[EXOFFI FREELANCE] DREAM (Chapter 28)

DREAM - CHAPTER 28

 

DREAM  –  CHAPTER 28

[IF YOU LOVE ME]

Author: Azalea
Cast : Bae Suzy (Miss A), Byun Baekhyun (EXO), Kim Sejeong (IOI), Kim Myungsoo (Infinite)
Genre : Romance, Sadness.
Rating : NC-17
Length : Chapter
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita DREAM. Jangan plagiat, ataupun me re-upload ff ini tanpa sepengetahuanku.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita Sebelumnya : CHAPTER 1 ( DREAM )  ->  CHAPTER 2 (REAL?)  ->  CHAPTER 3 (DEJA VOO)  ->  CHAPTER 4 (FATE) -> CHAPTER 5 (설레다 [ SEOLLEDA – BERDEBAR ])  – > CHAPTER 6 (LOCKVOGEL – PEMIKAT) -> CHAPTER 7 (SWEET MORNING) -> CHAPTER 8 (VERWIRRT) -> CHAPTER 9 (LÜGE – KEBOHONGAN) -> CHAPTER 10 (INSTINKT – INSTING) -> CHAPTER 11 (DINNER) -> CHAPTER 12 (BAEKHYUN STORY)  -> CHAPTER 13 (JEJU DO – JEJU ISLAND) -> CHAPTER 14 (GEHEIMNIS – RAHASIA) -> CHAPTER 15 (SUNRISE) -> CHAPTER 16 (BEAUTIFUL LIAR) -> CHAPTER 17 (JEALOUS) -> CHAPTER 18 (KIM YERI) -> CHAPTER 19 (JOURNEY) -> CHAPTER 20 (MISSING YOU) -> CHAPTER 21 (SECOND WOMAN) -> CHAPTER 22 (WEDDING DAY) -> CHAPTER 23 (KIM SEJEONG) -> CHAPTER 24 (HURT) -> CHAPTER 25 (ENGAGEMENT) -> CHAPTER 26 (CONFESSION) -> CHAPTER 27 (SECOND MARRIAGE)

Baekhyun mengerang pelan saat ia merasakan tangan kirinya sedikit kram karena terlalu lama tidak digerakkan dan ada sesuatu yang menindihnya. Dengan malas ia membuka matanya lalu menoleh ke samping. Baekhyun tidak terkejut lagi setelah melihat apa yang menyebabkan tangannya kram.

Baekhyun menghembuskan napasnya dalam, menutup matanya dengan tangan kanannya sambil mengumpulkan kesadarannya. Setelah beberapa menit ia terdiam, barulah Baekhyun memindahkan kepala Sejeong yang menindih tangan kirinya dengan hati-hati. Tubuh Sejeong pun sedikit menggeliat saat Baekhyun berusaha mengubah posisi tidurnya, tapi ia tidak sampai bangun.

Setelah berhasil memindahkan kepala Sejeong pada bantal, tanpa sadar Baekhyun pun menghembuskan napas leganya karena wanita yang tidur di sampingnya itu tidak terbangun sama sekali. Baekhyun mendekatkan wajahnya ke kening Sejeong, mengecupnya pelan sebelum ia beranjak dari atas ranjang mereka.

Entah kenapa ia ingin melakukan itu padahal sebelumnya ia sama sekali tidak ingin bertemu dengan Sejeong, bahkan menyentuhnya pun tidak pernah terlintas dalam pikirannya. Tapi setelah dipikir-pikir, saat ini ia merasa seperti seorang lelaki berengsek yang telah menghancurkan dua perempuan baik-baik.

Dengan kejamnya ia telah menghancurkan pertunangan Suzy dan Myungsoo, lalu mengambil sesuatu yang berharga yang dimiliki Suzy yang bahkan tidak ia berikan pada tunangannya. Seakan belum puas ia menghancurkan hidup Suzy, ia lalu menikahinya dan sekarang apa yang ia lakukan? Menduakan Suzy dengan alasan bisnis semata, padahal ia sempat berjanji untuk tidak akan menyakiti hati Suzy, tapi pada akhirnya ia menyakitinya juga.

