[EXOFFI FREELANCE] Isn’t Love Story (Chapter 13)

FIX.jpg

Title: Isn’t Love Story Chapter 13 – Date, Party and Kiss

Vartstory Present

Main Character:

Kim Jongin | Jung Jihyun | Park Hyunji | Oh Sehun

Supporting Character:

Yook Sungjae | Park Soo Young/ Joy | Yoon Hyena | Jackson Wang | Do Kyungsoo | Kang Ahra

Genre:

Romance | Friendship | School

Leght:

Chaptered

Teaser + Cast Introduction | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11 | Chapter 12

“Jadi kau diundang untuk menghadiri ulang tahun tunangan Kai? Wah kau sangat beruntung Ji.” Ucap Ahra saat melihat undangan mewah yang diperlihatkan Jihyun. Gadis itu bahkan tidak pernah melihat undangan sebagus ini.

Jihyun merenung sejenak, karena sejak awal Jihyun merasa ragu untuk datang ke acara ulang tahun Hyunji. Alasan pertama tentu karena Jihyun tidak mempunyai gaun pesta, alasan kedua karena Jihyun tidak tau hadiah apa yang akan diberikannya pada Hyunji. Sebenarnya kemarin saat melakukan siaran radio bersama Soo Young, Jihyun bertanya hadiah apa yang akan Soo Young berikan pada Hyunji tapi Soo Young malah mengatakan kalau dirinya tidak akan mau datang ke pesta ulang tahun Hyunji meskipun dirinya sudah menerima undangannya.

“Aku tidak tau akan datang atau tidak, aku bahkan tidak mempunyai gaun pesta dan aku juga tidak tau hadiah apa yang sesuai untuk ku berikan pada Hyunji eonnie.”

“Yaa kau harus datang, dia sudah mengundangmu Ji. Dan soal gaun, aku bisa meminjamkanmu. Dan untuk hadiah, kenapa kau tidak membuatnya sendiri? Menurutku itu lebih mempunyai arti daripada hadiah yang langsung dibeli menggunakan uang.”

Jihyun menangguk pelan, mengiyakan usulan sahabatnya itu sepertinya tidak terlalu buruk. Lagipula sepertinya Hyunji bukanlah tipe wanita yang mengharapkan hadiah mahal untuk ulang tahunnya. Gadis itu cukup sederhana untuk ukuran gadis seperti dirinya.

Dan setelah berdiskusi dengan Ahra, Jihyun memutuskan membuatkan cupcakes untuk Hyunji. Dengan bantuan Ahra, Jihyun akan membuatkan beberapa cupcakes yang nantinya akan dihias dengan cantik.

Sementara itu di tempat lain, Jongin tengah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sekitar satu jam yang lalu, untuk kesekian kalinya Jongin dibuat muak oleh tingkah ibu tirinya. Wanita itu mengetahui jika Jongin tengah menjalin hubungan dekat dengan seorang gadis yang tidak lain adalah Jihyun. Wanita itu mengatakan jika Jongin benar-benar mempunyai sifat yang mirip seperti ibunya yaitu menyelingkuhi pasangannya. Jongin yang sangat yakin jika ibunya tidak pernah melakukan hal seperti itu, mengeluarkan amarahnya pada ibu tirinya. Bahkan Jongin sampai melempar sebuah vas bunga kesayangan ibu tirinya itu hingga hancur berkeping-keping. Dan meninggalkan rumahnya dengan segala amarahnya.

Jongin sangat membenci ibu tirinya itu padahal dulu, saat ibu tirinya resmi menikah dengannya, Jongin sempat menganggap ibu tirinya itu sebagai ibunya. Bahkan Jongin mencoba bersikap baik kepadanya, namun semuanya berubah saat ibu tiri Jongin membakar semua barang-barang ibunya yang masih tertinggal dirumahnya. Sejak saat itu, Jongin benar-benar membenci ibu tirinya. Bahkan hal itu membuat Jongin menjadi pribadi yang lebih tertutup.

Jongin terus melajukan mobilnya tak tentu arah. Saat ini Jongin benar-benar membutuhkan sebuah hiburan yang membuatnya melupakan semua masalahnya. Lalu tiba-tiba Jongin teringat pada gadis yang mampu membuatnya bahagia selama beberapa bulan belakangan ini. Jihyun, gadis itu merupakan tujuan Jongin saat ini.

Dan saat ini Jongin tengah menepikan mobilnya tepat di depan kedai bubur tempat Jihyun bekerja. Senyuman pria itu mengembang saat melihat Jihyun tengah menyajikan makanan kepada seorang pelanggan. Gadis itu tersenyum dan membungkukkan tubuhnya pada seorang pelanggan paruh baya.

Jihyun terlihat terkejut saat mendapati Jongin tengah berdiri di ambang pintu, “Boleh aku meminjam karyawanmu hari ini?” tanya Jongin pada Chon Sik yang saat ini tengah berdiri di balik meja kasir, Chon Sik yang terpana karena kedainya kedatangan seorang Chaebol secara tidak sadar menganggukkan kepalanya.

Jongin tersenyum lebar saat mendapatkan persetujuan dari Chon Sik, “Terima kasih, aku berjanji akan mempromosikan kedai bubur milikmu pada teman-temanku.”

Setelah mengucapkan hal itu Jongin menarik tangan Jihyun keluar dari kedai, namun suara teman Jihyun menghentikan langkahnya. Gadis itu menyerahkan tas Jihyun yang tertinggal.

“Kau mau membawaku kemana sunbae?”

Pertanyaan gadis itu membuat Jongin menoleh kearahnya, sejujurnya Jongin juga tidak memikirkan akan kemana dirinya membawa Jihyun. Karena yang ada dipikirannya hanyalah menghabiskan waktu bersama dengan Jihyun.

