[EXOFFI FREELANCE] YOU ARE (Chapter 3)

You Are.jpg

YOU ARE

Tiffany Blesse

-Present-

Starring

Oh Sehun a.k.a Steven Wilson(Sehun Wilson) ||Annastasia Kim||Kim Jongin ||Park Chanyol a.k.a Charlos  Parker(Chanyeol Parker)

Setting

South Korea  England

17+ [for Harsh words and Hard scene]

Multi-Chapter

Romance||Friendship||Drama||Hurt

Blog Pribadi

http://tiffanyblesse.blogspot.co.id

 

PERHATIAN !

Cerita ini hanya fiktif belaka, jadi saya minta maaf apabila ada kesamaan tempat, alur cerita, isi cerita dan lain – lain itu bukan merupakan suatu kesengajaan. Semua isi cerita ini  adalah milik saya dan tolong jangan mengcopynya tanpa seizin saya meskipun saya mengizinkan anda-readers menikmati hasil tulisan saya. Dan saya akan sangat senang dan mengapresiasi apabila anda-readers meninggalkan jejak anda dengan mengkomentari hasil tulisan saya meskipun itu adalah kritikan. Karena dengan itu saya akan semakin semangat lagi untuk menulis dan memperbaiki tulisan saya, cerita ini juga akan di publish di blog lain.  Yang terakhir, I hope you  like this chapter and happy reading. Thank You ^_^

 

Annastasia Kim  23 y.o

anastasia

 Oh Sehun a.k.a Steven Wilson(Sehun Wilson)  22 y.o

 sehun

Kim Jongin  24 y.o

 kai_1

Park Chanyeol a.k.a Charlos Parker(Chanyeol Parker) – 25 y.o

chanyeol

Ellena Lee 23 y.o

Ellena Lee

Morning

(Third)

 

Summary

Kau harus mulai terbiasa dengan ini nyoya Oh

 

*

*

*

 

London, At 07:00 am

 

Diwaktu yang sama saat matahari tengah merangkak naik dari peraduan, membangunkan dunia dalam gelapnya mimpi hingga mempunyai asa kala esok iya janjikan benar-benar datang, dan lagi, berusaha mengusik burung yang kini masih menyipit  untuk berkicau bagai alarm alam. Oh tak hanya itu, bahkan sinarnya tak kunjung menyerah kala menerobos celah-celah horden dalam pantulan yang menyilaukan hingga mampu membuat pengantin baru yang kini masih saling berpelukan dalam satu gulungan selimut hangat terbangun secara bersamaan, beradu lembut dalam hitungan sekon sebelum kepalan Anna jatuh pada dada bidang Sehun hingga melepaskan kungkungan protektif sang dominan.

 

“Apa yang kau lakukan?!” teriak Ana frustasi kala mendapati dirinya terbangun dalam satu ranjang dengan Sehun.

 

“Aku hanya tidur sambil memelukmu sayang, apa ada yang salah hemm…?” ucap Sehun santai kala mendapati wajah merah padam Anna sepagi ini, oh ayolah …baru beberapa detik lalu mereka telihat seperti pasangan pengantin baru yang lelah akibat bercinta semalaman hingga saling mendekap posesif, tapi ekspetasi memang tak selalu seperti kenyataannya, buktinya Anna sudah gemas sampai ke ubun-ubun kala tubuhnya telah terbalut lingeri  merah sexy yang begitu menggoda, bukankah kemarin malam ia masih mengenakan dress putih? Oh ya Tuhan.

Women-Sexy-Sleepshirt-font-b-Silk-b-font-font-b-Night-b-font-font-b-Gown
“ Aku sedang tidak bercanda Oh Sehun, kata kan apa yang ka…” ucapnya terhenti kala Sehun dengan sigap memapas jarak mereka untuk sekedar memberikan ciuman lembut yang Anna akui tetap membuat Anna berdebar setelah ciuman pertamanya di altar kemarin, matanya telah membulat sempurna dalam kungkungan  yang berhiaskan  bulu mata lentik itu.
 

“Selamat pagi, sayang” ucap Sehun lembut disertai dengan seulas senyum simpul di akhir frasanya, berbanding terbalik dengan Anna saat ini, ia masih saja mengerjapkan matanya perlahan mencoba mencerna apa yang terjadi, sungguh ia masih sangat shock dengan perilaku Sehun yang tiba – tiba saja menciumnya.

