[EXOFFI FREELANCE] Black Diamond (Chapter 4)

Black Diamond Chapter 4

Author : Bacon14

Length : Chaptered

Genre : Romance, Fantasy, Mystery

Main Cast :

  • Shin Hyeri
  • Oh Sehun

Additional Cast :

  • Bobby
  • EXO Member

Happy Reading😀

Preview

“Oppa..” Kai menengok ke belakang dan terkejut melihat seorang yeoja dengan ikat rambut dua yang lucu.

“Jung Hyunbin….”

******

Kai menatap Hyunbin dengan tatapan hangat. Ia sungguh rindu dengan yeoja cantik di hadapannya ini. Langkah kakinya mendekati yeoja yang beberapa waktu lalu sempat mendiami hatinya.

“Kau s-selamat? M-mianhae.. aku tidak bermaksud..” Kai membelai wajah Hyunbin. Namun, Hyunbin semakin menjauhi Kai. Ia menatap Kai dengan tatapan takut.

“Jangan dekati aku, oppa. Anggap saja kita tidak pernah berhubungan. Aku takut kau mengulangi hal yang sama padaku. Aku pernah berada di ambang maut, oppa. Aku tak mau lagi.” Hyunbin menangis sekeras-kerasnya. Ia menatap Kai dengan sedih. Tatapan matanya meminta Kai untuk menjauhi dirinya.

“Lalu, kenapa kau kembali kemari jika kau tidak mau kembali padaku? Hingga detik ini, aku masih mencintaimu. Apakah kau tidak mengerti akan hal itu? Jika hal itu memang maumu, aku akan menjauhimu dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi.” Ucap Kai dengan dingin. Kai menghilang di depan Hyunbin dengan perasaan kecewa.

Hyunbin tersenyum licik. Ia berubah menjadi sosok Luhan. Ia bukan Hyunbin. Ia hanya ingin menjatuhkan mental Kai karena Kai pernah membuat dirinya jauh dari Sehun juga. Setelah puas mengerjai Kai, Luhan menghilang dari sana. Ia akan melanjutkan misinya ke arah yang lebih besar. Melenyapkan saudara Sehun.

******

Kai tiba di dunia vampir. Perasaan kecewa masih tercetak jelas di wajahnya. Ia tidak mengira Hyunbin masih hidup dan ia ketakutan dengan dirinya. Kai duduk di lorong gelap. Beberapa kali ia mengusap wajahnya.

“Hei, apakah itu Tuan Kai?” Kai melirik beberapa pelayan vampir yang menatap dirinya dengan kagum. Kai mendecih kesal sebelum menghilang dari tempat itu.

Kai masuk ke kamar miliknya sendiri di benteng vampir. Ia menghancurkan apa saja yang ia lihat karena kemarahan dan kekecewaan yang ia terima. Ia melempar sebuah cermin besar sehingga suaranya bergema cukup keras di ruangannya.

Tok..tok..tok..

Kai merapikan pakaiannya dan menetralkan wajahnya. Ia melenyapkan barang-barang yang ia hancurkan di kamar sehingga kamar itu terlihat kosong tidak berpenghuni.

Kai membuka pintunya dan ia menatap orang yang mengetuk pintu kamarnya dengan pandangan dingin.

“Tuan Kris..” Kai mempersilahkan Kris untuk masuk ke kamarnya. Ia mengerahkan kekuatannya untuk menghilangkan pintu kamarnya hingga tak terlihat. Ia tak ingin pembicaraannya dengan Kris terdengar.

“Ada perlu apa, Tuan Kris?” Kai duduk di sofa yang sedikit retak karena ulahnya. Kris tersenyum miring padanya. Ia membetulkan letak jasnya dan sedikit mendekati wajah Kai.

“Aku tahu siapa yang mengerahkan pasukan vampir untuk menyerang manusia setengah vampir. Bukankah hal itu yang kau cari selama ini?” Wajah Kai mengeras. Ia menatap Kris dengan tatapan terkejut. Tangannya ia kepalkan seerat mungkin hingga buku jarinya memutih.

“Itu bukan urusanmu, Tuan Kris. Aku tak butuh informasi darimu.” Kai hendak bergegas pergi. Namun, sebuah rantai api mengikat kakinya dan membuat dirinya terjatuh di lantai.

“Aku datang kesini bermaksud baik tetapi kau sepertinya tidak mengindahkannya. Aku tahu kau sangat membenciku karena peristiwa itu. Hei, teman. Ini sudah hampir 1 abad. Apakah kau akan tetap membenciku? Wajahmu menunjukkan kau masih tetap membenciku. Baiklah, aku tidak mau basa-basi. Luhan yang melakukan semua ini. Kini, ia bersekutu dengan Chanyeol. Entah kau mau percaya atau tidak, itu bukan urusanku. Setidaknya, aku telah memberitahumu.” Kris tersenyum miring dengan smirk kemenangan di wajahnya. Lalu, ia berubah menjadi seekor naga api dan menghilang. Rantai yang mengikat kaki Kai pun juga lenyap bersamaan dengan hilangnya Kris.

