SPRING FALLING -by AYUSHAFIRAA

Junmyeon (26) disebut pedofil gara-gara suka sama Ahra (17). Terus apa kabar Luhan (27) yang suka sama Hyerim (16)?

‘SPRING FALLING’

A fanfiction by AYUSHAFIRAA

`Starring Xi Luhan x OC’s Kim Hyerim with special appearance Kim Junmyeon x Yoo Ahra`

|| Fluff, Romance ||

// Teen // Oneshot //

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

♡ Wattpad ♡ Kakaostory ♡

© AYUSHAFIRAA, 2017. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

.

.

.

Suasana kantor sore itu terlihat sibuk dengan karyawan-karyawannya yang masih mengurusi pekerjaan mereka yang belum selesai. Sementara di ruangan Sekretaris Kim, pria tampan yang dikenal sebagai bos muda di kantor itu juga terlihat sibuk. Bukan sibuk karena pekerjaan, melainkan sibuk menata kembali penampilannya agar terlihat semakin tampan di kencannya sore ini.

“Luhan-ah!” panggil seorang pria tampan berkulit putih susu yang tak lain adalah Kim Junmyeon, sekretaris pribadi Xi Luhan si bos muda itu.

Luhan berpaling, “Ada apa?”

“Sudah waktunya kita menjemput Hyerim dan Ahra di sekolah, Ahra sudah me-misscall-ku berkali-kali.”

“Aku mengerti,” pria itu mengangguk, namun tak kunjung beranjak dari depan cermin panjang di ruangan Junmyeon. “Apa aku sudah terlihat sempurna?”

Junmyeon memutar bola matanya malas, “Ya, ya, ya. Terserahlah.”

“Pokoknya kencanku hari ini harus berjalan sesuai rencana, oke?”

“Kau tidak perlu meragukan aku dan Ahra, Luhan-ah. Memangnya kau lupa ya kalau kamilah yang berhasil menjodohkan kalian?” si sekretaris mulai bertingkah sok keren. “Sudahlah, ayo cepat! Bisa-bisa Ahra kesal karena kelamaan menungguku.”

Ya, kurang lebih seperti itulah keseharian pria-pria matang yang sudah cukup umur untuk menikah itu. Luhan dan Junmyeon memang bersahabat sejak kecil, jadi tak masalah bagi Junmyeon untuk memanggil nama saat sedang berduaan. Keduanya sama-sama mengencani siswi di SMA yang sama, dan sering menghabiskan waktu untuk berkencan bersama juga ke manapun.

“Kalian bekerja yang benar ya?! kutunggu pekerjaan kalian malam ini juga! Aku dan  bos pamit pulang duluan!” ucap Junmyeon pada para bawahannya. Sementara Luhan hanya bersikap sok cool di depan para karyawannya.

“Ah, baik, Pak!”

“Biar kutebak pasti Sekretaris Kim akan pergi menjemput kekasihnya yang baru pulang sekolah.”

“Sekretaris Kim itu pedofil, ya? masa suka pada gadis yang umurnya jauh sekali dengannya?”

JLEB!

Sialnya, yang mendengar percakapan pelan para karyawan itu adalah Luhan yang berjalan di belakang Junmyeon. Junmyeon saja yang umurnya ‘hanya’ berselisih 9 tahun dengan kekasihnya dibilang pedofil, lalu apa kabar dengan dirinya yang berselisih umur 11 tahun dengan Kim Hyerim?

“Kau sedang apa disitu, Bos?” tanya Junmyeon setelah menyadari Luhan tak mengikutinya dan hanya berdiri mematung dengan ekspresi mengkhawatirkan.

“Yak! Kalian!” Luhan mengacungkan telunjuknya secara horizontal ke arah dua karyawannya yang masih asik bergosip tentang kepedofilan Kim Junmyeon. Dua karyawan yang ditunjuk Luhan pun gugup setengah mati. “Siapa nama kalian?”

“Saya Oh Sehun.”

“Saya Kim Jongin, Pak.”

Bos muda itu menganggukkan kepalanya, bersiap menghafal nama dua karyawannya yang akan segera mendapat surat peringatan langsung darinya esok hari. “Oh Sehun dan Kim Jongin, ya? ah, ya sudah, kembali bekerja!”

“Ada apa sih?” Junmyeon jadi penasaran saat Luhan mulai mengambil langkah menghampirinya.

“Kau tuliskan surat peringatan untuk dua karyawan bernama Oh Sehun dan Kim Jongin, ya? aku mau besok mereka sudah mendapatkan suratnya.”

