[EXOFFI FREELANCE] They Are My Oppa (Chapter 12)

[EXOFFI FREELANCE]They are my oppa (Chapter 12)

They Are My Oppa
Author : DOta
Length : Chapter
Gener : family, romance, drama, school life
Rating : PG 15
With EXO and Ahn Dayoung/ Samantha (OC), other u can find by ur self

The OC and story are belong to me. Please don’t do copy and paste without my permission
Warning! Typos everywhere..

Sorry for typo’s ^^

^Happy Reading^

“hya’ Youngi-ah, kau tidak boleh berteman dengannya” ucap chanyeol tanpa melihat ke arah samantha. Chanyeol tetap pada pandangannya, mengamati setiap pergerakan samuel.
“terlambat…” ucap da young
“eoh???” ucap chanyeol dan baekhyun berbarengan, lagi. Dengan ekspresi yang harusnya hanya dimiliki oleh kyungsoo.
“tenang saja oppa, aku dan dia hanya teman, tidak akan lebih, lagi pula dia bukan tipe-ku”
“memangnya kau ini tipe-ku apa..”
“hmm~!?!”
“wae?? Apa ucapanku salah??”
“hya’!!”
“pokoknya youngii.. kau tidak boleh dekat-dekat dengannya” ucap baekhyun denga nada yang sangat khas miliknya “benar, karena ada aura negatif dari tubuhnya” lanjut chanyeol
“aigooo, oppa! Tenang saja…” ucap samantha di akhiri dengan senyuman meremehkannya.
“tsk, memangnya aku ini apa ada aura negatif” decak samuel.

“tetapi hyung,, ini sedikit aneh”

“wajahnya terlihat sedikit familiar, seperti sudah sering bertemu.. tetapi siapa ya..”

“aih,, mungkin kamu salah orang, mana mungkin kita pernah bertemu dengan anak laki laki seperti dia” tegas chanyeol masih memandang tajam ke arah zhang

“apa mungkin fans kita?”

“kalau dia benar fans oppa, pasti dia sudah menjerit dari tadi bukan?” ucap da young

“benar… kalau begitu…”

“sudahlah jangan terlalu dipikirkan kai” ucap baekhyun yang memang sedang naik darah

Sementara yang sedang di perdebatkan malah menyingkir dari pandangan

Da young yang menyadarinya sedikit memiringkan alisnya ‘aneh’

“kenapa dia?” gumam da young

“kha!! Kha!! Kharagu, aish kalau memang benar ada fans seperi dia, aku pasti sudah mati berdiri melihatnya” ucap baekhyun berapi api

“aigo~ oppa!! So cute~ haha”

“hahahahahaha” tawa chanyeol membeludak saat melihat wajah menyadari wajah baekhyun memerah layaknya teokppoki pedas

“aigo oppa, sepertinya sudah bell, aish hya! Samuel kenapa tidak memberi tahuku kalau sudah bell, aku kan tidak sempat membeli air” kesal da young saat menyadari kelas sudah ramai

“siapa suruh kau tidak mendengarnya, kelas sudah penuh saja kau tidak menyadarinya”

“aish menyebalkan” dan tidak lama kemudian seorang guru masuk dan samantha segera mematikan sambungan video call-an nya dengan oppa-deul

“oppa mian, guruku sudah masuk kelas” send

gwaenchanna, belajar yang giat youngi, fighting saranghae~

“saranghae~” send

“lihat saja kau samuel zhang, i will kill you!!”

.

.

“bacon-ah~~” chanyeol mencoba meredahkan emosi baekhyunyang sedari tadi memajukan bibirnya, lucu pikir cahnyeol

“apa kau ingin mati” pekik baekhyun. Yeah,, tentu saja jawaban baekhyun seperti itu, jika ia sedang dalam mood buruk, iya akan selalu mengeluarkan kata kata tajam. Setajam silet.

“aigoo~ uri bacon sedang sensitive rupanya” sahut kai yang sedang duduk tak jauh dari cahnyeol dan kai.

“hya!” teriak kyungsoo yang tidak terlalu jelas karena sikat gigi masih menempel di mulutnya.

“aish kkamjangia” ucap kai yang kaget seketika, karena kyungsoo tiba tiba sudah berada di belakangnya.

“aish jorok sekali kamu kyungsoo-ya~, ngapain sikat gigi sampai kesini sini” pekik kai.

