[EXOFFI FREELANCE] Black Diamond (Chapter 3)

Black Diamond Chapter 3

Author : Bacon14

Length : Chaptered

Genre : Romance, Fantasy, Action, Mystery

Main Cast :

  • Oh sehun
  • Shin Hyeri

Add Cast :

  • EXO Member
  • Bobby

Happy Reading😊

Sehun mengeratkan kepalan tangannya. Mata ungunya memancar tajam. Informasi dari Baekhyun membuatnya mau tak mau jauh lagi dari adiknya. Padahal, hari ini ia ingin bersama dengan adiknya semalam saja. Tetapi, karena rapat sialan itu ia tidak bisa menemani adiknya apalagi rapat tersebut menyangkut adiknya dan Black diamond yang dicuri ibu mereka berdua.

“Oppa.. pergi dulu. Ada sedikit masalah di dunia vampir.” Hyeri mengangguk walaupun di wajahnya terdapat guratan kesedihan. Sehun mengusap kepala adiknya. Bibirnya mengecup dahi adiknya. Kakinya melangkah mundur ke kegelapan dan menghilang di balik asap. Bukan tanpa sebab, Sehun mencium dahi adiknya. Ia merasakan ada bahaya yang akan mengincar adiknya sehingga ia memberi materai perlindungan sehingga adiknya bisa terjaga dengan baik.

Hyeri duduk di pinggiran kasur. Tangannya meraba dahinya yang dikecup oleh Sehun. Setiap mengingatnya membuat jantungnya berdebar terus menerus. Bibir kecilnya tak henti tersenyum. Ia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur sambil bersenandung ria.

“Agasshi, gwenchanayo?” Hyeri mengangguk. Tetapi, ucapannya tidak sama dengan rona merah samar yang ada pada kedua pipinya. Ia menggerutu kesal lalu menutup wajahnya sendiri dengan bantal.

“Manusia memang aneh.” Gumam Kai.

******

Sehun tiba di ruang rapat tepat ketika Chanyeol hendak memulai rapat. Ia duduk di kursinya dan menunggu Chanyeol membuka rapat mendadak ini.

“Maaf mengganggu urusan kalian dengan mengadakan rapat ini. Manusia setengah vampir yang berkeliaran bebas di dunia manusia banyak menewaskan manusia yang tidak berdosa. Jadi, tanpa penolakan para vampir kelas atas harus membasminya sampai tidak ada yang tersisa. Baik mereka adalah salah satu anggota keluarga kalian. Aku juga menaruh curiga pada mereka. Apa mungkin Black Diamond ada pada mereka? Jadi laksanakan perintahku. Apa kalian paham?” Sehun melotot marah. Ia mendorong kursinya dan menuntut protes.

“Siapa kau berani menyuruh vampir kelas atas? Kau bukan pemimpin sah kami. Kecamkan itu dan satu hal lagi. Kalau kau ingin membasmi manusia setengah vampir lainnya aku setuju. Tetapi, ucapanmu itu terkesan menyindir aku karena aku memiliki saudara seperti itu, Tuan Chanyeol. Apa kalian kira aku tidak akan melindungi saudaraku itu? Saudaraku itu memiliki segel yang dapat mengubahnya menjadi vampir kembali. Aku memperingatkanmu agar tak menyakitinya secuil kukunya. Kalau tidak kau akan berhadapan dengan diriku.” Chanyeol tersenyum licik. Ia balik membalas ucapan Sehun dengan nada sinis.

“Lalu apakah vampir lain akan peduli dengan ucapanmu itu. Aku sekarang yang memiliki kekuasaan untuk memberi perintah pada vampir lainnya. Kau juga harusnya tunduk dan jangan banyak membantah. Aku bahkan tidak peduli dengan keberadaan saudaramu itu. Yang terpenting aku bisa menjaga keseimbangan antara dua dunia.” Sehun menatap tajam Chanyeol. Tangannya mengepal erat dan sebuah aura gelap menyelimuti dirinya. Tubuhnya hampir tenggelam dalam asap hitam itu.

