[ONESHOT] STEEL HEART — IRISH`s Tale

|   Steel Heart   |

|   Lu Han  x  Kim Hye-Rim x Elsa   |

|  Angst x Friendship x Sci-Fi x Utopia  |

|   Oneshot   |   Teenagers   |

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2017 © IRISH Art & Story all rights reserved

“Jika memang begitu… jadi… alasan yang membuatku selalu ingin melindungi Hyerim saat ia ada di sini, alasanku begitu memercayainya dan mengkhawatirkan keadaannya… bukan karena aku peduli padanya sebagai sahabat, melainkan karena aku adalah dirinya, dan dia adalah aku?”

Dedicated for: Elsa, EXOFFI`s little sister in Spanyol[] *Els, dirimu masih di Spanyol kah? ._.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Elsa’s Eyes…

Dulu, pernah kubaca sebuah teori dari abad ke-20—zaman yang berakhir karena Perang Dunia ke-III—tentang bagaimana sebuah frasa bernama cinta menjadi satu-satunya hal yang tidak mengenal waktu, tidak mengenal keadaan, tidak dibatasi ruang dan waktu, tidak pula bisa dimasukkan dalam logika.

Bagiku—yang hidup di pertengahan tahun kehidupan yang baru, di bawah Negara Tunggal—cinta, atau hal semacam itu, menjadi sebuah landasan hukum bagi negara tempatku singgah.

Mencintai seseorang adalah kewajiban yang diatur dalam undang-undang.

Apabila seseorang tidak mencintai orang lain dan hidup bahagia bersama mereka setelah kami melewati usia ke-27, maka dia akan dihukum mati.

Konyol, memang. Melihat bagaimana seseorang bisa kehilangan nyawa karena tidak bisa mencintai—kata mereka para ilmuwan, ketidak mampuan untuk mencintai seseorang adalah disabilitas yang wajib mendapatkan perawatan secara medis maupun psikologis, tapi aku tidak percaya.

Sampai aku benar-benar tahu apa yang telah ‘cinta’ berhasil ciptakan untuk kehidupan Negara Tunggal ini.

██║│█║║▌    STEEL HEART —  │█║║▌║██

“Tidakkah terdengar sangat menakjubkan, Elsa?”

“Tentang apa, Hyerim? Tentang para cyborg yang sedang dikembangkan oleh ilmuwan? Mereka bahkan menggunakan ‘hati’ yang telah kita desain tanpa meminta izin. Mereka hanya sekelompok pencuri.”

Sebuah perdebatan kecil terjadi hari ini, antara aku dan Hyerim—oh, kalian mungkin mengenalnya sebagai doppleganger di abad ke-20. Tapi Hyerim adalah aku, aku di kehidupanku yang ada di akhir abad ke-20.

“Ya, astaga. Tunggu sampai orang-orang di zamanku tahu tentang kemajuan zaman di sini. Mereka mungkin akan berbondong-bondong berimigrasi ke sini, kau tahu.” Hyerim lagi-lagi berkata, ia menyeruput vanilla latte yang sedari tadi dianggurkannya di atas meja.

Aku pun mengedikkan bahu dengan pasrah. Pikirku, orang-orang seperti Hyerim lah yang mengawali kemajuan teknologi seperti saat ini. Mengapa? Karena Hyerim datang ke tempat ini melalui time machine yang kuingat ada di salah satu museum.

Untuk sekedar informasi, Hyerim adalah seorang time traveler, tapi bukannya dia bagian dari ilmuwan yang kusebut pencuri, Hyerim justru seorang penulis novel fiksi sains di kehidupannya. Menurut Hyerim, ia tengah belajar tentang kehidupanku di sini, yang akan ia jadikan bahan untuk novel terbarunya.

Tapi kami justru berakhir dengan julukan saudara kembar—karena Hyerim dan aku punya wajah serupa—dan kami juga telah membuat sebuah desain ‘hati’ yang kami gunakan untuk lomba desain grafis.

Sayang, desain yang kubuat bersama Hyerim justru dicuri oleh para ilmuwan berdompet tebal yang pekerjaan sehari-harinya mengurung diri di laboratorium.

Dan bagaimana aku bisa tahu?

Aigoo… Mereka membuat ‘hati’ itu terlihat sangat nyata. Aku hampir berpikir ‘hati’ ini benar-benar hidup.”