“Sungai han. Berkencan di sungai han bukan sesuatu yang buruk bukan?” Setelah menimang-nimang, akhirnya Jongin memutuskan akan membawa gadis itu ke sungai han. Karena sepertinya berjalan-jalan disekitar sungai han akan menjadi kencan sederhana namun romantis. Ah memikirkan jika dirinya berkencan dengan Jihyun membuat Jongin tersenyum tipis.

Mendengar kata berkencan keluar dari bibir Jongin, membuat Jihyun tersipu malu. Karena ini adalah pertama kalinya untuk Jihyun berkencan. Karena sebelumnya Jihyun tak pernah mempunyai hubungan apapun kecuali pertemanan kepada lawan jenisnya.

Kai dan Jihyun terlihat menikmati kencan mereka dengan menyusuri jalan setapak di pinggir sungai Han. Dan bagi Kai, pria itu sungguh tidak menyesal telah memilih Jihyun untuk membantu menghilangkan segala amarah yang tadi dirasakannya. Karena kini, dirinya benar-benar merasa bahagia.

Jihyun yang melihat sebuah kedai tteopokki, mengajak Kai untuk menghampirinya. Jihyun berniat untuk mentraktir Kai, karena pria itu sudah sering menolongnya. Namun sepertinya Kai tidak cukup familiar dengan makanan yang saat ini sedang dihidangkan. Jihyun memesankan satu mangkuk tteopokki dan semangkuk ramen untuk mereka berdua, namun Kai hanya memandang aneh makanan dihadannya ini.

“Sunbae, ada apa? Kau tidak suka?”

Kai menatap Jihyun dan mencoba tersenyum, karena jujur saja Kai tak pernah memakan makanan di pinggir jalan seperti ini. Kai memang pernah menyicipi tteopokki tapi tidak dengan ramyun, pria itu sejak kecil tak pernah dibiasakan memakan makanan instan.

“Ah tidak-tidak.” Balas pria itu. Karena tidak ingin menyakiti hati Jihyun, Kai terpaksa menyicipi makanan dihadapannya ini. Raut wajah Kai yang semula terpaksa berubah saat sesendok ramyun masuk ke mulutnya. Sungguh, Kai tidak pernah tau kalau ramyun ternyata seenak ini.

Jihyun yang melihat perubahan ekspresi Kai, merasa aneh. Pria itu jelas-jelas tadi menunjukkan ketidaksukaannya terhadap makanan dihadapannya tapi sekarang, pria itu malah memakan makanannya dengan sangat lahap.

“Aku tidak tau kalau ramyun ternyata seenak ini.”

Jihyun hampir saja menyemburkan kuah ramyun yang baru saja dihirupnya saat mendengar ucapan Kai. Jihyun baru tau kalau ternyata ada orang semacam Kai yang tak pernah menikmati ramyun.

“Kau tidak pernah memakan ramyun sebelumnya?”

Kai menggeleng, sambil terus menikmati ramyunnya. Pria itu terus memakan makanannya dengan lahap, bahkan kini Kai bersiap untuk menikmati panci ramyun keduanya. Jihyun yang berada di sampingnya mendadak menjadi kenyang seketika, padahal Jihyun baru memakan setengah dari ramyunnya.

“Sejak kecil aku diasuh oleh pengasuhku, dan dia tak pernah sekalipun mengijinkanku memakan makanan instan. Pengasuhku bilang dia takut disalahkan jika aku sakit karena mengkonsumsi makanan instan.”

Dan entah kenapa tiba-tiba Jihyun teringat Sehun. Pria itu dan Kai walaupun sama-sama seorang chaebol, tapi Sehun tidak seperti Kai. Pria itu menyimpan banyak ramyun di penthousenya, bahkan tempo hari Sehun terlihat nyaman saat memakan ramyun berdua dengannya.

Kai melenguh lega karena sudah puas menghabiskan dua mangkuk ramyun. Sungguh Kai benar-benar menyesal karena tak pernah sekalipun menyicipi ramyun sebelumnya.

Setelah puas, Kai lalu mengeluarkan dompet dari sakunya. Tapi Jihyun buru-buru menghalanginya, karena memang sejak awal dirinya yang akan membayarkan semua makanan yang mereka pesan.

“Biar aku yang membayarnya sunbae.”

Kai menahan tangan Jihyun yang sedang memberikan uang kepada bibi pemilik kedai, “Aku tak pernah mau membiarkan wanita membayarkan makanan untukku. Lagipula aku yang paling banyak memesan, jadi harus aku yang membayarnya.”

Setelah membayarkan makanan mereka, Kai mengenggam tangan Jihyun keluar dari kedai. Saat tangannya di genggam oleh Kai, Jihyun merasakan sengatan aneh di dalam dirinya. Jantungnya pun saat ini berdetak sangat cepat dan sama sekali tak bisa diajak kerjasama. Mungkin karena ini pertama kalinya Jihyun berkencan seperti ini.

Kai lalu menghentikan langkahnya dan beralih menatap Jihyun yang berada di hadapannya, “Terima kasih karena sudah mau menemaniku.”

“Lain kali jika kau ada masalah, kau bisa datang lagi padaku.” Ujar Jihyun dengan tak lupa menampilkan senyuman manisnya. Kai sedikit terkejut mendengar ucapan Jihyun, karena seingatnya dirinya tak pernah mengatakan apapun perihal masalahnya hari ini.

Jihyun terkekeh kecil saat Kai menampilkan wajah terkejutnya, “Wajahmu tidak bisa berbohong.”

