[EXOFFI FREELANCE] When I Must To Be Married (Chapter 1A)

When I Must To Be Married (Chapter 1)-EXO Fanfiction.jpg

Title    : When I Must to be Married (Chapter 1a)

Author    : El Byun

Lenght    : Chapter

Genre    : Romantic Comedy, M

Rating    : PG-17

Main Cast:

Song Hyo Hwa (OC)

Byun Baekhyun (aka Baekhyun EXO)

Adittional Cast:

Exo-k member and etc.

Summary:

Nasib kehidupan pernikahan kami selalu ditentukan oleh orang lain. Tapi perasaan yang kami miliki tidak bisa ditentukan oleh orang lain.

Disclaimer:

FF ini asli dari ide author. semua pemain exo hanya milik orang yang bersangkutan. Disini mereka hanya dipinjam untuk berperan dalam FF ini. No plagiat! Fanfic ini pernah di publish di blog pribadi author tapi tidak pernah diupdate dengan judul FF I Must To Be Married? Dan ID author Exobeth Agustin. FF ini terdiri dari 10 chapter super panjang, jadi mian author harus bagi 1 chapter menjadi 2 part.

Check –> https://exoflying.blogspot.co.id/2016/10/ff-i-must-to-be-married-chapter_40.html?m=1

let’s read…..

“Our First Marriage”

Author pov

Siapa sangka boyband korea terkenal seperti Exo bisa datang menemui penggemar gaje seperti Song Hyo Hwa.

Disebuah rumah mewah dan elegan di pusat kota, HyoHwa sedang menikmati sarapan pagi sebelum berangkat kuliah.

“Eomma, memangnya hari ini ada acara apa? Kok masak begitu banyak hanya untuk sarapan?” tanya Hyohwa sembari mengunyah roti selainya.

“oh, kau belum tahu? Hari ini akan datang tamu spesial untukmu.” Jawab Eomma hyohwa.

“tamu spesial siapa? Kenapa datang ke rumah kita?” tanya Hyohwa kritis.

“mwoya, anakku! Kau lupa hari ini hari ulang tahunmu? Arghh sayang sekali..” jawab appa hyohwa.

“mwoya? Aku…” belum sempat hyohwa menjawab tiba-tiba bel rumah berbunyi. Ttiing.. ttoonng..

Sang eomma datang untuk membukakan pintu, tampak suara-suara riuh anak laki-laki. “disini tempatnya? Eoh…” gumam seorang namja. “ne, ayo silahkan. Kami menunggu kedatangan kalian”  sambut eomma hyohwa. Mereka berbondong-bondong masuk ke ruang makan keluarga Song.

Suho, sehun, baekhyun, chanyeol, kai, dan D.O. memasuki ruang makan dengan alunan lagu happy birthday versi korea.

Saengil chukkae hamnida 3x

Saengil chukkae hamnida Hyohwa…..

Saengil chukkae hamnida

“MWO…!!!!! EXO K?? HWAAAA….” teriak Hyohwa histeris sambil menggoyangkankan roti di mulutnya. “Hyo.. hyo… letakkan dulu rotimu itu nak. Kau sudah seperti kucing jalanan.” Hujat appa Hyohwa tak kalah hebohnya. Dengan sigap hyohwa meletakkan rotinya kembali di piring makannya. “hehe..” hyohwa terkekeh malu.

Dalam hati para member pasti ilfill kalau melihat fans meneriaki nama mereka sambil menyumpal roti di mulutnya.
suho:  “ni anak rabies kali? Busanya sampe berubah jadi roti”
Sehun: “tholong adha anjting bhuldhog makan lothi (baca: tolong ada anjing buldog makan roti)
Baekhyun: “ini zombie lagi kelaperan banget, gak biasanya makan roti.”
Chanyeol: “Eomma, aku takut!”
D.O.: “Iya sayangku, eomma disini jangan takut. Dengan kekuatan bulan akan aku musnahkan gadis rakus ini. haha”

Para member Exo-k sudah berjejer rapi untuk menyambut ulang tahun hyohwa

“ajhusi, saya dengar dari manajemen ada kesepakatan pribadi dengan anda. Apakah itu benar?” tanya suho sang leader penasaran padahal kakinya sudah pegel berdiri hampir berjam-jam hanya untuk dilihat.

