[EXOFFI FREELANCE] Life Story (Chapter 6)

Life Story

Part 6 : One Step Closer

Cast :

Do Kyungsoo

Kim Hyera

Jung Seorin

Byun Baekhyun

Author : Sweet Sugar

Genre : Marriage life, sad, hurt, family

Length : Chapter

Rating : PG-14

-0-

[PART 6 : One Step Closer]

….

 

Mungkin sepi sudah menjadi teman setia bagi Kyungsoo dan Hyera. Dimanapun dan kapanpun mereka berada, sepi selalu menjadi latar suasana yang mereka sendiri tidak mengerti mengapa seperti itu

Kyungsoo memandang wajah itu dari samping. Kim Hyera yang menyandarkan kepalanya dengan mata yang sepenuhnya mengarah pada pemandangan di luar. Pria itu menatap lekat – lekat sosok wanita di hadapannya

Orang bilang kehidupan itu sederhana, kau hanya perlu menjalani semuanya seperti air yang mengalir mengikuti arus. Hanya sekedar menjadi tokoh dari cerita yang sudah di tentukan dan menjadi pemeran dari skenario yang sudah ditulis. Lalu semua akan baik-baik saja

Tapi kemudian Kyungsoo menemukan fakta bahwa mereka sangat jauh dari kenyataan itu. Kehidupan mereka tidak berjalan sesederhana itu

Ia mencoba, dirinya sudah mencoba yang terbaik untuk mengikuti skenario yang tertulis oleh takdir, membiarkan hatinya menuntun semua tindakanannya. Tapi kemudia ia kembali sadar bahwa garis takdir yang ia ikuti membawa banyak luka untuk orang – orang yang ia sayangi

Buktinya sekarang mata yang biasa menyuguhkan kehangatan dan binar semangat itu hanya menampilkan kekosongan

Kyungsoo memejamkan matanya penuh kelelahan. Bagaimanapun ia berusaha membuat semuanya mudah, tetap saja kenyataannya tidak seperti itu. Mereka sudah terlibat dalam hubungan dan situasi rumit yang menyeret banyak pihak

Perasaan mereka sudah terlanjur terseret terlalu jauh dan pada akhirnya banyak yang harus terluka

Kyungsoo menghentikan mobilnya saat mereka telah sampai, sekaligus menghentikan pikirannya tentang arena luka dalam kehidupan mereka

“Hyera….”

“Aku akan masuk duluan, kau mandilah dan setelah itu tidur oke”

Kyungsoo hendak mengatakan sesuatu pada Kim Hyera, tapi gadis itu sudah lebih dulu memotong pembicaraannya dengan sebuah senyum yang dimatanya terlihat seperti sebuah kerapuhan

Tanpa mengijinkannya membalas ucapannya, istriny  itu sudah lebih dulu keluar dari mobil dan masuk ke rumah. Meninggalkan Kyungsoo yang masih duduk bersandar di mobilnya, menatapi punggung wanitanya yang berjalan menjauh

Hingga kemudian saat punggung itu menghilang di balik pintu, Kyungsoo menghela nafasnya dengan keras

Ia hanya bertanya – tanya dalam hati, sampai kapan ia akan menghentikan semua ini. Seberapa banyak lagi ia akan membiarkan keegoisannya melukai orang – orang yang ia sayangi. Dan  seberapa jauh lagi ia akan membiarkan takdir menyeret orang – orang tidak bersalah dalam ceritanya yang dipenuhi dengan rasa sakit

Kyungsoo sungguh ingin bahagia, tapi jalan kebahagiaan yang ia ambil akan melukai banyak orang dan harus melalui banyak penderitaan

Sesungguhnya ada jalan yang lebih mudah, tapi kebahagiaan itu akan berakhir bersama orang yang berbeda dan ia sendiri masih tidak yakin apakah ia bisa bahagia dengan orang itu

“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kenapa cerita kehidupanku begitu menyakitkan tuhan?”