Ya, Hyerim telah mengambil sebuah gambar di pameran. Dimana Hyerim melihat seorang cyborg pria memiliki jantung yang terbuat dari lempengan logam dan desainnya sama persis seperti ‘hati’ yang kubuat bersama Hyerim.

Herannya, Hyerim justru merasa bangga karena hal itu.

“Apa senangnya melihat hasil karyamu dicuri? Aku tidak membuat ‘hati’ mikro itu untuk mereka gunakan seenaknya. Haruskah aku menuntut mereka saja melalui hukum? Wah, aku benar-benar merasa marah.” aku bersungut-sungut.

Tapi Hyerim justru tertawa melihat reaksiku. Sungguh, apa yang begitu lucu?

“Kupikir kau sudah banyak terpengaruh olehku, Elsa. Bukankah kau dan orang-orang yang tinggal di sini terbiasa untuk saling berbagi? Aku saja bisa merasa senang karena ‘hati’ yang kita buat bisa dimodifikasi untuk menjadi sumber kehidupan bagi sebuah teknologi canggih. Mengapa kau marah?”

Benar. Mengapa aku begitu marah?

Secara fisiologis, aku—dan orang-orang yang hidup di zamanku—tidak bisa memiliki emosi negatif. Kami terbiasa hidup saling memberi, saling berbagi. Dan kupikir, mereka bukannya mencuri desain itu dariku, melainkan memintaku untuk memberikannya pada mereka.

Mengapa aku marah?

Karena aku sudah menghabiskan lebih dari satu bulan waktuku untuk menciptakan desain itu? Karena aku memaksa Hyerim untuk tinggal bersamaku selama satu bulan itu, dan saat dia kembali ke kehidupannya kemudian kembali lagi ke zamanku, aku tahu kalau suami yang Hyerim cintai mati karena sebuah kecelakaan?

“Bagaimana pun aku melihatnya, wajahnya mirip dengan Lu Han.” Hyerim menggumam, Lu Han adalah nama mendiang suaminya, dan sekarang aku yakin Hyerim merasa senang karena cyborg yang terpejam di tengah pameran dengan jantung yang terbuat dari desain kami, hanya karena cyborg itu terlihat mirip dengan Lu Han.

“Kita harus melihatnya besok, Elsa, kumohon.” Hyerim mengambil keputusan.

Mengingat bagaimana terlukanya Hyerim saat kembali ke hadapanku dan bercerita tentang bagaimana suaminya—yang bekerja sebagai seorang ilmuwan di zaman itu—mati karena kecelakaan dahsyat yang menghancurkan tubuhnya, aku merasa tidak nyaman ketika harus membuatnya memohon seperti ini.

“Aku tidak ingin melihatnya melalui gambar. Kau harus lihat bagaimana suamiku terlihat, mengingat aku tidak bisa membawanya bermain-main ke sini dan mengenalkannya padamu.” Hyerim lagi-lagi berucap.

“Baiklah.” aku akhirnya menyerah. “Kita ke sana malam nanti.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Dan di sinilah aku. Berjalan berdampingan bersama Hyerim, mengenakan pakaian yang sama—hanya potongan rambut dan warna mantel kami saja yang membedakan—layaknya saudara kembar yang tengah menghabiskan waktu bersama.

Tidak bisa kugambarkan lagi bagaimana Hyerim terjebak dalam euforia saat melihat sosok Lu Han dalam versi cyborg ada di sana. Well, sebuah demo mode tengah diadakan di pameran ini rupanya.

Sehingga sekarang—setelah aku dan Hyerim berhasil menyelipkan tubuh di antara puluhan orang yang bisa masuk ke dalam pameran secara eksklusif—kami sama-sama bisa melihat bagaimana enam cyborg pria di tengah arena tengah unjuk diri.

“…Mereka bukan hanya sekedar robot, tapi cyborg yang bisa belajar layaknya manusia. Maka dari itu, kita tidak bisa menyebut mereka sebagai ‘cyborg’ lagi, bukan? Mulai malam ini, mereka kita sebut sebagai Humanoid!”

Suara MC terdengar menggema, mengganggu pendengaranku, sementara Hyerim tampak tidak ambil pusing. Dia kelewat terpana pada cyborg—ralat, mereka sekarang disebut sebagai Humanoid—berwajah serupa dengan mendiang suaminya itu.

“Elsa, ada yang aneh. Kupikir tubuh cyborg itu benar-benar serupa dengan Lu Han. Aku bahkan mengenali tanda lahir milik Lu Han ada padanya.” kudengar nada panik menyerang Hyerim saat ia berucap.

