[EXOFFI FREELANCE] THE PERFECT WIFE (Chapter 11)

the perfect wife

 

THE PERFECT WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan.

Sumarry :

     Kim Eun Ji adalah gadis berusia 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar. Namun ia tidak menyangka akan menjadi seorang ibu bagi empat pria.

 

Chapter 11th

Mereka langsung berjalan menuju luar Restoran, namun tiba – tiba saja seseorang memanggil nama Eun ji. Gadis itu langsung menoleh ketika namanya disebut, tidak disangka Min ho yang telah memanggilnya. Pria tampan tersebut berjalan mendekat menuju Eun ji, namun tiba – tiba saja Chanyeol menarik tangan gadis itu keluar dari Restoran. Melihat Eun ji yang berjalan menjauh darinya, Min ho langsung mengejar gadis itu.

“ Eun ji –ya ! ” teriak Min ho sambil berlari menuju Eun ji

Gadis itu langsung menghentikan langkahnya, namun Chanyeol tetap menggemgam tanganya.  Dan tiba – tiba saja Min ho menepuk bahu Eun ji.

“ Kau mau kemana ? ” tanya Min ho

“ Kenapa kau bisa ada disini ? ” sahut Eun ji sambil menatap pria itu

“ Aku ingin bertemu denganmu ” ucap Min ho. Karena kesal melihat sikap pria asing itu, Chanyeol langsung berbicara kepada Min ho.

“ Kau siapa ? ” tanya Chanyeol yang terlihat mulai marah

“ Aku Shin min ho, teman Kim eun ji ” ucap Min ho

“ Namanya bukan Kim eun ji tapi Park Eun ji ” balas Chanyeol

“ Kau pasti bercanda, tidak mungkin namanya berubah ” ucap Min ho

“ Itu tidak benar, kau jangan percaya padanya ” sahut Eun ji tiba – tiba

“ Kau tidak perlu khawatir, aku tidak mungkin percaya pada orang lain selain dirimu ” balas Min ho sambil tersenyum kepada Eun ji.

“ Kau bisa saja, lalu untuk apa kau menghampiri ku ? ” tanya Eun ji

“ Aku ingin mengajakmu dinner nanti malam, jika kau tidak keberatan aku ingin menjemputmu ” sahut Min ho

Mendengar hal itu membuat Chanyeol semakin marah, pria itu langsung membentak Min ho. “ Hei !, kau jangan pernah mengajak pacarku makan malam ”

“ Apa kau bilang ?, dia adalah pacarmu ? ” terkejut Min ho sambil memandang kearah Eun ji.

“ Nde, jadi kau jangan sekali – sekali mengganggu pacarku ” larang Chanyeol

“ Sudahlah Chanyeol -ah, kau tidak perlu berlebihan seperti itu. Min ho –ah kita akan makan malam diRestoran tettboki malam ini jam tujuh, tapi kau tidak perlu menjemputku ” ucap Eun ji.

“ Baiklah, yang penting aku bisa makan malam denganmu. Okay aku pergi dulu karena masih banyak hal yang harus aku kerjakan, sampai jumpa ” ucap Min ho dan langsung pergi.

Eun ji tersenyum kecil ketika melihat hal itu, namun berbeda dengan Chanyeol. Pria jangkung tersebut terlihat sangat marah, bahkan ia sama sekali tidak mau melihat Eun ji ketika gadis itu menatapnya. “ Kau baik – baik saja Pak tua, eoh ? ”

“ Sudahlah ayo kita pulang, hari ini kita tidak jadi kencan karena aku harus segera pergi ke Cafe ” pria itu langsung pergi menuju mobilnya. Eun ji hanya tertawa ketika melihat sikap Chanyeol yang terlihat cemburu padanya. Segeralah mereka pulang kerumah.

Namun ditengah perjalanan, Chanyeol terus saja memfokuskan padangan kejalanan dan sama sekali tidak memperdulikan Eun ji. Sekalipun pria itu mengerem mendadak mobilnya yang mengakibatkan Eun ji terbentur kekaca mobil, tetap saja Chanyeol tidak memperdulikannya. Sesampainya dirumah pria itu langsung bergegas pergi menuju Cafenya tanpa berpamitan pada istrinya.

