Job’s Goal : Finding Love [Chapter 6] -anneandreas

- JGFL COVER (2)

JOB’S GOAL : FINDING LOVE

.

a chaptered fiction with Romance feel in Family and Works life rated by T

staring by

EXO’s Byun Baekhyun, Kim Minseok, Kim Jongdae and Do Kyungsoo
INFINITE’s Lee Howon and Nam Woohyun
OC’s Do Kyungrin and Do Ahrin

.

Poster @ littlejungg
I own the plot
all cast except OC belong to their real life

.

⇓⇓ PREVIOUS CHAPTER ⇓⇓

Teaser – Chapter 1 – Chapter 2 – Chapter 3 – Chapter 4 – Chapter 5

.

-6-

AUDIT INTERNAL

©anneandreas2k17

Reen duduk bersantai di pantry kantor sambil menyesap cappuccino, sesekali ia memainkan benda kotak yang ada di tangannya. Setelah beberapa minggu terakhir bergelut dengan berkas polis-polis klaim asuransi, berita turunnya dana klaim dari perusahaan asuransi tadi pagi terdengar seperti nyanyian surga di telinga Reen.

“Sepertinya kau sudah duduk di sini dari setengah jam yang lalu.” sapa Myungsoo yang baru saja memasuki pantry. “Hmm.” gumam Reen singkat, ia memejamkan mata dan mengayun-ayunkan kakinya ringan.

“Urusan asuransi pabrik kebarakan itu sudah selesai?” tanya Myungsoo lagi membuat Reen membuka matanya jengah lalu menggumam tak peduli, “Sudah. Untuk puluhan tahun ke depan jangan ucapkan kata asuransi, klaim, dan polis saat di dekatku. Rasanya makanan di perutku berputar saat mendengar kata-kata mengerikan itu.” Jawaban Reen membuat Myungsoo mengangguk-angguk sambil tertawa.

Reen baru mulai memejamkan matanya lagi saat suara langkah kaki terdengar mendekati pantry, “Noona?” Panggil suara seseorang yang sangat Reen kenal. “Ya, Jong.” jawabnya singkat.

“Baekhyun hyung datang membawa surat.” Lanjut Jongin yang kini sudah berdiri di pintu ruang pantry.

“Untukku?” tanya Reen tak peduli.

“Untuk tim pabrik. Berita acara audit internal.” Jongin menuturkan kalimatnya hati-hati.

Reen mendongakkan kepalanya dan menatap Jongin malas, “Audit internal? Klaim asuransi saja baru beres. Oh my! Apakah tidak ada satu hari tenang di sini?” Reen mengeluh terang-terangan, namun ia tetap bangkit dari kursinya dan berjalan mengikuti Jongin keluar dari pantry setelah sebelumnya melambaikan tangan ringan pada Myungsoo.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

“Dari mana?” Kalimat dari bibir Baekhyun menginterupsi sesaat setelah Reen dan Jongin memasuki ruangan mereka. Reen sempat berdiri menegang, bersiap mendapatkan makian dari manager yang baru saja ia ketahui sebagai mantan pacar saudari kembarnya itu. “Dari pantry.” jawabnya singkat dan berusaha terdengar tenang.

“Oh, itu di atas meja kerjamu ada berita acara audit internal untuk pabrik. Coba kau baca lalu telepon Junmyeon seandainya ada data yang kau butuhkan dari pabrik Busan.” tutur Baekhyun panjang, namun tidak dengan nada memerintah seperti biasanya.

Reen terang-terangan melongo ke arah Baekhyun, apakah managernya ini salah menelan makanan? Namun belum sempat otaknya berpikir macam-macam, Baekhyun ganti menoleh ke arah Reen lalu menaikkan sebelah alisnya, “Ada apa?” katanya.

Segera Reen menggelengkan kepalanya lantas berjalan menghampiri meja kerjanya. Baru saja ia duduk dan mulai membaca berita acara audit internal itu, Reen sudah merasa beberapa helai rambutnya mengalami kerontokan –tidak dalam arti sebenarnya tentu saja. Berita acara itu memuat berbagai macam poin-poin yang setiap kalimatnya begitu terasa menyiksa batin Reen sebagai staff accounting. Kemudian Reen mengambil bolpoin lantas mulai melingkari beberapa poin-poin yang bisa ia kerjakan sendiri lalu menelepon Junmyeon sebentar untuk mengonfirmasi berita acara audit internal.

