lain.

“Kau sangat cantik, kau terlihat berbeda dari sebelumnya.”ujar Jackson apa adanya.

“Terimakasih –oh ya terimakasih sudah datang, omong –omong kenapa kau hanya datang sendirian –mana Da Hyun?”tanya Ae Ri melihat keambang pintu dimana tampak kerumunan orang –orang yang mulai memasuki ballroom, karena acara akan segera dimulai.

“Oh ya noona –maaf aku hanya memberikan bunga ini untukmu.Aku –masih ada ujian masuk universitas yang akan dilaksanakan 30 menit lagi jadi, aku harus segera pergi.” Ujar Jackson mengalihkan topik yang ada, sudah jelas Da Hyun menolak keras untuk melihat Ae Ri mengingat apa saja yang sudah gadis ini lakukan pada Baekhyun, yang Jackson tahu itu adalah kesalahan terbesar Ae Ri. Dan, setelah ia melangkah dari gedung ini, ia rasa baik dirinya atau Dahyun sudah tak perlu lagi mengenal atau bahkan tahu siapa gadis bernama Park Ae Ri itu.

Ahh, begitu.. jadi –kau ingin pergi sekarang?” Ae Ri mengernyit sebentar, seberkas rasa kecewa terlukis dinetranya yang segera menunduk kebawah menatap porselen berwarna emas karena pantulan lampu ruangan. Diam –diam hatinya merasa sakit yang mendera begitu Jackson menghindari topik yang sangat ia ingin tahu karena rasa penasaran. Jackson tersenyum canggung dan menepuk lehernya sendiri, lalu melangkah mundur satu langkah. Ia harus segera beranjak dari sana, sebelum semuanya menjadi rumit.

“Aku harap kalian selalu bahagia. Aku pamit dulu Noona, jaga kesehatanmu.”

Ia tak perlu lagi mendengar jawaban Ae Ri, lelaki itu hanya melangkah pergi dan meninggalkan sebuket bunga disana.

||LET ME IN||

5 tahun kemudian..

-=Selamat datang dalam penerbangan  Germany Seoul bersama Korean Airlines.Silahkan menikmati perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 21 jam, semoga anda nyaman terbang bersama kami. Terimakasih.=-

“Excuse me, Sir?”

“-um, Are you Dellion Foster?”

“Yes, i am. But, who –‘

“Oh, so glad to see you in here.”

Dia adalah ketua farmasi yang akan berada dalam konfrensi yang sama ketika anda tiba di Seoul nanti. Bisik seorang lelaki yang adalah sekretaris dari lelaki itu.Lantas, ia melepas kacamatanya dan menjabat tangan dengan lelaki yang menyapanya tadi.

“Oh, nice to meet you too, Sir August.”

||

||

||

“Jadi, dia sungguh tak bertemu lagi denganmu setelah itu?”

“Jangan bilang ia sudah mati?”

“Hei!! Bicara yang benar saja ya. Dia sudah berjanji padaku untuk tetap bertahan apapun yang terjadi. Aku hanya bilang, bahwa tidak ada pertemuan lain lagi setelah hari musim dingin akan berakhir 5 tahun lalu. –‘

tidak ada lagi pertemuan yang ketiga, dimana aku sangat menantikan hari itu baiknya akan datang. Ahjussi, aku rindu padamu!

 

Bersambung..

 

Iklan

12 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 4)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] LET ME IN (Chapter 11) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] LET ME IN (Chapter 10) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 9) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] LET ME IN 7: FOOLS LOVE | EXO FanFiction Indonesia

  5. Tlong buat park ae ri menyesal 😈😈
    Wow udh 5th ?? Ayo buat byunbaek ketemu sma eun ha .. jan buat hidup baek sedih lagi dong kaka …
    Semangatt kaka nulisnya 💪💪

  6. Huhu aku menunggu nunggu kapannn merek akn bertemu.. hmm aku rasa ceritanya samgat pendek tapi mungkin itu hmya perasaan ku saja aaku harap bis lebih panjang lagii hehe thnks yaa semngatttt

  7. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 6) | EXO FanFiction Indonesia

  8. Yuhuuuuuu baru dimulai kisahnya niihhh, harapan aku semoga baekhyun bisa bahagia kaaa 😝😝😝 dan untuk kakak tetap semangat yaa demi menyelesaikan sequel ini, aku menanti sangattt 👍👍👍👍💪💪💪💪👏👏👏👏

  9. Dellion foster? Baekhyun?5thn kemudian? yaampun semakin seruuu, si baek sukses lgi skrng alhamdulillah wkwkwkw
    jdi eunha udh ga ketemu baekhyun slama 5thn?wah lanjut lanjut ya thorrr

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s