“nde..” jawab appa hyohwa singkat.

“mwo, maksud appa?” kini giliran hyohwa yang angkat bicara.

“Hyo, mana dari mereka yang merupakan favoritmu?” tanya balik sang appa. Hyohwa berpikir sejenak, sedangkan para member menunggu hingga kesemutan.

“Baekhyun Oppa!” kata Hyohwa sekilas. Baekhyun yang lagi sibuk membersihkan kotoran hidungnya tersedak dengan upilnya sendiri.

“bwo??” kata Baekhyun kaget mendengar keputusan fansnya.

“OK, berarti kau akan menikah dengan Baek Seung Jo (?) secepatnya.” Tukas appa hyohwa.

“MWO?” teriak semua member exo-k dan hyohwa bersamaan.

“appa, ini bukan drakor playfull kiss!” sanggah hyohwa.

“nde, ini tidak ada di dalam kontrak kerja saya selama menjadi artis SM-Entertaiment.” Sanggah Baekhyun menimpali.

“ada, kau kan harus menuruti segala aturan dalam manajemen. Dan aku salah satu orang yang berpengaruh didalamnya” kata appa hyohwa bangga.

Tuan Song adalah salah satu investor paling berpengaruh di SM-Entertaiment, para member exo-k saling ber-OH ria, sedangkan Baekhyun sedang meratapi nasibnya dengan ber-MWO ria. Sedangkan Hyohwa menanggapi panggilan ponselnya yang ramai dengan ucapan selamat dari teman maupun pihak kampus.

H-1

“appa, aku belum siap untuk menikah.” Rengek hyohwa.

“lhah, hari sebelumnya kau gembira bahkan minta untuk dipercepat. Kau ini plin plan sekali hyo!” jawab appa hyohwa.

“APPA! Aku masih ingin original. Aku.. aku..” hyohwa ber-aegyo bahkan hampir menangis.

“wae? Apa kau takut pada first night?” tanya apa berbisik penasaran. Hyohwa menggeleng kepala, berhenti sejenak lalu mengangguk kepala layaknya lagu Rocker vs Dugem by Project Pop.

“tanya saja pada eomma-mu! Ne?” usul appa hyohwa semangat. Lalu hyohwa beranjak pergi menyerbu eommanya di kamar. “EOMMA!!” panggil hyohwa.

@di dorm Exo-K

“hyung, kau sebentar lagi tidak original.” Kata Sehun sang maknae dengan jingkrak-jingkrak di tempat tidur baekhyun, sementara baekhyun sedang makan pisang dan membuang kulitnya sembarangan di lantai.

“Ya, apa yang kau katakan? Kau mengganggu makan siangku saja.” Jawab baekhyun sinis.

“hyung jahat! Aku tak ingin punya suami jorok macam hyung.” Kata sehun dengan judesnya membalas ucapan Baekhyun.

“Ya, siapa yang mau menikah denganmu cadel. Eh.. tunggu! Tadi kau barusan ngomong gak cadel?  Wah, kau sudah sembuh rupanya!” kata Baekhyun dan sehun menghentikan aktivitas jingkrak-jingkraknya.

“jinja? Athu ghak chadhel ladthi.. hoollee..!! (baca: jinja? Aku gak cadel lagi.. hoorree..!)” teriak sehun histeris, sementara Baekhyun terperangah kaget dengan perubahan kilat sang maknae.

“ck, dasar cadel labil.” Gumam baekhyun.

Hari-H

Hyohwa pov

aku berbalut busana serba putih dengan ekor menjulang jauh ke belakang memasuki altar bersama appaku. Appa sangat bahagia sekali, terlihat dari senyumnya yang mekar. Awalnya aku menundukkan kepala karena malu dan takut, tapi seseorang meneriakiku dari jauh.