Kai tertawa kecil lalu mengacak rambut Jihyun. Gadis ini memang benar-benar gadis luar biasa. Tidak salah Kai melabuhkan hatinya untuk Jihyun. Dan Kai pun tak lagi merasa heran bisa terpesona sebegitu mudahnya pada Jihyun.

Karena hari sudah semakin malam, Kai memutuskan untuk mengantar Jihyun pulang. Ya walaupun Kai masih belum puas menghabiskan waktu bersama dengan Jihyun namun, Kai tetap harus bertanggung jawab untuk memulangkan gadis itu tepat waktu.

Selama perjalanan menuju rumah Jihyun, Kai dan Jihyun tak henti-hentinya tertawa. Mereka terus saja membahas sesuatu yang ujungnya mengarah ke lelucon kecil. Dan Kai bersumpah, selama hidupnya tak pernah dirinya tertawa selepas ini.

“Kau yakin ingin ku turunkan disini?” tanya Kai saat Jihyun memintanya turun tidak tepat di depan rumahnya.

Jihyun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, “Ibuku tidak terlalu suka jika aku dekat dengan chaebol, jika dia tau aku diantar olehmu, dia pasti akan marah padaku.”

Kai mengangguk dan mencoba mengerti keadaan Jihyun, “Baiklah, hati-hati. Kabarkan jika kau sudah sampai rumah.”

“Baik sunbae. Terima kasih sudah mengantarku.”

Kai menahan lengan Jihyun tepat saat gadis itu membuka pintu mobilnya, “Mulai saat ini jangan panggil aku sunbae. Panggil aku oppa.”

“Iya op..pa. Aku pergi.” Jihyun lalu keluar dari mobil Kai dengan senyuman yang tak hilang dari wajahnya. Begitu juga dengan Kai yang masih menatap punggung Jihyun yang kini semakin menjauh dengan senyum tak pudar dari wajahnya. Gadis itu benar-benar membawa pengaruh kuat pada kehidupannya, dan Kai bertekad akan membuat gadis itu tetap berada di sisinya.

Sudah beberapa hari ini Sehun menjauh dari Jihyun, dan itu semua karena Sehun yang sudah merasa dibohongi oleh gadis itu. Padahal jelas-jelas gadis itu mengatakan kalau dirinya tak ingin menjadi pusat perhatian tapi dia malah datang bersama Kai yang mau tak mau Sehun akui adalah pria paling berpengaruh di sekolah

“Kau datang ke pesta ulang Hyunji?” Jackson yang tiba-tiba saja muncul, langsung merangkul Sehun dan mengambil alih bola baseball yang tengah dipegang Sehun.

“Tak usah bertanya, kau bahkan tau apa jawabanku.”

“Ah tapi ku dengar Jihyun akan datang. Hubunganmu dengannya sudah mulai dekat bukan?” Jackson sungguh penasaran dengan hubungan Sehun dan juga Jihyun setelah kejadian di club tempo hari.

Sehun berjalan dengan malas menuju sofa dan menjatuhkan dirinya diatas sofa tersebut, “Jangan membicarakannya.” Sungguh Jackson memang bukanlah sahabat yang mengerti keadaan sahabatnya, seharusnya Jackson tau kalau Sehun sedang tidak ingin membicarakan Jihyun.

“Yaa kau masih marah pada gadis itu hanya karena dia diantar oleh Kai?”

Sehun membuang wajahnya tanpa menjawab pertanyaan Jackson. Tak bisakah pria itu menghentikan omongannya. Sehun saat ini benar-benar tidak ingin membahas tentang Jihyun maupun Kai.

Jackson mendengus saat Sehun membuang wajahnya namun kemudian pria itu tergelak yang membuat Sehun mau tidak mau menatap sahabatnya itu dengan tatapan bingung, “Aku tau sekarang, kau marah bukan karena Jihyun membohongimu tapi karena kau cemburu. Yaa benarkan perkataanku? Kau cemburu pada Kai, karena Jihyun lebih memilih diantar oleh Kai daripada diantar olehmu?”

“Yaa siapa yang cemburu huh? Aku tidak cemburu.”

Ucapan Sehun malah justru membuat Jackson semakin tergelak, sungguh sahabatnya itu paling buruk dalam menyembunyikan perasaannya. “Kau pikir aku bodoh? Aku bahkan masih sangat mengingat jelas bagaimana kau menatap gadis itu saat di club. Sudahlah kawan, akui saja kalau kau cemburu dan jatuh cinta pada gadis itu. Sekaligus mengakui kekalahanmu.”

Sehun mendengus kesal dan berjalan meninggalkan Jackson begitu saja. Ah Sehun bahkan melupakan taruhan konyolnya pada Jackson. Kini Sehun sudah terlanjur jatuh pada pesona gadis itu dan sepertinya Sehun harus bersiap untuk mengganti warna rambutnya lagi tapi kali ini dengan warna yang tak pernah sekalipun dipakainya.

Langkah Sehun terhenti saat Jihyun muncul dihadapannya dan menghalangi jalannya. Sehun lalu melemparkan tatapan tajam pada gadis itu, tapi Jihyun masih saja tak bergeming dari tempatnya. Sungguh gadis ini benar-benar membuatnya sakit kepala.

“Bisakah kau tidak menghalangi jalanku?”

Jihyun hanya bisa menelan ludah saat menerima tatapan tajam serta kalimat dingin yang terlontar dari bibir Sehun. Jihyun tak habis pikir bagaimana pria dihadapannya ini sangat pandai mengubah sifatnya, terkadang menyebalkan, terkadang sangat hangat dan penuh perhatian. Jihyun bahkan curiga jika Sehun mempunyai kepribadian ganda.

