[LUHAN BIRTHDAY PROJECT] What Happen in 30 Minutes – by KEYO

Untitled-1 copy.jpg

Keyo’s Present

WHAT HAPPEN IN 30 MINUTE

Special on Luhan Birthday

Dark and Mystery

T

Drabble (maybe)

And the story begin ~

 

Gelap dan sepi. Semuanya terlihat sangat tenang dari dalam pos nya. Luhan tersenyum penuh arti. Firasatnya bilang tidak akan ada hal aneh yang terjadi didetik-detik pergantian shift nya. Kurang dari 30 menit lagi, ia akan segera bersantai dirumah. Menikmati  sabtu malam yang tersisa 8 jam lagi dengan berbaring diatas kasurnya yang empuk, dibawah selimut hangatnya, bersama guling kesayangannya. Ia butuh liburan. Bayangan tentang dirinya yang mengganti seragam polisinya dengan kaos oblong dan celana pendek membuatnya semakin merindukan kata libur dan istirahat.

30 menit lagi Luhan, dan kau akan bebas.

“Kau mengatakan sesuatu Luhan?”

Luhan tersenyum canggung. Memalukan. Luhan baru saja mengeluarkan isi hatinya lewat mulutnya. Dia menggeleng ditambah tersenyum konyol kearah atasannya yang duduk didepan radio kuno dan sederhana. Memutar-mutar salah satu bagiannya, kemudian berhenti setelah mendengar alunan musik reggae. Keduanya tersenyum dan bersandar kembali pada kursi masing-masing dengan mata terpejam.

30 menit Luhan..

30 menit….

Hanya 30 men…

“Tolong….kecelakaan…disana,”

Luhan dan atasannya segera menegakkan tubuhnya. Bergerak secepat mungkin menggunakan aksesoris seragam yang sengaja dilepas agar bisa bersantai dengan nyaman. Memberikan waktu beberapa menit pada laki-laki yang masih sibuk mengatur nafasnya untuk beristirahat dan mengambil oksigen sebanyak-banyaknya sebelum harus berlari lagi menuntun Luhan dan rekan-rekannya ketempat yang ia maksud.

“Shit..” mengingat kata santai dan istirahat membuatnya mendesis dan mengumpat. Luhan yakin masalah ini tidak akan habis dalam 30 menit.

 

Firasatnya benar-benar salah.

 

Luhan merasakan kakinya kehilangan tenaga. Tidak bukan hanya kakinya tapi seluruh tubuhnya. Ini bukan pertama kalinya dia melihat kecelakaan selama 5 tahun ia memakai seragam. Tapi yang kali ini adalah yang terparah. Darah yang menggenang seperti bekas genangan hujan. Kaca yang berserakan dan berkilauan karena disinari lampu jalan. Dan ya, mobil-mobil mewah yang remuk hingga tidak layak lagi disebut mobil.

“Hei, Luhan! Apa yang kau lakukan? Cepat panggil ambulance! Aku akan periksa apakah ada yang selamat atau tidak!”

Iya, benar. Seharusnya itu yang dia lakukan. Luhan merogoh sakunya. Mengambil ponselnya dengan tangan yang tidak berhenti bergetar. Kemudian kata-kata itu mengalir begitu saja. Kecelakaan, dan darah ia jelaskan dengan lancar pada orang disebrang telpon.

“….baik, kami akan sampai dalam 10 menit,” dan sambungan ditutup dari sebrang.

“Luhan! cepat kemari!” atasannya itu seakan tidak lelah menyuruhnya ini dan itu. kali ini dia disuruh mendekat. Entah untuk apa. Karena pria itu hanya jongkok, sambil mengamati sesuatu yang ada didalam mobil van warna hitam yang kondisinya ‘cukup’ baik. Hanya kacanya saja yang hancur dan tubuh mobilnya sedikit ringsek dibagian kanan ditambah posisi mobilnya yang terbalik.

“ Ada apa pak?” Luhan mengikuti posisi atasannya. Lalu sekilas melihat searah dengan arah pandang atasannya yang tidak ada apa-apa. Didalam mobil itu gelap. Hanya ada seorang laki-laki dikursi depan yang mungkin sudah tidak bernyawa.

“Coba kau lihat itu,” dia menunjuk kursi belakang van. Yang jelas tadi luhan lihat tidak ada apa-apa.

“Tapi tidak ada apa-apa pak,”

“Coba kau lihat lagi. Ada anak kecil disana,”

 

Kening Luhan berkerut. Bagaimana bisa ada orang yang selamat setelah kecelakaan sehebat ini. ia yakin bos nya ini sudah lelah. Mengingat waktu sudah hampir menunjukkan jam tiga pagi. Tapi berimajinasi ada anak kecil didalam mobil yang terbalik dan ringsek ini bukankah itu keterlaluan?

“Hikss… a…ayah…”

“Tuh… Kau dengar ‘kan?”

 

Iya, Luhan mendengarnya. Tidak samar-samar. Tapi cukup jelas sampai cukup untuk meyakinkan diri mencari asal rintihan itu.

Tepat dimana tadi atasannya menunjuk udara kosong dibelakang mobil, anak kecil berbaju hitam duduk disana.

