[TAO’S BIRTHDAY PROJECT] EX (Ficlet) – Shaekiran

PicsArt_05-02-09.19.08.png

EX

A Fanfiction by Shaekiran

Dedicated for Huang Xi Tao’s Birthday

[ EXO’s Tao, Sehun & Baekhyun, OC’s Jung Ra

Hurt, AU, Sad (?), Angst (?), Romance (?)

PG-15 | Ficlet ]

Disclaimer

Idenya cerita ini murni datang dari otak author yang otaknya rada senglek banyak (?). Maaf untuk idenya yang mungkin pasaran dan cast yang itu-itu aja. Warning, typos bertebaran.

Happy reading!

– 

“Ketemu MANTAN?”

“Tao-ssi?”

Lelaki yang sedari tadi tertunduk sambil memanggku kedua tangannya itu lantas segera mengerjap, lalu menghadap secepat mungkin ke arah sumber suara.

Ne, saya sendiri.” Ucapnya dengan gugup, sementara seorang gadis semampai dengan atasan kemeja kotak-kotak dan rok span hitam selutut khas orang kantoran yang baru saja memanggil lelaki itu kini tersenyum lebar.

“Selamat, anda diterima menjadi fotografer di sini.”

 

 

Huang Xi Tao namanya, seorang pemuda asal negeri tirai bambu yang sudah merantau di negara orang sejak masih menjadi siswa sekolah menengah pertama karena ayah dan ibunya pindah dinas ke Korea. Perawakannya tinggi dengan mata tajam dan pipi tirus, rupanya cukup tampan dan senyumnya pun lumayan manis, namun sayangnya tidak cukup beruang hingga sampai sekarang masih menyandang status single di usianya yang sudah 24 tahun.

Drtt..

Sebuah suara dering yang terdengar nyaring menyadarkan Tao yang masih asyik mematut diri di cermin, merasa bersemangat pagi ini karena hari ini terhitung sebagai hari pertamanya sebagai seorang pekerja –meski hanya pekerja paruh waktu, namun Tao resmi mencoret gelarnya sebagai pengangguran.

Yeoboseyo sunbae?” sapa Tao riang, nampak jelas bahwa ia sedang dalam mood yang baik pagi ini. Bahkan tadi malam ia tidur sangat nyenyak karena sudah mendapat pekerjaan yang gajinya terbilang lumayan untuk membayar biaya rumah sewaan bobroknya, makan 3 kali sehari dengan lauk lebih dari mie instan juga menabung sedikit-sedikit.

“….”

“Tentu saja sunbae. Aku akan ke sana secepat mungkin.”

Tao menutup panggilan telfon itu. Senyumnya terkembang dengan sangat jelas. Baru saja sunbae-nya di kantor menghubungi kalau fotografer biasa mereka tidak bisa hadir karena ada masalah keluarga padahal mereka sudah ada janji untuk memotret foto pre-wedding seorang pengusaha muda sukses yang cukup tersohor. Dan untuk itu, Tao disuruh untuk datang secepat mungkin ke kantor dan menjadi fotografer pengganti untuk foto pre-wedding itu.

Dan lagi, kalian tau dimana lokasi pemotretannya? Jeju, Pulau Jeju! Setelah hanya mendekam di Seoul selama sekian tahun merantau, akhirnya Tao pergi ke salah satu pulau pariwisata terindah di Korea Selatan itu untuk pertama kalinya, dan itu di hari pertamanya bekerja. Kurang beruntung apa Tao kali ini?

 

 

Perjalanan ke Jeju tidak sedikit pun membuat Tao penat. Lelaki yang nampak menyeramkan di luar namun punya hati selembut bayi itu malah tidak tidur sama sekali di perjalanan padahal semua kru yang lain sudah tepar karena kelelahan perjalanan jauh. Sayang perjalanan cantik nan gratis seperti ini dilewatkan, yah, kira-kira begitu motto Tao yang sekarang sedang asyik menatap pemandangan di jalanan Jeju setelah 30 menit yang lalu mendarat di pulau cantik itu.

“Kita akan berkumpul lagi di restoran hotel 30 menit lagi. Jadi, sekarang masuklah ke kamar dan kemasi barang-barang kalian. Setelah makan siang kita akan segera melakukan pemotretan.”

Tao mengangguk paham. Dengan semangat lelaki itu segera menarik tas punggungnya yang terlihat cukup padat, lalu dengan semangat segera memasuki lift menuju kamarnya di lantai 4.

“Astaga, ini luar biasa sekali!” Tao memekik girang ketika ia memasuki kamarnya. Ruangan yang akan menjadi tempatnya menjelajah mimpi selama 2 malam itu benar-benar ruangan yang cantik, luas, rapi, dan bersih. Belum lagi pemandangan pantai yang terhampar elok dibalik jendela kaca besar yang ada di kamar itu. Duduk memandang mentari tenggelam di balkon sambil menyeruput jus dingin, pasti hebat sekali! Alhasil, Tao mulai memikirkan rencana-rencana untuk berlibur santai padahal ia datang untuk bekerja ke tempat ini.

“Cantik?” Tao mengangguk setuju. Ah, hampir saja ia melupakan eksistensi teman sekamarnya itu. Namanya Sehun, setahun lebih muda dari Tao namun sudah menjadi pekerja tetap di perusahaan pemotretan itu sejak 2 tahun lalu. Sehun pulalah yang tadi menghubungi Tao untuk mengantikan Chanyeol yang tidak bisa hadir karena punya urusan keluarga mendadak yang tidak bisa diganggu-gugat.