Terlihat diraut wajah Chanyeol yang tengah marah, namun Eun ji belum menyadari hal itu. Ia mengira Chanyeol hanya cemburu kepadanya, dan segeralah gadis itu masuk kedalam rumah. Saat melewati kamar Sehun, Eun ji melihat adik iparnya yang tengah berlatih menari Hip hop didepan cermin. Karena penasaran Eun ji mendekat kearah kamar tersebut. Ia sangat senang melihat Sehun menari, Eun ji tidak menyangka pria itu bisa menari.

Ketika Sehun selesai berlatih menari, Eun ji langsung menghampiri pria itu.

“ Sehun –ah ” sapa Eun ji.

“ Noona, kau sedang apa disini ? ” tanya Sehun

“ Kau hebat bisa Hip hop dance, aku kira kau hanya pria polos yang pendiam ”

“ Aku hanya ingin menghilangkan rasa bosanku saja ”

“ Sudahlah kau tidak perlu malu, kau itu sangat berbakat ”

“ Kau tidak perlu berlebihan noona ”

“ Aku seperti ini karena kau sangat keren sekali, jadi aku akan membuatkanmu minuman yang enak, tunggu sebentar aku ingin pergi kedapur ” gadis itu langsung berlari menuju dapur.

Eun ji terlihat sangat bersemangat ketika sedang membuatkan Sehun segelas jus, bahkan ia terus tersenyum sendiri seperti orang tidak waras. Setelah jusnya siap, Eun ji dengan segera berjalan menuju kamar Sehun sambil membawa minuman itu ditanganya. Sesampainya disana ia segera memberikan minuman tersebut kepada Sehun, pria itu hanya tersenyum kecil kepada Eun ji.

“ Thank you ” ucap Sehun.

“ Sama – sama, kau harus mengahabiskan jus itu jangan sisakan setetes pun jus didalam gelas itu ” balas Eun ji sambil tersenyum.

“Baiklah” pria itu langsung meminum jus yang diberikan noonanya. Rasa manis bercampur asam menghiasi jus itu, bahkan Sehun tidak segan untuk menjilat sisa jus yang menempel digelas tersebut. Setelah meminum jus itu, Sehun terlihat sangat berbeda dari sebelumnya, ia terus saja tersenyum kearah Eun ji. Karena bingung melihat sikap adik iparnya, Eun ji tiba – tiba saja memukul kepala Sehun hingga pria itu menjerit.

Tak …

“ Aigo !! noona sakit sekali ” jerit Sehun sambil mengelus – ngelus kepalanya

“ Makanya kau jangan menatapku seperti itu, mau aku pukul lagi ” ucap Eun ji

“ No thank you, aku lebih baik terus menatapmu tapi kau jangan memukul kepalaku ”

“ Memangnya aku artis yang bisa kau tatap terus ”

“ Mungkin ”

” Sudahlah kita jangan membicarakan hal ini lagi, Sehun –ah beritau aku bagaimana aku bisa memenuhi tanggung jawabku ”

“ Kenapa tiba – tiba kau bicara seperti itu ?, atau jangan – jangan kau sengaja memberikanku jus ini agar kau bisa bertanya hal itu padaku ”

“ Tidak aku hanya ingin bertanya saja, mungkin kau bisa memberiku saran ”

“ Kau hanya perlu bertanggung jawab menjadi seorang istri bagi hyungku, kau jangan sekali – kali berpaling darinya ”

“ Tapi aku tidak tau bagaimana caranya ”

“ Aku bisa membuatkanmu daftar pekerjaan istri ” Sehun melirik kearah noonanya

“ Sebenarnya aku sudah punya, tapi tidak ada pengaruhnya ”

“ Berikan daftar itu padaku ”

“ Baiklah, aku ambil dulu dikamar ” gadis itu langsung berlari menuju kamarnya

Tidak lama kemudian Eun ji datang sambil membawa sebuah buku ditangannya, ia segera memberikan buku itu kepada adik iparnya. Ketika Sehun melihat isi dari buku itu, ia langsung tertawa.

“ Hahaha .. ini daftar apa noona ? ” tanya Sehun sambil tertawa

“ Kau jangan menghinaku, daftar itu aku dapat dari eomma Joy ” sahut Eun ji

“ Kita harus mengganti daftar ini dengan daftar yang baru, aku akan mensearching diinternet. Dan mungkin aku juga bisa bertanya dengan teman wanitaku ”

“ Mwo ? kau punya teman wanita ”

“ Tentu saja, pria tampan sepertiku pasti punya banyak pacar ”

“ Dasar playboy, aku kira kau pria setia ”

“ Sudahlah jangan bicarakan hal ini lagi, aku dengan senang hati akan membantumu, itupun jika kau mau ”

Eun ji terlihat terus berfikir ketika Sehun menawarinya sebuah bantuan, namun disisi lain ia juga memikirkan tanggung jawabnya sebagai seorang istri. Akhirnya gadis itu memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan Sehun.