“diam kau kkamjong” ucapnya singkat lalu melanjutkan “kau harus memakai ini” ucapnya ke arah baekhyun, yang ditunjuk dengan sikat gigi hanya melirik sinis

“ini sangat bagus untuk gtusi yang sensitive” lanjut kyungsoo.

“aigoo, benar bacon-ah ~ , tetapi memangnya gusimu kenapa” ucap chen yang baru saja berada di ruang menonton (TV).

“cabut saja kalau sudah begitu hyung, dari pada membuatmu risih. Merepotkan saja” ucap sehun ngasal sesudah meminum segelas air di meja.

“hahaha aigo~ aku tidak bisa menahannya lagi” tawa xiumin ringan. Xiumin sebenarnya sudah dari awal berada di ruang tv, tetapi ia ke situ8 bukan untuk menonton, melainkan untuk tidur.

“aish hyung~~~”

“ck ck ck, cah~ apa kamu ingin ice cream baekiiee? Aku ingin keluar” sahut suho yang baru saja datang entah dari mana.

“jangan hyung, nanti kalau dia tambah sensitive bagaimana..” ucap kai sedetik setelah suho menyelesaikan kalimatnya

“buat aku saja hyung, ice creamnya” sahut kyungsoo sambil mengangkat tangan setinggi yang ia bisa.

“aku juga mau!!” seru chanyeol yang sudah memamerkan gigi putihnya.

“aku jangan lupa hyung” ucap kai sambil menampilkan senyuman menggodanya, tidak lupa dengan kedipan mata genitnya. Tidak mau kalah dengan chanyeol.

“HYA!! Memangnya aku sudah akik-akik apa, tidak bisa makan ice cream. Aku juga mau tau!” pekik baekhyun seketika yang sedetik kemudian ia sudah memasang mata pupy-nya.

“eugh” sehun merasa mual melihat mata baekhyun.

“araso~ arasso~, hyung akan membelikan kalian banyak ice cream, ok!”

“eoh~~~ hati-hati di jalan hyung” ucap kai dan chanyeol.

“aigoo~ anak anak itu, jika ada maunya saja seperti itu,,” ucap suho yang sudah keluar rumah.

.

.

“itu saja untuk hari ini, jangan lupa mengerjakan PR kalian, mengerti?” ucap guru yang baru saja selesai mengajar di kelas.

“menerti bu!!~” ucap murid-murid.

“hya,, mantha. Kau sudak menentukan pasangan-mu?” ucap samuel sedikit berbisik sambil menyengol tangan samantha dengan sikutnya.

“belum” jawab samantha singkat

“a-ah~” tanggap samuel sedikit gugup karena mantha menjawab dengn nada galak + juteknya.

“aish mengapa aku jadi deg-degan begini” gumam samuel.

“wae?” tanya samantha sambil memasukan buku-buku  ke dalam tasnya.

“ani, yuk pulang bareng”

“gw mau pulang sendiri” ucap samantha yang sudah meng-gemblok-kan tasnya

“lagi, arah balik kita kan gak searah” lanjut samantha yang sudah siap melangkahkan kakinya untuk keluar dari kelas.

“ ya,, gw mau bareng aja sampe halte.. oh iya, gimana kal jalan kaki aja, kan komplek rumah lo deket dari sini” bujuk samuel “dan rumah gw sebenernya gak jauh kok dari komplek lo, lo-nya aja yang gak pernah merhatiin gua, padahal gw pernah se-bus bareng sama lo” lanjut samuel yang sudah membuntuti samantha yang sudah berada di depan gerbang sekolah.

“eii, dekat pantatmu, hari ini tas gw lagi berat, jadi malas untuk berjalan kaki” sahut samantha “dan apa katamu, komplek mu tidak jauh dari komplek rumahku? Eii jangan bercanda, aku pernah melihatmu menaiki bis yang berbeda dengan bis yang akan ku naiki” lanjut samantha.

“kapan?! … ah! Itu,,”

“sudah ingat hm,,” ucap samantha yang hampir saja menjadi ledekan “kalau begitu, bye~” lanjut samantha yang sedang berlari karena melihat bis-nya menuju ke arah halte.

“aku akan membawakan tas mu” teriak samuel yang ikut berlari unutuk menggapai tas samantha.