 

“Kau harus mulai terbiasa dengan ini nyoya Oh” ucap  Sehun sembari mengerlingkan sebelah mata sipitnya nakal, perlakuan Sehun semakin membuat Anna naik pitam, sungguh ia ingin mengelurkaan sumpah serapahannya jika saja suara ketukan pintu tidak menginstupsi berdebatan kecil mereka pagi ini.

 

“Tuan, Nyoya sarapannya sudah siap, Tuan Kim juga sudah menuggu Tuan dan Nyonya di meja makan” ucap Bibi Jung sopan dari balik pintu putih itu.

 

“ Ayo sayang, kita harus segera bersiap – siap ayah sudah menunggu” ucap Sehun sembari mengeratkan tangannya di sela-sela jemari lentik milik Anna dan menariknya lembut untuk segera bangkit dari ranjang pengantin mereka.

 

“Lepaskan!” jemari kanannya terus saja bergerak mencoba melepaskan genggaman hangat Sehun, tapi apalah daya kekuatnya tak sebanding dengan Sehun, Sehun tetap saja menarik lembut jemari Anna menuju kamar mandi mewah mereka, baru saja Anna ingin memaki Sehun tapi lagi-lagi umpatan itu terhenti meski telah di ujung lidah, matanya membulat sempurna penuh kekaguman, bahkan bibirnya sedikit terbuka kala matanya mulai berpendar menelusuri area kamar mandi:  mencoba mengabsen setiap inci barang maupun material kamar mandi yang begitu cantik dan terkesan mahal,

30b0c44cd48d8330978d43a404f8ae00

 

“Ini gila…” hanya kata itu yang dapat ia rapalkan dari sekian kata yang memuja ketakjuban, lidahnya terlalu kelu untuk melontarkan kata lain, ia terlampau terkejut atas apa yang ia lihat sekarang.

 

Disisi lain, Sehun hanya melihat Anna yang berdiri mematung dengan seulas  senyum di sudut bibirnya, perlahan ia melepaskan genggamannya dan beralih membuka kaos biru yang melekat di tubuh atletisnya hingga membuatnya benar-benar bertelanjang dada.

 

“ Apa yang kau lakukan ?!” ucap Anna ketus saat ia baru menyadari jika Sehun belum pergi dari kamar mandi, dan keterkejutannya bertambah kala ia mendapati Sehun sudah melepas kaos biru yang telah ia pakai semalam dan membuangnya entah kemana.

 

“Mandi bersamamu, mau apalagi?” ucap Sehun santai sembari berjalan  menuju bathup putih yang berada di ujung ruangan, perlahan ia memutar kran air untuk mengisinya dengan air hangat.

“Apa ?!! dasar gila !” ucap Anna tak percaya. Tidak, ini tidak  boleh terjadi, ia harus segera keluar dari kamar mandi ini, ia tak boleh berada bersama Sehun kala suasana seperti ini.

 

Segera Anna berlari menuju pintu kamar mandi dengan peluh dan rasa panik yang telah memuncak, ia meraih knop pintu itu untuk membukanya, tapi sialnya pintu itu tak kunjung terbuka meski beberapa kali ia mencoba memutar knop pintu bulat itu dengan kasar dan tergesa- gesa.

 

“ Mencari kunci, sayang?”  seloroh Sehun yang sedetik kemudian mampu membuat Anna mengalihkan atensinya dari knop pintu itu ke arah Sehun yang kini tengah merendam sebagian tubuhnya di dalam bathup, dan yang paling membuat ia semakin melemas kala mata lentiknya kembali terfokus pada tangan Sehun yang kini tengah mengayunkan kunci pintu itu diantara sela – sela telunjuk dan ibu jari  miliknya. Dasar brengsek kau Oh Sehun!

 

“Kemarilah sayang, ayah sudah menunggu kita untuk sarapan” ucap Sehun santai bersamaan dengan smirk kemenangan di akhir frasanya.Ugh…. dasar Sehun sialan !!!!.

 

Hening, kini suasana kamar mandi itu tiba-tiba berubah hening, hanya saja gemercik air yang mengucur tak juga mampu memahami situasi macam apa sekarang, seolah menulikan diri untuk tetap pada tujuan awal: memberi kehangatan  saat tubuh bener-benar menginginkan relaksasi. Di ujung sana Anna hanya menatap nanar dalam balutan luka hingga lapisan lapisan bening tak juga mau berkompromi untuk tak menutupi pandangannya. Berdiri mematung seakan sendi – sendinya sudah membeku dalam lautan amarah, tanpa ia sadari kepalan tangan yang terjuntai di samping tubuhnya itu telah meremas dengan kuatnya hingga buku-buku tangannya memutih.