“Lho? Memangnya mereka kenapa?”

Luhan tak menjawab pertanyaan kedua Junmyeon dan hanya berlalu melewati sekretarisnya itu untuk berjalan lebih dulu.

.

.

.

“Om…”

Luhan berpaling sebentar untuk melihat gadis imut berseragam sekolah yang saat ini sudah duduk tenang di sebelahnya di dalam mobilnya. Gadis imut itu terlihat menunduk dan mengerucutkan bibir, tak melihat ke arahnya.

“Ada yang ingin kau katakan, Hyerim-ah?”

“Masa sudah berhari-hari ini aku dan Ahra dibilang cabe-cabean oleh teman sekelas kami.” Curhat Hyerim, si gadis imut kekasih Luhan.

Kening Luhan berkerut, “Kok bisa?”

“Karena aku dan Ahra ketahuan pacaran dengan om-om, Om! Ish!”

Lagi-lagi, kenyataan yang tak dapat Luhan terima. Memangnya ia setua apa sih? Memangnya ada ya hukum yang melarang pria seumurannya berkencan dengan seorang gadis SMA?

“Berhenti dulu di sini, Om!” pinta Hyerim. Luhan pun menurut dan memberhentikan mobilnya di tepi jalan.

Hyerim menuntut Luhan menatap matanya dalam-dalam sebelum akhirnya berkata, “Om mau ya lepas pakaian Om?”

Wajah Luhan memerah, lepas pakaian katanya?

“U-un-untuk apa, Hyerim-ah? Tidak! tidak! Kau belum cukup umur!”

“Apaan sih, Om? Maksudku, Om berganti pakaian dengan pakaian-pakaian biasa saja saat berkencan denganku. Seperti, kaos lengan pendek dan celana jeans misalnya? juga, sepatu sport?” pandangan Hyerim bergerak dari atas ke bawah, mengamati penampilan Luhan yang terlampau rapi dengan setelan jas dan sepatu hitam mengkilat.

“Ah begitu, ya? kukira apa.” Akhirnya Luhan bisa bernafas lega. Pikirannya kotor sekali sih!

“Hallo, Ahra-ya? ah belum, aku baru saja mengatakannya pada Om Luhan. Apa?! Jadi Om Junmyeon sudah berganti baju?! Cepat sekali!” Hyerim heboh sendiri dengan telepon yang menempel di telinganya. gadis itu lalu menoleh ke belakang di mana mobil Junmyeon yang mengangkut serta Yoo Ahra juga berhenti tepat di belakang mobil yang ia tumpangi sekarang. Saat lebih diteliti lagi, benar saja kalau Kim Junmyeon sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang dibawa Ahra.

“Huh! Pokoknya kita tidak boleh kalah, Om!”

“Kalah apanya?” tanya Luhan tak mengerti.

Hyerim mengambil tasnya di jok belakang, mengeluarkan beberapa pakaian yang sengaja dibawanya untuk dipakai oleh kekasihnya detik ini juga. “Ini! cepat pakai, Om!”

“Apa?! Sekarang?!”

“Iyalah!”

“Di sini?!”

Hyerim mulai malas untuk menjawab pertanyaan Luhan.

“Teman Om saja sudah berganti pakaian barusan, tidak malu tuh!” Ujar Hyerim sembari menunjuk ke arah mobil Junmyeon di belakang sana.

“Apa?! Jadi Junmyeon berganti pakaian di depan… aish! Yang benar saja pria itu! dasar tidak punya urat malu!”

Hyerim menopang dagunya, memandangi semburat merah di pipi Luhan. “Memangnya Om punya malu ya? hihi. Kalau Om punya malu, Om pasti tidak akan mau berpacaran dengan gadis bau kencur seperti aku.”

.

.

.

Setelah mengata-ngatai Junmyeon tak punya malu karena berganti pakaian di depan kekasihnya sendiri yang masih SMA, Luhan terkena batunya. Pada akhirnya Luhan sama tak punya malunya dengan lelaki yang ia kata-katai itu.

Sesampainya di tempat tujuan kencan mereka yakni taman kota, Luhan dan Junmyeon keluar dari mobil mereka masing-masing dengan tak lagi mengenakan setelan jas yang semula mereka kenakan. Keduanya keluar dari mobil dengan berlagak seperti bintang papan atas yang terkena efek angin dan slowmotion. Kaos putih lengan pendek, celana jeans, dan sepatu sport, menyempurnakan penampilan mereka yang kini terlihat lebih muda dari biasanya.

