A Sick Man’s Dream — Len K

 

 

Harusnya, dari dulu Chanyeol menyeret Junmyeon ke Pusat Konseling Kampus

A Sick Man’s Dream

Storyline © Len K. Standard disclaimer applied. No profit taken from this fiction

 

Starring                : Kim Junmyeon – Suho EXO, Chanyeol EXO, Choi Minrin (OC) | Rate : T | Genre : Drama

 

WARNING!

Short-fic, drabble, typo(s). plotless, AU, possibly OOC

 

 

                Kontrakannya sepi, jadi Chanyeol yang baru saja menyelesaikan ujian prakteknya langsung masuk ke kamarnya. Padahal biasanya di sore hari seperti ini mayoritas penghuni kontrakan sudah membuat keributan masing-masing. Dan Chanyeol yang akhir-akhir memang disibukkan oleh urusan akademis, tinggal menambahkan bumbu ke dalam keributan tadi agar semakin meriah. Tapi kali ini sepertinya alam berkonspirasi agar salah satu sumber semangat Chanyeol itu tidak ada.

Saat memasuki kamarnya, Chanyeol sudah tidak jantungan lagi melihat betapa porak-porandanya kamarnya yang ia huni bersama Junmyeon, seniornya di fakultas yang sama; kedokteran. Sebenarnya ada satu penghuni lagi yang sama-sama berada di fakultas kedokteran, yaitu Siwon. Tapi karena Siwon sedang sibuk magang, jadilah kamar itu milik Chanyeol dan Junmyeon berdua. Padahal setiap hari Victoria Song yang merupakan ‘ibu’ di kontrakan ini selalu mengomeli dia dan Junmyeon untuk membersihkan kamar. Tapi hasilnya nihil.

Siwon orang yang rapi. Kalau dia ada, maka dialah yang akan menyuruh dua juniornya itu untuk menjaga kamar tetap rapi dan bersih. Tapi Siwon sedang tidak ada. Junmyeon juga sama seperti Siwon. Namun karena kesibukan ini-itu yang banyak, mulai dari tugas dan penyusunan skripsi Junmyeon yang menurut Chanyeol terlalu dini, Junmyeon sudah masa bodoh. Sementara Chanyeol sendiri termasuk tipe orang yang jangan-rapikan-kamarku-atau-kau-akan-mengacaukan-duniaku. Jadi sudah bisa ditebak siapa dalang utama dari kekacauan kolosal ini.

Dan hal biasa pula saat Chanyeol pulang dan mendapati Junmyeon yang sibuk berkutat dengan laptop dan tumpukan buku yang tebal-tebal sekaligus ceceran kertas sana-sini. Hal biasa pula saat Chanyeol melihat keadaan Junmyeon yang awut-awutan. Chanyeol yakin, Junmyeon pasti stress dan hampir gila sekarang.

Hyung, sudah kubilang jangan terlalu keras.” Chanyeol merebahkan tubuhnya di kasurnya seraya sekenanya melepas kaus kakinya dan melemparnya ke sudut kamar. Untung ia baru saja ganti kaus kaki.

Junmyeon mengabaikan Chanyeol. Sudah biasa, batin Chanyeol. Rasa-rasanya belakangan ini ia lebih sering berbicara pada tembok bernama Kim Junmyeon daripada Kim Junmyeon sendiri.

Chanyeol juga tak habis piker kenapa Junmyeon yang sudah dianugerahi otak encer masih berusaha sekeras itu. Dia yang, bisa dibilang ‘keajaiban’ untuk bisa masuk kedokteran saja tidak pernah berusaha sekeras itu. Ah, tidak. Ini sih, memang Chanyeol saja yang pemalas. Chanyeol tidak bisa jika disuruh berusaha sekeras Junmyeon.

Hyung, kau tidak jenuh atau tertekan apa?” lagi, Chanyeol bertanya meski kemungkinan besar ia akan diabaikan lagi. “Profesor Son sedang ke luar kota, jadi belakangan ini kau menggantikan beliau mengajar anak semester dua. Selain itu, jadwal kuliah dan ujianmu itu sudah padat. Kau juga malah nekat mengajukan proposal skripsi lebih awal. Apa kau tidak gila karena itu semua, hah? Kenapa sih, kau berusaha sekeras ini? Kau membuatku takut saja, Hyung. Istirahatlah…”

Kasihan juga melihat Junmyeon seperti itu.