Lalu sekarang ia malah menikmati percintaannya dengan Sejeong selama beberapa jam yang lalu. Walaupun awalnya ia menolak, tapi pada akhirnya ia menikmatinya juga. Sejeong adalah salah satu perempuan yang harta berharganya ia ambil setelah Suzy. Walau kelakuannya yang seperti wanita murahan, tapi ia tetap menjaganya dengan sebaik mungkin sampai Baekhyun mengambilnya dengan kejamnya.

Baekhyun tersenyum kecut sambil menatap ke depan. Ia sungguh laki-laki yang berengsek, tapi ia juga tidak mampu untuk melepaskan keduanya. Anggap saja ia egois, karena memang itulah dirinya saat ini.

Baekhyun beranjak dari ranjang itu tanpa perlu repot-repot untuk mengambil pakaiannya. Ia berjalan ke arah jendela besar di kamar apartemenya. Menikmati pemandangan kota Seoul di sore hari dengan kialaun sinar matahari sorenya. Pikirannya melayang ke arah masa depan tentang apa yang harus dilakukannya nanti. Terutama selama dua tahun ke depan ini.

Setelah beberapa menit berlalu dan ia menemui jalan buntu, Baekhyun pun menyerah. Ia berjalan ke arah walk in closetnya untuk mengambil satu set pakaian santainya dan langsung menggunakannya. Sebelum ia keluar dari kamar, kepalanya menoleh terlebih dulu ke arah ranjang di mana Sejeong sedang terlelap, lalu ia pun keluar dari sana.

Baekhyun berjalan ke arah dapur untuk mencari makanan, karena perutnya berontak minta untuk diisi. Ia ingat terakhir kali perutnya diisi adalah kemarin malam saat makan malam pada saat pesta pernikahannya dengan Sejeong, dan setelah itu belum ia isi apa-apa lagi. Pantas saja perutnya begitu lapar.

Baekhyun membuka lemari pendinginnya, mengeluarkan beberapa bahan makanan, lalu ia membuatnya menjadi masakan yang sederhana. Di saat ia sedang fokus pada masakannya, tiba-tiba ia merasakan perutnya dipeluk dari belakang. Tubuh Baekhyun sempat berjenggit kaget, tapi detik selanjutnya ia kembali seperti biasanya.

“Baunya sungguh harum.” Ucap Sejeong sambil menempelkan pipinya di punggung Baekhyun.

“Kau lapar?”

“Hm.”

“Duduklah. Sebentar lagi makanannya jadi.”

Sejeong pun melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah meja bar sambil terus mengamati Baekhyun yang sedang menyelesaikan masakannya. Wajahnya begitu berbinar saat Baekhyun membawa dua piring spagetti ke arahnya.

“Selamat makan.”

Sejeong langsung menyuapkan sesendok spagetti tersebut ke dalam mulutnya begitu Baekhyun menaruhnya di depannya. “Hm… ini sangat enak.” Pujinya dengan mulut penuh spagetti. Baekhyun yang duduk di seberangnya pun hanya bisa terkekeh geli tanpa menimpali ucapannya. Mereka pun makan dalam diam setelahnya. Terlalu lapar hanya untuk saling bercengkerama saat makan.

“Terima kasih atas makananya.” Ucap Sejeong sambil mengelus perutnya yang terasa sangat penuh.

“Sejeong-ah, ada yang ingin aku bicarakan.” Ucap Baekhyun setelah ia merapikan alat makannya.