-0-

 

Jam dinding sudah menunjukan pukul sepuluh malam saat Kyungsoo masuk kekamar dan mendapati Hyera yang sudah terlelap di atas tempat tidur. Tubuh mungilnya yang semakin hari semakin kurus dibalut selimut berwarna biru terang dengan posisi menyamping

Tanpa harus menebakpun ia tau bahwa Hyera berusaha menghindar dengan membelakanginya. Namja itu membuka pintu kamar lebih lebar, lantas masuk kedalam kamar dan menutup pintunya kembali

Dengan netra yang masih terarah pada Hyera, kakinya melangkah dengan sendirinya mendekati tubuh yang terlihat rapuh itu. Hingga saat jarak di antara mereka sudah terpangkas sempurna, Kyungsoo menghentikan langkahnya dan hanya berdiri di bibir ranjang

Matanya yang kini berubah sayu menatap Kim Hyera denga teliti. Kemudian segumpal rasa bersalah itu menohok jiwanya dengan sangat dalam

Ia mendudukkan diri di bibir ranjang dengan bola mata bergerak – gerak mengamati si wanita yang tengah terlelap “Kenapa aku baru menyadari bahwa kau begitu kurus” lirihnya

Matanya semakin mengamati rupa Kim Hyera, lantas pria itu bergumam kembali “Dan kenapa aku baru menyadari bahwa kau terlihat begitu pucat”

Rasa bersalah itu menghantamnya dengan bertubi-tubi. Kyungsoo tau bahwa selama ini Kim Hyera memang kurus, tapi ia tidak menyadari sejak kapan istrinya menjadi sekurus ini. Wajah gadis itu juga terlihat lebih pucat, dan Kyungsoo bahkan tidak sadar sejak kapan lingkaran hitam bernama kantung mata itu ada di sekitar kelopak mata istrinya

Semua fakta itu menunjukan seberapa ia tidak memperhatikan istrinya sendiri

“Sebenarnya apa saja yang kau lakukan selama ini Do Kyungsoo?” ujarnya bertanya, lebih pada mencerca diri sendiri sebenarnya karna kemudian pria itu tertawa. Mengejek dirinya yang sekarang ia sadar, telah menjadi lebih egois seperti perkataan Seorin

“Kau hanya mempedulikan tentang wanita yang kau cintai tapi tidak pernah sedikitpun mau perduli pada istrimu sendiri”

Kyungsoo mengulurkan tangannya hendak menyentuh wajah damai Hyera, barang sekedar merapikan anak rambut gadis itu. Tapi kemudian tangannya tertahan diudara, ia menatap kedua tangannya sendiri kemudian tertawa masam

“Apa bahkan tangan ini masih pantas menyentuhnya? Kau hanya pria brengsek yang menjijikan Kyungsoo, kau tidak pantas, bahkan untuk sekedar menyentuh ujung surainya” ujarnya pada diri sendiri, mengurungkan niatnya untuk menyentuh wanita dihadapannya

Bermenit – menit berlalu begitu saja dalam keheningan. Kyungsoo hanya terus memperhatikan wajah tidur Hyera yang terlihat damai

‘Dia berarti untukmu, percayalah. Kau hanya belum sadar bahwa ia begitu berarti’

‘Perasaan seorang wanita ada batasnya Kyungsoo, hati itu bisa berubah. Jadi datanglah padanya sebelum terlambat’

Ucapan Seorin kembali terngiang di telinganya, Kyungsoo sendiri tidak tau apakah Kim Hyera memang berarti untuknya? Apakah ia memang hanya tidak sadar jika wanita itu begitu berarti?

“Jika aku mencoba, apakah semua masih bisa diperbaiki? Jika aku berusaha menerimamu  apakah semua masih bisa dirubah?” Kyungsoo bergumam, matanya menatap lekat Kim Hyera

“Tapi bagaimana jika aku tidak berhasil, kau hanya akan terluka semakin banyak Hyera. Brengsek Do Kyungsoo, kau bahkan baru menghancurkan hatinya kurang dari  dua puluh empat jam yang lalu, mau seberapa banyak lagi  kau melukai hati gadis ini, kau ingin melihat ia sehancur apalagi” tangan pria itu terkepal erat, kepalanya tertunduk dalam dengan segala macam pemikiran yang membuatnya sakit

Tapi kemudian pria itu kembali mendongak, menatap wajah damai yang terlelap dalam tidur

