[SEHUN BIRTHDAY PROJECT] Jalan Jalan

[SEHUN BIRTHDAY PROJECT]

Jalan Jalan

Desstory | Oh Sehun x (OC) Natsuki Mikako | Romance (gagal) | T+

Inspirasi cerita dari sebuah komik yang entah apa namanya. Fanfic ini pernah dipublish sebelumnya di grup facebook

***

Di sebuah trotoar yang ramai oleh pedagang kaki lima dan orang orang yang berlalu lalang, seorang gadis muda terlihat sedang menunggu seseorang. Sesekali ia melirik jam tangannya.

Beberapa puluh meter dari sang gadis, seorang lelaki bertubuh tinggi berlari lari seperti dikejar waktu. Si gadis yang kebetulan sedang menoleh kearah kanan trotoar, ekspresi wajahnya tiba tiba berubah senang. Sementara si lelaki yang tadi berlari lari menghampiri si gadis memegangi lututnya, meraup napas sebanyak-banyaknya.

“Maaf aku terlambat,” sesal si lelaki yang bernama Sehun, maknae EXO yang punya berjuta pesona. Saat ini, ia tengah berdiri dihadapan seorang gadis biasa yang berstatus sebagai pacarnya.

“Daijobu (tak apa),” jawab si gadis—Mikako—cuek. Bukan berarti dia marah, memang begitu sifatnya.

Setelah nafasnya stabil, Sehun langsung menggamit tangan Mikako, berjalan bersama menuju kawasan perbelanjaan di Seoul. “Iko (ayo),”

***

Natsuki Mikako sebenarnya sudah biasa jika Sehunnya selalu datang terlambat ketika janjian, seperti sekarang. Salahkan jadwal Sehun yang terlalu padat dan sedikitnya privasi yang Sehun punya. Lalu, mereka baru berpacaran sekitar 9 bulan, padahal mereka sudah saling kenal sejak SMA.

Sulit memang punya pacar idol yang terkenal di seluruh dunia. Selain harus pintar menjaga privasi, dia juga harus pintar menjaga sikap dan omongan. Sedikit saja keluar batas, hancurlah hidup Mikako yang tentram ini.

“Ayo ke supermarket,” pinta Mikako setengah memelas di depan sebuah supermarket.

“Untuk apa?” Sehun menaikkan alisnya.

“Kebutuhanku sedang sakaratul maut,” jawab Mikako. Sehun hanya menggelengkan kepalanya lalu menemani Mikako untuk membeli keperluan bebebnya.

Tidak seorangpun tahu bahwa yang sedang berjalan bersama Mikako adalah Oh Sehun. Pasalnya, Sehun yang bersama Mikako sekarang penampilannya sama dengan pemuda biasa.

Setelah membayar, mereka melesat menuju toko baju yang kebetulan ada diskon besar besaran. Bukan Sehun yang mau, tapi Mikako, karena ia menganut prinsip iritology.

“Se-chan, ini bagus tidak?” Mikako mengambil sebuah sweater babyblue.

“Yang kau pakai selalu bagus, Mika.” Sehun malah menggombali Mikako.

“Halah.”

Dua sejoli itu mencoba beberapa potong pakaian sembari mengusili satu sama lain. Para pegawai disanapun tersenyum kecil melihat tingkah mereka, beberapa lagi ada yang baper.

Sehun sendiri tidak keberatan membelikan barang mewah untuk Mikako. Namun Mikako selalu menolak dengan alasan ‘aku seperti gadis matre’. Ia tidak mau merepotkan Sehun. Menurut Sehun, Mikako itu gadis tahan banting, disaat Sehun tidak bisa memberi kabar sama sekali, ia sama sekali tidak mengganggu Sehun dengan menyepam sosial medianya.

Gadis idaman banget ya.

Tapi Sehun tidak tahu kalau sebenarnya Mikako uring-uringan jika tidak ada kabar darinya.

“Nah setelah ini kita kemana?” Sehun menjinjing sepuluh paper bag di tangannya.

Mikako tampak berpikir. “Ah, ke toko buku saja! Ada obral!”

Mikako sangat suka buku. Maka dari itu, ia selalu membeli satu atau dua buku sebulan sekali untuk menambah pengetahuannya. Khusus hari ini saja, Mikako membeli sepuluh buku yang semuanya di bayari Sehun.