“ Baiklah aku setuju ”

“ Tapi ini tidak gartis noona, kau juga harus membantuku”

“ Apa yang harus aku bantu ”

“ Aku butuh kau untuk berpura – pura menjadi pacarku ”

“ Mwo ? kau sudah gila eoh ”

“ Tenanglah kau jangan marah dulu, aku memintamu menjadi pacarku hanya untuk menghindari teman wanitaku dikampus ”

“ Memangnya siapa teman wanitamu ? ”

“ Kau tidak perlu tau tentang hal itu, bagaimana kau mau tidak ? ”

“ Baiklah, tapi hanya dikampus tidak diluar kampus ”

“ Tentu saja, lagipula untuk apa aku terus bersamamu diluar kampus ”

“ Kau menyebalkan, baiklah beritau aku kapan kita akan membuat daftar itu ”

“ Besok siang sehabis pulang kuliah ”

“ Baiklah ”

_

Dimalam harinya Eun ji bersiap – siap untuk pergi dinner bersama dengan temannya, namun disisi lain terlihat Chanyeol yang tengah sibuk mengerjakan proposalnya di meja kerjanya. Sesekali pria itu melirik kearah istrinya, ia terlihat sangat kesal melihat sikap Eun ji. Gadis itu terus saja berdiri didepan kaca sambil menghias rambutnya, Eun ji sama sekali tidak peduli dengan keberadaan Chanyeol didalam kamar tersebut.

Karena penasaran pria itu segera menghampiri istrinya, ia berjalan perlahan menuju Eun ji. Ketika tepat berada disamping gadis itu, Chanyeol terus menatap Eun ji dengan pandangan sinis.

“ Kau mau kemana ? ” tanya Chanyeol

“ Aku akan dinner dengan temanku, kau mengizinkanku pergi kan ? ” sahut Eun ji

“ Tentu saja, kau bisa pergi dan sekalian saja kau berpacaran dengan temanmu itu ”

“ Kau bicara Pak tua, kami hanya ingin dinner biasa saja. Lagi pula aku sudah lama tidak  bertemu dengannya ”

“ Kau benar hanya dinner biasa, tapi kenapa kau berpakaian sangat rapi sekali eoh ? ”

“ Memangnya tidak boleh, lagipula aku harus selalu terlihat anggun didepan setiap pria ”

“ Tidak semua pria, hanya aku saja ”

“ Terserah kau saja Pak tua, baiklah aku pergi dulu ” gadis itu langsung berjalan menuju pintu kamarnya. Namun saat hendak ingin membuka pintu, tiba – tiba saja terdengar suara aneh dibalik tubuh gadis itu. Eun ji pun menoleh kearah belakang, ia langsung terkejut ketika mendapati Chanyeol yang tergeletak dilantai. Gadis itu segera menghampiri suaminya, ia terlihat sangat panik melihat kondisi Chanyeol.

Eun ji mencoba membangunkan suaminya, namun nihil pria itu tidak berkutik sama sekali. Akhirnya Eun ji mencoba mengangkat Chanyeol sekuat tenaganya ketempat tidur, setelah pria itu terbaring ditempat tidur. Eun ji dengan segera keluar dari kamarnya untuk memanggil ketiga adik iparnya. Saat gadis itu keluar, Chanyeol tiba – tiba saja membuka matanya. Pria itu tersenyum kecil, ternyata ia hanya berpura – pura pingsan agar istrinya tidak jadi pergi dinner bersama pria asng tersebut.

Tidak lama kemudian Eun ji datang bersama dengan Bam bam dan Junior, mereka langsung menghampiri Chanyeol. “ Kenapa hyung bisa pingsan noona ? ” tanya Bam bam.