“Kalau butuh bantuan, bilang padaku saja.” Howon bergerak mengarahkan kepalanya begitu dekat ke kertas berita acara yang ada di atas meja kerja Reen, membuat Reen otomatis mundur bersama kursinya yang untung saja memiliki roda.

“Ah, iya. Tentu aku akan minta bantuan kalau aku kesulitan.” jawab Reen.

“Oke.” jawab Howon santai sambil menepuk pundak Reen ringan, lalu ia kembali bergelut dengan berkas-berkas di meja kerjanya sendiri.

Reen kemudian mulai bergelut dengan layar komputernya, membuka-buka folder berisi file laporan keuangan yang dikerjakan oleh karwayan yang telah resign sebelumnya. Hal-hal seperti inilah yang paling tidak disukai Reen sebagai staff accounting. Jika divisi lain atau bahkan pihak ketiga menanyakan tentang laporan keuangan dari zaman antah berantah, seorang staff accounting harus mengetahui seluruh seluk beluk isi laporan keuangan itu. Tidak akan ada jawaban sejenis ‘maaf, laporan itu bukan hasil pekerjaan saya’ apalagi ‘saya belum bekerja di sini sewaktu laporan keuangan ini dibuat’ yang akan keluar dari bibir seorang staff accounting.

Dan tentu saja semua orang di ruangannya –dan tentu saja di kantor ini harusnya juga tahu, bahwa Reen baru mulai bekerja di sini sekitar tiga sampai empat bulan saja. Mengapa pula berita acara audit internal untuk laporan keuangan tahun lalu baru dikeluarkan sekarang? Reen semakin kesal saja jika memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya kala tim audit internal memulai pekerjaan mereka nanti.

“Aku ke gudang dulu.” ucap Reen sambil berdiri dari kursinya, membuat ketiga orang laki-laki yang berada di ruangan yang sama mengangkat kepala mereka serentak dan menatap Reen.

Noona perlu bantuan?” Jongin yang pertama menawarkan bantuan.

“Tidak usah. Kau ‘kan sedang mengerjakan afiliasi dengan perusahaan cabang. Lagipula aku hanya perlu memeriksa dan mengambil beberapa kardus dan odner dokumen yang diminta oleh tim audit internal.” jawab Reen kemudian mengambil langkah keluar dari ruangannya.

“Jika ada yang mencariku katakan aku ada di gudang lantai dua, oke?” Reen menginterupsi lagi, dan Jongin yang menjadi lawan bicara Reen mengangguk.

.

.

.

Hal pertama yang dilakukan Reen setelah meletakkan peralatan seadanya untuk membuka kardus-kardus di gudang adalah menghela napas keras-keras, berharap semua tekanan audit internal itu menguap keluar bersama helaan napasnya.

Setelahnya Reen menarik keluar kardus pertama yang terletak di rak paling bawah, membuka perekat kardus itu dengan cutter dan mengeluarkan beberapa tumpuk data sample produksi sparepart yang diminta oleh tim audit internal, kemudian ia beralih pada kardus-kardus selanjutnya. Setelah merekatkan dan mengembalikan semua kardus itu ke tempatnya, Reen mulai mengedar pandang ke seluruh gudang dan helaan napas kembali terdengar ketika Reen menyadari semua odner yang harus ia ambil jumlahnya banyak dan letaknya terpisah-pisah, bahkan beberapa ada di rak paling atas –yang sudah pasti tidak dapat dijangkau dengan tangan Reen tanpa menggunakan tangga.

Reen mulai melangkah dan menarik beberapa odner bank receive-payment yang dapat diraih oleh tangan kosongnya, lalu membawa odner-odner penuh data itu ke sudut gudang, menyusunnya sementara di sana setelah mengumpati dirinya sendiri yang lupa membawa troli barang ke gudang. Reen terus mondar-mandir mengambil odner di rak lalu menyusunnya di sudut gudang hingga mendekati jam istirahat makan siang. Setelah meletakkan odner yang ke-dua puluh, Reen menyempatkan diri berkacak pinggang sambil mengatur napasnya yang ngos-ngosan –sekedar pemberitahuan, ada dua odner data bank receive-payment dalam satu bulan, sehingga total odner setahun yang harus Reen ambil ada dua puluh empat odner.

