[LUHAN BIRTHDAY PROJECT] Season of Love – karbaNanad

timeline_20170417_232403

[LUHAN BIRTHDAY PROJECT]

-•- Season of Love -•-

| Luhan ft. Kim Dahye |

| Romance – Fluff || Ficlet || T |

‘.. karena musim dingin dan musim semi menautkan seutas tali diantara mereka ..’

Credit poster by NJXAEM https://jjhsteleportation.wordpress.com/ @ Poster Channel https://posterfanfictiondesign.wordpress.com/

©Special present for birthday my Lu by karbaNanad :*

~Happy Birthday Little Deer 😍

🌸^^🌸

Azalea bermekaran bersama sakura pada tingkat klimaks musim semi, serempak memberitahu tak lama lagi musin semi akan melambai lalu berganti musim panas

tak luput itu pun menjadi sebuah pengingat pula untuk dahye dan luhan yang harus mengakhiri masa dua musimnya

“kita sudah berakhir sekarang” suara dahye memecah keheningan sedang luhan hanya diam. Sungguh hati luhan belum dapat menerima kenyataan itu, dua musim menjadi kekasih dahye bukan sekedar angin lalu baginya jujur saja dia menikmati perannya itu

“untuk terakhir kalinya aku ingin kita saling terbuka tidak dengan kebohongan seperti dua musim yang sudah kita lewati” sahut luhan akhirnya. Dahye mengangguk “aku akan bertanya lebih dulu, apa kau suka melewati dua musim bersama ku?”

“aku suka” jawab luhan sekenanya ingin segera melempar boomerang pertanyaan pada dahye “bagaimana perasaan mu menjadi kekasih ku?” Luhan menyambung ucapannya

jantung dahye berirama tak senada saat telinganya mendengar pertanyaan luhan yang bagaikan petir menyambar di siang bolong dahye terdiam sejenak sebelum menjawab “aku tidak tau bagaimana perasaan ku tapi jujur saja menjadi kekasih mu adalah mimpiku sedari dulu” mendengar jawaban dahye tak lantas membuat luhan nampak tolol tak mengerti “mimpi mu?”

Dahye mengangguk “apa kau lupa sekolah menengah dulu aku menyukaimu, dan kau malah mengatakan pada sehun lebih memilih menjadi kekasih babi daripada kekasih ku, jadi menjadi kekasih mu hanya sebatas mimpi yang tak kunjung nyata untuk ku”

Dahye merajut senyum kecil “tapi sekarang aku sudah merasakan meski dengan alur yang berbeda”

Skakmate. Luhan ingat semuanya secuil ingatannya pasal gadis itu tidak pernah ia lupakan, gadis yang membuatnya terpuruk akan rindu dan dihantam penyesalan dahsyat karena menghujam ribuan luka pada hati milik gadis itu dulu

Dahye menyesap macchiato-nya sebelum kembali bicara “apa alasan mu mau berpura-pura menjadi kekasih ku selama dua musim ini? bukankah kau sangat membenci ku Lu?”giliran dahye menyerukan tanda tanya pada luhan

Luhan terdiam cukup lama dengan pandangan kosong, sebisanya otaknya berputar mencari alasan untuk menjawab pertanyaan dahye yang spontan membekukan mulutnya

“Lu?” panggil dahye yang tak tahan akan keterdiaman luhan

Luhan mengedipkan matanya dan beralih memandang penuh dahye “karena aku ingin dekat dengan mu dan membuat mu kembali menyukai ku” bukan alasan bohong yang terlontar dari mulut luhan namun alasan jujur yang disembunyikannya sekian lama yang terdengar. Dahye terpaku akan jawaban luhan otaknya benar-benar sulit ber-koneksi jika menyangkut perasaan

Luhan? pria berlidah setajam pisau yang menghunus ulu hatinya berkali-kali dulu ingin dia menyukainya lagi. Omong kosong apa ini?