“ Aku tidak tau, tiba – tiba saja dia pingsan ” sahut Eun ji yang masih terlihat panik

“ Mungkin hyung kecapean karena terlalu sibuk bekerja ” ucap Junior

“ Baiklah aku akan menghubungi dokter, sementara kau jaga hyung noona ” Junior dan Bam bam langsung pergi keluar dari kamar itu. Eun ji tidak tau apa yang harus ia lakukan, gadis itu terus saja menatap suaminya dengan tatapan penyesalan.

“ Seharusnya aku menjagamu, tapi aku malah lebih mementingkan urusanku. Maafkan aku, bangunlah oppa” gadis itu langsung memegang tangan suaminya dan terus berharap pria itu terbangun. Tidak disadari Eun ji tiba – tiba saja menangis, gadis itu terus menyalahkan dirinya. Mendengar istrinya menangis, Chanyeol langsung membuka kedua matanya.

“ Nyonya Park, kau jangan menangis ” ucap Chanyeol sambil menatap istrinya. Eun ji terkejut ketika melihat suaminya terbangun, namun disisi lain Eun ji merasa senang melihat hal itu. Tidak disangka Eun ji langsung memeluk suaminya.

“ Pak tua, aku kira kau tidak akan terbangun ” ucap Eun ji sambil memeluk suaminya

“ Aku tidak menyangka kau akan memelukku ” balas Chanyeol. Mendengar hal itu Eun ji langsung melepaskan pelukkannya, gadis itu terlihat sangat canggung.

“ Kau tidak perlu malu, aku sangat senang kau memelukku ” Chanyeol tersenyum kecil kepada istrinya.

“ Pak tua, kau harus menjaga kesehatanmu, aku sangat khawatir jika kau pingsan tiba – tiba ”

“ Baiklah, tapi bagaimana dengan dinnermu ?, apakah kau tidak jadi pergi ? ”

“ Sepertinya aku harus membatalkan dinnernya, baiklah kau istirahat saja aku ingin pergi menemui adikku ” gadis itu langsung berdiri dan hendak ingin berjalan perlahan menuju pintu kamar, namun sebelum  hal itu terjadi Chanyeol tiba – tiba saja menarik Eun ji.

“ Kau jangan pergi, aku ingin sepanjang malam kau bersama denganku ” pria itu terus saja menatap wajah istrinya.

“Tapi Pak tua, aku harus pergi menemui adikku ” Eun ji mencoba melepaskan tangannya dari genggaman pria itu. Namun usahanya sia – sia, tiba – tiba saja Chanyeol menarik Eun ji hingga gadis itu terjatuh tepat dihadapan suaminya. Rasa gelisah menyelimuti hati Eun ji, sekujur tubuhnya gemetar ketika  berada tepat diatas tubuh suaminya. Chanyeol terus menatap wajah gadis itu sehingga hal tersebut membuat Eun ji menjadi gugup. “ Kumohon temani aku nyonya Park ” ucap Chanyeol dengan nada pelan.

“ Ba .. ik .. la .. h ” balas Eun ji gugup

“ Kau tidak ingin bangun, tubuhmu menimpa tubuhku ” Eun ji langsung bangun ketika Chanyeol mengatakan hal itu.

“ Pak tua, kau ingin membaca buku bersamaku ? ”

“ Baiklah ”

_*_

Selepas pulang kuliah Eun ji segera berjalan menuju area parkiran diKampusnya, ketika tiba disana gadis itu bertemu dengan Sehun. Mereka langsung pergi menuju Restoran tettboki yang tidak jauh dari area Kampus. Sesampainya disana Sehun langsung memberikan selembar kertas kepada Eun ji, ketika melihat isi dari kertas itu, Eun ji langsung terkejut ketika mendapati sebuah kata – kata yang aneh.

“ Sehun –ah, apa arti dari malam pertama ? ” tanya Eun ji sambil memeperhatikan kertas yang ia pegang.

“ Kau tidak tau noona, baiklah aku akan memberitaumu. Kau sudah menikahkan, apakah kau juga sudah menjalani malam pertama dengan hyungku ? ”

“ Sepertinya belum ”

“ Mwo !, kau belum pernah mengalami malam pertama ? ”

“ Nde, lagipula apakah hal itu penting ”

“ Benar juga sih, tapi kau jangan pernah melakukan hal itu jika kau tidak mau, tapi kalau kau mau kau lakukan saja ”

“ Baiklah, tapi bagaimana cara menjalani setiap daftar ini ”

“ Ada lima tanggung jawab istri yang tertulis didalam kertas itu, coba kau sebutkan satu persatu ”

