[SEHUN BIRTHDAY PROJECT] Angel Love – MiracleZa

[SEHUN BIRTHDAY PROJECT] Angel Love – MiracleZa

Ooh Sehun & Oc | Romance |G

.
.

Pernahkah terbayang olehmu di setiap tetes hujan yang jatuh terdapat alunan nada yang indah bagai irama Spring Concerto Vivaldi.
Aku tak pernah memikirkan itu karena sesungguhnya…

Aku benci hujan.

Tapi…
Itu dulu, sebelum sosoknya hadir mengenalkan keindahan di dalamnya.
Dia yang mampu menyentuh jiwaku dengan kehangatan cinta hingga melelehkan kebekuan gunung es antartika di hatiku.

“Haah”

Kaca jendela dengan jejak bulir hujan yang memantulkan siluet wajahku seketika berembun oleh uap hangat dari mulutku.
Dengan jemari, kuguratkan sebuah kata… CHEONZA.

Nama yang selalu menggetarkan hatiku dan mengukir senyum di wajah tampanku.

.

“Ini Americano-nya, Hun” ujar seorang Barista membuyarkan lamunan sang pelanggan.

“Oh, terima kasih, Xiumin hyung.”

“Jangan melamun, Sehunnie. Orang akan mengiramu gila bila senyum sendiri seperti itu.” goda si peracik kopi.

“Apa belum ada kabar darinya? Aneh. Tak biasanya Gadismu itu terlambat.”

“Entahlah, hyung. Aku tak bisa menghubunginya.”

“Tunggu saja, mungkin sedang di jalan.” ujar Xiumin menenangkan.

Drrt Drrt Drrt

“Aah, panjang umur.” Sehun menunjuk layar ponselnya yang bergetar.

“Hallo malaikat cintaku. Di mana-…”

Kalimatnya terputus seiring raut bahagia yang berganti duka.
Dengan tergesa pria ‘milkyskin’ itu beranjak pergi tak menghiraukan panggilan Xiumin yang menatapnya bingung.
.
.

‘Hun, Cheonza di Rumah Sakit Seoul sekarang.’

Sehun kalut.
Kaki jenjangnya dia paksakan tuk berlari tak menghiraukan tatapan heran dan sapaan perawat di sekitarnya.

‘Tuhan, ku mohon. Jangan terulang kembali.’ batinnya menjerit.

Bayang kelam kejadian silam seakan menari di ingatannya.

Dua tahun lalu, untuk pertama kalinya aku jatuh cinta.
Cinta pada pandangan pertama untuk dia yang menari di rintik hujan membiarkan buliran air menyapu tangan dan wajah cantiknya.
Dia malaikat cinta tak bersayap yang mencercaku dengan pertanyaan aneh ‘Alphabet Love’-nya.

“Huruf apa yang paling kau suka?” tanyanya padaku saat itu.

“Aku suka P untuk Peri, purnama dan… prince.” ucapnya tak menghiraukan diriku yang terpaku keheranan tak mampu menjawab tanyanya.

Dan sekali lagi ‘shock therapy’ menyapaku ketika jemari lentiknya mencubit gemas pipiku dan berkata;

“Wajah tampanmu mengingatkanku pada boneka White Prince-ku.”

Apa aku tidak salah dengar? Boneka? Haruskah aku diam saja menerima nasibku yang disejajarkan dengan boneka ala ‘Barbie’?

Aku berontak, tapi hati ini tak selaras dengan emosiku.
Entah kenapa aku yang selalu mengedepankan prinsip dan logika tak mampu melawan gadis aneh bergingsul itu.
Kurasa cinta melumerkan egoku.

Namun hidup tak selalu indah. Pertemuan singkat yang telah menoreh cinta di hati berakhir tragis saat kecelakaan merenggut semua ingatannya tentangku, ‘White Prince’nya

Cheonzaku amnesia.
Aku hanya bisa bersabar, berharap, hingga Tuhan memberi keajaiban di hari lahirku.
Dia yang Maha Pemberi mengabulkan harapanku.
Ingatan malaikat cintaku kembali.

Kamar 1204

Sehun menarik dalam napasnya.
Tangan gemetar itu menggenggam erat handle pintu, menguatkan hati tuk menghadapi keadaan terburuk yang menunggunya saat pintu terbuka.

SURPRISE!!!

Tembakan Confetti dan String Spray menyambut langkahnya.
Sehun terlonjak kaget. Tangannya reflek menepuk dadanya yang bergejolak.

Ada dokter Suho, kakak sekaligus rekan sejawat, beberapa sahabat dan tentu saja wanita tercintanya yang tersenyum indah dengan kue tart coklat ditangan.

