[LUHAN BIRTHDAY PROJECT] Euthanasia -anneandreas

Euthanasia

Euthanasia

a fanfiction with angst-romance taste in ficlet length rated by T

staring By

LUHAN x HYERIM

.

Poster by ByunHyunji @ Poster Channel

©anneandreas2k17

Seorang laki-laki dengan jas putih khas dokter memasuki sebuah ruang rawat intensif, dua orang paruh baya mengikuti di belakangnya. Mereka menghentikan langkahnya di samping sebuah bangsal dengan seorang laki-laki terbaring di atasnya. Di sisi bangsal itu terdapat papan identitas yang menorehkan nama Xi Luhan.

“Kondisinya masih belum ada kemajuan sejak pertama kali ia dirawat enam bulan yang lalu.” Suara laki-laki yang mengenakan jas dokter itu mengisi ruangan. Sementara kedua orang lainnya menjawab dengan keheningan yang entah mengapa terasa dingin dan menyesakkan.

“Keputusan ini memang berat untuk keluarga, juga untuk pasien sendiri. Apakah pihak keluarga yakin akan mengambil tindakan euthanasia untuk pasien?” Suara dokter itu terdengar lagi.

“Kami akan mengambil tindakan tersebut.” jawab salah seorang dengan nada lemah sembari memandangi wajah putra semata wayangnya yang terbaring tanpa jejak kesembuhan di atas bangsal. “Maafkan kami, Luhan.” lanjutnya pilu, sambil menggenggam tangan sang putra. Disusul suara isakan dari seorang paruh baya lain yang kini merengkuh Luhan dalam pelukan, berharap dirinya bisa menggantikan posisi sang putra kesayangan.

“Kalau begitu, bapak dan ibu silahkan ikut saya ke ruangan dokter untuk melakukan pengurusan prosedur euthanasia.” Suara si dokter bergema lagi, sebelum terdengar suara langkah kaki dan pintu yang berdecit membuka kemudian tertutup lagi.

Kini tinggallah Luhan yang masih terbaring diam, diiringi suara monoton dari mesin-mesin penunjang kehidupan yang ada di sekitarnya. Sejak enam bulan yang lalu, sejak mobil yang dikendarainya dihantam bus dan menyebabkan dirinya nyaris saja meregang nyawa, Luhan sudah terbaring di tempat ini. Entah sudah berapa kali prosedur operasi dijalaninya, pun berapa ratus suntikan obat dan cairan infus telah masuk ke dalam tubuhnya, kondisi vegetatif Luhan tak pernah menunjukkan perkembangan ke arah yang lebih baik.

Namun, semua orang tak pernah tahu bahwa dalam kondisi vegetatifnya laki-laki itu tetap bisa mendengar semua yang mereka ucapkan. Luhan bisa mendengar tiap tangis dan kalimat iba dari orang-orang yang menjenguknya, ia juga bisa mendengar semangat orang-orang yang berusaha agar ia tetap hidup hingga sampai semangat itu memudar dan berakhir dengan keputusan euthanasia yang baru saja ia dengar.

Luhan frustasi, tentu saja. Namun ia sendiri tak bisa bangun dan meneriakkan bahwa dirinya tak ingin menjalani prosedur euthanasia, bahwa dirinya masih ingin berjuang dan hidup. Ia harus pasrah dengan keputusan yang orang lain buat atas nama dirinya.

Di tengah rasa frustasi yang menyesakkan itu, Luhan mendengar pintu kembali berdecit terbuka dan suara langkah yang sangat dikenalnya terdengar, langkah gadis yang sangat ia cintai. Kemudian suara isak tangis yang tak ditahan-tahan lolos begitu saja dari bibir si gadis yang kini sudah bersimpuh di samping bangsal Luhan, menggenggam sebelah tangan Luhan erat dan membiarkan air matanya merembes mengenai kulit laki-laki vegetatif itu lewat sela-sela jarinya.

Luhan tahu benar penyebab gadisnya menumpahkan air mata frustasi, dan terkutuklah Luhan yang tak mampu melakukan apapun untuk menenangkan gadis kesayangannya itu. Ia berusaha mati-matian untuk menggerakkan tubuhnya, yang tentu saja hasilnya nihil. Namun ia lebih suka berusaha ketimbang hanya diam dan menghitung mundur sampai proses euthanasia atas dirinya dilaksanakan.

“Aku akan menemanimu selamanya..” sebuah kalimat lolos disela isakan gadisnya.

.

.

.

Belasan jam telah berlalu, kamarnya kosong dan terasa lebih menyiksa dari hari-hari sebelumnya. Tidak berapa lama kemudian pintu kamarnya berdecit terbuka dan langkah kaki terdengar. Ini bukan langkah kaki ayah dan ibunya, juga bukan langkah kaki gadis kesayangannya. Ini langkah kaki dokter, dokter yang mungkin akan mengeksekusinya tidak berapa lama lagi.