“ 1. Menjalani malam pertama dengan baik

  1. Melayani suami sepenuh hati
  2. Selalu bersama suami didalam duka maupun suka
  3. Mempercayai suami
  4. Mengasuh anak ”

“ Kau harus mencoba menjalani setiap point didaftar itu, tapi jika ada point yang kau tidak sanggup lakukan jangan pernah kau coba ”

“ Aku tidak pernah berfikir sejauh ini sebelumnya, aku rasa isi daftar ini terlalu berlebihan ”

“ Lakukan saja yang kau bisa, dan jadilah istri yang baik untuk hyungku ”

“ Aku akan berusaha ”

 Setelah mereka berbicang mengenai daftar itu, kini Eun ji yang harus membantu Sehun untuk menjauh dari teman wanita pria itu. Mereka segera membuat rencana, walaupun rasa khawatir timbul dipikiran Eun ji, ia tetap akan membantu adik iparnya, karena mungkin dengan cara itu ia bisa segera bercerai dari Chanyeol dan bisa melanjutkan kehidupannya bersama dengan adiknya.

Setelah rencananya sudah dibuat, mereka segera pergi dari Retoran itu menuju rumah. Ketika diperjalanan ponsel Eun ji berdering, tidak disangka Min ho yang telah menghubunginya. Segeralah Eun ji menjawab telpon itu.

“ Ada apa kau menghubungiku ? ” tanya Eun ji

“ Apakah kita bisa bertemu, ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu ” sahut Min ho

“ Katakan saja sekarang, aku sangat sibuk jadi aku tidak bisa bertemu denganmu ”

“ Baiklah, aku ingin kita bertunangan ”

“ Mwo ?, kau gila eoh itu tidak akan terjadi, sudahlah aku tutup telponnya” Eun ji langsung mematikan ponselnya, melihat hal itu membuat Sehun menjadi penasaran dengan sikap noonanya.

“ Ada apa ? ” tanya Sehun

“ Tidak ada, hanya masalah kecil saja ” sahut Eun ji

“ Kau yakin, aku tadi mendengar suara seorang pria dari ponselmu ”

“ Iya, itu suara temanku ”

“ Baiklah ”

_*_

Seperti biasa hujan mengguyur kota Seoul dimalam hari, hal itu membuat kemacetan melanda kota itu. Disisi lain terlihat seorang pria yang tengah mengendarai mobil, karena hujan terlalu deras Junior memutuskan untuk pergi menuju Apartemen hyungnya. Ia berencana untuk menginap ditempat itu semalaman. Sesampainya disana Junior langsung membuka pintu Apartemennya dan langsung masuk kedalam tempat tersebut.

Seketika pikirannya bingung melihat keadaan Apartemen itu yang sangat berbeda dari sebelumnya. Pria itu menyangka hyungnya telah menyewa pembantu untuk selalu membersihkan Apartemennya agar terlihat bersih. Karena merasa sangat mengantuk Junior langsung pergi menuju kamarnya. Setibanya disana pria terkejut ketika melihat kamarnya yang penuh dengan gambar desain pakaian.

Kebetulan pria itu tidak suka dengan gambar desain pakaian, Junior langsung mencopot kertas – kertas itu dari dinding dan segera membuangnya. Lalu tanpa pikir panjang ia langsung berbaring ditempat tidur.

Tidak lama kemudian datanglah Yeri, gadis itu segera menaruh payungnya dan melepas jaket yang menempel ditubuhnya. Karena merasa lelah Yeri langsung pergi menuju kamarnya, ia benar – benar sangat mengantuk bahkan pandangannya mulai buram. Melihat tempat tidur Yeri segera berbaring disana, gadis itu sama sekali tidak menyadari kehadiran seseorang didalam kamarnya. Ia lebih memilih untuk langsung memejamkan kedua matanya.

Disaat tengah malam Junior tiba – tiba saja memeluk Yeri, ia mengira gadis itu adalah bantal guling. Sepanjang malam Junior memeluk adik Eun ji, ia sama sekali tidak menyadari tindakannya. Namun tidak disangka Yeri tiba – tiba saja terbangun, ia bermimpi buruk sehingga langsung terbangun. Namun hal aneh ia rasakan, gadis itu terkejut ketika melihat sebuah kaki dan tangan tergeletak diatas tubuhnya. Yeri langsung menoleh kearah samping, ia melihat seorang pria tengah tertidur disampingnya. Gadis itu langsung berteriak sehingga membangunkan Junior.

