[EXOFFI FREELANCE] Reason Why I Life (Chapter 16)

Tittle/judul fanfic                   : Reason Why I Life

Author                                    : Park Rin

Length                                    : Chaptered

Genre                                     : Romance, Family, Angst

Rating                                    : PG-13

Main Cast&Additional Cast  : Baekhyun

                                                 Park Sung Rin (OC)

                                                 Mingyu Seventeen

                                                 All EXO’s Members

                                                  Ect.

Summary                                 : Jika nanti kau sudah tahu semuanya setelah kau melamar adikku, kuharap kau tidak akan pernah menyesal.

Disclaimer       : FF ini murni buatan author sendiri. Ada beberapa cerita yang mengisnpirasi author dalam membuat karakter disini. Namun, jalan cerita dan alur cerita murni buatan author sendiri. FF ini juga bisa kalian temukan di akun wattpad milik author. Id author @ParkRin98. Baca juga di blog milik author https://parkrin98.wordpress.com/

“Euhm… kau memang harus baik-baik saja Rin. Ku harap kau tidak menyembunyikan apapun dariku.” Kata Baekhyun sambil menatap lurus kedepan, menatap seorang gadis mungil yang sedang mengintipnya dari balik pohon besar. “Aku merindukanmu Rin.” Kata Baekhyun lagi kemudian berjalan keluar, menghampiri seorang gadis itu yang sudah berlinang air mata sama seperti dirinya.

***

Udara pagi itu masih cukup dingin, namun tidur gadis itu sama sekali tidak terusik. Mata lelahnya memejam erat bersama dengan genggaman tangan seorang lelaki yang sudah terbangun entah kapan. Mata laki-laki itu masih fokus menatap hangat gadis itu, tangannya pun bergerak perlahan mengelus mesra rambut hitam gadis sekaligus kekasihnya itu.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” Ucap laki-laki itu samar. “Apa yang kau sembunyikan dariku?” Ucapnya lagi, sambil menatap sedih gadis yang masih tertidur lelap disebelahnya,

Air mata itu menetes perlahan, namun segera diusap kasar Baekhyun. Ia kemudian bangun dan melangkah keluar menuju dapur.

Disana, tangan lentik Baekhyun mulai lihai membuat secangkir kopi serta teh hangat kesukaan kekasihnya. Hm.. jangan lupakan dua lembar roti gandum yang juga mulai dipanggang oleh lelaki itu. Tak sampai lima belas menit, sarapan untuk kedua sejoli itu sudah siap.

Kaki Baekhyun melangkah kembali kekamar dengan nuansa putih itu, lalu segera membangunkan Rin yang masih asik di dunia mimpinya.

“Rin… Bangun!” Guncang Baekhyun lembut dan segera disambut dengan erangan enggan Rin yang masih sibuk di dunia mimpinya. “Bangun sebentar sayang. Sarapannya sudah siap.” Ucap Baekhyun lagi yang membuat kekasihnya mau tidak mau membuka matanya.

“Kenapa pagi-pagi buta sudah buat sarapan?” Tanya Rin polos.

Baekhyun hanya sedikit menarik senyum geli melihat kepolosan dari gadisnya itu. “Apanya yang pagi-pagi buta Rin? ini sudah pukul sembilan pagi.” Ucap Baekhyun geli yang kemudian sukses membuat kekasihnya menepuk jidatnya malu.

“Maaf! Hehehe…” Ucap Rin malu sambil menaikkan kedua jari tangan kanannya membentuk huruf V,

Pagi itu dipenuhi tawa dari kedua sejoli itu. Sama sekali tidak terlihat ada masalah diantara keduanya. Mereka melewati sarapan pagi itu dengan bahagia. Mungkin efek dari kerinduan mereka yang sudah dipendam selama hampir dua minggu belakangan. Oh jangan lupakan juga karena efek tidak makan makan malam semalam yang menyebabkan mereka berdua cukup kelaparan sekarang.

