[EXOFFI FREELANCE] STAY (Chapter 5-END)

jisoo

STAY ‘Wish You Were Here’

Sad/Hurt, Romance, AU

PG-17th

Oh Sehun EXO

Kim Jisoo BLACKPINK

Wattpad ::  @SalzaKim

IG :: Salzaa_Ferninda

‘Don’t be save/copy/take out this story ,without permission’

‘Real this story is MINE’

-LaxyFan-

“Jika tubuh ini sudah kau miliki, akan kah hatiku juga akan kau miliki?”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-I don’t expect a lot right now, Just stay with me-

 

Chae Young mematung didepan Sehun. Ia tidak percaya dengan apa yang Sehun katakan barusan kepadanya. Chae Young ingin menepis semua perkataan Sehun yang menyakiti hatinya. Namun apa daya, Chae Young tidak bisa menentang seorang Oh Sehun.

“Kenapa kau melakukan ini padaku, oppa?”

“Jelas karena aku tidak mencintaimu, Chae Younga. Aku hanya menganggapmu sebagai adikku, tidak lebih.” Jawab Sehun dingin.

Chae Young tersenyum masam, hatinya seperti tertusuk pisau hanya dengan kata-kata. Ia menghapus air matanya dengan kasar. “Apa karena wanita itu? Kau selalu menyakitiku, oppa. Tidak bisahkah kau memberi kesempatan padaku? Eoh?”.

“Tidak. Kau boleh keluar sekarang. Masih banyak hal yang harus aku kerjakan disini.”

“Aku tidak akan pergi!” teriak Chae Young. “Aku tidak akan pergi sebelum kau memberiku kesempatan, oppa!”

Sehun tidak ambil pusing, ia segera menelepon seseorang untuk segera menyeret Chae Young keluar dari ruang kerjanya. “Bawa gadis itu pergi.” Ucap Sehun pada orang suruhannya.

Segera orang suruhan Sehun menyeret Chae Young dengan kasar. Gadis yang masih berbalut seragam SMA itu meronta dengan tangisan pilunya. Katakan Sehun kejam. Memang itu sifat aslinya. Tidak memberi ampun pada siapapun yang berani menentangnya.

Tahap akhir, Chae Young dilempar kasar di lantai lobi dengan tidak pantas. Semua karyawan menatap Chae Young dengan iba. Gadis yang malang. Sungguh siapapun yang melihat gadis itu, pasti akan tergerak hatinya untuk membantunya, namun apa daya, mereka tidak ingin dipecat sia-sia karena menentang perintah atasan mereka yang seperti iblis itu.

Oppa!!! Kenapa kau lakukan ini padaku!!” Chae Young terduduk dilantai dengan air mata yang terus-menerus menetes dari mata cantiknya.

Hingga tubuhnya menegang karena seseorang mengangkat tubuh mungilnya untuk digendong. Ia menatap wajah itu. Seorang pria yang sangat ia kenal. Pria yang pernah hadir dalam hidupnya. Pria yang pernah membuatnya bahagia. Park Chanyeol.

***

Jam dinding menunjukkan pukul sebelas malam. Namun Sehun belum pulang juga. Jisoo menunggu pria itu dengan cemas. Apa dia baik-baik saja? Apa dia masih kerja? Apa dia sudah makan? Jisoo terus bertanya-tanya bagaimana keadaan Sehun sekarang.

Belum lama setelah itu, suara pintu membuyarkan lamunan bodoh Jisoo. Gadis itu segera berdiri dari tempat duduknya dan berlari menuju pintu. Hingga ia melihat wajah Sehun yang terlihat kacau. Kemejanya yang sudah keluar dari celananya, jas yang sudah tersampir dipundak kanannya, rambutnya yang terlihat acak-acakan. Apa ada yang salah?