“Nah, kalau beginikan tidak akan ada lagi yang memandang kita dengan tatapan aneh saat berkencan!” Hyerim dengan bangganya menggandeng lengan Luhan. Luhan membenarkan poni dan letak kacamata hitamnya, menunggu Hyerim memuji ketampanannya.

“Om jadi semakin tampan!”

Luhan seketika memasang wajah cemberut, “Tampilan sudah berubah sekeren ini kok masih dipanggil Om, sih? Panggil ‘Oppa’ kek sekali-kali.”

Gadis itu tertawa, Luhan yang saat ini di sampingnya benar-benar menggemaskan seperti bayi besar. “Iya! Iya! Oppa tampan sekali ya, jadi makin sayang.”

“Huwaaa!~ Om Luhan tampan sekali!” mata gadis yang digandeng mesra oleh Junmyeon pun berbinar dan memancarkan bentuk-bentuk love setelah melihat kekasih temannya itu ‘sedikit’ lebih tampan dari kekasihnya hari ini.

“Yak, Yoo Ahra! Jaga pandangan matamu!” Junmyeon menangkup pipi gadisnya, memaksa gadisnya untuk melihat ke arahnya saja.

“Aish! Iya, Om! Ahra janji tidak akan nakal lagi!” ucap Ahra sok imut.

“Ya sudah kalau begitu, kalian…” Luhan memberi kode berupa lirikan misterius yang langsung bisa dimengerti Junmyeon.

Junmyeon mempererat rangkulannya pada Ahra, “Kami pergi dulu, ya, Hyerim-ah! Kebetulan kami ingin mencari tempat bagus untuk berduaan. Sampai ketemu lagi nanti!”

“Lho, kenapa? Aku kan ingin ikut mereka!” rengek Ahra saat Junmyeon mulai membawanya jauh-jauh dari pasangan Luhan-Hyerim.

“Sssht! Hari ini Luhan akan melamar temanmu!” ujar Junmyeon, berbisik. Bisikan Junmyeon itu sontak membuat Ahra tersedak saking terkejutnya.

“Om Luhan? Melamar Hyerim?” tanya Ahra masih dengan raut tak percaya. Junmyeon mengangguk mantap.

“Jadi… Hyerim akan dilamar malam ini, ya?” gumam Ahra, cemberut. “Terus, aku kapan dilamar, Om?”

Kini gantian Junmyeon yang tersedak,

“Ulang tahunmu kan masih lama.”

.

.

.

Setelah berjalan-jalan membeli sedikit barang-barang yang –sebenarnya tidak terlalu- Hyerim butuhkan dan menikmati makan malam berdua di sebuah restoran ternama, Luhan mengajak Hyerim kembali ke taman. Selama mereka berjalan, Luhan tak bisa mengontrol rasa gugupnya sampai-sampai Hyerim sempat mengira kalau pria itu sakit.

“Akhirnya kita sampai juga.” Ucap Luhan, lega setelah dirinya berhasil mengajak Hyerim untuk berdiri di bawah sebuah pohon.

Oppa ini kenapa sih sebenarnya?” tanya Hyerim keheranan.

Luhan menggaruk tengkuknya sambil berusaha menutupi kenyataan kalau dirinya saat ini tengah berusaha keras menghafal kembali kata-kata yang sudah ia hafalkan sejak lama.

“Hyerim-ah, selama ini aku sudah sangat bersyukur bisa memiliki seseorang seperti dirimu. Kau gadis muda yang memiliki segalanya yang tak dimiliki oleh gadis dewasa lainnya. Aku tidak peduli orang akan berpikir apa tentangku, tentang kita, atau tentang dirimu. Yang pasti, aku tidak ingin kau menghilang dariku. Jadi, untuk itu… maukah kau-” bola mata Luhan melirik ke atas pohon, mencari-cari sosok-sosok yang pada akhirnya tak ditemukannya.

“’Maukah kau-‘ apa?” gadis di depannya kemudian menagih dengan antusias lanjutan kata-kata romantis Luhan barusan.

Drrrt…drrttt…

“Tunggu sebentar, Hyerim-ah.”

Hallo?” baru saja beberapa detik Luhan menerima panggilan, lelaki itu langsung bergerak cepat menutup sambungan teleponnya.

“Kita harus pindah pohon…” gumam Luhan.

“Pindah pohon?” Hyerim mengerutkan keningnya, tak mengerti.