“unnie, hwaiting!” seketika aku menolehkan kepala aku cari sosok yang memanggilku.

ah, dongsaengku? Dia ternyata pulang juga dari Busan setelah beberapa hari kemarin susah dihubungi.

Ternyata senyumanku pada dongsaengku diperhatikan oleh seorang namja berpakaian tuxedo putih selaras dengan gaunku tepat berdiri di depan altar, dia adalah calon suamiku Baekhyun. Aku dengar para fans sudah menunggu di perempatan jalan untuk mengebom mobil kami apabila hari ini kami resmi menikah. Sadis banget deh

Senyumnya mengembang di sudut bibirnya. Ini lagi musim semi apa yah? Kok pada blossom semua bibirnya? Aku meraih tangannya yang mengadah padaku, lalu aku melepaskan genggaman tanganku dari appaku.

-skip-

Kami sudah sampai di apartemen keluarga milik appaku. Untung fans baekhyun tidak anarkis, hanya menunjukkan sebilah pedang dan sejumlah pemukul bisbol saat kami meninggalkan perempatan jalan yang dimaksud dan pengawal kami berhasil menetralkan aksi tawuran antar SMA. Lhoh?

Sejak meninggalkan altar, tak satupun dari kami yang memulai pembicaraan. Hening, dan hanya suara nyamuk, cicak, dan lalat yang saling berorcestra di telinga kami. Ini apartemen apa gubuk yak? Kok banyak nyamuk, cicak, dan lalat. Udahlah mereka juga tamu di tempat tinggal baru kami.

Baekhyun pov

Gadis ini penderitaan bagiku, hanya karena dia fansku yang kebetulan ada hubungannya dengan karierku sekarang gara-gara acara ulang tahunnya aku harus terjebak dalam pernikahan yang belum waktunya. Yah aku memang 2 tahun lebih tua darinya, tapi dia bukan pilihan hidupku.

Kami duduk di sofa ruang TV aparteman kami. Dengan pakaian pengantin yang masih melekat, aku merasa kegerahan untuk lebih bertahan lama lagi dengan kondisi seperti ini. Lalu telepon rumah kami berdering… kringg..!!

“yeoboseo?” jawabku mengangkat telfon. Hyohwa bertanya dengan bahasa isyarat ‘siapa yg telfon?’ aku jawab ‘appamu’

“nde ahju… oh, maksudku appa?” sahutku canggung.

“aku sudah pasang cctv di depan pintu kamar mandi, depan kamar tidur, dapur dan ruang tv untuk mengontrol kalian.” Ujar appa hyohwa lantang.

“mwo?” aku terperangah kaget.

“tak usah gusar begitu, aku ingin mulai malam ini kau selalu bersama-sama dengan hyo anakku untuk masa pendekatan dan saling mengenal” kata appa hyohwa.

“nde? (apa?)” tanyaku heran.

“ya, selama 3 hari kedepan kau dan hyo harus bersama-sama. Mandi bersama, tidur bersama, masak bersama, bahkan nonton tv pun juga harus bersama. Arrasseo!” tukas abeojhi.

“mwo, a.. a.. apa kah harus ss..sseperti itu? 3 hari? Lalu bagaimana dengan jadwal manggung Exo dan kuliah hyo?” tanyaku cemas.

“ara, aku sudah mengatur semuanya. Kau tinggal menjalankan aksimu disini, nde?” tanya appa

“apa maksudnya aksi? Apa aku harus practice dance di tempat ini juga appa?” tanyaku polos.

“ya.. kau tahu kan apa yang biasanya dilakukan ketika saat seperti ini eoh? Buatkan mertuamu ini seorang jagoan eoh!” kata appa dengan nada sedikit berbisik.

“mwo-ya!!! Tapi.. tapi..” tut.. tut.. tut… tiba-tiba telfon terputus.