“cepat juga larinya” gumam samuel

“tidak perlu,” ucap samantha yang sedang mengatur nafasnya di depan pintu bis yang akan segera di buka.

“udah, ayok” ucap samuel yang sudah mengambil paksa tas samantha. Untuk ajah gak sampai di teriakin jambret sama emak-emak yang ada di dalam bus.

“HYA!!”  teriak samantha sedetik kemudian ia meminta maaf kepada sang supir karena tidak jadi menaiki busnya. Bisa saja samantha mengabaikan samuel yang sedang berlari sambil membopong tas-nya, tetapi di dalam tas itu ada handphone nya, dan ia sudah berencana melakukan video call lagi dengan oppa-nya nanti malam. Bisa hancur rencananya gara-gara lelaki tengil itu.

.

.

*throw back to 2014*

“ EXO PLANET #2 THE EXOLUTION “

EXO kembali menggilakan para k-Poper Indonesia, khususnya jakarta. Ini memang bukan pertama kalinya para cowok ganteng asal korea ini datang ke Jakarta, tetapi ini yang petama kalinya EXO mengadakan konser tunggal di Indonesia. Dan ini pertama kalinya exo bertemu dengan fans indonesia di konser tunggalnya. Para fans menggila karena boy band asal korea ini bukan hanya tampan saja tetapi suara mereka membuat para fans makin cinta pada boy band ini.

“paman!!” teriak seorang anak laki-laki sambil menepuk bagian belakang punggung seseorang yang ia sebut paman.

“H- “ kagetnya tertahan. hampir saja ia menyemburkan air-nya ”! Hey kamu mengagetkanku huan-ah” ucap seseorang yang baru saja menoleh ke arah belakang. Keponakannya yang lucunya kebangetan alias ngeselin itu selalu saja membuat dirinya kewalahan “ada apa xiuhuan? Keponakan ku yang baik hati” tanyanya kemudian.

“kapan paman sampai? Baru saja?”

“hey, aku yang bertanya duluan, mengapa kau malah balik bertanya” omel sang paman

“aah~ sepertinya kemarin malam ya..” ucap si keponakan yang bermarga sama dengannya. Zhang sudah mengitari ruangan dan membuka pintu kamar.

“yak! Dasar tidak sopan, kau ini! Main masuk-masuk kamarku saja” pekik lay yang sudah menyusul zhang.

“siapa suruh tidak dikunci” cetus zhang cepat “koper? Biasanya paman tidak membawa koper saat pulang, ada apa?” lanjutnya yang sudag duduk di pinggir kasur milik pamannya.

“kau ini, dasar tidak perhatian” ucap lay yang sudah duduk di samping zhang.

“ah~ benar, konser,,” ucap samuel. Kemuadian ia merebahkan dirinya.

“tentu saja, kali ini kami akan ke Indonesia” ucap lay.

“kemana?” tanya zhang singkat.

“Indonesia… Jakarta? Ah~ benar Jakarta!” jawab lay setelah mengingat ngingat perkataan suho sewaktu di dorm.

“Jakarta?!”

“benar!” jawab lay singkat “kau tahu jakarta?” tanyanya kemudian.

‘sepertinya seru kalau aku ikut ke sana, lagian kalau liburan hanya di rumah bibi akan membosankan’ gumam zhang dalam hati.

“oy! Apa yang sedang kau fikirkan?” teriak lay sambil melambaikan sebelah tangannya di depan wajah zhang.

“o? Ah~ tidak, hanya saja, akan seru kalau bisa ikut paman ke sana”

“hehe~ itu tidak lucu, zhang xiuhuan”

“siapa yang sedang melucu, paman. Aku serius, aku ingin ikut paman!”

“ei~ memangnya kau kira aku ingin liburan, ini berkerja huan-ah”

“ayolah paman, ini liburan, dan ibu hanya mengirimku ke rumah paman, aku ingin yang lebih jauh paman… aku ikut, ok!!”

“ta-tapi, kau-“

“aku berjanji tidak akan menggangu kegiatan konser paman, dan tidak melakukan yang aneh-aneh. Janji!”

“baiklah-baiklah, tetapi apakah ibumu akan membiarkanmu ke indonesia?”

“tenang saja paman, ibu kan sangat mengandalkan paman, pasti ibu membolehkannya jika aku bilang aku akan menemani paman”

“hehei~ siapa yang menemani saiapa yang ditemani”

“ayolah paman, apa kau ingin melihat keponakan semata wayang-mu ini menderita di liburan panjangnya.