Lelaki itu menarik Hyerim untuk kembali berdiri di bawah sebuah pohon lainnya.

“Jadi, untuk itu… maukah kau menjadi bagian dari diriku? Menjadi… istriku?”

Srash~

Entah ratusan atau mungkin ribuan kelopak bunga berwarna merah muda jatuh bertebaran secara perlahan-lahan di momen paling mengesankan di hidup Kim Hyerim malam itu. Xi Luhan, seorang om-om yang sudah sekitar setengah tahun ini menjadi kekasihnya tiba-tiba saja melamarnya dengan kata-kata awalan super manis menggetarkan hati.

“Kau… diam?” Luhan semakin bertambah gugup, takut gadisnya itu akan menolaknya mengingat selisih umur mereka yang cukup jauh.

“Kalau aku menjawab ‘aku mau’, apa Oppa juga mau untuk menungguku beberapa tahun lagi? Aku kan masih SMA, belum lagi setelah selesai SMA aku ingin berkuliah untuk mewujudkan cita-citaku.”

Binar bahagia di wajah Luhan tak bisa disembunyikan lagi. Walau harus menunggu Kim Hyerim untuk siap menikah dengannya beberapa tahun lagi, Luhan rela. Asalkan, gadis itu adalah Kim Hyerim.

“Aku akan bersabar menunggu! Ayo kita menikah dalam beberapa tahun lagi, Hyerim-ah!”

Hyerim mengangguk semangat, mengiyakan ajakan Luhan tersebut.

“Aku mencintaimu…” Luhan menangkup kedua pipi gadisnya, perlahan tapi pasti, lelaki itu bergerak mengikis jarak antara wajahnya dan wajah Hyerim…

“OH TIDAK! OM, LIHAT! MEREKA AKAN BERCIUMAN! AKU TIDAK SABAR SEKALI INGIN MELIHATNYA!”

Luhan menepuk dahinya sendiri, kehebohan kekasih Kim Junmyeon itu telah berhasil membuat kekasihnya menenggakan kepala untuk melihat ke atas pohon dan mendapati sosok Junmyeon yang sedang menutup mulut Ahra.

“Ya ampun! Jadi sedaritadi kalian ada di atas sana?” tanya Hyerim sembari tak kuasa menahan tawa. “Jadi di atas sanalah tempat bagus bagi kalian untuk berduaan, betul begitu, Om Junmyeon?”

“Tidak juga sih, Hyerim-ah. Di atas sini banyak sekali nyamuk. Tapi karena permintaan Luhan, kami rela memberikan darah kami untuk nyamuk-nyamuk itu!” ujar Junmyeon, menyedihkan.

Ahra mengangguk, “Iya, Hyerim-ah! Lihat nih! Wajah cantikku jadi bentol-bentol!”

Hyerim tak bisa berhenti tertawa, tingkah teman-temannya itu sangat menggelikan.

“Ya sudah! Sudah, sekarang cepat kalian turun!”

.

.

.

Oppa, terimakasih untuk malam yang indah ini, ya!” ucap Hyerim tersenyum lebar. Luhan baru saja mengantarnya sampai depan rumah.

“Sama-sama, Hyerim-ah.”

“Oh iya,” Hyerim yang semula hendak keluar dari mobil Luhan kemudian mengurungkan niatnya sebentar. “Jadi kelopak bunga yang jatuh tadi itu, Om Junmyeon dan Ahra yang menaburkannya dari atas pohon?”

Luhan terkekeh sambil menggaruk tengkuknya, menahan malu. “Ya, kira-kira begitulah.”

“Kreatif sekali! Aku nyaris mengira bunga-bunga itu berguguran sungguhan!” gadis itu kembali tertawa mengingat wajah aneh Junmyeon dan Ahra saat kepergok olehnya sedang berduaan di atas pohon. “Ya sudah, aku pamit, ya!”

“Eh, tunggu dulu!” Luhan menahan Hyerim yang hendak keluar dari mobilnya. “Kalau boleh aku tahu tentang cita-citamu, kau ingin menjadi apa?”

Bibir Hyerim melengkung, tersenyum menatap Luhan yang akhirnya mau bertanya tentang apa yang selama ini ia cita-citakan.

“Menjadi chef terbaik untuk suami dan anak-anakku di masa depan.”

Adegan ciuman di bawah pohon tadi tidak gagal, mungkin hanya sedikit tertunda. Karena buktinya, dua insan itu kini saling menautkan bibir mereka satu sama lain, larut dalam ciuman hangat yang sangat lembut dan penuh cinta tanpa menginginkan sesuatu yang lebih lagi.