 

“Cukup, Sehun! Hentikan semua ini!” Sarkasmenya meluncur begitu apik seakan berdebatan beberapa detik lalu hanya awalan saja. Segera Sehun bangkit dari bathup dan perlahan menjejakkan kakinya pada lapisan marmer dingin dengan langkah lebar kala hati tak kuasa menyaksikan air mata wanitanya jatuh karena ulahnya sendiri. Cukup semalam ia melihat ‘wanitanya’ terpuruk akibat keegoisan dan obsesi gilanya   hingga  dalam tidurpun Anna tetap menangis.

“Ann…”

 

“Aku bukan barang yang bisa kau beli dan kau miliki sesukamu, Sehun!” potong  Anna dengan nada tinggi hingga menggaung di penjuru ruang.

 

“Apa kau sudah selesai bicara ?” sergah Sehun kala tubuhnya hanya berjarak beberapa senti saja dari hadapan Anna yang kini masih mengatur deru nafas untuk mengunci amarah yang mungkin saja bisa meledak lagi karena berhadapan dengan manusia tak berperasaan seperti Sehun.

 

“Aku memben…..” Lagi, sarkasme itu tak lagi mampu keluar dari bibirnya kala Sehun dengan cepat membungkam bibir pulm wanitanya, mengecupnya, melumatnya dan menciuminya semakin dalam dan lembut penuh dengan kehati-hatian, seakan tak ingin wanitanya kembali tersakiti karena perilakunya. Anna membulatkan matanya kala Sehun semakin memperdalam ciumannya yang sialnya lagi ciuman itu mampu membuat hatinya kembali berdesir hangat, usapan jemari Sehun di pipinya benar-benar membuatnya hampir hilang akal kalau saja tak ia segera memukul dada bidang Sehun untuk melepas tautan bibir mereka karena ia benar-benar membutuhkan pasokan oksigen sekarang.

 

Nafas mereka saling beradu, bahkan kening mereka masih saling bertaut satu sama lain “ Jangan bicara seperti itu lagi, kau istriku   Anna, tolong jangan bicara seperti itu lagi”. Yang diajak bicara hanya terdiam, tak peduli dengan kata kata yang keluar dari mulut Sehun karena untuk mempercayainya sungguh akan membuat hatinya sakit bak sebilah pisau mengoyak hati terdalamnya

 

“ Kau bisa keluar” seloroh Sehun sesaat kemudian sembari menyerahkan  kunci yang masih terkurung dalam saku celanannya “ Aku akan mandi terlebih dahulu, karena aku sudah terlanjur basah” ucapnya lagi yang kemudian sedikit berjalan mundur dan berbalik melangkah perlahan menuju bathup putih itu. Sedangkan Anna sendiri segera bergerak menuju pintu untuk keluar dari kamar mandi Sehun, keluar dari situasi yang hampir membuatnya sesak nafas karena perilaku seenak jidat Sehun.

***

 

Kepulan asap putih yang menyeruak angkuh tak juga mampu menggelitik penciuman Ellena ,buktinya secangkir mocha pagi  dalam mug coklat itu hanya berakhir diremas oleh sang empu, sedangkan pikirannya tengah melanglang buana, menepis kenyataan yang sejaatinya tak ingin ia benarkan, rasa hangat yang menjalar perlahan di epidermisnya tak juga mampu menggugah rasa untuk sekedar menikmatinya meski satu seruput saja. Tak heran derap langkah ringan dari belakangpun tak kuasa terperangkap dalam gendang telinga, seakan menuli terbawa rayuan lamunan di pagi hari, hingga lingkar lengan posesif mampu membuatnya berjingkat, untung saja mocha tak berdosa itu tak berakhir  mubazir di dinginnya lantai.

 

“Sedang melamun apa, sayang?” seloroh Chanyeol sembari mendekap lebih dalam wanita yang kini telah menjadi poros hidupnya, menjadikan prioritas dari segala prioritasnya bahkan candu tak berujung untuk membuatnya tetap hidup. Tapi yang di tanya hanya mengulas senyum kala sang posesif tengah melancarkan manuver gencar dileher, menghirup dengan tamak aroma mawar yang telah ia klaim sebagai miliknya.