“Aku hanya ingin minta maaf. Sebenarnya tempo hari aku tidak sengaja bertemu dengan Kai oppa. Aku mengatakan ini karena aku tak ingin jika ada orang yang salah paham denganku, aku juga tidak nyaman jika aku mempunyai salah dengan orang lain tanpa meminta maaf.”

Sehun menatap Jihyun dengan dingin, dan lihatlah sekarang Jihyun memanggil Kai dengan sebutan oppa? Bahkan gadis dihadapannya ini selalu menggunakan banmal padanya dan sama sekali tak lagi pernah memanggilnya dengan sebutan sunbae.

“Apa aku meminta penjelasanmu nona Jung? Aku rasa aku tak pernah meminta penjelasan apapun. Lagipula kau diantar oleh siapapun itu bukan urusanku. Dan sekarang menyingkir dari hadapanku.” Sehun mendorong bahu Jihyun lalu meninggalkan gadis itu begitu saja.

Sedangkan Jihyun terdiam di tempatnya, meruntuki dirinya yang sudah membuang-buang waktu untuk meminta maaf pada pria bodoh itu. Seharusnya Jihyun tau kalau meminta maaf atau tidak pada Sehun sama sekali tak akan berpengaruh pada pria itu.

“Dasar menyebalkan.” Desis Jihyun sambil menatap punggung Sehun yang kian menjauh darinya.

“Siapa yang menyebalkan?” Kai tiba-tiba saja muncul dari balik punggung Jihyun yang membuat gadis itu melonjak kaget. Pria ini selalu saja muncul dihadapannya secara tiba-tiba.

“Ah tidak ada.” Jihyun tertawa sumbang, gadis itu tak ingin memberitahukan perihal Sehun kepada Kai karena tau ketika nama Sehun dilafalkan olehnya, pria dihadapannya ini tak akan suka.

“Kau tidak ke kantin?” Tanya Kai yang dibalas gelengan oleh gadis dihadapannya ini, “Kalau begitu ayo kita ke tempat biasa.” Kai lalu menggandeng Jihyun dan membawanya ke rooftop, tempat biasa mereka menghabiskan waktu bersama.

Diam-diam tidak jauh dari posisi mereka, Sehun menatap kedua insan itu dengan tatapan tajam. Belum lagi genggaman tangan Kai pada Jihyun membuat nafasnya semakin memburu. Sehun kini tau, dirinya benar-benar sudah jauh tertinggal di belakang Kai. Dan Sehun tak akan membiarkan dirinya semakin tertinggal jauh, Sehun tak akan lagi diam. Dia harus bertindak untuk membuat gadis itu berada di sisinya. Selamanya.

Kai dan Jihyun seperti biasa menghabiskan waktu berdua di rooftop. Rooftop ini bagi mereka sudah seperti tempat rahasia mereka berdua. Saat ini mereka tengah mendengarkan lagu dari ponsel Kai, Kai sengaja memasangkan earphone ke telinga Jihyun agar Jihyun juga bisa mendengar salah satu lagu Ne Yo Part Of The List yang merupakan lagu kesukaannya. Kai tersenyum saat melihat Jihyun yang sepertinya juga menyukai lagu kesukaannya itu.

“Aku tidak menyangka kau menyukai lagu seperti ini.”

Kai tersenyum kearah Jihyun, “Memangnya menurutmu aku ini pria yang menyukai lagu seperti apa?”

Jihyun menatap Kai dan mencoba berpikir, “Entahlah, tapi kau tidak seperti pria yang menyukai lagu patah hati seperti ini.”

Kai tertawa kecil menanggapi ucapan Jihyun yang menurutnya memang benar, karena jujur saja Kai tidak pernah tau bagaimana rasanya patah hati. Karena dirinya memang belum pernah jatuh cinta ah tidak, Kai baru kali ini merasakan jatuh cinta. Dan beruntungnya Kai karena sepertinya cintanya tidak akan bertepuk sebelah tangan dan tentunya dirinya tidak akan mengalami yang namanya patah hati.

“Lalu bagaimana denganmu? Apa lagu kesukaanmu?”

Jihyun menggeleng, “Aku tidak pernah memiliki waktu untuk mendengarkan musik. Aku mendengarkan musik hanya kalau kedai tempatku bekerja memutarnya.” Jihyun memang benar-benar jarang dan bahkan tidak pernah mendengarkan musik menggunakan ponselnya sendiri. Karena Jihyun terlalu sibuk bekerja dan belajar, waktu luang yang dimilikinya pun selalu dimanfaatkannya untuk beristirahat.

Mengetahui kenyataan demi kenyataan tentang kehidupan gadis dihadapannya ini, entah kenapa membuat Kai semakin merasa bertanggung jawab terhadap kebahagiaan Jihyun. Aneh memang, tapi inilah yang terjadi.

Kai yang sejak kecil ditinggal ibunya, tak pernah lagi merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Tapi setelah Jihyun datang, Kai mulai merasakan lagi rasa bahagia dan bahkan Kai bisa tertawa lepas tanpa paksaan sedikitpun. Karena itulah Kai ingin memberikan kebahagiaan yang sama kepada Jihyun.

Hari ini merupakan hari ulang tahun Hyunji yang dirayakan di Ballroom Royal Hotel yang berada di Gangnam. Jihyun bersyukur memiliki teman seperti Ahra, gadis itu sungguh membantunya mulai dari meminjamkan baju, membantunya membuatkan cupcakes hingga mendadaninya. Bahkan Ahra juga mengantar Jihyun sampai ke depan Royal Hotel, sejujurnya Jihyun ingin sekali mengajak Ahra tapi Ahra tidak akan bisa masuk karena undangan yang diberikan Hyunji hanya untuk satu orang. Jihyun juga cukup risih datang ke pesta seperti ini, selain karena dirinya yang merasa tidak selevel dengan tamu undangan lain, Jihyun juga merasa tidak enak karena harus dilayani oleh beberapa pelayan yang juga merupakan rekan kerjanya.