“Selamat malam, Om! Hyerim sangat mencintai Om!” teriak gadis itu tepat setelah keluar dari mobil Luhan. Gadis itu kemudian berlari ke dalam rumahnya dengan tanpa merasa berdosa telah meninggalkan Luhan yang masih tak sanggup berkata-kata setelah mendapat ciuman tiba-tiba darinya.

“O-o-om juga! Jangan lupa mimpi indah, ya, Hyerim sayang!”

SPRING FALLING –END.

Happy Birthday Elsa siempunya hak paten atas Kim Hyerim, yang katanya istrinya Om Luhennn!~~ Ane dadakan bikin ini ff buat ngejar momen sweetsixteen-nya dirimu dan baru jadi jam seginih yuhuuu betapa sosweetnya kan 😝 Semoga yang selama ini menjadi delusi jadi kenyataan ya! wkwk jangan lupa bahagia juga ya, Els!^^ Lafyuuu dah pokoknya~ /ehenggadeng /lafyuhanyauntukmamassuhoku /plak😂

Iklan

9 pemikiran pada “SPRING FALLING -by AYUSHAFIRAA

  1. Ping balik: [SUHO BIRTHDAY PROJECT] A Propose Gift – HyeKim | EXO FanFiction Indonesia

  2. “Junmyeon (26) disebut pedofil gara-gara suka sama Ahra (17). Terus apa kabar Luhan (27) yang suka sama Hyerim (16)?” <— WATDEHEL AKU KEZELEK KAK AYU AHAHAH YA ALLAH INI UDAH ADA EFEK2 KOMEDI MASYA ALLAH WKWKWKWK

    EH EH EH SI KAIHUN JUGA APA-APAAN NZER YA IH, LUHEN-JUNMEN PEDO TAPI SAYANG HYERIM-AHRA YA /lalu toss sama kak ayu/

    Eh sumveh aku tuh baca ini sambil makan. Akhirnya ngekek sampe batuk2 mana ketelen cabe ya lord wkwkwkwk.

    “Masa sudah berhari-hari ini aku dan Ahra dibilang cabe-cabean oleh teman sekelas kami.”

    ASTOGEH CABE-CABEAN. PAKABAR JI EUNTAK YANG NIKAH PLUS PACARAN SAMA KIM SHIN YANG UMURNYA UDH 900 TAHUNAN?! Eh ini teh Hyerim-Ahra macem Euntak ya "Ahjussi saranghaeyo" /sambil aegyo/lalu dibuang/

    DAN INI SUMVEH LAGI YA KAK YU, SETIAP HYERIM MANGGIL LUHAN 'OM' ITU ADA KEGELIAN YANG INGIN KUTERTAWAKAN YA ALLAH AHAHAHAH. Dan idih Luhan mesum ya ke anak SMA, buka baju mikir apa Lu? Mikir apa? Wkwkwkwk, bilang Junmen gak tau malu, sendirinya juga ganti baju depan Hyerim WKWKWKWKWK. Dats raight Hyerim, kalo Luhan punya malu gak mungkin pacaran sama anak bau kencur WKWKWKWK.

    DAN ITUUU WAKKK FOTO SUAMI KITA DI PAJANG-PAJANG 😍😍😍 LUHANKUUU GANTENG SEKALEEHHH ❤❤😽

    "Terus, aku kapan dilamar, Om?" <— wkwk Ahra, si Suho lagi ngumpulin duit dulu nak sabar yak tar juga dilamar /eh/ wakakakak

    DAN AKKHH KAK YU, KUCINTA KAK YU. INI SUKSES BUAT AKU JELIMPANGAN. DARI SEMUA FF HYERLU YG BERTEBARAN DI SWEET SIXTEEN INI SAMPE RASANYA INGIN MIMISAN, FF INI YG PLG FLUFFY PEN UYEL2 DAN KOMEDI BIKIN GULING-GULING T~T

    "Kita harus pindah pohon…" WAKAKAK ANE NGEKEK SUMPAH, UDAH YAKIN SALAH POHON MASYA ALLAH. LALU LALU AAAKHHHHHHH DILAMAR AKHHH /GULING-GULING SAMPE KE RUMAH LUHAN/PLAK/ BERASA DIRI INI YANG LAGI DI LAMAR WKWK /GA/

    Dan itu kamvret moment saat udah mau ciuman si Ahra malah tereak-tereak. Katanya mau liat mereka ciuman, kenapa tereak kamu Ra? :"") WKWK JADI KORBAN NYAMUK BENTOL YA KALIAN AHAHAHAHA. TAPI, TAPI, CIUMANNYA KEJADIAN DI DALEM MOBIL UNCHHH LUHANNYA SAMPE GAGAP WAKAKAKAKAK.