“Benarkah semua ini yang dilakukan oleh Luhan? Kenapa dia tega menyakiti saudara adiknya sendiri?” Kai berdiri dan langsung hilang dari kamarnya.

“Cih.. Kris bodoh.. kau harusnya tidak memberitahunya.. memang apa untungnya sih memberitahu Kai? Rencanaku gagal total. Aku harus membunuh Kai.” Luhan mendengar semua pembicaraan Kai dan Kris. Berkat kekuatan istimewa yang ia miliki, ia bisa mengetahui pikiran orang lain walaupun tertutup apapun dan Kris dengan bodohnya memikirkan semua pembicaraannya dengan Kai.

Luhan dan Kris berteman sejak dulu. Apa yang diketahui Luhan ataupun Kris pasti dibicarakan satu sama lain termasuk dengan peristiwa penyerangan manusia setengah vampir yang direncanakan oleh Luhan dengan baik. Tak disangka, Kris menceritakan semua itu kepada Kai yang notabene penjaga Sehun. Ia jamin Sehun akan membunuhnya ketika bertemu dengannya. Entah apa yang di otak Kris sehingga ia menceritakan semuanya kepada Kai.

“Kris bodoh! Apa sih yang ada di otaknya? Dungu sekali! Brengsek!” Dumel Luhan tidak jelas. Ia tidak sadar dirinya melewati Kai yang hendak pergi dari benteng vampir untuk menemui Sehun. Luhan menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke belakang bersamaan dengan Kai yang menoleh pada dirinya.

“Aku baru saja mau menemuimu.” Ucap Luhan sambil tersenyum miring. Kai mengeratkan jari-jarinya. Wajahnya tanpa ekspresi.

“Benarkah kau yang merencanakan semua ini?” Luhan tersenyum ceria dan mengangguk membenarkan ucapan Kai. Ia mendekati Kai dan masih dengan tersenyum, ia mengelus wajah Kai.

“H-hyunbin?” Kai terperanjat melihat Luhan berubah menjadi Hyunbin. Ia menjauhi Hyunbin yang kini membawa pisau perak untuk membunuhnya.

“Aku mau membunuhmu, oppa. Aku benci padamu.” Hati Kai seakan teriris melihat Hyunbin menatapnya dengan penuh kebencian. Padahal, ia sendiri tahu bahwa di hadapannya ini bukanlah Hyunbin melainkan Luhan yang menyamar. Tetapi, mata Kai seakan dibutakan dengan penyesalan tak terhingga yang membunuh yeojachingunya sendiri.

“Bunuh aku!” Teriak Kai parau. Ia menjatuhkan diri di depan Hyunbin. Matanya menatap Hyunbin dengan kesedihan paling dalam. Hyunbin yang sebenarnya adalah Luhan mendekati Kai yang menyerahkan diri padanya. Ia mengangkat pisau perak dan hendak menghunuskan pisau tersebut ke kepala Kai.

“Hyung!!!!” Suara Sehun membuat gerakan Hyunbin terhenti. Hyunbin merubah wujudnya kembali menjadi Luhan. Ia menatap sinis adiknya dan kembali berusaha menyakiti Kai.

“Lepaskan pengendali pikiranmu, hyung.” Teriak Sehun. Luhan sambil mendecak kesal melepaskan pengendali pikirannya. Padahal, ia berhasil meyakinkan Kai bahwa dirinya adalah Hyunbin yang sangat membencinya saat ini. Ia menatap adiknya sambil berkacak pinggang.

“Ada apa kau kemari?” Kai tersadar dari pengendali pikiran Luhan. Ia berdiri dan hendak menyerang Luhan namun sebuah kristal membelenggu tangan dan kakinya. Ia melihat tangan Luhan menggerakkan kristal tersebut dengan jarinya. Kai mendecak kesal sebelum ia melihat Sehun.

“Tuan..” Kai berusaha membungkuk. Namun, cengkraman dari kristal tersebut sangat kuat hingga tubuhnya juga kesulitan untuk bergerak. Sehun melihat Kai dibelenggu oleh Luhan. Ia mengerahkan kekuatannya untuk menyerang Luhan. Saudara tak lagi penting dalam pertarungan.

“Aku sudah minta padamu untuk melepaskan Kai. Kenapa kau menyerangnya? Dia tidak berbuat salah padamu.” Ucap Sehun sambil berusaha mengelak dari serangan bola kristal milik Luhan. Luhan menggertakkan bibirnya kesal. Ia membuat sebuah kristal yang besar dan melemparkannya ke arah Sehun. Sehun terperangkap dalam kristal tersebut. Kristal itu terbang tinggi dan dengan sadisnya Luhan membuat beberapa pisau perak yang ditujukan ke kristal tersebut.