“Bogosipheo…” Ucap Baekhyun pelan sambil mengusap halus rambut kekasihnya yang kini tengah bersandar di bahu Baekhyun.

Rin memejamkan matanya. “Hm… nado.” Jawabnya singkat.

Baekhyun hanya diam mendengar jawaban singkat kekasihnya. Pikirannya kembali berputar pada kejadian semalam. Saat Mingyu dan Chanyeol yang merahasiakan sesuatu darinya serta bagaimana tangis kekasihnya semalam saat Baekhyun menanyakan hal yang ia tutupi darinya.

“Rin bukankah kita perlu bicara.” Ucap Baekhyun pelan, kemudian menjatuhkan kepalanya di atas kepala kekasihnya.

“Nanti saja oppa, aku tidak ingin membahas hal itu. Biarkan aku melupakannya sehari saja.” Jawab Rin enggan. Ia memejamkan matanya, ia benar-benar enggan.

Baekhyun menghela nafasnya dalam. “Sampai kapan kau akan menyembunyikannya Rin?” Kata Baekhyun frustasi.

Rin tidak menjawab. Ia malah makin menenggelamkan kepalanya di bahu kokoh itu.

“Sepertinya aku memang harus menunggu.” Kata Baekhyun lagi. Ia kemudian menatap lurus tv yang sedang menyala dihadapannya. Tak lama Baekhyun dapat merasakan bahunya basah. Rin menangis lagi.

***

Baekhyun mengenakan mantel hitamnya, kemudian melangkah keluar dari apartemen kekasihnya. Sebelum keluar ia menempel sebuah memo kecil bertuliskan “Aku keluar sebentar. Jika kau lapar, aku sudah siapkan telur dadar kesukaanmu di atas meja. Jangan tunggu aku! Setelah ini aku akan langsung kembali ke dorm.”.

Kaki panjang itu melangka cukup tergesa karena udara seoul yang mulai makin dingin. Mantel hitam dan syal putih itu tidak cukup kuat bagi seorang Baekhyun untuk membantunya bertahan dari udara dingin sore itu.

Senyum Baekhyun sedikit terangkat saat ia sampai di café beruliskan reason itu. Sebuah tempat yang benar-benar menjadi tempat bersejarah untuknya dan kisah cintanya.

Mata mulai menjelajah seisi café yang cukup sepi itu, mencari seorang lelaki jangkung yang lebih tinggi darinya bahkan saat umur mereka terpaut lima tahun. Lelaki jangkung yang selalu Baekhyun harap bisa menjadi iparnya kelak.

Lelaki jangkung itu ditemukan. Seorang anak 97 line yang tengah menggigit pipet es kopinya lucu sambil menatap jalanan yang sepi. Rambut hitam berponinya terlihat menutupi jidatnya ditambah dengan kaca mata bening yang menjadi penyamarannya hari itu membuat kesan imut lelaki itu.

“Kim Mingyu!” Teriak Baekhyun kencang sehingga sukses membuat Mingyu kaget. Beruntung saat itu Mingyu tidak sedang berusaha menengguk es kopinya.

Mingyu menoleh sekilas asal suara itu. Mata itu kemudian memutar saat melihat iparnya berlari mendekat kearahnya.

“Bisa tidak hyung tidak teriak-teriak.” Katanya jengkel sambil menengguk es kopinya lagi.

Baekhyun terkekeh. “Mian.” Ucapnya singkat sambil menyambar secangkir es kopi dihadapan Mingyu lalu segera duduk.

“Kenapa hyung ingin bertemu denganku? Bukankah hyung sedang kencan seharian dengan adikku?” Katanya sarkastik.

Baekhyun kembali terkekeh. “Kenapa kau begitu cemburu, Gyu? Lagipula aku tidak kencan. Yang ada aku selalu ditinggal tidur.”