“ya, apa pesan dari appa?” tanyanya penasaran. Dengan muka merah padam aku menjawabnya

“ini benar akhir dari hidupku. Dia minta kita untuk mandi bersama, tidur bersama, masak bersama, nonton tv pun bersama. Di tambah bonus lagi, dia minta seorang jagoan. Kau puas??” wajahnya yang ceria seketika padam dan berubah menjadi lebih pucat, mungkin sebentar lagi dia akan menangis karena air-air jernih itu sudah memenuhi kelopak matanya.

Dugaanku meleset 180 derajat, “nappeun! Nappeun!..” katanya sambil memukuliku dengan bantal sofa.

“nde… nde.. hentikan! Sakit…” aku merengek kesakitan menerima pukulannya yang bak seorang kuli.

“ini juga salahmu, kenapa saat itu kau menurut saja pada appamu?” teriakku. Pukulannya bertubi-tubi diluncurkan padaku, aku mulai terpancing emosi dan mencoba menghentikannya tapi malah salah tangkap.

“YYAA!!” Aku tak sengaja menarik tangan hyo hingga tubuhnya terjatuh di dadaku. Brukk…  sejenak kami saling bertatap pandang..

matanya coklat gelap bersinar, kini jarak antara aku dan dia sangat dekat menempel satu sama lain di atas sofa. Sesaat ku rasakan dada sesak dan berdegup, lalu aku mendorong pundaknya untuk menjauh dariku.

“ya, kau berat sekali. Aku hampir pengap tahu!” kataku sambil mengusap dada kiriku yang sampai sekarang belum berhenti juga.

“mi..mianhae!” ucapnya terbata. Saat aku memalingkan wajahku, kulirik dia juga mengusap dada kiri (tempat jantung)nya.

Author pov

Tiba-tiba suasana berubah menjadi canggung, kembali hening saat mereka datang sesaat yang lalu. Mereka saling menelan ludah ketika mengingat keinginan orang tua hyo. ‘apa yang harus aku lakukan sekarang?’ suara hati hyohwa. ‘bagaimana ini dimulai? Aku benar-benar kehilangan akal’ suara hati Baekhyun. Ponsel baekhyun berdering sms.

hyung, hwaiting. Lathuthan yang telbaikh!’ (baca: hyung, hwaiting. Lakukan yang terbaik!) from sehun.

baekkie, jangan cepat menyerah!’ from suho.

kenali dia dengan baik bacon, jangan buat dia kecewa!’ from chanyeol.

maju mundur, jalan terus! Haha’ from kai ft D.O.

Tampak baekhyun seringai saat sms terakhir dibacanya, apa baekhyun ini tampak seorang tentara yang akan maju perang? Tampak sekali pikiran mesum para anggota exo.

sementara di balik camera pengintai sudah hadir sang sutradara as tuan Song, didampingi co-director as Nyonya Song, dan beberapa astrada as orang tua baekhyun yang tiba-tiba hadir.
‘mwoya, apa yang dilakukan anak itu. Tadi seharusnya jadi momen yang tepat.” Gerutu appa baekhyun.

“haha.. tak apa mungkin dia butuh pemanasan sejenak” sahut appa hyohwa membela baekhyun.

“oh.. lihat! Mereka akan ke kamar mandi!” teriak histeris appa baekhyun.

Bukannya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, mereka malah saling mondar-mandir di depan pintu.

“Kenapa kita harus menuruti appa? Mereka kan tidak tahu..” tanya hyo polos.

“kau tahu, di tempat kita berdiri sekarang ada kamera pengintai yang mengawasi kita, kau tidak sadar eoh?” tanyaku balik. Hyohwa tampak mendesah kesal, lalu mulai berpikir kembali

“iya.. tidak.. iya..” gerutu hyohwa. “tidak.. iya.. tidak..” gerutu baekhyun sama. Akhirnya mereka saling menabrak di tengah

“YAK!” ucap mereka bersamaan. “apa itu keputusanmu?” tanya baekhyun dan hyohwa bersamaan dan saling menunjuk ke arah kamar mandi.

Dengan langkah ragu, dua pasang suami istri yang masih berpakaian pengantin itu perlahan memasuki kamar mandi seperti perampok yang sedang membobol bank.