“Aku tidak akan membunuhmu jika kau mau meminta maaf padaku, Hun. Kau tahu aku terpaksa melakukan ini semua karena aku tak suka melihat kau dekat dengan Hyeri. Aku cemburu. Dulu, kau selalu bersamaku kemanapun kau berada. Kenapa kini kau menjauhiku? Jauhi Hyeri, Sehun. Aku akan melepaskanmu setelah itu.” Sehun menggeleng keras. Aura hitam yang ia tahan sejak tadi keluar begitu saja. Aura itu menekan kristal yang dibuat Luhan dan meledakkannya begitu saja. Sehun jatuh ke lantai dengan mata memerah sempurna. Sayap hitam legamnya membuat dirinya terbang dengan anggun. Sehun menatap tajam Luhan dengan gumpalan hitam yang berada di tangannya.

“Jangan lakukan itu, Tuan. Kau bisa menyakiti saudaramu sendiri.” Teriak Kai. Luhan melirik sekilas Kai yang berteriak pada Sehun. Ia tidak mengerti dengan ucapan Kai.

Sehun melempar gumpalan hitam tersebut ke arah Luhan. Luhan dengan gesit menghindar. Gumpalan hitam tersebut mengenai tembok di belakangnya hingga membuat tembok hancur rata. Luhan menatap hancurnya tembok tersebut dengan aneh.

“Darimana kau mendapatkan kekuatan itu?” Sehun tak menggubris ucapan Luhan. Ia kembali melempar gumpalan hitam tersebut berulang-ulang. Luhan beberapa kali menghindar dari gumpalan hitam tersebut. Jubah dan beberapa bagian tubuhnya terkena gumpalan hitam tersebut hingga melepuh. Kemampuan regenerasi Luhan tidak mampu bekerja dengan baik karena gumpalan hitam tersebut mulai menghancurkan bagian lainnya.

“Ck!” Luhan menghilang dalam kristal bola. Jika ia terus bertarung dengan Sehun, nyawanya akan terancam. Belenggu yang mengikat tangan dan kaki Kai hilang. Kai berusaha mengendalikan Sehun dengan kekuatannya. Sedikit demi sedikit, aura hitam yang menyelimuti Sehun menghilang. Mata Sehun berubah kembali menjadi ungu. Wajahnya pucat sekali. Tubuhnya dipapah oleh Kai.

“Tuan, gwenchanayo?” Sehun mengangguk lemah. Setiap menggunakan kekuatan ini, Sehun akan merasa benar-benar lelah. Kai memapah Sehun dan membawanya pergi.

“Ck! Aku melewatkan pertarungan dua bersaudara!” Ucap Chanyeol.

******

Hyeri masih tertidur ketika suara gaduh ada di kamarnya. Dengan setengah menguap, ia bangun dan terkejut karena kedatangan Kai dan Sehun. Ia buru-buru mendekati Sehun yang wajahnya pucat sekali.

“Oppa, gwenchanayo?” Sehun mengangguk lemah. Kai membawa Sehun ke tempat tidur milik Hyeri. Hyeri melirik Kai meminta penjelasannya.

“Ia diserang hyungnya sendiri, Tuan Luhan.” Ucap Kai. Hyeri menjauhkan dirinya dari Sehun dan membiarkannya beristirahat.

“Kai-ssi, bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa setiap dia datang kemari ia selalu dalam keadaan sakit?” Kai menghembuskan nafasnya dan menggelengkan kepalanya. Hyeri mengelus kepala Sehun dengan sayang. Ia beberapa kali membetulkan letak bantal Sehun karena posisinya kurang pas.

“Mian jika saya boleh bertanya, Tuan Baekhyun dimana? Saya tidak merasakan kehadirannya disini. Bukankah ketika saya pergi, dia berada disini?” Hyeri menghentikan kegiatannya. Ia menatap Kai dengan tatapan serius.

“Baekhyun-ssi pergi ke benteng vampir untuk menemui Chanyeol-ssi. Apakah ada hal yang sangat serius karena wajah Baekhyun-ssi sangat serius?” Ekspresi Kai tidak bisa ditebak. Dengan sekejap, ia menghilang dari pandangan Hyeri.

“Sebenarnya apa yang terjadi di dunia vampir?”

******

Baekhyun tiba di benteng vampir. Wajah tampannya tergurat rasa amarah yang memuncak. Ia berusaha menekan kemarahannya dengan baik namun selalu gagal. Wajah Chanyeol dengan senyuman kemenangannya selalu membuat Baekhyun muak. Ia tidak tahan lagi dengan sikap Chanyeol yang selalu meremehkan Sehun.

“Kemana Tuan Chanyeol?” Untunglah, Baekhyun masih bisa sedikit menjaga tata krama kepada vampir lain. Hanya sedikit saja. Wajah tampannya yang biasanya dihiasi senyuman yang melelehkan setiap yeoja di bumi, kini berhiaskan wajah datar tanpa ekspresi.

“Molla, Tuan Baek. Terakhir saya melihatnya di lorong ketika sebuah pertarungan antara Tuan Sehun dan Luhan terjadi setelah itu ia menghilang.” Baekhyun terkejut mendengarnya. Pertarungan antara Sehun dan Luhan? Ada apa lagi di antara mereka berdua? Bukankah hubungan mereka selama ini baik-baik saja tanpa ada masalah?

“Tuan Baekhyun..” Kai muncul di belakang Baekhyun. Ia menarik Baekhyun ke belakang dan menghilang bersamaan dengan Baekhyun.