Sejeong membuka matanya, menatap Baekhyun yang sedang menatapnya dengan tatapan serius. Suasana hangat pun dalam sekejap berubah menjadi lebih serius dan sedikit agak dingin. Sejeong terus menatap Baekhyun menunggu suaminya itu untuk melanjutkan perkataannya yang sedikit menggantung.

Baekhyun menghembuskan napasnya dalam sebeluma ia melanjutkan perkataannya. “Tentang kepindahan kita ke luar negeri.” Sejeong menaikkan sebelah alisnya tapi ia tidak berusaha untuk memotong perkataan Baekhyun. “Sebaiknya kita batalkan hal itu.”

Kening Sejeong semakin mengerut dalam saat mendengarnya. Tidak ada lagi Sejeong yang manja dan Baekhyun yang ramah. “Kenapa?” tanya Sejeong sambil melipat tangannya di depan dada. Mengamati ekspresi Baekhyun dengan seksama. “Apa karena istri pertamamu?” tebaknya yang langsung membuat Baekhyun kembali menatap matanya.

“Hah.” Sejeong berdecak kasar saat melihat perubahan ekspresi Baekhyun. Tanpa Baekhyun menjawab pun ia sudah tahu jawabannya seperti apa.

Entah kenapa Sejeong marah pada dirinya sendiri dan juga marah Baekhyun. Sekuat apapun ia berusaha mengalihkan perhatian Baekhyun, pada akhirnya ia tetaplah kalah dari istri pertama suaminya itu. Keinginannya untuk pindah ke luar negeri itu tidak lain tidak bukan untuk menjauhkan Baekhyun dari Suzy dan berusaha merebut hati Baekhyun agar pernikahannya terus berlangsung walau ia harus menjadi istri keduanya. Syukur-syukur ia bisa menjadi istri satu-satunya dari Baekhyun. Tapi sepertinya ia harus menelan kekecewaannya lagi saat kenyataan tidak sejalan dengan khayalannya.

“Aku tidak ingin membalas hal itu jika pada akhirnya kau membatalkannya setelah kita merencanakannya dengan matang.” Lanjut Sejeong setelah ia berhasil menekan sedikit perasaan cemburu dan marahnya. “Jika tidak ada lagi yang kau bahas, aku pergi.” Sejeong beranjak dari duduknya, tapi gerakannya terhenti saat Baekhyun mengeluarkan suaranya.

“Aku merasa ini tidak adil untuk Suzy. Setelah aku mengkhianatinya dengan menikahimu, setidaknya aku tetap ada di sisinya walaupun itu menyakitinya karena aku berusaha adil terhadap kalian.”

Sejeong mengepalkan kedua tangannya mendengar hal itu. Sejeong tersenyum masam ke arah Baekhyun. “Aku tidak peduli akan perasaannya.”

“Jangan bersikap egois seperti ini!” bentak Baekhyun saat ia juga sudah tidak bisa menahan emosinya.

“Aku hanya berusaha untuk memilikimu selama aku masih ada kesempatan. Bukankah kau juga sudah menyetujuinya? Selama dua tahun ke depan kau hanya akan ada untukku, dan aku tidak akan mengubah keputusanku akan hal itu.”

“Kim Sejeong!” tanpa menghiraukan panggilan Baekhyun, Sejeong meninggalkan dapur penthouse Baekhyun. “Byun Sejeong!” Baekhyun mengacak rambutnya frustasi karena Sejeong tetap pada pendiriannya. “Argh!! Sialan!” umpatnya kesal karena mau tidak mau ia harus memberitahu tentang hal ini pada Suzy, dan ia yakin setelah ini Suzy akan kembali sakit hati karenanya.

Baekhyun pun pikir, apa yang dilakukannya bersama Sejeong beberapa waktu yang lalu akan mengubah pikiran Sejeong tentang kepindahan mereka, tapi ternyata ia salah. Sejeong masih tetap pada pendiriannya. Baekhyun lupa jika Sejeong adalah salah satu wanita yang sangat keras kepala yang pernah ditemuinya.