“Kau hanya harus melakukannya sendiri, kau harus berusaha dengan dirimu sendiri Kyungsoo. Ya, aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi jika nantinya aku tidak bisa menerimamu Kim Hyera” ujarnya masih menatap wajah istrinya

“Tunggu aku, bersabarlah denganku sebentar lagi Kim Hyera. Aku akan berusaha memperbaiki semua hal yang sudah aku hancurkan”

-0-

Matahari sudah mengyingsing cukup tinggi ketika Kyungsoo turun dari kamar tidurnya lengkap dengan pakaian kerja dan dasi yang masih tersampir di leher. Netranya bergerak kesana – kemari mencari sosok yang sejak ia membuka mata pertamakali, samasekali belum terlihat

Kemudian pandangannya terhenti disana, tempat dimana Kim Hyera berdiri dengan segala peralatan masak dan apron berwarna biru yang melekat sempurna ditubuhnya, Kim Hyera terlihat manis

Harusnya Kyungsoo merasa senang, tapi tidak. Kenyataan ini justru serasa semakin menohoknya, menampar kesadarannya tanpa ampun ketika menyadari wanita semacam inilah yang selama ini ia abaikan

Kyungsoo POV

Seharusnya ini adalah hal yang biasa, melihatnya memasak dan menyiapkan keperluanku di pagi hari adalah hal yang selalu aku lakukan setiap hari

Hanya saja sekarang terasa salah ketika melihat ia melakukan rutinitas pagi sebagai salah satu bagian dari tugasnya sebagai istri. Tidak ada yang salah dengan rutinitas itu, yang salah hanya betapa aku baru menyadari bahwa setiap hari yang ia habiskan untuk melayaniku sama sekali tidak pernah ada nilainya dimataku

Setiap hari aku melihatnya memasak, setiap hari aku memakai pakaian yang ia siapakan dan setiap hari itu pula aku mengabaikan semua yang ia lakukan. Ini terdengar sangat brengsek tapi sujujurnya selama ini aku tidak pernah benar-benar menghargai apa yang ia lakukan

Terkadang aku tak memakan masakan yang ia masak untukku dan terkadang pula aku langsung pergi bekerja begitu saja setelah ia memasangkan dasi dileherku. Bagiku aku tidak pernah menyadari apa yang ia lakukan ini sebagai bagian dari tugasnya sebagai istri

Dan hari ini, ketika aku sadar dengan apa yang kulakukan padanya selama ini aku hanya berpikir apakah diriku ini cukup pantas untuk Kim Hyera dengan segala kebaikannya

Tidak ada yang salah dengan Kim Hyera. Ia cantik, baik hati, pandai memasak dan tidak pernah menuntut ini itu, terlebih lagi ia wanita berpendidikan dan dari keluarga baik – baik. Ia sempurna sebagai seorang istri, harusnya mudah bagiku untuk mencintainya

Ya, harusnya memang seperti itu. Tapi rasa egois membuatku selalu mengabaikan kehadirannya, aku memang bersikap cukup baik padanya selama ini, setidaknya aku tidak memperlakukannya dengan kasar seperti seorang bajingan

Tapi percayalah bahwa diam – diam aku selalu menyalahkannya atas apa yang tejadi padaku. Bagiku dialah penyebab semua penderitaan yang aku dan seorin alami. Dan sekali lagi, aku hanya berharap tuhan tidak begitu murka dengan kejahatan yang kulakukan. Aku hanya berharap bahwa aku tidak akan menjadi alasan dari setiap kesedihannya lagi, aku hanya ingin memberi gadis itu kebahagiaan meski sedikit saja

Kyungsoo POV end

Masih dengan netra yang tertuju pada Kim Hyera Kyungsoo menuruni anak tangga

Tepat saat pria itu melewati anakan tangga terakhir, Hyera menyadari kehadirannya. Gadis itu meletakkan mangkuk berisi sup jamur di atas meja makan lantas menghampiri Kyungsoo

“Kau memasak sup jamur?” tanya Kyungsoo dengan sedikit kikuk

“Eum, kau suka?”