“Kai dan Baekhyun? Hm.. menarik..” Chanyeol memanggil vampir yang tadi ditanyai mengenai keberadaan dirinya. Vampir tersebut menceritakan dengan detail apa yang ia katakan pada Baekhyun. Chanyeol tersenyum miring sambil menepuk bahunya. Namun, sebuah api muncul di tangan Chanyeol dan membakar habis vampir tersebut.

“Aku tidak suka dengan vampir yang banyak bicara.” Chanyeol menghilang di balik api.

******

“Kenapa kau menghalangiku untuk menemui Chanyeol?” Teriak Baekhyun. Kai menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.

“Kau akan kalah melawan Tuan Chanyeol, Tuan Baekhyun. Apa kau tidak mengerti? Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan Tuan Sehun ketika dirinya kehilanganmu? Ia sudah cukup menderita dengan kehilangan ibunya dan ayahnya yang sedang sekarat. Apa kau mau menambah bebannya lagi?” Baekhyun menunduk mendengar penjelasan Kai. Penjelasan Kai masuk akal. Baekhyun tidak bisa menuruti egonya sendiri. Ia juga harus mementingkan perasaan orang lain yang mempedulikan dirinya.

“Lalu, aku ingin bertanya. Seorang vampir memberitahuku terjadi pertarungan antara Sehun dan Luhan? Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Berikan penjelasan, Kai.” Raut wajah Baekhyun yang bingung dan penasaran membuat Kai cukup bingung juga untuk menjelaskannya *lah*

“Semua berawal dari pertemuanku dengan Kris. Kris memberitahuku bahwa Luhan yang mengerahkan para vampir untuk membasmi manusia setengah vampir dengan tujuan untuk mencari Hyeri. Setelah hal itu, aku pergi dari kamar dan tidak sengaja bertemu dengan Luhan. Ia merubah wujudnya menjadi Hyunbin dan mengendalikan pikiranku supaya aku mengenali di hadapanku adalah Hyunbin bukan Luhan. Sungguh bodoh aku tertipu seperti itu. Tuan Sehun datang dan menolongku hingga terjadilah pertarungan tersebut. Tuan Sehun kembali melepaskan aura hitam tersebut. Entahlah sepertinya sulit untuk mengendalikan aura hitam tersebut kalau Tuan Sehun tidak ada niatan untuk mengendalikannya.” Ucap Kai panjang lebar. Baekhyun mengangguk-angguk mengerti.

“Darimana Tuan Kris mengetahui Luhan adalah dalang di balik semua penyerangan ini? Satu hal lagi, Tuan Kris dengan baik hatinya memberitahumu yang notabene penjaga Sehun. Baiklah, ini cukup aneh dan aku tidak mengerti lagi dengan masalah ini.” Kai mengendikkan bahunya. Ia juga tidak mengerti padahal selama ini hubungan mereka dapat dikatakan sangat buruk. Bahkan, untuk bertatap muka saja tidak mau tetapi tiba-tiba Kris seperti pahlawan di siang bolong mendatanginya dan menawarkan bantuannya.

“Apakah Sehun tahu mengenai hal ini?” Kai menggelengkan kepalanya. Ia belum memberitahu Sehun karena ia tidak mau Sehun memusuhi saudaranya sendiri.

“Biarkan saja tuan mengetahuinya sendiri. Jika saya yang memberitahunya, pasti hatinya akan kembali sakit mendengar hyungnya berkhianat.” Baekhyun mengangguk menyetujui ucapan Kai.

******

Tubuh Luhan belum pulih benar. Aura hitam yang menyerangnya membuatnya lemah dan tidak berdaya. Walaupun aura hitam tersebut telah menghilang sepenuhnya dari diri Luhan, tetapi Luhan masih bergidik ngeri mengingat kejadian yang hampir menghilangkan nyawanya.

“Tuan Luhan, Tuan Chanyeol ingin menemui anda.” Luhan mengangguk dan mempersilahkan Chanyeol masuk. Wajah Chanyeol yang tersenyum justru membuat tubuh Luhan bergidik ngeri.

“Bagaimana keadaanmu, Tuan Luhan? Kudengar kau bertarung dengan Sehun.” Ucap Chanyeol dengan senyuman di bibirnya. Luhan meneguk ludahnya berat. Gaya bicara Chanyeol yang terkesan santai malah membuat dirinya merasakan ketakutan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

“Nan gwenchana, Tuan Chanyeol. Bagaimana keadaan anda?” Chanyeol mendekati Luhan dan menepuk pundaknya beberapa kali. Ia mencengkram erat pundak Luhan hingga pundaknya terasa terbakar karena kekuatan Chanyeol.

“Ughh~” Luhan menahan kesakitan. Ia mencengkram tangan Chanyeol dan berusaha melepaskannya dari pundaknya. Chanyeol tersenyum miring.