***

Di tempat lain, Suzy sedang merenung sambil menatap taman di halaman rumahnya. Benaknya membayangkan kejadian-kejadian beberapa bulan yang lalu saat pertama kali ia bertemu Baekhyun, sampai pada akhirnya mereka menikah. Tidak pernah terpikirkan olehnya akan sangat mudah jatuh hati pada seorang laki-laki seperti ia jatuh cinta pada Baekhyun. Bahkan ia rela melakukan apapun yang diinginkan Baekhyun walaupun itu akan menyakitinya.

Suzy tersenyum saat membayangkannya, namun senyumnya hilang saat Sejeong masuk ke dalam kehidupan mereka. Sebelumnya mereka begitu bahagia, tapi saat ini kebahagiaan itu terasa sangat semu. Semuanya terasa seperti ilusi, dan Suzy membenci hal itu. Sejeong. Seorang wanita yang telah beraninya merebut Baekhyun darinya dalam sekejap mata.

Suara dering pesan di ponselnya menyadarkan Suzy dari lamunannya. Ia membuka pesan itu, dan Suzy mengerutkan keningnya saat membaca siapa pengirimnya.

From : Myung-ie

Bisakah saat ini kita bertemu?

Aku akan menunggumu di The Garden jam 6 sore

Refleks Suzy melihat jam yang ada di bagian atas ponselnya. Ada waktu sekitar satu jam lagi sebelum bertemu dengan Myungsoo. Suzy berpikir sejenak. Memutuskan apakah ia akan menemui Myungsoo atau mengabaikannya. Setelah mempertimbangkan banyak hal, Suzy pun menyetujui permintaan Myungsoo untuk bertemu.

Ia lalu beranjak masuk ke dalam rumah untuk bersiap-siap sebelum bertemu Myungsoo. Suzy memakai dress simpel warna putih dengan pita hitam di bagian samping kirinya. Ia menggerai rambutnya, dan memilih sepatu heels warna hitam sederhana sebagai pelengkapnya. Suzy mengambil kunci mobilnya sebelum keluar dari dalam kamar.

Sesampainya di halaman, ia segera memasuki mobilnya dan melajukannya keluar dari area rumahnya. Perjalanan ia tempuh kurang dari tiga puluh menit karena rumahnya juga berada di kawasan yang sama dengan restoran tempatnya janjian dengan Myungsoo.

Seorang valet menghampirinya dan Suzy langsung menyerahkan kunci mobilnya agar di parkir oleh valet tersebut. Ia memasuki restoran yang mengusung tema taman itu sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Myungsoo.

Dari tempatnya berdiri, Suzy dapat melihat punggung lebar Myungsoo yang sedang duduk di salah satu kursi yang berada tepat di bawah sebuah pohon. Tanpa menunggu lebih lama lagi, ia segera melangkahkan kakinya menuju tempat di mana Myungsoo berada.

“Hai.” Panggilnya membuat Myungsoo menolehkan wajahnya ke arah Suzy. Senyuman tulus Myungsoo membuat Suzy semakin dilanda rasa bersalah terhadapnya. Suzy yang sempat tertegun pun, membalas senyuman Myungsoo dengan canggung. Ia lalu duduk di kursi tepat di depan Myungsoo. “Kau sudah pesan makanan?” tanya Suzy sambil menerima buku menu yang disodorkan oleh seorang pelayan.

“Sudah.” Jawab Myungsoo.

Suzy pun memilih makanannya, lalu pelayan itu pun meninggalkan mereka. Suasana canggung begitu terasa di antara mereka sepeninggal pelayan tersebut. “Bagaimana kabarmu?” tanya Suzy untuk mencairkan suasana.

Myungsoo kembali tersenyum sebelum menjawab. “Apa aku terlihat baik-baik saja setelah kau meninggalkanku dan memilih bersama dengan pria lain?”