Dan itu positif membuat Luhan beku ditempat. Bahkan ketika atasannya itu menyuruhnya masuk kedalam –memanfaatkan tubuh rampingnya dibanding tubuh hampir setengah abad si bos- Luhan bergeming. Hanya menatap kosong sosok yang menangis sampai yang ditatap menatapnya balik.

Dingin. Matanya ada hanya saja pandangannya tidak pada Luhan.

Mata kosong dan dingin itu tetap menatapnya, sampai petugas medis datang. Membawanya dan merawatnya.

Luhan benci mengakui ini. tapi dia takut –bukan- lebih tepatnya tidak nyaman dengan tatapan anak kecil itu.

 

+++

Diantara semua perintah yang Luhan benci dari atasannya, yang baru dikatakan bosnya ini adalah yang paling menyebalkan.

“Luhan, temani anak itu sebentar,”

Ragu-ragu Luhan mendekati anak perempuan itu. Kesal juga sebenarnya. Seharusnya Shiftnya berakhir lima menit yang lalu. Tapi karena anak ini acara santainya jadi ngaret. Kenapa anak ini tidak dibawa kerumah sakit saja? Toh dia juga korban dari kecelakaan itu kan?

“Hei manis~ Kau sedang apa?” pertanyaan basa basi. Karena sebenarnya Luhan bisa melihat dengan jelas gadis kecil itu sedang menggambar di kertas dengan sebuah pensil yang entah siapa yang berikan.

“Menggambar paman itu,” gadis kecil itu mengangkat kepalanya sebentar lalu menunjuk seorang opsir –yang Luhan lupa namanya- yang memang ditugaskan dibelakang computer. Menulis laporan kecelakaan tadi.

Luhan memperhatikan gambaranya. Tidak begitu mirip tapi terlihat gambarannya. Model rambutnya anak itu gambar dengan baik. tapi ada sesuatu yang mengganggu Luhan dan cukup menganggu pikirannya.

“Kenapa didadanya ada warna merah?”

Anak kecil itu memutar kepalanya perlahan. Menatap tidak suka pada Luhan yang hanya melayangkan pertanyaan baik-baik.

“Karena aku mau,” dan anak itu kembali fokus pada gambarnya. Sekali lagi meninggalkan rasa gugup dan merinding disekujur tubuh Luhan.

“Aishh…Luhan kau itu payah. Aku menyuruhmu menemaninya karena kau tampan. Tapi kau tidak pandai merayu. Sudah, serahkan dia padaku. Shiftmu juga sudah selesai,”

Akhirnya pria tua ini melakukan sesuatu yang benar, batin Luhan. Segera setelah perintah itu diberikan Luhan bangkit dari duduknya, mengambil jaket dan tas kecilnya lalu berjalan tergesa-gesa keluar kantornya. Pikirannya bilang, dia harus cepat menjauh dari anak itu.

BRAKKK

“H…Hei …PAK KAU KENAPA?! SESEORANG TOLONG DIA!” Luhan masih butuh satu langkah sebelum keluar sepenuhnya dari kantornya saat tiba-tiba bos nya berlari kearah pria yang tadi duduk dibelakang computer, menuliskan laporan. Atasannya itu begitu panic, melihat salah satu lettingannya merintih sakit sambil memegangi dada kirinya. Hingga tanpa sadar menyenggol tumpukan kertas gambar diatas meja. Luhan berjalan mendekat. Tak kalah panik dengan semua orang disana. Sampai akhirnya kakinya menginjak salah satu kertas yang berserakan. Luhan melirik gadis itu. takut-takut kalau gadis itu akan membunuhnya dengan tatapannya.

Tapi dugaannya salah, gadis itu tersenyum. Terlebih ketika dilihatnya Luhan memperhatikan gambarnya dengan seksama hingga keningnya berkerut. Senyum itu menjadi kian lebar.

Luhan ingat gambar ini, gambar seorang laki-laki yang dadanya berwarna merah. Laki-laki yang model rambutnya sama dengan rekannya yang sekarang sudah terduduk dengan tangan memegang dada dan wajah yang sudah pucat pasi.

Refleks, matanya mengedar ke kertas lainnya yang berserakkan. Tapi satu yang paling menarik perhatiannya. Gambar jalan, mobil, dan darah. Tidak perlu lama berpikir karena Luhan masih ingat pemandangan yang baru dia lihat tigapuluh menit yang lalu.

“Paman,”

Gadis itu membuyarkan lamunannya. Tangannya memegang kedua ujung kertas yang menampung maha karya gadis kecil itu. Kali ini, seseorang lagi. Memakai jaket hitam dan tas selempang hitam.  Dengan dada yang juga diwarnai merah.

Luhan beku. Sekali lagi dia memperhatikan gambar itu dengan seksama. Sampai akhirnya dadanya sakit dan semua yang dilihatnya menjadi gelap.

 

­­.E.N.D.

 

P.S : HABEDE ALUMNI TERCINTAHHHHH!!!

PANJANG UMUR DAN JANGAN LUPA NIKAHIN ADEK SELALU SEHAT DAN BAHAGIA YA BANG.

 

Buat readers, makasih udah nyempetin baca dan maaf kalau ada typo dan salah salah kata wkwkwk

 

Salam manis [awas diabetes]

 

 

Keyo ❤

Iklan

Satu pemikiran pada “[LUHAN BIRTHDAY PROJECT] What Happen in 30 Minutes – by KEYO

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s