‘Ah… jadi ini semua hanya permainan. Syukurlah-…’

Brugh!

Sehun!

Suho menahan tubuh lunglai adiknya sebelum menyentuh lantai.
Dengan cekatan dokter muda ini membaringkan tubuh Sehun, meraba nadi leher, mendekatkan telinga ke hidung dan mulut Sehun.

“Sehun tak bernapas!” teriak Suho. Nada panik terdengar jelas di balik sikap tenangnya.
“Cheonza, Kemari!”

Panggilan Suho menyadarkan gadis itu dari keterpakuannya.
Dia tak menyangka kejutan yang di rancang untuk sang kekasih berakhir tak seperti yang diharapkan.

“Cheonza, kau yang beri bantuan napas.” perintah Suho tegas.
“Kau tau kan caranya?”

Cheonza mengangguk pelan. Kristal bening telah berkumpul di pelupuk matanya mendesak ingin keluar, namun gadis ini bertekad kuat menahannya demi sang kekasih.
Cheonza bersiap membuka saluran napas Sehun saat Suho telah selesai menekan dadanya di hitungan ke tiga puluh.

Dengan hati – hati Cheonza mendongakkan kepala dan menekan dahi White Prince-nya, mengangkat dagu lalu mulai menyatukan bibir ke mulut Sehun.
Tiupan pertama.
Tiupan ke-

Cup

Kecupan lembut menyambut bibir ranum Cheonza yang terbelalak kaget.
Gadis ini menatap lekat manik huzzle Sehun yang terbuka menggoda.

“Ya dokter Sehun! Kau menipuku!”

Cheonza mencubit kesal pinggang Sehun yang duduk dengan tawa kemenangan.

Ya, ini hari terindah untuk seorang Oh Sehun.
Walau dengan cara yang ‘licik’ akhirnya dia bisa merasakan First Kiss-nya dengan Cheonza.

Ciuman pertama, benar benar yang pertama baginya dan Cheonza yang masih mengagungkan arti kesucian dalam membina hubungan mereka.

Suho dan yang lain memilih pergi memberi kesempatan sepasang kekasih ini menyelesaikan konfliknya.
Pertikaian yang mendadak Sehun rancang untuk membalas surprise pujaan hatinya.
Saat Suho meraba nadi sang adik semua baik saja.
Dan firasatnya benar, sang adik memohon ‘CPR Trap’ saat dirinya mendekatkan pendengarannya ke wajah Sehun.

“Kau yang memulainya malaikat cintaku.” Sehun beralasan.

“Tapi bukan begini caranya, dok.” Cheonza terisak menangkup wajahnya dengan kedua tangan.

“Maafkan aku, sayang.” mohon Sehun merengkuh Cheonza dalam dekapannya.

“Kau tidak tahu betapa takutnya aku tadi. Rasanya hampir mati. Aku tak kan sanggup bila kehilanganmu lagi.”

“Gombal!” ujar Cheonza membuka wajahnya. Senyum tipis tersamar di wajah merajuknya. “Maafkan aku, dok.”

Sehun mengusap airmata Cheonza dan menangkup pipi chubby sang kekasih dengan kedua tangannya.

“Selalu ada maaf untukmu, malaikatku. I love you, Soo Cheonza”

“I love you more, dokter Oh Sehun.”

“Bisakah kau tidak memanggilku dokter? Kau bisa memanggilku oppa, lope atau ayang mungkin.” mohon Sehun mengedip kedipkan matanya imut.

“No! Karena bagiku Oh Sehun selalu menjadi dokter cintaku.” jawab Cheonza juga mengedip mata.

Sehun tersenyum. Tangannya yang menangkup berubah mencubit gemas.

“Malaikat cintaku…”

“Hmm…”

“Maukah kau menikah dengan White Prince-mu ini?”

“Tidak!”

“Kau menolakku?”

“Hmm…”

“Cheonza…”

“Hmm…”

“Maukah kau menikah denganku?”

“Tidak”

“Malaikat cintaku… CheonzaKu… Maukah menikah dengan Oh Sehun?”

“Hmm… Tidak!… Tidak menolak”

Sesungguhnya pertunangan telah mengikatku dan Cheonza.
Sebuah ikatan yang tak pernah ingin kulepas.
Setelah yang ketiga kali, akhirnya Cheonza menerima lamaranku.
Bukan karena dia ragu atau tidak mencintaiku tapi karena sebuah alasan sederhana…
Dia tak ingin jual murah.
Ya Salam…

“Dokter cintaku, selamat ulang tahun. Love You Oh Sehun.”

“Love you too my Angel Love.”

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s