    "Happy Birthday Elsa siempunya hak paten atas Kim Hyerim, yang katanya istrinya Om Luhennn!~~ Ane dadakan bikin ini ff buat ngejar momen sweetsixteen-nya dirimu dan baru jadi jam seginih yuhuuu betapa sosweetnya kan 😝" IYA INI SO SWIT BENER KAK YUU, KUBAHAGIA PLUS TERHARU, THANKS A LOT YAAAA AKHHH KUSENANG SEKALI LUVYU SO SO SO MUCHHHH KAK YUUU 😚😚😚

    • MASA IYA KOMEDI? XD AKU TIDAK PERCAYA KALAU SUDAH MENULIS GENRE KOMEDI WKWK

      /kemudiantoss/ IYADONG YG PENTING OM OMNYA BENERAN SAYANG 😍 SIRIK AJA ITU MAH SI DUOBANGST XD

      Cabecabean nelen cabe makin panas dong /plak😂 Ya ya yaa semacam ji euntak tapi versi lebih nyatanya lagi pacaran sama omom yg emang manusia bukan goblin wkwk

      GELIGELI GIMANA GITU YAA BIASA MANGGIL AYANG AJA DI RUMAH MAH EH DI FF MANGGILNYA OM WKWK 😂 Maklumkan Luhennn els, dia sudah butuh belaian seorang istri /kemudianditimpuk

      SENGAJA DIPAJANG ELS BIAR KEBAYANG GANTENGNYA KEK GIMANA WKWK 😍😍😍

      Ahra mah abaikan weh abaikan, cuma eksyenpigur /eh piguran wkwk😂🔪

      AH SAYANGNYA KUCINTA SUHO ELS WKWK UYELUYEL AJA BAWA PULANG SEKALIAN XD AKU RAGU SUMPAH KALO INI KOMEDI WKWK 😂

      SALAH POHON WKWK ANE SAMA SUHO DIMANA, DIRIMU SAMA LUHEN DIMANA EKEKEK XD CIYEEE CIYEE DILAMAR CIYEEE UHUY 💋😍

      YAPAN ANE EKSAITID ELS LIAT ORANG MAU CIUMAN WKWK MAAPKEUN JADI GAK BISA NGONTROL EMOSI XD IYA LUHANNYA GAGAP LAGIAN DIRIMU NYOSOR DULUAN SIH WKWK NACKAL NJRIT :v

      LAFYUTU ELS 😍😍😍 DITUNGGU BOLUNYA VIA GOJEK EAKKK /keburubulukan-_-

  3. Kuterdampar di sini sebab ada kalimat “Junmyeon (26) disebut pedofil gara-gara suka sama Ahra (17). Terus apa kabar Luhan (27) yang suka sama Hyerim (16)?” biasku, Suho jadi om-om pedo :’3
    ASTAGA, KONDISIKAN PIKIRANMU LUHAN, I KENOW DIRIMU SUDAH MATANG (?) TAPI KEKASIHMU MASIH SEKOLAH ‘-‘ JANGAN KAU APA-APAKAN DIA DULU /digampar/ WKWKWK NGAKAK YA LORD!! CONTOHKAN SIKAP JUNMYEON AHRA YANG RELA MENDONOR DARAH KEPADA PARA NYAMUK YANG MEMBUTUHKAN 😂😂😂 /gesrek mode on/
    betewe, Mori Moi 01L dari lapak tetangga. Salam kenal kak Ayu 😀

    @elsasandra udh brp banyak Luhan dinistakan, bebs? 😂 jadi pria terlalu berlapang dada udah, jadi psikopat udah, jadi om pedo, jadi rusa aja yg blm kali? 😂 /digampar (2)/

    • Iya wkwk xD sengaja dibikin jadi om-om, biar nanti terbiasa(?) /plak😂 Luhan udah gucubur(?) pen nikah itu teh XD Bahahak Junmyeon sama Ahra patut dijadikan contoh? Halah siah jangan, kapel somplak mereka mah xD hello Mori Moi^^ wah aku jadi berasa tua lagi yaa kok di dunia ini makin banyak aja yg muda2 /plak

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s