“Apa maksudmu?” tanyaku tidak mengerti.

Cyborg itu tidak mungkin Lu Han, bukan?” tanyanya mengejutkanku.

Sejemang, ketakutan melandaku. Pada kemungkinan jikalau enam cyborg itu adalah manusia yang telah mati dan tubuhnya telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi seorang cyborg—tidak, Humanoid.

“Jangan bercanda, mana mungkin mereka menggunakan manusia sebagai—”

“—Lu Han!” aku terkesiap ketika kudengar Hyerim menjerit, cukup keras hingga membuat atensi semua orang—termasuk enam cyborg itu—tertuju padanya.

Ke-enamnya, kemudian membalikkan tubuh, menatap ke arah aku juga Hyerim dengan pandang yang tidak bisa kuartikan. Tapi, bukan pandangan mereka yang sekarang menjadi fokusku, melainkan sederet kata yang ada di pakaian yang mereka kenakan.

Sebuah nama. Untuk masing-masing dari mereka.

“Grey. Yuta. Lu Han?—Hyerim. Kita harus pergi. Cyborg itu memiliki nama yang sama persis dengan mendiang suamimu!” aku berucap panik, lekas kucekal lengan Hyerim, berusaha menariknya pergi sementara aku tiba-tiba saja merasa ketakutan.

Ada yang salah di sini. Entah mengapa, semuanya terasa tidak benar. Adanya Hyerim di sini, juga cyborg yang ada di sana, semuanya begitu janggal dan—

DOR!

“Hyerim!” aku memekik saat sadar bahwa selongsong peluru tengah mengarah pada kami. Bagaimana aku bisa menyadari—tunggu. Apa yang aku lakukan?

“E-Elsa?” Hyerim menyadarkanku, membawaku pada kenyataan yang tengah terjadi—bahwa aku, entah bagaimana caranya, telah menggenggam selongsong peluru yang sepersekian sekon lalu akan bersarang di jantung Hyerim.

TRING!

Logam itu jatuh ke lantai, meninggalkan goresan kecil di telapak tanganku sementara Hyerim masih menatap dengan keterkejutan dalam pandangnya.

“Tangkap mereka!”

“Lari, Hyerim!”

Semuanya berlalu dengan terlampau lambat dalam pandanganku. Bagaimana aku menarik Hyerim untuk berlari mengikutiku, tanganku bergerak menghalau semua orang yang berusaha mencegah pelarian kami.

Kulihat dua orang cyborg—yang tadi masih ada di arena—sekarang berdiri di ujung pintu masuk, seolah berusaha menghalangi kami. Pandangku bahkan sempat bertemu dengan salah satunya—entah siapa namanya, aku tidak sempat membaca barisaan kata yang terukir di pakaiannya—tapi yang jelas, desingan peluru kudengar berulang kali.

Teriakan juga mendominasi. Tangisan, jeritan ketakutan, semuanya melebur menjadi satu dalam pendengaranku.

“Menyingkir!” aku berteriak pada dua cyborg di sisi pintu, dan mereka tidak berbuat apapun, hanya berdiri memandang pelarianku bersama Hyerim yang—

Tunggu. Bagaimana keadaan Hyerim!?

Aku tidak sempat melemparkan pandanganku pada Hyerim karena terlalu sibuk menghalau petugas-petugas keamanan yang entah mengapa, berbalik memburu kami.

Hey, yang Hyerim lakukan hanya menjeritkan sebuah nama, dan keadaan tiba-tiba saja berubah menjadi begitu mengerikan.

“Ber-Berhenti, El-Elsa…” lirih vokal Hyerim bisa kutangkap, ketika kami sudah berhasil berlari dari gedung mengerikan yang beberapa sekon lalu menjadi tempat kami menyabung nyawa.

“Kau baik-baik sa—” ucapanku terhenti saat melihat darah menetes ke permukaan pasir yang sekarang jadi tempat kami berpijak.

Kulihat, Hyerim bernafas satu-satu, sementara jemarinya bergetar hebat saat menggenggamku.

“Apa kau terluka?” tanyaku dengan panik, segera aku menegakkan tubuh Hyerim, memeriksa keadaannya dan kutemukan dua buah peluru berhasil menembus kulitnya.

“Aku baik-baik saja.” Hyerim berucap lirih, menyelipkan sebuah senyum di wajahnya sementara suara tetesan darahnya makin terekam dengan jelas dalam pendengaranku.

