[SEHUN BIRTHDAY PROJECT] Future Bride – Sung Ha Rim

timeline_20170422_011416

 

[SEHUN BIRTHDAY PROJECT] Future Bride – Sung Ha Rim

.

Sehun & Xian Lian (OC) || Romance, Angst || T+ |

.

.

Gadis manis itu tercekat seketika. Manakala arah pandangnya menagkap sesuatu yang membuat hatinya remuk hancur saat itu juga.

Air mata Lian perlahan menimbun diplupuk mata dan luruh perlahan siring serpihan kaca yang merobek hati Lian.

Ia tak menyangka tuanangannya setega itu. Sungguh tak menduga jika Park Chanyeol yang ia cintai, yang ia sayangi, dan yang akan menjadi mempelai prianya satu minggu lagi akan berbuat setega itu pada Lian.

Beselingkuh dengan sahabat Lian sendiri.

Itu menyakitkan Chanyeol. Tak lihatkah kau gadis yang menagis karenamu? Tak kah kau melihat Lian yang kini hampir gila karena perbuatanmu?

Tak lagi. Lian tak mau lagi melihat perselingkuhan Chanyeol yang semakin membuatnya remuk.

Cukup sudah Park Chanyeol. Cukup sudah kau menyakiti Lian. Lian terlalu baik untuk menerima semua perlakuan keji darimu.

.

.

.

.

.

.

.

Laju gadis itu semakin lama semakin melambat dan terhenti. Seiring terpaan angin sore pantai HanEunDae. Membuat helaian rambut Lian diterbangkan. Membuat surai hitam Lian kini sedikit berantakan.

“Kau sudah melihatnya,?” senyum miring itu Lian ingat benar.

Matanya kini memerah sempurna. Menahan Kristal bening yang hampir menyapa kulit gadis berdarah Korea-China tersebut.

Bibir Lian bungkam. Lidahnya mengalami kelumpuhan kontemporer.

“Jadi sebaiknya seger batalkan pernikahan sialan kita itu,”

“B bukankah kau mencintaiku?” cicitnya pelan. Seperti gumaman.

“Cinta? Aku tak mau diikat dengan wujud sialan seperti cinta. Apalagi pernikahan,”

Tapi kiranya hati itu sudah beku. Tak peduli apalagi merasa bersalah.

Butiran air mata itu kian turun menyedihkan. Lian sendiri tak ada niat menghapus bukti sakit hatinya pada Chanyeol. Bajingan sialan yang telah menghancurkan hatinya.

Ia kira baik dia atau Chanyeol sama-sama menerima perjodohan itu. Mengingat semua perhatian yang ia terima dari lelaki berdimple manis seperti Chanyeol. Tapi ia salah.

Lian terlalu mudah menyerahkan hatinya dan mencintai seseorang tanpa khawatir tentang kemungkin yang terjadi.

.

.

.

.

.

.

.

Terpaan angin begitu keras menghantam tubuh Lian yang kapan saja bisa tumbang. Dengan memakai gaun pengantin -yang harusnya dipakai minggu depan saat pemberkatan. Ia berdiri dibibir tebing.

Wanita itu terlihat cantik dengan gaun tersebut. Meski tanpa make-up disertai lelehan air mata yang terus turun tanpa terbendung.

“Aku tak menyangka akan mengakhiri hidupku setragis ini,” ia tersenyum sumbang.

Ia hanya mencintai seseorang. Sangat mencintai hingga ia tak mampu melepaskan saat takdir begitu kejam merebut Chanyeol.

“Aku mencintaimu Chanyeol-ah. Sangat,” ucapnya tercekat. Lehernya merasa tercekik kala menahan sebuah isakan keluar.

Demi apapun Lian berhasrat meraung sekencang mungkin. Menyelesaikan sesak didadanya dan memukul pria bernama Park Chanyeol dengan brutal.

Ya!. Itu hanya ekspektasi belaka.

Lian menata hatinya.

Menarik nafas dalam meningat ini akan menjadi terakhir kali Lian dapat meningisi rongga dada dengan oksigen sebelum mati kehabisan nafas dan hanya air lautan-lah yang mengisi paru-paru sampai tiba dimana paru-paru Lian pecah kemudian ia ditemukan tewas.