“Hentikan Sehun!!! Jangan mengeluarkannya!!!!” Para vampir lain tidak mengerti dengan ucapan Baekhyun. Baekhyun berdiri dan menyingkirkan beberapa kursi para vampir yang duduk dan membuat semua kursi berantakan. Ia memegang tangan Sehun yang sepenuhnya tertutup dengan asap hitam tersebut. Tangan Baekhyun terasa terbakar namun ia tetap memegang tangan Sehun dan berusaha menenangkannya.

“Apa kau mau menyerangku? Silahkannn!!! Aku tak takut!!!!” Ucap Chanyeol memprovokasi Sehun. Mata Sehun berubah warna menjadi merah terang di balik kegelapan asap. Semua vampir yang merasakan energi mengerikan dari tubuh Sehun segera menyingkir.

“Cepatlah pergi, Tuan Chanyeol. Aku tak mau kau terluka.” Ucap Xiumin. Chanyeol menggelengkan kepalanya dan menatap Sehun yang masih tenggelam dalam asap hitam yang menyelimuti tubuhnya.

“Kau saja yang pergi, Tuan Xiumin. Sebagai tetua, kau jauh lebih dibutuhkan dibandingkan diriku. Aku akan menangani Sehun.” Ucap Chanyeol yang bahkan dalam suasana genting, ia masih sempat merendahkan dirinya. Xiumin mengangguk dan melangkah keluar ruang rapat.

Sehun semakin membrutal. Baekhyun melepaskan tangannya karena tangannya benar-benar melepuh akibat kekuatan besar yang tidak dapat dikendalikan oleh Sehun. Kemampuan regenerasinya juga tidak bisa menyembuhkan luka yang ia dapatkan. Matanya menatap Sehun memelas. Sepertinya sia-sia saja membujuknya karena Sehun benar-benar berada dalam emosinya.

Beberapa asap hitam mulai menyerang Chanyeol. Kepala Sehun perlahan muncul dari balik kegelapan. Taringnya yang tajam keluar dari mulutnya. Matanya yang telah berubah menjadi merah darah menatap Chanyeol sambil tersenyum sinis. Rasanya Sehun benar-benar telah kehilangan akalnya. Baekhyun tidak menghiraukan luka yang ia dapatkan. Ia mengguncang bahu Sehun namun ditepis dengan kasar oleh Sehun. Ia bahkan menatap Baekhyun dengan tajam dan dingin. Tangannya membuat sebuah asap hitam dan mengurung Baekhyun dalam asap tersebut. Baekhyun menjerit kesakitan dalam asap tersebut. Tubuhnya mulai melepuh dan melemah. Namun, ia masih sempat mengirim telepati pada Kai.

‘Sehun mengamuk. Kemarilah.’ Setelah itu, Baekhyun jatuh pingsan. Sehun tak menghiraukannya dan melaju ke arah Chanyeol. Ia mencekik Chanyeol dan mengangkatnya ke udara. Senyuman aneh tercipta di bibirnya. Ia menggores leher Chanyeol dan menjilat sedikit darah Chanyeol.

Chanyeol terkejut bukan main. Ia bahkan tidak bisa bergerak dan menggunakan kekuatannya. Tubuhnya kaku. Darahnya yang dijilat Sehun membuat Sehun mendapatkan sedikit kekuatannya. Sebuah api muncul dari tangan kiri Sehun dan membakar jubah Chanyeol. Chanyeol makin terkejut. Ia adalah pengendali api. Api pasti tunduk dengannya. Namun, api ini tidak mau menunduk padanya dan membuat jubah Chanyeol terbakar.

Ketika api itu mulai melukai tubuh Chanyeol, Sehun mengambil api itu dengan tangannya. Ia memain-mainkannya di depan Chanyeol dengan santainya. Api itu bukan api biasa. Chanyeol dapat merasakannya. Api yang ia miliki berwarna merah orange sedangkan api ini berwarna orange kehitaman. Pantas saja ia tidak bisa mengendalikannya karena api ini hanya mau diperintah oleh Sehun.