“Sehuna…” panggil Jisoo pelan. Sehun menatap Jisoo dengan mata sayunya. Wajah putihnya yang memang terlihat pucat, bertambah pucat. Sehun tersenyum pada gadis itu seperti mengatakan, aku baik-baik saja.

Jisoo mendekati Sehun. Ia menatap Sehun dengan tatapan cemas. Jelas sekali wajah Sehun terlihat begitu pucat. Perlahan tangan mungilnya terulur untuk menyentuh dahi pria itu. Namun belum sempat Jisoo menyentuhnya, tangan Sehun terlebih dahulu menarik tubuh Jisoo dalam dekapannya.

Detak jantung Jisoo berubah menjadi tak beraturan. Bertambah lebih cepat dari biasanya. Sehun memeluknya begitu erat. Jisoo dapat merasakan hembusan napas Sehun yang tidak teratur menerpa lekuk lehernya. Seperti tersendat.

“Aku lelah, Jisoo. Entah kenapa hari ini rasanya begitu melelahkan.”

Sehun melepaskan pelukannya untuk menatap wajah gadisnya. Ia ingin menatap wajah itu setiap saat setelah ia pulang kerja. Menghilangkan rasa penatnya dalam sekejap.

“Em —apa kau lapar? Aku sudah menyiapkan makan malam untukmu.” Ucap Jisoo ramah. Ia memberi senyuman terbaiknya pada Sehun. Tidak sia-sia, Sehun juga membalas senyumannya. Tampan.

“Aku akan mandi dahulu, nanti aku akan menyusulmu dimeja makan.” Sehun membelai pipi Jisoo sekejap sebelum ia pergi meninggalkan gadisnya.

Jisoo menyentuh dadanya yang terus berdetak kencang. Wajahnya pasti memerah saat ini. Oh Tuhan, aku malu sekali.

***

Sehun membawa tubuh mungil Jisoo dalam dekapannya. Satu jam yang lalu gadis itu memang sudah terlelap dalam pelukan hangatnya. Usai makan malam bersama, Sehun meminta Jisoo untuk menemaninya tidur. Namun, sebaliknya. Bukannya Sehun yang tidur, malah Jisoo yang pulas lebih dahulu karena pelukan hangat Sehun.

Namun, Sehun begitu senang dengan apa yang ia lakukan saat ini. Menatap wajah gadisnya dengan damai dan hanya untuk dirinya seorang. Sehun tidak akan pernah rela membagi apapun yang sudah menjadi miliknya pada orang lain. Tidak akan pernah. Sehun tidak akan membiarkan pria lain mendapatkan gadisnya ini. Dia hanya milik Sehun seorang.

Tunggulah besok malam, aku akan membuatmu bahagia bersamaku. Selamanya.

Flashback

Sehun meninggalkan Jisoo yang sudah terlelap terlebih dahulu. Ia turun dari tempat tidur dengan perlahan agar gadisnya tidak terusik ketenangannya.

Setelah dirasa aman, Sehun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

“Besok malam, siapkan semuanya dengan sempurna. Jangan ada yang terlewatkan sedikitpun. Aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun.”

Tit. Sehun mematikan panggilannya secara sepihak. Itulah Oh Sehun, orang yang tidak suka bertele-tele. Semua yang diinginkannya harus sempurna.

“Aku tidak sabar untuk merayakan hari esok, sayang. Beristirahatlah dengan cukup, karena besok, aku akan menjadikanmu milikku.” Ucap Sehun pelan sebelum ia mengecup dahi Jisoo dengan lembut.

***

Jisoo mendengus kesal. Sudah lebih dari satu jam ia menunggu Sehun disebuah restaurant berbintang lima sendirian. Sudah pukul 23:56 malam, tapi Sehun belum juga datang. Jisoo heran kenapa pria itu memintanya datang ke reastauran ini malam-malam hanya untuk makan malam, dan restaurant berbintang itu tampak sepi. Aneh.