“apa maksud mu?” Dahye bertanya sarkas. Luhan menanggapinya tak kalah sarkas pula “aku ingin kau menyukai ku lagi” tanda seru diumbar pada setiap kata yang diucapkannya

Dahye tergugu dalam carut marut teriakan hatinya yang kebingungan. Layaknya tangkai lilacs yang mekar saat semi seperti itu pula kenyataan cinta dahye pada luhan yang telah gugur tempo lalu mekar kembali

dua musim melewati waktu bersama luhan membuatnya berkali-kali menepis jauh perasaannya itu. Karena tak pelak dan tak lagi, dia tidak ingin terluka oleh pria yang sama untuk kedua kalinya

lalu kini saat musim panas akan datang mengakhiri hubungan konyol mereka tiba-tiba saja luhan menyentak hatinya mengatakan ingin membuatnya kembali menyukainya dan mengakibatkan hatinya bergejolak tak menentu

senyap, tak ada yang membuka pembicaraan lagi susana canggung nan tegang begitu menguar disana

Luhan yang gusar membuka mulutnya “aku tak ingin kita memakai topeng lagi”. Dahye yang sedang dalam mode leletnya tak mengerti “katakan dengan jelas jangan berbelit” sungutnya kesal. “aku mencintai mu dahye, aku tidak ingin kita berpura-pura lagi” Luhan tak tahan lagi mengatakan itu

“kau bercanda?” Dahye mencuatkan matanya melotot

Luhan tenggelam akan keputus asaannya membuat gadis dihadapannya percaya “apa yang kau pikirkan selama ini? dengan sukarelanya aku menjadi kekasih gadungan mu selama dua musim untuk menghindari sehun yang ingin menjadi kekasih mu. Kau pikir untuk apa aku mau melakukan semua itu?” Luhan berujar dengan intonasi meninggi yang tertahan “aku melakukannya dengan sukarela dengan maksud menghidupkan kembali rasa mu pada ku yang sudah mati dahye” imbuhnya lagi mengerang frustasi

terhenyak? tentu saja dahye merasakan itu mendengar pengakuan luhan. Hatinya memang mencintai luhan kembali tetapi logikanya tak mengijinkan itu seakan membangun tembok kukuh yang kuat agar tak jatuh pada lubang yang sama

Luhan menunduk “aku menyesal menyakiti mu dulu, memberi penolakan begitu kasar hingga membuat mu terluka begitu dalam, sungguh aku menyesal dahye” nada katanya tercekat berat. Tak dapat tertahan genangan air di pelupuk mata dahye membentuk aliran di pipi “rasa ku sudah kembali luhan, tapi aku terlalu takut akan terluka lagi”

Luhan mendongakkan kepalanya menatap dahye dalam “percayalah pada ku demi apapun aku tak akan melukai mu lagi” sarat ucapan luhan begitu tegas meyakinkan. Dahye diambang dilemanya menampakkan wajah yang bimbang “bisakah aku memegang ucapan mu?” Dahye menyerah, tembok kukuhnya telah diretakkan lelaki laknat yang menggores batinnya di bawah rintikan hujan di masa super junior booming merilis album ke-enamnya

Luhan mengangguk mantap dengan senyum yang bersarat ketulusan bukan kepura-puraan seperti sebelumnya “selama lipatan musim berlalu hati ku selalu kosong menunggu mu, Kim Dahye” ucap luhan lembut

“kau bohong Lu” dahye sangat sangat tak percaya pada kata luhan yang masih hangat melintas dipendengarannya. Bibir luhan memanyun “aku tak berbohong selama 5 tahun ini hati ku hanya mengharapkan mu kembali dahye” luhan memberengut kesal

tawa kecil dahye mengudara melupakan sisa air matanya yang mengering “lalu kenapa dulu kau menolak ku? bahkan tak segan mengumpat kata kotor dengan intonasi sarkatis padaku” kini beralih dahye yang berkata dengan kesal