“Tuan Sehun..” Kai muncul dari kegelapan. Ia terkejut melihat perubahan Sehun. Ia bergerak cepat ke arah Sehun. Namun, asap hitam yang masih mengelilingi Sehun menghalanginya. Sehun hanya menatap sekilas Kai dan ia sepertinya tidak mengenalinya sama sekali. Ia hampir saja mengurung Kai sama seperti yang ia lakukan pada Baekhyun. Tetapi, gerakan cepat Kai membuat Sehun kehilangan dirinya. Kai bergerak cepat dalam kegelapan. Ia memukul leher Sehun dengan keras hingga Sehun pingsan. Cengkraman pada leher Chanyeol juga terlepas. Chanyeol memegang lehernya sambil terengah-engah. Asap hitam yang mengurung Baekhyun juga menghilang. Namun, Baekhyun tetap belum sadar juga. Chanyeol menatap Kai dan Sehun bersamaan. Ia mendecak kesal lalu menghilang dalam api.

Kai mencoba membangunkan Sehun namun Sehun tak kunjung bangun begitupun dengan Baekhyun. Ia sangat khawatir karena kemampuan regenerasinya tak berhasil membangunkan mereka berdua. Akhirnya cara terbaik membawa mereka berdua pergi dari dunia vampir. Satu tujuan yang ada di pikirannya saat ini yaitu ke rumah Hyeri.

******

Hyeri duduk dengan gelisah. Matanya terus menatap jam yang berdenting. Ia mengusap tangannya terus menerus. Kegelisahan dan kecemasan membuat tubuhnya basah. Hyeri berdiri dan berkeliling kesana kemari.

“Kenapa Kai belum datang juga? Apa sih yang terjadi?” Gumam Hyeri.

( Flashback On )

Hyeri menutup wajahnya sendiri dengan bantal. Ia masih terjaga karena tubuhnya belum mau diajak tidur. Ia masih cukup canggung dengan keberadaan Kai di kamarnya. Beberapa kali ia melirik Kai yang berdiri tegap di pojok ruangan. Walau tidak terlalu jelas karena kegelapan menyelimutinya.

‘Sehun mengamuk. Kemarilah’ Kai mendapat telepati dari Baekhyun. Wajahnya berubah khawatir. Ia melihat Hyeri agak lama dan hal itu disadari Hyeri.

“Ada yang ingin kau bicarakan, Kai-ssi?” Kai mengangguk. Ia keluar dari kegelapan. Ia menjaga jarak dari tempat tidur Hyeri.

“Aku harus kembali ke dunia vampir sebentar, nona. Ada masalah dengan Tuan Sehun.” Hyeri berdiri dan ikut khawatir. Ia mengguncang tangan Kai dan bertanya apa yang terjadi.

“Tuan Sehun mengamuk dan aku harus menenangkannya. Maaf, nona. Aku pergi dulu.” Kai mundur selangkah dan menghilang. Hyeri kembali duduk dengan gelisah. Tangannya menutup wajahnya sendiri dan air mata mulai berjatuhan di pipinya.

( Flashback Off )

Kai tiba di kamar Hyeri dengan membawa Sehun dan Baekhyun. Wajahnya benar-benar kalut. Hyeri yang melihat kedatangan Kai bersama Sehun dan Baekhyun segera menghampiri mereka.

“Mereka terluka dan aku tidak bisa menyembuhkan mereka dengan kekuatanku.” Ucap Kai dengan nada menyesal. Air mata Hyeri berlinang dan jatuh persatu mengenai wajah Sehun. Sehun menggeliat sedikit namun ia tak kunjung membuka matanya.

“Sebentar… apa aku bisa menyembuhkannya dengan kekuatanku? Memang kekuatanku tidak seberapa aku harap bisa membantu.” Kai menggeleng lemah. Ia saja yang memiliki kemampuan regenerasi tinggi tidak bisa menyembuhkannya apalagi dengan kekuatan Hyeri yang tidak terlalu kuat menurutnya.

“Aku akan mencobanya.” Hyeri bersimpuh di antara mereka berdua. Tangannya berada di atas mereka dan sebuah cahaya putih menyelimutinya. Cahaya itu bergerak ke arah Sehun dan Baekhyun. Cahaya itu mulai melawan asap hitam yang timbul dari luka-luka tersebut. Hyeri menggigit bibirnya sendiri karena kekuatannya hampir kalah dengan kekuatan hitam tersebut.