Kyungsoo hanya menarik sudut bibirnya sedikit, atmosfer terasa sedikit berbeda disini. Kim Hyera memang tersenyum, tapi Kyungsoo tidak melihat binar bahagia dari matanya seperti biasa

Pria itu hanya terdiam bahkan saat Hyera berdiri di hadapannya untuk memasangkan dasi. Biasanya gadis itu akan mengajaknya bicara saat mereka dalam moment seperti ini atau setidaknya sedikit tersipu  dengan senyum bahagia yang diam-diam ia sunggingkan, tapi sekarang ia hanya diam dan sibuk berkutat dengan dasi yang sedang dipakaikanya

Kyungsoo mengamati Hyera yang sedikit lebih rendah darinya, matanya menelusuri setiap sudut wajah istrinya yang sedang serius memasangkanya dasi. Dan memang benar, gadis itu tidak secerah biasanya

“Kau cantik hari ini”

“Eoh?” Kim Hyera menengadahkan kepalanya. Apa yang baru saja kau katakan?

Raut itu bisa dengan jelas Kyungsoo tangkap dari ekspresi wajah istrinya. Pria itu tersenyum lembut, satu hal lagi yang selama ini ia lewatkan tentang gadis ini. Seolah tidak pernah terjadi apa-apa, sebelah tangannya tergerak naik membenarkan anak rambut Hyera yang terlepas dari ikatannya

“Kau. Cantik” ulang Kyungsoo sekali lagi, meyakinkan Hyera bahwa yang didengarnya barusan tidak salah

“Ekhem..ng..aku sudah selesai, duduklah dan kita sarapan” Hyera berdehem salah tingkah, gadis itu menjauhkan tubuhnya dan menghindar dengan segera duduk di kursi makan. Jangan tanyakan bagaimana perasaannya karna ia sendiri pun tidak paham

Pujian dari Kyungsoo selalu menjadi hal yang mampu membuat hatinya berbunga. Tapi kemudian seperti disiram air panas, bunga itu layu ketika mengingat jika ia sudah berjanji akan mulai menjauhi Kyungsoo, mulai sekarang yang akan ia lakukan adalah berusaha mendekatkan Kyungsoo dengan seseorang yang selama ini ia gantikan posisinya

Sementara Kyungsoo menatap wanita itu yang kini mendudukan dirinya di kursi dengan mata yang sesekali melirik ke arahnya, ia tau Kim Hyera sedang menghindarinya. Ia mengerti, tentu saja wanita itu tidak nyaman dengan perubahan sikapnya pagi ini setelah malam tadi mereka melewati malam cangung yang dipenuhi dengan keheningan.Ia paham, dan ia tidak ingin membuat suasana menjadi lebih canggung lagi

Kyungsoo ikut mendudukan dirinya, diam-diam memperhatikan Hyera yang kini mulai menyendok sup jamur yang terhidang dihadapan mereka. Namja itu ikut menikmati makan buatan istrinya dalam diam, sampai kemudian Hyera sendiri yang membuka percakapan

“Eum…Kyungsoo”

Panggilan pelan itu menarik perhatian Kyungsoo

“Ya?”

“Itu…sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu” ujar Hyera menggigit pelan bibirnya. Ia melirik sekali lagi pada Kyungsoo, namja itu menatapnya dengan penasaran kemudian menganggukan kepalanya

“Katakanlah” ujarnya

“Aku ingin bekerja”

Hening

“Hyemi menawariku pekerjaan menjadi sekretaris di kantor…”

“Tidak”

Itu Kyungsoo, namja itu meletakan sendok makannya kemudian menatap Hyera dengan pandangan tidak suka. Sementara Hyera memandangnya dengan alis mengkerut bingung

“Tidak, aku tidak suka dengan ide itu” ucap namja itu sekali lagi, kali ini menggelengkan kepalanya tegas

Hyera sudah membuka mulutnya hendak protes tapi Kyungsoo sudah menyambar ucapannya

“Apa yang selama ini nakfah yang kuberikan kurang?”