Fighting!” jerit Reen pada dirinya sendiri. Matanya kini menatap empat odner tersisa, yang sialnya berada di rak paling atas yang sudah pasti mustahil untuk dapat Reen ambil tanpa bantuan tangga. Rak itu begitu tinggi karena ujung teratasnya bahkan nyaris mencapai plapon gudang. Reen melenguh, ia terlalu malas untuk keluar dari gudang dan menghampiri Myungsoo di pantry untuk membawa tangga dari gudang peralatan ke gudang berkas tempatnya sekarang berada.

Menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk memastikan gudang ini benar-benar kosong kemudian menggerak-gerakkan rak untuk memastikan rak ini kokoh menjadi modal Reen untuk meyakinkan dirinya memanjat rak saja ketimbang mengambil tangga. Berbekal nekat, Reen mulai menaikkan sebelah kakinya di rak kedua dari bawah yang kira-kira berjarak 50 cm dari lantai sementara sebelah tangannya menggenggam tiang penyangga di tengah-tengah rak. Meskipun sempat kerepotan dengan rok rempel pendek yang ia kenakan, Reen berhasil menapakkan kedua kakinya. Tapi tangan Reen masih belum mampu mencapai odner yang ia butuhkan, ia setidaknya harus naik satu rak lagi.

Reen melangkahkan kakinya sekali lagi menuju rak ketiga dari bawah. Jantungnya mulai berdegub kencang ketika kedua kakinya sudah menapak di sana, ia sudah pasti satu meter lebih di atas lantai. Reen kini hanya perlu melangkah –yang sebenarnya lebih tepat disebut merayap– ke kanan sekitar tiga langkah lalu menarik empat odner dari rak paling atas. Namun perkara melangkah ke kanan sebanyak tiga langkah ini juga bukan merupakan perkara mudah bagi Reen, tapi apa lagi yang bisa dilakukannya? Ia sudah terlanjur memanjat setinggi ini.

Reen mengeratkan pegangannya pada pinggiran rak ketika kaki kanannya mulai bergerak mendekati odner-odner sialan yang mau tak mau harus ia ambil itu. Seluruh konsentrasi Reen terpusat pada langkahnya hingga ia tak menyadari pintu gudang terbuka dan suara halus dorongan troli terdengar, hingga akhirnya sebuah suara menginterupsi tiba-tiba di telinganya.

“Mengapa kau memanjat?”

Reen memekik dan jantungnya berdetak kencang, dan sialnya rasa kaget itu membuat pegangannya pada pinggiran rak terlepas dan pijakan kakinya tidak seimbang. Reen mengayunkan kedua tangannya di udara, berharap bisa memperoleh mujizat keseimbangan yang tentu saja sia-sia. Detik kemudian kaki Reen terperosok begitu saja ke lantai, disusul suara gedebuk ketika sebelah lutut Reen membentur pinggiran rak yang terbuat dari stanless.

Reen memejamkan matanya saat hal itu terjadi, terlebih ketika rasa sakit tiba-tiba menyerang lututnya yang berbenturan dengan pinggiran rak, dan Reen yakin sebentar lagi tubuhnya yang akan terpelanting ke lantai. Namun yang terjadi tidak demikian, sebuah gerakan tiba-tiba menahan pinggangnya sehingga Reen mendapatkan kembali keseimbangannya, meski lututnya tetap saja terasa ngilu.

“Kau terluka?” Suara itu terdengar lagi.

Kali ini Reen membuka matanya, ia bahkan tidak perlu menoleh untuk mengetahui siapa yang yang menyebabkan ia terjatuh, sekaligus menolongnya itu. “Aku tidak tahu, tapi lututku sakit.”

“Mengapa kau harus memanjat ke atas rak? Berapa banyak laki-laki yang ada di lantai ini? Jika kau malas meminta tolong pada managermu, partner kerjamu, atau padaku mantan pacarmu, bukankah kau bisa meminta tolong pada Myungsoo?” Suara itu kini berubah jadi rentetan omelan bernada khawatir, yang membuat jantung Reen berdegub kencang, terlebih saat kata ‘mantan pacarmu’ terucap dari bibir di lelaki yang masih menahan pinggangnya itu.

Reen menegakkan tubuhnya kemudian berbalik menatap Howon, sang mantan pacar yang ternyata berinisiatif mengantarkan troli kosong ke gudang. Howon masih mematung dan menatap Reen, terang-terangan menunjukkan wajah setengah kesal setengah khawatir di wajahnya.

