[EXOFFI FREELANCE] Complicated Love (Chapter 5)

PhotoGrid_1491215393795.jpg

COMPLICATED LOVE

Author : PSP

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO) & Shin Jihyun (OC)

Support Cast :

Park Chanyeol (EXO) • Kim Hyera (OC) • Kang Seulgi (Red Velvet)

Genre : Romance • Friendship

Length : Chaptered

Rating : PG-15

Disclaimer :

The story is purely the result of my own thinking.

Summary :

Cinta terkadang muncul ditengah kedekatan sebuah persahabatan…

“Aku menyayangimu Baekhyun, tetapi sebagai seorang sahabat.”

“Terkadang aku pun membenci perasaanku ini Jihyun”.

°°°°°°°°°°

“Siapa? Siapa wanita yang bisa sampai menarik perhatianmu?”

“Shin Jihyun! Dialah orangnya! Aku menyukainya! Ah bukan suka tapi cinta! Aku mencintai Shin Jihyun!”

Baekhyun menegaskan kata-katanya kepada Seulgi, kemudian dengan kasar dia melepaskan tangan Seulgi.

“Tapi bukankah dia sahabatmu? Bagaimana bisa?”

“Itu bukan urusanmu! Sekarang kau sudah tau kan? Lebih baik kau menjauh dariku!”

“Tidak! Aku tidak terima ini, aku mencintaimu Baekhyun. Sangat!”

“Sudah ku bilang aku mencintai Shin Jihyun, jadi percuma saja jika kau terus mengejarku seperti ini.”

“Apa kurangnya diriku? Bahkan dibandingkan dengan Shin Jihyun, aku jauh lebih baik darinya.”

“Apa kau bilang? Kau jauh lebih baik darinya? Itu hanya menurutmu saja!”

“Apa yang ku katakan tadi itu benar, akui saja. Shin Jihyun hanya terlihat baik dari luar tetapi sebenarnya dia hanyalah wanita yang tidak tau diri.”

“Tidak! Semua yang kau katakan itu salah besar. Lihatlah sikapmu, aku sungguh tidak menyukai sikapmu itu! Dan satu hal yang harus kau ingat bahwa aku sudah bersahabat dengannya sejak lama, aku jauh lebih tau tentang dirinya dibandingkan denganmu. Jadi…”

“…jangan pernah sekali-kali kau katakan lagi hal-hal yang tidak benar tentangnya dihadapanku!” Baru saja Baekhyun melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan Seulgi, tiba-tiba langkahnya terhenti saat Seulgi kembali mengatakan hal yang sangat tidak ingin ia dengar.

“Bersahabat sejak lama? Lalu mengapa kau sampai mencintainya? Apa kau tidak takut perasaanmu itu dapat merusak persahabatanmu?”

“Sudah ku bilang itu bukan urusanmu!” Ia kembali berbalik menghadap Seulgi.

“Bagaimana jika Shin Jihyun mengetahui tentang hal ini? Apa dia dapat menerimanya?” Baekhyun benar-benar terdiam saat ini, ia tidak dapat menjawab pertanyaan itu.

“Ku yakin dia tidak akan menerima hal ini, mungkin saja dia akan menjauhimu.” Seulgi tersenyum miring, ia merasa menang kali ini.

“Dia tidak akan pernah menjauhiku, sampai kapanpun tidak akan pernah.”

“Apa kau yakin?”

“Aku sangat yakin akan hal itu.” Mulutnya mengatakan hal tersebut tetapi hatinya tidak, ia tahu dengan pasti bahwa Jihyun pasti akan menjauhinya jika mengetahui hal  yang sebenarnya.

“Lalu kapan kau akan memberitahukan tentang perasaan cintamu itu kepadanya?” Lagi-lagi Baekhyun kembali terdiam memikirkan pertanyaan yang dilontarkan oleh Seulgi barusan.

“Apa aku yang perlu memberitahunya?” Seulgi memperlihatkan senyum miringnya.

“Tutup mulutmu itu, jangan pernah sekali-kali kau memberitahukan hal ini kepada Jihyun.” Baekhyun meninggikan suaranya seraya menajamkan tatapan matanya.

“Apa hak mu memerintahkan aku untuk menutup mulutku?”

“Ini urusanku, jadi kau tidak perlu ikut campur.” Baekhyun semakin meninggikan suaranya, emosinya sudah meletup saat ini.