Saat memasuki area ballroom, Jihyun cukup terperangah dengan interior dan juga desain ruangan yang sederhana namun tetap terlihat mewah. Dan lagi-lagi Jihyun dibuat merasa tidak selevel dengan tamu undangan yang lain karena gaun yang dipakainya benar-benar jauh berbeda dengan gaun yang dipakai tamu lainnya.

“Jihyun!” Jihyun memutar tubuhnya saat mendengar seseorang menyerukan namanya. Orang itu yang ternyata Kyungsoo memberikan senyum hangatnya kepada juniornya sekaligus rekannya di radio sekolah.

“Ah sunbae, syukurlah kau datang.” Jihyun menghembuskan nafas lega karena kedatangan Kyungsoo, karena setidaknya dengan kehadiran pria itu tidak akan membuatnya terlihat seperti anak ayam yang kehilangan induknya.

Kyungsoo cukup bingung mendengar ucapan lega Jihyun, “Ada apa memangnya?”

“Aku merasa tidak enak dan berbeda dari tamu lainnya.”

Kyungsoo tertawa mendengar ucapan Jihyun, “Apa yang berbeda memangnya? Kau manusia dan mereka juga manusia, jadi tidak ada yang berbeda disini nona Jung. Ah lebih baik kita duduk, karena sepertinya acaranya akan segera dimulai.”

Kyungsoo mengajak Jihyun menuju tempat duduk dengan meja bundar yang berisi 5 kursi, yang dimana 2 kursi diantaranya sudah diisi oleh orang lain. Yang tidak lain adalah Sehun dan Jackson.

Ya Oh Sehun. Pria itu tengah duduk santai sambil memainkan ponselnya, dan Sehun sama sekali tidak menyadari kehadiran Jihyun yang saat ini berdiri tepat dihadapannya. Sedangkan Jihyun bersikap acuh dengan tidak mengindahkan kehadiran Sehun.

“Yaa kalian datang berdua? Jangan katakan kau menjemputnya.” Jackson yang kaget dengan kehadiran Jihyun yang datang bersama Kyungsoo langsung menginterogasi mereka berdua. Sedangkan Sehun masih tetap saja sibuk dengan ponselnya.

“Tidak, tadi kami bertemu di belakang. Jihyun tidak memiliki kenalan lain, jadi aku mengajaknya untuk bergabung bersama kita.”

Mendengar nama Jihyun disebutkan, Sehun langsung menaruh ponselnya. Sehun hampir saja melompat saat melihat Jihyun tengah duduk dihadapannya. Padahal baru tadi Sehun memikirkan gadis ini, dan saat ini Jihyun malah justru sudah berada dihadapannya.

Sedangkan Jihyun saat ini sedang sibuk mengedarkan pandangannya ke seluruh ballroom untuk mencari seseorang yang tidak lain adalah Kai. Karena sejak kemarin, Jihyun sama sekali tidak melihat Kai. Pria itu bahkan tidak menghubunginya sama sekali. Walaupun begitu tetap saja Jihyun tidak yakin jika Kai tidak akan datang, karena bagaimana pun Kai adalah tunangan Hyunji. Jihyun sendiri memang tidak memberitahukan Kai tentang Hyunji yang mengundangnya, karena entah kenapa Jihyun merasa akan terjadi hal yang tidak baik antara Kai dan Hyunji jika Jihyun memberitahunya.

Sehun sendiri sadar kalau Jihyun tengah mencari seseorang, Sehun pun menebak jika Jihyun tengah mencari Kai. Sehun lalu mendengus kesal dan berniat memberitahu Jihyun jika kemungkinan Kai tidak datang. Karena memang setiap ulang tahun Hyunji, Kai selalu saja menghilang. Namun sebelum Sehun mengatakannya, suara seseorang yang berbicara di microfon menghentikannya.

Jihyun terdiam di tempatnya saat melihat pria yang tadi dicarinya tengah berjalan kearah depan panggung bersama dengan sang pemilik pesta yang tidak lain adalah Hyunji. Hyunji yang sangat cantik terlihat melingkarkan tangannya pada lengan Kai, mereka berdua tersenyum cerah kearah tamu undangan. Dan melihat pemandangan itu, entah kenapa timbul perasaan tidak enak yang Jihyun sendiri tidak bisa mendeskripsikannya.

Sedangkan Kyungsoo, Jackson dan tentunya Sehun dibuat terkejut oleh kedatangan Kai. Karena mereka tahu sejak perjodohan mereka diresmikan, Kai tak pernah lagi datang keacara ulang tahun Hyunji atau acara apapun yang berhubungan dengan Hyunji. Sehun pun mengalihkan pandangannya kearah Jihyun, Sehun bisa melihat raut terluka dari wajah gadis yang tengah duduk dihadapannya ini. Dan hal itu jujur saja membuat Sehun geram. Pria itu Kai, mendekati Jihyun dan memperlakukan gadis itu dengan istimewa tapi sekarang dengan tidak tahu malunya, Kai datang dengan menggandeng Hyunji.

Kai sendiri yang tengah mengedarkan pandangannya keseisi ballroom, dikagetkan dengan kehadiran Jihyun ditengah-tengah tamu. Pandangan mereka tidak sengaja bertemu yang membuat senyumnya hilang, ya walaupun senyum yang sejak tadi bukanlah senyum yang tulus. Karena Kai melakukan ini semua dengan sangat terpaksa.