“Wajar saja. Penganti pria-nya benar-benar kaya, aku rasa mungkin saja dia masuk golongan chaebol. Kau tau, dia yang menyediakan kamar mewah ini untuk semua staff. Harusnya pemotretan pre-wedding pun dilakukan di Eropa kalau saja si pengantin pria punya cukup banyak waktu senggang, sayangnya banyak pekerjaan bisnis yang harus dia tangani di Korea.”

Tao manggut-manggut mendengar penjelasan Sehun. “Pengantin wanitanya pasti beruntung punya calon suami kaya,” komentarnya setelah mendengar cerita Sehun.

“Tentu saja beruntung. Kau tau, mereka pasangan yang sempurna.” Tao hanya manggut-manggut lagi, lalu kembali mengalihkan pandanganya ke arah luar hotel yang menampilkan view super memanjakan mata.

 

 

Tao sudah siap dengan kamera di tangan, tinggal menunggu pasangan pengantin yang akan menjadi objek fotonya saja. Oh, dan satu informasi saja, Tao hanya akan menjadi fotografer cadangan karena Sehun-lah yang akan menjadi fotografer utama untuk pemotretan ini. Jadilah Tao hanya memegangi kamera milik Sehun karena lelaki yang lebih muda darinya itu sedang pergi ke toilet.

“Ah, terimakasih.” Sehun berucap dengan senyum mengukir di bibir sambil menerima sodoran kamera dari Tao karena lelaki bermarga Oh itu baru saja tiba dari kamar mandi.

“Tao-ssi, bisa cek lampu sorotnya? Bisa arahkan lebih ke kiri lagi?” Tao mengangguk paham, lalu segera mengerjakan apa yang diperintahkan Sehun kepadanya. Bagaimana pun juga, meskipun Sehun lebih muda darinya, tetap saja Sehun adalah atasannya.

Selesai dengan pekerjaannya memperbaiki tata letak lampu, Tao kembali ke arah Sehun, lalu menaikkan sebelah alisnya ketika menemukan seorang pria berpakaian jas putih dan wanita bergaun pengantin nampak tengah berbincang akrab dengan atasannya itu.

“Ah, anda sudah datang? Anda bisa berdiri di sana dan mulai berpose.”

“Jadi, mereka pasangan pengantinnya?” gumam Tao dalam hati setelah mencuri-curi dengar percakapan Sehun dengan kedua orang itu. “Pakaiannya nampak mahal, benar-benar khas orang kaya,” batin Tao lagi sambil membalas lambaian Sehun yang menyuruhnya datang mendekat.

“Perkenalkan, ini Tao yang akan menjadi co-fotografer hari ini.”

Tao membungkuk hormat 90 derajat dengan cepat. “Perkenalkan, nama saya Huang Xi Tao, senang bekerja sama dengan anda.” Tao membelalakkan matanya, menatap tidak percaya siapa klien pertamanya itu.

“Ah, aku Byun Baekhyun, salam kenal juga Tao-ssi.”

“Jung Ra?”

Mengabaikan ucapan Baekhyun sang konglomerat kaya, tanpa diduga Tao malah melafalkan nama gadis yang sangat ia kenal. Gadis itu, Kim jung Ra, gadis yang berdiri sambil menggandeng Baekhyun dengan menggunakan gaun pengantin dan make up super cantik serta rambut digelung itu nampak memandang Tao juga dengan tatapan kaget.

“Kau mengenalnya sayang?” suasana hening dan bingung selama beberapa saat itu segera terhenti karena ucapan Baekhyun. Jung Ra nampak mengeratkan gandengannya pada Baekhyun, sementara Tao kini memandang tidak percaya ke arah Jung Ra.

“Hm, tidak. Aku tidak mengenalnya sayang. Maaf, tapi anda siapa ya?”

Brengsek.

“Haha, benarkah? Ah, mungkin anda lupa ya?” Tao mengigit bibirnya, mengepalkan kedua tangannya disamping jahitan celana usang miliknya dengan mata memanas, mencoba menahan diri.

“Maaf, tapi aku benar-benar tidak mengingat anda.”

Tao tersenyum miris. “Lupa mantan ya Kim Jung Ra? Lucu sekali.”

“Ah, lupakan saja. Omong-omong, namaku Huang Xi Tao, co-fotografer pre-wedding anda hari ini. Senang bekerja sama dengan anda berdua. Omong-omong lagi, kita satu SMA Kim Jung Ra-ssi, bahkan kita ini sekelas.”

“Dan kita pernah berbagi memori indah bersama sebagai sepasang kekasih kalau kau masih ingat.” 

“Ah, benarkah? Tapi kenapa aku tidak bisa mengingat anda, Huang Xi Tao-ssi?” Jung Ra tertawa kecil, membuat Tao hanya bisa semakin tersenyum miris.

“Kalau kenangan tentang mantan mudah lupa ya Kim Jung Ra? Lalu isi ingatanmu itu tentang apa? Apa namaku tidak ada terselip satu pun dalam kisahmu? Ah, kau kan sudah punya calon suami kaya, iya kan? Jadi wajar kalau mantan miskin-mu ini tidak ada harganya sama sekali untuk diingat.”

 Rasanya, Tao ingin mengumpat saja.

 

-FIN-

 

Iklan

4 pemikiran pada “[TAO’S BIRTHDAY PROJECT] EX (Ficlet) – Shaekiran

  1. Hah sudah kuduga sejak tao dapet kerjaan di jeju. Kasihan bayi pandaku… sini nak sama mama peluk. Masih banyak cewek yang mau nerima kamu apa adanya. Yang pasti bukan aku. Karena aku udah milik mamas kris. Ane gak mau jadi dayang sumbi?*abaikan ocehan gak mutu ini

    Ngh? Eki sayangku tralala lala, sejak kapan huang zi tao berubah huang xi tao? Atau aku yang salah?*entahlah/digampar

    Keep on spirit!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s