Di lain sisi, “yak, mereka benar-benar masuk ke sana kan?” teriak appa hyohwa histeris, sedangkan nyonya song sedang menghidangkan kue dan kopi untuk para pengintai.

“apa! Mereka sudah memulainya?” teriak appa baekhyun tak kalah histerisnya. Dua istri dari sang pengintai tersebut hanya menggeleng tak percaya bahwa suami mereka memperlakukan anak-anak kandungnya seperti itu.

Sementara suasana di kamar mandi menjadi ricuh karena berebut bathtube dan shower. “yak, aku duluan yang menemukan bak ini. Kau mandi di shower saja nde!” suruh hyohwa.

“shireo, aku tak mau mandi berdiri. Aku capek, arra!” kata baekhyun ngotot.

“nado.” Hyohwa tak mau kalah.

Kamar mandi itu memiliki 2 fungsi, shower dan bathtube. Untungnya dua gaya mandi itu ada sedikit pembatas yang memisahkan yaitu korden kamar mandi, untungnya tidak transparan.

Terakhir di putuskan, hyohwa dengan bathtube dan baekhyun dengan shower. Di tengah mandi masih saja berdebat hal yang lain.

“awas kau mengintip!” hujat hyohwa “kau yang seharusnya ku peringatkan untuk jangan mengintip, arra!” teriak baekhyun sambil melucuti bajunya kecuali boxer yang tersisa.

Hyohwa sudah asik dengan rendaman sabunnya, sama seperti baekhyun. Dia menyisakan pakaian dalam dan branya dibalik busa sabun.

“ya, ternyata kakimu kecil juga. Tak seperti kebanyakan namja lainnya.” Komen hyohwa. Baekhyun membalasnya hanya dengan berdeham sambil mengusap sabun di tubuhnya.

“diamlah, atau aku akan masuk ke bathtube-mu!” ancam baekhyun. “Andwae!!” tolak hyohwa.

Lama kemudian, baekhyun sudah selesai mandi dan mengenakan handuk kimononya. Tak lupa pakaian kotor dan basahnya di masukkan pada keranjang di pojok kamar mandi. Sedikit mengintip hyohwa, baekhyun memastikan apakah ia sudah selesai.

“ya, sampai kapan kau mau berendam disitu eoh? Kau bisa saja masuk angin” teriak baekhyun memecah keheningan di kamar mandi. Ternyata ucapan baekhyun tidak ditanggapi oleh hyo, dia malah menutup matanya erat. Geram dengan sikap hyo, baekhyun nekat untuk membuka korden yang membatasi mereka. Sssrreeett….

“YA!” begitu di buka tampaklah wajah hyohwa sampai setengah dadanya yang basah, hyo membelalakkan matanya sambil menyikap dadanya dengan tangan melihat baekhyun berdiri di depannya sengan ekspresi yang sama.

“Ya.. ya… dasar namja byuntae! Sana keluar, mana mungkin aku membilas tubuhku saat kau masih disini eoh?” teriak hyohwa.

“oh, mian.. hae..” baekhyun meninggalkan kamar  mandi dengan perasaan yang tidak karuan. Sekarang sudah tak ada orang dan hyohwa bangkit untuk membersihkan sisa sabunnya.

Di tempat lain, “mereka lama sekali di dalam, memangnya apa yang sedang mereka lakukan?” tanya Tuan Byun. “ck, biasalah kau kan tahu..” jawab Tuan Song.

Lalu Nyonya Byun menyela“itu baekhyun sudah keluar”.

“argh, kenapa tidak bersamaan? Aku kan sudah peringatkan mereka untuk selalu bersama.” Kata Tuan Song kecewa.

“ne, tapi kan biasanya wanita selalu lebih lama yeobbo.” Kata Nyonya Song menenangkan suaminya.

“geurae.. geurae..” Tuan dan nyonya byun ikut mengangguk.

Sementara itu, byun baekhyun selesai berpakaian. Dengan celana pendek bergaris dan kaos putih tipis dia membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Sedangkan dari pintu datang hyohwa dengan handuk kimononya berjalan ke arah lemari samping kanan tempat tidurnya.