Mingyu yang tadinya memasang wajah enggan, tiba-tiba berubah menjadi seirus saat mendengar berita adiknya. “Apa dia mau makan?” Tanyanya spontan.

Melihat perubahan mimik Mingyu, membuat Baekhyun penasaran. “Memangnya kenapa?” Tanya Baekhyun penasaran.

Ani, hanya ingin tahu saja.” Jawab Mingyu cepat dan segera menghindari tatapan penasaran iparnya.

Mata Baekhyun menatap selidik Mingyu, sedangkan Mingyu? Ia malah memandang kesegala arah. Bukan segala arah, lebih tepatnya menghindari tatapan selidik Baekhyun.

“Ngomong-ngomong, kenapa kau mengajakku bertemu? Bukannya kau masih jengkel dengan kejadian semalam.” Tanya Mingyu berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Sejujurnya aku memang masih jengkel. Hingga sekarangpun aku masih jengkel, kesal, marah, dan penasaran.” Jawab Baekhyun penuh penekanan.

Mingyu kembali menatap keluar sambil menengguk es kopi yang mulai menipis di genggamanannya. “Lalu?” Ucap Mingyu berusaha santai.

“Lalu, karena ini ada hubungannya dengan keluarga Rin jadi aku harus rela bertemu dengan calon iparku yang menyebalkan.” Jawab Baekhyun yang sukses membuat Mingyu memandang mata Baekhyun. “Aku ingin melamar adikmu besok.” Ucap Baekhyun setengah berbisik, sedetik kemudian mata Mingyu membulat.

Uhuk!

Tiba-tiba Mingyu tersedak. Tidak bukan tersedak kopi karena Mingyu sudah menelan kopinya sebelum Baekhyun bicara kata-katanya yang terakhir, Mingyu tersedak liurnya sendiri saking kagetnya dengan ucapan yang tiba-tiba saja dilontarkan iparnya itu.

“Kenapa?” Tanya Baekhyun yang sama-sama kaget melihat respon Mingyu yang seolah-olah sama sekali tidak mengetahui rencana Baekhyun. Ya… Baekhyun memang merencanakan untuk melamar Rin semenjak setahun lalu dan sempat membicarakannya dengan Mingyu. Tapi semuanya selalu tertunda karena segala masalah yang menimpa Baekhyun dan grupnya.

“Kau gila hyung? Bagaimana kau bisa melamar adikku besok? Bagaimana kau bisa memutuskan itu, bahkan sebelum tahu semuanya?” Tanya Mingyu sedikit memekik.

“Apa yang tidak aku tahu Kim MinGyu? Sebenarnya apa yang terjadi kalian sembunyikan hingga aku tidak bisa melamar adikmu?” Tanya Baekhyun juga tak kalah memekik.

Mingyu mengacak rambutnya kasar, sejujurnya ia juga ingin sekali memberi tahu semuanya pada iparnya ini. Tapi, kata-kata Chanyeol semalam selalu terngiang dikepalanya saat bibirnya ingin mengungkapkan semuanya. Astaga Mingyu benar-benar bisa gila.

“Ah! Terserah kau saja lah hyung!” Kata Mingyu pasrah.

Baekhyun menatap Mingyu kesal, ia sangat amat penasaran dengan segala hal yang disembunyikan kakak beradik ditambah sahabatnya ini. “Kau tidak akan mengatakannya?” Ucap Baekhyun kesal.

“Tidak.” Jawab Mingyu singkat. Jujur pikirannya tiba-tiba kalut.

“Bahkan saat aku akan melamar adikmu besok?” Tanya Baekhyun lagi dengan nada sedikit tinggi.

Jawaban Mingyu? Ia hanya menanggu sambil menengguk es kopinya kasar.

“Baiklah jika begitu, aku pergi duluan.” Ucap Baekhyun kesal, sambil menaruh kasar es kopinya dan beranjak bangun dari kursinya.

