[LUHAN BIRTHDAY PROJECT] Why You So Different – Wendaay21

[LUHAN BIRTHDAY PROJECT]
Why You So Different – Wendaay21

Xi Luhan & Park Yoo Na || Sadness and Romance || 15+

“Maaf Jika kau tidak bisa mengerjakan tugas ini sore hari, ya sudah aku bisa mengerjakan tugas ini sendiri. Aku tidak bisa keluar malam, aku pergi” Luhan pergi meninggalkan Yoona
“Hei kita belum selesai bicara! Aaa yang benar saja! Dia fikir dia itu siapa? Seenaknya mengaturku. Lagipula inikan tugas berpasangan! Dia tidak tau apa jika sore hari aku part-time di restoran? Arghhh” Yoona kesal akan sikap Luhan yang seenaknya mengatur jadwal mengerjakan tugas dari Guru Kim

Malam harinya saat Yoona bekerja di Restoran, Yoona melihat Luhan bersama para wanita.
“Ah luar biasa! Orang yang pendiam dikelas ternyata kelakuannya seperti ini jika malam diluar sekolah. Dan wow lihat rambut dan pakaiannya, dia sangat berbeda dengan dandanan seperti itu. Dan apa tadi dia bilang ‘aku tidak bisa keluar malam’ lalu siapa yang ada bersama para wanita itu di restoran ini? Huh Dasar Pembohong!” Yoona mendengus kesal
“Yoona kau antarkan minuman ini untuk tamu yg disana” Manajer Lee menyuruhku untuk memberikan minuman itu ketempat Luhan
“Aku? Kesana? Tidak, tidak. Aku tidak bisa kesana” Yoona menolak
“Aishh cepatlah, berikan minumannya atau gajimu akan ku potong” Ancam Manajer Lee
“Hfftt baiklah”

“Silahkan” Yoona menaruh minuman dimeja Luhan
“Kau cantik, duduklah bersama kami” Luhan mengedipkan sebelah matanya
“A hmm tidak” Yoona merasa canggung dengan sikap Luhan dan langsung pergi meninggalkan meja Luhan.

“Apa apaan dia, kenapa berkelakuan seperti itu? Dan apa tadi dia mengedipkan sebelah matanya? Apa maksudnya? Ahh sial kenapa jantungku jadi berdetak tak karuan” Yoona mengutuk dirinya

Esoknya saat bel istirahat disekolah. Yoona mengahampiri meja Luhan
“Kau! Kau bilang tidak bisa keluar malam, tapi tadi malam kau ada direstoran bersama wanita. Dasar kau pembohong!”
“Itu bukan aku mungkin kau salah lihat”
“Kau fikir aku buta? Bahkan kau mengedipkan sebelah matamu saat aku memberikan minuman ke mejamu” Yoona mengoceh, namun tiba tiba Luhan menutup mulut Yoona dan membawa Yoona ke atap sekolah. Yoona berusaha melepaskan tangan Luhan

“Aku tidak mau tahu pokoknya hari ini kita akan mengerjakan tugas Guru Kim karna besok harus dikumpulkan! Kau mengerti Xi Luhan?” oceh Yoona
“Aku tidak bisa” jawab Luhan
“Kau bisa pergi saat malam bersama wanita untuk minum, kenapa kau tak bisa pergi saat malam untuk mengerjakan tugas bersama ku hah?” Yoona mulai kesal
“Itu bukan aku, Maafkan aku, aku tidak bisa mengerjakan tugas bersama mu. Maafkan aku” Luhan membungkuk meminta maaf lalu pergi meninggalkan Yoona
“Aaah! Aku bisa gila! Dia itu kenapa sih? Kalau dia bilang malam itu bukan dia, lalu siapa? Kembarannya? Jelmaannya? Aishh aaaahh” Yoona mengacak acak rambutnya

Malam harinya setelah selesai bekerja di Restoran, Yoona pergi kerumah Luhan untuk mengerjakan tugas.
“Ahhh aku tidak perduli, aku akan kerumahnya untuk mengerjakan tugas. Daripada aku dihukum Guru Kim” Yoona mempercepat langkahnya ke rumah Luhan. Yoona memencet bel rumah Luhan

“Luhan, luhan aku Yoona. Permisi apa ada orang?” Yoona terus menekan bel rumah Luhan namun sialnya Luhan tidak kunjung keluar
“Luhan keluarlah! Aku tidak ingin dimarahi Guru Kim besok! Yak heyyyyy! Cepat buka” Yoona tidak perduli jika ia nanti dimarahi tetangga Luhan karna berisik
“Luhannnn!!!” Yoona terus berteriak dan akhirnya Luhan keluar
“Kenapa kau lama sekali membuka pintu hah?” Yoona kembali mengoceh
“Untuk apa kau disini?” Luhan malah bertanya
“Untuk apa? Apa kau gila? Tugas kita belum dikerjakan bodoh!” Yoona memukul kepala Luhan
“Aish a kau ini” Luhan mengelus kepalanya
“Kau tidak menyuruhku masuk?” Yoona mulai kesal
“Aku tidak memintamu untuk datang kesini kan? Lebh baik kita mengerjakan tugasnya masing masing saja, kumohon mengertilah. Aku tidak bisa mengerjakan tugas bersamamu saat ini”
“Yak kau ini! Aku sudah datang kesini kau mau mengusirku? Aku tidak mau tahu pokoknya kita harus menyelesaikan tugas ini hari ini karna besok dikumpulkan bodoh!!!” Yoona semakin kesal oleh sikap Luhan
“Baik baik aku minta maaf oke. Kalau begitu kita akan mengerjakan tugas ini tapi harus selesai sebelum jam 09.00 pm bagaimana?”
“Entah aku tidak tau kapan tugas itu akan selesai” Yoona mengangkat kedua bahunya
“Ayolah, pokoknya apapun yang terjadi sebelum jam 09.00 mau tugas itu selesai atau belum kau harus pulang oke?” pinta Luhan
“Hmm lihat saja nanti”
“Kumohon berjanjilah, ini demi kebaikanmu” Luhan menatap Yoona
“Kau kira aku Cinderella apa yang harus pulang sebelum jam 12 malam?” Yoona tertawa