“Aku, aku hanya malas keluar jadi kupikir memanjat saja.” jawab Reen akhirnya.

Howon melengos kemudian berjongkok di depan Reen, sebelah tangannya terangkat dan menyentuh lutut kanan Reen yang memar. Reen mengernyit kemudian menarik lututnya pelan, membuat Howon mendongakkan kepalanya dan mengucap, “Ini memar. Mengapa kau selalu membuatku mengkhawatirkanmu?”

Reen terdiam, terlalu bingung harus merespon bagaimana. Ia bahkan masih diam ketika Howon sudah bangkit dan menggantikan dirinya memanjat rak dan mengambil ke-empat odner sialan itu dengan mudah. Kemudian ia berjalan ke sudut lain gudang, mengambil salep pereda nyeri yang ada di dalam kotak PPPK di sana lalu menarik Reen duduk di atas tumpukan kardus yang belum sempat dibereskan oleh si empunya.

Howon mengoleskan salep itu dalam diam, membuat Reen semakin merasa canggung saja. Akhirnya Reen memberanikan diri mengucap, “Maaf.”

“Kenapa minta maaf?” jawab Howon.

Reen menggeleng.

“Jangan minta maaf, tapi kau juga jangan membuatku mengkhawatirkanmu lagi.”

Reen diam lagi, ia sungguh tak tahu apa yang harus ia lakukan setiap kali Howon mengucapkan kalimat-kalimat manis semacam itu.

“Sudah. Mungkin nanti akan membiru tapi sepertinya lebamnya tidak terlalu parah. Kau tunggu di sini, biar aku yang bereskan odner-odner itu ke troli dan mengantarnya ke ruangan.” kata Howon lagi, Reen mengangguk.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Howon menyuap sesendok bokumbab ke dalam mulutnya sambil memerhatikan Reen yang melakukan hal serupa sembari duduk dengan patuh. Setelah mengantar troli ke ruangan mereka dan membiarkan si gadis berbincang sesaat dengan Jongin, di sinilah mereka berada sekarang. Di kantin kantor, duduk bersebelahan dengan sepiring bokumbab di hadapan masing-masing. Howon tak banyak bicara, ia takut Reen masih trauma paska jatuh dari rak yang sebenarnya tidak terlalu tinggi itu. Pun Reen hanya duduk dalam diam, sampai akhirnya Howon melihat sudut bibirnya menukik sedikit kala sebuah piring yang dibawa seseorang mendarat di depannya.

“Makan siang bokumbab?” Sapa laki-laki yang barusan mendaratkan piringnya di hadapan Reen, bahkan kini sudah mendudukkan dirinya di hadapan gadis itu.

Reen mendongakkan kepalanya lantas menyunggungingkan senyum simpul.

“Aku dengar dari Jongin katanya kau terjatuh di gudang? Lain kali jika ingin ke gudang, ajak aku saja, oke? Bagian mana yang sakit?” tanya laki-laki itu lagi.

“Dia baik-baik saja, Minseok-ssi. Aku menolongnya.” Howon memotong jawaban, membuat Minseok mengalihkan atensinya pada laki-laki yang duduk di samping Reen itu lantas mengangguk ringan. “Baguslah kalau Reen baik-baik saja.”

“Cuma lebam sedikit kok.” Reen menambahkan.

Sekon berikutnya dihabiskan dengan keheningan yang entah mengapa terasa kaku, setelah menyuapkan sesendok bokumbab lagi ke dalam mulutnya, Reen memilih menyesap habis minuman pesanannya lantas bangkit dan berucap, “Aku akan kembali ke ruangan, pekerjaanku sungguh banyak.” Lalu ia melangkahkan kakinya keluar dari kantin tanpa menunggu respon kedua laki-laki yang tadi duduk bersamanya itu.

.

.

.

Entah sudah berapa kali jarum jam berputar penuh, Reen masih terlalu sibuk dengan tumpukan berkas di hadapannya dan tampilan ms. excel di layar komputernya. Atensinya masih fokus pada benda-benda di hadapannya itu, bahkan cappucino yang tadi dibuatkan Myungsoo saja tak sempat disentuhnya. Hingga waktu pulang datang, Reen hanya tersenyum sesaat pada Jongin dan Howon yang pamit untuk pulang lebih dulu.