“Tunggu hyung!” Kata Mingyu tiba-tiba, tepat saat Baekhyun hampir pergi dari kursinya itu.

Baekhyun tersenyum, ia kemudian duduk lagi tanpa disuruh Mingyu. “Ada apa?” Tanyanya selidik.

Mingyu menatap Baekhyun dalam. “Jika nanti kau sudah tahu semuanya setelah kau melamar adikku, kuharap kau tidak akan pernah menyesal.”

Baekhyun menatap heran Mingyu kali ini, apalagi saat mengatakan hal itu tiba-tiba mata itu memerah.

“Jika tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, aku pergi duluan.” Ucap Mingyu pelan sambil mengambil mantel putih yang ia gantungkan dikursinya kemudian meninggalkan Baekhyun dengan sejuta pertanyaan.

***

Baekhyun merapikan jasnya sembari menunggu kekasihnya datang. Di kantong jasnya, ia sudah mempersiapkan kotak merah berisi cincin emas putih dengan ukrian B&R di belakangnya. Ya, kata-kata Baekhyun kepada Mingyu kemarin bukan hanya sebuah gertakan agar Mingyu mau membocorkan hal yang mereka sembunyikan. Baekhyun memang benar-benar akan melamar Rin sekarang,

Manik mata Baeknyun terkunci saat melihat gadis yang notabenenya kekasihnya itu datang dengan mengenakan mini dress putih. Rin terlihat begitu cantik dengan sebuah hiasan pita kecil berkilau di rambutnya yang ia biarkan terurai. Jangan lupakan juga make up tipis dengan polesan lipstick pink yang membuat Rin bertambah menawan.

Baekhyun makin terpaku saat melihat kekasihnya tersenyum sambil melambai ke arahnya, kemudian berjalan perlahan kearahnya. Layaknya patung, Baekhyun masih terpaku saat Rin sudah sampai dihadapannya.

Oppa!” Panggil Rin sambil mengibaskan tangannya di hadapan Baekhyun.

Panggilan Rin sukses membuat Baekhyun tersadar. Ia menatap Rin gelagapan sambil tersenyum kikuk. Melihat respon kekasihnya Rin hanya terkekeh kemudian duduk di hadapan Baekhyun.

“Kau cantik sekali Rin.” Ucap Baekhyun jujur setelah beberapa saat Rin duduk dihadapannya,

Rin tersenyum. “Terima kasih.” Jawabnya singkat. Tak lama kemudian makanannya datang.

Makan malam di hotel mewah itu berjalan dengan baik. Rin dan Baekhyun terlihat begitu menikmati setiap detik kebersamaan yang mereka lalui malam itu, bersama dengan alunan biola yang menambah kesan romantic malam ini.

“Ada yang ingin aku sampaikan, Rin.” Kata Baekhyun saat mereka selesai menyantap dessert strawberry itu.

Rin menatap Baekhyun . “Sebelum itu, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” Ucapnya tenang

Baekhyun menatap penasaran kekasihnya. “Apa yang ingin kau katakan?”

Seketika wajah gadis itu berubah tanpa ekspresi, menatap Baekhyun yang masih menatapnya penuh selidik. Gadis itu menatap lurus kekasihnya, mengakat sedikit kepalanya. Benar-benar bukan seperti Rin yang biasanya.

“Ada apa?” Tanya Baekhyun lagi. Tangannya mencoba menggengam tangan kekasihnya, namun segera di tepis.

“Aku ingin kita berakhir sampai disini saja.” Kata gadis itu mantap, membuat mata Baekhyun seketika membuluat.

“Kau tidak sedang bercanda’kan?” Ucap lelaki itu tak percaya.

Rin menggeleng. “Tidak, aku sedang tidak bercanda. Aku ingin kau melepaskanku.” Ucap Rin mantap, masih dengan wajah tanpa ekspresi.

TBC

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Reason Why I Life (Chapter 16)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s