Hyohwa pov

aku kembali memegangi jantungku, wahai jantungku bersahabatlah sedikit padaku ini malam pertamaku bersama idolaku. Aku lihat dia capai sekali, melihatnya berbaring dan memejamkan mata seperti itu tampak sangat imut sekali namanya juga baekhyun member exo yang memiliki wajah babyface tampan yang pernah aku temui.

aku membuka lemari perlahan untuk mengambil pakaianku, aku memanfaatkan posisi tidur suamiku yang membelakangi untuk berpakaian disini. Dengan handuk yang masih berselempang aku bergegas mengenakan baju tidur warna biru kesukaanku. Aku baru sadar kalau pakaianku ini warnanya senada dengan milik baekhyun, wah inikah tandanya kami sudah berjodoh atau hanya kebetulan saja?

dia menggeliat kecil saat aku sedang membenarkan celanaku yang melipat,

“ya, kapan kau ada disini?” tanyanya.

“sejak tadi, aku kira kau sudah tertidur.” Jawabku dengan polosnya.

“apa kau ganti baju disini?” tanyanya lagi.

“nde, memangnya kenapa?” seolah aku malu dengan pertanyaannya, aku harap dia tak mencuri pandang saat aku ganti baju tadi.

“mwo, jadi aku tak melihatmu berpakaian? Ck sayang sekali..” katanya sambil menggelengkan kepala.

Wajahku mulai merah dengan pernyataannya barusan, apa dia ingin melihatku telanjang eoh? Dasar otak mesum.

“Ya, namja byuntae! Tarik kata-katamu tadi. Aku bukan wanita murahan eoh!” aku kembali memukulinya dengan bantal di sampingnya.

“ya.. ya.. ya.. hentikan, kan aku belum sempat melihatnya jadi kau aman ne?” ringisnya di sela-sela seranganku.

“uh, rasakan. Otak dan perbuatanmu sama-sama somplak.” Diambilnya bantal satu lagi membalas pukulanku,

“ya, kau juga harus merasakannya. Memangnya aku sehina itu eoh? Uh.. uh..” ujarnya sambil membalas pukulanku. Sesekali aku menendang kakinya supaya menjauh dariku. Kami sekarang sedang perang bantal, tak tahu sampai kapan akan berhenti. Memang karena tak ada yang menyerah dengan pukulan bantal yang tak sakit, tapi kelamaan aku lelah sendiri dan mengurangi intensitas pukulanku yang tadinya bersemangat menjadi sedikit lebih pelan.

waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 kst

Tak ada aktivitas berarti bagi kami, hanya saja sekarang kami sudah lelah bertengkar. Kami sama-sama berbaring dengan mata sedikit tertutup tapi pukulan kami masih melayang satu sama lain.

“huh rasakan!”  ucapku lirih karena mengantuk

“ya, kau mau menyerah sekarang?” tanyanya.

Beberapa saat kemudian aku tertidur dengan lelapnya, entah apa yang akan terjadi nanti aku benar-benar tidak kuat membuka mata.

Author pov

baekhyun dan hyohwa tertidur di satu ranjang dengan posisi yang berantakan, kedua kaki mereka saling bertautan dan mengunci masing-masing. Kedua tangan mereka sama-sama memegang bantal membuat mereka tidur tanpa beralaskan bantal.

-pagi, pukul 06.00 kst-

KKKKRRRIIINNGGG!!!!

Jam weker kamar mereka berbunyi dengan dahsyatnya hingga mereka berdua bangun secara bersamaan.

“ya.. ya.. suara itu! Berisik sekali eoh…” teriak baekhyun sambil mengucek matanya.

“haaoommmhh…” hyohwa menguap. Setelah mengumpulkan jiwa kembali, mereka kembali pada kehidupan yang sebenarnya.

“neo???” teriak hyohwa sambil menunjuk ke arah baekhyun.

“wae??” kata baekhyun datar.