Tubuh Suzy menegang mendengar hal itu. Ia menundukkan kepalanya karena ia tidak mempunyai keberanian untuk kembali menatap mata Myungsoo secara langsung. Mata yang masih memancar perasaan cintanya walaupun Suzy sudah begitu menyakitinya. “Maaf.” Lirih Suzy yang masih bisa didengar oleh Myungsoo.

“Sebaiknya kita makan dulu, sebelum memulai pembicaraan kita.” Tawar Myungsoo yang dibalas anggukkan kepala oleh Suzy. Sesekali Suzy ataupun Myungsoo akan bertanya sesuatu yang ringan, seperti bagaimana kabar kedua orang tua Suzy, bagaimana pekerjaan Suzy? Dan akan dibalas pertanyaan yang sama oleh Suzy untuk sekedar memecahkan keheningan.

Makanan pun datang. Suasana hangat masih terasa di antara mereka. Tidak ada lagi suasana canggung di antara mereka. Suasana makan kali ini Suzy anggap seperti suasana di mana ia makan dengan teman lama yang sudah lama tidak bertemu.

Akhirnya acara makan malam pun selesai, dan waktunya mereka untuk berbicara sesuatu yang menjadi tujuan awal mereka bertemu saat ini. Suzy terdiam, menunggu Myungsoo memulai percakapannya. Entah kenapa ia begitu gugup saat ini. Mungkin karena Suzy tahu, percakapannya kali ini akan kembali melukai hati Myungsoo.

Myungsoo berdeham pelan membuat Suzy mengalihkan tatapannya untuk kembali menatap matanya. Selama beberapa saat mereka hanya saling menatap tanpa berkata sedikit pun, hingga Myungsoo pun menyerah dan memulai percakapannya. “Apakah kau mencintainya?”

Tubuh Suzy sedikit tersentak mendengar pertanyaan itu. Ia tidak menyangka Myungsoo akan langsung bertanya seperti itu padanya. Suzy mengeratkan jalinan tangannya sebelum menjawab pertanyaan Myungsoo. “Aku mencintainya.” Maafkan aku, Myungie. Tambah Suzy dalam hatinya. Sekilas Suzy dapat melihat pundak Myungsoo terlihat lemas mendengar jawabannya.

“Pernahkah kau mencintaiku selama ini?”

“Kau akan selalu menjadi cinta pertamaku.”

“Lalu kenapa kau begitu mudahnya berpaling padanya?”

Suzy menundukkan kepalanya menyadari betapa terlukanya Myungsoo lewat pertanyaannya itu. Ia juga sebenarnya masih bingung, kenapa ia begitu mencintai Baekhyun seperti saat ini? Apakah itu karena sebuah mimpi? Tapi mimpi itu hanya bunga tidur, dan itu tidak akan menjadi jawaban yang logis untuk pertanyaan Myungsoo saat ini.

“Apa kekuranganku daripada dirinya?” tanya Myungsoo lagi saat Suzy masih belum menjawab pertanyaannya.

“Entahlah.” Gumam Suzy sambil menggelengkan kepalanya ragu akan jawabannya sendiri. “Aku juga tidak mengerti kenapa aku begitu mencintainya.”

Myungsoo menghembuskan napasnya kasar saat mendengar jawaban Suzy yang tidak memuaskannya. “Beri aku satu alasan dan aku akan melepaskanmu jika aku bisa menerima alasan itu walaupun aku tahu pada akhirnya kau akan terluka karenanya.”

“Apakah mencintai seseorang itu perlu alasan? Karena aku tidak punya alasan khusus saat mencintainya. Aku mencintai apapun yang ada pada dirinya, walaupun ia juga begitu menyakitiku.”

“Jangan bodoh, Suzy-ya. Dia hanya akan menyakitimu, dan Sejeong tidak akan membiarkan Baekhyun kembali padamu.”

