[SEHUN BIRTHDAY PROJECT] 1st Of April – Vieryn

[SEHUN BIRTHDAY PROJECT] 1st Of April – Vieryn || Sehun & Irene || Romace || T

~*~*~

Pukul 08.30 PM, langit kota Seoul yang tadinya berwarna jingga keemasan berubah menjadi
langit malam yang gelap, tidak ada bulan yang menerangi langit malam itu, hanya ada beberapa
bintang yang Nampak berkerlap kerlip dari kejauhan.

Seorang pria berperawakan tinggi keluar dari sebuah bangunan kantor, dan berjalan menuju
mobilnya. Tangan kanannya mengambil sebuah kunci mobil, membuka pintu mobilnya, dan
masuk kedalam, kemudian meletakan tas kerjanya ke bangku penumpang, setelah itu melepaskan
Jas dan dasinya, lalu dilipat dengan rapi dan ia letakan di atas tas-nya.

Pria bernama Oh Sehun itu bergegas menyalakan mesin mobilnya, menunggu mesinnya panas,
dan segera mengeluarkan mobilnya dari tempat parkir menuju jalanan kota Seoul yang ramai.

Belum sampai 15 menit berkendara, ia sudah terjebak macet. Ditengah kemacetan ia
mengeluarkan ponsel dan menyalakannya. Sedari tadi ponselnya sengaja ia matikan karna ada
rapat penting, yang membuatnya harus pulang terlambat.

Wallpaper sesosok perempuan cantik menjadi hal yang pertama ia lihat saat ponselnya
menyala, gambar Miranda Kerr, mengingat Sehun adalah penggemar garis keras model cantik
tersebut.

Sehun segera memeriksa panel notifikasi. Di panel notofikasi Tertulis; 12 Panggilan Tak
Terjawab dan 3 SMS, semuanya dari Irene . Sehun mengerutkan keningnya, ‘Kenapa missed call
darinya sebanyak ini?’ pikirnya.

Kemudian ia teringat sesuatu kemudian menepuk dahinya, ‘Sial, hari ini kan hari jadi
hubungan aku dan dia, bagaimna bisa aku lupa?! Pantas dia meneleponku terus’

Setelah itu Sehun mengecek SMS yang dikirimkan Irene. Sehun pikir, Irene akan bertanya
kenapa nomornya tidak bisa dihubungi. Tapi perkiraan Sehun rupanya salah…

[Tolong aku]

Itulah isi pesan singkatnya.

Sehun lagi lagi mengerutkan keningnya, tapi kali ini perasaannya jadi tidak enak. Ia segera
menghubungi pacarnya itu.

“Halo..” suara Irene di seberang sana terdengar pelan sekali.

“Halo? Irene-ah, ada apa?” tanya Sehun.

“Tolong aku. Ada orang yang masuk kedalam, aku takut. Jadi sekarang aku sembunyi di
lemari,” balas Irene, suaranya agak bergetar

Jantung Sehun berdetak cepat. Sehun takut, akan terjadi apa apa pada Irene.

“Memangnya kau tidak mengunci pintu?!” tanya Sehun cemas.

“ Cepat kesini, tolong .. TUT”

Telepon diputus secara sepihak.

Begitu kemacetan reda, Pria itu langsung menginjak gas. Klakson mobil mobil lain pun tidak
dia hiraukan. Yang penting, sekarang ia harus ketempat Irene.

Ponsel Sehun berdering, sebuah panggilan masuk dari Irene, Sehun langsung mengangkatnya.

“Kau dimana? Cepat kesini,” kata Irene sambil menangis.

“Kau tidak apa apa?” tanya Sehun.

“Mereka… menemukanku,” tangisan Irene semakin menjadi

“Akan ku telpon polisi,” ujar Sehun

“Mereka bilang, mereka akan menebas leherku kalau sampai polisi datang… Sehun-ah, cepat
kesini!” seru Irene

“Tapi..”

“Sudahlah, cepat kesi..” tiba tiba omongan Irene terputus dan…

PRANG!

Terdengar suara barang pecah. Lalu sambungan telepon terputus.