“Sebenarnya … aku juga merasa stress dengan ini semua.”

Akhirnya Junmyeon menjawab. Itu tandanya ia masih waras. Setidaknya. Untuk saat ini.

“Kalau begitu kenapa kau tidak istirahat saja?”

“Kalau sekarang tidak bisa, Chanyeol.”

“Kenapa?”

“Karena aku sedang mencari cara untuk membunuh seseorang.”

Chanyeol kontan melompat bangun. Telinganya barusan tidak salah dengar kan? Seorang Junmyeon ingin membunuh orang? Astaga, ini gawat!

Mw-mwoya?!”

Bergegas Chanyeol menghampiri Junmyeon. Di layar laptop Junmyeon terpampang beberapa tab. Best pistol. Where to buy a pistol. List of firearms. How to murder someone. Deadly poison. Clandestine chemistry. Chanyeol melongo membaca judul-judul yang terpampang di jajaran tab Junmyeon.

“Astaga! Kau pasti sudah gila, Hyung! Siapa yang mau kau bunuh, hah?! Dosen pembimbingmu?”

“Jang Hanbyul,” bisik Junmyeon lirih.

“Apa? Siapa?”

“Jang Hanbyul,” ulang Junmyeon dalam nada monoton.

“Apa? Jang Hanbyul? Tapi demi Tuhan, kenapa kau ingin membunuh Jang Hanbyul? Tidak rasional sekali.”

“Aku melihat semua kejadian di kantin fakultas hari ini pukul sepuluh, Chanyeol.”

Kantin fakultas. Pukul sepuluh. Chanyeol segera memutar otaknya. Berusaha mengingat ada kejadian menghebohkan apa yang menyangkut Jang Hanbyul sampai Junmyeon ingin membunuhnya. Yah, Hanbyul memang keren dan pintar. Terlebih lagi dia tinggi. Tapi tidak mungkin Junmyeon ingin membunuh Hanbyul hanya karena itu. Karena jika ini menyangkut tinggi badan, harusnya ia sudah wafat sejak dahulu kala.

Saat jam sepuluh di kantin fakultas hari ini, Chanyeol juga ada di sana. Ia nongkrong bersama teman-temannya termasuk Minrin, teman satu fakultas yang sama-sama penghuni kontrakan dengannya. Mereka mendiskusikan soal ujian yang akan berlangsung sambil makan. Kemudian tiba-tiba Hanbyul datang menyapa mereka. Chanyeol dan teman-temannya membalas sapaan senior mereka yang ada di fakultas kedokteran gigi itu.

Tapi Hanbyul tidak langsung duduk. Hanbyul lebih dulu melingkarkan tangannya di pinggang Minrin yang memang berstatus sebagai kekasihnya. Kemudian setelah duduk, tanpa disangka oleh semuanya, Hanbyul mengecup bibir Minrin. Meski sekilas tapi sudah membuat heboh. Chanyeol sendiri waktu itu sampai terbahak-bahak seraya bertepuk tangan seperti anjing laut di tempat sirkus. Setelahnya Minrin memarahi Hanbyul dengan malu-malu sementara Hanbyul tertawa senang.

TUNGGU!

Sepertinya Chanyeol mulai paham!

Mungkinkah kejadian Hanbyul-mencium-Minrin-meski-sekilas itu yang membuat Junmyeon hyung ingin membunuh Hanbyul?! Chanyeol menarik satu hipotesa. Ada benarnya juga sih. Karena ia tahu kalau Junmyeon sebenarnya menyukai Minrin. Tapi karena gengsi Junmyeon sama kokohnya seperti tembok besar Cina, Minrin jatuh ke tangan Hanbyul.

“Errr … apa ini karena kau cemburu dengan Hanbyul dan Minrin?” tanya Chanyeol hati-hati.

“Ya! Aku cemburu! Aish, sial! Choi Minrin, ingin rasanya kubunuh pacarmu itu!”