“Maafkan aku tuhan. Aku hanya mencintai makhlukmu dengan sangat egois. Dan kembalikepada-Mu adalah pilihan terakhir saat orang itu meninggalkanku,” Lian terisak disela ucapannya.

Meratapi betapa mengenaskan akhir hidupnya.

“Apa kau si calon pengantin wanita yang akan melakukan foto prewedding?” Sebuah suara membuat Lian menggugurkan niat bunuh dirinya.

“Siapa kau? Jangan menghalangiku,”

“Aku fotographer prewedding kaLian, lihat ada sebuah camera menggantung dileherku,” pria itu ¾Oh Sehun, menunjukkan camera terkalung manis pada leher putihnya.

“Aishh…apa-apaan ini? Kenapa kau tak pakai make-up sama sekali. Lihat matamu yang sembab itu. Ck!” Sehun berdecak kesal. Mendekati Lian yang masih mematung.

Kemudian menarik pergelangan Lian menjauh dari bibir tebing. Tempat yang Lian pilih tuk mengakhiri hidup ¾tadinya. “Kau bisa jatuh berdiri disitu. Dasar bodoh!,” itu memang niat Lian. Bodoh!

“Nah berdiri disini dan aku akan memotretmu. Yah walaupun wajahmu sembab, tapi kau tetap cantik kok,!”

Lian masih mematung. Dia yang salah atau pria ini yang gila.?

“Senyum sedikit calon pengantin,” intrupsi Sehun seraya mengarahkan lensa kamera pada tubuh s line Lian, yang terbalut gaun pengantin cantik dengan detail payet rumit serta broklat putih gading pada bagian dada.

Mendengar kata ‘calon pengantin’ keluar dari photographer yang tak ia kenal membuat Lian naik pitam.

“Aku bukan calon pengantin. Dasar sialan!,” sebuah umpatan terlontar mulus dari tutur mungil Lian.

Dan serentak dengan langkah kaki lebar meninggalkan Sehun -walau kesulitan dengan gaun panjangnya.

“Yyaaa..!! calon pengantin!,” Sehun mencekal pergelangan tangan Lian. Menarik hingga mereka berhadapan begitu dekat.

“Brengsek! Sudah kubilang aku bukan calon pengantin.” Umpat Lian kesekian kali. Oh ayolah Xian Lian, kau bahkan belum tau nama pria tampan didepanmu saat ini.

Dan ya Lian akui pria dedepannya sangat tampan.

Detik itu pula Lian merasa sebuah benda kenyal menghampri bibirnya. Terasa asing namun hangat disaat yang bersamaan. Bibirnya terasa disentuh kapas. Ringan dan membuat terbuai.

Saat kedua telapak tangan besar Sehun meliputi pipinya Lian pun tak menyerukan protes. Ia menikamtinya. Sungguh.

Gadis itu menarik nyawanya yang sempat tersentak keangkasa kembali dalam raga. Mengumpulkan dan mengembalikan kewarasannya.

Sehun melepas tautan mereka perlahan. Lian terpaku. Kecupan dengan dibumbui sedikit lumatan itu terasa nyata dan membuatnya sedikit… ngg ketagihan?

“Kau calon pengantin. Dan aku mempelai priamu.” Sehun mengusap pipi Lian yang terlukis air mata yang telah mongering. “Maka menikah-lah denganku Xian Lian. Cinta masa kecilku,”

“K kkau Oh Sehun? Anak laki-laki cadel yang dulu suka makan es krim denganku?” pertanyaan polos itu mengacaukan mood romantic Sehun. Padahal Sehun sedang melamar. Dasar wanita tidak peka.

“Dari sekian banyak pesonaku, kenapa harus itu yang kau ingat. Hhhh…” Sehun menghela nafas panjang.

Lian mengerjap lucu.

Benarkah ini Sehun. Demi neptunus ini diluar ekspektasinya. Sehun yang ia kenal dulu kurus, ingusan ¾karena suka makan es krim, cadel, dengan rambut berntakan.

Tapi lihatlah kini!. Benar-benar jelmaan dewa romawi.

“sudahlah,! Terima lamaranku dan kita menikah minggu depan. Mengerti Xian Lian?” ucap Sehun tak terbantahkan.

“MWO? YAAA..! OH SEHUN”

FIN~

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s