Keringat dingin mengalir dari kening Pria bermarga Oh itu. Tangannya bergetar.

“Tuhan, kumohon lindungi dia,” ucap Sehun.

~*~*~*~

“Sial!”

Entah sudah berapa kali Sehun mengumpat didalam mobil. Kali ini dia mengumpat karena dia
tertahan lampu merah. Pria berkulit putih itu menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri jalan. Lalu
dia langsung menginjak pedal gas, dan menerobos lampu merah.

Beruntung setelah itu jalanan tidak terlalu ramai. Tiba tiba ponselnya berdering ada sebuah
SMS dari Irene.

[Selamat tinggal]

‘Kau bicara apa, Joohyun-ah?!’ Serunya dalam hati.
Sehun mencoba menelepon gadis bermarga Bae itu. Tapi nomornya malah tidak aktif.

~**~**~**~

Kira kira, 10 menit kemudian Sehun sampai, dia memarkirkan kendaraannya asal, kemudian
berlari menuju flat Irene yang ada di lantai 3. Sehun menggedor gedor pintu nomor 0310 yang
merupakan tempat tinggal Irene alias Bae Joohyun.

“YA! Buka pintunya! Cepat! Buka!,” teriak
Sehun sembari memukuli pintu kayu tak berdosa itu.

Karena tak ada yang kunjung membuka pintu, Sehun bersiap untuk mendobrak pintu, tapi saat
ia hendak mendobrak, tiba tiba pintu terbuka.
.
.
.
.
.
.
“APRIL MOP!”
.
.
.
Teriakan itu keluar dari mulut gadis setinggi 161 cm yang rambutnya dikuncir kuda. Gadis itu
tersenyum lebar, menampilkan sederetan gigi putihnya. Ya, gadis itu adalah Bae Joohyun alias
Irene.

“Akhirnya! Aku berhasil mengerjaimu, “ seru Irene riang.

Sehun bergeming, pundaknya naik turun, dan wajahnya pucat.

“Wae?” tanya Irene dengan memasang wajah polosnya.

“Kau pikir itu lucu, Bae Joohyun?!” Sehun benar benar marah. Irene merinding.

Irene tidak pernah melihat Sehun semarah itu. Kalaupun marah, biasanya Sehun hanya diam.
Irene sampai dibuat takut olehnya.

“Maafkan aku. Sebenarnya aku tidak berniat mengerjaimu tadi. Tapi..”

“Tapi apa?” tanya Sehun dengan dingin

Irene menghela nafas panjang, “Akhir akhir ini kau begitu sibuk. Kau jadi jarang menelepon-
ku. Dan SMS dariku tidak kau jawab!,” ucap perempuan ber-kaos ungu itu.

Sehun terdiam. ‘Apakah aku akhir akhir ini secuek itu padanya?’ pikirnya.

“Aku mengerti, sedang sibuk. Makanya aku tidak marah saat kau tidak mengangkat teleponku
dan tidak membalas pesan ku! Tapi aku jadi kesepian, makanya aku mengerjaimu, dengan
harapan kau akan kesini,”jelas Irene panjang lebar.

“Mianhae,” kata Sehun.

“Beraninya minta maaf setelah marah begitu. Memangnya ‘maaf’ saja cukup?” Irene pun jadi
marah.

Sehun langsung memeluk Irene dengan sangat erat. Irene sampai hampir terjatuh.

“Tadi, aku pikir akan kehilanganmu,” ujar Sehun pelan, Irene bisa merasakan tubuh Sehun
gemetaran dan dibanjiri keringat dingin.

“Sebegitu khawatirnya kau padaku?” tanya Irene lembut. Rasa marah Irene pada Sehun tiba
tiba hilang.

“Iya,” jawab Sehun.

Irene tersenyum, dia senang karena pacarnya begitu peduli dan khawatir padanya. Tapi disisi
lain ia merasa bersalah karena telah membuat pacarnya ketakutan seperti ini.