Namun setelah pulangnya Howon dan Jongin, Reen merasa tak bisa lagi berkonsentrasi penuh. Tiada lain sebabnya karena sepasang mata yang masih memerhatikannya dan tampak enggan beranjak dari kursinya, padahal jelas-jelas Reen yakin pekerjaan orang itu sudah selesai. Merasa canggung, akhirnya Reen berani angkat suara.

“Kau belum mau pulang?” tanya Reen tanpa menatap lawan bicaranya.

“Aku akan mengantarmu pulang.”

Sontak Reen mengangkat kepalanya dan menatap manusia yang baru saja menjawab pertanyaannya itu, Byun Baekhyun.

“Untuk apa?” Nada suara Reen meninggi.

“Tak apa. Pulang sekarang, lanjutkan pekerjaan besok saja. Aku akan membantu jika pekerjaanku nanti sudah selesai.” jawab Baekhyun tenang, kali ini membuat Reen membelalakkan matanya terang-terangan.

Sekon berikutnya, Reen masih menunggu Baekhyun tertawa atau memakinya –yang tidak dilakukannya, sepertinya laki-laki itu serius ingin mengantar Reen pulang. Apakah managernya itu benar-benar salah menelan makanan? Perlukah Reen bertanya padanya?

Setelah memantapkan hati bahwa Baekhyun tidak bercanda, Reen baru mulai memasukkan barang-barangnya ke dalam tas ketika suara seorang laki-laki terdengar memanggil namanya, kemudian seseorang itu memasuki ruangan Reen sambil tersenyum cerah.

“Mau pulang bersama?” tanya Minseok.

“Aku akan mengantarnya pulang.” Baekhyun menginterupsi, Minseok menoleh dan mengangkat sebelah alisnya.

“Kami ada urusan sebentar. Besok kau boleh mengantarnya pulang, tapi hari ini aku.” jawab Baekhyun lagi lalu bangkit dari tempatnya duduk, kemudian menoleh sebentar ke arah Reen dan mengatakan ‘Aku tunggu di basement‘ sebelum akhirnya melangkah keluar dari ruangan, menginggalkan Minseok dan Reen yang saling melempar tatap heran.

“Ada urusan apa?” Suara Minseok terdengar lagi, Reen hanya mengangkat bahunya lantas mengucap bingung, “Entahlah, akupun tak paham. Kupikir ia salah makan hari ini. Tidak pernah ‘kan ia sebaik itu padaku?”

Minseok tertawa sambil mengangkat bahunya, “Semoga tidak seperti yang kupikirkan. Hari ini rasanya sedikit menyebalkan, ya.”

“Kenapa?” tanya Reen bingung.

Minseok menggeleng, “Tak apa. Ayo kita berjalan ke basement. Nanti kau dimarahi jika terlalu lama.”

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Sebenarnya perjalanan dari kantor ke rumah tidak terlalu jauh, namun entah mengapa hari ini rasanya tidak begitu. Entah karena Reen terlalu lelah dan ingin secepatnya berbaring di kasur, atau karena manager yang sedang mengendarai mobil di sampingnnya ini. Reen membisu sepanjang jalan, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Pun Baekhyun ikut terdiam, setelah menanyakan alamat apartemen Reen, ia terlarut dalam diam.

“Di sini saja. Terimakasih.” Akhirnya Reen berucap setelah mobil Baekhyun berhenti di depan apartemennya. Ia baru hendak membuka pintu mobil ketika akhirnya suara Baekhyun menginterupsi.

“Aku ingin bertemu dengan Arin. Tolong hubungi dia.”

Reen membatalkan niatnya membuka pintu mobil, lantas ia menatap Baekhyun dengan alis yang berkerut. “Untuk apa bertemu Arin?”

“Hubungi saja dia. Aku tidak akan pulang sebelum ia mau menemuiku.”

Reen menganga setelah mendengar ucapan yang keluar dari bibir Baekhyun barusan. Tentu saja ia malas menelepon saudari kembarnya itu, namun Reen juga enggan terkena masalah jika laki-laki ini benar-benar tidak pulang sampai besok pagi. Setengah ragu akhirnya Reen mengambil handphonenya, lantas menelepon saudari kembarnya itu. Baekhyun fokus pada kalimat yang dilontarkan Reen sepanjang dirinya berkomunikasi dengan saudari kembarnya yang terdengar sedikit seperti perdebatan, dan sudut bibirnya terangkat sedikit ketika akhirnya Reen berucap sebelum menutup sambungan teleponnya, “Sudah cepat turun saja, kunyuk ini tidak mau pulang kalau kau belum menemuinya.”