“Tidak, bukan begitu. Kau memberikan lebih dari cukup Kyungsoo percayalah, aku hanya…”

“Kalau begitu tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, aku tidak mengizinkan kau untuk itu”

“Kenapa? Kau tidak perlu khawatir aku akan melalaikan tugasku, jangan khawatir  kau akan tetap menjadi prioritasku yang  utama. Semua keperluanmu dan urusan rumah ini tidak akan terabaikan”

Kyungsoo menghela nafas, ia menumpukan kedua tangannya diatas meja kemudian menatap Hyera dalam

“Aku tidak peduli dengan urusan rumah ini, persetan dengan semua itu. Aku hanya tidak suka dengan ide kau bekerja sebagai sekretaris Hyera, menjadi sekretaris berarti kau harus mengurusi schedule oranglain dan percayalah itu tidak semudah yang kau pikirkan. Aku tidak suka dengan gagasan”

“Apa kau sedang bertindak seperti suami yang perhatian sekarang?” tanya Hyera ketus dengan sarkasme  yang tidak ditutup-tutupi

Mendengar hal itu, Kyungsoo menghela nafas. Pria itu berdiri menghampiri istrinya, duduk dikursi tepat disamping gadis itu lantas tersenyum

“Aku tau apa yang kau pikirkan, tidak apa – apa aku mengerti. Tapi aku tidak mengijinkan  kau untuk bekerja kantoran. Jika memang ada pekerjaan yang kau inginkan selama itu bisa dikerjakan dirumah aku tidak melarang. Tapi jika itu menjadi sekretaris, maaf saja aku tidak akan mengijinkanmu”

“Kau egois”

“Terserah, tapi aku tidak ingin istriku sampai harus bekerja dengan menghabiskan lebih dari setengah harinya diluar rumah dengan mengurusi orang lain, kau tidak harus melakukan itu. Bukankah ini sudah lebih dari cukup, kau mengurusi semua keperluan kita, aku ingin istriku hanya mengurusiku dan keluarga kita saja. Atau jika kau mau kau bisa menjadi sekretarisku saja, aku bisa mentolerir untuk yang satu itu”

“Lupakan saja” dan gadis itu melanjutkan lagi sarapannya yang sempat terhenti, memilih mengabaikan Kyungsoo yang kini tersenyum masam dan memutuskan melanjutkan sarapannya juga

Dan lagi, pagi mereka kembali dihiasi dengan keheningan seperti pagi – pagi lainnya

-0-

Sarapan mereka telah selesai, Hyera sudah membereskan dan mencuci piring bekas mereka makan, Kyungsoo juga sudah bersiap dengan setelan kerjanya dan namja itupun sudah berdiri didepan pintu, rutinitas yang biasa mereka lakukan, yang tidak Hyera mengerti adalah untuk apa Kyungsoo menyeretnya ikut dibelakang pria itu lengkap bersama tas dan jasnya

Gadis itu hanya diam mengekori Kyungsoo bersama tas dan jas yang pria itu suruh bawa. Hingga kemudian langkahnya terhenti bersamaan dengan berhentinya langkah Kyungsoo didepan pintu

Namja itu mendekatkan dirinya pada Hyera dengan cara maju selangkah di hadapan istrinya itu kemudian membentangkan tangannya. Hyera hanya memandangi Kyungsoo bingung, mendongakkan kepalanya dengan dengan mata berkedip seolah bertanya ‘apa yang sedang kau lakukan?’

“Jasku”

“Ng?”

“Jasku Kim Hyera, aku akan pergi bekerja”

Dan kemudian kata “Ah” meluncur begitu saja dari bibir manis Hyera, pertanda jika otanya mulai bisa mengartikan gerakan sang suami

Dengan segera ia memakaikan jas Kyungsoo yang sudah ia tenteng sejak tadi, kemudian memberikan juga tas kerja pria itu

‘Dia mulai bersikap aneh hari ini’  ujarnya dalam hati

Tapi ternyata keanehan Kyungsoo tidak berhenti sampai disana. Hyera kira pria itu akan segera masuk ke mobilnya kemudian melesat menuju kantor untuk mengumpulkan pundi-pundi uang seperti yang biasa ia lakukan

Diluar dugaan pria itu justru menyentuh lehernya dan hampir mendaratkan bibirnya diatas kening Hyera andai saja wanita itu tidak memundurkan kepalanya

Kyungsoo mengernyit heran

“Apa yang kau lakukan?” itu Hyera

“Apa? Hanya kebiasaan lama kita”