“Apa maksudmu, Myungsoo-ya?”

Aku tahu kau begitu menderita dengan pernikahan ini, dan aku tidak ingin melihatmu semakin menderita lagi.” Suzy mengerutkan keningnya dalam sambil menatap Myungsoo. Tangan Myungsoo bergerak untuk menangkup tautan tangan Suzy. “Aku selalu ingin melihatmu tetap tersenyum, karena itu kembalilah padaku, Suzy-ya.”

Suzy melepaskan genggaman tangan Myungsoo sambil menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju. “Kau tahu aku tidak bisa kembali padamu. Aku sudah terlalu banyak menyakitimu, dan aku tidak mau kembali menyakiti hatimu dengan berpura-pura.”

“Aku tidak peduli dengan itu semua, asalkan kau kembali padaku, aku akan melupakan semuanya. Kita bisa memulai semuanya dari awal lagi, Suzy-ya.”

“Aku tetap tidak bisa.”

Myungsoo menyugar rambutnya mendengar jawaban Suzy yang masih saja menolaknya. “Sebesar itukah kau mencintainya hingga kau tidak sanggup untuk berpaling padaku?” Suzy memilih diam. Keterdiaman Suzy membuat Myungsoo berdecak kesal. “Kenapa kau begitu mencintainya disaat ia tidak mencintaimu sebesar itu pula?”

“Kau salah. Baekhyun begitu mencintaiku juga.”

“Kalau dia memang begitu mencintaimu, ia tidak akan menikah dengan orang lain, dan memilih tinggal dengan istri barunya itu daripada denganmu.”

Tubuh Suzy menegang mendengar hal itu. “Dia menikah hanya karena bisnis, dan ia terpaksa melakukannya.”

“Kalau memang ia menikah hanya karena bisnis, kenapa pula ia memilih tinggal bersama Sejeong dan meninggalkanmu di sini sendirian?”

Suzy berusaha menyangkal segala macam pikiran buruk yang masuk ke dalam benaknya saat ini. “Aku tidak mengerti apa maksudmu.” Ucap Suzy dengan nada tercekatnya.

“Baekhyun dan Sejeong akan tinggal di London setelah mereka resmi menikah.”

Hati Suzy bagaikan disayat oleh sebilah pisau tajam saat mendengarnya. Tapi sebisa mungkin ia menutupi rasa sakit hatinya di depan Myungsoo. “Kau pasti sedang mabuk karena terlalu banyak minum wine.”

“Berhentilah membela pria berengsek itu!” geram Myungsoo membuat Suzy kehilangan kata-katanya. “Jika ia mencintaimu, maka ia tidak akan mengkhianatimu, tidak akan meninggalkanmu. Ia akan memperjuangkanmu sampai ia benar-benar tidak bisa menggenggam tanganmu lagi, Suzy­-ya.” Myungsoo menarik napas dalam sebelum melanjutkan ucapannya. “Tidakkah kau ingin aku perjuangkan, Suzy-ya?”

Suzy menatap Myungsoo dengan pandangan bingungnya, berusaha mencari kebohongan di dalam mata Myungsoo. Tapi hatinya kembali tertohok saat melihat di mata Myungsoo terpancar kesungguhan dan ketulusan yang begitu dalam padanya. Suzy tidak bisa memungkiri perasaannya pada Baekhyun disaat sekuat apapun Myungsoo berusaha, hatinya tetap memilih Baekhyun.

“Maafkan aku. Aku tetap tidak bisa.” Jawab Suzy sambil beranjak dari kursinya karena ia tahu semakin lama ia berada di sana, semakin dalam ia akan menyakiti Myungsoo.

Namun belum juga melangkah lebih jauh, tangan Suzy kembali dicekal oleh Myungsoo. Suzy membalikkan badannya untuk menatap Myungsoo lagi. “Kau tahu tempat dimana harus mencariku, karena aku akan tetap berdiri disana menunggumu. Kapan pun itu.” setelah mengucapkannya, Myungsoo pun melepaskan cekalannya dan membiarkan Suzy berjalan meninggalkannya.