“Apakah aku memintamu untuk mengalami kegagalan, Tuan Luhan? Bahkan hingga kini kau belum juga membunuh saudara Sehun tersebut. Apakah sulit untuk melenyapkan manusia setengah vampir? Jika Tuan merasa hal ini sangat sulit, aku yang akan langsung bertindak.” Ucap Chanyeol dingin. Chanyeol melepaskan tangannya dari bahu Luhan. Kemampuan regenerasi Luhan segera menutupi luka tersebut hingga tidak berbekas. Ia menatap Chanyeol dengan wajah dingin pula.

“Kau kira menangkap seseorang yang dilindungi oleh Sehun akan semudah itu? Aku tahu sifat Sehun seperti apa, Tuan Chanyeol dan aku akan melakukannya dengan caraku sendiri. Jadi, tanganmu tidak perlu terkotori dengan darah manusia setengah vampir.” Bibir Chanyeol terangkat sebelah. Kali ini, ia akan melepaskan Luhan karena menurutnya namja mungil ini masih berguna untuk dirinya.

“Baiklah, ini untuk yang terakhir kalinya aku memberimu kesempatan. Apabila kau gagal, jangan harap kau masih bisa hidup.” Ucap Chanyeol dingin. Chanyeol membungkuk hormat dan menghilang dari ruangan Luhan.

“Ck! Ini semua karena Kris bodoh itu! Aku harus menemuinya.” Luhan berdiri dan menghilang dari ruangannya.

******

Sehun masih terbaring pucat. Bulir keringat sebesar biji jagung terus menetes di pelipisnya. Tubuhnya menggigil dan bibirnya bergetar pelan. Hyeri semakin khawatir dengan keadaan Sehun yang memburuk menurutnya. Ia ingin menyembuhkannya dengan kekuatannya karena sempat berhasil tetapi Kai melarangnya. Entah alasan apa hingga Kai sekarang selalu melarangnya menggunakan kekuatannya. Ia berkata pada Hyeri kekuatannya sangat berbahaya. Namun, ucapan Kai tetap tidak dimengerti Hyeri. Kekuatannya berbahaya? Benarkah begitu?

“Uggghhh~” Hyeri mengusap pelipis Sehun yang tiada henti mengeluarkan keringat. Ia bertambah khawatir karena Sehun terus mengeluarkan erangan. Kai tidak berada disini bersamanya lalu apa yang harus ia lakukan?

“Dingin..” Tangan Sehun menggenggam erat tangan Hyeri. Tubuhnya menggeliat tidak nyaman. Tangannya yang lain memeluk pinggang Hyeri dan memindahkan tubuhnya tepat di sampingnya. Deru nafas Sehun yang tidak beraturan menerpa wajah cantik Hyeri. Jantung Hyeri seakan melompat keluar. Ia tidak bisa mengekspresikan kesenangan yang ia alami saat ini.

Tubuh Sehun semakin memeluk erat Hyeri. Wajah Sehun kini hampir tidak berjarak lagi. Tangan dinginnya menelusup ke balik sweater yang dikenakan Hyeri untuk mencari kehangatan dan sesekali mengusapnya.

“Hyeri..” Kelopak mata Sehun terbuka. Mata ungunya terpancar dengan indah walaupun sedikit sayu. Bibirnya melengkungkan senyum tipisnya. Deru nafasnya kembali normal walau sedikit tidak beraturan.

“Bolehkah aku menciummu?” Entah sadar atau tidak Sehun mengatakan hal tersebut. Rona merah bersemu indah di pipi Hyeri. Bibir mungil Hyeri tidak berkutik ketika bibir Sehun membungkamnya. Bibir Sehun menyapu bersih bibir mungil Hyeri. Entah saliva siapa yang mengalir di bawah bibir mereka. Sehun mengobrak-abrik bagian dalam bibir Hyeri. Lidah Sehun tak henti mengajak lidah Hyeri untuk ‘berperang’ dan tentu kita tahu siapa pemenangnya. Sehun melepas ciumannya. Ia menatap Hyeri dengan mata setengah sadar.

“Aku mencintaimu, Sohyun.” Ucap Sehun. Setelah mengatakan kalimat tersebut, Sehun kembali terlelap tidur. Hati Hyeri seakan nyeri. Siapa Sohyun? Kenapa hati Hyeri seakan tertohok dengan ucapan Sehun? Dia ini adiknya dan kenapa pula ia harus cemburu? Sehun tentu saja boleh memiliki seorang kekasih. Apalagi dengan kepribadian dan wajahnya yang tampan, semua yeoja pasti akan langsung jatuh hati padanya. Tetapi kenapa? Kenapa Hyeri kini merasakan sakit yang belum pernah ia rasakan sebelumnya? Sehun ini kakaknya. Sadarlah, Hyeri! Kau tidak akan mungkin bisa memilikinya. Bulir air mata jatuh tanpa henti. Mengalir indah di pipi Hyeri.

Langit malam seakan mengerti kesedihan Hyeri. Bintang-bintang menghilang dan hanya menyisakan gelapnya langit diliputi beberapa awan hitam menggantung seakan mengetahui kesedihan seorang yeoja yang menangis pilu di hadapan orang yang ia cintai. Burung-burung ikut bernyanyi pilu seiring dengan tangisan Hyeri yang menjadi.