“ Siapa yang berteriak malam – malam begini ? ” ucap Junior

“ Kau siapa ? ” tanya Yeri

Junior terkejut ketika melihat seorang gadis disampingnya, bahkan ia tidak  bisa mengedipkan kedua matanya.

“ Kau gadis yang waktu itukan ? ” sahut Junior

“ Kau juga pria yang waktu itukan, sedang apa kau diadalam Apartemenku ? ”

“ Ini Apartemenmu, kau pasti sudah gila ”

“ Sudahlah sekarang kau pergi dari sini, atau aku akan akan memanggil petugas keamanan untuk datang kesini ”

“ Panggil saja, lagipula ini adalah Apartemenku jadi tidak mungkin mereka akan mengusirku ”

“  Lalu bagaimana kau bisa masuk kedalam Apartemenku ? ”

“ Aku sudah bilang padamu, ini adalah Apartemenku ”

“ Kau pasti bohong, atau jangan – jangan kau adalah pencuri yang ingin mengambil semua barang – barangku ”

“ Itu tidak mungkin ”

Karena merasa takut Yeri segera mengambil bantal kepalanya dan langsung memukuli pria itu.

“ Dasar kau pencuri, kau kira aku bodoh eoh ” ucap Yeri sambil memukuli pria itu dengan bantal.

“ Hei hentikan !, aku bukan pencuri lagipula untuk apa aku mencuri barang – barang mu ” balas Junior yang berusaha melindungi dirinya.

“ Lalu jika kau bukan pencuri, sedang apa kau tidur dikamarku ? ” tanya Yeri yang masih memukuli Junior.

“ Sudah kubilang padamu ini Apartemenku, seharusnya aku yang bertanya padamu sedang apa kau dikamarku ”

Mendengar perkataan Junior, Yeri langsung berhenti memukuli pria itu. Seketika ia tidak percaya dengan perkataan Junior, namun melihat ekspresi wajah pria itu yang sangat meyakinkan membuat Yeri semakin bingung. Namun disisi lain Yeri memikirkan tentang dirinya, ia telah tidur bersama seorang pria yang tidak ia kenal. Walaupun hanya beberapa jam tetap saja ia telah melakukan perbuatan yang tidak terpuji, karena merasa tertekan Yeri tiba – tiba saja menangis.

“ Hiks … hiks … kita telah melakukan perbuatan yang tidak terpuji ” ucap Yeri sambil menangis.

“ Kau bicara apa ?, sudahlah jangan menangis ” balas Junior yang berusaha menenangkan Yeri.

“ Hiks … hiks … tapi tetap saja kita telah tidur bersama ” tangisan Yeri semakin lama semakin kencang sehingga membuat pria itu kebingungan.

“  Sudahlah, lagipula kejadian ini tidak disengaja ”

“ Hiks … tapi bagaiman jika aku hamil, apakah kau akan bertanggung jawab ? ” tanya gadis itu tiba – tiba.

“ Kau bicara apa ?, kita hanya tidur bersebelahan dan tidak melakukan hal – hal yang aneh ”

“ Pokoknya jika terjadi sesuatu denganku, kau harus bertanggung jawab ”

“ Omong kosong apa yang kau bicarakan, sudahlah lebih sekarang kau pergi dari dalam Apartemenku ”

“ Aku tidak mau, ini Apartemenku ”

“ Dasar kau gadis gila, aku izinkan kau tinggal disini hingga pagi, setelah itu kau pergi dari rumahku ” Junior langsung bangun dari tempat tidurnya dan pergi menuju kamar yang satunya lagi.

Karena merasa tidak nyaman gadis itu langsung mengambil ponselnya dan segera menghubungi eonnienya, namun sial Eun ji tidak mengangkat telpon itu. Yeri benar – benar merasa tertekan sekaligus takut, akhirnya ia memilih untuk tidak tidur hingga pagi.

_*_

Ketika matahari bersinar, bangunlah seorang gadis dari tidurnya. Namun ketika membuka kedua kelopak matanya, Eun ji dikejutkan dengan kehadiran Chanyeol dihadapannya. Pria itu berpakaian sangat rapih sehingga membuat Eun ji sedikit bingung.