Hyeri bertahan dari luka yang mulai ia dapatkan karena kekuatan hitam yang menyelimuti luka Sehun dan Baekhyun juga ikut menyerangnya. Perjuangan Hyeri berhasil. Luka-luka Sehun dan Baekhyun mulai tertutup satu persatu. Kekuatan hitam yang tadinya menyelimuti mereka hilang.

Bukan hanya Sehun dan Baekhyun yang berubah sembuh, tetapi perubahan pada fisik Hyeri. Rambut Hyeri berubah menjadi hitam legam. Matanya yang berwarna coklat berubah menjadi hitam. Di dalam dirinya, auranya juga sangat memancar dan memikat. Kai yang berada disana takjub dengan perubahan Hyeri dan ia teringat satu hal.

“Bukankah eomma Tuan Sehun juga pernah berubah drastis seperti ini ketika menggunakan kekuatan Black Diamond?” Ia terkejut dengan ucapannya sendiri. Kai menatap Hyeri yang masih fokus menyembuhkan luka Sehun dan Baekhyun.

“Mungkin saja ini hanya kebetulan.” Cahaya yang ada di tubuh Hyeri mulai meredup. Tangan Hyeri terkulai lemas dan jatuh ke lantai. Tubuh Hyeri berkeringat dan ia jatuh ke pelukan Kai sebelum jatuh ke lantai. Kai menggendong Hyeri dan menidurkannya di atas tempat tidur. Ia menatap Sehun dan Baekhyun yang benar-benar pulih setelah disembuhkan oleh Hyeri.

Kai membawa tubuh Sehun dan Baekhyun ke sofa. Tubuh Sehun mulai menggeliat dan matanya terbuka. Pandangannya masih kabur.

“Tuan.. kau sudah sadar?” Tubuh Sehun masih limbung. Ia menatap Kai dan mengangguk lemah. Ia mengalihkan pandangannya pada sofa yang ia tempati dan sekelilingnya.

“Ini kamar Hyeri?” Ucap Sehun serak. Kai mengangguk takut karena membawanya ke kamar adiknya. Sehun tidak peduli akan hal itu. Ia menatap Baekhyun yang berada pada sofa lainnya. Tubuhnya mendekati Baekhyun walau ia belum bisa berjalan dengan baik.

“Dia kenapa? Aku tahu dia terluka.” Kai menundukkan kepalanya. Bagaimana dia mengatakan bahwa Sehun sendiri yang melukainya?

“Katakan, Kai!” Gertak Sehun.

“Tuan.. tuan..melukainya karena tuan kelepasan menggunakan kekuatan hitam itu..” Sehun mengacak dirinya frustasi. Ia menghancurkan meja kecil di belakang sofa.

“Aku lagi-lagi melukai orang lain. Apa aku salah memiliki kekuatan ini? Aku tahu aku tidak akan bisa mengontrolnya. Aku akan terus melukai orang lain yang ada di sekitarku. Aku tak mau memiliki kekuatan seperti ini jika terus melukai orang lain.” Sehun menutup wajahnya sendiri dengan kesal. Ia menatap Baekhyun sejenak dan kembali membuatnya merasa bersalah.

“Baekhyun-ssi tidak apa-apa, Tuan. Dia hanya perlu beristirahat. Lukanya sepenuhnya sudah sembuh karena Hyeri telah menyembuhkannya.” Sehun menatap Kai dengan tatapan terkejut. Ia menatap Hyeri dan baru menyadari bahwa tubuh Hyeri terus berkeringat. Wajah Hyeri juga pucat sekali.

“Ia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyembuhkan kalian.” Sehun berdiri dan mendekati Hyeri. Tangannya mengusap keringat yang terus berjatuhan di pelipisnya. Sehun menggeser tubuh Hyeri ke pangkuannya. Ia menyelipkan rambut yang jatuh di wajah Hyeri.

“Tuan..” Sehun menoleh dan mendapati Kai menatapnya dengan serius.

******

Chanyeol menggeram kesal ketika memasuki kamarnya. Ia melihat jubah yang terbakar dan semakin mendecak sebal. Setiap melihat jubah tersebut, ia selalu teringat dengan perlakuan Sehun. Kekuatan yang disembunyikan Sehun ternyata sangat besar padahal umurnya masih sangat muda.