Baekhyun merasa waktu yang berlalu berikutnya begitu lambat, hingga akhirnya seorang gadis tampak keluar dari gedung apartemen lantas berdiri di depan mobilnya, Reen segera keluar dari mobil sementara Baekhyun membiarkan kedua kembar itu melontarkan perdebatan lebih dulu sebelum akhirnya ia membuka pintu mobil lantas berucap lembut ke arah Arin, “Ikut denganku sebentar. Aku ingin bicara.”

Awalnya Arin mengangkat alisnya, lalu penolakan keluar dari bibirnya. Setelah kalimat permohonan keluar dari bibir Baekhyun, Arin mengajukan syarat untuk mengajak Reen bersama. Namun sungguh sial saudari kembarnya itu malah menolak mentah-mentah syarat Arin, membuat sang mantan pacar tersenyum penuh kemenangan. Enggan berdebat lebih panjang, Arin membuka pintu mobil samping kemudi lalu duduk di dalamnya.

Baekhyun pun segera menyusul lalu melajukan mobilnya menjauh dari apartemen.

“Apa kabar?” Kalimat pertama yang diutarakan Baekhyun setelah mobil melaju santai.

“Baik. Kau?” Arin balik bertanya.

“Ya, seperti yang kau lihat. Mau makan malam?”

“Tidak.” Arin menjawab cepat.

Baekhyun mendengus tawa, tak menyangka akan mendapatkan penolakan secepat itu. “Kalau begitu minum kopi?”

“Tidak usah. Mengobrol di dalam mobil saja sambil mengantarku pulang.” jawab Arin, berusaha terdengar dingin.

Baekhyun mengangguk-angguk, lantas memutar mobilnya kembali ke arah apartemen. “Baiklah, hari ini aku antar pualng. Tapi lain kali berikan aku kesempatan untuk berbincang denganmu sambil minum kopi atau makan malam, oke?”

Arin tidak menjawab, hingga mobil Baekhyun kembali berhenti di depan gedung apartemennya baru ia berucap. “Terima kasih. Aku masuk dulu.”

“Arin.” panggil Baekhyun singkat saat Arin membuka pintu mobilnya, dan gadis itu menoleh untuk mendapati Baekhyun sedang menatapnya penuh arti.

“Aku merindukanmu.”

Sepotong kalimat dari Baekhyun membuat rona merah muda di pipi Arin berpendar tanpa komando, namun Arin memilih bungkam lantas keluar dari mobil Baekhyun. Dan tanpa menunggu si empunya mobil mengendarai kendaraannya keluar dari apartemen, Arin berjalan masuk ke dalam apartemennya, sambil menjaga detak jantungnya yang berdetak tak karuan.

.

.

.

to be continued.

\.0./ Belajar Akuntansi \.0./
Audit internal merupakan suatu penilaian atas keyakinan, independen,
obyektif dan aktivitas konsultasi yang dirancang untuk menambah nilai
dan meningkatkan operasi organisasi. Ini membantu organisasi mencapai
tujuannya dengan membawa pendekatan yang sistematis dan disiplin
untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas proses manajemen
risiko, pengendalian, dan tata kelola.
(https://id.wikipedia.org/wiki/Audit_internal)


Gampangnya, Audit itu seperti kegiatan memeriksa dan mengevaluasi
laporan. Biasanya kaya di film-film ada yang ketauan korupsi,
itu bisa jadi karena ketika diaudit, laporan keuangannya
mencurigakan. Tukang audit disebutnya Auditor.
Audit dibagi jadi 2:
1. Audit Internal (Auditornya karyawan di dalam kantor yang sama)
2. Audit Eksternal (Auditornya dari luar, Akuntan Publik disebutnya)

Di dalam Job's Goal Finding Love kali ini, Audit yang terjadi itu
Audit Internal. Audit internal juga gak melulu dilakukan kalau
dicurigai ada korupsi aja, sih. Tapi ada beberapa kantor yang memang
rutin melaksanakan Audit Internal, mungkin biar karyawan staff
Auditnya gak makan gaji buta /plak.