“aiyo~ baiklah-baiklah, aku tidak bisa menentangmu”

.

“benarkan apa yang aku bilang, ibu pasti mengijinkannya kalau nama paman di sebut-sebut, ibu adalah penggemar paman, aku tahu itu” ucap zhang sambil melompat-lompat kegirangan di tempat tidur milik lay.

“dasar kau ini” zhang hanya tertawa setelah selesai memutuskan panggilan video-call an nya dengan ibunya. Sebenarnya lay ingin mengomeli zhang dikarenakan sudah membuatnya menanggung tanggung jawab besar untuk menjaganya di negeri orang, ditambah lagi sekara dia menginjak-injak tempa tidur kesayangannya. Oh tidak, pekik lay dalam hati. Ia tidak jadi memarahi zhang, karena suasana hati zhang sepertinya sedah dalam mood baik, ia merasa tidak enak untuk memarahinya dikala keponakkanya sedang tertawa seperti itu.

Lay ikut tersenyum bersama zhang. Bahkan sekarang ia juga ikut melompat-lompat bersama zhang sambil memegang guling dan bantal.

“Yixing, Xiuhuan, hentikan. Ini sudah malam. Kalian bisa membangunkan para tetangga” teriak seorang wanita dari luar kamar.

“bocah itu sangat berisik sekali malam malam begini” gerutu wanita tadi.

“sst~!” bisik keduanya yang tiba tiba menghentikan kegiatannya dan saling melempar pandangan.

Lalu tertawa sedetik kemudian.

“mereka sudah gila rupanya”

.

“ah, kalau begitu aku akan menyiapan koperku paman!”

“bawa seperlunya saja, jangan seperti ingin pindah rumah huan-ah”

“aku akan mengurusnya”

“aiyoo~ bocah itu”

Keesokan harinya

“paman! Bangun!! Paman~ bukankah hari ini kau harus kembali ke korea?”

“sejak kapan aku bilang begitu”

“ah? Bukankah tadi malam…”

“aku langsung ke indonesia besok, jadi hari ini aku ingin istirahat huan-ah”

“ah~ paman lu,, apa benar ia akan ke jakarta hari ini? Kenapa tidak berbrengan saja paman”

“aiyo~ dari mana kau mendapatkan informasi itu, apa jangan jangan..”

“aiyowei~ paman kira aku siapa”

“benar~ kaulah zhang xihuan”

“hm~” “oh iya, kalau paman langsung ke indonesia besok berarti paman tidak berlatih? Aku dengar bukankah itulah dimana para member akan melatih gerakan, koreo nya?”

“ei~ kau terlalu banyak mendengar huan-ah” “lagi pula kami sudah banyak berlatih, dan biasanya justru hari hari seperti ini akan dimanfaatkan untuk beristirahat, karena mulai besok sesampainya kami di jakarta kami tidak akan punya banyak waktu untuk beristirahat”

“oh~ itu masuk akal”

“tentu saja”

“kalau begitu sekarang waktunya sarapan, bibi sudah membuatkan sup kesukaan paman”

“aiya~ mengapa baru bilang sekarang, kalau seperti itu aku sudah berlari ke dapur”

“maka dari itu aku menundanya, karna aku diperintahkan bibi agar paman menggosok gigi dan mencuci wajah paman terlebih dahulu”

“euh” jezz

.

“kenapa tidak kembali ke korea paman?” tanya zhang yang sedikit menjengkelkan, menurut yixing.

“hya memangnya aku pulang hanya untuk tidur dikasur saja, aku juga ingin memakan masakan ibu!” pekik yixing “benarkan, ibu~” lanjutnya disertai senyum genit ala yixing.

“aiyo~ ma boy” ucap ibunya sambil mengelus rambut anaknya.

“ei~ hanya itu?” tanya zhang lagi.

‘aish, anak ini. Banyak tanya sekali’ ucap lay dalam hati

“ya tidak lah, masa iya karna itu saja. Hya~ kemana perginya otak pintarmu, hem?” ucap lay berusaha membuat yixing jengkel.

“eish, pasti karena paman rindu seseorang kan?~” tebaknya yang membuat yixing kaget seketika. Sampai sampai ia membuka matanya lebar-lebar.