Selama perjalanan pulang, Suzy terus menguatkan hatinya jika ini semua adalah keputusan yang benar. Memilih Baekhyun dan meninggalkan pria sebaik Myungsoo adalah pilihan hatinya. Walaupun terkadang perkataan Myungsoo masih terngiang-ngiang di benaknya dan hatinya kembali sakit.

Sesampainya di rumahnya, Suzy melihat sebuah amplop coklat yang ditujukan kepadanya. Tidak ada nama pengirim di amplop tersebut membuat Suzy menatapnya dengan heran. Suzy baru membuka isi amplop itu saat ia sudah berada di dalam kamarnya. Dua buah surat terselip di dalamnya.

Dengan rasa penasaran, Suzy membuka salah satu suratnya. Detik selanjutnya bibirnya pun melengkungkan sebuah senyuman bahagia saat membaca isi surat tersebut. Suzy kembali melipat surat tersebut yang merupakan surat pernikahannya dengan Baekhyun. Jadi saat ini ia telah resmi menyandang gelar nyonya Byun, dan nama depannya pun otomatis sudah berubah dengan adanya surat nikah tersebut.

Lalu Suzy membuka lipatan kertas kedua yang juga berisi sebuah surat. Keningnya mengerut saat melihat sbeuah tulisan tangan memenuhi kertas tersebut. Entah kenapa ia merasakan firasat buruk saat melihat sekilas surat keduanya itu. Hatinya sungguh tidak tenang, tapi ia juga penasaran akan isinya. Dengan tangan gemetar dan berkali-kali menghembuskan napas dalam, Suzy pun memberanikan diri untuk membacanya.

für meine geliebte Frau (Untuk Istri tercintaku)

Entah apa yang pernah aku lakukan di masa lalu hingga aku bisa menyakitimu begitu dalam saat ini. Entah untuk keberapakalinya aku akan mengatakan maaf padamu, dan aku harap kau tidak akan bosan mendengar kata itu selain kata aku juga mencintaimu. Jangan pernah kau ragukan dengan perasaan cintaku padamu. Satu hal yang harus kau tahu, bahwa aku akan tetap mencintaimu sampai kapan pun. Hanya kau satu-satunya wanita yang ada di hatiku. Selamanya.

 

Kau mungkin bertanya-tanya kenapa aku menulis surat ini untukmu. Ini kulakukan semata-mata karena kau tidak ingin melihat air matamu saat membaca surat ini. Hati selalu sakit saat melihat mata indahmu kembali mengeluarkan air matanya untukku. Aku terlalu pengecut untuk menghadapimu secara langsung, karena aku tahu saat itu juga aku akan luluh padamu.

 

Aku ingin memberitahumu satu hal, tapi kau harus tahu jika aku melakukan hal ini karena aku sangat mencintaimu. Aku dan Sejeong akan pindah ke London, dan selama dua tahun ke depan aku akan tinggal bersamanya. Maafkan aku jika dengan keputusanku ini telah menyakitimu untuk yang kesekian kalinya lagi. Sekali lagi maafkan aku. Dan maafkan aku telah menjadi seorang yang pengecut di depanmu.

 

Aku akan menjemputmu dua tahun lagi, dan aku harap kau bersabar menungguku.

 

Ich liebe dich (Aku sangat mencintaimu)

Die immer vermissen Sie, Ihr mann (yang selalu merindukanmu, suamimu)

Byun Baekhyun.