Kemudian CUP

Pria itu benar-benar mendaratkan bibirnya diatas kening gadis itu

“Aku akan pulang tepat waktu malam ini, masak makan malam yang enak oke”  dan Kyungsoo masuk begitu saja kemobilnya setelah berhasil membuat Hyera diam membeku ditempatnya

Setelah mobil pria itu menghilang di tikungan barulah Hyera tersadar, gadis itu menyentuh keningnya

‘Apa? Hanya kebiasaan lama kita”

Benar juga, mereka selalu melakukan ini saat awal-awal menikah dulu, hanya saja akhir-akhir ini banyak hal yang terjadi dan sepertinya itu membuat Hyera perlahan lupa bagaimana dulu setiap hari Kyungsoo mencium keningnya saat akan berangkat bekerja

“Tapi kenapa hatiku rasanya berdebar. Yang benar saja Kim Hyera, berhentilan bersikap plin-plan kau sudah berjanji pada dirimu untuk merelakannya”

TBC

Haiii…hehe, ini dia author tidak jelas kembali lagi. Oke seperti yang sebelum sebelumnya pertama aku mau minta maaf *maaf melulu author ini* well sebenarnya ff ini udah selesai di ketik sekitar dua minggu yang lalu, tapi karna segala macam tetek bengek kehidupan aku yang gak kelar-kelar maka terjadilah ketidaksempatan aku untuk mengirim ff ini sehingga menyebabkan kengaretan yang membuat kita sama-sama jengah /apa ini???

Haha..tapi serius kemaren emang bener-bener gak sempert karna kesibukan real life benar-benar menuntut untuk segera diselesaikan

Minggu kemaren juga aku ujian nasional berbasis komputer, dan komputer yang sering error sering sedikit banyak mempengaruhi tingkat stres sehingga aku bener-bener gak mood buat post fanfic

Jadi untuk readernim semua yang masih mau menunggu dan membaca ff ini terlebih lagi meninggalkan jejak author benar-benar berterimakasih, kalian adalah satu-satunya alasan aku masih semnagat nulis fanfic ini guys

Dan well untuk chapter selanjutnya walaupun udah setengah pengerjaan author gak berani janji untuk update cepet karna sekali lagi kehidupan real life benar-benar butuh perhatian  *author lagi fokus ujian masuk perguran tinggi sekarang * but akan tetap aku usahakan kok, karna ini bentuk tanggung jawab aku sama kalian

Initinya buat reader kesayanganku gomawo mianhae saranghae buat kalian yah, kuterharu dengan yang masih menunggu ff ini meskipun author ini suka ngaret kalau post ff

Doain semoga author punya banyak waktu luang untuk menyelesaikan ff ini. Dan dalam waktu dekat ini aku bakal ujian masuk perguruan tinggi doain semoga aku bisa masuk di universitas favorit ya ^^

Okeh itu aja, gomawo mianhae saranghae for you all

With Love,

Sweet Sugar

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Life Story (Chapter 6)

  1. Oiya btw ditunggu thor selalu updatenya. Selamat berjuang masuk universitas yg di pengen yaa. Aamiin. Maaf telat komennya thor

  2. Kyungsoo selalu deh plinplan, bentar tobat bentar kumat jgn pehapein hyera terus pehlis. Dibuat kyungsoo nya agak mikir dan instropeksi mendalam gt thor, dia bener2 liat sendiri bukti kalo hyera sayang bgt dan jd istri sholeha dimanapun. Kasih kyungsoo pelajaran/teguran mendalam *ga rela aja setelah sakit bertubi (cerita masa lalunya sama seorin yg dia kasih ke hyera) tp dgn gampang aja gt balikan sama hyera. Ini pdhal blm tau hyera kalo nari anak kyungsoo seorin makin gabisa bayangin perasaan hyera :(((. Sebenernya lead femalenya hyera atau seorin sih thor :’. Anak punya seorin, hati lead male paunya seorin, 2nd lead male suami seorin. Nah trus hyera punya apa

  3. Kyungsoo kenapa sifat mu sering berubah-ubah sih, tambah bingung dengan sifat mu dan semoga perubahan mu bisa buat kau jatuh cinta sama hyera. Hyera tetap semangat yah.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s