 

“Bukan hal penting” kilahnya mencoba membuang prasangka tak berlandas “ Aku sudah menyiapkan  sarapan untuk mu “ ucap Ellena sembari meletakkan mug coklat itu dan beralih memutar badannya menghadap pria yang hampir satu tahun mengacaukan hidupnya, seperti saat ini, tanpa teding aling – aling merangkum wajah mungilnya yang di detik kemudian membawa ranum semerah cery itu beradu lembut, membawa kehangatan tersendiri meski tanpa pria itu sadari hati wanitanya tengah meraung dalam balutan luka masa lalu.

 

“Selamat pagi juga, sayang” hanya jawaban sederhana hingga mampu membuat keduannya mengulas senyum yang sama, sejenak hanya keheningan yang melanda, tanpa ada yang mau memulai berbicara, saling menggenggam dengan tatapan yang  kini memapas tanya kendati mereka tahu kebohongan apa yang kini tengah bermain. “ Hari ini kau ingin menu makan siang apa hem…? Akan ku bawakan nanti kekantor” ucap Ellena berusaha memecah keheningan dengan membuka konversasi ringan sembari mengambil secangkir kopi yang berada di dekatnya lalu menuntun pria itu untuk duduk di meja makan. “ Apa saja, apapun yang kau masak pasti aku akan menghabiskannya “ ucap Chanyeol dengan seulas senyum di akhir frasanya.

 

Mereka melewati sarapan dengan suasana begitu hening, hanya suara sendok dan garpu yang saling beradu sebagai latar drama pagi ini, sesekali Chanyeol melirik istrinya lewat soket matanya, lalu tersenyum pilu kala ia mendapati wanitanya tengah menguyah makanan tanpa minat, seolah kebohongan yang terjadi memang tak dapat ia sembunyikan. “ Aku sudah selesai” ucapnya sembari beranjak dari kursi dan meraih jas beserta tasnya yang bertenngger di sandaran kursi sebelum benar – benar pergi dari meja makan.

 

“ Kau tidak menghabiskan sarapanmu, sayang?” ucap Ellena sembari beranjak dari kursi, dengan sedikit tergesa berjalan ke arah Chanyeol dan membantu suaminya itu memakai jas Armani birunya. “ Maaf, aku buru- buru, aku lupa jika aku harus menggantikan Sehun memimpin  meeting hari ini” ucap Chanyeol yang tanpa Ellena sadari membuat gerakan jemarinya terhenti kala tengah mengaitkan kancing jas itu,  darah di sekujur tubuhnya seakan membeku saat nama itu kembali terdengar dengan begitu lantang ditelinganya, hatinya seakan  menarik luka yang telah ia kubur dalam-dalam hingga ke permukaan untuk membuka matanya bahwa Sehun bukanlah miliknya.

 

Kecupan seringan bulu pun Chanyeol berikan di kening wanitanya sebelum ia beranjak kekantor, membawa satu kenyataan yang harus ia terima bahwa Ellena adalah milik Chanyeol, milik pria Park itu sepenuhnya.

“ Aku mencintaimu, Ellena”

 

 

To be continue……

 

 

Hallo…I,m back yeah… dan maaf sekali teman jika udah lama nunggu dan hasil lanjutannya tak seperti expektasi kalian I.m so so sorry for that, karena apa ? Tidak ada ide yang melintas di kepalaku huhuhuhuhu…., aku harap kalian masih mau baca dan komen tulisanku ini but aku sangat mengapresiasi sekali sama kalian yang masih mau nunggu ff  ini. Terimakasih karena masih di sampingku hehehehehehehe…. sampai jumpa di next chapter ….see ya [ Tiffany Blesse]

 

 

 

 

Iklan

5 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] YOU ARE (Chapter 3)

  1. Mungkin Ellena suka sama Sehun , tapi karena Sehun sudah suka sama Anna duluan jadi ngga bisa sama Sehun . Aku terus komen apa yg menurutku ya hehe. Chap ini mungkin dibuat pendek supaya penasaran sama next chapter nanti mungkin😊

  2. Wah akhirnya update jga nih ff , tumben author jalan ceritanya pendek di chapter ini , trus penasaran ada hubungan apa ellena dengan sehun ???? Knapa tiba2 jadi istrinya chanyeol ???hmm…🤔🤔🤔 ditunggu author kelanjutannya moga moga lebih dipanjangin lg di chapter selanjutnya 😄😄

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s