Chanyeol melongo, sweatdrop, jawdrop, tak percaya. Bagaimana bisa stress mengubah sahabatnya jadi seorang psikopat?!

“DASAR GILA! Kenapa kau pakai acara cemburu, Hyung?! Hanbyul itu kan, kekasihnya Minrin!”

“Tapi mereka tidak perlu mengumbar kemesraan seperti itu! Harusnya mereka menghargai perasaanku, tahu!”

“Perasaan pantatmu! Mereka tidak tahu perasaanmu dan mana mau tahu! Salah sendiri gengsimu terlalu besar dan tinggi! Haish! Lama-lama aku bisa gila di sini!” Chanyeol mengomel dan menekan tombol power di laptop Junmyeon.

“Dasar bodoh! Apa yang kau lakukan?! Aku belum selesai dengan risetku!”

“Masa bodoh dengan riset, Hyung! Sudah, kau lebih baik pergi beristirahat, tidur, sekarang. Besok pagi-pagi sekali kau harus ikut aku.”

“Kemana?”

“Ke Pusat Konseling Kampus!” tukas Chanyeol.

 

FIN

 

A/N        :

Heeiiiiii lama tak berjumpa dengan Len! Kesibukan menelan ane dan laptop yang rusak sukses membuat ane dan kantong ane menangis kompak.

Ada beberapa proyek yang harus diselesaikan dan dikerjakan. Tapi nggak tau kenapa tiap buka ms word, yang ada bengong. Dan itu membuat ane frustasi. Haruskah ane semedi biar dapet wangsit dan semangat? XD

Anyway, fanfiksi ini terinspirasi dari lagunya Dewa 19. Ada yang tau judul lagunya apa? Hahahaha. Dibuat untuk brainstorming setelah sekian waktu nggak nulis dan fiksi ini juga dibuat dalam waktu 30 menit jadi ane yakin ada banyak kekurangan di fanfiksi ini. Terbuka menerima kritik dan saran.

Iklan

10 pemikiran pada “A Sick Man’s Dream — Len K

  1. Junmen mulai menggila :v lagian suruh siapa gengsian. Nih ya, jemuran aja kalo di gantung kelamaan ada aja yang ngambil. Nah, apalagi hati? Diembat yang lainlah kalo gak gercep!

    Keep writing and fighting, kakak!

  2. BAH GILE HOLKAY SOK GENGSIAN ATUH TEH:’)) WKWKW cemburu jadi psikopat :v wkaka, ceye’s motto gua banget “jangan rapikan kamarku atau kau akan mengacaukan duniaku.” Soalnya kalo berantakan semau kita tuh jd lebih gampang nyari apa2 :v /dateng2 rusuh gue:v/

    Nice ff kak Lenn, ditunggu next story yaa~

  3. Yuhuu Len XD
    ahahaa Junmyeon sing a song.. ‘ ingin kubunuh pacarmu, saat dy cium bibir merahmu… LalallaaAaaaa’ XD
    krna trlalu bnyak tekanan jdi psikopat yaa Junmyeon :v
    emg kbnyakan psikopat org jenius yaa #sotoy
    dtnggu next story nya dr Len :* fighting!!!!

    • Natsuya keyen ihhhh bisa tau lagunya /ga/ digeplak/ XD XD
      Iya kannn, udah banyak tekanan; tekanan fisik dan psikis, ehhh ini hatinya ikutan ditekan XD

  4. Hi len.. 🙋
    Monggo aja smedi spy dpt wangsit bwt klancaran smua project yg yg len krj-in & slese-in. Lagu lawas tu pu2s kyny jdl’ny dah, cz dulu jmn highschool tmn smeja sk bgt ma dhani & lagu2ny. Te2p lbh dominan feel’ny that.. Junmen lg sbk sm riset bwt skripsi bkn bnrn mo bunuh si hanbyul. Gt ga sih len, ur real intention dr ff ni?? Junmen cm jealous ja, ga srius mo turns to saiko, I guess. 찬 jd mhssw kdokteran?? Ambil spesialisasi apa? Klo dah terjun nanti jgn smp ngdrop ja, kshn calon pasien2ny. Moga sgera release bnyk karya2 bgs & kocak len dimarih u/ 누나 bc & komen ☺

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s