“Tuan Luhan ada disini. Apa diperbolehkan masuk?” Chanyeol mengangguk. Ia mengganti jubahnya dengan jubah yang baru. Ia sedikit penasaran dengan Luhan yang tiba-tiba kemari.

“Ada apa tuan Luhan datang kemari?” Luhan duduk di sofa dan menatap lembut Chanyeol.

“Jangan sakiti, Sehun! Aku hanya meminta hal itu. Dia saudaraku satu-satunya. Aku mohon. Aku akan bergabung padamu bila itu yang kau mau. Tetapi, jangan sakiti Sehun. Sekasar apapun dia padamu. Bahkan, jika kau memintaku melenyapkan saudara Sehun yang ada di bumi itu aku akan lakukan, Tuan. Karena aku juga tidak suka dengan kehadirannya yang menyita waktuku dengan Sehun.” Chanyeol tersenyum sinis. Ia menepuk pundak Luhan sambil tersenyum miring.

“Aku akan terima penawaranmu, Tuan Luhan. Bunuh saudara Sehun dan bawa mayatnya kesini. Aku hanya ingin melihat reaksi Sehun saja. Apakah itu terlalu berat untukmu?” Luhan menggeleng. Ia berjabat tangan dengan Chanyeol.

“Aku setuju.”

******

Kai menceritakan kronologis Hyeri yang berubah karena menyembuhkan Sehun dan Baekhyun. Hal itu membuat Sehun sedikit curiga Hyeri memiliki Black diamond. Tetapi, Sehun tidak bisa mendeteksi keberadaan Black diamond dalam tubuh atau ada di sekitar Hyeri. Begitupun dengan Kai. Hal itu sangat janggal menurutnya.

“Sebentar.. ada satu cara membuktikan dia memiliki Black diamond atau tidak. Ibuku pernah menggunakan Black Diamond dan ada pada bagian lehernya timbul sebuah ukiran berlian hitam. Aku akan mengeceknya.” Sehun mendekati Hyeri dan menyibakkan rambutnya. Matanya terbelalak. Tidak ada ukiran yang ia maksud.

“Kekuatan Hyeri kemungkinan disegel dan ia tidak bisa menggunakannya dengan penuh. Mungkin saja karena hal itu membuat ukiran tersebut tidak ada. Bagaimana menurut tuan?” Sehun mengangguk dan menyetujui ucapan Kai.

“Atau kemungkinan ibuku menikah dengan bukan manusia sehingga memiliki kekuatan yang sangat mirip dengan Black diamond. Sehingga kita mengira bahwa Hyeri memiliki Black Diamond tersebut.” Kai mengangguk dan ikut menyetujui ucapan Sehun.

“Cari suku yang memiliki kekuatan mirip dengan Black Diamond atau ciri khasnya seperti Black diamond. Aku menduga kekuatan suku Gumiho yang bisa berubah terus sangat mirip dengan Black Diamond. Tolong cari, Kai!” Kai mengangguk. Ia menghilang dan menyisakan Sehun, Baekhyun, dan Hyeri.

“Hyeri, gomawoyo.” Sehun menunduk dan mengecup kening Hyeri.

******

Segerombolan vampir dengan tudung topi berkeliaran di tengah kota. Mereka berlompatan dari satu gedung ke gedung lainnya. Mereka berhenti dan mencium bau yang ia rasa sangat manis. Mereka kembali berlompatan dan mencari bau darah tersebut.

“Mari kita berpesta, teman-teman.” Para vampir itu tersenyum memamerkan gigi tajamnya. Mereka berpencar dan membuat kerusuhan di tengah dunia manusia.

“Aaarghhhh!!!!” Suara teriakan melengking memenuhi malam yang akan penuh dengan teriakan bersahut-sahutan. Para vampir mulai menjalankan tugas mereka masing-masing untuk menggigit atau membunuh para manusia setengah vampir hingga habis tak bersisa. Para vampir ini tidak mengenal ampun. Mereka membunuh semua yang memiliki darah manis karena darah manis adalah ciri khas keluarga manusia setengah vampir. Indra penciuman mereka yang kuat sangat membantu mereka dalam menemukan para manusia setengah vampir yang kini bersembunyi ketakutan sambil mencoba menghapus aroma darah mereka.