“Oppa, kau mau kemana berpakaian rapih seperti itu ?” tanya Eun ji

“Bersiaplah, aku ingin mengajakmu pergi keApartemen untuk bertemu dengan Yeri” sahut Chanyeol sambil tersenyum.

“Benarkah, baiklah aku akan segera bersiap – siap” gadis itu langsung bangun dari tempat tidurnya dan pergi menuju kamar mandi.

Tidak lama kemudian keluarlah Eun ji dari dalam kamar mandi, gadis itu segera mengeringkan rambutnya. Setelah bersiap – siap pergilah mereka menuju Apartemen. Setibanya disana terjadi sebuah kejanggalan, terdengar suara aneh dari arah dapur. Lalu segeralah mereka pergi menuju sumber suara itu, tidak disangka terlihat Junior dan Yeri yang tengah bertengkar. Melihat hal itu Eun ji dan Chanyeol langsung mengahampiri mereka.

“Sedang apa kau disini Junior –ah ?” tanya Eun ji kepada Junior

“Noona, hyung kalian sedang apa disini ?” sahut Junior yang terlihat kebingungan

“Seharusnya aku yang bertanya padamu” ucap Chanyeol

“Hyung, kenapa ada gadis diApartemen kita ?” Junior terlihat sangat marah

“Baiklah aku akan menjelaskannya, Apartemen ini sudah kujual kepada temanku, lalu temanku menjual lagi Apartemen ini kepada Yeri -ya” jelas Chanyeol

“Kau sudah mengenal gadis ini, lalu kenapa kau tidak pernah cerita padaku tentang masalah ini” tanya Junior

“Sudahlah kau tidak perlu berlebihan, sekarang kau cepat pulang” Chanyeol langsung menarik lengan Junior menuju pintu Apartemen. Disisi lain terlihat Yeri yang sangat ketakutan, melihat hal itu Eun ji segera memeluk adiknya.

“Kau tidak apa – apakan ?” tanya Eun ji sambil memeluk adiknya

“Siapa pria itu eonnie ?” sahut Yeri

“Dia adik pacarku, kau tidak perlu takut dia pria yang baik. Mungkin dia bersikap galak padamu karena dia kaget melihatmu disini”

“Kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku kan eonnie ?”

“Tidak, sudahla kau jangan berfikir yang aneh – aneh, bagaimana kalau kau memasak sarapan untukku, aku sangat lapar sekali”

“Baiklah, aku akan membuatkanmu dan pacarmu makanan yang lezat” Yeri langung bergegas memasak.

Tidak lama kemudian datanglah Chanyeol, pria itu langsung terseyum kepada Eun ji yang tengah duduk dimeja makan. Lalu segeralah ia menghampiri istrinya.

“Kenapa kau tidak membantu adikmu memasak ?” tanya Chanyeol yang langsung duduk disamping gadis itu.

“Kau jangan menghinaku, aku tau kau bisa memasak jadi kenapa bukan kau saja yang membantu adikku” sahut Eun ji datar.

“Aku hanya bercanda, baiklah aku minta maaf”

“Permintaan maaf tidak diterima, lagipula aku masih marah padamu kenapa kau tidak bilang jika Apartemen ini sering dikunjungi oleh adik – adikmu”

“Aku lupa mengatakannya, sudahlah kau tidak perlu khawatir  adikku tidak akan pernah datang kesini lagi”

“Aku bersyukur sekali adikmu tidak berbicara yang aneh – aneh dengan adikku, kalau sampai dia berkata yang aneh tentang kita, aku rasa kita harus segera pergi kepengadilan”

“Nyonya Park, adikku tidak sebodoh dirimu jadi kau jangan berfikir yang aneh – aneh”

“Baiklah”

_*_

Ketika disiang hari telihat seorang gadis muda tengah berjalan dipinggir trotoar, ia terlihat sibuk memainkan ponselnya. Namun pandangannya teralihkan dari benda itu saat melihat Bam bam yang tengah membuang sampah. Pria itu berpakaian seperti seorang Chef, setelah membuang sampah masuklah ia kedalam sebuah Restoran. Karena penasaran Joy segera pergi menuju Restoran itu, ia melangkah perlahan masuk kedalam tempat itu. Seketika Joy tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, Bam bam yang nampak tengah melayani para pengunjung membuat Joy menjadi terkesan.