“Buku ini bagus, Mika,” Sehun mengacungkan sebuah buku berjudul ‘How To Make a Baby’.

Mikako mendelik sinis. Sehunnya itu kadang kadang mesum. “Taruh bukunya sebelum lima jari mendarat di pipimu.”

“Oke.” Sehun takut takut menaruh buku itu kembali kedalam rak. Takut kalau Mikako menggampar Sehun, energi gamparannya bisa mencapai 4000 joule(?)

Sampai saat ini, Mikako adalah orang yang paling sering menggampar Sehun. Sehun rela kok, asal yang menggampar Mikako.

Dalam waktu kurang lebih 45 menit, Mikako berhasil memborong sepuluh buku dengan judul dan genre yang berbeda.

“Kau yakin akan membaca semua buku ini?” Sehun bertanya sesaat mereka keluar dari toko buku.

Mikako mengangguk. “Tentu, tapi tidak sekaligus.”

Perut Sehun tiba tiba berbunyi. “Aku lapar. Makan yuk,” giliran Sehun menentukan akan pergi kemana. Mikako mengangguk, ia juga lapar.

***

Matahari menunjukkan sinar senjanya di seluruh langit Seoul. Lampu lampu mulai dinyalakan, bersiap menerangi malam. Sehun dan Mikako memandang langit senja di sebuah taman yang terletak tak jauh dari mall sambil memakan crepes.

“Mika,” panggil Sehun.

“Hmm?” Mulut Mikako penuh dengan crepes.

Sehun sudah menunggu momen ini sejak lama. Dengan berat hati ia mengatakan, “Kita putus ya.”

Bagai disambar petir, Mikako terkejut bukan kepalang. Tangan kirinya meremas ujung kemejanya dengan kuat. Sekuat mungkin ia berusaha untuk tidak menangis. Setelah terbang begitu tinggi, akhirnya ia terhempas jua ke tanah.

“Kenapa?”

Sehun diam saja, tidak menjawab. Satu kata yang keluar dari mulutnya rentan membuat Mikako sakit hati.

“Kenapa Sehun?!” Mikako mulai geram. Ia tidak peduli dengan privasi yang ia jaga selama ini.

“Karena kau berharga,” jawab Sehun tenang. “Maka dari itu aku memutuskan supaya kita menikah saja.”

Mikako terlalu geram hingga ia tidak mendengar apa yang Sehun katakan. Hatinya tertutup amarah.

“Mika,” Sehun tertawa, ia menyempitkan jarak antara dirinya dan Mikako, kemudian memeluk Mikako erat. “Kau tidak mau menikah denganku ya?”

Apa maksudnya?

“Maksudmu..?” Mikako bingung. Sehun melepas pelukannya, mengajak Mikako berdiri.

Sehun berlutut di depan Mikako, membuka sebuah kotak kecil berwarna merah beludru yang berisi sebuah cincin berlian. “Kau mau kan?”

Gadis kelahiran Kyoto itu terkejut, ia mulai menangis. Sebagai jawaban, Mikako mengangguk. Ini adalah hari paling menyebalkan sekaligus membahagiakan bagi Mikako. Sehun berdiri, menyematkan cincin berlian itu di jari manis kiri Mikako.

“Ciee.. Kawin!”

“Suit suit!”

Delapan member EXO yang ternyata menjadi dalang dari semua ini keluar dari tempat persembunyian. Mereka plus Sehun merencanakan hal ini jauh jauh hari mengingat Sehun selalu berceloteh ingin menikahi Mikako.

Beberapa fansite yang menyamar menjadi pedagang merekam momen tadi. Termasuk si pedagang crepes. Kerja sama yang baik antara member dan fansite ternyata menghasilkan hasil yang baik juga.

Mikako yang sadar sudah menjadi tontonan bagi pengunjung taman, member EXO dan beberapa orang dari agensi langsung mendekati Sehun, bersiap memukuli Sehun. “Se-chan baka! Kau mempermalukanku!”

Sehun tertawa keras sambil berlari mengelilingi taman. “Hihihi! Salah sendiri!”

Dalam hatinya, pernikahan yang nanti akan ia jalani sepertinya akan berjalan dengan konyol. Sepertinya Mikako juga berpikiran sama dengan Sehun.

END

Pojok Kamar, 13-April-2017

.

.

Saengil Chukkae, Sehun sayang /bawa kue ultah/

.

Sehun: Makasih sayang, muach.

.

/digampar/

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s