“Ayo, kita harus ke rumah sa—”

“—Tidak perlu, Els.” Hyerim memotong.

“Apa maksudmu!?” aku bertanya dengan nada meninggi.

“Aku akan kembali ke kehidupanku.” Hyerim tersenyum kecil, ia kemudian bergerak pelan, merengkuhku. “Aku sudah mengetahui semuanya sekarang.” bisik Hyerim di telingaku.

“Apa? Apa yang kau ketahui?” tanyaku makin tidak mengerti.

Hyerim, melepaskan pelukannya padaku sementara likuid bening mulai berjatuhan membasahi wajahnya. Isakan pelan bahkan terdengar lolos dari bibir Hyerim sementara ia berusaha keras untuk bicara.

“Aku tahu… kau bukan dopplegangerku, bukan juga reinkarnasi. Tapi kau… adalah aku, Elsa…”

“Apa? Apa yang kau bicara—hey! Hyerim! Tidak! Jangan pergi!” aku belum sempat mendapatkan penjelasan terhadap apa yang aku pertanyakan tentang ucapan Hyerim saat ia sudah memudar menjadi bayangan, dan akhirnya menghilang begitu saja.

Kali ini, ada secuil keyakinan dalam diriku tentang Hyerim yang tidak akan kembali. Tentang kehidupan Hyerim yang mungkin berakhir di masa lalu, tentang semua hal buruk yang tidak ingin kubayangkan.

Sungguh, pertemananku dengan Hyerim bukan sekedar pertemanan karena wajah kami sama, atau karena selera kami sama. Hubungan kami juga tidak dibangun hanya karena spekulasi bahwa kami adalah saudara kembar, atau spekulasi yang Hyerim buat sendiri tentang kemungkinan bahwa kami adalah dopple ganger, atau aku yang menjadi reinkarnasi dari dirinya.

Dia adalah teman terbaikku. Teman pertama yang begitu mengenalku dan tahu segalanya tentangku. Karena aku juga dia telah kehilangan kebahagiaannya, dan sekarang… aku tidak bisa berbuat apa-apa saat dia kesusahan.

Hey, Nona.”

Aku berbalik, menatap dua cyborg yang tengah berdiri tidak jauh dariku.

“Apa yang kalian mau, cyborg? Menangkapku?” tanyaku sarkatis, tahu benar kalau mereka pasti dikendalikan oleh remote control untuk menemukanku, bukankah begitu?

“Kami Humanoid, pertama. Dan kedua, bukankah kita sama?”

Aku menyernyit mendengar ucapan salah satu dari mereka. “Apa maksud—”

DZIIIINGG!!

Hal terakhir yang kuingat adalah rasa sakit luar biasa yang menyerang jantungku.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Kau terbangun?”

“Ya, lihat, dia terbangun.”

Aku membuka mata perlahan saat indera-ku mulai berfungsi dengan normal dan menyadarkanku kalau aku tidak sedang berada di tempat yang aman.

“Dimana… aku?” tanpa sadar bibirku berucap, sementara manikku bergerak memperhatikan sekeliling, aku tengah berada di ruangan bernuansa putih, dengan aroma anyir mendominasi.

“Cukup sulit membuatmu bisa ada di sini tanpa mereka ketahui.” aku terkesiap saat ingatanku kembali.

Samar-samar, aku ingat kalau aku tengah bicara dengan dua orang cyborg ketika rasa sakit tiba-tiba saja menyerang dan membuatku tidak sadarkan diri.

Hey, hati-hati. Jantungmu belum stabil.”

“Apa maksud—” ucapanku terhenti saat kusadari sebuah kawat tebal terhubung ke dadaku. Sebuah cermin di depan tempatku terbaring membuatku bisa melihat dengan jelas bagaimana keadaanku sekarang.

Bagian depan tubuhku terbuka, dan tidak ada organ-organ dalam tubuhku, melainkan ikatan-ikatan serat logam dan aliran listrik yang ada.

“Apa yang terjadi padaku?” aku melemparkan pandang pada dua orang cyborg yang ada di sana. Salah satunya kuingat bernam Grey, dan satu lagi… Lu Han.

“Apa kau tidak tahu? Kau juga sama seperti kami.” Lu Han berkata.

“Aku… apa?”

“Jantungnya belum stabil, Lu Han. Jangan bicara terlalu banyak padanya. Dia sudah terbiasa hidup dengan menganggap dirinya manusia, jadi akan sulit memberitahunya fakta bahwa dia juga salah satu dari kita, Humanoid.”