Luhan masih berusaha keras, ia berharap mendapatkan keajaiban di detik-detik terakhir atas perjuangannya selama enam bulan terakhir. Namun akhirnya ia hanya mampu pasrah ketika suara dokter itu bergema di ruangannya, “Pukul 09.00, prosedur euthanasia atas pasien Xi Luhan yang telah vegetatif selama enam bulan dilakukan.”

Sebuah jarum menembus kulit Luhan dan cairan potassium chlorice mengalir di darahnya. Tidak menunggu banyak sekon berlalu, Luhan merasa tubuhnya mengejang sebentar kemudian jiwanya seperti ditarik keluar dari tubuhnya, diiringi bunyi panjang monoton dari mesin-mesin penunjang kehidupan yang masih menempel di tubuhnya.

Kini mata Luhan terbuka, ia melihat ruangan tempat ia di rawat selama enam bulan terakhir. Dan ketika Luhan menolehkan kepalanya ke belakang, ia melihat tubuhnya yang sudah terbaring tanpa nyawa beserta beberapa orang dokter yang kini sedang mencatat waktu kematiannya. Ia sudah meninggal, perjuangannya sudah selesai.

“Luhan..”

Sebuah panggilan akrab menyambangi rungu Luhan, ia menoleh secepatnya ke sumber suara dan mendapati seorang gadis bergaun putih berdiri di ambang pintu kamar rawatnya. Luhan begitu terkejut hingga ia tak sanggup merespon panggilan gadis itu, sebab gadis itu adalah gadis kesayangannya. Gadis yang kemarin baru saja menangis frustasi sambil mengenggam tangannya. Bagaimana bisa gadis itu kini berdiri di hadapannya, melihat dirinya yang sudah tanpa raga?

Luhan melangkah hati-hati mendekati si gadis, mengangkat tangannya dan berusaha menyentuh pipi lembut gadis di hadapannya itu, “Hyerim-ah.. Bagaimana kau bisa-”

Si gadis yang baru saja dipanggil Hyerim itu menatap Luhan sambil tersenyum.

“Kau…”

Suara Luhan terhenti ketika sebuah bangsal dorong melaju di hadapannya dengan cepat, dan seorang gadis pucat dengan mulut mengeluarkan busa terbaring di atasnya. Lalu beberapa dokter menghampiri dan ikut berlari di samping bangsal itu, “Gadis ini kenapa?”

“Ia ditemukan di dalam bilik toilet, sepertinya ia meminum cairan pembunuh serangga.”

Euthanasia

“Tentu saja mereka sudah terlambat.”

Hyerim berkomentar ketika tidak lama kemudian sebuah bangsal dorong kembali melewati mereka, namun kali ini sebuah kain putih menutupi tubuh gadis tadi yang kini sudah terbaring tak bernyawa di atasnya.

“Hyerim-ah, gadis itu dirimu.” Luhan terbata, dirinya menatap bergantian pada Hyerim yang ada di hadapannya dan tubuh tak bernyawa Hyerim yang terbaring di atas bangsal yang lewat.

“Ya, itu aku.” jawab Hyerim.

“Tapi, mengapa?” Kali ini Luhan mengalihkan atensinya fokus pada kedua manik Hyerim.

Hyerim balas menatap Luhan lembut, “Sudah kubilang, karena aku akan menemanimu selamanya.”

.

.

.

fin.

Eutanasia (dari bahasa Yunani: ευθανασία -ευ, eu yang artinya “baik”, dan θάνατος, thanatos yang berarti kematian) adalah praktik pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal, biasanya dilakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan. (https://id.wikipedia.org/wiki/Eutanasia)

SELAMAT ULANG TAHUN
 RUSANYA EXO
*eak rusanya eksoh eak baper*

 

AnNotes:

Selain untuk merayakan ulang tahun koko Luhan,
FF ini juga spesial untuk ulang tahun empunya Hyerim
yang udah lewat empat hari
SELAMAT ULANG TAHUN GADIS SPANYOL

Maapin ini FF abal-abal sekali, angst yang bubyar modyar pokoknyah
Jangan salahin aku, salahin aja Hyungsik sama Jisoo
*ditimpukin ikan asin
Aku bikin ini hepiending kan,
aku tetep baik walaupun kamu ngebunuh Umin
/hepiending darimana /dor!

Untuk all readers, yeoreobun gomawoyo~
Satu komen kalian selalu berharga untukku, eak.