Kenapa? Kenapa hanya manusia setengah vampir yang memiliki darah manis sedangkan manusia lainnya tidak memiliki darah manis? Hal itu karena darah manusia setengah vampir merupakan pencampuran darah manusia yang rasanya tidak manis dengan darah vampir yang umumnya manis. Hal ini membuat darah mereka bercampur dan tentu saja darah vampir lebih kuat dari darah manusia sehingga melebur dan menjadikan darah manusia setengah vampir manis.

Lengkingan, teriakan kesakitan menjadi musik tersendiri untuk para vampir yang kini ‘berpesta’. Salah satu dari mereka berpencar dan menemukan rumah Hyeri.

Vampir itu mengintip jendela rumah Hyeri dan mendapati Hyeri tertidur pulas. Bibirnya tersenyum sambil memamerkan taringnya yang siap mengoyak leher Hyeri. Vampir itu dengan hati-hati masuk ke kamar Hyeri tetapi ia tidak menyadari ada Baekhyun yang sedang tertidur di sofa dan Kai yang berjaga di kegelapan. Vampir itu hanya melihat di satu titik yaitu Hyeri. Padahal, disamping Hyeri, Sehun tertidur sambil memeluk tubuhnya. Mata vampir itu berubah menjadi merah.

Gigi taringnya mulai mendekati leher Hyeri. Kai yang berjaga di kegelapan langsung mendorong vampir tersebut ke tembok. Tembok kamar Hyeri berlubang akibat hantaman tersebut. Sehun dan Hyeri terbangun karena suara hantaman tersebut.

Melihat ada seorang vampir yang masuk ke kamar Hyeri, Sehun segera melindungi Hyeri di belakang tubuhnya. Ia menatap tajam vampir yang kini sedang ditangani oleh Kai. Tangannya diam-diam membentuk pusaran angin dan diarahkan pada vampir itu.

Vampir itu yang lengah karena tidak menyadari adanya Sehun, terkena pusaran angin Sehun. Tubuhnya berputar dalam pusaran angin tersebut. Angin itu keluar dari jendela kamar Hyeri.

Angin itu semakin mengikat vampir itu sehingga vampir itu mulai berteriak kesakitan. Hanya kepalanya saja yang terlihat dari pusaran angin tersebut.

Blaaarrr…

Angin itu meledakkan tubuh vampir itu sehingga tubuh vampir itu berserakan dan berpencar ke seluruh arah. Angin yang tadi meledakkan vampir itu kembali kepada Sehun dan menghilang.

“Dia tidak akan menganggumu lagi.” Sehun mengecup kening Hyeri dan memintanya untuk tidur kembali. Hyeri menurut dan kembali tertidur.

“Bagaimana bisa vampir itu masuk dan kau tidak menyadarinya?!!!” Ucap Sehun kasar.

“Vampir itu dari klan bunyi, tuan. Aku kenal mereka. Mereka tidak akan mengeluarkan suara ketika sedang melakukan tugas yang diberikan. Oleh karena itu, aku sama sekali tidak tahu dia masuk kemari karena suara yang ia timbulkan sangat kecil. Selain itu, ia memiliki kemampuan bayangan sehingga ia bisa bersembunyi dalam bayangan. Aku baru menyadarinya ketika wajahnya terkena cahaya bulan purnama dan aku langsung menyerangnya. Maafkan aku, tuan.” Sehun mengangguk dan meminta maaf pada Kai karena memarahinya secara sepihak.

“Menurutmu siapa dalang yang menyuruh mereka melakukan hal ini? Bukankah pembunuhan manusia setengah vampir baru dilaksanakan setelah bulan purnama?” Ucap Kai. Sehun mengangguk setuju.

“Selain itu, perlindungan di rumah ini aku sudah perkuat sehingga tidak ada yang bisa menganggu adikku. Tetapi, kenapa vampir rendahan itu bisa masuk? Apa dalang di balik semua ini untuk mencari keberadaan adikku? Park Chanyeol pasti dalang di balik semua ini.” Geram Sehun. Ia menggertakkan giginya kesal. Dalam keadaan seperti ini, keamanan Hyeri sangat penting karena ia sendiri tidak tahu Hyeri memiliki black diamond atau tidak.