Humanoid? Aku? Apa yang sebenarnya sedang mereka bicarakan?

“Apa maksudmu?” tanyaku tidak sabaran.

Cyborg bernama Lu Han itu menatapku sejenak sebelum bibirnya berucap. “Keputusanmu bersama Ownermu, adalah hal paling berbahaya. Apakah kau tidak sadar, mengapa bisa seorang yang sama persis ada di kehiduapnmu? Itulah mengapa, semalam kalian menjadi buruan semua Servicer yang ada di sana.”

Owner? Servicer?” aku makin tidak mengerti.

“Kau adalah seorang Humanoid yang diciptakan oleh manusia bernama Hyerim itu, Elsa.” Lu Han menjelaskan.

Aku… apa? Aku adalah seorang Humanoid? Bagaimana mungkin? Aku seorang manusia. Sungguh. Bagaimana mereka bisa—

“Tidak. Tunggu. Bagaimana aku bisa percaya pada kalian? Bagaimana jika kalian atau orang-orang yang lainnya telah melakukan hal buruk terhadapku? Hyerim. Bagaimana dengan Hyerim? Dia terluka parah semalam dan aku bahkan tidak bisa tahu apa dia masih baik-baik saja sekarang.”

Aku bicara meracau. Pikiranku sungguh kalut sampai rasanya aku tak lagi bisa mengingat dengan baik. Aku tahu aku seharusnya tidak berdiam di sini dan berlari mencari cara untuk bisa mengetahui keadaan Hyerim tapi aku justru membeku di sini.

Apa yang salah denganku?

“Hyerim sudah mati di kehidupannya, Elsa. Jantungmu mungkin terbuat dari logam, tapi Hyerim telah membantumu untuk hidup layaknya manusia. Tidakkah kau lihat bagaimana jantungmu terbentuk? Kau pasti sangat mengenal rupanya, bukan?”

Atensiku lagi-lagi beralih pada cermin di seberang. Bisa kulihat, sebuah ukiran ada di jantung mekanik yang tengah bergerak memompa tenaga plasma berawarna biru. Desainnya sama persis seperti yang aku dan Elsa ciptakan. Desain yang juga ada di jantung cyborg bernama Lu Han ini.

“Apa kau masih tidak mengerti? Kau adalah Hyerim, Elsa. Dia datang ke kehidupanmu untuk mempermudahmu hidup membaur bersama manusia. Bukannya menyayangkan bagaimana Hyerim mungkin mati di masa lalu… tapi karena kematiannya lah, kita semua ada di sini.

“Tidakkah kau lihat, bahwa kau dan aku, diciptakan oleh dua orang yang sama?”

Aku menatap Lu Han saat mendengar penuturannya. Entah bagaimana, semuanya mulai terlihat jelas dalam pandanganku. Tentang bagaimana Hyerim datang ke kehidupanku dan memaksaku untuk melakukan ini-itu yang tidak kusukai dan tidak pula pernah kulakukan.

Jelas sudah alasan yang membuat Hyerim ingin aku bertemu dengan Lu Han dalam versi cyborg ini. Karena di masa lalu, kebahagiaannya telah direnggut. Dan jika memang benar, maka semua ini adalah rencana Hyerim, bukankah begitu?

Pertemuanku dengannya, terciptanya Lu Han, Grey, dan Humanoid lain… juga adanya aku di kehidupan ini. Apakah di masa lalu, adanya Humanoid ini diawali oleh usaha Hyerim dan segelintir orang lainnya yang tidak kuketahui?

“Jika memang begitu… jadi… alasan yang membuatku selalu ingin melindungi Hyerim saat ia ada di sini, alasanku begitu memercayainya dan mengkhawatirkan keadaannya… bukan karena aku peduli padanya sebagai sahabat, melainkan karena aku adalah dirinya, dan dia adalah aku?”

“Ya, Elsa…”

Aku akhirnya menatap Lu Han.

“Kalau memang benar seperti itu, mengapa kita tidak melakukan hal yang sama?” tanyaku membuat Lu Han berdiam sejenak.

“Apa maksud ucapanmu?” tanyanya.

“Kalau kita tidak bisa kembali ke masa lalu… bukankah kita bisa hidup bersama dengan orang-orang yang peduli pada kita, seperti caraku dan Hyerim hidup selama ini?”

Lu Han, mengerjap beberapa kali sebelum dia akhirnya bicara.