“oh-“

“jangan bilang itu aku,,” canda zhang yang sebenarnya sedikit curiga dengan ekspresi pamannya. Seperti tetangkap saat mencuri timun di malam hari.

Yixing menghembuskan nafas lega saat mendengar ucapan keponakkan-nya itu

“ei~ mengapa aku harus merindukanmu, apa kamu tidak tau, kamu itu sangat menyebalkan. Bahkan jika diadakan kontes orang paling menyebalkan, kamu akan memenangkannya” ejek yixing beruntun.

“lalu, kalau bukan aku, siapa? Oh!? Jangan jangan…” ucapan zhang kembali membuat yixing tegang. Sarapan sudah seperti sidang hari ini.

“apa apa?” yixing penasaran akan tebakan zhang.

“itu…”zhang membuat yizing tegang, cemas sekaligus penasaran sekarang.

“ai.. berhenti membuatku penasaran” pekik zhang sambil meletakan sedok-nya di atas piring lalu menyenderkan tubuhnya.

“ho? Bukankah seharusnya aku yang bilang seperti itu” senggah zhang yang makin curiga dengan pamannya. Sepertinya ada yang di sembunyikan oleh pamannya hari ini.

“mm~“ yixing memasang wajah memikir, ucapannya terkatung.

“aiya~ sudahlah, makan saja makanan kalian. Dan yang terakhir akan membantu ibu mencuci piring” ucapan ibunya sontak membuat dua lelaki itu sigap menghabiskan makanannya hingga piring itu bersih. Bahkan jika semut melawatinya, semut itu akan terpeleset. Itu sangat bersih.

.

Sore ini Yixing dan Zhang akan berangkat menuju bandara. Sementara anggota EXO lainnya pun melakukan hal yang sama. Mereka semua tiba di bandara Soekarno Hatta pada malam hari. Yixing dan Samuel sampai 15 menit lebih dulu dibanding member lainnya. Kemudian mereka keluar bandara, sebelumnya mereka tidak lupa untuk merapihkan tataan rambutnya. Samuel juga memperkenalkan dirinya dengan sopan, kemudian mereka berbincang-bincang dan segera keluar dari bandara. Fans sangat antusias menunggu exo keluar dari bandara. Kebanyakan meneriakkan nama-nama dari bias-nya masing-masing. Takut fans ada yang curiga dengan samuel, ia memilih keluar belakangan dan bergabung dengan para staff. Tetapi para staff sangat sibunk dengan tugasnya masing-masing, samuel merasa tidak enak untuk merepotkan para staff. Tetapi di sisi lain ia harus ke kamar kecil, akhirnya ia memutuskan untuk langsung mencari toilet. Itu memakan waktu cukup lama untuk bisa menemukan toiet. Bukan karena toiletnya jauh, tetapi karena zhang bingung dan akhirnya ia malah seperti orang yang sedang berkeliling, dan bukannya menuju toiet.

“Selesai!” ucap samuel tepat setelah ia keluar dari toilet.

“augh, mengapa aku jauh jauh berkeliling, kalau ternyata toiletnya sedekat ini dengan tematku duduk tadi” kesal samuel lalu ia berjalan keluar.

“oo~….. mengapa tidak ada orang?! Apa… oh tidak!” ucap samuel semenit setelah ia keluar, ternyata bis yang dinaiki pamannya sudah pergi, dan sialnya tidak ada satupun anggota staff yang masih berada di sana, sekarang ia sesali pemikirannya untuk tidak meberitahu kalau ia akan ke toilet. Tetapi itu juga bukan salahnya, bukan?. Itu karena semuanya terlihat sibuk.

“aku harus bagaimana sekarang, handphone dan dompetku di tas, dan tas itu… paman yang membawanya. Aku harus bagaimana…” kemudian zhang melihat seorang gadis berjalan di depannya. Dan ia membawa barner ‘welcome EXO’ . entah apa yang terlintas di fikirannya saat itu, ia langsung memegang tangan gadis itu.

“help me, “ ucap zhang disertai wajah yang terlihat memelas.

“ooh!?” gadis itu sedikit terkejut karena tiba-tiba saja ada yang menarik lengan kanannya.

“help me please, I left my entourage, and my bag with them. I can’t go for the inn because my phone and wallet are all in the bag” zhang memasang ekspresi yang membuat gadis itu sedikit khawatir padanya.