Kemudian Irene menepuk nepuk dan mengelus kepala Sehun, “Aku juga minta maaf, Hun,”

Setelah puas berpelukan, Sehun menarik Irene masuk kedalam, dan menutup pintu., “Ada ap
…”

Omongan Irene terputus karena tiba tiba Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Irene. Sehun
menatap Irene dan dan menyunggingkan senyum, “Kau bertanya kenapa? Tadi kau bilang ‘maaf’
saja tidak cukup. Jadi…”

Sehun menempelkan bibirnya ke bibir Irene. Irene tadinya kaget, tapi beberapa detik
kemudian, dia mulai menikmatinya, kedua tangannya sudah mengalungi leher Sehun.

Awalnya mereka hanya saling menempelkan bibir, tapi sejak salah satu dari mereka membuka
mulutnya, ciuman mereka menjadi lebih panas. Mereka baru berhenti berciuman setelah
keduanya sama sama harus mengambil nafas.

“Apa ‘maaf’ ku bisa diterima?” Sehun memeluk pinggang Irene.

“Minta maaf tidak perlu sampai begini!”

“Tapi kau menyukainya, kau bahkan membuka mulut duluan tadi,”

Wajah Irene memerah.

“Kau sudah pintar berciuman rupanya ya,” goda Sehun

Wajah Irene jadi tambah merah, tapi kemudian dia langsung membalas dengan cepat, “Itu
karena kau sering ‘mengajariku”, bodoh” katanya.

Tiba tiba ponsel Sehun berdering. Ada panggilan masuk dari Hyung. Itu yang tertera di layar
ponselnya. Segera Sehun menjawab panggilan itu, dan teriakan Hyungnya pun menggelegar.

“YA! OH SEHUN, DIMANA KAU?”
“Ah, Hyung! Jangan teriak teriak. Telingaku sakit tahu!”

“Kau pikir ini jam berapa? Eomma sangat cemas, kau tau?!”

“Aku ada di rumah Irene,”

“Sedang apa kau malam malam di rumah Irene? Kalian tidak berbuat yang aneh aneh kan?”

Sehun dan Irene batuk bersamaan.

“Yang benar saja,”

“Yasudah, cepat pulang!, PIP”

Sehun dan Irene saling tatap, dan seakan akan saling mengatakan, ‘kenapa-dia-bisa-tau-apa-
yang-telah-kita-perbuat’.

“Cepatlah pulang.,” suruh Irene.

“Aku pulang dulu, ya. Oh Joohyun,” katanya sambil mengecup dahi Irene.

“Margaku ‘Bae’, bukan ‘Oh’”

“Sebentar lagi juga berganti jadi ‘Oh’ ,” Sehun bicara dengan nada serius

“Benarkah?” tanya Irene , jantungnya berdebar tak karuan saat ini.

“Tidak, ini hanya lelucon April Mop,” jawab Sehun.
Irene cemberut.

“Aku Cuma bercanda” ralat Sehun

Irene mendengus.

“Tapi, soal nama-mu yang akan berganti jadi ‘Oh Joohyun’, itu serius,” ujar Sehun

“Apa ini lamaran darimu?” tanya Irene.

“Bisa dibilang begitu,” jawab Sehun

“…”

“…”

“Sudah ya, aku pulang dulu, Bye!,” Sehun bergegas pergi, Irene bisa melihat semburat merah
dari wajah pria itu.

Irene berdecih, “Tcih, lamaran macam apa ini?”

Kemudian Irene masuk kedalam flatnya sambil senyum senyum sendiri, ‘Dasar, tidak ada
romantis- romantisnya sama sekali,’ ujarnya dalam hati.

-End

Iklan

7 pemikiran pada “[SEHUN BIRTHDAY PROJECT] 1st Of April – Vieryn

  1. Untung sehunnya ngga kenapa napa kebut kebutan gitu buat irene
    Ceritanya bagus thor^^
    Buat lagi tentang hunrene dong thor hehe^^

    • Aku juga pingin jadi Irene, walaupun dilamarnya cem gitu wkwkwkwk. Makasih udah sempet baca ff ini ^^

  2. Gue suka 😄. Sederhana. Ringan. Tapi sangat berkesan. Gak terlalu manis. Taoi juga gak hambar #minumankali😏
    Intinya ini bagus. Hunrene 😍😘❤
    Trus smngat. Fighting!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s