“Bagaimana bisa aku tidak ikut campur, hal ini menyangkut diriku juga. Karena perasaanmu kepadanya itu, hingga sekalipun kau tidak pernah melirik ke arahku.”

“Terserah dengan apa yang kau katakan, sekali lagi ku tegaskan tutup mulutmu itu.”

Dan saat itu pula Chanyeol kembali, dia terlihat sangat heran melihat Seulgi yang saat ini berada disana dan terlihat seperti akan menangis.

“Baekhyun apa yang terjadi?”

“Aku baru saja memberitahunya bahwa aku mencintai wanita lain agar dia pergi menjauh dariku, ayo sebaiknya kita pergi dari sini Chanyeol.”

“Apa kau memberitahu siapa wanita yang kau cintai itu?” Ucapan Chanyeol menghentikan langkah Baekhyun.

“Tentu saja aku memberitahunya, sudahlah tidak usah dibahas lagi. Ayo pergi.” Baekhyun terlihat sangat marah, dia pergi diikuti dengan Chanyeol meninggalkan Seulgi yang sedang menangis.

°°°°°°°°°°

Saat jam makan siang Chanyeol, Baekhyun, dan Hyera memutuskan untuk pergi ke kafe yang berada di dekat universitas. Saat ini Baekhyun terlihat masih merasa emosi akibat pertengkarannya tadi dengan Seulgi. Hyera yang melihatnya merasa heran dengan sikap Baekhyun. Dia menatap Chanyeol yang berada disebelahnya seolah bertanya tentang sikap Baekhyun saat ini, dan Chanyeol yang mengerti apa maksud dari Hyera kemudian memberitahunya dengan sedikit berbisik.

“Tadi Seulgi menghampirinya lagi, kemudian mereka bertengkar dan Baekhyun telah memberitahui Seulgi bahwa dia mencintai Jihyun.” Hyera terkejut dengan hal tersebut, dia kemudian mengedarkan pandangannya kembali ke arah Baekhyun, ia menepuk pundak Baekhyun dan mengusapnya lembut. Baekhyun yang mengerti maksud Hyera tersebut memberikan isyarat kepada Hyera bahwa dia baik-baik saja.

Pada jarak yang cukup jauh, diam-diam ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka bertiga.

Jadi, selama ini kau mengacuhkanku karena kau sudah mencintai wanita itu Byun Baekhyun? Kau telah membuat keputusan yang salah dengan memberitahukan ku tentang hal ini. Lihat saja apa yang akan aku perbuat! Wanita itu berkata dalam benaknya, ia tersenyum miring memikirkan hal yang akan dia lakukan nanti.

°°°°°°°°°°

“Jihyun aku pulang.” Baekhyun memasuki apartement, dia tidak melihat keberadaan Jihyun di ruang tengah, maka dari itu ia langsung memutuskan untuk pergi ke kamar Jihyun.

“Hey, aku sudah pulang.” Ucapnya saat menemukan Jihyun berbaring ditempat tidur dengan posisi membelakangi dia saat ini, tidak ada jawaban dari Jihyun.

Dan saat Baekhyun memeriksa kembali keadaan Jihyun, ternyata wanita itu sedang tertidur pulas. Baekhyun tersenyum saat melihatnya, lalu dia memposisikan tubuhnya untuk duduk ditepian ranjang disebelah Jihyun.

“Jihyun, kau terlihat sangat cantik.” Baekhyun mengusap kepalanya dengan lembut, beberapa saat kemudian ia mencium kening Jihyun. Jihyun yang merasa terusik perlahan mulai terbangun.

Ia melenguh, hingga akhirnya membuka matanya secara perlahan, alangkah terkejutnya dia saat melihat Baekhyun sudah berada didepan matanya.

“Omo, Baekhyun kau sudah pulang?” Ia berkata sambil memposisikan dirinya untuk duduk.

“Iya, apa kau sudah meminum obatmu?”

“Tentu saja aku sudah meminumnya.”

“Kalau begitu bagaimana keadaanmu sekarang?”

“Kurasa aku mulai semakin membaik.”

“Ah syukurlah kalau begitu.”

“Besok aku akan mulai masuk kuliah kembali.”

“Baiklah, tapi aku akan mengawasimu terus. Aku tidak mau terjadi apa-apa lagi padamu.”