“oh no,,” ucap gadis itu “then you can go with me,” lanjutnya yang membuat zhang sedikit terkejut.

“hm.. Where is your lodging address?” tanya gadis itu.

“ah, you must introduce yourself first. I’m not someone who can go with people that I dont know”

“ah, right. My name is Xiuhuan, Zhang” ucapnya memperkenalkan diri

“ah~ Zhang Xiuhuan, my name is Samantha. Then let’s go!~”

“let’s go!~”

Mereka berdua menaiki taksi. Mereka banyak berbincang dan saling mengenal satu sama lain. Zhang tau kalau samantha itu fans yang ketinggalan exo, maksudnya ia terlambat sampai. Seharusnya ia sampai 10 menit atau 5 menit lebih awal, katanya. Samuel hanya tersenyum mendengarnya. Ia meminta nomor telpon samantha, dan berjanji akan membalas jasanya hari ini.

Yixing sudah menunggu zhang sejak 1 jam yang lalu, ia khawatir dengan keponakannya itu. Walaupun zhang itu sangat menyebalkan, tetap saja ia keponakannya. Yixing tidak bisa tenang, ia terus menerus menanyakan keberadaan zhang pada para staff. Tetapi tidak satupun dari mereka tahu keberadaan zhang. Baru saja yixing ingin keluar mencari zhang, zhang sudah di depan matanya. Sedang turun dari taksi. Lalu ia berlari menghampiri keponakannya itu.

“hya! Dari mana saja kau! Mengapa kau tidak bersama para staff?! Dan bagaimana kau…” tanya yixing beruntun membuat zhang kewalahan untuk mendengarnya.

“huft,, maaf paman, aku pasti membuat paman khawatir. Tadi aku ingin ke toilet, aku sudah tidak tahan. Dan aku melihat semuanya sangat sibuk, jadi aku mencari toilet sendiri. Lagi pula aku bukan anak kecil yang kalau ke toilet harus bilang dulu”

“tetap saja”

“dan untungnya tadi ada yang mau menolongku, dia sangat baik”

“supir taksi itu?”

“tentusaja bukan, namanya samantha, ia mengantarku sampai disini. Ia fans mu paman! Ia sama sepertiku, tertinggal…”

“tertinggal?”

“sudahlah, nanti aku ceritakan jika sudah didalam, aku juga ingin masuk paman…”

“ah benar,”

“ah~ jadi seperti itu..” ucap yixing

“dia sangat baik, zhang. Kau sangat beruntung bertemu dengannya” ucap chen.

“benar” ucap xiumin yang mensetujui perkataan chen.

“apakah ia akan datang ke koser kita besok?” tanya xiumin.

“aku tidak tahu, sepertinya tidak” jawab zhang sambil mebuang nafas

“wae??? Kenapa?! Bukankah ia datang ke bandara agar bertemu kita, pasti ia juga akan datang ke koser kita, zhang-ah..” ucap chen.

“itu dia paman, karna ia tidak bisa datang ke konser, ia datang ke bandara. Dan memang bukan nasibnya untuk bertemu denganmu,, kasihan dia..” ucap zhang sambil melihat keluar jendela ‘kapan aku akan bertemu dengannya lagi’

“oh tidak…” ucap chen dan yixing.

“memang kenapa dia tidak bisa datang?” tanya suho.

“dia tidak memiliki tiketnya, dia masih seorang siswa sepertiku paman. Mana mungkin dia memiliki uang untuk membeli tiket yang mahal itu” ucap zhang yang membuat suho berfikir sejenak.

“benar….” Ucap chen. Zhang kembali membuang nafasnya.

“kalau begitu kita harus membantunya” ucap suho cepat.

“bagaimana?” tanya zhang yang sudah melirik ke arah suho.

“apa kau tahu alamatnya?” tanya suho yang mencoba mensukseskan rencana briliannya.

“tidak aku hanya tahu nomor telponnya” ucap zhang. Kemudian suho memutar kembali otaknya.

“oh ho, itu sangat engejutkan zhang-ah.. apa kau menyukainya?” goda chanyeol tetapi tetap fokus pada game yang sedang ia mainkan bersama baekhyun.

“ei~ tidak mungkin, paman!” ucap zhang sambil tersenyum aneh.

“tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini zhang-i” ucap baekhyun kemudian mendapatkan perhatian semua orang.

“aigooo~ uri baek-baeki sudah mulai dewasa rupanya” ucap kai meledek lalu mendapatkan tatapan tajam milik baekhyun. Seram.

“aku menang” teriak chanyeol yang membuat baekhyun sadar.

“kau curang!!!” teriak baekhyun yang sudah memesang wajah sangarnya.

“salah sendiri, tidak fokus” ejek chanyeol. Bukannya takut melihat baekhyun malah tertawa karena ekspresinya.

“yakk!! Ini karena kau kim jongin!!!” pekik baekhyun kemudian berlari ke arah kai dengan tatapan menakutkan.

“ya! Yak!! Mau apa kau!! Kyungsooooyaaaa tolong aku” teriak kai yang melihat kyungsoo baru saja menampakkan diri.

“tidak akan” ucap kyungsoo singkat lalu duduk di dekat chanyeol.

“kau mau bermain kyung-ah?”

“sudahlah, ini nomornya” ucap zhang kepada suho

“aku akan meng-sms nya kalau begitu”

‘Selamat! Anggita, anda mendapatkan tiket EXO PLANET #2 THE EXOLUTION GRATIS!!! Anda bisa datang besok pagi jam 10, di depan venue dengan membawa kartu pengenal anda dan menghubungi admin di sana.’

“apa itu cukup?” ucap suho.

“u~ kau sangat pandai hyung ucap baekhyun.

“tentu saja” ucap suho dengan percaya diri.

Ke-esokan harinya. Member exo sangat sibuk pagi ini, ia sudah harus bangun pagi-pagi untuk mempersiapkan panggungnya. Bahkan anggota staff tidak tidur kemarin malam. Mereka begitu sibuk agar semuanya tersusun rapih. Mereka ingin semua fan puas akan stage mereka.

Zhang sudah tidak sabar untuk melihat samantha, akankah ia datang?. Ia sudah berpesan kepada admin untuk mengkuti rencananya. Samantha akan  menjadi orang pertama yang memasuki venue.

Sekarang sudah jam 12 siang. Samantha belum juga datang. Sementara zhang sudah menunggunya di dekat panggung. Pamannya melihat tingkahnya sangat bersemangat tadi pagi, tetapi mengapa siang ini sangat beda, turun drastis.

“apa dia belum datang?”

“sepertinya begitu, apa dia tidak akan datang?”

“apa kau belum menghubunginya?”

“aku ingin membuat kejutan untuknya, jadi aku tidak mengubunginya”

“baiklah, tetapi kau harus makan dulu zhang-ah, ini waktunya makan siang”

“baiklah…”

Samantha sebenarnya sudah mau ke konser exo pagi ini, bahkan ia sudah rapih sejak jam 8 pagi. Tetapi ibunya tiba-tba sakit dan ia mengurungkan nianya untuk pergi. Kesempatan langka yang tidak akan datang dua kali, tetapi ia yakin dan percaya kalau kesempatan itu akan datang lagi dan lagi. Jadi dia tidak menyesali keputusannya untuk teteap dirumah menjaga ibunya.

Back to 2017

.

.

.

.

Long time no see readers-deul ><

Adakah yang masih menunggu next-an ff ini?

Are you miss me guys??? /siapaya?!/

Aku sangat merindukan kalian chingu-deul…. Maafkan aku untuk yang ke sekian kalinya. Aku tahu aku banyak mengecewakan kalian semua. Ini sudah 6 bulan? Benar kah?! Sudah selama itu,,, huhuhu

Sebenarnya aku sudah ingin men-next saat 2 bulan yang lalu se-usai aku pkl, tetapi seusai pkl malah makin banyak tugasnya, jadi….

Mianhae ><

Dan baru-baru ini aku membuat blog pribadiku sendiri!! Yey!! Akhirnya dreams come true!! /walaupunblognyamasihbutut/ /butitsokay/

Go visit my blog ya readers-deul ^^

Kpopfiction2017.wordpress.com

Aku mem-publish ulang ff ku yang sudah pernah ke publish di exoffi.

Oh iya jadi tau kan zhang itu siapa,,, hehe.. aku berharap readers-deul memaafkanku karna aku sudh menghilangkan kepenasaran kalian tentang zhang… hehe /pissvroo/

RCL, please

TBC

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s