[LUHAN BIRTHDAY PROJECT] Gotta Go To Love – Megi Okta

[LUHAN BIRTHDAY PROJECT] Gotta Go To Love – Megi Okta
Xi Luhan & Park Sookyung (OC) || Romance || G

“Tidak bisa, sayang. Aku masih harus bekerja. Aku terlalu sibuk sekarang.” Xi Luhan adalah seorang pekerja keras. Meskipun posisinya sebagai CEO di perusahaan besar sekalipun, tapi dia tidak akan segan-segan melakukan lembur jika tugasnya belum selesai atau terjadi masalah.

Seperti malam ini. Dari layar ponselnya, Park Sookyung sejak tadi memperhatikan Luhan yang tengah sibuk sendiri membolak-balikan kertas-kertas, mondar-mandir dari lemari satu ke lemari yang lain, dari meja ini ke meja itu, dan juga sesekali sibuk mengetik. Ya, sepasang kekasih itu sedang melakukan video call.

Sookyung yang kesal karena merasa dihiraukan berucap, “Luhan, berhentilah dulu. Lihat ponselmu. Dan tatap aku!”

Setelah Luhan melirik ponselnya, laki-laki itu menghembuskan napas kasar. Dia melihat Sookyung yang sedang menatapnya tajam. Tidak sampai hati rasanya.

“Aku sudah bilang tidak bisa. Acara temanmu jam sembilan, sementara sekarang sudah jam setengah sembilan dengan tugasku yang masih menumpuk dan butuh waktu tiga puluh menit perjalanan dari kantorku ke rumahmu. Kau saja yang menikmati acaranya, ya?” jelas Luhan dengan suara yang lembut.

“Aku tidak mau. Kau seorang CEO, kenapa tidak meminta anak buahmu untuk menyelesaikan semua pekerjaan itu?”

“Kalaupun aku menyuruh mereka lembur untuk menyelesaikan semuanya, aku juga akan ikut lembur. Aku ingin menunjukkan rasa tanggung jawabku sebagai pimpinan.”

“Lalu tanggung jawabmu sebagai kekasihku bagaimana?”

Luhan terdiam. Dia merasakan kegetiran saat mendengar suara Sookyung melemah. Seolah gadis itu sudah lelah dan ingin mengakhiri semuanya.

“Kau tahu bahwa aku selalu ingin memberimu makanan enak dan hal yang baik.” balas Luhan. Sookyung tidak berkata apapun lagi. Ia hanya memandang Luhan sendu.

“Sayang, kumohon jangan memasang ekspresi seperti itu. Karena itu membuatku lemah dan sakit.”

Keheningan menerpa mereka sampai helaan napas Sookyung terdengar, “Baiklah. Akan kututup sekarang.”

“Aku akan menemuimu besok.” Alih-alih menenangkan Sookyung, kata itu justru membuat Luhan semakin sakit saat mengucapkannya.

Sookyung mengangguk lemah sambil tersenyum tipis. Lalu tak lama kemudian sambungan mereka terputus.

Luhan menyandarkan tubuhnya di kursi, dia benar-benar lelah. Ditambah lagi dengan Sookyung yang seperti kecewa padanya, itu malah membuat Luhan semakin kehabisan semangat. Sungguh, Dia tidak ingin berpisah dan menjauhkan diri dari Sookyung tapi…

Pria itu berdiri, merapikan semua berkas-berkasnya dengan cepat, dan mengambil ponselnya.

Lalu…

Home. Contact. Chanyeol. Call…
“Halo. Chanyeol, maaf aku mengganggu malam-malam. Bisakah kau menyelesaikan laporan untuk rapat besok? Aku sudah mengerjakan setengahnya, kau tinggal melanjutkan saja. Aku akan mengirimnya ke emailmu. Terjadi sesuatu. Terima kasih, Yeol.”

Setelah berbicara dengan temannya yang bernama Chanyeol di telepon, Luhan kembali mengotak-atik kontak ponselnya. Dia hendak menghubungi beberapa orang malam ini.

Miran (Sekretaris Luhan). Call…
“Miran, aku ingin kau mengatur ulang jadwal rapat besok. Buat waktunya jadi jam dua siang.”