“apa kita tidur bersama semalaman?” tanya hyohwa sambil menutupi bagian tubuhnya dengan bantal.

“ne, kau tak ingat??” tanya balik baekhyun.

“maksudmu??… eh, tidak terjadi apa-apa kan?” tanya balik hyohwa lagi.

“ya jelas semalam terjadi sesuatu!” jawab baekhyun dengan nada tinggi mencoba mengingatkan hyo.

“YYAAAKK!!! Kau.. mesum ya??” teriak hyo histeris.

“mesum dari mana? Pabo!!… aarrgghh..!” tiba-tiba leher baekhyun sakit.

“eoh?? Kau salah bantal??” hyo mencoba memeriksa tapi baekhyun malah menghindar. Hal ini membuat hyo merasa bersalah, ia menganggap sifatnya terlalu kekanak-kanakkan. Sebenarnya dia sudah ingat kalau semalaman mereka perang bantal hingga ketiduran.

Baekhyun bangkit dari tempat tidur meninggalkan hyo sendiri dengan kegalauannya.

TBC

Please RCL yups! Thanks to reading my fanfic

Peringatan untuk readers dibawah umur untuk part 2. Lihat rate readers PG-17, walau PG, bukan NC dan genre comedy tapi mengandung unsur dewasa. Pemberitahuan awal saja, di salah satu chapter yang akan datang akan diprotect.

Iklan

29 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] When I Must To Be Married (Chapter 1A)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Unforgettable Family (Chapter 4) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Unforgettable Family (Prologue) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Wkwk, mau juga dong tiba2 disuruh nikah wlw baru pertama kali ketemu. Ff nya lucuu👍 Aku suka sama ceritanya, cuma kayanya agak kecepatan dikit deh. Tapi gak papa, it’s okay. Fighting eon👍

  4. Wah beruntung banget langsung dinikahin nggak ada nego-nego langsung cus nikah gitu sama idolnya lagi kan bikin iri bakokah banget idup nya

  5. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] When I Must to be Married (Pre-Chapter 3) | EXO FanFiction Indonesia

  6. lewat komentar ini saya beritahukan bahwa chapter 1B memang layak untuk diproteksi. Permintaan untuk dipassword sudah dikirim. Untuk chapter 1A author bisa menolelir. maaf kalau ada readers yg cemberut karena masalah ini. maaf juga untuk ketidaknyamanan nya.
    tulis di kolom komentar jika kalian ingin mendapatkan informasi how to get password dr author. Jangan cemas, saya akan membalas kok
    terimakasih..

  7. eiy itu beneran gila, masa baru ketemu udah di nikahin.. aku juga mau dongz langsung di nikahin sama se hun haha ngarep.. seruuu ya next

    • itu kan bapaknya punya saham di SM critanya. anaknya punya bias baekhyun. sbg hdiah ulng tahun terjadilah pernikahan.
      btw author jg pengen. wkwk..
      nnti jg ada partnya sehun. tp rahasia yah. ntar ada di chapter 4 deh kyknya.
      ini ff udah jadi kok tinggal edit2 dikit trus di post. maklum ff nya udah berkarat di file aku.

  8. Anjuu “aku masih ingin original” ngakak so hard. Btw aku juga mau pas ultah kedatengan EXO disuruh nikah cepet2 juga mau

  9. Untuk ff One Stand Night bisa juga lo dilanjut chapter nya.. Eh. Salah lapak 😅

    Ini yang nikah anaknya tapi yang excited bapak-bapak nya.. Pake dipasang CCTV segala. Poor uri baby byun 😂

    • gpp salah lapak. ff one stand night nya harusnya udah sampe chap 11. blm sempet upload filenya ilang kena virus. ehhh…
      aku bru proses re writting. lupa2 ingat sih. tp aku jg berusaha. hehe
      makasih udah kunjungin dan bca di blog gk jelasku.
      makasih jg udah ngingetin dan komen…

    • makasih udah baca. sama aku juga. ini memang waktu itu masih belajar nulis. harap maklum. tp buat chap berikutnya mulai agak pelan alurnya

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s