[LUHAN BIRTHDAY PROJECT] Fallow – Zhenn_ie

[LUHAN BIRTHDAY PROJECT] Fallow – Zhenn_ie
Luhan, Sehun, OC || Hurt, Romance || G

Luhan menyentuh gagang pintu besi yang berada tepat didepannya kemudian mendorongnya hingga ia mampu melihat isi bangunan yang beberapa minggu belakangan ini menjadi favoritnya untuk melampiaskan segala perasaannya dan menjalankan hobinya, menulis. Lelaki bersurai putih tersebut melangkah ke tempat duduk yang berada di ujung kafe, yang juga menjadi tempat strategis baginya karena disana sepi dan jendela selalu terbuka untuk membiarkan semilir angin menerpa wajah tampannya. Ia menumpukan dagunya dengan tangan kanannya seraya menatap hamparan Bunga Sakura yang berjatuhan lewat jendela yang ada di samping kanannya. “Oh, Luhan-ah?” Panggil sebuah suara yang tidak familiar yang menyapa gendang telinganya. Luhan sontak menoleh dan tercengang melihat sosok yang selama ini ia cari dan rindukan. 12 tahun tlah berlalu semenjak mereka membuat suatu janji yang tidak akan pernah musnah termakan waktu. “Kanna?” Gumam Luhan tanpa sadar. Ia menelusuri paras cantik dan rambut hitam legam seperti saat ia meminta Kanna untuk mengembalikan warna rambut aslinya. Luhan tidak bisa menahan rasa senang yang tidak bisa ia deskripsikan lebih banyak lagi dengan kata – kata hingga kini Luhan tlah merengkuh badan mungil itu ke dadanya, dimana ada jantungnya yang berdetak tidak beraturan karena gadis istimewa ini. “Kanna, aku merindukanmu…” lirih Luhan. Kanna melepas dengan perlahan pelukan mereka hingga kini mereka beradu pandang selama beberapa saat. “Luhan-ah, kenapa kau menangis?” Luhan bahkan tidak menyadari bahwa air matanya keluar dengan deras, membentuk jalan mirip sungai di kedua pipi putihnya.

Luhan sangat bahagia!

“Aku sangat senang kau kembali! Kemana saja dirimu?!” Sahut Luhan seraya menggoyangkan badan Kanna dengan kedua tangan yang berada di bahu gadis berbibir tipis tersebut.

Kanna menyunggingkan senyum kemudian memegang kedua tangan Luhan, “Aku tidak pergi kemanapun, Luhan.” Suara lembutnya menyihir Luhan hingga lelaki itu terpaku sesaat.

Berapa lama ia tidak mendengar nada yang begitu disukainya ini?

“Kau pergi dariku! Kau tidak pernah memikirkan bahwa aku akan merindukanmu saat kau pergi 12 tahun silam! Kenapa kau melakukan semua ini padaku, Kanna?!” Nada suara Luhan begitu menyayat hati dan meminta penjelasan yang sejelas – jelasnya.

Kanna menggenggam erat tangan Luhan, mengaitkan jemari mereka dengan gerakan perlahan seakan ingin menikmati sentuhan – sentuhan dari jari jemari yang mengantarkan aliran entah apa namanya ke hati masing – masing.

“Percayalah aku tidak pergi kemanapun, aku tekankan, Lu.” Kanna menatap mata hitam Luhan, begitu pekat dan memancarkan berbagai macam perasaan yang tlah pria tegar itu tahan semenjak 12 tahun yang lalu. “Kau ingat? Disini pertemuan pertama kita 15 tahun yang lalu, Lu. Kau menenangkanku dan membelikanku eskrim, juga akan berjanji tidak akan pernah melupakan dan meninggalkanku saat pertemuan terakhir kita sebelum aku pergi. Aku sangat bahagia dengan memori kita yang tidak bisa kulupakan sepanjang hidupku. Di Kafe Charl ini juga akan menjadi tempat terakhir kita bertatap wajah dan memeluk satu sama lain seperti ini.” Luhan mengerutkan dahinya mendengar penuturan Kanna. “Kau bicara apa?! Kau tidak akan pernah pergi lagi, Kan!” Betapa Kanna sangat merindukan nama panggilan yang diberikan oleh Luhan itu.

“Aku tidak akan pernah pergi kemanapun.” Gadis itu mengambil jeda sejenak lalu tersenyum hangat, tatapannya berubah menjadi sendu. Kaitan jari mereka terlepas perlahan. “Aku akan selalu ada di hatimu, jauh di dalam lubuk hatimu.” Kanna meneteskan air mata bahagianya, sedangkan Luhan terpaku dengan keadaan Kanna yang mundur darinya satu per satu langkah. “Aku akan selalu hidup di hatimu dan tidak akan pernah meninggalkanmu sendiri.” Bersamaan dengan saat Kanna menyelesaikan kalimatnya, tubuh gadis itu musnah dan menjadi abu putih yang beterbangan, membentuk beberapa alfabet yang jika di baca baik – baik akan menjadi ‘Xi Luhan’.
“KANNA!” Seru Luhan histeris dan seketika terduduk di tempat tidurnya. Ia tidak mengingat apapun lagi selain saat ia beranjak ke tempat tidur dan mimpi itu. Dimana Kanna?! “Luhan!” Seru sebuah suara lembut dari arah pintu kamar Luhan. Pintu itu terbuka kasar dan menampilkan wajah panik Baekhyun dengan air putih di tangan kirinya. “Kau baik – baik saja?” Luhan menatap Baekhyun sendu dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. “Baek… Kanna… Di-dia… Meninggalkanku… Dia meninggalkanku sendiri di dunia ini!” Ujar Luhan dengan isak tangis yang mampu membuat siapapun akan turut berduka dan meneteskan air mata untuknya. “Ia tidak pernah meninggalkanmu. Ia masih hidup jauh di lubuk hatimu yang terdalam dan berbahagia disana.” Dengan kata – kata Baekhyun itu, Luhan semakin terisak seraya memegang pigura yang membungkus foto Kanna, gadis yang sangat dicintainya selama 15 tahun terakhir.

“Aku mencintaimu… Hasegawa Kanna…”

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s