“Itu tugasmu Elsa, untuk mengajarkan pada Humanoid lain tentang bagaimana caranya hidup selayaknya manusia.”

Dan ya, jika aku memang benar seorang Humanoid, melihat bagaimana aku bisa merasa sedih karena kehilangan Hyerim… dan bagaimana aku begitu senang saat mengetahui kalau Hyerim adalah seseorang yang memberiku kehidupan…

Jika Humanoid lain sekarang tidak memiliki perasaan dan hanya hidup layaknya robot, bukankah kami—para Humanoid—suatu hari nanti pasti bisa hidup berdampingan dengan manusia?

Manusia awalnya menciptakan Negara Tunggal untuk membuat manusia saling berbagi kasih dan cinta juga perdamaian, bukankah begitu?

██║│█║║▌    STEEL HEART —  │█║║▌║██

Hey, Hyerim-ah, kau tahu kalau aku sangat mencintaimu, bukan?”

“Tentu saja, Lu Han. Kau juga tahu kalau aku sangat mencintaimu.”

“Kalau begitu… kau juga tahu kalau negara ini sudah tidak aman lagi bagi kita berdua untuk bertahan di dalamnya…”

“Aku tahu…”

“Lalu apa yang harus kita lakukan? Aku tidak ingin berpisah denganmu, Hyerim-ah. Aku tidak ingin kita terpisah meski perang tiba-tiba saja terjadi di kemudian hari.”

“Apa yang kau rencanakan, Lu Han? Bukankah… kau selalu bicara seperti ini jika kau sudah punya sebuah rencana?”

“Ya, aku memang punya rencana.”

“Apa itu?”

“Kita ciptakan dua orang yang serupa dengan kita, tapi bisa hidup selama mungkin, dan bisa saling memiliki satu sama lain.”

“Apa maksudmu?”

“Kau tahu aku bekerja di bidang apa, bukan? Kita bisa ciptakan dua orang robot yang sama persis denganmu, dan aku. Lalu kita simpan mereka berdua. Suatu hari nanti… keduanya akan terbangun. Dan jika mungkin… mereka akan saling mencintai, selayaknya kita berdua.”

THE END.

IRISH’s Fingernotes:

A little late-birthday-gift for Elsa ;*

Happy birthday, Els! Yaampun, Elsa udah bertambah tuir satu tahun, dan aku kayaknya telat ngucapinnya ;p telat juga ngasih kadonya, WKWKWK. Abisnya, mikir keras mau bikin melodrama ala Luhan atau ngebuat Elsa masuk dalem epep, dan ujung-ujungnya… masukin Elsa dalem epep dong LOOOOOLLL :’DDDDD

Eniwei Els, kutau dirimu mungkin lebih cinta saat aku buat si Luhan sama Hyerim hidup bahagia tapi di sini, di masa depan yang enggak tau bakal ada atau enggak, Elsa sama Lu Han doooooonggg WKWKWKWKWKWK.

Bisa dibilang ini njelimet ya Els, mianek… efek aku kepikiran banyak hal saat ngetik epep ini. Kangen nulis Sci-fi tapi kangen juga Fantasy ))))): apa daya, aku lebih kangen sama sci-fi daripada fantasy, dan kangen banget gitu bikin yang ber-aura robotic gini.

Ini epep ber-genre utopia pertama loh di sini, Els. Fyi, ini before-story dari salah satu epepkuh yang di sana… utopianya berubah jadi distopia, LOL.

Yaampun kumau ngetik apa lagi :’) yang jelas, atu persatu orang dapet Sci-Fi saat mereka besdey (lirik korban sebelumnya, Kak Anne) dan kubahagia Els bisa masukin dirimu sama Hyerim plus Luhan dalam satu scene yang enggak komedi, enggak juga jadi gak masuk akal. (maksudnya, MASUK AKAL KAN KALO ELSA ITU ADA DI MASA DEPAN, VERSI ROBOT, IDUP BARENG LOHAN, wkwk)

Kayaknya, sekian aja dariku. Mianek kalo ini telat pake banget, efek idenya baru mencungul abis solat isya’ tadi T.T

P.s: ELSA, PIBESDEY, WISH YOU ALL THE BEST! CEPET PULANG KE INDO, NANTI KAKAKMU INI YANG TRAKTIR DIRIMU JALAN2 HEPI KELILING KOTA, SAMBIL MELIHAT-LIHAT PEMANDANGAN YANG ADA (APAAN) XDDDD

P.p.s: bersenang-senanglah para jombz, karena di jamannya si Elsa idup ini, selain ada robot-robot cogan, di sana juga wajib kawin sebelum dua tujuh :”) say gudbye to jomblo, gitu.