Kedatangan Jihyun membuat Kai semakin geram terhadap Hyunji. Dan saat acara peniupan lilin dan pemotongan kue usai, Kai langsung menarik Hyunji ke belakang panggung.

Sedangkan Jihyun hanya terdiam di bangkunya sendirian, karena pria-pria itu kini pergi entah kemana. Jihyun yang merasa bosan, akhirnya beranjak bangun dan melangkahkan kakinya menuju untuk berkeliling. Jihyun lalu memutuskan menuju kamar mandi untuk memperbaiki penampilannya. Namun sayangnya Jihyun tidak tahu dimana letak kamar mandi di area ballroom ini.

Sampai akhirnya Jihyun tidak sengaja hampir salah memasuki ruangan, beruntungnya Jihyun karena dirinya belum sempat memutar kenop pintu. Dari balik pintu, Jihyun samar-samar mendengar suara dua orang yang tengah berdebat. Dan Jihyun yakin suara pria yang tengah berdebat adalah suara Kai.

Di dalam, Kai tengah berdebat dengan Hyunji. Perdebatan mereka terjadi karena Kai tidak suka jika Hyunji mengundang Jihyun. Kai merasa Hyunji hanya berniat mempermalukan Jihyun dan membuat Jihyun merasa jauh berada di bawah Kai.

Padahal Hyunji mengundang Jihyun karena memang dirinya sudah menganggap Jihyun sebagai temannya. Hyunji sama sekali tidak memiliki niat buruk seperti yang dikatakan Jongin. Hyunji sendiri tidak habis pikir pada pria dihadapannya ini, kenapa Kai selalu menyalahkan semua perbuatan Hyunji. Tidak peduli hal yang Hyunji lakukan baik atau buruk, semuanya akan selalu salah di mata Jongin.

Jihyun yang tak ingin terseret dalam perdebatan kedua orang itu, langsung meninggalkan pintu begitu saja. Jihyun tidak ingin jika ada orang yang menuduhnya menguping, karena memang jelas-jelas Jihyun tak terlalu mendengar jelas perdebatan Kai dan Hyunji.

Langkah Jihyun terhenti saat dirinya tidak sengaja menabrak seseorang yang tidak lain adalah Sehun. Sehun menatap Jihyun yang terlihat sedang tergesa dengan heran. Dan pandangannya pada Jihyun teralihkan pada suara pintu terbuka yang berada tidak jauh dari dirinya berdiri.

Kai, pria itu sedikit terkejut dengan kehadiran Jihyun dan Sehun yang kini berdiri tidak jauh darinya. Kai berharap jika Jihyun sama sekali tidak mendengarkan perdebatannya dengan Hyunji tadi.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Kai pada Jihyun, dan sungguh Kai tidak suka keberadaan Sehun yang berada di dekat Jihyun saat ini.

Belum sempat Jihyun menjawab, Hyunji keluar dari ruangan dan gadis itu terlihat kaget dengan kehadiran Sehun dan Jihyun. Melihat keberadaan Hyunji, Jihyun bernapas lega.

“Aku ingin memberikan ini untuk Hyunji eonnie.” Jihyun mengangkat paper bag yang berada di tangannya lalu berjalan menghampiri Hyunji dan memberikan paper bag ditangannya itu. “Maaf aku hanya bisa memberikan itu padamu. Aku harap eonnie menyukainya.”

Hyunji lalu membuka paper bag yang diberikan Jihyun dan menemukan cupcakes yang tertata rapi dan lucu di dalam box, “Lucunya, ini kau yang membuatnya?” Hyunji terlihat bahagia melihat cupcakes yang diberikan Jihyun.

Jihyun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, “Temanku juga ikut membantu untuk menghiasnya.”

Hyunji lalu memeluk Jihyun, Kai dan Sehun yang melihat hal tersebut cukup dibuat kaget olehnya. Karena mereka berdua tidak tau kalau Jihyun dan Hyunji ternyata sedekat ini, “Terima kasih, aku sangat menyukainya. Jika ada waktu, kau harus mengajarkanku untuk membuat cupcakes seperti ini.”

Kai lalu berjalan kearah Jihyun dan menarik tangan gadis itu, namun Jihyun menahan langkahnya hingga membuat Kai menoleh kearahnya. Jihyun tak ingin Kai bersikap seperti ini padanya dihadapan Hyunji. Jihyun juga tak lagi ingin membuat hati gadis itu semakin terluka.

“Maaf sunbae, tapi aku sudah memiliki janji dengan Oh Sehun.” Jihyun lalu melemparkan pandangannya kearah Sehun, pria itu hanya bisa menatap Jihyun dengan kaget. Bahkan expresinya saat ini seakan dirinya sedang mengatakan ‘apa maksud ucapan bodohmu itu?’.

Belum sempat Kai mencerna ucapan Jihyun, Sehun sudah lebih dulu mengambil alih genggaman Jihyun dari tangan Kai.”Ayo, kau membuang waktuku.” Sehun lalu menarik Jihyun pergi menjauh dari Kai dan juga Hyunji.

Jujur saja Kai sangat cemburu karena Jihyun lebih memilih Sehun daripada dirinya, namun Kai tidak bisa berbuat apa-apa. Karena sadar dirinya tak pernah mengikat Jihyun dalam ikatan apapun.

Sehun membawa Jihyun ke area pesta yang berada di luar ruangan, namun belum sempat Sehun mengatakan sesuatu, tiba-tiba manager restaurant datang menghampirinya. Pria itu mengatakan ada sedikit masalah tentang stock makanan untuk pesta Hyunji saat ini.