“Iya aku mengerti. Ngomong-ngomong  apa kau akan terus menginap disini?” Jihyun langsung melemparkan senyumannya ke arah Baekhyun, ia merasa sangat senang karena Baekhyun menyetujui keinginannya kali ini.

“Sebenarnya aku masih ingin tinggal disini, tapi jika kau memintaku untuk pergi aku akan pergi.” Jihyun yang merasa bahwa itu tidak benar langsung mengibas-ngibaskan tangannya, lalu menggenggam tangan Baekhyun.

“Ah bukan begitu maksudku. Jika kau memang ingin tinggal disini, tinggal lah untuk beberapa hari lagi.”

Baekhyun kemudian balik menggenggam tangan Jihyun

“Terimakasih Jihyun, aku sangat menyayangimu.”

“Aku juga.” Jihyun kemudian memeluk Baekhyun.

“Hey kau bau, cepat sana mandi.” Detik itu juga ia langsung melepaskan pelukannya.

“Yak! Kau ini, yasudah aku pergi mandi dulu ya.” Baekhyun bangkit berdiri, dan beranjak pergi meninggalkan Jihyun.

°°°°°°°°°°

Tepatnya dua hari kemudian Baekhyun memutuskan untuk kembali ke apartementnya karena merasa bahwa ia tidak baik jika berlama-lama tinggal di apartement Jihyun, sedangkan saat ini Jihyun sudah sehat sepenuhnya.

Dan setelah kejadian dimana ia memberitahu Seulgi tentang perasaannya kepada Jihyun, Baekhyun benar-benar merasa cemas, ia takut jika suatu saat Seulgi dapat membeberkan hal ini kepada Jihyun.

Yang dikatakan Seulgi memang benar, aku pun tidak dapat mengelaknya bahwa Jihyun pasti akan menjauhiku jika ia mengetahui tentang perasaanku yang sebenarnya. Apa yang harus ku lakukan? Aku tidak ingin jika hal tersebut sampai terjadi.

“Baekhyun?” Seseorang menepuk bahunya, menyadarkan Baekhyun dari lamunannya. Ia melirik ke arah orang tersebut lalu sedetik kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“Apa yang sedang kau pikirkan?”

“Tidak ada.”

“Ayolah aku tahu kau sedang memikirkan sesuatu.”

“Sudah ku bilang tidak ada Chanyeol.”

“Hey aku ini sudah lama bersahabat denganmu, aku tahu ada hal cukup serius yang sedang kau pikirkan saat ini. Sangat terlihat jelas di wajahmu itu.”

“Aku menyesal telah mengatakan tentang hal yang sebenarnya kepada Seulgi…” Baekhyun menghela nafas panjang.

“…jika ia sampai memberitahukan hal tersebut kepada Jihyun, maka Jihyun pasti akan menjauhiku. Kalau saja saat itu aku dapat menahan emosiku, mungkin saja hal ini tidak akan terjadi, aku tidak akan memberitahunya tentang perasaanku ini terhadap Jihyun. Aku merasa cemas memikirkan kemungkinan apa yang akan terjadi selanjutnya.”

“Penyesalan memang selalu datang di akhir, menurutku lebih baik jika ia mengetahui tentang kebenaran ini darimu sendiri daripada harus mengetahuinya dari Seulgi.”

“Hal itu sama saja Chanyeol.”

“Tidak, dengan kau yang memberitahukannya sendiri kepada Jihyun mungkin saja dia tidak akan terlalu merasa kecewa karena kau sudah mau berterus terang padanya walaupun itu sudah sangat terlambat, sedangkan jika ia mengetahuinya dari Seulgi sudah pasti ia akan merasa benar-benar telah dikhianati oleh mu karena selama ini kau tidak pernah mau memberitahukan tentang kebenarannya kepada Jihyun.”

“Aku memang pengecut, selama ini hanya dapat menyimpannya dan tidak pernah mau berterus terang. Dan lebih pengecut lagi karena aku telah membiarkan perasaan ini tumbuh berkembang.” Ucap Baekhyun yang di ikuti dengan erangan frustasinya.

“Ayolah saat ini kau tidak perlu mengungkit kembali tentang keputusan yang telah kau ambil itu. Sebaiknya pikirkan bagaimana cara agar kau dapat berterus terang padanya.” Chanyeol menepuk-nepuk pundak Baekhyun mencoba untuk memberikan ketenangan padanya.