Iklan

12 pemikiran pada “[LUHAN BIRTHDAY PROJECT] Euthanasia -anneandreas

  1. Aku merindukan masamasa tarik tarikan urat pas adu argumen kalo ada pelajaran yg ambil nilai presentasi, terus ngakak bareng pas jam istirahatnya di kantin mie ayam sekolah 😂😂
    Hooh, beneer..
    Makanya banyak negara yg masih belum ngelegalin euthanasia kok, jdi euthanasia masih dianggep tindakan pembunuhan ya sejenis kriminal jadinya..
    Sek aku nulis ini FF ampe goggling di kantor pake keyword euthanasia wkwkkwkw..
    Iyaah si kim tae hee nya itu kan yg terjebak di dalam tubuh, aku ngebayanginnya si luhan macem itu ajaa..

    • bhuaakaka, rindu sma cie XD
      iya, sensitif banget topiknya kakne, kelas ane yang tadinya garing tetiba semangat semua padahal gurunya gak ngambil nilai lo, cuma kerja kelompok biasa gitu XD
      Yah, dan Indonesia salah satu yang belum legalin bukan kakne? Biasanya ini masih di Amerika dan Eropa sih, wkwk,
      Mbah gugel emang best dah kakne XD, iya, mirip kali ya, kan sama-sama vegetatif kondisi tubuhnya, hehe :3

    • Wkwkwkkwkw.. Di kantor uda gaada begituan, mana bisa debat yg ada dimara bos wkwkwkw..
      Hooh, Indonesia salah satu yg belum ngelegalin ya krna masi dianggep pembunuhan, apalagi yg suntik mati ituu..

  2. Kak nee sungguh, aku baper sek baperrrr. Dendam Kak Nee pada hyerlu tuntas ya kak tuntas, mereka berdua udah bunuh Umin dan sekarang Kak Anne bunuh mereka jadi tuntaslah dendamnya Si Reen wkwkwk

    INI YA ALLAH TAK TEGA AKU TAK TEGAAAAA. BACA JUDULNYA AJA UDAH NGJLEB NYEKELIT INI PASTI SEDIH-ANGST APALAGI KAK ANNE SUKA ANGST. Udah lama ku gak ngonsumsi ff angst, bahkan ffku udah jarang yang angst lagi wkwkwkwk.

    Ekkkkk Luhan kasian ya, aku baca ini jadi berpikir ulang tentang pasien Euthanasia. Gimana kalo mereka bisa denger dalam keadaan gak sadar kayak Luhan? 😦 kubaper huhuhu, 6 bulan Luhan gak bangun-bangun akhirnya di euthanasia huhuhu. Aku awalnya baca ini di perpus pas istirahat tapi karena bising jadi gagal baper, akhirnya baca di rumah. Ehhh kuudah baper pas Hyerim dateng, nangis-nangis megang Luhan ya Tuhan. Dan udah kutebak itu Hyerim pasti mau bunuh diri ya kan ya kannn pas dia bilang bakal nemenin Luhan selamanya.

    Ehhh

    Ehhhh

    Beneran Hyerim ini ekstrim banget /plak/ racun serangga langsung diminum untuk menunjukan kesetiaannya sama Luhan. Sungguh setia kamu, Hyer /digampar/

    “Sudah kubilang, karena aku akan menemanimu selamanya.”

    YA LORD BAPERKU MAKSIMAL BANGET PAS SI HYERIM NGEMENG GITU YA TUHAN MANA SAMBIL DGR LAGU K.WILL YG OST.REMEMBER :((((( iya kok ini hepi mereka sama-sama mati bersama /dirajam hyerim plus Luhan/

    Dan last, makasih ucapan bdaynya kak nee dan kata Luhan juga makasih udah ngucapin besdey yeeayyyy❤❤❤

    • Wkwkwkkw.. yg pertama dikomenin malah dendam yg sudah tuntas dulu wkwkwk..
      Ini idenya dari plot ideas entah jaman kapan saa, aku kalo lagi gabut suka nyekrol twitnya plot ideas sampe ke jaman dahulu kala, trs tiap ada yg akunya ser ser gitu pas baca langsung kusave..
      Jadi kadang kalo bikin ff yg ficlet2 gini terus mentok aku tinggal obrak abrik galeri aja wkwkwkkw..
      Cuma pas aku nemu plot yg ini aku langsung mikir, sek sip ini mantap sekali, langsung take buat hyerlu, tjakep.
      Bahkan langsung rikues poster padahal ffnya belom bikin, saking yakinnya bakal nulis ini wkwkwkkw..
      Iyaaah, akupun begitu.. Kitanya mikir lebih baik daripada dia hidup tersiksa, padahal bisa jadi si pasien pengennya idup.. :””(
      Betewe itu racun serangganya ide si erwin bhaks.
      Pas aku lagi ngetik plot ringkas di memo, kutanya dia “yank, bunuh diri yg ngenes tapi bisa dilakuin di wc rumah sakit apa ya?”
      Dia mikir bentar terus ngomong, “baygon.” gitu wkwkkwkw..
      Kalo jadi luhan pasti bahagia banget itu yak si hyerim ngomong begitu /plak /dirajam
      Macama elsaaa, maaci hyerimnya uda dipinjemin, nih aku pulangin. *jorokin hyerim /dibantai readersnya elsa wkwkwk