Suzy meremas kuat kertas yang ada di tangannya dengan perasaan tidak menentu. Antara marah, kesal, benci, tapi ia juga sangat mencintai Baekhyun. Dengan tergesa-gesa ia mencari ponselnya, lalu mencoba untuk menghubungi nomor ponsel Baekhyun. Dan betapa sakitnya hati Suzy saat panggilannya dialihkan ke suara operator. Suzy membanting ponsel tersebut membuatnya pecah menjadi beberapa bagian. Ia menangis sejadi-jadinya berharap itu akan mengurangi beban di hatinya. Hatinya benar-benar sakit, dan penyebabnya adalah orang yang sama yang telah membuatnya begitu mencintainya.

Jika memang ia mencintaiku, kenapa ia terus menyakitiku?

 

~ tbc ~

 

Hai ketemu lagi…

Mumpung lagi luang dikit makanya aku nulis DREAM, satu chapter lagi ini END, habis ini END tinggal fokus ke yg MY LADY. Untuk MY LADY aku belum bisa update secepatnya, soalnya aku masih mikir mau bagaimana chapter depan itu. masih disusun alurnya sama aku.

Semoga kalian tidak kecewa dengan chapter ini.

Sampai jumpa di chapter selanjutnya

Bye-bye :-*

Regards, Azalea

Iklan

14 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] DREAM (Chapter 28)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] DREAM (Extra Part) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] DREAM (Epilog) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] dream – chapter 29 | EXO FanFiction Indonesia

  4. Baekhyun waeeee????

    Jadi pengen nyumpahin biar Suzy balik sama Myungso kan jadinyaaa.. Tapi berhubung next bakal jadi final chapter, semoga Baekhyun bisa lebih tegas buat pilih Suzy.. Ah cemen banget kalo dia beneran pindah London sama Seojong. Tanggung jawabnya manaaah???

    *lah jadi emosi sendiri*

  5. yaampun aku agak lupa ff ini karna terlalu serius sma my lady wkwkw
    kok jdi gini ya?kesian amat suzynyaaa.. baper euy baekhyun kenapa ginii

  6. kasian banget suzynya nyesek, jadi kesel sama sejeong mimpinya suzy kayanya bakalan jadi nyata sama jalan cerita. di tunggu kelanjutan ceritanya ya semoga happy ending

  7. Di my lady baekhyun sadis tapi so sweet tapi disini sumpah kesel gue sama baekhyun !
    Semoga happy ending , ditunggu chapter ending nya lea …

  8. sakit hatiii thor knp cerita ny jadi miris gini sih. ak kasian ama suzzy, baek hyun ko tega bgt. pake bawa2 cinta eh tahu ny ngehianatin. thor buat suzzy ama baekki bahagia dong, dn sejung sama org lain aja. beri keadilan. ak ngefans sama author ny krn semua ff yg aothor buat itu keren2 apalagi my laddy ama dream. pokok ny is the best dah. wkwkwk next ya thor fighting!!

  9. Kok dichapter ini aku benci banget sm keputusan baekhyun yaa???? Semoga aja alasan yg masuk akal yg kembali membuatku tdk kembali membenci baekhyun ><
    Semangat kak author nulisnya huhu ㅠ,ㅠ selalu ditunggu update an my lady nya lho hehehe suka banget karakter baekhyun disana yeay— aku adalah pencinta karakter baekhyun yg badboy haha ditungu juga gimana ending dream ini, udahlah kalo baekhyun mau sm sejeong saya rela.. asalkan suzy mendapatkan ganti yg sepadan (seperti myungsoo mungkin) hehehe

  10. Lama banget yaaa ga update, kangen ama ff ini….
    Bullshit si baekhyun. Kalo cinta ngapain ngeduain? Ngapain Ninggalin?! G terima 😭😭😭😭😭
    Kalo g sanggup liat air mata suzy makanya jangan nyakitin dia….kesel iihhh 😭😭😭

  11. Kembalikan Baekhyun pada Suzy thor maka mreka bisa membuat mimpi mreka mnjadi nyata.

    Fitunggu lanjutannya ya
    Fighting!!!
    Please jngn di protect.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s