Luhan menggenggam telapak tangan dahye yang ada diatas meja “entahlah, dulu aku malu pada mu dan juga risih dengan olok-olok an biang gosip di kelas karena itu mulut ku menjeplak tak karuan sampai melukaimu, kau tau sendiri aku pria bergengsi tinggi kan” ungkap luhan ringan

Dahye diam tak menolak genggaman luhan pada telapak tangannya “lalu sejak kapan kau merasa menyesal menolak sekaligus melukai ku?” Dahye sungguh ingin tau balasan pertanyaannya

“sejak aku tak melihat mu setelah hari kelulusan, aku merasa ada yang hilang dari hidup ku”

Dahye menghela nafas kecil hatinya masih rawan sakit jika ingat masa lalu “kita lupakan yang pernah terjadi dulu” katanya mengakhiri memori yang menganyam ulang menampakkan kelebatan kenangan 5 tahun yang lalu pada hati juga pikiran mereka

Luhan melepas genggamannya pada telapak tangan dahye “kita akhiri hubungan kita” wajah luhan beralih dingin

Dahye membulatkan matanya terkejut, baru saja luhan berkata semanis madu dan kini tiba-tiba saja lidahnya berkamuflase menjadi pisau yang menikamnya “maksud mu?” Dahye setengah berteriak

Luhan meledakkan kekehannya hingga mengundang tatapan pengunjung cafe disekeliling mereka. “kau gila?”celetuk dahye tak mengerti sikap luhan yang berubah-ubah secepat kilat, beda tipis dengan bunglon

“aku ingin mengakhiri hubungan kita” ulang kata luhan lagi dengan wajah yang kembali serius dingin

Dahye kepalang menelan pil pahit setelah beberapa menit dibuat terbang diatas awan lalu dihempas keras sampai menembus inti bumi “aku pergi” dahye bangkit dari duduknya beranjak pergi tak ingin terluka lebih dalam akan bualan harapan luhan lagi

urung, lengan dahye ditarik hingga jatuh terduduk di pangkuan luhan “aku belum menyelsaikan ucapan ku” kata luhan bernada rajuk. Dahye mengernyit sembari memaksa bangkit dari pangkuan luhan “lepaskan Lu, aku malu” rengek dahye meronta lepas dari lilitan lengan luhan pada pinggangnya

Luhan tersenyum “aku ingin kita mengakhiri hubungan dua musim yang penuh kepura-puraan itu, dan menjalin hubungan yang baru”. Dahye menghentikan gerakan merontanya dan menatap luhan dengan tatapan bodoh “maukah kau menjadi kekasih yang menemani ku di semua musim tanpa mengenakan topeng?” tanya luhan merangkai lanjutan katanya yang tak dipahami dahye sebelumnya

Dahye mengerjapkan matanya polos sebelum beralih menarik tubuh luhan memeluknya “jangankan musim, semua cuaca, iklim atau apapun aku akan menemani mu dengan senang hati” dahye berbisik ditelinga luhan membuat si empu telinga itu bergidik geli dengan cengiran lebar

mereka terhanyut dalam lingkup romansa penuh cinta sampai tak peduli banyaknya tatapan aneh orang-orang sekitar yang tertuju pada mereka. Jangan lupakan ini cafe yang ramai pengunjung

Dahye melonggarkan pelukannya menunduk sedikit memandang wajah luhan yang memangkunya “tapi omong-omong bukankah kau lebih memilih babi untuk menjadi kekasih mu?” tanya dahye berniat menggoda luhan. Luhan terkekeh “memang, tidakkah kau tau sekarang aku sedang memangku babi itu” luhan balik menggoda dahye

“yakk” dahye memekik kesal meluncurkan tubi-tubi pukulan kecil pada luhan

-FIN-

생일 축하해요 루한 오빠 *mwahmwah cipok sana sini /plakk

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s