******

Luhan menemui Kris dengan emosi yang berada tepat di kepalanya. Ia membuka ruangan Kris dengan kasar dan mengobrak-abrik seisi ruangannya tetapi ia tidak menemukan sang empunya pemilik ruangan ini.

“Dimana orang itu?” Teriak Luhan. Beberapa pelayan Kris menatap Luhan dengan ketakutan. Luhan mendekati salah satu pelayan dan mencekik lehernya cukup kuat.

“Dimana Kris?” Pelayan tersebut menggelengkan kepalanya tanda ia tidak tahu keberadaan Kris. Luhan melempar asal pelayan tersebut ke tembok. Pelayan tersebut menjerit kesakitan. Luhan kembali melukai beberapa pelayan Kris tetapi semua bungkam dengan keberadaan Kris.

“Jangan melukai pelayanku seperti itu hanya untuk mencariku, teman. Apakah kau begitu merindukanku hingga menghancurkan ruangan milikku?” Kris berujar dengan santai. Ia membantu beberapa pelayannya yang tidak bisa berdiri karena ulah Luhan. Luhan semakin kesal melihat Kris tetap santai saja walaupun kini ia berada dalam masalah besar.

“Kau benar-benar bodoh, Kris. Aku akan menghabisimu!” Luhan bergerak cepat. Tangan-tangannya membentuk puluhan bola kristal dan melemparkannya ke arah Kris. Kris dengan mudah menghindarinya. Luhan semakin kesal dengan Kris yang seakan-akan meremehkan dirinya.

“Ck! Kau membuatku kesal, Luhan!” Kris membuat sebuah rantai api dan mengikat Luhan ke dinding. Luhan meringis kesakitan karena rantai tersebut benar-benar mengikat kuat dirinya. Selain itu, tubuhnya juga belum pulih benar karena diserang Sehun dan Chanyeol dan ia menggunakan kekuatannya dalam skala besar. Alhasil, dirinya tidak bisa berkelit dari serangan rantai milik Kris.

“Kau datang kesini tanpa persiapan dan membuat kekacauan. Apakah tindakanmu ini termasuk tindakan terhormat untuk kalangan bangsawan seperti kita?” Ucap Kris tajam. Ia memukul dinding di sebelah Luhan dan menatapnya tajam.

“Aku tahu maksudmu kesini untuk apa. Alasanku simple. Aku memiliki rencana lain untuk menghancurkan Sehun dan menurutku kau tak perlu terlibat karena aku yakin kau akan sangat melindungi adikmu tersebut. Aku beruntung sekali ya, membuat dirimu dan Sehun terpecah seperti ini. Hal ini sudah kunantikan selama beberapa abad dan akhirnya aku bisa memecah belah keturunan keluarga Oh. Dengan perpecahan ini, aku bisa menjalankan rencanaku dengan lancar. Tetapi, karena kau mengetahui semua rencanaku, lebih baik kau kubereskan dulu.” Kris membuat bola api yang besar dan mengurung Luhan di dalamnya. Kekuatan Luhan terkunci di dalam bola api tersebut. Tubuh Luhan juga akan mulai lemas setelah beberapa hari dikurung dalam bola tersebut karena tingkat kepanasannya sangat tinggi. Kris tertawa mengejek ketidakberdayaan Luhan. Ia meninggalkan ruangan tersebut dan membuat ruangan tersebut tidak terlihat.

“Sehun..tolong aku!”

******

Kai dan Baekhyun datang ke rumah Hyeri. Tetapi mereka tidak menemukan keberadaan Hyeri. Mereka hanya menemukan Sehun yang masih terbaring di atas tempat tidur. Beberapa pakaian Hyeri juga menghilang dari lemari pakaian.

“Ini gawat! Sehun bisa marah besar ketika mengetahui Hyeri pergi dari rumah ini.” Baekhyun meneguk ludahnya berat. Ia tidak bisa membayangkan Sehun marah besar dan menghancurkan rumah ini. Ia menatap Kai dengan cemas.

“Ayo, kita pergi. Kita harus mencari Hyeri sebelum Sehun pulih sepenuhnya.” Ucap Kai. Baekhyun mengangguk menyetujui ucapan Kai.

******

Hyeri berjalan tak tentu arah. Beberapa pejalan kaki melihatnya dan mengejeknya. Hyeri tidak terlalu mempedulikannya. Ia hanya berjalan terus menerus.

Kringgg…

Hyeri masuk ke cafe milik Bobby. Bobby melihatnya dan menyapanya dengan ceria. Namun, Hyeri hanya menyapa seadanya saja. Hal ini membuat Bobby khawatir dengan keadaan Hyeri.

“Apakah kau sakit? Apakah kau disakiti Sehun? Harusnya aku tinggal bersamamu tetapi vampir-vampir itu melarangku dan membuat pelindung yang kuat di rumah itu. Cih.. pelindungnya membuatku muak untuk datang kesana. Tetapi, kenapa kau bisa ada disini?” Hyeri hanya diam saja. Ia hanya menyandarkan kepalanya di bahu Bobby dan meminta Bobby untuk diam. Ia hanya butuh sandaran ketika ia benar-benar lelah dengan semua ini.