“Kau tunggulah disini. Setelah urusanku selesai, aku akan mengantarmu. Dan kau tidak boleh menolak perintah atasanmu.”

Setelah mengatakan hal itu Sehun langsung berlalu meninggalkan Jihyun, padahal Jihyun belum sempat menolak ataupun mengatakan apapun tapi pria itu selalu saja bersikap seenaknya tanpa memperdulikan pendapatnya.

“Hey Nona Jung, kemarilah.” Jihyun menoleh saat seseorang memanggil namanya, Jackson yang berada tidak jauh darinya saat ini sedang melambaikan tangannya. Jihyun pun dengan terpaksa menghampiri Jackson, karena tidak mungkin juga Jihyun hanya berdiri disini seperti orang bodoh. Bisa-bisa nanti dirinya bertemu dengan Kai lagi, dan kebohongannya tadi akan sia-sia.

“Dimana Sehun?”

Jihyun memposisikan dirinya duduk di samping Jackson, “Sedang mengurusi masalah restaurant.” Saat ini mereka sedang duduk di bar, dan sungguh Jihyun tidak nyaman duduk di tempat seperti ini.

“Kau mau minum?” Jihyun mengangguk, karena memang sedari tadi dirinya merasa haus namun tidak sempat untuk mengambil minum. Dan Jackson pun memanggil bartender dan memesankan minuman untuk Jihyun, dan tidak membutuhkan waktu lama, minuman Jihyun sudah tersaji di hadapannya.

Jihyun yang memang sedang merasa haus, langsung menegak minumannya sampai habis. Saat minuman tersebut masuk ke kerongkongannya, Jihyun merasakan panas namun rasa panas tersebut hilang dengan rasa manis yang dihasilkan minuman berwarna merah pekat dihadapannya ini.

Jackson terperangah melihat Jihyun meminum minumannya hanya dengan satu kali teguk, lalu pria itu memesankan satu gelas lagi untuk Jihyun. Dan Jihyun pun tidak menolak dan tetap meminum, minuman yang dipesankan Jackson.

Dan entah kenapa Jihyun merasa sedikit pusing, namun Jihyun tidak mengindahkannya dan tetap meminum minuman berwarna merah pekat dihadapannya ini. Bahkan gelas kedua Jihyun habis dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Sedangkan di tempat lain, Sehun baru saja selesai mengurusi urusan restaurant dan bergegas untuk menghampiri Jihyun. Namun Sehun tidak menemukan gadis itu di tempatnya tadi, dan mata Sehun menyipit saat melihat Jackson sedang bersama seorang gadis yang persis seperti Jihyun. Pria itu pun menghampirinya dan melihat Jackson dan Jihyun sedang tertawa bersama, entah apa yang sedang mereka tertawakan.

“Bukankah sudah kubilang untuk jangan pergi kemanapun.” Ucap Sehun saat berjalan kearah Jihyun dan Jackson. “Yaa kau mabuk?” Sehun berteriak kearah gadis itu, lalu menatap sengit kearah Jackson yang hanya tersenyum bodoh.

“Jangan katakan kau yang membuatnya seperti ini.” Tanya Sehun namun Jackson tetap dengan senyum bodohnya. Sehun tau jika Jackson memang bodoh tapi Sehun tidak tau jika Jackson sebodoh ini sampai bisa memberikan alkohol pada gadis seperti Jihyun.

“Aku tidak tau kalau dia ternyata tidak pernah mencoba wine. Bukankah dia bekerja di club sebelumnya, harusnya dia tau bau wine itu seperti apa.” Ucap Jackson membela diri, tapi tentu saja pembelaannya tidak akan diterima oleh Sehun.

Sehun menarik tangan Jihyun dan bersiap untuk membopong gadis itu, namun Jihyun justru memberikan penolakan padanya, “Lepaskan aku, aku tidak mau dengan pria jahat sepertimu.”

Sehun mendengus kasar, “Tapi pria jahat ini akan menolongmu.” Ucapnya lalu kembali menarik tangan Jihyun.

Jihyun menghempaskan tangan Sehun dengan kasar, lalu tertawa kecil ,”Hanya Kai oppa yang sering menolongku dan kau, kau hanya bisa mengangguku.” Raut wajah Jihyun lalu berubah sedih dan gadis itu menidurkan kepalanya diatas meja bar.

“Pria dihadapanmu itu Kai.” Ucap Jackson tiba-tiba, Jihyun pun kembali menatap Sehun dari atas hingga bawah namun menggeleng cepat lalu menunjuk kearah rambut pirang Sehun.

“Kai oppa tidak memiliki warna rambut jelek seperti itu.”

Tawa Jackson lepas saat Jihyun secara tidak langsung mengatai Sehun, namun Sehun langsung menendang kursi yang diduduki Jackson hingga membuat pria itu hampir terjungkal ke belakang, “Yaa kau tidak sadar apa warna rambutmu?” ucapan Sehun tentunya membuat Jackson mengakhiri tawanya, Jackson merasa bodoh karena sudah menetawai dirinya sendiri.

Jihyun mengambil ponselnya saat suara bunyi telepon masuk ke telinganya, namun Sehun dengan cepat mengambil alih ponsel gadis itu karena Sehun yakin akan sangat bahaya jika ternyata ibu gadis itu yang menelponnya.

Namun Sehun justru menemukan suara gadis muda yang sedang berbicara padanya ditelepon, Sehun agak sedikit kesusahakan karena Jihyun terus menerus berteriak padanya untuk mengembalikan ponselnya. Sehun pun terpaksa mengatakan pada gadis yang berada di seberang telepon, jika Jihyun saat ini sedang dalam keadaan mabuk. Dan sesuai perkiraan, gadis itu memaki Sehun dan menyuruh Sehun untuk jangan pergi kemanapun.