Tanpa pikir panjang gadis itu segera duduk disalah satu meja yang kosong didalam Restoran itu. Tidak disangka Bam bam langsung menghampirinya sambil memberikan gadis itu sebuah buku menu.

“Anda ingin pesan apa ?” tanya Bam bam

“A .. ku mau Kimchi” sahut Joy grogi

“Baiklah” pria itu langsung pergi menuju dapur meninggalkan Joy yang diam terpaku. Tidak lama kemudia datanglah Bam bam sambil membawakan pesanan makanan gadis itu.

“Selamat makan” ucap Bam bam singkat. Lalu pergilah ia, namun ketika ingin melangkah pergi tiba – tiba saja Joy memanggil namanya.

“ Bam bam -ssi !”

Pria itu menoleh ketika namanya disebut, perlahan ia berjalan mendekat menuju Joy.

“Ada yang bisa saya bantu ?”

“Tidak ada, aku hanya ingin mengetesmu saja”

“Jika anda perlu sesuatu silahkan panggil saya”

“Bukannya kau adiknya Chanyeol –ah, sedang apa kau disini ?”

“Bukan urusanmu, jadi jangan menggangguku”

“Tapi kau kan kaya, tidak seharusnya orang sepertimu bekerja diRestoran seperti ini”

“Kau siapa berani bicara seperti itu, lagipula kau seharusnya sadar diri ini Restoran mahal, tidak ada orang yang memesan satu makanan saja”

“Itu hakku, jadi kau tidak perlu bicara seperti itu padaku, sudahlah pergi dari hadapanku”

“Dasar gadis tidak waras” Bam bam langsung berjalan pergi meninggalkan gadis itu. Namun disisi lain Joy merasa sangat marah dengan sikap Bam bam yang cuek kepadanya. Setelah makan ia bergegas pergi dari Restoran itu, namun saat berjalan keluar tiba – tiba saja hujan turun sehingga membuat Joy berlari kembali masuk kedalam Restoran itu.

Akibat tetesan air hujan yang jatuh kekepala gadis itu, membuat rambut Joy menjadi basah. Gadis itu hanya bisa berdiri didekat pintu masuk Restoran, sehingga menjadikannya sebagai bahan tontonan bagi pengunjung yang baru datang. Joy merasa sangat tidak nyaman dengan keadaan yang tengah ia alami saat ini, hambusan angin AC membuatnya merasa kedinginan.

Tidak disangka tiba – tiba saja seseorang memberikannya sebuah jaket, Joy menerima benda itu dengan senang hati namun saat melihat kearah pria itu, ia terkejut ternyata Bam bam yang telah memberikan Jaket itu. Joy melontarkan pandangan sinis kearah pria itu, dan langsung mengembalikan Jaket yang telah ia terima.

“Aku tidak butuh jaketmu, jadi jangan harap aku menerimanya” ucap Joy sambil memberikan jaket itu kepada Bam bam.

“Kau tidak perlu malu, lagipula aku hanya kasihan melihatmu kedinginan” balas Bam bam.

“Simpan saja rasa kasihanmu itu, aku tidak butuh”

“Kau sangat menyedihkan, bersikaplah yang baik terhadap orang, jangan menunjukan sisi dirimu yang sebenarnya” Bam bam langsung pergi meninggalkan Joy.

“Aku sangat membecimu” guman gadis itu didalam hatinya

Setelah beberapa jam kemudian akhirnya hujan mulai meredah, Joy langsung pergi dari tempat itu. Karena keadaan lantai yang basah membuat permukaannya sedikit licin, sehingga saat Joy ingin berjalan keluar tiba – tiba saja ia terpeleset. Beruntung tidak terlalu banyak orang didalam tempat itu, lalu segeralah Joy berdiri. Walaupun rasa sakit menyelimuti bokongnya, Joy tetap percaya diri berjalan keluar. Namun sialnya ia tidak mengetahui jika Bam bam melihat hal itu, ia hanya bisa tersenyum kecil.

Message from Author :

Annyeonghaseyo Chingu, maaf sebelumnya karena sudah dua minggu saya dia publish kelanjutan chap nya. Karena belakangan ini saya sedang banyak tugas, maaf yah chingu.

Kalau kalian mau coment, coment aja. Jangan malu, kalian juga boleh kok nanya – nanya seputar chap selanjutnya.

Gamsahabnida Chingu and happy Reading J J J

 

Iklan

5 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] THE PERFECT WIFE (Chapter 11)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s