[LUHAN BIRTHDAY PROJECT] A Latter To U – Namssi

[LUHAN BIRTHDAY PROJECT] A Latter To U – -Namssi

Luhan – OC’ Bang Yejung

Family, Hurt // G // Oneshoot

~~

Setepak jalan ia lalui. Raut lelahnya tergambar jelas di wajah cantiknya. Ia menghembuskan napasnya kasar. Pulang dari hagwon lalu berjalan kaki menuju halte bus, naik ke bus, lalu kembali berjalan ke arah rumahnya. Ia bisa saja minta dijemput oleh supirnya. Tapi entah kenapa ia menyukai suasana saat ia berada di dalam bus.
Saat ia melewati supermarket, ia membelok sebentar. Berniat membeli minuman karena tenggorokannya kering. Ia keluar dari toko itu dan berjalan ke taman yang ada di sebelah toko. Ia meminum minumannya di taman bermain tempat sepuluh tahun lalu ia selalu mendatangi tempat ini. Namun, kini hanya ada kesunyian dan juga alat bermain yang mulai berkarat.
Setelah minumannya habis, ia kembali berjalan dengan langkah gontai. Tak terasa kini ia berdiri di depan pintu rumahnya yang mukin bisa dibilang istana. Ia menekan tombol angka secara acak hingga akhirnya pintu itu terbuka.
Gelap. Satu kata itu yang melintas di otaknya saat memasuki ruang tamu rumahnya. Ia berjalan tanpa menimbulkan suara ke kamarnya. Hingga sebuah suara membuatnya menghentikan langkahnya.
“Kau baru pulang, Yejung-ah?” Tanya orang itu.
Ia baru sadar jika lampu remang-remang menyala di dapur. Dan berdiri pemuda yang sedang memegang segelas air putih. Gadis yang dipanggil Yejung hanya tersenyum kecil lalu kembali berjalan menuju kamarnya yang berada lantai dua. Pemuda yang masih berdiri di dapur menghela napas lelah. Ia ingin menjadi sosok kakak yang baik untuk adiknya, tapi entah kenapa rasanya seolah Yejung menolaknya dan membuatnya menjauh.
Ia meletakkan kembali gelasnya dan berjalan naik ke kamarnya yang berada di seberang kamar Yejung. Sebelum tangannya menyentuh kenop pintu, atensinya teralih ke pintu kamar Yejung. Sempat ragu untuk membukanya, tapi akhirnya pemuda itu membukanya perlahan agar tidak timbul suara yang membuat adiknya terganggu.
Pemuda itu berjalan masuk, ia menemukan Yejung yang sudah tertidur dengan memakai seragamnya dan posisi yang tidak nyaman. Si pemuda membenarkan posisi Yejung dan menaikkan selimut hingga menutupi leher.
Sebelum kembali ke kamarnya, perhatiannya tertuju pada foto kecil yang ada di meja belajar Yejung. Di situ ia melihat seorang anak laki-laki yang tersenyum lebar dan anak perempuan yang tersenyum kecil. Ia tersenyum. Ia membalik figura itu dan terdapat tulisan yang bisa terbilang rapi untuk usia anak delapan tahun dulu.
Bang Yejung ~ Luhan oppa ❤
Gadis kecil yang dulu, sekarang telah tumbuh menjadi sosok cantik jelita. Waktu memang berjalan cepat.