P.p.p.s: diriku mulai tobat ngetik epep rated, berkat semalem ngimpi dicekik sama bias (apaan banget, Rish, baru juga bikin epep rated beberapa biji), kujadi merasa berdosa :”D so… diriku welkaming maiselep sama skaifi dan pantasi :”)

.

.

.

IRISH SHOW
[ https://beepbeepbaby.wordpress.com/ ]
Iklan

6 pemikiran pada “[ONESHOT] STEEL HEART — IRISH`s Tale

  1. Ping balik: [LUHAN BIRTHDAY PROJECT] STILL HURT — IRISH`s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  2. SETELAH BERES MANDI BARULAH AKU BISA KESURUPAN NINGGALIN VIGNETTE DI BOX KOMEN

    Awalnya aku teh gak baca all castnya. Cuman baca sampe Lu Han x Kim Hyerim. Tau-tau rasanya nyaris keselek pas masuk cerita “In Elsa’s Eyes” ya lord kak rish, ini baru pertama kalinya Hyerim-Luhan feat Elsa dalam satu fiksi ahahahah.

    Beidewei aku masih di spanyol kok wkwkwk. Dan pas liat genre. YASH SKAIFI YASSH YIHIYYY UDAH LAMA GAK BACA SKAIFII

    Awalnya aku pikir. Hyerim sama si Elsa teh emang kebetulan wajahnya sama atau gak reinkarnasi. Dannn ehhh… Hyerim kamu kok kayak Yoo Soojoon wkwk time traveler, kak rish tau aja ane masih demam TWY WKWKWKWK /abaikan/

    Lalu rasanya nyesss dung cesss pas tau Luhan dari zaman si Hyerim itu udah mati mana kecelakaan tapi pas tau bakal ada humanoid yang serupa sama Luhan, kirain bakal berakhir sama si Hyerim eh nyatanya……. nyatanya kemenemukan fakta (meski meleset wkwkwkwk) kirain si Hyerim teh gak tau apa-apa masalah humanoid itu, ane terkecoh “Aku sudah mengetahui semuanya sekarang.” — “Aku tahu… kau bukan dopplegangerku, bukan juga reinkarnasi. Tapi kau… adalah aku, Elsa…” ane kira si Hyerim baru tau kalo dia itu bakal dijadiin robot sama ilmuan bareng Luhan juga digituin, nyatanyaa… meleset -___-

    NYATANYA WAAAKKKKK KUINGIN BERTERIAKKK. ELSA DAN LUHAN ITU HUMANOID YANG DIBUAT SEPASANG SUAMI-ISTRI YANG TRAGIS ITUUUUU. SAKING SALING MENCINTAI, HYERIM-LUHAN SAMPE BUAT HUMANOID YANG SERUPA SAMA MEREKA BIAR BERSAMA KELAK WKWKWKWKWKWKWKKWK. DAN SI HYERIM SENGAJA BERTRAVEL BIAR SI ELSA BISA JADI MANUSIA, RALAT, BIAR BISA BERTINGKAH SEPERTI MANUSIA.

    “Eniwei Els, kutau dirimu mungkin lebih cinta saat aku buat si Luhan sama Hyerim hidup bahagia tapi di sini, di masa depan yang enggak tau bakal ada atau enggak, Elsa sama Lu Han doooooonggg WKWKWKWKWKWK.” <— bener, ane lebih suka hyerlu bersama tapi rasanya gak bisa menahan bahagia kalo di masa depan ane sendiri yang sama Luhan wkwk /ga/ dan beidewei kak rish kubaper tingkat dewa di scene terakhir hyerlu wkwkwkwk. Yang tragis tak bisa bersama akhirnya ngebuat robot ya lord pinter ya merekah ;(

    "dan kubahagia Els bisa masukin dirimu sama Hyerim plus Luhan dalam satu scene yang enggak komedi, enggak juga jadi gak masuk akal." <— entah kenapa kok kumau tertawa semacem liat Mas Erwin nyempil di bday kak ne /senggol @neurosistoexo / WAKAKAKAK

    Aku gak tau mau ngomong apa lagi, kuzuka kadonya kak rish thanks a lot yaaa kusayang kak rish yheayy ❤❤😽😽😽 terimakasih udah masukin ketiga makhluk astral ini di 1 fiksimu kak wkwkwk. Baca nama Elsa di sini nyaris buat ane kezelek wkwkwkwkk. Dan ya tunggu aku pulang yaa, janji ajak-ajak aku jalan-jalan keliling kota wakakakak.