Ayah. Call..
“Ayah, maaf jadwal rapat besok kuundur. Aku mencintaimu dan juga perusahaan kita, ayah.”

Sayangku Sookyung. Call…
“Jangan sedih. Tunggu aku. Aku sedang menuju rumahmu. Aku mencintaimu.”

♥♥♥

Tepat sesuai perkiraan. Luhan tiba di rumah Sookyung tiga puluh menit kemudian. Pria itu melihat kekasihnya sedang berdiri di tengah-tengah ruang tamu dengan senyum mengembang di bibirnya.

Luhan mendekatinya dan langsung memeluk gadis itu, berbicara panjang lebar, “Tidak adil! Kenapa aku selalu tidak bisa menolakmu? Aku sudah meninggalkan semuanya demi dirimu. Jika setelah ini aku kehilangan pekerjaanku, aku akan memulainya dari awal lagi demi membuatmu tetap bahagia, kau mengerti? Hey… katamu acara temanmu itu jam sembilan malam tapi kenapa kau belum siap-siap? Kau juga tidak dandan. Please jangan bilang kau berbohong hanya supaya aku datang menemuimu. Oh jika itu benar, kau pantas dihukum. Kau harus memberiku seratus kali ciuman, ah tidak. Harus lebih dari itu! Dan juga sejak kapan rumahmu jadi gelap begini? Apa kau belum bayar tagihan listriknya? Auwh…”

Sookyung terpaksa mencubit sisi perut Luhan agar pria itu berhenti mengomel. Masih dengan senyuman yang terukir di wajahnya, gadis itu berkata, “Dengar dulu. Aku akan menunjukkan sesuatu padamu.”

Seakan bertanya melalui ekspresi, Luhan mengernyit.

“Satu… Dua… Tiga…

“HAPPY BIRTHDAY, LUHAN.” Seketika ruang tamu rumah Sookyung yang awalnya gelap berubah jadi terang dan sangat ramai oleh kehadiran teman-teman Luhan yang membawa kue, banyak balon dan hadiah.

Luhan sangat terkejut, dia menatap tak pecaya pada semua orang yang ada di sana. “Benarkah hari ini ulang tahunku. Tanggal berapa sekarang? Ah benar. Hari ini tanggal 20 April.” Luhan memasang cengiran tanpa dosanya di depan Sookyung. Kemudian pria itu beralih kepada teman-temannya. Mendekati mereka, lalu meniup lilin dari kue yang mereka bawa setelah membuat permohonan dalam hati.

“Kalian merencanakan ini? Sejak kapan? Oh!? Chanyeol!? Kau di sini? Ingat ya, kutunggu laporanmu besok pagi.”

“Tenang saja. Itu sudah selesai. Dari awal memang aku yang mengerjakannya.”

“Wow! Kalian benar-benar merencanakan ini dengan baik rupanya. Terima kasih.” Luhan sangat bahagia sekarang. Sookyung tahu kekasihnya itu hanya punya sedikit waktu untuk berkumpul bersama teman-temannya, maka dari itu mempertemukan mereka di sini bisa jadi momen yang istimewa.

“Luhan…” panggil Sookyung sambil menepuk punggung prianya dengan pelan.

“Ah! Sayang, jika hari ini hari ulang tahunku, itu berarti juga hari…

“Selamat hari jadi, sayang.” sambung Sookyung.

Pasangan itu langsung mendapat tatapan menggoda dari teman-teman Luhan, “Oooh… Apakah kalian akan bertukar hadiah setelah ini?” tanya Chanyeol.

“Seratus kali ciuman.” Timpal Sehun karena pria itu dan yang lainnya juga mendengar omelan Luhan tadi.

“Tidak, Katanya itu sebagai hukuman, kalau untuk hadiah mungkin…

“Bayi!”

“Mereka belum menikah, bodoh.” Suasana kembali ramai ketika Kyungsoo memberikan pukulan di kepala Baekhyun akibat celetukan pria itu. Dan semua yang ada di sana tertawa.

Luhan sangat menikmati waktu-waktu seperti ini, terlebih lagi jika bersama Sookyung. Selama dia menghirup udara yang sama dengan gadis itu, dia merasa dunia ini sangat indah dan urusannya yang lain dapat terlupakan.

♡END♡

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s