Mereka pun mulai mengerjakan tugas dan tak terasa sudah pukul 09.15 p.m. Luhan merasakan kepalanya mulai pusing
“Yoona kau pulanglah” Luhan memegang kepalanya
“Tapi tugasnya hampir selesai” Yoona menunjukan hasil ketikannya di laptop
“Jika aku menyuruhmu pulang maka pulanglah!” Luhan terjatuh dari kursi dan terus memegang kepalanya
“Luhan apa kau baik baik saja?” Yoona membantu Luhan duduk dikursi
“Aku baik baik saja, sekarang pulanglah. Cepat!”
“Tidak Luhan aku tidak akan pulang. Kau sepertinya tidak baik baik saja. Aku akan menemanimu disini” Yoona memegang bahu Luhan
“Apa kau tuli hah? Aku menyuruhmu pulang! Cepat pulanglah! Ini demi kebaikanmu” Luhan mendorong Yoona untuk pergi, namun Luhan terlambat kini ia telah berubah menjadi Yi Fan

“Luhan apa kau baik baik saja?” Yoona mendekati Luhan dan memegang bahunya
“Kau? Kau gadis cantik yang kutemui direstoran kan?” Yifan tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya
“Luhan jangan membuatku takut, Kau baik baik saja kan?” Yoona mengguncang tubuh Luhan
“Aku bukan Luhan cantik, aku Yi Fan” Yifan memegang pipi Yoona
“A a apa maksudmu? Kau kan Luhan. Kau membuatku takut, Jangan main main bodoh” Yoona memukul kepala Luhan
“Aish kau ini gadis cantik tapi kasar” Yifan menyudutkan Yoona ditembok
“Lu luhan kumohon berhentilah main main aku takut”
“Sudah kubilang aku bukan Luhan cantik aku Yi Fan kau dengar Yi Fan” Yifan membisikan namanya ditelinga Yoona
“A a aku mau pulang” Yoona mulai takut dengan sikap Luhan
“Bermainlah sebentar denganku” Yifan mengedipkan sebelah matanya
“Tidak a aku mau pulang sudah malam”
“Kalau begitu menginaplah” Yifan tersenyum
“Aku tidak bisa, orang tuaku akan mencariku” Yoona membuat alasan
“Kau ini sudah besar tidak mungkin orang tuamu mencarimu seperti anak kecil. Dan kau tau kau sangat cantik, Luhan sangat bodoh karna mengacuhkanmu” Yifan mencium bibir Yoona, Yoona menolak namun Yifan tetap mencium bibir Yoona dan Yoona hanya bisa menangis. Tiba tiba Yifan melepaskan ciumannya dan memegang kepalanya
“Aaahh sial, kenapa dia bangun lebih awal? Padahal aku masih ingin bersamamu. Kita lanjutkan nanti ya cantik, jangan menangis” Yifan mengelap air mata Yoona dan mengedipkan sebelah matanya, lalu terjatuh
“Hiks hiks hiks” Yoona menjauhi tubuh Luhan dan duduk dipojok ruangan. Luhan bangun dan mendekati Yoona
“Ja jangan mendekat” Yoona menangis semakin kencang
“Maafkan aku Yoona, tapi apa yang baru saja aku lakukan kepadamu sampai kau menangis?” Luhan berjongkok menatap Yoona
“Kau? Setelah apa yang kau lakukan padaku, kau bertanya kau melakukan apa?”
“Aku minta maaf apapun yang telah kuperbuat padamu, aku tidak bermaksud begitu. Aku kehilangan kesadaran jika sudah pukul 09.00 malam. Makanya aku menyuruhmu pulang sebelum jam 09.00 malam. Aku benar benar minta maaf Yoona kau boleh memukulku bahkan membenciku aku akan menerimanya” Luhan memohon
“Apa maksudmu kau kehilangan kesadaran saat jam 9 malam?” Yoona menatap Luhan
“Aku sebenarnya mengidap penyakit D.I.D atau kepribadian ganda” Luhan nampak murung
“Kau punya kepribadian ganda?” Yoona kaget
“Ya aku punya kepribadian ganda dan sudah 1 tahun aku mengidap penyakit ini dan nama dari kepribadian ku Yifan dia memiliki sifat playboy dan emosinya yang sangat tak terkendali. Kau baik baik saja kan Yoona?”
“Jadi… Yang tadi menciumku itu bukan kau?”
“Aku menciummu?”
“Hmm”
“Yoona maafkan aku, aku benar benar minta maaf aku tidak tau Yifan akan menciummu, kau boleh memukulku, membenciku bahkan menjauh dariku” Luhan memukul tubuhnya dan mengacak acak rambutnya
“Hey jangan seperti itu, aku tidak apa apa. Aku hanya kaget kau menciumku” Yoona memegang bahu Luhan
“Aku pantas dibenci Yoona, pergilah. Aku memang monster”
“Aku tidak apa Luhan, aku baik baik saja. Jangan berfikir kau itu monster, jangan mengutuk dirimu aku tidak suka jika kau seperti itu. Aku sangat menyayangimu, aku akan membantumu untuk menyembuhkan penyakitmu oke” Yoona memeluk Luhan, Luhan pun menangis di pelukan Yoona

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s