    Eh itu p.p.s-nya berfaedah sekali kak rish, di jamannya si Elsa gak ada jomblo sama sekali wkwkwk. Dan selamat datang kembali dari dunia non mature, kebayang kalo ini fic bday genre mature bukan kezelek lagi tapi ane kejang-kejang wakakak

    SEKALI LAGI, THANKCHUUUU SO MUCH KAK IRISSEUU ❤❤❤

    • ELS, MIANEK BARU BALES, TAPI GAPAPA KUBALES SAMA PANJANGNYA KOK TENANG AJA WKWKWKWKW
      Jadi, awalnya ceita ini mau kubuat bukan POV Elsa, tapi terus aku pikir2 di XX ini cukup dominan juga, jadi sekalian aja dibuat Elsa, Win-Win! Dapet Elsa, dapet Hyerim XD cucok kan?
      ADUH, diriku juga udah lama engga buat skaipi… kangen binggo rasanya sampe pas berhasil ngetik skaipi rasanya pengen kupeluk-peluk epepnya, huhu, bayi-bayi kesayanganku :”)
      IN BTW, TWIST YA, WKWKWKWKWKWKW PASTI ENGGA KEPIKIRAN KALO ELSA HYERIM ITU ORANG YANG SAMA DAN ATUNYA DARI MASA LALU, YANG DI MASA DEPAN DIBUAT SAMA YANG DI MASA LALU, KAN GREGET GITOH RASANYA WKWKWKWKWKWKWKW XD XD XD XD
      Dan yes, alhamdulillah kalo dirimu demen karena dibuat Elsa Luhan di sini XD karena jarang banget kayaknya yang buat Luhan-Elsa di EXOFFI, diriku yang pertama kah? XD wkwkwkwkwkwkwkwk
      YAAMPON IYA, MAS ERWIN JUGA PERNAH MASUK DALEM EPEP, WKWKWKWKW, NANTI DEH MAS ERWIN KUMASUKIN LAGI BIAR GREGET XD WKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWK
      Sama-sama Elsa ~~ Yaampun kamu udah tambah tuir :’P adek unyu-unyuku yang jadi separo turis karena tinggal di elspagnolia XD wkwkwkwkwkwk diriku udah tobat dari jiwa mature XD udah balik remaja ini XD /berasa DID/ XD
      SAMA-SAMA ELSA. SINI KECUP :*

    • GWENCHANA KAK IRISH AHAHAHAHA.

      Cucok kak cucookk, elsa-hyerim duet bersama luhan huhuhu XD XD
      Aku juga kangen baca skaipi sama jarang buat skaipi, baru 2 biji ffku yg skaipi, butuh ide kak rish wkwkwk.

      TWIST SEKALI KAK RISH TWIST, DIKIRA MEREKA DOPPLEGANGER ATAU GAK REINKARNASI EH NYATANYA 1 ORG YG SAMA NAMUN 1 MAH MANUSIA, 1 ROBOT. 1 DARI MASA LALU, 1 DARI MASA DEPAN. NTAP.

      Aku demen aja walau lebih cinta hyerlu /plak/

      DIRIMU YG PERTAMA BUAT ELSA-LUHAN KAK, YANG PERTAMA MEMBUAT HYERIM SM ANE MESTI JAMBAK-JAMBAKAN KARENA DIA MERASA GAK ADIL DI DUNIA FIKSI ITU HARUSNYA DIA YG SAMA LUHAN, BUKAN ANE. DIRIMU YG PERTAMA YG MEMBUAT ENDING ELSA-LUHAN, setelah itu barulah kak eki @shaekiran yang membuat elsa-luhan bersatu di ff sampe nikah /showeran/

      PLISS KAK RISH SEMUA TOKOH NYATA MASUKIN AJA BIAR GEREGET KAK XD XD KENAPA DI HOLMES SUAMINYA REEN ITU BAEKHYUN? KENAPA GAK MAS ERWIN LAGI AJA AHAH /DITAMPAR/

      Iya aku udah tuir kak rish :”D diri ini kalo di sini antara turis sama gak sih kadang. Kalo lagi jalan2 turis, kalo lagi ngesot2 berarti orang spanyol /ga/

      TERUSKAN JIWA REMAJAMU KAK RISH BIAR AWET MUDA XD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s