“Kau bisa menginap di apartemenku untuk sementara waktu. Aku tak tahu masalahmu dengan para vampir itu tetapi aku harap semua baik-baik saja.” Hyeri mengangguk. Ia tidak memiliki pilihan lain lagi. Hanya kepada Bobby saja, ia bisa bersandar. Bobby mengusap kepala Hyeri dengan lembut.

******

“Ck! Dimana kau Hyeri? Kenapa sulit sekali mencarimu?” Ucap Baekhyun frustasi. Mereka sudah beberapa kali mengitari kota Seoul. Tetapi, mereka tidak menemukan keberadaan Hyeri.

“Auranya juga tidak terdeteksi olehku. Ini aneh. Aku juga hafal betul aroma tubuhnya tetapi aku juga tidak berhasil menemukannya.” Ucap Kai. Mereka berdua kini sedang terbang di langit. Beruntunglah, para manusia tidak menyadari keberadaan Kai dan Baekhyun karena hujan sangat deras.

“Kau ingat si indigo itu? Aku mempunyai firasat dia bersamanya.” Ucap Baekhyun. Kai menatap Baekhyun dan mengangguk setuju. Mereka berdua segera melesat ke arah cafe milik Bobby.

“Hm.. Hyeri menghilang? Ini berita bagus. Aku harus menemukannya lebih dahulu.” Seorang vampir dengan mata merahnya tersenyum sinis menatap kepergian Kai dan Baekhyun. Ia mengepakkan sayap merahnya ke arah yang berlawanan dan langsung terbang menuju apartemen Bobby.

******

“Ahhh~ kita telah sampai. Ini apartemenku yang baru. Mian jika kecil sekali karena aku belum memiliki cukup uang untuk menyewa apartemen yang lebih besar.” Hyeri mengulas senyum manisnya. Ia mengusap bahu Bobby dan memintanya tidak perlu merasa bersalah. Menurutnya, tempat ini cukup nyaman untuk ditinggali. Desainnya minimalis dan tidak terlalu banyak barang yang memenuhi ruang tamu. Disana terdapat satu kamar mandi dan satu kamar tidur. Selain itu, terdapat sebuah dapur yang cukup luas.

“Kau pasti lelah. Tidurlah dulu. Aku yang siapkan makanan nanti kau kubangunkan ketika makanan siap.” Hyeri mengangguk. Kakinya benar-benar lelah setelah setengah hari berjalan mengelilingi kota Seoul. Ia membuka pintu kamar dan menaruh asal tasnya. Kamar bernuansa hitam putih dengan beberapa perabotan. Hm.. tidak buruk juga. Hyeri menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur. Beberapa kali ia menggeliat menyamankan posisinya.

“Shin Hyeri..” Merasa namanya terpanggil, Hyeri terbangun. Ia terkejut mendapati keberadaan seorang vampir dengan sayap merah menyala di punggungnya. Senyum sinis tersungging di bibirnya. Penampilan hitam merah yang mencolok dan rambutnya yang berantakan, menambah kesan maskulin dari vampir ini.

“Nuguya?” Hyeri merinding ketakutan. Aura yang berada di vampir ini menguar begitu saja dan menusuk leher Hyeri hingga terasa nyeri. Hyeri merasa vampir ini membahayakan dirinya. Ia berharap dalam hati vampir ini tidak berbuat yang buruk padanya.

“Jangan ketakutan, cantik. Namaku Jung Jungkook. Aku tidak akan berbuat jahat padamu jika kau memberitahuku satu hal.” Hyeri mengernyitkan dahinya. Apa yang diinginkan seorang vampir yang sempurna seperti dirinya dari seorang manusia lemah seperti Hyeri?

“Apakah kau mengetahui dimana Black Diamond?” Hyeri membulatkan matanya. Ia benar-benar tidak tahu dimana keberadaan Black Diamond tetapi kenapa semua vampir selalu mengincarnya untuk menanyakan hal ini.

“Mollayo.” Jungkook tertawa keras. Auranya semakin mencekam dan dingin. Hyeri semakin menggigil ketakutan. Ia berharap Sehun datang dan memeluk dirinya.

“Aku tidak percaya dengan ucapanmu, nona Hyeri. Kau kira aku sebodoh itu? Sehun melindungimu habis-habisan bukan karena kau adiknya tetapi karena ia mencurigai kau memiliki Black Diamond. Kuberitahu satu hal ya. Sehun memiliki 2 adik sebenarnya yaitu Sohyun dan kau. Ibumu pasti tidak pernah memberitahumu karena Sohyun adalah pure vampir dan Sehun mencintai adiknya sendiri. Terkesan sangat bodoh tetapi karena status Sehun yang tinggi di antara vampir lain, hubungan mereka kandas karena banyak pihak tidak setuju. Suatu ketika, Sehun hampir terbunuh oleh kaum werewolf. Sohyun menyelamatkannya dan meninggal. Kejadian ini terjadi 10 tahun yang lalu sebelum kau lahir dan kami para vampir baru mengetahui dalam darah Sohyun terdapat gumpalan hitam Black diamond artinya Black diamond pernah disimpan oleh dirinya. Oleh karena itu, kami mencurigaimu memiliki Black Diamond tersebut dan kecurigaan kami semakin bertambah karena Sehun sangat menjagamu.” Ucap Jungkook panjang lebar. Senyumnya semakin lebar mengetahui Hyeri semakin ketakutan. Ia terguncang dengan kenyataan ia memiliki seorang kakak perempuan vampir. Belum cukupkah ia memiliki seorang kakak laki-laki vampir kini ia diberitahu sebuah kenyataan bahwa ia memiliki seorang eonni vampir?