~~

“Bang Yejung!”
Yejung yang masih asik mendengarkan musik di kelas sendirian, karena ini jam makan siang, terganggu oleh teriakan sosok yang menurutnya paling menyebalkan sedunia. Lihat tanpa hitungan menit, sosok itu sudah duduk di depannya. “Wae?!”
“Kau seperti singa betina yang sedang mencari mangsa,” guman sosok itu.
Yejung berdecak dan mengalihkan perhatiannya ke jendela yang ada di samping kirinya. Ia melihat murid lain yang memilikiMerasa perhatian Yejung tidak padanya, sosok tadi mencubit pipi gadis itu untuk mendapatkan kembali perhatiannya. “Aww! Ya! Byun Baekhyun! Neo!!!”
“Si singa betina marah rupanya~”
Yejung yang mendengar itu langsung memukul kepala Baekhyun. Bibirnya mengerucut sebal melihat tingkah Baekhyun yang selalu memanggilnya ‘singa betina’. Baekhyun masih mengelus-elus kepalanya, tapi seketika ia ingat tujuannya mencari Yejung. Sahabat sekaligus musuhnya.
“Yejung-ah.”
“Hmm.”
“Kau ikut kan minggu depan? Di pesta ulang tahun Luhan hyung?” Tanya Baekhyun hati-hati. Yejung terlihat berpikir sejenak, lalu mengangguk kecil. Wajah Baekhyun langsung secerah matahari. Lalu ia berdiri dan menepuk-nepuk kepala Yejung dan pergi begitu saja.
Yejung menggeleng-gelengkan kepalanya. Siapa yang tidak mau menghadiri ulang tahun kakaknya sendiri? Sahabatnya memang terkadang tidak waras.
~~
Hari ini adalah hari perayaan ulang tahun Luhan, kakak tiri Yejung. Pesta digelar di hotel bintang lima milik keluarganya. Yejung sudah menyiapkan hadiah untuk Luhan semalam. Di tempat sampah samping meja belajarnya, banyak sekali kertas yang ia remas tak beraturan. Tadi malam ia benar-benar perjuangan untuk membuat kartu ucapan untuk Luhan. Tapi kertasnya selalu berakhir di tempat sampah miliknya. Dan setelah ke empatpuluh tujuh akhirnya berhasil walau ia tetap tidak yakin.
Kini ia sudah berada di mobil mewah keluarganya. Supirnya sudah melajukan mobil membelah jalan raya. Orang tuanya? Mereka pasti sudah disana. Jalanan hari ini tidak seramai biasanya. Ia melihat kotak kecil biru tua yang dibalut dengan pita biru muda disampingnya. Tapi kini atensinya teralihakan oleh bunyi klakson panjang yang membuat pengelihatannya menjadi putih lalu gelap diakhirnya.
~~
Suasana pesta yang tadinya dipenuhi suka cita dan canda tawa kini berubah total. Tiga menit lalu, Luhan mendapat telepon dari pihak rumah sakit bahwa Yejung mengalami kecelakaan. Tanpa berpikir dua kali, Luhan langsung pergi ke basement dan melajukan mobilnya dengan secepat mungkin. Ia bahkan hampir menabrak kendaraan lain jika refleksnya lemah.
Sampai di rumah sakit, ia langsung ke ruang gawat darurat dan mencari resepsionis. “Suster dimana pasien yang bernama Bang Yejung?!” Tanya Luhan tidak sabaran. Setelah mendapat informasi, bahwa sekarang adiknya ada di ruang operasi membuatnya semakin ingin gila.
Beberapa menit kemudian baru Baekhyun orang tuanya datang dengan wajah cemasnya. Sampai beberapa jam kemudian dokter keluar dari ruang operasi. Luhan langsung berdiri tapi sang dokter menggelengkan kepalanya. Ibunya sudah menangis histeris, ayahnya juga mengeluarkan air matanya. Bahkan Baekhyun pun meneteskan air matanya. Tapi Luhan hanya menatap kosong di depannya. Seakan tidak percaya apa yang terjadi. Baru tadi pagi ia mengintip wajah tidur adiknya, kini Yejung benar-benar tidur selamanya.
“Apakah kerabat nona Yejung ada yang bernama Luhan?” Tanya salah seorang suster tiba-tiba.
Luhan berbalik dan mengatakan jika itu dirinya. Suster itu memberikan kotak biru yang sekaran tidak secantik sebelumnya. Ia membukanya dan menemukan selembar surat dan bracelet manis berwarna perak dengan lambang infinity sebagai hiasannya. Sederhana tapi cantik. Tangisnya tidak dapat ia bendung lagi saat ia membuka lembaran kecil itu.
“Selamat Ulang Tahun payung biruku.
Yang datang ketika hujan datang saat penuh kedukaan
Seperti berlian yang harus kujaga
Itulah dirimu
Aku takut terlalu menyayangimu
Takut jika nantinya kau meninggalkanku seperti malaikatku.
Tapi yang kutahu
Bahwa Yejung, si gadis kecil yang menangis ditengah hujan
Mendapatkan kembali malaikatnya
Aku menyayangimu oppa <3”
“Aku juga menyayangimu gadis kecilku. Tapi kini kau yang meninggalkanku, dan meninggalkan luka lebar di hatiku. Terima kasih atas hadiahmu yang menyakitkan ini Yejung-ah.”

.

.

.

-T.H.E. E.N.D-

a.n. Hagwon : tempat les

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s