    • Entah kenapa aku malah kepikiran dendam kak ne wkwkwkwk. Ini aku juga keknya saiko sebagai pemilik hak paten atas hyerim sama luhan, soalnya seneng liat mereka mati bersama gini /ga/plak

      Duh plot ideas. Ku jadi ngestalk itu akun, bagus-bagus kadang plotnya. Aku kemarin nemu 1 yg keren, pen direalisasikan gitu tapi gak tau kapan ahahahah. Aku kalo save-save gitu suka sayang memori padahal masih banyak, anak sok irit emang aku XD XD take buat hyerlu cakep soalnya ngenes ya kak biar reen bahagia dan aku juga bahagia kok /plak/

      Iya sih serba salah tapi serahin lagi ke Tuhan ya. Mungkin harusnya kita tunggu aja si pasiennya, kalo toh Tuhan mau dia pergi pasti dicabut nyawanya tanpa euthanasia. Tapi ya tapi kalo gak sadar-sadar semacem nyiksa juga ke pasiennya yg dipaksa untuk tetep hidup tapi cuman dari alat-alat RS. Serba salah 😦 kalo kasus yang Luhan ini bapernya ya max ya soalnya dia masih mau hidup mana si Hyerimnya jadi keikutan bunuh diri wkwkwkwk. /malah ketawa/ditabok/

      Kok ngekek ya langsung jawab “baygon” aja suami kak nee tercinta wkwkwk. Tapi emang cara praktis sih baygon, gak lama dan simpel. Tinggal bawa baygon aja sesaset. Kalo gantung diri atau nyayat nadi kan agak ribet gitu ya /plak lageh/

      IYA LUHAN BAHAGIA KARENA DIA SAMA HYERIM TETEP BARENG /IKUT DIRAJAM/

      YA TUHAN SI HYERIM MAIN DIJOROKIN AJA WKWKWKWK

    • Wkwkkwkw.. Aku demen ngesavein plot ideas tapi yg akunya ser ser an aja gituu, ga semua wkwkkw..
      Iyaah, cucok keknya mereka mati masamaa cem romeo juliet gitu pan yak :v
      Hooh kalo yg kasus luhan sediih soalnya doi sebenernya gamo di euthanasiaa.. :3
      Iyaah, timbanh berdarah2 dulu matinya lama kalo sayat2an nadi.. Kalo baygon kan minum bentar terus berbusa /plak
      Wkwkwkw.. Gak jadi kok, nanti umin dibunuh lagi kalo aku jahad jahad sama hyerim 😂😂😂

  3. Seketika teringat pelajaran debat di sekolah ada kelompok yg bikin topiknya euthanasia, wkwk, dan eki disitu mendukung, malah ngajuin pertanyaan yg mojokin yg nolak. 😂😂
    Hyer, dirimu Setia sekali sama luhan~
    Well pasien emang bisa denger, alam bawah sadar ya itu namanya kak? Jadi merasa bersalah pernah ngajuin pertanyaan mendukung euthanasia beberapa bulan lalu, wkwk.😂😂😂
    Habedeh luhenn~🎉

    • Pelajaran apa itu ampe bahas euthanasia? Tapi aku ngebayangin dari temanya aja, itu debat pasti seru bener wkwkkwkw..
      Sbenernya serba salah sih emang mau dukung atau nolak, kita gaktau apa yg diinginkan si pasien vegetatif kaan..
      Entahlah aku juga sebenernya mereka bisa denger atau engga, soalnya aku dapet idenya dari plot ideas, terus ngembanginnya sambil inget yongpal, pan si maincast cewe di yongpal gitu, terpenjara di tubuhnya yg gabisa gak sadar, tapi jiwanya sadaar.. Bedanya kalo yg di yongpal idup ceweknyaa :3
      Betewe makasi ekiiii..

    • bahasa indonesia kakne, emang seru, satu kelas ricuh malah karena temanya hidup dan mati anak orang 😄
      dan akhirnya cuma Tuhan yang tau euthanasia itu bener apa kagak yekan kak, wkwk, tergantung orangnya juga, hehe, yang pasti jangan sampai euthanasia disalahgunain aja, bahaya anak orang ntar metong/plakk/
      Yongpal jadi inget kim tae hee, wkwk, dia sama joo won, cocok sih, cuma tante tae hee udah nikah sama om rain :3/plak/
      masama kakne 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s