Sekitar 45 menit kemudian, Sehun membopong Jihyun keluar dari pesta dengan kesadarannya sudah benar-benar hilang karena gadis yang tadi menelponnya mengatakan sudah berada di lobby dan tidak bisa masuk ke dalam pesta.

Gadis itu Ahra, terbelalak saat melihat sahabatnya dibopong dengan seorang pria dalam keadaan tidak sadarkan diri, “YAA apa yang kau lakukan pada Jihyun.” Ahra melangkah cepat kearah kedua pria itu dan menatap mereka dengan tajam.

Sehun pun menjawab dengan tenang karena memang bukan dirinya yang membuat Jihyun seperti ini, “Tanyakan pada pria bodoh dibelakangku.”

Ahra menatap sengit kedua pria dihadapannya, “Turunkan Jihyun, aku akan membawanya pulang kerumahku.”

“Membawanya pulang dalam keadaan mabuk dan tidak sadarkan diri seperti ini? Apa kau mau image gadis baik-baik yang dibagun sahabatmu selama ini hancur saat orang tuamu melihat Jihyun sedang dalam keadaan mabuk.” Ahra terdiam mendengar ucapan Sehun, pria itu benar. Mau Jihyun sengaja atau tidak meminum alkohol, tetap saja orang tuanya akan berpikiran negatif.

Melihat gadis dihadapannya ini kehabisan ide, Sehun lalu melangkahkan kakinya menuju lift, “Ikut aku.” Ahra pun menurut dan mengikuti arah langkah Sehun begitu juga dengan Jackson yang sebenarnya malam ini memang berniat menginap di penthouse Sehun.

Ahra terperangah saat Sehun membawanya masuk ke dalam penthousenya, Ahra bahkan tidak menyadari kalau Sehun sudah membawa Jihyun masuk ke dalam kamarnya. “Lebih baik kau tutup mulutmu kalau tidak ingin hewan masuk ke dalamnya.” Ahra refleks membungkam mulutnya dan menatap tajam kearah Jackson yang secara tidak langsung mengejeknya.

“Yaa kau mau kemana?” Jackson menahan tangan Ahra, namun gadis itu berontak dan mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Jackson.

“Lepaskan tanganku atau kau mau merasakan tendanganku?”

Jackson tertawa kecil, “Hey nona, kau tau berapa banyak gadis di luar sana yang ingin berada di posisimu saat ini huh? Aku tidak akan macam-macam denganmu tenang saja, aku hanya ingin mengajakmu berkencan. Bagaimana kau mau?” Jackson lalu mendekatkan dirinya pada Ahra dan mengeluarkan sejuta pesona yang dimilikinya untuk memikat para gadis.

Namun sayangnya hal itu tidak berlaku untuk Ahra, karena Ahra sudah bersiap untuk mengarahkan tendangannya kearea vital Jackson. “Itu akibatnya karena berani merayuku.” Ucap Ahra saat melihat Jackson sudah menggeliat di lantai sambil menahan sakit.

Sedangkan di dalam kamar, Sehun menidurkan Jihyun di kamarnya dan berusaha dengan pelan untuk menarik tangannya dari bawah tengkuk Jihyun. Sehun terdiam saat melihat Jihyun mulai menggeliat, pria itu takut akan membuat gadis dihadapannya ini terbangun. Namun bukannya membuka matanya, Jihyun justru mengalungkan tangannya ke leher Sehun dan menariknya hingga membuat bibir mereka bertemu. Sehun yang shock hanya bisa terdiam.

Jihyun lalu melepaskan lengannya dari leher Sehun lalu kembali menggeliat dan bergerak membelakangi Sehun, hingga membuat Sehun bisa melepaskan lengannya dari tengkuk Jihyun. Namun pria itu tetap saja terdiam di tempatnya, seakan masih tidak percaya apa yang baru saja terjadi. Karena tadi adalah hal pertama untuknya. Ya Jihyun adalah ciuman pertama seorang Oh Sehun dan begitu juga sebaliknya. Hal ini tidak aneh untuk mereka berdua, karena baik Sehun ataupun Jihyun tak pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Sehun sendiri selama bertahun-tahun terjebak pada cinta sebelah tangan dengan Hyunji sedangkan Jihyun memang tidak tertarik untuk menjalin hubungan dengan siapapun.

Akhirnya 5000 words rapi. Dan yeah ada couple tambahan, Ahra-Jackson. Mereka disini bakalan jadi pemanis ditengah ketegangan hubungan Sehun-Jihyun-Kai-Hyunji. Dan buat chapter 14, bakalan lebih lama kemungkinan. Tapi pasti bakalan aku update kok ^^ jangan bosen-bosen nunggu dan baca Isn’t Love Story ya ^^ Karena endingnya bakalan tak terduga haha

Iklan

8 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Isn’t Love Story (Chapter 13)

  1. Seruu,aku baca dari Chapter pertama sampai Chapter 14..cuma sayang Chapter 11 & 12 di protect:’)..tapi gapapa deh,Ceritanya Daebakk pisan:D Lanjut Ching!:))

  2. yakk akhirnya baca lagi , udah lama banget dari baca chapter sebelum nya saking lamanya udah lupa kapan hihi

    adegan sehun sma jihyun kisseu kya adegan alien do min joon sama song yi di my love from the star 😀

    fihgting , di tunggu sangat next chapter nya 🙂

  3. OMG sehun jihyun ciuman… hahahahah.. sehun makin plas hatinya… kkkk
    lanjut dong… seru…
    makin penasaran hubungan sehun jihyun dri pada kai-jihyun,, padahal main castnya kai,, mian nini…..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s