“Aku akan coba cari tahu, tuan.” Sehun mengangguk dan meminta Kai untuk segera melaksanakan tugasnya.

******

Kai tiba di perbatasan dunia vampir dan dunia manusia. Ia belum masuk kesana. Ia berhenti sebentar dan melihat ke dunia manusia. Sebuah ingatan membuatnya sedih dan ia harus kehilangan orang yang ia cintai di dunia manusia karena ulahnya sendiri.

( Flashback On )

“Oppa..lepaskan aku!! Hiks..hiks..” Kai mencengkram tangan seorang yeoja cantik dengan name tag ‘Jung Hyunbin’. Mata Kai memerah. Ia berusaha untuk sadar bahwa di hadapannya ini yeoja yang ia cintai selama ini tetapi rasa haus akan darah yang semakin membakar dirinya membuatnya gelap mata.

“Oppaa.. aku mohon.. aku ini yeojachingumu..” Hyunbin berusaha menyadarkan Kai. Ia tahu resikonya akan seperti ini. Ia jatuh dan lututnya berdarah. Tepat saat itu, Kai datang dengan wajahnya yang pucat. Tubuhnya sempoyongan.

Melihat keadaan Kai yang belum meminum darah, Hyunbin mendekati Kai. Aroma darah Hyunbin yang berasal dari luka di lututnya membuat jiwa vampir Kai memberontak. Mata Kai memerah. Ia mencengkram keras kemeja untuk mengalahkan rasa hausnya akan darah yang semakin memuncak.

Kai mendorong Hyunbin ke tembok. Taringnya keluar dengan sendirinya karena insting vampirnya. Matanya sendiri berubah menjadi merah gelap. Hyunbin memberontak dalam cengkraman Kai.

“Aku belum mau mati, Kai!!” Hyunbin juga seorang manusia yang jelas takut akan kematian, walaupun di hadapannya kini adalah namjachingunya sendiri.

Kai melepas cengkraman tangannya. Wajahnya mengendur. Matanya mulai berubah menjadi hitam tetapi kadang kembali berwarna merah.

“Kai, gwenchana? Kenapa kau belum berburu kemarin?” Hyunbin memberikan sedikit darahnya pada Kai. Ia menatap Kai cemas tanpa sadar Kai semakin bersemangat untuk menghisap darah Hyunbin karena ia memberikan darahnya.

Kai mendorong keras Hyunbin dan langsung menyerang leherya. Taring tajamnya mengoyak leher Hyunbin. Semua perasaan yang ada dalam dirinya entah kemana hilang. Akal sehatnya juga hilang bersamaan dengan rasa haus yang semakin menyiksanya.

Hyunbin berteriak meminta tolong tetapi ia sadar tidak akan ada satupun yang mau menolongnya. Ia membiarkan Kai menghisap darahnya. Tangannya terbata-bata mengusap rambut Kai.

“A-aku m-m-mencintaimu, Kai.” Tangan Hyunbin terkulai lemas. Kai melepaskan gigitannya. Matanya berubah hitam.

“Hyunbin!!” Kai memeluk erat tubuh Hyunbin. Ia merasa bersalah karena tidak bisa mengendalikan rasa hausnya.

“Hiks.. hiks.. mianhae..”

( Flashback Off )

******

“Oppa..” Kai menengok ke belakang dan terkejut melihat seorang yeoja dengan ikat rambut dua yang lucu.

“Jung Hyunbin….”

TBC

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Black Diamond (Chapter 3)

  1. ihhh knpaaa satu persatu vampir bangsawan berpihak ke chanyeol..apalagi si luhan ituu, ihhh bikin kesel
    klo hyeri adiknya sehun, berarti dia adiknya luhan juga dong kk.. ?? scra sehun kan adiknya luhan.. tp knpa luhan bisa setega itu mau” aja ngebunuh hyeri, walau bagaimanapun kan hyeri ttp adiknya luhan.. gmna sihhhh.. hih greget bgt

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s