“Darimana kau mengetahuinya?” Hanya ucapan itu yang keluar dari bibir Hyeri. Jungkook menyunggingkan senyum tipis. Ia menyejajarkan tubuhnya dengan tinggi Hyeri.

“Aku adalah mantan sahabat Sehun.” Jungkook mengecup leher Hyeri dan melompat keluar dari beranda. Sebuah pola rumit tercipta di leher jenjang Hyeri. Pola berwarna merah darah dengan kelopak mawar terikat seekor naga berwarna hitam. Hyeri tidak menyadari Jungkook membuat pola rumit itu ketika mengecup lehernya karena ia masih terkejut dan benar-benar tidak menyadari apa yang dilakukan Jungkook.

“Hyeri-ya…. Apakah kau masih tertidur? Cepat bangun! Makanan sudah siap.” Teriak Bobby. Hyeri turun dari kamar seakan-akan tidak terjadi apapun.

“Kenapa wajahmu lesu seperti itu?” Hyeri mengulas senyum tipis seperti biasanya. Ia berusaha bersikap seperti biasanya karena ia tidak mau Bobby khawatir padanya.

“Bobby.. apakah aku memiliki seorang kakak perempuan?” Bobby menghentikan gerak sumpitnya dan menatap Hyeri aneh.

“Kau anak tunggal, Hyeri-ya. Apakah kau sangat ingin memiliki seorang eonni?” Hyeri mengangguk kecil. Ia menatap Bobby dengan ulasan senyum di bibirnya.

“Aku hanya merasa memiliki seorang eonni sebelumnya.”

******

Kai dan Baekhyun berhasil menemukan cafe milik Bobby. Tetapi sayangnya, cafe tersebut telah tutup dan disana tidak ada tercium aroma Hyeri. Mereka yakin Hyeri menghapus aromanya bersama indigo itu.

“Aigoo.. Sehun pasti sudah sadar dan mengamuk sepenuhnya.” Ucap Baekhyun. Ia mengusap wajahnya kasar dan menatap rembulan yang bersinar dari atas gedung.

“Bulannya aneh. Kenapa berwarna merah darah?” Kai ikut menatap bulan dan ikut merasakan kejanggalan dari sinar bulan tersebut.

“Bulan ini mengingatkanku akan Jungkook. Si vampir merah. Ck! Aku sungguh membencinya. Dia yang menyebabkan Sehun kehilangan Sohyun. Harusnya ia tidak mengerahkan kaum werewolf untuk menyerang Sehun?!” Ucap Baekhyun menggebu-gebu. Kai mengusap punggung Baekhyun untuk menenangkannya.

“Setidaknya Jungkook sudah mati dan tidak akan bangkit lagi. Tetapi melihat bulan merah ini aku memiliki firasat Jungkook telah kembali.” Ucap Kai. Bulan semerah darah ini benar-benar membuat aura di sekitarnya dingin dan mencekam. Apalagi dengan udara dingin yang menusuk kulit.

“Aku telah kembali Kai, Baekhyun.” Kai dan Baekhyun berdiri dan menoleh ke arah belakang. Seorang vampir dengan sayap merah di punggungnya berlatarbelakang bulan merah menatap Kai dan Baekhyun dengan pandangan meremehkan.

“Jung Jungkook?!”

TBC

 

Iklan

6 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Black Diamond (Chapter 4)

  1. baru baca chapter ini, tapi aku merasa ini bagus banget ffnya ♥♥ Plotnya keren, tokohnya juga gak terduga, wah jjang!
    satu pesan buat bacon14 (mey), fighting and always keep writing!!!

  2. kk seriusan klo sehun itu sbnernya punya 2 adik perempuan..?? sohyun & hyeri..tp knpa bobby bilang klo hyeri anak tunggal..?? anak tunggal setengah vampir maksudnya..?? aishhh..
    trs sii jungkook ngasih tanda apa di leher hyeri..?? apa pengaruhnya.. ??
    ihhh knpa musuh sehun banyakk bgttt..

  3. si jungkok kasih tanda apaan di leher hyeri…
    apa da pertarungan kah antara kai,baekhyun dan jungkok…d tunggu nexsnya thor😊😊

  4. Sih Kooki dibikin antagonis,dia itu masih mut2 loh,tapi biarlah…
    Fighting author,kutunggu nextnya yah…
    But tunggu dulu,adeuh,kok ada cinta diantara sodara sih Thor,,,,
    Lihat aja dinextnya lah,kutunggu ya thor…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s