Intinya, tim audit biasanya akan ngirim berita acara dulu, sejenis
surat yang isinya kalau mereka akan mulai mengaudit perusahaan A gitu.
Di dalam berita acara itu juga isinya list laporan apa aja yang mereka
butuhkan, misal:
1. Rekap Jurnal selama 2016
2. Rekap Buku Besar Akun dan Buku Besar Pembantu selama 2016
3. Rekap Stok Penjualan dan Pembelian selama 2016
4. Laporan Harian produksi selama 2016
5. Berkas-berkas Penerimaan dan Pengeluaran Bank selama 2016
6. dan lain lain lain lain lain~
/Ini sejenis nyalin Berita Acara Audit Internal dari kantor, bhaks.

Buat yang nggak tau yang namanya odner, this is odner, guys:
odner

AnNotes:

Finaly, di tengah kesibukan kerjaan kantor.
Bisa selesai juga chapter ini, ihiy.
Dan baydewei, aku juga kemarin baru aja dapet berita acara
Audit Internal lagi, yeay!
*jambakjambakrambut

Entah lagi bingung mau ngomong apa
/ya gakusah ngomong ah /plak
Intinya kaya biasa aja,
nomu gomawo untuk semua yang udah baca dan komen
satu komen kalian selalu berharga untukku
Sampe temu di chapter berikutnya, ya!
*bow*

Iklan

26 pemikiran pada “Job’s Goal : Finding Love [Chapter 6] -anneandreas

  1. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [EPILOG + AfterWord] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 12END] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 11] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 10] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 9] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 9] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 8] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  8. Ping balik: Job’s Goal : Finding Love [Chapter 7] -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

    • Istilah kantor yg mana? Nanti aku jelasin 😂
      Biasanya aku bikin ‘Belajar Akuntansi’ di bawah FF kalo ada istilah akuntansinya, ini kupikir bahasanya standar atau mungkin aku kelewataan 😂
      Makasih ya udah komen.. ^^

    • tenang kak, krn dibwah ada penjelasan aku ngerti. aku dulu sma jg pernah belajar akuntansi. mungkin istilahnya gk se detile itu dipelajarin cuma cara ngitung duit sama pembukuan. klo belajar akuntansinya di awalan mungkin bacanya lebih nyambung. klo di akhir
      kan scrol ke bawah dulu.
      haha..
      banyak maunya nih. tp terserah yg nulis ajah. maaf kak anne!!^^

  9. Ughh ko aku suka dua duanya yaahh maksudku baek sm arin jg suka baek sm reen lebih suka lebih seru lagi kalo mereka nanti triangle love ahhh seru seru seru haha ko jadi saya yg ngatur. Chapter kali ini q ga banyak koment karena moment baek reen nya belum ada soalnnya tapi ditunggu next chapternya 😊

  10. Job’s goal finding love ☺ diprantauan ku ni jg da 1 so2k pnyemangat di kntr 😍 sunbae 1 tim! Tp dah pny istri 😅 dah 3th nkh tp blm pny anak. Awal ktmu di resto pas dinner team building biasa ja, di kntr jg biasa ja, cm stlh 2x piggy back sm dy, mule sk sm cara dy krj, kren, trus dy baik & lucu, kharismatik & lbh pny sifat leadership compare ke manager yg bossy 😓 sk intimidasi! Trus dy calon manager br, yg lm-yg bossy tkng intimidasi ni mo resign, & I’m happy 😀 wlw krj-an susah 😢 @ least stress brkurang ga diintimidasi/sindir2 ma si bossy lg! /curcol!
    Ngarep2 ada girls’ talk pnjng x lebar lnjtn ending scene last eps. Kirain yg bkl nolongin reen di gudang tu minseok tp ragu jg cz ga bs diandelin bwt ngambil odner yg tinggi2 😂 ㅋㅋㅋㅋㅋ
    Modus’ny si 백 dah kbaca. Haduh si twins do sm2 lg dideketin sm sang mantan msng2, kompak’ny.. Ini pengalaman anne bnrn hmpr jatoh digudang gt, sbk collect data bwt audit internal? Terus ada yg nolongin jg ga?
    D.O ga muncul nih, 첸 msh sbk xperimen kah?
    백 co cwit blng kangen ☺