Dua jam yang lalu, Jisoo dijemput sopir pribadi Sehun. Dia mengatakan jika Jisoo diminta menunggu Sehun disebuah restaurant berbintang dekat dengan perusahaan Sehun. Dan juga, Jisoo diminta mengenakan dress peach selutut tanpa lengan dengan pump berwarna senada.

Karena merasa bosan, Jisoo beranjak dari tempat duduknya menuju beranda restaurant tersebut, karena restaurant tersebut memiliki sepuluh lantai, dan Sehun memesankan tempat duduk dilantai paling atas. Jisoo menatap suasana kota Seoul di malam hari dengan mata berbinar. Indah.

Saat Jisoo sedang menikmati indahnya Seoul, gadis itu dikejutkan dengan sebuah jas berwarna hitam yang tiba-tiba melekat pada tubuhnya. Sebelum Jisoo sempat untuk menoleh kebelakang, tubuhnya dikunci dengan sebuah pelukan dari belakang. Jisoo dapat menebak siapa orang itu. Oh Sehun.

Sehun mengecup pipi kiri Jisoo, “Maaf, pasti kau sudah lama menunggu.”

Tubuh Jisoo sempat menegang karena perlakuan Sehun, namun tidak berlangsung lama. Karena gadis itu ingin membiasakan diri dengan semua perlakuan Sehun. Ya, dia akan membiasakan diri dengan perlakuan Sehun yang seperti ini.

“Hmm —hanya satu jam lebih tiga menit—menunggu.” Jisoo mengerucutkan bibirnya, membuat Sehun terkekeh geli melihat wajah gadisnya yang begitu menggemaskan.

“Kurasa sudah waktunya.” Jisoo mengeriyitkan keningnya.

Sehun membalikkan tubuh Jisoo agar ia dapat menatap wajah gadisnya. Cantik, manis, dan —seksi. Cukup Sehun, ini bukan waktunya melakukan hal bodoh.

Sehun berlutut didepan Jisoo dengan mengeluarkan sebuah kotak yang berisikan cincin berlian berwarna putih. “Kim Jisoo, dengarkan aku baik-baik. Aku hanya akan mengatakan ini sekali dalam hidupku. Aku memang bukan pria romantis dan berhati lembut seperti pria idaman para wanita. sikapku begitu dingin dan kejam pada saiapapun yang menentangku. Aku tidak memiliki belaskasih pada siapapun, meskipun pada wanita cantik sekalipun. Namun, aku akan menarik ucapanku, hari ini dimalam ini. Aku Oh Sehun —aku mencintaimu, Kim Jisoo. Aku ingin kau menjadi milikku. Aku tidak ingin kau pergi lagi dariku. I don’t expect a lot right now, Just stay with me. Marry me.

Jisoo diam mematung. Hanya kebahagiaan dan mata yang berkaca yang bisa ia tunjukkan pada pria itu saat ini. Jisoo begitu terharu.

“Katakan sesuatu, Kim. Jangan membuatku menunggu terlalu lama. Kau membuatku gila.”

“Hiks… hiks…” Jisoo terisak. Mendengar isakan gadisnya, Sehun segera berdiri dan menghapus air mata Jisoo.

“Hei, kenapa menangis?” Sehun tak henti-hentinya menghapus air mata Jisoo yang terus berjatuhan membasahi pipi mulusnya.

“Kau-kau membuatku, terharu, Sehuna. Kau pasti bercanda, hiks…” ucap Jisoo sambil sesegukan.

Mendengar tutur Jisoo, Sehun tersenyum geli. “Kau pikir aku bercanda? Aku serius, Kim. Aku ingin kau menikah denganku. Dan juga, aku ingin membuatmu bahagia dihari ulang tahunmu.”

Isakan Jisoo berhenti, digantikan mata bulatnya yang menatap Sehun bingung. Ulang tahun? Hari ini? Kenapa aku bisa lupa dengan ulang tahunku?

“Hari ini aku ulang tahun?”