“Dan satu hal lagi, jangan memikirkan tentang hal ini terlalu lama. Karena jika kau sampai didahului oleh Seulgi, maka semuanya akan berakhir dengan hal yang tidak kau inginkan.” Baekhyun terdiam mendengarkan semua perkataan Chanyeol, ia merasa benar-benar bingung saat ini.

Bagaimana caranya bagiku untuk memberitahukan Jihyun tentang hal yang sebenarnya, hal ini terasa sangat membingungkan.

“Terimakasih Chanyeol atas saranmu itu.”

“Ayolah Baekhyun, kita ini bersahabat. Kau tidak perlu berterimakasih seperti itu, ini lah gunanya seorang sahabat.”

“Apa yang sedang kalian lakukan?” Tiba-tiba Hyera datang entah dari mana arahnya.

“Kalian sepertinya sedang membicarakan hal yang sangat serius.”

“Kau ini ingin tahu saja.” Chanyeol mencubit pipi Hyera.

“Aw sakit, aku kan hanya ingin tahu.” Ia meringis kesakitan seraya mengusap pipinya yang sedikit memerah.

“Kau ingat kan sekitar dua hari yang lalu Baekhyun mengatakan hal apa pada Seulgi?”

“Tentu saja, tentang perasaan cintanya terhadap Jihyun kan?”

“Itu dia, Baekhyun tengah memikirkan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.” Hyera sesaat terlihat berpikir mencerna apa yang dikatakan Chanyeol barusan.

“Kau mengerti kan apa maksudnya Hyera?”

“Tentu saja aku mengerti, ini memang hal yang sangat rumit.”

“Ngomong-ngomong dimana Jihyun?” Baekhyun tiba-tiba mengeluarkan suaranya untuk bertanya pada Hyera karena ia tidak melihat keberadaan Jihyun bersama Hyera.

“Jihyun sedang pergi membeli minuman, dia akan segera ke sini.”

“Itu dia, Jihyun datang.” Hyera dan Baekhyun langsung mengalihkan pandangan ke arah yang ditunjuk oleh Chanyeol.

“Ini aku bawakan minuman untuk kalian.” Jihyun datang dengan membawakan empat botol minuman dingin untuk dirinya beserta ketiga sahabatnya itu. Ia langsung memberikan minuman tersebut kepada Chanyeol, Hyera, dan Baekhyun.

Gomawo Jihyun.” Chanyeol berterimakasih seraya melemparkan senyumannya kepada Jihyun.

“Tidak perlu berterimakasih lebih baik nanti kau belikan aku makan siang.”

Yak! Apa-apaan kau ini Jihyun, memberi dengan mengharapkan imbalan.”

“Aku hanya bercanda. Oh iya, bukankah kalian memiliki tugas yang perlu dikerjakan secepatnya? Aku akan pergi ke perpustakaan sekarang, apa kalian akan pergi ke sana juga untuk mengerjakannya?”

“Kau ini memang terbaik Jihyun, hampir saja aku melupakan tentang tugasku itu.” Chanyeol berdiri dari tempat duduknya kemudian merangkul pundak Jihyun.

“Baiklah ayo kita pergi.” Mereka berdua berjalan di ikuti dengan Baekhyun dan Hyera yang mengekor dibelakang mereka.

Beberapa saat berlalu Jihyun, Chanyeol, Baekhyun, dan Hyera telah berada diperpustakaan.

“Baekhyun? Sepertinya wanita itu tidak mengganggumu lagi.” Chanyeol tiba-tiba bertanya seperti itu, karena tadi dia melihat Seulgi yang dengan wajah datarnya melewati mereka berempat tanpa menghiraukan keberadaan Baekhyun.

“Iya itu lebih baik, aku sangat bersyukur wanita itu tidak menggangguku lagi.”

Disisi lain wanita yang sedang mereka bicarakan tersebut duduk cukup jauh dari mereka, ia terus saja memperhatikan gerak gerik mereka tanpa mereka sadari.

Lihat saja, aku akan benar-benar membalasmu. Kau akan menyesal karena telah mengacuhkanku selama ini!

  • ••TBC•••

Hi!^^ Sebenarnya ini ff pertama yang aku buat, jadi pasti masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki.>< Mohon dukungannya^^

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s