    • Sunbaenya ganteng gak kak? /plak /abaikan ajaa
      Suka sebel deh sama manager yg bossy gitu gak sih, lempar aja dia ke kuta kak /gakgitujugane
      Buahahaha gak ada kak, kalo mereka cuma ngobrol nanti bisa tamat deh, biar keungkap atu atu aja /soksokankamune /padahal mah bingung mau bikin scene arin reen ngobrolnya wkwwk
      Buahahahhaha, si Hoya aja kak biar kebagian adegan romantis doi sama Reen.
      Hooh mereka mah takdirnya mirip2 gitu emang kak wwkwk..
      Bagian manjat2nya bener, aku semacam spidermen di gudang sendirian, cuma bedanya karena aku pake jeans jadi leluasa mau melompat kesana kemari dan gak jatoh buahahahah..
      hooh episod ini tumben si kyungsu ga nongol, sibuk skripsi katanya kak /iyain aja
      si chenchen juga, nanti dimention dia di chapter depan wkwkkw..
      makasi loh kak udah komeen.. >.<

    • 우리 sunbae lmyn, tinggi’ny ok, cm pyut’ny aga ndut /tumben nih, biasa’ny sk’ny yg kurus2 😙 ky 우리 압바, 창민 & kris-훈 😘
      우리 sunbae baik bgt, lembut nsht-in & support’ny, yg plng nyenengin krn dy lucu 😂 sk nglawak cem beagle line exo! ㅋㅋㅋㅋㅋ
      pnasaran dy umur brp, tp blm smpt tny, trus di briefing pg kmrn manager bossy tny ke 우리 sunbae umur brp *bwt cnth kasus cara handle tamu, trus dy jwb 48 *ntah dy jwb bner2/asal, tp msh kliatan muda cm mule bruban ja, klo bner, brarti seumuran 우리엄마, age gap kami 19th! Deg2an bgt wkt didampingin dy pas lg handle tamu yg hmpr deal, tp msh blm deal2 jg nih 😢 susah jualin mmbrship klub liburan, mhl & hrs dp di hr H, pd takut org2 klo bkn yg spr kaya/pny pabrik bnyk mah! 😣 /curcol kpanjangan!
      Good boy bgt d.o tekun bwt skripsi’ny, moga lu2s summa cumlaude ya, bwt bangga 누나2ny 😊 luckily anne ga pk acara jatoh ky reen wkt manjat2 di gudang filling kntr

    • Biasanya lakilaki beristri perutnya membuncit minimal dikit kak, mungkin hukum alam 😂
      Aku ketawa tiap baca that ‘manager bossy’, aku jadi inget ‘anak CEO sialan’ yang sering kutulis wkwk..
      Kalo dia 48 tapi mukanya muda artinya babyface dia kak, ah sayang beristri.. :”3
      Oooh itu membership klub liburan gitu?
      Aah iya sih,.kalo yg sebangsa karyawan cem kita gini liburan nunggu ada saldo aja di rekening. Etapi perantauan di Bali asik gaksih kak,.kemarin ketemu Hyungsik sama Jisoo gaak? /Plak
      Hooh, aku termasuk jago dalam hal manjat memanjat rak dan gotong menggotong kardus kak, no need man, i did it. *Tepukdada

  11. Hmmmmm,gak ada ya moment baek sama reen,yang kulihat namanya kan cast utamanya baek sama reen,,,ini kaya nostalgia coba,kayaknya beberapa cowok itu suka sama reen,min,howon,gak tahu sih myung juga mungkin,terus woohyun,aku bingung,,,,,
    Kapan2 kek kak ada momentnya baek sama reennnn,kutunggu,ma’af baru koment tapi aku udah baca dari part awalnya dan i like it

    • Moment Reen sama Bekyun kalo nongol berantem mulu mereka wkwkwk.. Tapi nanti ada kok momentnyaa..
      Sebenernya main cast utamanya emang gak cuma fokus di Reen sama Baekhyun kook.. Semua yg di poster itu muter2 disitu emang ceritanyaa..
      Kalo Bekyun yg fotonya paling gede itu karena doi yang punya hubungan paling banyak sama sikembar dibanding cowo-cowo yg lain hihihi..
      Thankyou udah komen.. >.<

  12. Yeeee…. akhirnya update 😀
    Waktu reen jatuh kukira yg nolong baekhyun. Trnyata bukan
    Baekhyun… kamu sukanya sama reen aja jangan arin
    😀 #Pemaksaan

    • Yeee,, nungguin ya? /gak /kegeeran kamu wkwkwkw
      Bukan, Bekyun ga seromantis itu dia sama Reen.. Soalnya ada Arin sih /lalu Arin sama Reen berantem /plak
      Makasih sudah komen yaa..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s