Sehun mengeriyit bingung. “Jangan bilang kau lupa hari ulang tahunmu? Wah, gadisku ternyata memiliki ingatan yang buruk.”

Jisoo mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Sehun. Tapi dia juga bahagia.

“Apa aku punya pilihan untuk mengatakan tidak?” tanya Jisoo.

Sehun menarik sudut bibirnya. “Tentu. Tapi jika kau mengatakan tidak sekalipun, aku akan membuatmu mengatakan iya pada akhirnya. Karena kau hanya boleh menjadi milikku seorang.”

“Dasar pemaksa. Pria gila.”

“Aku gila karenamu, Kim.” Sehun kembali menggenggam sebelah tangan Jisoo. “Jadi apa keputusanmu? Kuharap kau tidak membuatku semakin gila, Kim.”

Jisoo tersenyum sejenak. Ya, ini keputusanku. “Bagaimana bisa aku menolak pria sepertimu, Oh Sehun. Aku mau menikah denganmu.” Jawab Jisoo dengan mantap.

Sehun tidak dapat menahan senyumannya. Jantungnya serasa ingin meledak saat ini juga. Tentu saja pria itu bahagia. Awal yang buruk bukan berarti akan berakhir buruk juga, kan? Sehun bersumpah tidak akan menyakiti ataupun membuat gadis ini pergi dari sisinya. Jisoo miliknya. Ya, gadis itu miliknya.

Sehun menangkap tangan kanan Jisoo pelan. Memakaikan cincin putih bermata berlian yang ia pesan khusus untuk gadisnya seorang. Bertuliskan huruf J’s didalamnya. Tidak membutuhkan waktu lama, Sehun segera mengecup bibir Jisoo. Betapa bahagianya kini, sepasang kekasih yang sedang memadu kasih satu sama lain.

Kecupan-kecupan riangan yang diberikan Sehun semakin menjadi. Tidak mau kalah, Jisoo mengalungkan tangannya pada leher Sehun. Mereka terlalu bahagia saat ini. Karena kehidupan yang baru, akan segera dimulai.

-Dan pada akhirnya, hatiku memutuskan untuk memilihmu, dan ragaku akan selalu berada disisimu. I’ll STAY with you, everytime, everyday, forever I’ll STAY for you-

Kim Jisoo

 

Author Note::

Hai, akhirnya END juga. Maaf jika nggak sesuai keinginan. Jujur susah banget bikin ENDING nya, suer deh. Buat yang nanyain EXTRA PART, minggu depan uploadnya ya.

Buat yang tanya tentang hubungan Rose-Chanyeol, kalian nanti bakal dapet jawabannya di FF baru aku (sequel STAY) Playing With Fire ya. Jadi selalu STAY sama author. Terimakasih.

Buat kritik saran, tulis dikolom komentar. Boleh juga ngajuin quations. Nanti author jawab waktu upload FF.

And, mianhae buat typo yang bertebaran.

 

Iklan

8 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] STAY (Chapter 5-END)

  1. huhuhuhuu.
    terharuu thor.
    Love you 😍😍😘😘😘.
    kok razanya pgn nagis y 😭😭😭.
    jarang nemu ff yg cast nya sehun jisoo.
    BTW bagus banget ceritanya.
    ditinggu karya selanjutnya ya thor.

  2. Di plying with fire maincast nya chanyeol-rose yak ???
    Berarti ending sehun-jisoo cuma di stay doang ?? Gak ada sequel buat sehun-jisoo ??
    Aduhh kebanyakan nanya gue , inti nya stay happy ending ! 😀

  3. Happy ending juga kisah mereka walaupun awalnya sifat sehun memang buruk sama jisoo tapi dia jadi pria yang romantis untuk jisoo.

  4. yeeeeeee author kasi sequel (loncat” tepuk tangan)
    akhirnya happy ending juga,
    ini kependekan thor kurang panjangggg.
    kalo bisa sequelnya dipanjangin yaa thor! fighting!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s